Follow Me

Tuesday, April 26, 2022

Jasa Orang Lain

April 26, 2022 0 Comments
Bismillah.

#insight10halaman @quote.daribuku

📖 #daribuku Rasulullah Sang Pendidik - Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin, AMP Press

☑️ 250-264 (selesai)



📑 Quote:

"Di balik sukses yang kita raih, terdapat peran dan jasa orang lain. Dan bukan hanya satu orang, tapi banyak orang yang turut berperan. Hendaknya kesadaran tersebut ada dalam diri kita...."


💡 Insight:

Ingatlah jasa orang lain dalam setiap kesuksesan kita. Terutama orangtua. Doa mamah dan papah yang bisa membuatku sampai di sini.

Jangan biarkan rasa ujub mengisi hati. Know your place, be humble and always grateful.


Wallahua'lam

Monday, April 25, 2022

A13: Saat Berbeda Pendapat

April 25, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY13-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

"Kita merasa yakin dengan diri kita sendiri sehingga kita tidak mau mempertimbangkan pandangan alternatif. Jenis pemikiran ini tidak membawa kita ke mana pun.

Kita harus melatih diri kita untuk melihat secara objektif konsep yang berbeda dari konsep kita dan mempelajari ide baru tanpa prasangka.

Kita mungkin tetap tidak menerima mereka tetapi keputusan kita akan didasarkan pada nilai ide itu, bukan bias kita."

💡 Insight:

▪️ saat ada perbedaan pendapat, dengarkan tanpa prasangka.

▪️ nilai dengan objektif perspektif yang berbeda tersebut, jangan terbawa ego yang merasa pendapat diri paling benar.

***

Kadang, kita perlu belajar untuk mendengar perbedaan pendapat. Sesekali, bergaulah di wilayah yang heterogen. Ada begitu banyak perbedaan. Yang kalau mau jadi konflik, pasti jadi tuuh. Tapiii... kalau kita mau belajar mendengarkan tanpa prasangka, dan tidak terbawa ego yang merasa paling benar, kita akan dapati perbedaan tersebut sebagai warna yang indah. Sebagai rahmat dari Allah.

Jadi keinget salah satu ayat surat Al Hujurat yang nomernya aku gak inget hehe, tapi isinya lumayan sering dibaca/didengarkan. Bahwa Allah menjadikan manusia berbeda-beda, bahasa, warna kulit, termasuk perbedaan pemikiran dan karakter, supaya apa? Bukan supaya kita berantem, atau supaya masing-masing mengedepankan arogansi, siapa yang lebih baik. Bukan itu. Tapi Allah ingin kita saling belajar dari masing-masing. Kita belajar dari perbedaan tersebut. Kita belajar dari kelebihan serta kelemahan orang lain. That's the rahmah of diversity. *bener gak tuh bahasa inggrisnya? hehe

Terakhir, mumpung momen postingnya pas akhir Ramadan. Dan qadarullah Ramadan tahun ini ada perbedaan pendapat awal bulan, dan nanti gatau lebaran bareng apa gak. Semoga perbedaan itu kita sikapi dengan bijak ya. (:

Selamat menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadan.

It's okay to struggle, focus on the process.

Yang gak bisa itikaf, jangan menyerah juga. Do what we can. Everyone has a chance to get lailatul qadr. Banyak-banyak doa, Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fuanna. [1]

Sekian. Wallahua'lam bishowab.

***

[1] https://youtu.be/Rc-PEfH0OAg << check this, nasihat dari Ustadz Riza Basalamah + kisah yang bisa nyemangatin kita, everyone has a chance to get lailatul qadr. Ya, bahkan untuk kita, that maybe even in Ramadan, still feel far away from Allah. 

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.




Friday, April 22, 2022

Supaya Kamu Berhenti

April 22, 2022 0 Comments
Bismillah.

I used to question myself, am I forgetting how to have a conversation because I often have a monologue instead of dialogue.

Lalu kesempatan itu hadir, Allah kini menempatkanku, di situasi akan ada banyak dialog dan percakapan. Jujur rasanya mixed, masih belajar kapan harus berbicara dan kapan harus menyimak. Kadang merasa terlalu banyak berbicara tentang diri. Termasuk tulisan ini, berawal dari kejadian aku menyesal mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak kuucapkan.

