Follow Me

Saturday, May 27, 2023

Surat

May 27, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Beberapa waktu yang lalu, sampai sekarang, entah mengapa keinginan untuk menjalin komunikasi dengan orang lain tumbuh lumayan besar. Apakah musim ekstrover-ku sudah datang? Entahlah.


Ada beberapa nama yang terlintas, salah satunya yang kutulis di post sebelumnya.


Juga seseorang yang kini berada di Singapore. Aku berharap bisa berkomunikasi lebih panjang dengannya, seperti beberapa tahun yang lalu. Tapi kenyataannya, meski masih ada komunikasi, hanya satu dua kalimat. Aku menyukai narasi panjang, tulisan berparagraf. Bagiku tidak cukup. Rasanya ingin menulis rangkaian pertanyaan padanya, juga menjelaskan kekhawatiranku, rasanya aku ingin menjadi temannya, meski sekarang juga memang sudah jadi teman.


Lalu hari ini, satu nama lain muncul. Setelah beberapa kali hanya membuka kontak dan menatap percakapan terakhir di aplikasi pesan, aku akhirnya menulis satu dua kalimat pendek. Sapaan, tanya kabar. Aku benci basa-basi, tapi aku tidak punya pertanyaan lain yang lebih klise. Dan memang aku ingin bertanya kabarnya. Aku ingin bertanya juga... tentang apa yang saat ini bertarung di kepalanya. Tapi lama tidak komunikasi, lalu tiba-tiba loncat ke pertanyaan sedalam itu, rasanya aneh. Jadi kusimpan dulu, menunggu bagaimana responnya.


***


Karena perasaan itulah, perasaan ingin komunikasi dan mengobrol panjang dan dalam pada teman, ide itu muncul saja. Haruskah aku menulis surat? Lalu mengirimkannya dalam bentuk pdf atau jpg? Apakah mereka juga akan membalas suratku, jika aku mengirimkannya? Atau... dan seterusnya, dan sebagainya. Bagian ini, sisi introver-ku. Atau bukan. Atau ini bisa jadi kebiasaan buruk yang muncul lagi karena aku sudah lama tidak menulis diary, overthinking.


Karena perasaan itulah, perasaan ingin komunikasi dan mengobrol panjang dan dalam pada teman, aku membuka toko aplikasi dan memasang aplikasi Slowly. Aplikasi kirim surat dengan teman pena. Membuat id baru, melengkapi bio, memilih avatar, termasuk memilih beberapa nama untuk masuk ke calon penerima surat. Tapi saat ini, baru sampai di situ. Aku belum benar-benar menulis surat. Aku masih sibuk dengan distraksi dan pemikiran di dalam kepalaku. Sebagian diriku bertanya-tanya, mengapa mengirim surat pada orang asing, jika yang aku butuhkan adalah koneksi nyata dengan orang-orang yang pernah ada di hidupku. Tapi kan, aku bisa latihan menulis dalam bahasa inggris di sana, begitu suara lain di kepalaku.


***


Aku ingin menulis surat. Semoga ini bukan cuma wacana. Mari mulai satu dulu. Boleh pilih pada teman lama, atau pada orang asing. Yang mana pun baik, daripada menumpuk ide dan menjadi sosok yang kamu sendiri benci. Those who just talk and never take action.


Sekian. Maaf curhat aja hehe. Ada yang mau kasih pendapat? Kapan terakhir kali menulis surat? Surat apa? Di kirim kemana?


Wallahua'lam.


***


PS: lintasan pikiran yang gak nyambung tapi pengen di tulis. tentang NATO. Barusan menghapus tweet tadi pagi. Aku takut cuma gombal, mengumbar kata kangen, tapi tidak ada aksinya. Takut cuma pencitraan. Meski memang perasaan rindu itu ada dan memenuhi hati, tapi apa nilainya jika tidak dibuktikan? *oh ya, barangkali ada yang salah persepsi. Aku sedang membahas tentang kangen menulis ulang isi kajian dari youtube.


Friday, May 26, 2023

Respond

May 26, 2023 0 Comments

Waaaa.. I can't believe to have a respond from the writer^^ ~~~~

Aku sudah lama membaca karya beliau, jangan jadi bebek 1 dan 2. Aku merasakan manfaatnya, bagaimana dua buku itu membantuku untuk tidak sekedar ikut-ikutan.

Buku itu, adalah salah satu yang membuatku latihan berprinsip. Latihan memiliki value yang harus dijaga. Meski aku sama seperti remaja lain, yang baca komik dan teenlit, aku belajar untuk menyaring dan tidak sekedar ikut-ikutan.

