Follow Me

Wednesday, March 29, 2017

I'm Not in a Position to...

March 29, 2017 0 Comments
#random

Bismillah.

Kalimat-kalimat sekejap hilang ketika aku menekan ctrl+A kemudian Backspace. Ada banyak yang melintas dipikiran, dituang dalam kata, tapi kemudian... ah.. I'm not in a position to talk about it. Semacam itu, perasaan tidak pantas menjadi pihak yang memberi, karena diri ini tahu.. kita lebih pantas diberi.

***
Akan berulang masa seperti itu di kehidupan kita. Baik saat iman kita naik atau turun, selalu ada saat, ada jeda dimana kita melihat/mendengar sesuatu yang salah, kemudian kita bingung, harus memilih aksi apa yang kita ambil.

Kita bisa diam, kita bisa marah, kita bisa bertemu dengan yang bersangkutan, bisa menelponnya, bisa berkirim pesan padanya. Kita bisa bicara dibelakang, bisa bantu doa aja, bisa.........

Aku jadi ingin bertanya. Jika aku melakukan sebuah kesalahan, dan kamu melihatnya langsung, apa yang kamu lakukan? Lewat cara apa kamu mengingatkanku?

***

Akan ada saat, melihat kesalahan orang lain membuat kita meringkuk, malu. Kita diingatkan Allah lewat kesalahan orang lain, yang somehow Allah perlihatkan di mata kita. Di saat itu... kita ingin mencatatnya di diary saja, hari ini aku diingatkan Allah, kalau aku salah, kalau aku salah. Selesai. Tapi ternyata, sekedar menyimpan itu tidak membuat hati tenang. Rasanya jahat, kalau aku membiarkan saudaraku melakukan kesalahan yang sama. Rasanya ingin bertemu dengannya, memeluknya, dan mengingatkannya dengan cara yang baik, bertanya padanya, apa yang membuatnya melakukan hal itu, dll.

I tried, but I think I'm not in a position to tell you what's right and what's wrong. I tried, but I'm afraid, you were hurt by the way I remind you. I tried, but... rasanya ingin bertemu, karena kadang bahasa tulisan berbeda dengan bahasa lisan. Aku ingin menunjukkan padamu, kalau aku tidak marah, aku cuma takut.. jujur takut, takut dan tidak tahu bagaimana harusnya bersikap.

I wish she knows, I just wish all the best for her. I didn't mean to hurt her. Aku tidak mau melihat ia seperti itu...

***

Tulisan diatas draft tanggal 26 Februari. Hari ini aku buka draft dan coba menyelesaikannya. Tulisan mendadak ramah juga aslinya dari draft. Mau ngelanjutin tulisan ini tapi dari sudut pandang yang harus ditegur/dinasihati.

***

Aku jadi ingin bertanya. Jika aku melakukan sebuah kesalahan, dan kamu melihatnya langsung, apa yang kamu lakukan? Lewat cara apa kamu mengingatkanku?

Pernah aku baca tulisan seorang sahabat dekat, tentang suatu kesalahan, bagaimana ia melihatnya, tapi ragu. Terlihat jelas, tapi ragu untuk menasihatiku. Sebenarnya tulisan itu, entah ditujukan ke siapa, mungkin aku yang sedang sensi, menurutku itu tentangku. Sesaat setelah membaca tulisan itu, perasaanku campur aduk, ada perasaan marah dan ingin bertanya. Kenapa ga bilang aja sih? Aku saat itu, sekarang juga, sedang butuh teman baik, teman yang bisa jujur dan berani terang-terangan memberitahu letak kesalahanku. Tell me that I am wrong when I am wrong, jangan didiemin, jangan cuma kasih kode supaya aku cerita. Hmm..

Tapi perasaan marah itu hilang, sekejap ketika aku memposisikan diri sebagai yang bersangkutan. Aku mungkin sama, aku mungkin juga memilih sikap yang sama. Mungkin aku juga diam, kemudian menuliskan itu sebagai nasihat untuk diri sendiri. Karena aku, dan dia memiliki ketakutan yang sama, takut menasihati padahal yang bicara justru pada posisi harus dinasihati. Hm.. muter-muter ya?

Intinya itu lah. Untukmu.. teman, sahabat... kalau kamu tahu atau denger, atau lihat langsung aku melakukan kesalahan. Tell me.. kasih tahu aku, entah gimana caranya. Jangan cuma diam. Kalau diam sambil doain, boleh hehe.

Aku kadang memang peka, tapi sering juga tidak peka. Jadi jangan ragu untuk mengingatkan, menegur menasihati diriku. Ok?

Terakhir, untuk kakakku, loh? Aneh ya? Terkesan nggak nyambung. Tapi menulis ini mengingatkanku pada kakakku. Kangen.. dan terima kasih, karena kakakku tipe orang yang tidak pernah ragu untuk menunjukkan kesalahanku. Aku mungkin lebih sering tidak nyaman dengan sifatnya yang blak-blakan plus ngasih tahu ke mamah hehehe, tapi sekarang aku paham. Maksudnya Mba Ita baik, supaya aku ga melakukan kesalahan lagi, supaya aku.. sadar, kalau yang aku lakukan itu salah.

Allahua'lam.

Mendadak Ramah

March 29, 2017 0 Comments
Bismillah.

Tentang interaksi dengan orang lain, idealnya gimana, seimbangnya gimana. Terkadang, seringnya, saya terlalu mengikuti perasaan/mood. Saya sendiri suka bingung, saya itu tipe orang ramah atau cuek? Terkadang sifat semacam ini muncul disesuaikan dengan kondisi, orang yang kita temui. Tapi sering juga, mengikuti perasaan/mood, lupa kondisi, lupa orang yang kita temui.

Mungkin pernah kau menemui seseorang yang mendadak ramah. Dibuat bingung dengan senyum, sapaan dan pertanyaan hangatnya. Lalu kita ikut tersenyum, dan menjawab sapa dan pertanyaannya dengan ramah pula. Mungkin hari ini dia sedang bahagia, jadi ramah. Mungkin dia memang selalu ramah, kita saja yang baru sekarang sadar. Atau mungkin.. kemungkinan lainnya.

hi

Sebenarnya fenomena mendadak ramah ini bukan hal yang jadi bahasan. Yaudah sih, gapapa. Toh ramah adalah hal yang baik. Tapi.. aku menulis ini, terkait interaksi lawan jenis. Saya sendiri jujur takut, kalau akan ada salah paham, jika ini terjadi.

Saya pernah juga denger dari kakak tingkat, kalau sebaiknya tingkat keramahan itu seragam, jadi ke semua orang sama. Kan sifat orang beda-beda, ada yang ramah, ada yang bukan tipe ramah. Yang ramah boleh tetap ramah, tapi ya.. jangan pilih-pilih, jadi ga ada salah sangka.Yang cuek juga, cueknya jangan pilih-pilih. Kalau memang terbiasa mengucap salam ketika berpapasan, ya udah ke semua orang begitu, semacam itu contohnya.

