Follow Me

Sunday, March 31, 2013

Memecah Belah Umatnya

March 31, 2013 0 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah
Sahabat, lihatlah diri kita, betapa Rasulullah saw. mencetak satu ummat, sedangkan kita sibuk memecah belah ummatnya...
:'( Feeling so hurt reading that sentence above.

***

Perbedaan sebuah fitrah. Normal. Natural. Namun, mengapa harus kita besar-besarkan, sehingga umat yang seharusnya satu, kini terpecah-pecah?

Perbedaan sebuah fitrah. Normal. Natural. Ya, memang selalu akan ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan untuk seragam, satu suara. Ya, memang tidak semua hal harus disepakati. Adalah hal yang indah, jika seseorang memilih warna biru, dan yang lainnya memilih warna hijau.
Tapi ini bukan tentang warna? Ini tentang hal yang seharusnya tidak berbeda : satu dan lurus.

Wednesday, March 27, 2013

Media, Propaganda dan Dakwah Kita

March 27, 2013 2 Comments


-muhasabah diri-

*tulisan ini dibuat utamanya untuk diri, yang seringkali memakai media. namun bukan untuk "hal yang lebih baik". :)

Bismillah..

Masih tentang Pemira 2013. Sebagai seseorang yang memang menyukai media, adalah hal yang menyenangkan melihat Pemira tahun ini. Feel so happy, melihat publikasi yang menarik.. poster dan banner yang bertebaran.. web, video :) gagasan :) kreativitas :)

***

Adalah hal yang menyenangkan :) melihat itu semua. Betapa mahasiswa, aktivis kampus, bisa begitu kreatif menyampaikan ide dan gagasan. Betapa mahasiswa, aktivis kampus, bisa begitu kreatif mencoba menarik perhatian massa. Adalah hal yang menyenangkan, meski satu hal yang saya sesalkan. Seringkali hal yang tadi saya sebut, hanya muncul di saat-saat tertentu. Entahlah saya bersuudzon atau tidak. Tapi seringkali hal ini kutemui hanya di saat-saat ini. Masa dimana, suara yang mereka kejar. Hm. Yasudahlah, namanya juga kampanye.

Well.. back to the topic. Media dan propaganda kreatif lagi cerdas yang beberapa saat lalu bertebaran membuatku tergelitik untuk menulis ini. Sebuah pengingat diri. Bahwa media, kreatifitas, gagasan adalah modal yang sudah dimiliki oleh kita selaku mahasiswa dan aktivis kampus. Modal besar :) Untuk membuat dunia mengalihkan pandangannya dari apapun, kemudian menatap kita, lekat.

Friday, March 22, 2013

Pemira KM ITB 2013 : Perang Kampanye yang Menyesak Dada

March 22, 2013 0 Comments

"Karena ketika salah satu calon bagus di media, maka lawan yang lain juga dengan menguatkan media" ucap seorang teteh malam kemarin. Saat kami asik berbincang tentang Pemira (Pemilu Raya) ITB 2013. Menanggapi pertanyaan si teteh, aku hanya tersenyum tipis.

***

Pemilu, kampanye, dan euforia tentangnya memang sedang dirasakan di berbagai sisi ITB. Maklum, saat ini sedang dalam masa menuju pemilihan Presiden KM 2013. Ada banyak sekali hal menarik yang bisa diceritakan di Pemira kali ini. Mulai dari munculnya seorang mahasiswi yang berani mencalonkan diri sampai "perang" kampanye lewat media yang beragam (poster, spanduk, video, web, dll).

Menerka

March 22, 2013 0 Comments
Aku takut aku menuduh

karena pada dasarnya
aku tak tahu
aku tak mengerti
tentang jalan pikiran mereka
tentang alasan mereka

Aku takut aku menuduh

karena jalan yang mereka tapaki
memang bisa jadi tidak salah
hanya saja, terlalu berbahaya
seumpama berjalan di tepi jurang

Aku takut aku menuduh

karena bisa jadi ini prasangka
dan kebanyakan prasangka itu dosa
tapi melihat mereka
membuat diri ingin meraih tangan mereka
menggandengnya agar tak berjalan ditepian jurang
bukankah kau sudah pernah hampir jatuh terperosok?

Aku takut aku menuduh

maka kubiarkan tulisan ini berhenti di abstrak
tanpa ada tinjauan umum, isi atau kesimpulan

Ya Allah,
Tunjukkan kami jalan yang lurus :)

Sunday, March 17, 2013

Belajar Mengeja

March 17, 2013 0 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah...

Kembali mencoba mengeja satu demi satu huruf, bukan untuk dikatakan. Tapi untuk ditulis, dirangkai menjadi kalimat yang bernada.

Jika ketika berbicara, kalimat yang dirangkai di otak kita, bisa kita beri nada sehingga arti dan maknanya tepat. Maka ketika menulis, kalimat yang kita rangkai, tidak bisa diberi nada. Sehingga akan ada banyak sekali kemungkinan makna yang ditangkap pembaca. Tanda baca, sedikit banyak membantu kita untuk memberi tahu kepada pembaca, kapan ia harus berhenti sejenak. dan kapan ia harus berhenti agak lama. Sedangkan paragraf, membantu kita untuk memberitahu pada pembaca. Bahwa kita membahas hal yang berbeda dari paragraf sebelumnya, meski masih satu tema.