Dua buku itu begitu membekas, sehingga saat aku mahasiswa baru (2011), di bazar melihat buku SOS dengan penulis yang sama. Aku tak ragu untuk membeli dan membacanya. Aku baru sadar kalau itu seri ke tiga setelah buku JJB1 dan 2.

Qadarullah buku itu kubaca lagi, di tahun 2020. Lalu kutulis versi nukil bukunya. Kemudian tahun 2021 ku-import tulisannya ke Medium. And voila, 2023, penulisnya membaca ulasan tersebut. Qadarullaah wa maa syaa Allah. ^^

Itulah mengapa aku memilih medium. Lebih mudah terbaca banyak orang, ketimbang blogspot.

I choose to import "book" related post from here to Medium. Hoping more people somehow reading it and triggered to read the book by themselves. I never knew I would get respond from the writer. Aaahh... I can't describe the feeling.

Last, let's keep writing and sharing. Semoga Allah memberikan keberkahan. Aamiin.

Wallahua'lam bishowab.

Saturday, May 20, 2023

Random Talks: Age Limitation, Imposter, Introver

May 20, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Ingin menulis banyak hal di dalam satu postingan, berbagai topik yang tidak bersambung. Banyak curhat. Hehe. *early warning, barangkali ada yang mau menghindari baca tulisan gak penting hehe.

 

***

 

Age Limitation


Baru-baru ini, liat di instagram projek nulis gitu. Dari ig @yuk.iqro, temanya juga bagus banget, "Berani Patah untuk Merekah". Sayang aku gak masuk range age limitation yang ditetapkan panitia hehe. Jadi berasa tua hehe.

 

Oh ya, tentang batasan umur ini, aku udah gak kaget-kaget banget sih, karena bukan pertama kali, nemu projek yang ingin diikuti dan gak jadi daftar karena batasan umur tersebut. Kalau gak salah, pas batch 4 guidelight project indonesia juga pengen daftar jadi peserta. Tapi gak bisa, tapi qadarullah diberi kesempatan buat gabung di superteam, jadi tetep bisa merasakan semua programnya. Menciduk manisnya menghafal dan mempelajari bareng-bareng surat Luqman, pun di batch selanjutnya, surat Maryam.

 

Sebenernya... dulu, pas jadi superteam guidelight batch 4, ada juga pendaftar yang mungkin baca, atau gak baca, tapi daftar meski gak masuk batasan syarat. Dan sebenarnya, tergantung panitianya, ada saat-saat diberi pengecualian, asalkan ia mau komitmen untuk mengikuti projek. Tapi.. tapi aku bukan tipe orang yang seperti itu. Kalau aku melihat sebuah 'pagar', aku tipe yang memilih langsung mundur dan mengucapkan selamat tinggal. Aku bukan orang-orang yang mau mendekat dan mengetuk pintu, barangkali ada yang mau membukakan gerbang. I used to it. Bahkan kadang, kalau kata ayah, kadang bukan orang lain yang membuat 'pagar', tapi aku sendiri. I put limit to myself, sometimes, it's really not good for me. Karena aku, jadi membatasi diri atas hal-hal yang sebenarnya aku bisa saja 'melewatinya'.

 

Tentang age limitation ini, ada pilihan untuk bereaksi. Aku bisa saja sedih, atau kecewa. Bisa sinis juga. Penasaran, berapa banyak anak-anak muda, yang tahu rasanya patah untuk merekah. Padahal, mereka bisa jadi lebih banyak pengalaman dan lebih tahu rasanya patah, ketimbang orang-orang tua. Karena usia tidak menentukan pengalaman seseorang. The young one in Palestine, sure have been experiencing much more than the young one in Indonesia. hmm. it doesn't sound right too. Intinya, gak boleh generalisasi dan justifikasi.

 

Anyway, instead of feeling sad or upset because of the age limitation.. perasaanku untuk share lebih besar. I'm always excited to share and encourage people to write and read. Aku dulu juga gak tahu kalau aku kaya gitu, sampai ikutan matrikulasi, dan ada pembagian kelompok sifat, mirip-mirip koleris, sanguin, melankolis. Tapi ini DISC, aku gak terlalu inget kepanjangan S dan C, karena dari hasil 'tes kecil' tersebut, aku menemukan kalau aku Influencer dan Dominant. No i am not an influencer like artist, diksi influencer maknanya seperti itu di mata orang-orang ya. But I have that personality inside me. Aku suka ngajak dan mempengaruhi orang lain, hopefully in a good way. Kalau boleh milih hal-hal yang suka aku ajak ke orang lain, aku ingin 3 hal ini: menulis, membaca, dan quran. Literasi dan quran. That's why I love the concept of that ig @yuk.iqro.


