Jangan Berhenti Mentadabburi Ayat-Ayat Al-Qur'an
Bismillah.
Jangan berhenti, karena hanya dengan itu, interaksi kita dengan Al Quran tidak lagi sekedar di permukaan, tapi menjadi lebih dalam lagi, pelan-pelan. Semoga tiap proses tadabburnya, hati kita menjadi lebih lunak lagi. Semoga setiap proses belajarnya, iman kita jadi tumbuh lagi setelah layunya. Semoga di tiap momen terhenti pada lesson learned di dalamnya, ada bibit yang tertanam, lalu pelan tumbuh menjadi amal dan berbuah menjadi rahmatan lil 'alamin. Aamiin.
***
*warning* bagian selanjutnya lebih banyak curhat dan gak banyak faedah. Just go to the other post.
Itu tulisan prolog atau ending? Hehe. I don't know. I just want to write it first before I write a diary here lol.
Jadi, alhamdulillah bini'matihi tatimush-shalihat, saat tahu kebutuhan akan tadabbur al-quran, Allah memberikan nikmat padaku untuk dapat melakukannya. Lewat kesempatan yang ditawarkan oleh pendiri Al-Qomar Community.
Sedikit tentang Al-Qomar Community
Aku gabung di sini udah agak lama dari 2023, awalnya dari Ngafal Ngefeel. Jadi waktu itu Ngafal Ngefeel ngadain program Surat Al-Qomar. Trus, aku tuh daftar, tapi gak keterima jalur biasa. Habis itu, ada yang ngasih tahu, bisa nih coba jalur komunitas, aku dikasih deh kontak pendiri komunitas Al-Qomar (should I name her to give the credit?). Nama pendirinya familiar gitu, mirip nama temennya kakakku. Anyway, saat masuk, aku diminta pilih ikut program NN atau NB. Oh ya, kalau NB itu Ngefeel Bareng, jadi tadabbur aja tapi gak ngafal. Oh ya, ini waktu Ngafal Ngefeel base-nya masih share tadabbur di whatsapp, kalau sekarang udah pakai app ya, boleh banget temen-temen yang pengen ekplor atau ingin tahu banyak tentang Ngafal Ngefeel langsung install app-nya aja.
Selama 3 tahun, Al Qomar community biasanya bantu membernya yang mau ikut program Ngafal Ngefeel jalur komunitas. Biasanya sih otomatis keterima, beda sama jalur umum, yang kemungkinan besar otomatis ketolak hehe, sanking tingginya kompetisi yang mau ikutan, dan biasanya, diprioritaskan untuk pemula. Ada sih jalur alumni, tapi tetep aja itu agak sulit. Pokoknya kalau mau lancar dan langsung keterima mending jalur komunitas aja, berbayar sih, tapi worth it menurutku. Dapet akses gak cuma tulisan/insight tadabbur dari Ngafal Ngefeel, dapet juga sesi setoran harian via telpon dengan mentor, setelah setoran sekalian share insight yang paling ngena dari ayat yang dihafal dan ditabburi hari tersebut. Oh ya, untuk sharing insight, ini beda-beda feelnya tergantung mentornya. I do too.. somehow, react and response differently according to the mentor. Kadang aku cuma nyimak, tapi di lain waktu, aku banyak bersuara juga. It could also be not because of the mentor, it's just because of my social energy level that day.
Akhir Juli lalu, pendiri Al Qomar community, ngajakin tadabbur dan muraja'ah bareng surat Ar Rahman. Dari grup besar yang isinya 52 member ada 3 orang yang daftar, termasuk aku. Dan sejak itu, berjalanlah proses Tadabbur dan Muraja'ah Surat Ar Rahman.
To do list yang harus dilakukan:
1. baca insight/materi tadabbur
2. share apa yang dipikirkan/dirasakan dari baca insight (vn/chat)
3. setoran sesuai ayat insight yang udah dibaca, jumlah ayatnya ngikutin teks insight. boleh juga kirim dari ayat-ayat sebelumnya. (vn)
Sebenernya arahan dari pendiri Al Qomar Community, insightnya baca dari aplikasi ngafal-ngefeel. Tapi karena aku gak subscribe, jadi aku ambil juga materi tadabbur dari workbook Ar-Rahman terbitan Bayyinah TV, karena kan Ramadhan kapan gitu, bayyinah fokus tadabbur Ar Rahman. I don't listen to the lecture though, I just read the workbook.
Jadi sejak itu, aku mulai deh ngerangkum/buat resume/buat quran journal surat Ar-Rahman. Awalnya cuma aku kirim ke grup, tapi kemudian sayang aja gitu cuma dibaca 3 orang, jadi aku buat channel baru di telegram dan aku share di sana, ini linknya barangkali ada yang mau baca: t.me/tadabburarrahman
Jujur sebenernya lagi agak menimbang, apakah perlu dipindahin juga ke sini, biar manfaatnya lebih kesebar, Ya, siapa tahu ada yang butuh dan googling, trus nyasar ke blog ini. But anyway, I'll just write post first, and maybe, I'll post it one by one. Lumayan juga kan biar blognya keisi hehe.
