Follow Me

Sunday, June 25, 2023

Awal Mula Penyembahan Berhala di Arab

June 25, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Bukan tulisan. Cuma beberapa screen capture, nukil buku Sirah Nabawiyah - Abdul Hasan 'Ali Al-Hasani An-Nadwi, PT Elex Media Komputindo


***


Halaman selanjutnya..

Catatan kaki [131]

 


***


Yang mau tahu detailnya, boleh baca sendiri bukunya hehe.. Ada di iPusnas, barangkali ada yang mau baca ebooknya.


Atau bisa tonton video dari youtube channel Simply Seerah ini:



***


Terakhir, semoga kita terus belajar tentang Sirah Nabawiyah, tentang sejarah islam, atau ilmu-ilmu yang dengan mempelajarinya, kita jadi makin dekat dengan Allah. Semoga kita diberikan kemudahan mengisi 10 hari terbaik, di bulan Dzulhijjah dengan amalan terbaik, baik amalan fisik, maupun amalan hati. Aamiin.

Wave of Emotion

June 25, 2023 0 Comments

Bismillah.


-Muhasabah Diri-

 

Ombak emosi, datang saja, mengundang air di kelopak mata. Anehnya aku tidak bisa menerka darimana ia datang. Dari rasa sedih kah? Atau takut? Atau kecewa? Atau... rasa negatif lain? Hanya itu yang aku tahu. Muatan ombak kali ini negatif.

 

***

 

Sejujurnya, aku ingin mendistraksi diriku saja, atau membiarkan ombak itu membasahi pipi, dengan menonton atau membaca kisah yang sedih. Tapi jujur aku takut, aku sudah terlalu sering seperti itu. Dan aku tahu itu tidak baik untuk hatiku. Bukankah lebih indah, jika air mata yang berharga ini, jatuh, untuk alasan yang lebih mulia? Bisa jadi, Allah hadirkan ombak emosi itu agar hatiku kembali hidup, setelah kering dan sakitnya.

 

It's complicated. I am conflicted. So let's just write here, and cry then. I want to have a long walk alone, where no one care to ask or to say hi. But I am now not alone, and someone might have the wrong thought when I love so much time with myself.

 

This is, what still seems strange for me. Sometimes, even if I have enough time for myself. I still want it more. I want to be alone. Hopefully with the remembrance Allah. I hope I'm not drawning myself in distraction, just like what I always do whenever I feel like to run.


***


Last, perhaps this wave... is the emotion you've been trying to hide lately. Some emotion, that Allah knows you should release it. That's why it cames to you in a wave. So.. can't you just think of it like you're in a beach, and this wave is calling you to come closer and get wet. It's okay if your face get wet once in a while. It's healthy. So let's just embrace it, and then release it. Just like how wave comes and go.

 

Wallahua'lam.

Thursday, June 22, 2023

Chance to Reveal Your Feeling

June 22, 2023 0 Comments

Bismillah.

#bebersihdraft


Beberapa waktu yang lalu aku dihadapkan pada situasi yang menyadarkanku untuk belajar terbuka. (draft 23 Januari 2022)

***

Sudah sejak lama, aku banyak memilih untuk menutup pintu tersebut. Pintu untuk membuka diri. Pintu untuk bercerita tentang sisi diri yang paling ingin kusembunyikan.

Tapi sebagai seorang manusia, perempuan terutama, aku... terkadang juga ingin membuka diri. Seperti kamar yang tertutup rapat, rasanya pengap, panas. Aku butuh untuk membuka pintu, atau jendela, atau bahkan ventilasi kecil, supaya bisa 'bernafas' lebih lega, supaya bisa merasakan sedikit semilir angin. Supaya tidak sesak, dan bisa menjalani hari lebih ringan.

Dan di saat-saat itu, hanya Allah yang tahu kebutuhan itu. Alhamdulillah, aku memiliki sisi extrovert. Allah knows that, so He gives me chances. Kesempatan-kesempatan yang unik, momen tertentu yang membuatku nyaman membuka ventilasi, jendela, atau bahkan pintu. Lalu aku bercerita, dengan ringan tanpa perasaan ingin mengunci rapat-rapat pintu. Lalu aku membuka diri, membiarkan orang yang Allah hadirkan di hariku untuk mengetahui sisi lainku yang biasanya selalu aku sembunyikan.

tapi Alhamdulillah sih. karena aku ada sisi ekstrovert.
ada aja momen Allah kasih aku tempat buat cerita.
Allah knows I need it. So He gave me the way. -Kamis (20/1/2022) 14.41
 
***
 
Aku masih ingat momen apa yang membuatku menulis draft ini. Berawal dari 12 Januari, saat aku posting story postingan @quote.daribuku


Seorang adik tingkat memberikan love reaction, kemudian menyapaku. Dari sana, kami mengobrol lumayan panjang. Awalnya aku banyak bertanya dan membaca. Lalu kemudian kesempatan itu hadir, salah satu bentuk nikmat dari-Nya. Maka aku bercerita juga padanya, sedikit tentangku. Setelah selesai cerita panjang lebar, aku seketika menyadari. It's a rare chance that Allah gave me. Chance to reveal my feeling.
 