Penutup topik ini, untuk siapapun yang masih muda, banyak-banyakin ikutan program yang sesuai passionmu. Sebelum nanti kaget akan age limitation, yang mungkin akan kau temui di tahun-tahun tertentu.


Imposter

 

Topik yang satu ini, gak pengen aku jabarin panjang sih. But sometimes, I feel that, being an imposter. Mungkin karena kondisi dan situasi khusus, sehingga ada momen saat aku merasa berada di tempat yang salah. I play and pretend to be the same, to be one of them. But actually I am not. So it's a strange feeling. I wish I never join/involve in that kind of setting anymore. I wish I disappear and no one would remember me or even recognize that I am there too among the other.

 

The Introvert Side of Him

 

Dari dulu, sebenarnya aku tahu, ia seorang introvert. He almost always keep silent and calm. Never raise his voice, observant and all the good quality of introvert. I've seen him from child till now. But I never know that he is "that introvert", until I somehow manage to be the "facilitator".

 

Rasanya aneh, 'berkenalan' dengan adikku dengan cara menjadi 'fasilitator'. Menyimak pertanyaan-pertanyaan dan jawaban. Terkadang seperti disindir, karena yang ia cari seolah-olah 180 derajat dari diriku. As if he's saying, he doesn't want someone like his sisters wkwkwk. Aku tahu sih, ini sisi sensitif dan baperku aja. He just have his own type of person he's looking for. Tapi entahlah, rasanya kaya kesindir aja, membaca jawaban-jawabannya.


Anyway. Balik ke subjudul, sisi introvert. Aku sebenarnya belum terlalu kenal dunia introvert, aku dulu mengaku seorang ekstrover, lalu mengaku ambiver, lalu menyadari kalau aku juga punya sisi introver yang butuh charging diri dengan menyendiri. Entah sejak kapan, aku merasa sangat butuh waktu untuk sendiri, meski orang lain mengira aku sudah kebanyakan waktu sendiri. I enjoy being alone in my room, with the door closed. As if I don't want anyone to disturb me. Sisi ini, yang kadang membuatku tidak bisa membayangkan, bagaimana nanti jika sudah punya anak. Mungkin aku perlu wawancara sama ibu-ibu introver hehe.


Sisi introver adikku. Aku kira aku tahu sedikit. Tapi saat ia memberikan alamat instagramnya, which I never follow or even knew it is existed. *what a broken grammar. Instagramnya kosong, tanpa postingan apapun. Ada beberapa highlight story. Setelah aku follow, aku buka dan baca satu-satu. It's interesting. Aku jarang-jarang kepo tentang adikku, tapi mengetahui sisi lain ini, aku penasaran.


Yang pertama, tentang istilah-istilah pecinta sesuatu. Dan slide terakhir, gombal wkwkwk. Who taught him about this hahaha. Rasanya ingin menertawakannya, he's really a man now. I always see him as a child.


2 Highlight selanjutnya yang membuat aku ingin menuliskan ini. Introvert problem 1 dan 2. Rasanya seperti baru tahu sisi introvert yang seperti itu. I never knew that side of the world. I never really dive into introver meme and amused by everything it says. Ternyata segitunya yaa.. hehe.


Beberapa yang ingin kusimpan disini.


juga ini, jadi tahu harus wa dulu mau telpon tentang apa kalau ke adik

 

and this one is hilarious ^^ 


this one.. I think I can relate this one, when I am on introvert mode. I'd love if I have some good excuse to say no for some event/meeting.



Membaca introvert problem di highlight ig adikku, membuatku sadar kalau aku bukan introver murni. Karena ada beberapa waktu aku benar-benar ingin keluar dan bertemu orang asing. I enjoy being alone in unfamiliar place, with strangers who doesn't talk to me. Aku tipe introver yang begitu. I enjoy being alone outside. And why I suddenly talk about myself more wkwkwk. Anyway, lesson learnednya.. jadi mengenal lagi adikku. Mengenal lagi sisi dunia introver yang ternyata belum terlalu aku kenali.