***

Seseorang bertanya, lalu aku menjawab cepat, tanpa berpikir terlebih dahulu. Satu dua kata. Memang sebuah fakta tentang diri. Tapi aku, seharusnya tidak mengucapkannya dengan ringan. For me, it's one of the things that I want to keep it to myself.

Berhari-hari setelahnya aku menyesal. Ditambah lagi pengingat dari-Nya, seolah aku sudah membuka tirai aib yang sudah ditutup rapat oleh-Nya. Botol tintanya sudah pecah, dan kulihat warna hitam yang berceceran. I could whine about it, or dwell on my regrets. But I've got to move on.

So I walk on my day, after wiping it clean *not exactly as clean as before. Bertekad ingin memperbaiki diri, meski prakteknya naik turun, jatuh bangun. Kadang teringat lagi kejadian percakapan singkat tersebut, kemudian was-was itu hadir. Pikiran buruk, bahwa bisa jadi aib itu dibuka, karena aku udah terlalu lama berkutat di kesalahan yang sama. Then, I stumble upon this quotes.

***



Izin menyalin ulang tulisanku dari postingan beberapa hari yang lalu.


How beautiful is the ulama's heart. Aku kira aku skakmat dan aku memandang dari kaca mata negatif. Tapi kutipan dari Mufti Menk hafizhahullah, seolah membuka kacamata. Bukan, bukan itu pesan yang ingin Allah sampaikan (': -kirei

As If Allah wants to correct my interpretation of that incident. That I shouldn't give up on myself. Bahwa kejadian itu... mungkin pengingat dari Allah, bahwa aku.. aku... harus berhenti.

***

Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan dosa dan maksiat. Semoga kita peka akan ayat dan pengingat dari Allah. Jaga prasangka baik padaNya. Kelilingi dirimu dengan orang-orang shalih, agar saat kamu lupa, ada yang mengingatkan.


Allahua'lam.

Wednesday, April 20, 2022

Doa Nabi Ayub

April 20, 2022 0 Comments

#bersihbersihdraft

Bismillah.




Pertama-tama, hiks TT ini harusnya ditulis beberapa pekan kemarin. Tapi qadarullah, salahku juga, aku ga nulis. Jadi SSS NAK Indonesia awal Desember kemarin tuh agak sedikit beda, karena yang dibahas video tanpa subtitle.


udah ada versi subtitlenya -- coba cari aja, dengan keyword "doa nabi ayub" dan "nouman ali khan"

*semoga gak salah nampilin video. Judulnya pakai Nightly Reminder May dan tanggalnya. Seingetku 29.


Yang mau baca english transcriptnya bisa buka link ini.


***


Nabi Ayyub 'alaihi salam berdoa begini, "Inni massaniyadh dhurru wa anta arhamurrahimin


(۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ)


Sebelum bahas ke ayatnya, ustadz Nouman terlebih dahulu memberitahu kita keunikan letak ayat ini. Ayat tentang Nabi Ayub ini terletak setelah ayat tentang Nabi Sulaiman. Dua gambaran kisah yang begitu kontras bukan. Nabi Sulaiman 'alaihi salam adalah nabi yang Allah berikan banyak kekuasaan. Sedangkan Nabi Ayub adalah nabi yang Allah uji dengan begitu banyak kehilangan dan juga sakit keras yang membuatnya diasingkan. Keduanya adalah Nabi, dan dari keduanya, kita bisa banyak sekali mengambil pelajaran. Salah satunya, bahwa ketika kita sakit pun, itu bisa menjadi ladang amal kita. Bahwa ujian setiap orang berbeda, dan bahwa dalam dua keadaan yang bertolak belakang tersebut, terdapat rahmat dariNya. 


Ustadz Nouman juga menekankan tentang kondisi psikologis seseorang yang sakit. Saat sakit, kita tidak bisa melakukan hal normal yang bisa dilakukan saat kita sehat. Dan jika sakitnya parah dan lama, kita mungkin akan didera perasaan "tidak berguna". Dan gak ada manusia, yang mau hidup sebagai seseorang yang tidak berguna, yang cuma jadi "parasit". Setiap manusia ingin keberadaannya memberikan manfaat meski hanya sedikit pada orang lain/lingkungan sekitarnya. Manusia butuh merasa bahwa ia berarti, bahwa keberadaanya, hidupnya, bukanlah sesuatu yang sia-sia.