Tapi.. tentang konsep seragam, sama-rata itu.. menurutku praktiknya susah. Kenyatannya kita memang bisa ramah di sebuah kelompok, di lingkungan lain cuek. Atau ramah saat kita sedang happy, dan cuek ketika sedang sibuk. Semacam itu, bingung cara jelasinnya. Pernah mengalami soalnya, berpapasan dengan tiga non mahram, dan reaksiku berbeda hahaha, dari yang sok ga kenal, memberi anggukan sampai menjawab salam.

Ini juga terkait reaksi. Suka bingung, kalau ada yang menyapa dengan ramah, atau melambaikan tangan, lalu harus gimana? Wkwkwk. Asa gimana, kalau ada yang nyapa manggil nama trus kita ga balik nyapa. Atau ada yang ngucap salam, lalu kita ga jawab, kan salam wajib dijawab ya? Lebih awkward lagi kalau ada yang ngangkat sebelah tangannya (melambai), kadang suka tanpa sadar jadi ikutan angkat tangan, habis itu nyesel hehe #curcol.

Kalau kita bisa ngatur orang, pengennya sih semua orang sama. Cukup anggukan aja kalau papasan, atau mending pura-pura ga kenal aja. Trus jadi ingat, mungkin ini ya.. salah satu keindahan menundukkan pandangan hehe. Semua hal di atas teratasi dan ga jadi bingung. Tundukkan pandangan, cukup sesekali liat kedepan supaya ga nabrak tiang listrik hehe. In syaa Allah ga akan bingung kalau sedang jalan sendiri dan tanpa sengaja berpapasan dengan non mahram. Mereka.. meski ga semua paham/tahu ilmunya, kalau kita papasan, dan nundukkin pandangan, pasti ga akan nyapa, atau minimal ragu untuk menyapa. Ah.. betapa indah perintahNya (:
***

Untuk siapapun, yang pernah kaget karena saya mendadak ramah, semoga tidak ada salah paham. That day maybe I was in a good mood. Kalau ciwi-ciwi, kaget saya mendadak ramah, boleh ditegur atau ditanya. Ditegur biar lebih sering ramah ke kalian (temen-temen cewek), dan ditanya, barangkali jawabannya bisa membuat kalian ikutan seneng.

Untuk siapapun, yang pernah tanpa sengaja mendadak ramah ke saya. Ada ya? Hehe. Kayanya ga ada, kalaupun ada, saya tipe yang mudah lupa, dan kadang ga nyadar, in syaa Allah saya bukan tipe yang baperan. In syaa Allah.

Untuk semua... terimakasih udah baca tulisan ini. Menurutmu, yang paling bagus baiknya gimana sih? Masih suka ambigu dan bingung tentang ini. Padahal mah.. banyak buku yang bahas tentang ini ya? Ada saran buku yang bahas tentang ini? Butuh gizi tentang hal ini..

Kalau ada yang salah di tulisan ini, boleh banget dikoreksi^^

Allahua'lam.

Today

March 29, 2017 0 Comments
-Muhasabah Diri-

#blogwalking
 
Bismillah.

Apa yang aku lakukan hari ini? Jika yang aku lakukan hari ini berulang, akan berakhir menjadi manusia yang seperti apa diriku? Apakah seperti manusia yang kau inginkan.
Gandhi was completely right. When you don’t act in accordance with your values and goals, you’re internally-conflicted.
You know you should be doing something — whether that’s working on your project, being present with your loved ones, eating healthy, or a number of other things — and you knowingly act in contradictory ways.
Like me, you may justify your behaviors and convince yourself you’re on the path toward your dreams. But an honest look in the mirror would reveal that you’re deceiving yourself. After all, Gandhi also said, “To believe in something, and not to live it, is dishonest.”
Your behaviors directly translate into your results. And when you consciously sabotage yourself, you cannot have confidence. Instead, you’ll have identity confusion.
- Benjamin P. Hardy, Tell Me What You Did Today, and I'll Tell You Who You Are
***

Just want to remind myself.. agar tidak ada hari terlewat sia-sia. Time's precious, time's is ticking, and your time is limited.

Please... manage your time well, do what should you do, then you won't have those internal conflicts. Ok? Kalau perlu, coba buat kriteria ideal day, seperti yang dicontohkan di tulisan di atas. Jangan cuma dibuat, dilaksanakan...!!!

Allahua'lam.

Sakura, dkk

March 29, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Ada yang unik dari blog salim a fillah, meski tulisannya beda tanggal, somehow masuk ke pemberitahuannya sekaligus. Jadi sekali baca blog beliau, langsung banyak tulisan yang ingin dikutip di sini sekaligus.

Sakura

gugur
Sakura adalah salah satu perlambang kehidupan samurai, karena ia mekar bersemi dalam waktu yang singkat. Seperti sakura, tiap ksatria samurai berharap gugur di puncak kematangannya, sementara jiwanya mengabadi dengan keindahannya.
....
Berbahagialah Anas ibn An Nadhr yang tentang beliau serta para sahabatnya ayat ini turun, demikian menurut Imam Ibn Katsir mengutip riwayat dari Ibn Abi Hatim. Adalah beliau amat menyesali ketertinggalannya dalam Perang Badar, dan menebusnya dengan syahid dihantar 80 luka dalam Perang Uhud. Semoga kita yang didahuluinya, tak mengubah cita tertinggi untuk syahid di jalanNya, sebagaimana Sa’d ibn Mu’adz yang menanti-nanti hingga Perang Ahzab tuk memenuhi janji.

‘Isy kariiman, wa mut syahiidan. Mekarlah seindah sakura, gugurlah seharum misik-misik surga.
- Salim A. Fillah, Sakura
"Siapa yang mengira dapat selamat dari omongan manusia”, demikian dikatakan Imam Asy Syafi’i, “Maka sungguh telah kehilangan akalnya. Sungguh orang berkata tentang Allah Yang Maha Suci, ‘Yang ketiga daripada tiga’, dan tentang Rasulullah ﷺ yang terpuji, “Si penyihir dan gila”; maka bagaimanakah kita yang tak sebaik keduanya?”
- Salim A. Fillah, Omongan
Hud-Hud dan Sato-san
Sato-San, kenangan manis di kunjungan ke Jepang kali ini, menjumpa kembali saudara-saudara di Pulau Kyushu, khususnya di Kumamoto yang tahun lalu ditimpa musibah gempa. Para Shalih(in+at) Sulaiman sahaya, inilah lahan dakwah yang haus hidayah. Negeri yang punya Amaterasu Omikami, sebagaimana Ahli Saba’ “Yasjuduuna lisy Syams”. Saya Hud-hud, mengundang Antum hadir membawa cahaya.
- Salim A. Fillah, Hud-Hud dan Sato-san
Daya Sentuh
Maka menjadi penulis yang ikhlas sungguh payah dan tak mudah, ada goda kotoran dan darah, ada rayuan kekayaan dan kemasyhuran, ada jebakan riya’ dan sum’ah.