 

Btw, I don't know why [1], but when thinking about introver, I think about another ig account. Do you know @sendysaga? I enjoy his drawing, and I know he wrote a book about introver. I don't buy it, cause I feel like I don't really need it. Tapi gatau kenapa pengen bantu promosi di blog ini, meski kenal orangnya juga kagak, dan blog ini yang baca cuma satu dua. Just in case ada yang tertarik beli.


***


Terakhir, untukmu yang udah lama gak nulis di blog. Mari mulai menulis lagi. Coba gunakan otak kanan, menulis random topik. Seperti ini, tidak mengapa. Jangan banyak berpikir tentang urusan teknis menulis, atau buru-buru memakai sepatu pembaca. Just be yourself, and write what are you thinking, em.. what you are thinking. *you can see how messed up this post is, but I still write it. Mengedit itu, bisa dilakukan nanti. Saat ini, menulis dulu. Karena cuma dengan cara itu kamu memaksakan dirimu menulis lagi, setelah lama tidak menulis.

 

Ayo, nulis yuk. Aku sudah rindu ingin membaca tulisanmu. Ups, ini gombal. Tapi bener deh, kamu mungkin tidak tahu, tapi ada orang lain yang rindu ingin membaca tulisanmu. Mungkin bukan aku, tapi ada. Dan mungkin, justru orang itu adalah dirimu sendiri. Menulislah, nanti dirimu di masa depan akan bersyukur, karena kamu sudah menulis di masa ini. Karena menulis sekarang underated banget, buat menyimpan memori. Seolah memori hanya disimpan dalam foto dan video. Padahal kan bisa lewat tulisan juga.

 

So let's write. Sesederhana apa pun. Menulislah.

 

Wallahua'lam. 


***


PS:

[1] I think I know why. That account @sendysaga, I have some attachment to it. Lewat projek e-book Tak Hingga (cek di menu ebook blog ini). Aku bukan tipe yang mengetuk pintu dan meminta pagarnya dibuka. Tapi projek itu, meski sudah lewat batas deadlinenya, aku memilih untuk mengirim tulisanku, disertai permintaan maaf karena sudah lewat batas waktu pengumpulan. Bagiku saat itu, itu sebuah keberanian, keberanian untuk membuka diri, keberanian untuk mengakui sebuah kesalahan yang tidak kecil. That's why. I think that's why I remember about that account when I think of 'introver'. I wish I can help, even just to encourage people to read and buy his book.


Sunday, May 14, 2023

Want to Say Hi But....

May 14, 2023 0 Comments

Bismillah.

#untukmuukhti

#tentangseseorang


There's someone in my mind that I want to say hi to, but I just can't. And just in case someone misunderstand it, it is about a sister. Seorang akhawat yang pernah ada di satu titik hidupku. I wish I am close to her as I thought I am, but I know, if there's something that make the gap between us, it's because I am the one who make that gap. I am the one who can't be honest and open up to her.


I've been forgetting about her for a while, but for some time, I don't know why, I think about her. That makes me want to say hi. Aku biasa ber random ria, dan tiba-tiba dm/pm teman lama sekedar bertanya kabar lalu mengakhiri dengan doa. Salah satu caraku untuk menyambung silaturahim, karena aku tidak pandai dalam hubungan jarak jauh. Tapi kepadanya, aku tidak bisa tiba-tiba menyapa.


***


She's an inspiring person for me. Rasanya sulit mendeksripsikan dirinya, karena aku takut aku sok tahu. Ia sangat baik dalam bersosialisasi, tapi aku tidak tahu apakah ia ekstrover atau introver. Aku lupa tepatnya kapan aku mulai dekat dengannya, tapi dalam waktu lumayan singkat, aku banyak berinteraksi dengannya. Aku ingat bagaimana aku pertama kali mengenal yogurt cimory, lewatnya. I think it's one of her favorite drink. Saat itu kemasan cimory belum seperti sekarang, botolnya lebih gemuk dan pendek, rasanya pun jauh lebih asam daripada sekarang. Aku teringat masa-masa saat kami di selasar GKU Barat, ia meminum cimory, aku penasaran rasanya, hingga akhirnya setelah itu aku memberanikan diri untuk coba beli dan mencicipi rasa asamnya. Back then I didn't know, that it will become one of my favorite drinks too.


Aku pernah beberapa kali berkunjung ke rumahnya, aku mengingat wajah ibu, ayah dan adiknya. Aku ingat menaiki tangga ke kamarnya, membaca buku saku tafsir juz 'amma di kamarnya. Apakah aku pernah menginap di rumahnya? Entah mengapa memori yang satu ini samar, entah pernah, atau tidak. Tapi aku ingat pagi-pagi berangkat dengannya diantar ayahnya, dengan mobil berwarna merah.