The first thing to note here is, you know, when somebody gets sick, they're not able to do the normal things that other people are able to do, right? So they're not able to maybe go to work anymore. They're not able to go to college or university or study or continue their studies like they used to be able to study. Maybe they can't even drive anymore. Some basic functions that people do.

As a result of that, a person can start feeling that they're useles, right? That they used to be capable of so many things. And now they're capable of nothing. So they're basically a purposeless existence, you know, for, for a man and a woman, Allah put inside of human beings, this difference than animals, for human beings we don't feel fulfilled, even if there's food on the table, even if everything else is okay, if we're not able to fulfill a purpose or be feel like we're productive and something is inside of us, that's missing.

And so the feeling of not being able to do something because you're sick is a very powerful, negative feeling that can weigh on somebody. And really turned them into a pessimist.

- Nouman Ali Khan 


Ya, seseorang bisa menjadi pesimis saat ia merasa menjadi sosok yang tidak berguna. Dan doa Nabi Ayub mengajarkan kita mindset untuk membantu kita melalui masa-masa berat dalam hidup tanpa menjadi seorang pesimis dengan doa ini.

Nabi Ayub memandang sebuah dhurr dengan lensa pengecil. Ia menggunakan kata 'mass' yang artinya slightly touch. 


The word he's using is saying, "I have barely been touched by harm", just strange language. Cause he's basically paralyzed. He should be saying harm has flooded me. It whipped me. It beat me. You know, barabaniyadh-dhurr, you know, qatananiyadh-dhurr, ahlakaniyadh-dhurr, the harm has destroyed me. Harm has killed me. Harm has ruined me. No, no, no harm has barely touched me.

In this, there's a realization from him, that we don't, we don't acknowledge. And that is as hard as my life can be. As hard as things can be, there is much greater harm that Allah prevents from me. And compared to the harm that Allah has prevented from me, this is just barely a touch. Whatever I'm going through in life. This is actually just a touch of what actual harms there can be.

- Nouman Ali Khan


Yang kedua, Nabi Ayub mengenal Allah. Wa anta arhamurrahimin. Dua asma Allah yang ini begitu familiar bagi kita. Tapi seringkali kita lupa maknanya. Di lecture lain, ustadz Nouman menjelaskan bahwa rahim memiliki asal kata yang sama dengan Arrahman dan Arrahim. Bentuk arrahman dan arrahim Allah itu sifatnya 

Seperti janin, dilingkupi kasih sayang sang ibu, diberi asupan makanan, rasa hangat, dan tidak tahu sama sekali hal-hal buruk di luar rahim. Begitu pula kasih sayang Allah. Kita tidak tahu, bagaimana Allah tidak pernah putus memberikan kasih sayangnya, perlindungan dari bahaya yang tidak kita ketahui. Kita tidak tahu, bagaimana Allah menurunkan air hujan, untuk menumbuhkan tanaman, yang kelak dari tanaman itu, kita akan bisa makan. Dan begitu banyak nikmat lainnya, yang gak akan bisa kita sebut satu per satu.

Dan yang terakhir, Nabi Ayub tahu, bahwa sebuah dhurr itu baru benar-benar bahaya, saat itu sudah mulai menyentuh (mempengaruhi) keimanan kita.


There's another powerful realization and that is physical wellbeing, financial wellbeing, social wellbeing are all one thing. But spiritual well being, my relationship with Allah, if this sickness got to a point where I started getting cut off from Allah Himself, that will be the worst thing that could ever happen. That's the ultimate harm. And compared to that harm, this is nothing.

...

He's also saying, "my inability is starting to hit on me." My incapabilities are starting to mess with me. It's starting to affect me and it's touching on me now. And the massa here is not even referring necessarily to his body. It's now starting to affect my heart. My incapability and my incapacity, my weakness, my flaw, is actually starting to affect my heart. And before it gets any worse, he declared something to Allah.

He says, (وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ)

That's the dua. Actually, in this dua, he asked nothing. He didn't ask for healing. He didn't ask for relief. 

- Nouman Ali Khan


***


Satu catatan lagi. Banyak yang mengira doa ini hanya untuk orang yang sedang sakit. Tapi kata dhurr mencakup lebih dari itu.


He said (أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ)

Harm, difficulty. Some kind of calamity has touched me and every one of us is going through some difficulty in life. We're going through some challenges in life. And dhurr can incorporate all of them. Both can incorporate all.