Jika berhasil dilampaui; jadilah tulisan, ucapan dan perbuatan sang penulis bergizi, memberi arti, mudah dicerna jadi amal suci. Sebaliknya; penulis tak ikhlas itu; tulisannya bagai susu dicampur kotoran dan darah, racun dan limbah; lalu disajikan pada pembaca. Ya Rabbi; ampuni bengkoknya niat dalam hati, ampuni bocornya syahwat itu dan ini, di tiap kali kami gerakkan jemari menulis dan berbagi.
- Salim A. Fillah, Daya Sentuh
Bersama di Jalan-Nya
Duhai, alangkah agung syi’ar ini. “Perbedaan yang dapat dihitung takkan membatalkan kesamaan yang tak terbilang. Perbedaan cabang takkan menafikan kesatuan pada akar dan batang.”
- Salim A. Fillah, Bersama di Jalan-Nya
***

Baca lengkapnya di link masing-masing ya... selain tulisan di atas, banyak tulisan lain yang bermanfaat juga. In syaa Allah ga rugi kalau subcribe web beliau.

Komentar ga penting. Link tulisan omongan, anehnya ada angka 2-nya, penasaran, aku coba buka tanpa angka 2. Aku kira, ada tulisan lama yang judulnya Omongan, isinya beda. Setelah dibuka, ternyata isinya sama, cuma berbeda foto yang ditampilkan.

Tentang tulisan terakhir yang berjudul "Bersama di Jalan-Nya" mengingatkan kita banyak hal. Selama masih sama-sama berjalan di jalan-Nya meski dengan beberapa perbedaan, mari jangan jadikan itu pemisah. Suka banget sama kisah yang disebutkan di tulisan tersebut, meski berkali-kali baca.

Trus, tulisan yang terkait menulis "Daya Sentuh". Aaa.. ga berani komen tentang ini, cuma ingin berdoa, semoga yang menulis, istiqomah dan bisa menjaga niatnya. Semoga tidak bengkok, hingga berakhir sia-sia. Aamiin.

Allahua'lam.

Monday, March 27, 2017

Ticketing, Waiting, Zakir Naik

March 27, 2017 0 Comments
#hikmah
 
Bismillah.

Ustadz Zakir Naik keliling beberapa kota di Indonesia.. Waaa.... Tulisan ini akan berisi seputar itu, tapi bukan berita formal hehe. Cuma curhatan, percakapan, sesuai di judul.

|8|: Pendaftarannya udah bisa 3?
|3|: Belum. Belum bisa. Sediiih.. servernya down terus, jadi tambahan kuotanya gatau bakal dibuka kapan. Diminta ngecek terus.
|8|: Paling ga enak emang menunggu tanpa kepastian
|3|: (6 menit kemudian) nunggu apa? (ga fokus) Eh Zakir Naik ya?
|8|: Nunggu dibuka
|3|: Kalau emang bukan rezekinya mau gimana lagi hehe. Ntar aku nganter 8 aja, habis itu ngebolang wkwkwk. Pengen ke upi hehe.
|8|: Masih bisa nonton di masjid-masjid
|3|: Iya. Tapi gatau di masjid mana aja
[in response to |8|: Paling ga enak emang menunggu tanpa kepastian]
|3|: It's okay to wait, even if it's not delicious wkwkwk.. Cause it's worth the wait. Jarang-jarang Ustadz Zakir Naik ke Indonesia hehe

***

Ticketing
 
Pernah denger memang, eh, baca, tentang sulitnya dapet tiket konser artis favorit. Yang dalam beberapa menit, kursinya bisa habis terjual. Sekedar tahu, yaudah sih, info ga penting, jadi lewat aja. Tapi sekarang, mengalami.. bukan konser, bukan artist, tapi guru, ustadz yang terkenal dakwahnya, tersebar video-videonya. Saya belum pernah nonton full lecture dari beliau, tapi sering nonton cuplikan Q and A di ceramah beliau. Caranya menjawab, ilmunya, main logika, dll. Keren deh pokoknya. Gak heran.. untuk bisa dapet kursi dan hadir langsung mendengar ceramahnya, perlu perjuangan.

Selamat bagi yang sudah dapat kursi, baik di Bandung, Bekasi, Gontor atau kota lain yang dikunjungi dr. Zakir Naik. Yang belum.. jangan menyerah hehe, selama masih ada kesempatan, diperjuangkan. At least we try, seperti cuplikan di atas, kalau bukan rezekinya, ya.. mau gimana lagi. Tapi kalau memang rezekinya, pasti dapet, entah bagaimana caranya (lewat cara yang halal tentunya hehe).

Waiting

Menunggu.... kata itu, sesuatu banget hehe. Benar kata 8, menunggu yang ga pasti itu ga enak rasanya hehe. Tapi ada saat dimana kita harus berdamai dengan rasa tak nyaman dan tak enak itu. Selama yang ditunggu memang pantas ditunggu, mari menunggu, sembari mengisi proses menunggu dengan hal-hal baik. Kita semua pada kenyataannya sedang menunggu kan? Menunggu kematian, tapi bedanya, yang ini pasti. Kalau menunggu yang pasti, apa menunggu jadi enak? Hmm. Jadi ingat Al Mulk ayat 2, mengapa al maut disebut lebih dahulu dari al haya.

Tambahan kuota kunjungan dr.Zakir Naik ke bandung, dibuka besok, Selasa, jam 9.00 WIB. Siap menjemput rezeki jatah kursi tambahan? Hehe..

***

|3|: Dapet sms tercatat sebagai peserta zakir naik. Kaget. Heboh
|3|: .................................................. Eh di Unida Gontor hehe wkwkwkwk
|8|: Wkwk.. iya euy
|3|: Pengen di cancel. Bisi ada yang pengen dapet kursi.
|8|: Caranya gimana?
|3|: Gatau, buka web-nya dulu aja hehe
|8|: (y)

Saat itu 3 dan 8 sedang duduk bersama di depan KKP ITB Jatinangor. Link pendaftaran ceramah dr. Zakir Naik yang sudah bisa dibuka cuma di Unida Gontor. Mungkin saking semangatnya, atau karena takut kehabisan kursi. Semoga kursinya kembali kepada yang berhak, karena 3 dan 8 sama-sama tidak bisa ke Gontor, masih sama-sama ingin dateng ke UPI saja. Meski mereka tidak tahu, apakah bisa duduk bersebelahan, atau akhirnya.. hanya salah satu dari mereka yang diizinkan Allah mengikuti acara tersebut.

Allahua'lam.

***

PS: Maaf kalau merasa aneh, akan 3 dan 8. Jadi saya tidak ingin menyebut nama, tapi asa pasaran kalau pakai inisial abjad, akhirnya, angka hehe. Semoga tidak mengganggu pesan yang ingin di sampaikan.