Oh ya, salah satu yang membuat kami dekat. Karena ajakannya untuk melihat proses mentoring di sebuah SMP. Aku ingat menaiki angkot dengannya, kemudian memasuki kawasan sekolah. ADS, itukah sebutannya? Aku lupa-lupa ingat pada singkatan-singkatan baru, istilah-istilah baru yang diperkenalkan padaku saat itu.


Oh ya, aku juga ingat kenangan bittersweet Ramadan itu. I really thought we were just having a girl's day. Simply bukber and having fun. I didn't know it supposed to be a meeting. I have enjoy the whole night. Termasuk saat pulang naik angkot ba'da atau sebelum tarawih. It's all sweet, until someone scold me through messages. I know why exactly that person mad at me for not reporting the event. But back then it feels so unfair. Aku tidak tahu bahwa itu sebuah rapat, that I have to report about it. I remember crying that night feeling guilty. First because feeling unfair. And second because I know I am not a responsible person, I forget why the choose me. I forget that I have an amanah that I must fulfilled. I think that's why after that, I choose to let go some of my other organization. Though I love to contribute even if it's small. I know back then, and maybe now to.. bahwa aku harus lebih bijak membagi waktu dan prioritas agar tidak ada amanah yang terdzalimi.

 

Oh, why suddenly I talk about me and not her? Let's back to the topic.


***


Waktu berlalu, aku ingat saat ia berjuang dengan beberapa masalahnya. Aku sibuk dengan diriku sendiri, sampai aku menyadari keputusannya. Setelah itu, rasanya aku tidak punya momen saat aku bertemu dan mengobrol dengannya dari hati ke hati. Yang aku tahu, aku masih peduli padanya dan mengetahui kabar tentangnya dari orang lain, atau dari sosial media. Aku mencukupkan diriku sebagai seseorang yang mengamati dari jauh, tidak pernah berani untuk mendekat atau menyapa kembali.


Sampai suatu saat aku diberikan sedikit sajian yang mirip dengan apa yang pernah ia rasakan. Lalu aku teringat padanya. Dan menulis ini...

"Ingin aku bertanya padamu? Perasaan seperti apa yang kamu rasakan dulu? Seperti yang aku rasakan sekarang kah?" - kirei, draft 21 Mei 2017

Baca: What Did You Feel?


***


Salah satu hal lain yang membuatku tidak mudah melupakanmu, adalah karena kamu sering berbagi foto. Aku teringat suatu waktu membuka tumblr, dan melihat berbagai wajah dari akun tumblr-mu, wajah-wajah yang sudah lama tidak kulihat. You really enjoy photography. I remember that cleary.


Aku teringat awal-awal punya akun ig, back then idnya masih kirei999193, sekarang sudah jadi isabellakirei_


Aku teringat jadi melihat foto lama sebuah agenda di suatu pagi di masjid darul hikmah lewat akun ig-mu. *I suddenly realize, I change the reference. Awal tulisan ini aku menempatkanmu sebagai orang ketiga, kini aku seolah menulis langsung padamu.


Aku... menyesali satu hal, entah kamu menyadarinya atau tidak. Tapi aku pernah memilih untuk unfollow ig-mu. Karena alasan konyol. You upload a photo, of someone I didn't want to see. Dari foto itu aku jadi impulsif, dan aku menyalahkanmu dan memilih untuk unfollow. Padahal yang memilih sikap impulsif itu aku. Waktu berlalu, aku mencari lagi ig-mu baru-baru ini karena aku memimpikan beberapa orang, salah satunya kamu. I want to say hi, but....


Tapi saat ini aku masih ragu. Ada jarak yang kuciptakan sendiri. Padahal saat ukhuwah terasa renggang, artinya ada iman yang bermasalah. Dan aku tahu pasti, iman siapa yang perlu diperbaiki. Hmm...


Untukmu, yang saat ini belum berani kusapa. Semoga Allah memberikan keberkahan dalam hidupmu. Semoga Allah menghias harimu dengan senyum. Maaf karena lama tidak menyambung silaturahim. Maaf karena memilih nyaman mengamati dari jauh. Maaf karena memilih mengambil jarak karena alasan-alasan bodoh. I know it might sound strange, but I do miss you.


Wallahua'lam.

Tuesday, May 9, 2023

Kesulitan: Melembutkan/Mengeraskan Hati?

May 09, 2023 0 Comments
Bismillah.