Terakhir, ustadz Nouman mengingatkan bagaimana doa ini istimewa, karena Allah menyebutkan di ayat selanjutnya. Bahwa ini adalah pengingat untuk 'abidin.


And so at the end of this dua, when Allah said, (وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ). He's talking about all those who will ever worship allah, they should have this in particular, this attitude in particular.

I remind you again, Suratul Anbiya in the eighties. This is 83 and 84. Just remember one thing. Usually when Allah tells us a dua of other prophets, He doesn't at the end say, "and by the way, in this dua, there's a special reminder for everyone". We automatically know it's a special reminder for everyone.

When Ibrahim's dua is there, at the end of that, Allah doesn't say, "and by the way, that's for you also"

When he taught us the dua of Musa 'alaihi salam, at the end, He didn't say, "by the way, that's also, it's not just a story, it's for you also." It's understood.

But when Allah goes out of his way to say (وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ), that means you better not miss this one. This is new, this is a really important one. This is like extraordinary emphasis placed on its relevance on you and me by Allah mentioning (وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ). And so, we should take extra care to make, to incorporate this dua into our life.

- Nouman Ali Khan


Meminjam penutup yang sama dari video ini. Allahummaj'alna minal 'abidin wadzakirin. Barakallahuli walakum fil quranil hakim, wa nafa'ni wa iyyakum bil ayati wa dzikril hakim. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Wallahua'lam bishowab.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.


PS: Tahun ini pengen banget nulis MFA2022 dengan ayat ini. Tapi baru bisa nulis ini. Semoga beneran bisa submit tulisan untuk MFA (My Favorite Ayat) -- program bulan Ramadan Komunitas NAK Indonesia, share tulisan tentang ayat favorit kita.


Tuesday, April 19, 2022

Membina Akal, Jiwa dan Jasmani

April 19, 2022 0 Comments
Bismillah.

#insight10halaman @quote.daribuku

📖 #daribuku Rasulullah Sang Pendidik - Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin, AMP Press

☑️ 239-249



📑 Quote:

"Membina akal menghasilkan ilmu, membina jiwa menghasilkan etika dan kesucian, sedangkan membina jasmani menghasilkan ketrampilan atau keahlian. Dengan penggabungan unsur-unsur tersebut, terwujudlah makhluk dua dimensi dalam satu keseimbangan: dunia dan akhirat, ilmu dan iman."


💡 Insight:

Mendidik dan membina diri sangat penting, baik akal, jiwa maupun jasmani. Stay foolish stay hungry. (:

Be humble and ask for His Guidance. Seperti Allah memerintahkan kita minimal 17 kali meminta petunjuknya, seperti itu pula kebutuhan kita akan huda-Nya.

Semangat belajar~


Wallahua'lam.

A12: Prestasi

April 19, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY12-0090

📖 Kitab Cinta dan Patah Hati, Sinta Yudisia

📑 Quote:

Prestasi akan sesuatu akan meningkatkan self respect. Setidaknya, bila orang lain tidak menghargai, kitalah yang harus menghargai diri sendiri. Prestasi, seberapapun kecilnya akan membawa kegembiraan sehingga seseorang tak hanya berkubang pada sisi negatif kehidupan.

💡 Insight:

▪️ Terus lakukan hal baik dan kerja produktif. Setiap progres adalah prestasi.

▪️ Hargai sekecil apapun prestasimu. Be grateful for every achievement, Allah will give you more~

▪️ Jangan tergantung pada apresiasi orang lain. Fokuskan diri pada fakta : Allah mengetahui dan menilai berdasarkan usaha kita. Others see the result, but Allah sees the effort.

Wallahua'lam.

Sunday, April 17, 2022

Yang Harus di Curigai Itu Dirimu, Bukan Rencana-Nya

April 17, 2022 0 Comments
Bismillah.
Pekan itu, pekan ke 7 kegiatan guidelight pro batch 5 membahas surat Maryam. Pekan itu, aku membaca pemantik sharing session, tentang istidraj, membaca pula pesan dari tim contdev, agar saat membahas istidraj, kita tidak hanya fokus menunjuk ke orang lain, tapi muhasabah diri pula.

Oh ya, pekan ke 7 ini berat, karena yang dibahas dari ayat 66-82 kalau gak salah. Dan bahasan tentang istidraj adalah tadabbur untuk ayat 73-75. Tentang orang-orang kafir yang merasa dirinya lebih baik, karena memiliki perkakas rumah tangga yang lebih bagus dan lebih sedap dipandang.