Tetaplah Menulis

March 27, 2017 0 Comments
#selftalk
Bismillah..
Dan saat benang-benang kusut, atau saat kertas-kertas robek, atau saat terpaku, seolah pandanganmu kosong, seolah memorimu ngadat, atau...... Menulislah. Tetaplah menulis. I won't force you to do anything, but please keep writing. Kau mungkin tidak bisa melakukan yang lain, mungkin benangnya terlalu kusut untuk diurai, kertasnya sudah terlanjur robek untuk disatukan, atau mungkin begitu sulit untuk menarik kembali paku, mengisi pandangan dan mengingat kembali memori. Just keep writing... 

Tetaplah menulis... Di sini, dalam paragraf-paragraf abstrak, atau sekedar blogwalking, atau salinan buku yang kau baca. Di sana, dalam bait-bait tak beraturan, kata yang berulang, masih abstrak, dan selesai, meski hanya satu dua kata, satu dua bait, atau justru satu dua tanda baca. Di file ber-password itu, dengan format khasnya, judul, tanggal, jam, di file itu... jujur, dari yang penting sampai yang tidak perlu ditulis, positif negatif, naik turun, kanan kiri, tangis tawa, semua. Di kertas manapun, saat gadget/laptop terasa membosankan, ambil pena/pensil/spidol, menulislah, kadang disertai doodle tak jelas.

Tetaplah menulis... it will help you. Passing through the day, passing through the night, passing through what you don't like, passing through what you like, passing through the bitter, sweet, salty, sour, passing through.......... Menulis memang bukan, bahkan tidak pernah menjadi jawaban dari pertanyaan yang hadir dalam hidupmu. Tapi lewat menulis, semoga kau bisa sedikit menemukan clue-nya, atau jadi teringat materi yang sudah kau pelajari, atau membuatmu rindu pada sesuatu yang pernah kau lupakan, atau......

Tetaplah menulis... someday... later, you will read this and know what I mean.

***

Penutup, ditujukan untuk Allah yang mengizinkanku masih hidup dan bisa menulis ini di detik-detik ini.
Allah.... izinkan aku bertemu Ramadhan. Izinkan aku bertemu Ramadhan...
Allahua'lam.

Friday, March 24, 2017

May Allah Guide Us

March 24, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Dari satu tulisan, penasaran siapa yang nulis/pemilik blog, buka link home-nya, lalu menelusuri satu demi satu tulisan. Sampai akhirnya, aku menemukan satu tulisan, yang sayang kalau cuma dibaca diri, perlu dicatat, karena isinya bermanfaat untukku, despite language barrier, wkwkwkwk, tulisannya berbahasa inggris, meski pemilik blog orang Indonesia.

Tak berlama-lama, mari cek cuplikannya,

I’m writing this to remind my future self that I shouldn’t come back to the path I’ve decided to discard and to give lesson to my fellow hafiz out there. May Allah guide us.
.....
no music
I know that this is such a big responsibilty, my job hasn’t done by only memorizing it, I need to guard it. If I want to keep quran close, I must let go anything that will taint my memory and squeeze out the quran from my heart. As for me, my biggest hurdle is… yes, music.
.....
....few days ago, when I was at my parents’ home I told my sister who greatly helped me reviewing my quran that I wanted to stop this lame hobby of mine. She just laughed at my announcement. Several days later I was touched to hear that she wanted to join me.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
[Who say], “Our Lord, let not our hearts deviate after You have guided us and grant us from Yourself mercy. Indeed, You are the Bestower. (Q.S. 3:8)

“There are three qualities whoever has them, will taste the sweetness of Iman: To love Allah and His Messenger (sal Allahu alaihi wa sallam) more than anyone else; to love a slave (of Allah) only for (the sake of) Allah; and to hate returning to infidelity after Allah has saved him from it as he would hate to be thrown into the fire (of Hell).” (Hadith)
- Azka Nur Afifah, in her tumblr
Cuma sebagian yang aku kutip, lengkapnya cek di link di atas.

***

3 Bekal Agar Dinamis Menulis

March 24, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Terkadang aku malu jika disebut penulis, tapi di satu sisi.. aku mengakui, kalau aku, kamu dan semua yang menulis itu... penulis. Bedanya ada yang penulis profesional, ada yang amatir. Karena aku masih amatir, perlu ada gizi yang masuk, agar tulisan meningkat, gizi di sini, adalah teori/ilmu menulis, yang banyak belum tahu, atau mungkin pernah tahu, tapi sudah lupa. Kalau aku.. biasa dapet materi menulis dari blog divapress, lumayan hehe. Bisa juga lewat komunitas, cem Aksara atau FLP, atau Soto Babat, dll.

Langsung ke kutipannya ya.. hehe, prolognya panjang euy hehe.
William Faulkner, penulis novel The Sound and The Fury ini menyebut bahwa selain pengalaman, penulis juga butuh pengamatan dan imajinasi.
- Blogdivapress, 3 Pesan William Faulkner
Pengalaman
Penulis tergerak membagikan pengalaman yang mereka alami, atau yang orang lain alami, lewat tulisan agar lebih banyak orang turut ‘mengalami’ pengalaman yang dirasanya berharga itu. Karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk mengalami petualangan dan pengalaman besar, maka Tuhan pun menciptakan para penulis. Selain pengalaman tentang peristiwa-peristiwa yang dialami manusia, pengalaman menulis itu sendiri juga tidak kalah pentingnya. Kemampuan menulis seorang penulis akan semakin terasah dengan semakin banyaknya pengalamannya dalam menulis.
- dari tulisan yang sama
Pengamatan
Pengamatan seorang penulis tidak hanya terbatas pada apa yang dilihat mata, tetapi juga yang didengar telinga dan di rasa dalam dada #eaaa. Pengamatan ini ibaratnya adalah penyempurna dari pengalaman sebagai dua modal dasar pertama penulis keren. Penulis mengalami pengalaman, dan kemudian melakukan pengamatan untuk menemukan sumber dan bahan tulisan. Karena pengalaman semata belum cukup untuk bisa menjadi sumber tulisan yang bagus. Dibutuhkan pengalamatan agar tulisan itu fokus. 
Imajinasi
Terkhusus untuk karya fiksi,” imajinasi adalah dasar dari semua jenis fiksi,” kata penulis Colin Wilson. Imajinasi ini juga ibarat ‘amplas’ untuk menghaluskan pengalaman dan pengamatan yang masih kasar sehingga lebih enak dibaca.Imajinasi juga yang akan menyatukan seluruh pengalaman dan pengamatan menjadi sebuah tulisan yang utuh, nyambung, dan terasa baru.  
- dari tulisan yang sama
***

Tiga hal di atas merupakan bekal kita dalam menulis, berikut saya kasih contohnya. Pengalaman memasak misalnya, bisa dijadikan tulisan tips dan trik masak. Pengalaman pergi ke suatu tempat, juga bisa menjadi bahan tulisan, pengalaman hadir sebuah acara juga bisa. Terutama buat para blogger, biasanya pengalaman jadi bahan utama konten blognya.