***
Jadi, alhamdulillah bini'matihi tatimush-shalihat, saat tahu kebutuhan akan tadabbur al-quran, Allah memberikan nikmat padaku untuk dapat melakukannya. Lewat kesempatan balik dari cuti panjang di RSC (Rahman Study Club).
Agustus awal, aku lihat pendaftaran ulang pembukaan season 11 dari RSC. Oh ya, sebelum pembukaan ini, aku sempet juga dihubungi anggota RSC batch 5 yang bertanya bagaimana statusku di grup RSC, karena aku cuti lama, dan ya pasif gitu lah sebagai anggota grup. Trus aku curhat deh, kondisiku setelah berhasil melewati proses matrikulasi batch 6, tapi kemudian gugur pas special series bahas buku kiat dan adab menuntut ilmu. Trus aku cuti lama, karena kefuturan diri, dan keburukan diri dalam manajemen waktu. Aku emang bilang nunggu ada batch baru, biar bisa ikut dari awal, tadabbur dari surat terakhir juz 30. soalnya kalau tiba-tiba loncat kan gak enak.
Aku dikasih link registrasi, dan link rekaman special season, yang harus aku simak dan buat resumenya. Oh ya, special seasonnya tentang Ma'rifatul Insan oleh Ustadzah Dr. Nurhamidah. Oh ya, seperti biasa, kalau daftar ulang harus setor juga semua resume special season, maupun resume tadabbur yang pernah selesai. Karena aku baru ikut 2, ya itu yang aku setorkan, al fatihah dan resume buku adab dan kiat menuntut ilmu.
Singkat cerita, alhamdulillah diterima, lalu aku gabung deh sama temen-temen batch 7. Masuk ke kelompok E. Kami tadabbur bareng-bareng surat An-Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas. Ada juga special lecture, judulnya Final Destination oleh Ustadzah Maryam Qonitat, ini special lecture-nya bahas keterkaitan dari tadabbur semua batch (batch 7, 3Qul. batch lain: Al 'Adiyat, Al-Qari'ah, Al Ghasyiyah, An-Naba).
Do you know what's shocking? Pas akhir season, aku dinyatakan gak lulus dong! Hurt? Yes, cause I do try to be a good member this time. And then I ask the leader of 7E, and she told me to ask for the other committee, and her answer made me accept the decision. I guess, I do not deserve to graduate this season too. lol. Anyway, lesson learn, mistake is mine. It kinda triggering a past memory a little bit, fail because of mistakes at the end of the season. but maybe, it's a good thing, Allah wants me to humble myself, and learn to not procrastinate sending a resume >< hmmm.
another part of me is still in denial, and want to protest. "I didn't know that the special lecture resume is like a final assignment that could delete all my good report on the previous meeting and resume I submitted on the actual surah." Tapi protes tidak akan mengubah apapun, jadi mari belajar menerima lagi. Oh ya, ini juga, aku masih bimbang mau post resume tadabbur 3 surat tersebut di sini apa gak. Mungkin ini dulu kali ya sebelum posting tadabbur Ar-Rahman. Karena kan yang Ar Rahman, proses tadabbur belum bener-bener selesai.
***
Sekian curhatan kali ini. Kalau ada yang baca sampai sini, mari baca ulang paragraf pembukaku.
Jangan berhenti mentadabburi ayat-ayat Al-Quran.
Jangan berhenti, karena hanya dengan itu, interaksi kita dengan Al Quran tidak lagi sekedar di permukaan, tapi menjadi lebih dalam lagi, pelan-pelan. Semoga tiap proses tadabburnya, hati kita menjadi lebih lunak lagi. Semoga setiap proses belajarnya, iman kita jadi tumbuh lagi setelah layunya. Semoga di tiap momen terhenti pada lesson learned di dalamnya, ada bibit yang tertanam, lalu pelan tumbuh menjadi amal dan berbuah menjadi rahmatan lil 'alamin. Aamiin.
Wallahua'lam bishowab.
***
PS: ada banyak banget cara dan metode biar kamu gak berhenti tadabbur al quran, ada banyak media, banyak lingkaran-lingkaran cahaya juga. Pilih yang nyaman dan cocok untukmu. Kalau belum nemu jalannya, kuatku dulu niat dan azzamnya, iringi dengan doa, nanti Allah tunjukkan jalan-jalannya.
وَاَلَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
(Wa allażīna jāhadū fīnā lanahdiyannahum subulanā, wa innallāha lama'al-muḥsinīn) [1]
Allahummaj'alna minal muhsinin. Aamiin Ya Rabb.