Sharing sessionnya seperti biasa berjalan dengan baik. Aku pun sudah menyampaikan penekanan dari tim contdev. Karena memang benar, kita gak bisa benar-benar tahu apakah kenikmatan duniawi yang dimiliki seseorang itu sebuah istidraj atau bukan. Maka lebih baik fokus muhasabah diri, agar kita tidak terlena dengan nikmat yang ada.

***

Pekan depannya, pertemuan terakhir, study series terakhir. Ada sesi sharing di awal, setelah sebelumnya dibuka dan dibacakan ayat quran. Qadarullah ustadz belum masuk room, jadi ada sesi sharing tentang hikmah atau tadabbur dari materi udah dibahas sebelumnya.

Aku ingat salah seorang buka mic, dan bercerita muhasabahnya, saat ia merasa melakukan suatu dosa, tapi Allah masih saja memberikan nikmat untuk bangun malam. Dan hal itu dia jadi bertanya-tanya, apakah itu istidraj? Mungkin perasaan bersalahnya menjadi makin besar, karena ia takut, ia masih dilancarkan bangun malam, tapi juga merasa nyaman dengan kesalahannya. (**ini ada intrepertasi dari saya, semoga Allah memaafkan kalau misal saya salah)

Saat mendengar itu saya agak menyernyitkan dahi. Ada sesuatu yang mengganjal. Aku bertanya-tanya..

Apakah kita boleh menganggap itu istidraj?
Bukankah itu bukti bahwa Allah begitu menyayanginya?

***

Time passed. Waktu berlalu. Program batch sudah selesai. Aku belum. Aku jujur saja merasa bersalah, karena merasa gak bisa maksimal saat program berjalan. Beda banget sama batch sebelumnya. So I listened to explanation about Surah Maryam. Mendengar insight berbeda, dari ayat 75. Falyamdud rahmanu madda. Diperpanjang, karena bentuk istidraj, Itu yang pertama. Yang kedua, diperpanjang juga, karena Ar rahman, juga memberi kesempatan, barangkali ada yang di waktu tersebut ada yang bertaubat dan kembali pada Allah, mengambil petunjuk dariNya.

Sama seperti diutusnya Nabi Musa 'alaihi salam kepada Fir'aun dan kaumnya. Allah knows exactly how Firaun will end up to be. But Allah Arrahman. Kesempatan taubat itu masih dibuka, bagaimana Allah memerintahkan Nabi Musa berdakwah dengan qaulan apa?

Back then, gak ada yang tahu apakah harta Qarun itu istidraj atau bukan. Sampai... till his time's up. We can only say it is istidraj or not, when the time is up. Sebelum itu, sebelum itu... yang perlu kita lakukan cuma dua:

1. berbaik sangka pada Allah,
2. banyak-banyak ngaca (muhasabah diri).

Karena yang harus dicurigai itu diri kita, yang seringkali, nikmat dari Allah deras mengalir, tapi dengan mudah kita berpaling, berbelok, pun tak merasa bersalah hanya karena merasa masih banyak diberi nikmat.

Adapun jika kita kita berdosa, tapi ibadah kita masih dimudahkan oleh Allah, meski feel-nya pasti bakal berkurang.. Jangan anggap itu bentuk istidraj. No. It's not. Itu karena Allah sayang, begitu sayang padamu. Jangan terbalik. Seperti judul postingan ini. Yang harus dicurai itu diri kita, bukan rencana-Nya.

Wallahua'lam bishowab.

Mohon koreksinya kalau ada yang salah dari apa yang aku tulis.

***

PS: Saat menulis ini aku teringat sesuatu. Aku lupa siapa yang menyampaikan atau kapan. Masih terkait istidraj. Seorang ustadz memberitahu, kita tahu sebuah hal baik untuk kita apa gak, kalau hal tersebut mendekatkan kita kepada Allah, tapi kalau menjauhkan berarti gak baik. Begitupun nikmat dariNya, termasuk nikmat sehat dan waktu luang TT. Mari belajar mensyukuri setiap nikmat dariNya, agar nanti, when time is up, we know that all of that is not an istidraj.

PPS: Terakhir, beneran hehe V. Yang menulis ini masih perlu banyak beristighfar dan bertaubat. Masih perlu banyak belajar berbaik sangka pada Allah dan mencurigai diri. Jika, jika ada yang membaca ini, dan ambil manfaat, doain yaa semoga bisa istiqomah di jalan-Nya. Sekian. It's still Ramadan, let's make more and more du'a than usual. 

