Medium vs Substack
Bismillah.
Mohon maaf, judul hanya click bait hehehe. Tapi aku beneran mau cerita tentang dua platform blog tersebut.
Oh ya, ini bukan artikel. Cuma bentuk curahan hati dan cerita saja, kalau yang ke sini karena click bait, dipersilahkan undur diri. V *peace
***
Jadi beberapa waktu yang lalu, karena kuriositasku pada tulisan seseorang, aku akhirnya install dan buat akun Substack. Padahal sebenarnya, aku sudah lumayan kenal akun substack karena pernah liat beberapa orang dari grup komunitas menulis share tulisan mereka di substack. Tapi saat itu, aku yang merasa punya akun medium dan tidak terawat, merasa tidak bertanggung jawab kalau buat akun blog lagi di platform lain. Anyway, akunnya dibuat, tapi bukan pakai nama Isabella Kirei, melainkan pakai nama alias yang kubuat untuk Slowly, lalu berlanjut ke Bottle, lalu berlanjut ke HelloTalk. Ya, aku punya nama pena baru, tapi ini nama pena internasional karena cuma dipakai di sosial media internasional dan digunakan untuk berinteraksi dengan orang asing. Adapun Isabella Kirei, nama ini, mari gunakan untuk teman-teman dari Indonesia saja, dan juga orang-orang yang sudah mengenal nama itu sejak aku SMA (?), ya sejak jaman Facebook. Aku lupa dulu friendsterku namanya Isabella Kirei, atau Isabella... nama asliku (does anyone here know?)
Beberapa waktu setelahnya, aku buka medium lagi, import tulisan, juga blogwalking. Awalnya draft ini hendak aku isi dengan protes dan keluhan mengenai medium. Karena saat import, aku menemukan kendala ini.