Kesempatan untuk bercerita tentang apa yang kita rasakan itu banyak diberikan Allah. Tapi gak semua orang menganggap itu istimewa. Orang-orang ekstrovert mudah menemukan dan menggunakannya. Bagaimana dengan mereka yang introvert, yang terbiasa sibuk dengan pikirannya sendiri? Bagaimana dengan orang-orang yang punya trust issue? Yang ketika kesempatan itu hadir, terbelenggu oleh ketakutan-ketakutan tidak nyata di kepalanya.
 

So when the chance comes to you. Please grab it and use it wisely. Tidak mudah memang untuk mengeja perasaan menjadi kalimat. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Barangkali satu dua kalimat jujur, bisa menjadi "ventilasi" agar kamu bisa bernafas lebih lega. Siapa tahu, rencana hanya membuka jendela, membuatmu sadar bahwa tidak ada salahnya terbuka pada orang tertentu, lalu kamu tersenyum dan membuka pintu mempersilahkan orang tersebut masuk ke ruanganmu.[1]

 

Semoga Allah memudahkan kita untuk menceritakan perasaan kita pada momen dan orang yang tepat. Dan tentu saja, semoga kita selalu nyaman dan tidak ragu untuk terbuka dan mencurahkan perasaan kita pada-Nya, dalam doa-doa kita, dalam interaksi kita dengan kalam-Nya, juga dalam sujud-sujud kita. Aamiin.


Wallahua'lam,


***

Catatan:

[1] Oh ya, tiba-tiba sekelebat pikiran ini hadir. I know it might sound weird and conservative. Tapi kalau bisa hindari sebisa mungkin untuk terbuka sama lawan jenis non mahram dan bukan suami/istri kita. Cause I know from one or two case, how open up to opposite sex could lead into heartbreak. So when I said to take a chance to reveal your feeling, ini berlaku untuk teman, orangtua, atau orang yang kita tuakan/minta nasihat.

Sunday, June 18, 2023

A29: Sikap Menghormati Ketidaksepakatan

June 18, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

#menjadiarketipe #66haribacabuku 

 

 

☑️ #DAY29-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

 

📑 Quote:

Ketidaksepakatan dengan penuh rasa hormat adalah cara untuk menghadapi konflik tanpa membuat kesal lawan kita. 

 

💡 Insight:

 

Konflik biasanya dimulai karena perbedaan, karena ketidaksepakatan. Tapi apakah untuk menyelesaikan konflik, kita harus menjadi sama dan memaksa salah satu pihak untuk sepakat? Tentu tidak. Kita cuma perlu menghadapi ketidaksepakatan dengan rasa hormat.


Terlepas dari pendapat siapa yang paling benar, atau paling baik, sikap saling menghormati akan membuat diskusi penyelesaian konflik lebih lancar dan tanpa emosi.

 

***

 

Lebih mudah memang untuk mengabaikan pendapat orang lain, dan bersikukuh dengan pendapat diri. Terutama untukmu yang koleris. Padahal... kalau kita mau memberi jeda, dan menahan diri untuk keras kepala dan memuaskan ego untuk berdebat. Padahal... kalau kita mau meluangkan waktu merendahkan hati, dan menghormati ketidaksepakatan, maka hidup kita akan lebih tenang dan bebas konflik. Less stress.


Bukan berarti kita harus mengalah selalu. Tapi sikap kita kepada orang lain, pandangan mata kita, intonasi suara kita, itu sangat berpengaruh pada relasi kita dengan orang sekitar, mulai dari yang terdekat, keluarga, sampai orang-orang asing dengan nama id. Hidup memang dasarnya penuh konflik, maka jangan tambahkan konflik dengan sikap-sikap kanak-kanak saat menemui ketidaksepakatan. Kita perlu belajar untuk mendengarkan, belajar untuk melihat dari sudut pandang di luar diri, dan belajar untuk mengangguk dengan sopan, untuk sepakat tidaksepakat dengan saling menghormati pilihan atau pendapat masing-masing.