-Muhasabah Diri-

My reading habit still is a mess. Masih belum bisa kembali sejak porak poranda taun lalu. Tapi kita tidak boleh menyerah kan?

***

Ini sebuah kutipan yang kubaca dari sesi membaca 1-2 menit. Kali ini dari Buku "Love and Happiness" karya Yasmin Mogahed yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Buku ini berisi kutipan-kutipan refleksi, tentang hidup, cinta, kebahagiaan, kesulitan, dll.

Let's check the quotes first...

Kesulitan dimaksudkan untuk melembutkan hati kita-bukan memperkerasnya.

Jika kita merasa kesulitan membuat kita menjadi lebih keras, itu pertanda bahwa kita terlalu bergantung pada diri sendiri, dan bukan kepada Allah.

#daribuku Love and Happiness - Yasmin Mogahid, Mizan

***
 
Kutipan itu membuatku berkaca, berefleksi pada kesulitan di masa lalu dan efeknya ke hatiku. Bahwa benar, saat itu aku diuji kesulitan, dan benar juga, aku merasakan hatiku bukannya melembut namun justru mengeras. Begitu keras sampai aku kira sudah mati. I think I write it down in a fiction form.


Dan kini aku menyadari alasannya, ternyata memang aku saat itu terlalu bergantung pada diri. Diri yang lemah dan hina. Pantas saja getarannya tidak terasa, seolah keraknya begitu keras hingga tak bergerak lagi.


Kini saat sudah tahu tanda-tandanya, bagaimana kesulitan dan efeknya pada hati, semoga aku tidak tertipu lagi, dan jatuh lagi di kesalahan yang sama. Karena sungguh kelembutan hati itu mahal harganya, panjang perjuangannya, mudah ternoda jika tidak sering disucikan.
 
Terakhir, sebuah transliterasi doa. Ya Muqallibal qulub, tsabbit qulubana 'ala dinik. Aamiin.

Wallahua'alam.

Monday, May 8, 2023

E-book yang Selesai Kubaca Tahun 2022

May 08, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Rekap dan cerita sedikit tentang e-book di iPusnas yang selesai aku baca di tahun 2022.

 


 

1. Islammu adalah Maharku

- Ario Muhammad, Ph.D, PT Elex Media Komputindo

 

sumber: Goodreads


Novel romance islami. Pertama kali, aku tahu penerbit NEA Publishing, lalu jadi tahu pemiliknya. Banyak ngikutin postingan penulisnya di instagram beliau @ario_muhammad87. Kalau gak salah, novel "Islammu adalah Maharku" dibuat serial gitu, dengan tokoh berbeda dan setting (latar belakang) negara berbeda. Ini novel yang pertama, alhamdulillah ada versi ebook-nya di iPusnas jadi bisa baca gratis. **Menulis ini jadi inget, aku pernah beli buku beliau yang lain, "Antara Laut Halmahera dan Eropa", tapi lupa bukunya di mana dan belum dibaca ><


Oh ya, yang aku baca di iPusnas ini tentang mahasiswa yang kuliah di Taiwan, trus ketemu sama profesor muda. Baca novel ini relatif cepet -- kalau dilihat dari rata-rata kecepatan bacaku. Dari 19 Desember 2021-9 Januari 2022. Gak ada sebulan. *tolong jangan dibandingkan dengan kecepatan baca kalian yang biasa baca novel sekali duduk, atau semalem habis. hehe

 

Berikut beberapa kutipan yang kucatat dari Novel tersebut,


Pemikiranku tentang Islam satu per satu mulai tercerahkan. Aku semakin mantap untuk mempelajari agama ini meski masih banyak pertimbangan yang harus terus kugali. Aku merasakan dorongan untuk mempelajari Islam lebih menyeluruh terus merasuk jiwaku. Setiap hari, aku selalu meluangkan waktu untuk membaca ayat-ayat dalam Alquran. Sejak dua bulan lalu memegangnya, aku sudah membacanya hingga hampir setengah. Tidak ada kata lain selain kedamaian yang kurasakan setiap kali mengamati ayat demi ayat di dalam Alquran. -Prof Chen POV

Aku berdiri sambil memegang Alquran dengan tubuhku yang semakin bergetar tak keruan. Hatiku kembali berkecamuk. -Prof. Chen POV