Saturday, April 16, 2022

Day 12 - Ramadan Reading Challenge

April 16, 2022 0 Comments
Bismillah.

Perhaps, that day, Allah wants me to read "this", before "that".

***

"this"

#DAY12 #30DRRC

2️⃣2️⃣ – Isabella Kirei 🌧
📚 At-Tibyan - Imam An-Nawawi – hlm.102-114

Hikmah:

🌼 Lebih ditekankan shalat malam dan membaca Al-Qur'an pada malam hari karena:

▪️ lebih dapat menyatukan hati
▪️ lebih menjauhkan diri dari perkara-perkara yang menyibukkan, melalaikan, memalingkan
▪️ lebih terjaga dari riya

🌼 Yang dikategorikan dosa karena melupakan Al-Qur'an, bukan lupa manusiawi, tapi sikap peremehan terhadap hafalan dengan tidak menjaga bacaan dan hafalannya serta mempelajarinya.

"that"

#DAY12 #30DRRC

2️⃣2️⃣ – Isabella Kirei 🌧
📚 Obat Rindu Al-Qur'an - Amru asy-Syarqawi – hlm.64-67

Hikmah:

🌼 Salafush shalih memiliki kebiasaan mengadakan majelis khusus memperdengarkan bacaan Al-Qur'an dan mempelajari kandungannya.

🌼 "Umar bin Khattab radhiyallahu anhu pernah meminta kepada Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu anhu, 'Wahai Abu Musa, tolong ingatkan kami tentang Tuhan kami.' Abu Musa radhiyallahu anhu pun melantunkan Al-Qur'an, seraya mereka menyimak dan menangis."

***

Allah wants to remind me. Ayo baca lebih banyak Qur'an di malam hari. Allah wants to remind me. Jangan lengah dan lalai. Jangan meremehkan hafalan dan penjagaannya.

***

Aku pernah memiliki mindset lebih baik tidak menghafal, jika kemudian nanti melupakan.

Sampai Allah takdirkan aku bertemu shalihaat di sebuah komunitas. One of them remind me the right mindset. Kalau kita tidak mau menghafal karena takut lupa, itu artinya menyerah sebelum berusaha.

Aku pernah menyerah sebelum berusaha maksimal, dan aku tahu penyesalannya. So, let's memorize, even if you're as slow as siput *why I can't find the vocab aaaa... **let's write in Indonesia instead (:

Maka mari menghafal Al Qur'an. Tidak mengapa pelan dan lambat. Tidak mengapa kita kesulitan untuk menghafal dan murajaah. Fokus di proses, syukuri tiap ayat yang Allah berikan. Semoga Allah berkahi. Kita lupa, dan itu tanda bahwa Allah ingin kita lebih banyak mengulang-ulang membaca kalam-Nya. And that too.. is good for you.

***

I actually felt so low writing about this. Cause Allah knows how bad I am, how I still can't focus and easily distracted. How I will not survive if Allah doesn't help me. How I really need so many good supportive environment to keep reminding me, whenever I fall back into darkness.

If.. somebody read this. Let's pray that Allah will help us to be istiqomah in reading and memorizing the Qur'an.

Allahummaj'alil qur'ana rabi'a qulubina wa nura shudurina..

Allahummarhamna bil quran...

Aamiin.

Wallahua'lam.

Friday, April 15, 2022

My Secret

April 15, 2022 0 Comments
Bismillah.

Judulnya agak gimana hehe. Bener sih secret, tapi bukan yang secret gimana gitu hehe.

Oh ya. Ini free writing juga. Mohon maaf kalau loncat sana sini dan tidak sesuai puebi.

Alhamdulillah kemarin setelah beres challenge #66haribacabuku @menjadi.arketipe, aku ikutan #30drrc (30 days ramadan reading challenge) -nya @salmanreadingcorner x @fimbandung ***mohon maaf kalau ada yg salah id ignya, hehe. gak di double check.

Nah, di challenge kali ini. ada yang beda.

1. Harus baca buku dari halaman 1 di day 1 tantangan

2. Selama masa challenge, tidak boleh ganti buku sebelum selesai dibaca. (Katanya sih mau ada sesi sharing gitu, tapi... kemarin ada yg udah beres duluan, langsung ganti aja. gatau deh sesi sharingnya kapan. mungkin kalau udah day 15, who knows? tanya panitia kali ya harusnya hehe)

3. ada eliminasi, yang > 3x gak laporan maka dikeluarkan dari grup.