Wallahua'lam bishowab.


***


Keterangan:

[1] Tulisan ini diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

[2] Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku

 

Sunday, June 11, 2023

30

June 11, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

-Muhasabah Diri-

 

I was already planning to write about this. Cause it's not the first time she remind me of that number. But I didn't know that kind of reminder would come again this morning in an impactful way.


Of course I cry, it's never easy whenever someone else pointed out our own fault, mistakes, shortcoming. The feeling of sadness and fear increase immediately, and those water just fall down naturally. I wish it's a good sign, I wish it is a sign that my heart is still alive.


I feel the love she have for me. I feel she also feeling afraid and worry about me. Cause here I am in my 30, still struggling and haven't really wake up. That's why she shook me up with that reminder. She want goodness for me. She always do. Just like how her dua always flow to the sky, every night, when most of the people sleep.


***


Right now, I can only cry and write here. But I hope that 'alarm' will really wake me up. I hope it doesn't turn into a frown, or grow negative feeling inside. I hope I know for sure that it's already 30, I shouldn't keep sleeping and stay here forever.


I hope I protect my heart, remind myself, that I should do anything for the sake of Allah and not other people. I hope I will not be sad, upon the expectation of human being. I hope I understand her language of love. I hope Allah protect her heart too.. cause I know, it is weighing on her too.


Ya Allah.. Ya Muqallibal Qulub. Tsabbit qulubana 'ala dinik. Ya Mustarrifal qulub, tsarrif qulubana 'ala tha'atik. Jaga hatinya dan hatiku ya Allah. Sungguh, tidak ada yang bisa menjaga hati kami selain Engkau. Rabbi inni massaniyadh dhurr, wa arhamarrahimin.


Wallahua'lam.

Friday, June 9, 2023

Surat (2)

June 09, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Surat untuk "Fatimah" sudah kukirim, berdoa semoga ia tidak lupa untuk menulis balasannya. Surat-surat di aplikasi slowly juga sudah mulai masuk, ternyata tanpa memulai menulis terlebih dahulu, ada saja satu dua surat yang masuk.

 

Ada kekhawatiran, aku takut menulis surat membuatku lupa menulis di sini. Tapi ada rasa optimis juga. Bahwa surat-surat di sana justru akan mengingatkankanku untuk menulis. Seperti pagi ini. Pertanyaan singkat tentang mimpi membuatku diingatkan untuk berhenti bermimpi dan mulai merencanakan langkah kerja, agar mimpi bisa benar-benar tercapai.

 

I don't know where to start. But... bismillah. I know, I should start with bismillah.

 

Itu saja. Cuma mau nulis itu aja tentang lanjutan tulisan surat kemarin.

 

Oh ya, barangkali ada yang mau mengirim surat untukku, melalui aplikasi slowly, ini idku: N7Z2QX

 

Atau yang mau kirim surat ke email juga boleh, ke isabella.kirei@gmail.com

 

Kalau yang mau kirim surat fisik, boleh kirim dm dulu ke ig betterword_kirei, nanti aku kasih alamat rumahku hehe.

 

I know, letter are old. But I think I enjoy writing letter more, rather than chat on whatsapp, or dm on instagram. So for anyone who is bored writing text in those platform, why not try to write a letter? Kamu tidak harus mengirimkannya untukku, tapi justru, buat dan kirimkan ke orang-orang yang kau benar-benar ingin terhubung dengannya. Someone who are once in your life, but somehow the communication cuts.


Sekian. Selamat menulis surat hehe.~


Wallahua'alam.


Hadiah Buku dari Teman SD

June 09, 2023 0 Comments
Bismillah.

Januari 2022, di sebuah grup yang isinya 4 orang teman yang bertemu saat SD, dan pisah SMP, SMA, dst. Tapi meski terpisah, kami berempat masih tetap menjalin komunikasi. Tidak sering, tapi cukup untuk membuat kami akhirnya memutuskan untuk menjalankan projek kirim surat dan saling tukar kado.
 
Btw, siapa di sini yang masih keep contact sama temen SD?
 
***
 
Projek Surat dan Tukar Kado
 
Kenapa surat? Karena dulu, pas kami masih SMP, kami pernah saling surat menyurat, kirim pakai perangko, taruh di kotak pos. Ups, jadi ketahuan usia ya hehe. Waktu kami SMP, hanya ada hp jadul semacam nokia. SMS masih dibatasi jumlah karakternya. Selain itu, ada juga satu dari kami yang kini tinggal di kota yang berbeda.