Kembali mencoba mengeja satu demi satu huruf, kali ini bukan untuk menulis, juga bukan untuk diucapkan. Mengeja satu demi satu huruf, untuk membaca, menemukan makna yang ingin disampaikan si penulis. Adakalanya aku berhenti membaca, diam sejenak, menandai kata yang aku tidak mengerti artinya. Namun, ada juga kalanya, aku sengaja men-skip beberapa baris.. membaca cepat, membaca scanning, saat aku merasa sudah menangkap apa maksud penulis di paragraf tertentu.

Kembali mencoba mengeja satu demi satu huruf. Kali ini dengan nada. Takut-takut dan malu, jika salah mengucapkan. Bukan hanya tentang rangkaian kata dan tata bahasa. Tapi juga intonasi dan pemenggalan tiap kalimat. Ada kalanya aku berhenti, kemudian mengulangi apa yang kuucapkan tadi, dengan redaksi yang berbeda. Bukannya ragu yang mendengar tak mengerti maksudku, namun lebih ragu aku tidak lihai menyampaikan maksudku.

***



Jika menulis, membaca dan berbicara.. aku bisa kembali mencoba mengeja. Kiranya tidak untuk yang satu ini. Aku harus berpikir lebih cepat, menangkap dengan cepat setiap kata yang kudengar, setiap kalimat yang meluncur beserta nada yang melekat padanya. Kemudian berpikir lebih cepat untuk mencerap maknanya, mengaitkan apa yang terdengar dengan informasi yang sebelumnya sudah ada di otak, terutama jika ia yang berbicara padaku, banyak menggunakan majas. Aku harus berpikir cepat. Dan harus lebih cepat lagi, jika yang ia inginkan dariku, bukan sekedar aku sebagai pendengar. Tapi ia juga ingin mendengar pendapatku.

Jika menulis, membaca dan berbicara.. aku bisa kembali mencoba mengeja. Kiranya tidak untuk yang satu ini. Aku belum bisa menjadi pendengar yang baik, I know I am. Maka maafkan saja, atau tegur saja. Jika seringkali aku menyela ucapanmu, kemudian bertanya atau memintamu mengulangi kalimatmu. Jujur saja, aku belum bisa menjadi pendengar yang baik.

***

Ya, aku sekarang sedang belajar mengeja. Mengeja.. untuk kemudian menulis, atau membaca, atau berbicara. Juga belajar mendengarkan, dan bukan sekedar mendengar.

Belajar. Belajar. Agar tidak ada hati yang tersakiti.

Allahua'lam.

Tuesday, March 12, 2013

Ia Yang Tak Berkeluh Kesah

March 12, 2013 0 Comments

-muhasabah diri-

Bismillah..
Ya Rabbi, 
kuatkanlah aku, saat segalanya terasa berat
lapangkanlah dada ini, saat segalanya terasa menghimpit
Doa sederhana, yang terlantun dari hati seorang kakak, seorang teman, seorang yang begitu sabar menjalani hidupnya.

***

Jujur aku takjub, melihat senyum yang hampir selalu terlukis di wajahnya. Takjub, mengetahui bahwa ia “menyembunyikan” apa yang “menyakitinya”. Takjub, karena jika saja aku berada di posisinya, aku tak bisa menjamin senyum akan menghias hari-hariku.

Sunday, March 3, 2013

Maaf :( Aku Mendzalimi Banyak Orang

March 03, 2013 1 Comments

-muhasabah diri-

Bismillah...
asal artikel sama post fanpagenya gk ikutan sembunyi juga ya
gk cuma di MSQ tapi juga di MSTEI
kasian tuh ketuanya (temen se-sma sy tuh, jd peduli deh sy  )
kutipan ini, atau ini...
"tolong di jawab bel, sms dari ketua MSTEI. Beliau ngiranya, kamu pundung"
Mereka... (kutipan-kutipan tadi), somehow menggedor kembali pintu hatiku. Tentang kecuekan yang sudah melampaui batas. 'Kamu mendzalimi banyak orang bel, kamu mendzalimi banyak orang', batinku perih.

Saturday, March 2, 2013

Tell The World About Islam

March 02, 2013 1 Comments

-muhasabah diri-

Bismillah...
Aku disini berharap , siapapun yang membaca post ini , sebagai seorang muslim , ayolah menulis dan menyebarkan syiar islam melalui internet . Jangan sampai website-website yang menjelek-jelekkan islam , bercokol diatas karena sedikitnya website yang benar-benar membahas tentang islam.
Ayo sobatku semua..menulis… sampaikan walau satu ayat ..walau hanya satu ayat . jangan takut menulis , karena dengan menulis , kita bisa berdiskusi , akan ada feedback dari pembaca yang bisa memperluas wawasan kita tentang islam. Dan jangan biarkan website-website yang menjelek-jelekkan islam ini berjaya , mari kita buktikan bahwa islam bukan seperti yang mereka sebutkan. Website-website tersebut berpotensi memurtadkan , bahkan ada testimoni yang menyatakan murtad setelah membaca website tersebut.
--dikutip dari Mengenal Islam