#daribuku *Islammu adalah Maharku* - Ario Muhammad, PT Elex Media Komputindo
 

Menurutku keistimewaan novel ini adalah pada cerita tentang Prof. Chen, bagaimana beliau belajar islam dan apakah beliau menerima islam. Cerita perjalanan nonmuslim untuk menjadi muslim bagiku sangat penting untuk kita, muslim yang terlahir muslim. Kisah mereka menguatkan iman juga, memberikan lapisan baru bagi iman kita, yang seringkali turun meluncur TT. Tips banget, buat yang merasa futur, baca/coba nonton cerita/kisah nyata bagaimana nonmuslim menemukan islam, perjalanan dan perjuangan mereka sampai akhirnya menerima kebenaran. We will learn how precious is our iman and islam. Mari banyak mendoakan orangtua dan nenek moyang kita. Sungguh, Indonesia menjadi negara dengan jumlah muslim terbanyak, itu karena doa tulus dari nenek moyang mereka. Mungkin, doa yang sama yang dipanjatkan Nabi Ibrahim. He's alone, but he never think only for himself, 'alaihi salam. [1]

 

***


2. Love

- Ade Aprilia, PT Gramedia Pustaka

 

Kayanya aku lagi cari buku-buku ringan, atau lagi cari buku dengan tema cinta. Dan searching keyword 'Love' di iPusnas mengantarkanku ke buku ini. Sukaa banget karena akhirnya nemu buku berbahasa inggris di iPusnas, dan menurutku ini bukunya bagus banget. Worth it buat dibaca, ringan, gak berat. Bahasa inggrisnya juga gak terlalu susah, trus banyak ilustrasi. Rasanya pengen banyak ambil SS dan share, tapi kan gak bisa kalau pakai aplikasi iPusnas.

Meski bukunya ringan dan bisa cepat di baca, aku tetap butuh waktu relatif lama selesai membacanya.. Mungkin, karena aku ingin lebih menikmati proses bacanya. Dan ada banyak excuse lain. Dari catatanku, aku baca ini 23 Desember 2021 - 1 Februari 2022.

Langsung aja ya, buat yang penasaran sama bukunya, dan mau baca beberapa kutipan yang aku catet, here they are,


I hope it's not blurry..
 

The heart feels the loneliest when it begins to seek love, happiness, and success from outside itself.


#daribuku *Love* - Ade Aprilia, PT Gramedia Pustaka Utama halaman 182-190

 

"God has already written the names of the ones for you. What you need to work on is your relationship with yourself and with God. Discover what is beyond any wanting, worries, and disturbances."

...


contoh isi buku

...
 

It is beautiful that you and I share the same sky. Wherever you are
 

....


All is well and everything is unfolding as it should be.

 

***

 

Gimana? Dari 2 buku pertama yang selesai kubaca di tahun 2022? Ada yang tertarik baca? Atau hmmm... ada yang garuk-garuk kepala karena tema dan topiknya kaya galau hehe. Pardon me. Wajar lah, awal tahun, inget umur, waktu itu aku masih sedang proses mencari dan menunggu jodoh datang.

 

Sementara aku sudahi dulu ya untuk saat ini. Dua e-book selanjutnya akan kutulis di bagian 2 "E-book yang Selesai Kubaca Tahun 2002 (part 2)" adalah Max Havelar dan Sognando Palestina. Jujur aku sendiri gak nyangka ternyata tiga dari empat buku pertama yang selesai kubaca di tahun 2022 adalah buku fiksi hehe. Meski aku mengaku lebih suka dan lebih memilih baca non fiksi, tapi memang ya, tidak bisa dipungkiri, baca buku fiksi lebih cepet selesai dibaca hehe.

 

Anyway, apa pun buku yang sedang dibaca, seberapa cepat/lambat kecepatan bacamu. Let's enjoy the ride, and keep reading^^

 

Barangkali ada yang mau share buku-buku yang selesai dibaca tahun 2022, atau bahkan 2023 -it's already May. waa..- boleh banget komentar di sini, atau share link tulisanmu tentang buku-buku itu ke sini, atau buat story, mention ke @betterword_kirei, atau dm juga gapapa. Aku dengan senang hati pengen baca juga tentang buku-buku tersebut. Sekian. Sampai jumpa lagi, Bye...^^

 

***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

 

PS:

[1] Ada yang hafal semua doanya? di ayat berapa aja? I google it, and can't really find a good article about it. Mungkin harus cari sendiri, dan nyatet satu persatu, lalu di-post di sini, kasih judul "Doa-Doa Nabi Ibrahim 'alaihi salam dalam Al-Qur'an"