Kenapa tukar hadiah? Karena kalau kirim surat aja rasanya kurang. Kami sudah lama sekali tidak jumpa. Sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing. Akan menyenangkan jika ada hadiah kecil bentuk pengingat dan tanda persahabatan. Jadi kami mulai mengumpulkan alamat, menentukan jadwal kirim. Satu bulan, kirim ke satu orang. 

Dan dari tiga hadiah yang kuterima, dua diantaranya adalah buku. They know I love to read. 


 

Buku "Wanita-Wanita dalam Debu Perjuangan" merupakan kumpulan kisah nyata perempuan yang hidup di masa Rasulullah. Tim Penulis Qudwah dengan apik menuliskan kisah nyata, dan menguraikan hikmahnya. Agar selesai dengan cepat, aku membaca buku ini di challenge 66HariBacaBuku bareng @menjadi.arketipe. Berikut satu kutipan yang kucatat dari buku tersebut,

"Hanya bersenjatakan kayu yang digunakan untuk tiang kemah, beliau (Asma' bintu Yazid radiyallahu ta'ala anha) menerjang pasukan romawi dengan semangat membara. Pukulan demi pukulan dihantamkannya dengan penuh kekuatan. Kedigdayaan kekaisaran romawi tidak sedikit pun menciutkan nyali Asma'. Karena dalam hatinya hanya ada kedigdayaan Allah ta'ala yang dia akui."

- Tim Penulis Qudwah, dalam buku "Wanita-Wanita dalam Debu Perjuangan"

 

Adapun buku "Dari Hati yang Terdalam" adalah buku kolaborasi  Indah Permatasari Z dan @manjada.wajada. Bukunya berisi pengingat sederhana tentang hati, hijrah, dan berbagai tema lain. Buku islami. Dari buku ini, aku jadi kenalan sama penerbit Wahyu Qolbu. Sukaa.. sama layout bukunya. Isi bukunya juga ringan, tapi tetap menyentuh hati. Mungkin karena penulisnya menulis dari hati yang terdalam ^^ Salah satu kutipan yang kucatat dari buku tersebut,


"Saat kamu mulai melangkah menuju jalan-Nya, ketahuilah bahwa Dia sedang menunggumu, melihat keteguhanmu, dan menyiapkan balasan yang besar atas lelahmu."

#daribuku *Dari Hati yang Terdalam* - Indah Permatasari Z & @manjadda.wajada, Wahyu Qolbu


Oh ya, selain dua buku itu. Ada satu hadiah lain. Bukan buku memang, tapi tidak mengecilkan nilainya. But unfortunately, she forget to write the letter. Dan aku juga lupa untuk tidak mendokumentasikannya.

 

Terakhir, Jazakumullahu khairan katsiran atas surat dan hadiahnya. Semoga Allah menautkan hati-hati kita dalam ukhuwah yang berlandaskan iman. Semoga suatu hari bisa kumpul lagi, bertukar kabar dan senyum. Semoga persahabatan ini tidak berhenti di dunia, tapi berlanjut terus hingga akhirat, di Jannah-Nya. Aamiin.


Wallahua'lam.

 

***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.



Another Waiting Phase

June 09, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Ini adalah fase menunggu yang lain. Seperti fase-fase menunggu lain dalam hidup, dibutuhkan kesabaran. Dan untuk bisa sabar, kita perlu belajar dan berlatih untuk sabar. Harus mengelilingi diri dengan orang-orang yang mau saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Harus berdoa dan terus berdoa, semoga dalam fase ini, Allah menguatkan hati kita dan hati orang-orang yang kita sayangi. Harus terus menerus beristighfar, karena sungguh, ada banyak rezeki yang belum sampai, karena terhalang karena dosa-dosa yang tidak jua kita taubati.

 

Ini adalah fase menunggu yang lain. Seperti fase-fase menunggu lain dalam hidup, dibutuhkan kesabaran. Harus banyak ikhtiar dan doa, karena dua itu yang kelak akan menjadi pahala. Hasil selalu di tangan Allah, kita cuma diminta memaksimalkan doa dan usaha. Proses yang akan dilihat Allah. Proses. Meski semua manusia akan menekankan kita dan terus memojokkan kita tentang pentingnya hasil. Tapi kita.. semoga kita tidak menjadi terobsesi pada hasil dan terus menerus kecewa karena terobsesi pada hasil.


Selamat memasuki fase menunggu kali ini. Jangan lupa, poin menunggu bukan berdiam diri. Tapi justru bagaimana kita sibuk dalam kerja dan doa hingga nanti sampai di titik akhir fase menunggu yang ini.

 

Wallahua'lam.