Untuk pengamatan, contohnya apa ya? Hehe. Aku merasa pengamatan ini menjadi salah satu untuk melengkapi tulisan. Pengamatan ini yang nantinya menyajikan tidak cuma pengalaman, tapi juga data. Misalkan, kita tulis pengalaman kita mengunjungi perpustakaan Gasibu, nah, pengamatan bisa menambah bahan tulisan dengan menunjukkan jumlah pengunjung perpus rata-rata/hari, rentang umur, sampai hari dan waktu tertentu perpustakaan gasibu ramai/sepi.

Untuk imajinasi, saya cuma kebayang sebagai bahan utama nulis fiksi. Tempat yang spesial, karakter fiksi yang kuat dan unik, itu semua hadir lewat imajinasi. Sebenarnya, tulisan non fiksi juga memerlukan imajinasi, terutama tulisan non fiksi yang berupa ide, atau rancangan untuk masa depan. Misal kita mau membuat tulisan untuk membangun kampung halaman menjadi kota yang unggul di bidang tertentu, nah untuk membuatnya perlu ada imajinasi, tentunya dilengkapi dengan pengamatan, agar tidak terkesan mimpi di siang bolong.

Anyway, semangat menulis, baik dengan pengalaman, pengamatan maupun imajinasi. See you sooner or later~

Allahua'lam.

Wednesday, March 22, 2017

Tempat Masuk Setan dalam Hati (2)

March 22, 2017 0 Comments
Bismillah.

Judulnya harusnya, penjelasan cara mengobati penyakit yang disebutkan di tulisan Tempat Masuk Setan dalam Hati.
Masih diambil dari buku Amalan-amalan penghilang susah yang mengutip buku Silahul Mu'mini li Thardisy Syaithan.

***

1 | Berdoa kepada Allah dan kembali padaNya
Yaitu berlindung kepada Allah dengan berdoa demi mengharap perlindungan dariNya dalam menjauhkan dan menghilangkan setan.
...
Hasan Al-Bashri rahimahullah meriwayatkan, "Diberitahukan kepadaku bahwa suatu ketika Jibri; datang kepada Rasulullah lalu berkata kepada beliau, 'Sesungguhnya, Ifrit dari golongan jin selalu menggodamu. Maka apabila hendak beranjak ke tempat tidurmu bacalah ayat kursi.'" 
2 | Usaha yang keras untuk menghilangkan sifat-sifat tercela ini dari dalam hati

Salah satu usaha untuk menghilangkan sifat-sifat tercela adalah dengan sifat-sifat baik lawannya.
Marah bisa dihilangkan dengan rida dan ketenangan. Sombong bisa dihilangkan dengan mengetahui kebenaran orang yang didengki karena apa yang menjadi keistimewaannya adalah karunia dari Allah, maka tidak mungkin bisa ditolak. Tamak bisa dihilangkan dengan sifat wara' dan merasa cukup dengan pemberian Allah. Rakus bisa dihilangkan dengan merealisasikan keadaan dunia dan memutusnya dengan kematiannya.
3 | Meminta Pertolongan kepada Allah dengan zikir
 
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." - QS Al A'raf ayat 201
Maksudnya, apabila salah satu dari sifat-sifat tercela ini menyakiti hati mereka, maka mereka segera meminta perlindungan dengan berzikir kepada Allah, sehingga mereka dapat melihat akibat-akibat dari urusan mereka.
Dituliskan di buku itu, ini berlaku jika hati kita dipenuhi rasa takut dan takwa (khauf)

***

Allahua'lam.

Indahnya Menundukkan Pandangan (2)

March 22, 2017 0 Comments
Bismillah.

Baca bagian pertama di sini. Tulisan ini bersumber dari "Addaa Wa Addawaa"-nya Ibnul Qayyim. Ditulis untuk diri sendiri, pengingat diri, muhasabah diri~ 

***
Menundukkan pandangan mewariskan keteguhan, kekokohan, keberanian dan kekuatan dalam hati
Sebab Allah menggabungkan antara daya pertolongan dan hujjah dengan daya kemampuan dan kekuatan, sebagaimana disebutkan dalam atsar: "Orang yang dapat menyelisihi hawa nafsunya, niscaya syaitan akan lari dari bayangannya."

Kebalikan dari hal ini, kamu mendapatkan kerendahan dan kehinaan jiwa pada pada orang yang mengikuti hawa nafsunya, seperti halnya yang Allah tetapkan menimpa orang-orang yang durhaka kepadaNya.

Menundukkan pandangan dapat mencegah masuknya syaitan menuju hati  
Masuknya syaitan menuju hati melalui pandangan lebih cepat dibandingkan masuknya udara ke tempat yang kosong. Selanjutnya, syaitan akan menggambarkan dan menghiasi rupa orang yang tadi dipandangnya, kemudian menjadikannya sebagai berhala yang senantiasa diagungkan oleh hati. Sesudah itu, syaitan menjanjikan, menimbulkan angan-angan, menyalakan gejolak api syahwat di hati, dan melemparkan kayu-kayu bakar kemaksiatan yang hal ini tidak mungkin tercapai melainkan dengan gambaran tersebut, sehingga hati pun ibarat berada dalam kobaran api.
Menundukkan pandangan membuat hati fokus berpikir kemaslahatan dan menyibukan diri dengannya

Ketika menundukkan pandangan, otomatis hati kita tidak memiliki terlalu banyak distraksi, sehingga bisa fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat.

Jalan yang saling berkait antara mata dan hati

Mungkin benar pepatah dari mata turun ke hati hehe.. *just kidding. Maksudnya berkaitan disebutkan seperti ini,
Salah satunya menjadi baik jika yang lainnya baik; begitu pula salah satunya rusak apabila yang lainnya rusak. Jika hati itu telah rusak, niscaya pandangan menjadi rusak. Demikian juga sebaliknya, jika pandangan telah rusak, maka hati pun turut rusak.
***

Allahua'lam.

Tuesday, March 21, 2017

New Layout

March 21, 2017 0 Comments
#gakpenting

Bismillah.

screenshot new theme from blogger
Hari ini, ganti tampilan blog ini beberapa kali. Jadi sekitar siang-sore, aku buka blogger dan ada pop-up notifikasi kalau blogger menyediakan template/theme baru. Iseng, aku coba buka, trus coba mengatur beberapa gadget yang menjadi tersembunyi karena pergantian layout..

Singkat cerita, jadilah settingan yang sekarang ini. Sejujurnya, saya masih belum terlalu cocok dengan layout yang sekarang. Hmm.. mungkin akan saya ganti lagi, mungkin tidak. Sebagian hati ingin ganti, tapi agak capek juga ngutak-ngatik itu. Kan yang penting isi ya Bell? Hehe.

Anyway, jangan kaget ya.. kalau tampilan blog ini agak ababil hehe. Siapa juga yang kaget? wkwkwk..

***

Selamat menulis blogmu lagi bagi yang sudah lama vacum. Selamat melanjutkan meramaikan blogmu bagi yang sudah rutin menulis di sana.

Terakhir, semangat menulis! Niatkan untuk Allah.. ~

Allahua'lam.

#19 Mencari Makna Puncak

March 21, 2017 0 Comments
Bismillah.

peak
Dan saat satu puncak telah kucapai, apa yang kemudian akan aku lakukan?

