Membaca Mukaddimah Ibnu Khaldun
Bismillah.
*warning* panjang, gak baku, tulisan versi curhat dan cerita santai..
Prolog
Jadi ceritanya, salah satu teman indonesia yang aku temui dari aplikasi bottled ngajakin untuk baca buku Mukaddimah-nya Ibnu Khaldun. Beliau dateng ke book club di Bandung yang bahas buku tersebut, biasanya baca buku versi arab dan versi inggris kalau gak salah. Nah beliau sendiri, punya buku Muqaddimah tapi versi lama gitu, aku bahkan lupa penerbitnya apa, tapi dari fotonya kaya buku jadul gitu.
Nah karena beliau ngajakin baca bareng-bareng, sama satu lagi temen dari bangladesh, oh ya ini kita bertiga sama-sama muslimah. Kita buat nama samaran deh, biar enak ceritainnya hehe.
Ukhti Bandung: Anggrek
Ukhti Bangladesh: Lily
Jadi karena yang ngajakin Anggrek, beliau sharing gdrive yang isinya beberapa pdf buku Muqaddimah versi indonesia, inggris, dan ada juga buku-buku terkait Ibnu Khaldun. Nah Lily udah beli bukunya yang versi terjemah inggris, tapi Lily tuh miss gitu. Sempet gak baca penjelasan Anggrek yang cerita kalau versi bahasa inggris itu diterjemahin sama orang yahudi.
Nah, aku.. karena gak terlalu familiar sama buku Mukaddimah atau Ibnu Khaldun, iseng baca biografi Ibnu Khaldun yang buat anak-anak gitu. Dari buku kecil itu, aku lumayan belajar fakta-fakta baru. *ketahuan banget ya aku dari dulu sekolah negri dan gak paham sama nama besar Ibnu Khaldun, yang kalau di buku biografi tersebut dikasih julukan sebagai Bapak Sosiologi Islam.
Kutipan dari Sesi Baca Awal
25 Agustus aku baca halaman 9-16 dan mencatat beberapa kutipan ini,
"Secara hakikat, sejarah mengandung pemikiran, penelitian, dan alasan-alasan detil tentang perwujudan masyarakat dan dasar-dasarnya, sekaligus ilmu yang mendalam tentang karakter berbagai peristiwa. Karena itu, sejarah adalah ilmu yang orisinil tentang hikmah dan layak untuk dihitung sebagai bagian dari ilmu-ilmu yang mengandung kebijaksanaan atau filsafat."
...
"Kebodohan telah menjadi wabah sekaligus bencana kemanusiaan."
...
"Sesungguhnya bekal setiap ahli ilmu sedikit. Kemauan untuk mengakui kekurangan dan kritikan adalah keselamatan. Sedang kebaikan dari teman-teman adalah sesuatu yang diharapkan. Hanya kepada Allah aku meminta agar menjadikan amal-amal kami murni untuk-Nya. Cukuplah Dia bagiku dan Dialah sebaik-baik penolong." - Ibnu Khaldun
....
Oh ya, aku baca buku Mukaddimah - Ibnu Khaldun yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar. Yang buat aku penasaran adalah bagaimana versi bahasa inggris dari buku tersebut, karena seperti kebanyakan buku para Ulama atau p enulis islam, akan ada doa, yang diselipkan. Seperti ini,
"Hanya kepada Allah aku meminta agar menjadikan amal-amal kami murni untuk-Nya. Cukuplah Dia bagiku dan Dialah sebaik-baik penolong."
Ini aja baca terjemah indonesianya, feelnya beda banget, sama kalau kita tahu/baca bahasa arabnya. I wonder will these sentenced be erased? Sebenarnya aku bisa cari tahu sendiri sih, coba cek. Tapi aku gak ada waktu buat baca yang versi bahasa inggris juga. Hehe
Snippet Chat Diskusi di Bottled
Oh ya, aku udah cerita kan ya, aku ketemu sama Anggrek dan Lily di Bottled awalnya dari public island (grup umum) muslimah all over the world. Trus Lily, ngajakin masuk ke private island (grup privat) dia untuk diskusi buku. Dia dengan baik hati ngirim aku parrot (cara biar bisa chat/dm ke akun bottled). Trus dari situ, baru dia kirim link biar aku bisa masuk ke private islandnya. Waktu itu aku masih pengguna pemula di bottled, gak punya koin apalagi parrot.
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku copy paste dari aplikasi bottled, hasil diskusi kami. Tapi karena qadarullah hpku agak bermasalah, bahkan sempat ngira bakal lost contact gitu ke Anggrek dan Lily. Jadi berikut ini, sedikit dari percakapan kami terkait sesi baca buku Mukaddimah Ibnu Khaldun.
Ini berawal dari share Anggrek setelah baca buku biografi Ibnu Khaldun. Sebelumnya, kita pernah sedikit bahas bahwa ada banyak pihak yang mengkritisi Ibnu Khaldun. Diskusinya dalam bahasa inggris ya, gak akan aku terjemahkan.
Anggrek:
Anggrek:
Anggrek:








.jpg)