Nah, dari 64 orang yang daftar. Yang masih bertahan sampai hari ini : 34 orang.

***

Aku... sudah pernah skip gak laporan sekali.

Tapi, bukan itu rahasia yang mau ceritain di blog ini.

Jadi,.. qadarullah kemarin (Kamis, 14/4) tuh buku Obat Rindu Al-Qur'an-nya ketriwal[1]. Galau kan, gimana dong, kan masih harus laporan.

Akhirnya aku lapor tapi buku lain ><
Berusaha menenangkan diri, kalau gak akan ada yang nyadar hehe. Trus berharap semoga Sabtu ketemu bukunya. Soalnya aku ragu, apakah bukunya di rumah atau ketinggalan di tempat kerja. Dan jumat kan tanggal merah tuh wkwkwk..

Alhamdulillah malem ini bukunya udah ketemu pas aku mau laporan baca hari ini. Udah siap-siap mau baca buku At-Tibyan lagi, beresin kasur dikit, trus nemu deh hehe. Hikmahnya, buku jangan ditaruh di kasur. habis baca letakkan di meja #ntms

***

Ada yang baca sampai sini, selain diriku?

Kalau ada, berikut laporan baca *menyalahi aturan 30drrc* kamis kemarin + laporan yang *sesuai aturan*. >>> jadinya aku taruh di next post aja yaa. tulisan ini mungkin akan kubalikin ke draft lagi soalnya.

Oh ya, kalau laporannya di grup telegram, jadi bisa diedit gitu. Laporan yg kemarin gak sesuai aturan sudah aku ganti dengan yang benar. Alhamdulillah (: That's all my secret.

***


Keterangan:

[1] ketriwal, bahasa jawa. bisa diartikan hilang. tapi kalau aku biasa pakai kata ini untuk menyebut ttg benda yang lupa naruh dimana dan gak ketemu.

Wednesday, April 13, 2022

A Reminder to Myself

April 13, 2022 0 Comments
Bismillah.

Jangan tergesa-gesa. Take it slow but steady. Banyak-banyak berdoa meminta bantuanNya agar dimudahkan. It's a long and hard journey, but it is good for you. It's the best journey for you.

semangaat 🍉🍉

Allahua'lam.

***

keterangan : buku Obat Rindu Al-Qur'an - Amru asy-Syarqawi, Gema Insani

A11: Masa Terbaik

April 13, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY11-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

Faktanya, masa terbaik kita paling mungkin terjadi ketika kita merasa sangat tidak nyaman, tidak bahagia, atau tidak puas. Karena hanya dalam masa-masa yang seperti itu, yang didorong oleh ketidaknyamanan kita, kita kemungkinan melangkah keluar dari jalur kita dan mulai mencari cara berbeda atas jawaban yang lebih benar.

💡 Insight:

Saat merasa tidak nyaman, tidak bahagia, atau tidak puas --daripada terlalu fokus pada perasaan negatif, berbaik sangkalah, masa itu adalah yang terbaik untukmu saat itu. Cause it helps you grow.

Wallahu a’lam. 

Tuesday, April 12, 2022

Free Writing

April 12, 2022 0 Comments
Bismillah.

Maybe cause I haven't write in diary for so long, let me just do free writing here. With a mix language ofcourse (:

*why I forget how to write ofcourse? Wkwk.

***

Ramadan berlalu, satu pekan. Ada begitu banyak evaluasi. Pencuri waktu, kebiasaan buruk, kuadran empat.

I wish I have a more productive morning. Mari jangan cuma berharap, tapi doa, rencanakan, dan lakukan.

Malam ini qadarullah menyelesaikan baca bukunya Mba Sinta Yudisia. Bukan, bukan yang Kitab Cinta. It's her another novel. Lalu jadi kangen Masjidil Haram, berharap bisa umrah sekeluarga. Semoga mamah sama papah bisa haji. Aamiin.

Lalu aku mengutip dua kalimat dari buku itu, salah satunya adalah pengingat agar fokus ibadah. Which is not easy, but worth the strive. **am I using a correct vocab?