Puncak dalam kamus bahasa indonesia adalah bagian yang di atas sekali dari gunung, menara, pohon, dan sebagainya. Namun bagiku, puncak yang akan kujejaki bukanlah yang teratas.

Ya, seperti yang telah aku paparkan di tulisan ke-18, aku memiliki anak tangga yang sifatnya iterasi alias pengulangan. Maka saat satu buku berhasil diterbitkan, langkah berikutnya bukan istirahat, namun justru berjalan menuju puncak berikutnya.

Apa itu puncak berikutnya?

Puncak berikutnya adalah target baru yang dibuat lebih menantang. Target baru yang membutuhkan langkah yang lebih tegas, juga azzam yang lebih mengakar, juga doa yang lebih menjulang. Puncak berikutnya adalah anak-anak tangga baru, dengan kecuraman yang lebih terjal, terkadang berbentuk kesulitan, namun sering juga dalam wajah kesenangan.

Mengapa harus ada puncak berikutnya?

Karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput, dan saat ia datang, maukah kita dalam keadaan bersantai-santai ria? Padahal Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Karena dosa-dosa kita kian menggunung, maka tidakkah kita ingin mengimbanginya dengan pahala? Bukankah yang masuk surga adalah yang amal shalihnya lebih berat dari pada dosanya?

Karena kita tidak pernah tahu, amal mana yang diterima olehNya. Karena kita tidak pernah tahu, amal mana yang berbobot berat di mataNya. Maka ketidaktahuan kita seharusnya terus memacu kita untuk mencari puncak lainnya setelah kita berada di puncak ini.

Karena itulah perintah Allah dalam kitabNya,
“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap.“ -kalamullah-

Maka tunggu apa lagi?

Saat puncak pertama kutapaki, izinkan aku tersenyum dan berucap hamdallah. Karena sungguh, kaki ini tak akan mampu melangkah jika tanpa kekuatan dariNya. Saat puncak pertama kududuki, izinkan aku tersenyum dan berucap syukur. Karena sungguh, jalan ini tak akan sanggup kutelusuri jika tanpa bimbinganMu.

Dan saat syukur telah membuncah, izinkan aku mencari puncak yang lain. Puncak lain yang kucoba daki untuk mendekatkan diri padaNya. Puncak lain yang kucoba kejar untuk mendapat ridhaNya. Puncak lain, yang kuharap menjadi penghantar menuju SurgaNya.
“Tiada suatu musibah*pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” -kalamullah
Allahua’lam.

***

Keterangan

*musibah dapat dalam bentuk kesulitan maupun kesenangan

Monday, March 20, 2017

#18 Mencari Makna Tersesat

March 20, 2017 0 Comments
Bismillah.

Aku tersesat, tidak tahu jalan mana yang harus kutempuh untuk sampai ke tempat tujuan. Aku tersesat, bekal perjalananku hampir habis, rasa haus dan lelah membuatku memilih duduk. Dan selagi duduk aku mencari makna tersesat.

Tersesat dalam Kamus Bahasa Indonesia artinya tidak melalui jalan yg benar atau salah jalan. Bagiku tersesat adalah salah satu fase dalam hidup yang pasti pernah kita rasakan. Baik dalam hal sepele, seperti tersesat saat mencari alamat, sampai hal besar seperti tersesat dalam hidup.

Pernah merasakan tersesat bagiku merupakan pelajaran besar bagi masing-masing kita. Tersesat saat mencari alamat membuat kita jadi mengetahui jalan. Tersesat dalam memahami agama misalnya akan membuat kita berhati-hati dan memilah buku yang kita baca. Namun di sisi lain, kita tidak harus tersesat terlebih dahulu, untuk belajar. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersesat orang lain.

lost

Tersesat seringkali memang membuat perasaanku tak menentu, takut, marah, lelah, dan lain-lain. Namun kita harus mengendalikan perasaan itu, mendinginkan kepala, dan mulai mencari cara untuk kembali ke jalan yang benar. Maka seringkali, tersesat menjadi momen saat kita harus duduk dan diam. Mencoba memikirkan ulang semua yang sudah kita lakukan. Momen untuk sejenak beristirahat, namun tidak berhenti.

Akan begitu menyebalkan dan menakutkan jika kita tersesat di jalan yang sunyi sendiri. Kita tidak tahu kepada siapa harus bertanya, apakah harus bertanya pada rumput yang bergoyang? Untuk itu, meski memilih menjadi penulis artinya menyusuri jalan sunyi, aku tetap mencari teman untuk berjalan bersama. Supaya saat nanti tersesat, kita tidak sendiri. Akan ada kawan yang rela berbagi bekalnya. Akan ada kawan yang menenangkan dan mengingatkan kita. Akan dan kawan yang membantu kita menemukan jalan kembali yang benar.

Maka sebelum aku kembali tersesat, aku ingin mengajakmu menemaniku menyusuri jalan sunyi ini. Dan kita saling berjanji untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Maka nanti saat aku kembali tersesat, semoga itu menjadi momen untuk muhasabah diri. Pasti ada yang salah dari diri, sehingga kita melangkah ke jalan yang salah. Pasti ada yang terlewat oleh diri, sehingga kita terjatuh ke dalam jurang dan tersesat.

Maka nanti saat aku kembali tersesat, semoga itu menjadi momen untuk mengingat lagi niatan diri.
“Jangan kalah oleh lelah. usir saja ia dengan janjiNya. Bukan kah niatanmu untukNya? Jangan kalah oleh bosan. usir saja ia dengan janjiNya. Bukan kah niatanmu untukNya?”
Maka nanti saat aku kembali tersesat, semoga itu menjadi momen untuk meluruskan niat.
“Masih belum termotivasi? Niatkan karena Allah. Cobalah sejenak diam dan merenung. Luruskan niat, siapa tahu ada yang salah dari niat kita. Jika menulis hanya kau jadikan ajang mencari uang, atau ajang untuk tenar, atau apapun yang bersifat semu dan kedunia-duniaan, kali ini niatkan untuk Allah. Hamasatul jannah, begitu istilah yang pernah kudapat di unit Mata' Salman. Maka motivasi mana yang lebih baik ketimbang kerinduan akan Surga-Nya?” –betterword
Allahua'lam.

Semoga Allah Melindungimu

March 20, 2017 0 Comments
Bismillah.

Ditulis sembari memikirkan seorang ukhti yang akhir-akhir ini sedang naik turun emosinya, sedang sedikit berbeda dari ia yang dulu aku kenal, yang sedang berjuang di tengah segala macam ujian yang aku sendiri tidak tahu itu apa.

***

Bookmark

March 20, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Banyak yang mungkin suatu saat harus diselesaikan membaca dan menuliskan ulang komentar atau hikmah atau apapun lah yang aku dapet dari sana. Tapi hari ini, izinkan cuma mencuplik sebagiannya saja. Semoga suatu saat diselesaikan beneran bacanya, jangan cuma skimming. Ok?