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Kamis, 16 Juni 2022 - 18:07 WIB oleh Miftah H. Yusufpati dengan judul "3 Doa Nabi Ibrahim untuk Mendapatkan Anak yang Saleh". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://kalam.sindonews.com/read/800037/69/3-doa-nabi-ibrahim-untuk-mendapatkan-anak-yang-saleh-1655373977

Untuk membaca berita lebih mudah, nyaman, dan tanpa banyak iklan, silahkan download aplikasi SINDOnews.
- Android: https://sin.do/u/android
- iOS: https://sin.do/u/ios
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Kamis, 16 Juni 2022 - 18:07 WIB oleh Miftah H. Yusufpati dengan judul "3 Doa Nabi Ibrahim untuk Mendapatkan Anak yang Saleh". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://kalam.sindonews.com/read/800037/69/3-doa-nabi-ibrahim-untuk-mendapatkan-anak-yang-saleh-1655373977

Untuk membaca berita lebih mudah, nyaman, dan tanpa banyak iklan, silahkan download aplikasi SINDOnews.
- Android: https://sin.do/u/android
- iOS: https://sin.do/u/ios

Podcast Betterword

May 08, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Sebenarnya ada banyak draft yang harus diselesaikan. Tapi butuh energi yang lebih besar untuk menyelesaikan tulisan di draft tersebut ketimbang mulai menulis tulisan dengan ide impulsif begini. So here I am trying to start writing again after the eid greeting in last post.


Udah lama sebenernya kepikiran untuk buat podcast betterword. Idenya sih sebenernya cuma ingin mengubah bentuk tulisan di blog ini jadi audio. Jadi buat mereka yang gak suka baca, dan gak kuat ngelihat paragraf panjang, bisa tetep bisa dapet manfaat dari tulisan-tulisan terpilih di blog ini.


Cuma... aku pribadi merasa butuh temen kolaborasi untuk ngewujudin ini. Karena, aku ngerasa gak belum punya energi dan waktu dan skill dan fokus, untuk ngewujudin ide ini. I'll be glad if there's someone out there who might be want to help me achieve this 'little dream'.


Jujur aku pribadi juga gak PD dan masih rada conflicted, kalau harus publish suara aku ke publik. I've always been super comfortable behind a written word. I'm a writer, not a speaker.


Oh ya, kalau bahas tentang ini, aku selalu teringat kolaborasinya Kang Gun (kurniawan gunadi), dengan seorang dokter perempuan. Bagaimana sebagian tulisan-tulisan di buku Hujan Matahari beliau pernah dibuat versi audionya. Sebelum akhirnya tulisannya dibukukan dan laris, dan terus lahir karya-karya lain. *kayanya aku udah pernah nulis ini deh

 

I'm ashamed to write this. Tapi jujur, aku masih dalam tahapan 'berangan-angan'. It's still out of my hand, how to level up, so I'm not just a blog writter, but level up so I can write a solo book. Mayoritas sih karena aku pribadi masih minder dengan diri dan tulisanku. Deep inside me, I still want to hide all of what I write. Being hidden in the back of the curtain is always my comfort zone. Aku masih ingat saat awal-awal blog ini sempat tiba-tiba banyak pembaca, dan aku panik sendiri, somehow feeling hurt and uncomfortable. Cry and told my friend about it, and she give me a good advice. Lalu ada alasan lain, dan akhirnya aku ganti alamat blog, meski blognya tetep sama, biar gak banyak yang berkunjung lagi wkwkwk.


Anyway.. I know it's an impulsive post. Sebuah tulisan bebas karya otak kanan, yang kata Aksara *an unit/UKM I once joined, still join though --haven't leave the group-- as a silent reader. Semoga setelah postingan ini, draft yang numpuk bisa satu persatu diselesaikan.


Semoga Allah pertemukan dengan siapapun, yang bisa bantu ngewujudin ide ini. Or else, maybe I can learn the skill to make it happen. Maybe AI can help me. Soalnya aku tahu Medium menyediakan versi audio dari tulisan penggunanya, berbayar tentunya, dan harus bahasa inggris kayanya. Gak tahu juga, barangkali ada bahasa lain yang dibaca Medium. I don't know, haven't really explore about it. I'll ask in KBM forum I think.


Terakhir, mohon maaf atas segala kesalahan dan keimpulsifan ini. Termasuk jump bahasa yang sungguh mengganggu. Doakan aku diberikan tekad untuk mengedit ulang tulisan ini setelah di post. yeay. sudah. byee~

 

Semangat pagi semua. Have a happy monday.. ^^


Wallahua'lam.