Lalu jadi ingin menulis. Tentang semua yang keinginan dan harapan sembunyikan sendiri. Yang sering membuat orang lain frustasi karena aku begitu tertutup dan tidak komunikatif tentang diri. Aku ingin menulis semua, meski kesannya mimpi jauuh, i've been held myself for so long. Barangkali dengan itu ku jadi lebih mengerti tentang diri.

Aku juga ingin menulis tentang perasaan yang kukira hanya orang lain rasakan tapi ternyata aku mengalaminya juga. Aku salah. Ternyata setiap orang punya kesempatan yang sama untuk merasakannya. So let's just face it and don't dwell in the negative feelings.

Aku juga ingin menyelesaikan draft di blog ini. Tentang istidraj dan hikmah yang kudapat terkait hal tersebut saat belajar surat Maryam, dan setelah memikirkannya lagi dan lagi.

Aku juga ingin membuat postingan khusus tentang kutipan Mufti Menk yang belum lama kulihat di ig nakindonesia. How beautiful is the ulama's heart. Aku kira aku skakmat dan aku memandang dari kaca mata negatif. Tapi kutipan dari Mufti Menk hafizhahullah, seolah membuka kacamata. Bukan, bukan itu pesan yang ingin Allah sampaikan (':

Terakhir, karena aku harus tidur hehe. Aku mungkin tidak bisa menuliskan semua itu, tapi.. Aku bersyukur Allah memberiku kesempatan untuk menulis ini. Dan semoga syukurku ini, menjadi pengundang nikmat di kemudian hari, untuk terus menulis, lagi, dan lagi. Bukan sembarang menulis tentunya. I hope I keep writing a better word (:

Sekian. Have a barakah Ramadan y'all 🌼🌼

Jangan lupa untuk melangitkan istighfar dan doa saat waktu sahur. **yes, i am actually reminding myself wkwkwk.

Wallahu a’lam. 

Saturday, April 9, 2022

A10: Kesalahan dalam Diri Saat Konflik Tak Terpecahkan

April 09, 2022 0 Comments
Bismillah. 

#66haribacabuku #menjadiarketipe

☑️ #DAY10-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

Tidak selalu merupakan kesalahan pihak lain kalau konflik tetap tidak terpecahkan. Seringkali, kesalahan terletak di dalam diri sendiri. Ketrampilan mendengarkan kita seringkali merupakan hal pertama yang hilang ketika kita ada dalam ketidaksepakatan. Kita menjadi tak terduga, kurang bersahabat, dan secara umum tidak bersedia mengekspresikan diri kita secara terbuka.

💡 Insight:

▪️ Introspeksi diri lebih baik daripada mengikuti ego yang ingin menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain tidak akan mengubah apapun. Sedangkan introspeksi akan menjadikanmu pribadi yang lebih baik.

▪️ Latih terus kemampuan untuk mendengarkan dan mengekspresikan diri secara terbuka meskipun saat sedang ada konflik. Maybe that's why Allah put that conflict in your life, so you can learn to listen, and open up (:


Wallahu a’lam. 

Monday, April 4, 2022

Qaulan Tsaqila

April 04, 2022 0 Comments
Bismillah.

#insight10halaman

📖 #daribuku Rasulullah Sang Pendidik - Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin, AMP Press

☑️ 227-238




📑 Quote:

....hal ini mengandung hikmah yang sangat besar, di antaranya adalah menjelaskan betapa penting dan agungnya agama yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam, sehingga terasa berat mengembannya.

Selain itu juga menjelaskan kepada kaum Muslim, bahwa Islam yang kini dianutnya, adalah agama yang pada mulanya hadir setelah melalui sebuah proses yang amat melelahkan dan menyulitkan.


💡 Insight:

Kita harus benar-benar sadar betapa berharga nikmat iman dan islam. Dan betapa besar perjuangan Rasulullah setiap menerima wahyu, sehingga kita dapat menikmati setiap ayat-ayat cinta-Nya. Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.


***

Coba sesekali membaca atau menyimak bagaimana saat wahyu pertama turun, atau tentang perjuangan Rasulullah, momen perang Badar misalnya TT

There's so many amazing history happened in Ramadhan. Kalau kita mau mempelajarinya lagi. Kita akan lebih merasa bersyukur atas iman dan islam, atas Al Qur'an yang kini bisa kita baca dengan mudah.

***

Ramadan mubarak everyone 🌼🌼

Semoga Allah memberkahi hari-hari Ramadan kita. Aamiin.