Persiapan Biaya untuk Study Abroad
Pastikan kamu udah punya kejelasan beasiswa sebelum berangkat ke Jepang, entah itu dari Pemerintah Indonesia, pemerintah Jepang, kampus, orang tua, tabungan pribadi, atau support dari manapun hehe. Beasiswa (atau support) kuliah saja, atau dengan beasiswa hidup. Intinya kita udah harus tau kira2 berapa biaya yang akan kita dapat, berapa yg kurang, dan berapa yang akan lebih. Hehe. Kalau dulu kebetulan saya ikutan program yang udah free institution fee, dan dapet beasiswa hidup sebesar 80.000 JPY .

Kedua: Tiket pesawat. Buat yang beasiswanya ga termasuk tiket pesawat, saran saya cari tiket promo sejak beberapa bulan sebelumnya. Tips saya sih, pantengin terus web maskapai inceran kamu, atau minta tolong temen yang bisnisnya terkait travel-travel-an. Pas lagi promo, langsung booking. Tapi sebelumnya pastikan dulu tanggal keberangkatan kamu. Karena biasanya kalau tiket promo itu ga bisa dibatalkan atau ubah jadwal (bisa sih, tapi jadinya hangus tiketnya, kan sayang)

Ketiga: Pantau terus rate penukaran uang, IDR to JPY. Ini cukup berguna (bangeeet) loh! Misalkan kita perlu persiapan bawa 100.000JPY, perbedaan kurs 10 rupiah aja (misal 1 JPY = 120 rupiah dengan 1 JPY = 110 rupiah) bisa jadi beda 1 juta rupiah loh!

Keempat: Perhitungan biaya hidup. Penting nih! Biasanya biaya awal kedatangan tuh besar, karena banyak hal yang harus diurus.
- Ramadhani Putri Ayu, Tips n Tricks Study Abroad (Jepang) #1:Biaya
Belajar Menulis dan Menerbitkan Buku
Buku yang pertama adalah antologi pertama. Judulnya “Perempuan-perempuan Ganesha”. Ini buku antologi tentang 18 perempuan yang kuliah di ITB. Bercerita tentang masa-masa saat kuliah di ITB, atau pasca kampusnya. Dimana perkuliahan di ITB membawa dampak bagi kehidupannya. Penulis buku ini beda-beda angkatannya. Seneng banget bisa diajak proyek buku ini. Seperti batu loncatan yang memang sudah Allah sediakan 

Buku ini terbit di tahun 2014, bulan Februari, ga lama setelah melahirkan anak pertama yaitu Umar.. Buku kedua, sekaligus buku solo perdana.. Judulnya “Kuliah Jurusan Apa? Farmasi”. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) bulan Februari 2016. Buku ini bercerita tentang seluk beluk kuliah di jurusan Farmasi. Mulai dari apa yang harus dipersiapkan saat mau masuk jurusan Farmasi, ritme perkuliahan di Farmasi dan apa saja yang akan dipelajari, juga dihadapi, dan kehidupan pasca kampusnya. Oh iya, sama ada testimoni dari alumni Farmasinya. Biar lebih mengena hehe. Buku ini juga jadi sebuah rekor buat diri sendiri. Dari dulu, memang punya satu keinginan. Minimal selama hidup punya satu buku yang ditulis sendiri.. Kenapa? Karena ingin setidaknya jika wafat kelak, ada satu karya yang bisa saya tinggalkan untuk masyarakat. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Minimal bagi saya dan pembacanya

Buku ketiga adalah antologi kedua, judulnya “Anak-Anak Kolong Langit”. Ini bercerita tentang perjuangan saat kita menempuh pendidikan. Ada yang bercerita bagaimana perjuangan menghadapi kesulitan ekonomi, atau culture shock saat menjalankan pendidikan di luar negeri, dan lain-lain. Buku ini terbit sekitar bulan April 2016, ga lama setelah buku kedua terbit. Alhamdulillah.. menjadi penyemangat juga buat terus menulis.
- Wawancara dengan Rini Inggriani yang dituliskan dalam blognya Sundari Ekowati

Fenomena Bunuh Diri, Penting untuk Tahu!

Sobat gaulislam, adalah Pahinggar Indrawan (35) yang melakukan aksi nekat bunuh diri pada Jumat pagi (17/3) dan disiarkan langsung via fasilitas “go live” dari akun Facebook-nya di smartphone miliknya. Menurut berita yang beredar Indra mengaku alasannya bunuh diri (yang ia tuliskan di halaman akun Facebook-nya sesaat sebelum bunuh diri), karena merasa kecewa kepada istrinya yang telah meninggalkan dirinya, padahal ia mencintainya. Sering cekcok dengan istrinya, berdasarkan keterangan di berita. Kasihan ya, solusinya ternyata malah bunuh diri. Padahal itu bukan solusi, tapi putus asa. Kasihan.

.....

Menurut informasi di website kumparan.com (19/3/2017), berdasarkan rata-rata statistik, dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga orang yang melakukan bunuh diri di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi.

World Health Organization (WHO), badan di bawah PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional, memiliki data tersendiri. Berdasarkan data perkiraan WHO, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2012 adalah 10.000. Tren angka tersebut meningkat dibanding jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia pada 2010 yang hanya setengahnya, yakni sebesar 5.000.

Secara global, WHO menyatakan ada 800.000 orang lebih di wilayah seluruh dunia yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya, dan ada lebih banyak orang lainnya yang melakukan percobaan bunuh diri. Ada indikasi, sebenarnya ada lebih dari 20 orang lain yang mencoba untuk bunuh diri untuk setiap orang dewasa yang telah meninggal akibat bunuh diri.
- O. Solihin, Bunuh Diri di Facebook
***

Selamat membaca Bell! See you next time~

Allahua'lam.

Sunday, March 19, 2017

Segerakan atau Kelak Akan Menyesal

March 19, 2017 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Singkatnya tadi pagi, aku diberi wejangan oleh Ukhti Mentari Pagi, yang sampai saat ini belum aku tanya keberadaan blognya, pindah alamat atau gimana, hm. Nasihatnya kurang lebih begini,
"Kewajiban yang ada di hadapan kita, segerakan, segera dikerjakan. Suatu saat nanti Bella pasti akan nyesel, kenapa ga dari dulu dikerjakan.. Memang sulit memulainya, karena harus berantem dengan diri Bella sendiri, tapi bisa. Ga boleh nyerah, ga boleh lari. Ayo disegerakan, kalau ada yang mau dibantu ngomong aja, jangan cuma senyum-senyum ga jelas."
- Ukhti Mentari Pagi, dengan redaksi berbeda tapi intinya sama
***

#14 Mencari Makna Terakhir

March 19, 2017 0 Comments
Bismillah.

Apa yang akan aku tulis, jika ini adalah tulisan terakhirku?
Terakhir artinya pemungkas, tidak akan ada lagi.

Saat tulisan terakhir ini kutulis, aku masih terlalu hina lagi berlumur dosa. Sungguh begitu malu, jika harus bertemu denganNya hari ini. Tapi aku tak bisa menundanya.

Saat tulisan ini kutulis, aku berharap detik-detik ini merupakan taubat nasuhaku. Aku berharap sudah melangkah cukup jauh dan lebih dekat dengan tempat yang kutuju. Sehingga apabila malaikat azab dan malaikat rahmat hendak memperebutkan jiwaku, aku mendapatkan rahmat dan bukan azab.

Jika ini tulisan terakhirku, mohon maafkan kesalahanku, agar tak menjadi pemberat di hari perhitungan kelak.

last

***

Saat kita mengalami kesulitan, kita seharusnya bersabar. Ada sebuah kalimat yang diajarkan Rasulullah saat kita mengalami musibah.
Inna lillah wa inna ilaihi raji’un
Inna lillah berarti sesungguhnya milik Allah. Ya, sadar atau tidak, suka atau tidak, kita tidak memiliki apapun. Semua yang kita anggap milik kita sebenarnya bukan milik kita.

Dan bola mata, pendengaran, dan syaraf yang menggerakkan jemari kita, semua itu bukan milik kita. Kita tidak melakukan sesuatu untuk mendapatkan itu semua. Itu pemberian dari Sang Pencipta. Maka ketika mata kita mulai rabun, pendengaran kita melemah, atau bahkan jemari kita sulit digerakkan, kita seharusnya melatih hati dan lisan untuk berkata. Inna lillah. Ini bukan milikku, sehingga wajar jika Sang Pencipta mengambilnya dari.

Wa inna ilaihi raji’un. Dan sesungguhnya hanya kepadaNya kita akan dikembalikan. Ya, ternyata bukan hanya itu, kita sendiri nantinya akan kembali. Wafat dan kembali kepada Allah.

Dan setiap ujian yang datang, setiap mendengar musibah, kita lalu berucap “innalillah wa inna ilaihi raji’un”. Sebuah kalimat yang seharusnya mengingatkan kita, bahwa akan tiba waktunya kita akan kembali. Sebuah kalimat yang juga mengingatkan kita bahwa hidup kita tidak permanen. Hidup kita sementara.

Kehidupan yang sementara kemudian menguatkan kita, mengingatkan kita bahwa setiap ujian yang mendera hanya sementara. Baik ujian dalam bentuk kekayaan maupun kemiskinan. Ujian ini hanya sementara, baik berbentuk nilai yang buruk maupun gelar mahasiswa berprestasi. Ujian ini hanya sementara, maka bertahanlah seberat apapun ujian yang kini kau rasakan.

Namun ada juga hal-hal yang kita perlu perhatikan. Kita tidak bisa menyalahkan Allah untuk semua hal buruk yang kita rasakan. Kita harus bisa membedakan, manakah yang di luar kekuasaan kita dan mana yang merupakan akibat ikhtiar kita yang kurang.

Terakhir, mari kita sama-sama mengucap “Innalillah wa inna ilaihi raji’un” untuk semua muslim yang dijemput malaikat maut hari ini, untuk setiap musibah yang terjadi hari ini. Mari resapi dalam-dalam kalimat itu, dan temukanlah makna di dalamnya. Makna, bahwa kita semua akan kembali kepadaNya.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun." -kalamullah- 
Allahua'lam.

#13 Mencari Makna Jalan Sunyi

March 19, 2017 0 Comments
Bismillah.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, jalan adalah tempat untuk lalu lintas orang atau bisa jadi perlintasan (dari seuatu tempat ke tempat lain). Jalan juga bisa berarti cara untuk melakukan sesuatu.  Jalan memiiki karakter yang berbeda-beda. Ada jalan setapak, ada jalan tol. Ada tanjakan, ada turunan, ada juga kelokan. Ada jalan sunyi dan juga ada jalan ramai bahkan macet.

Jalan sunyi adalah jalan yang jarang dilalui orang. Mungkin karena ia terletak di tempat terpencil, atau bisa juga karena medannya yang sulit dilalui. Jalan yang sunyi mengingatkanku pada jalan dakwah. Jalan yang sunyi mengingatkanku pada keterasingan.

Siapkah aku menempuh jalan sunyi?

Sebelum menjawab pertanyaan itu izinkan aku memaparkan beberapa hal yang mendukungku berkata “ya”, dan beberapa juga yang menarikku untuk berkata “belum”.

Saturday, March 18, 2017

#12 Mencari Makna Kegagalan

March 18, 2017 0 Comments
Bismillah.

with no loss of enthuasiasm


Kegagalan bagiku adalah saat sesuatu terjadi di luar keinginan kita, atau di luar prediksi kita. Misalkan kita sudah merencanakan hari ini sudah selesai menulis dan di-post di grup sebelum jam 21.00. Kemudian kejadiannya ternyata tidak sesuai rencana, hingga detik ini, tulisan belum selesai sehingga belum di-post.

Bagiku kegagalan umpama warna kelabu di langit, atau rasa pahit di makanan. Ia terkesan menyebalkan di awal, namun bisa menjadi manis di masa setelahnya. Seperti warna kelabu yang mewarnai langit, kemudian darinya hujan turun, membasahi dan menghidupkan bumi. Seperti warna pahit pada emping, awalnya memang terasa tak enak, namun ketika sering makan menjadi terasa nikmat.

Jujur, aku masih belum banyak merasakan kegagalan. Awal-awal hidupku diwarnai oleh kejutan hadiah dari Sang Maha Pengasih. Ada begitu banyak nikmat yang kukecap, baik dalam bentuk mamah, papah, kakak, adik, prestasi, kesehatan dan lain-lain. Namun seperti halnya roda yang berputar, saat ini aku sedang berada di bawah. Sekitar empat tahun kuliah, ada beberapa kegagalan yang berkali-kali membuatku hampir berputus asa. Padahal kegagalan itu mungkin bukan hal yang besar, namun aku terlalu khawatir dan minder.

Sedih tentunya, ketika menemukan diri terjatuh lagi dan lagi di lubang yang sama. Ada rasa benci pada diri, “Kok bisa sih!! Katanya taubat!! Katanya mau banggain orang tua??” Bayang-bayang putus asa selalu menghantui. Namun lagi dan lagi, seperti aku yang berkali-kali jatuh, Allah juga tidak lelah membukakan pintunya. Malam aku menangis, esok pagi Allah masih mengizinkan aku menghirup oksigen. Allah masih memberiku kesempatan untuk kembali padaNya.

Dan malam ini, aku kembali terisak, sungguh cengeng. Karena merasa gagal menjadi seorang anak yang berbakti. Bagaimana bisa disebut berbakti, kalau tidak tahu apa yang dirasakan ibu. Bagaimana berbakti? Kalau seringkali selalu dihubungi bukan menghubungi terlebih dahulu. Bagaimana mau dikatakan berbakti, kalau pertanyaan “Apa kabar Mah?” cuma di lisan dan formalitas. Bagaimana mau dikatakan berbakti, kalau tidak pernah terbangun di sepertiga malam terakhir berdoa untuk orang tua?

Dan malam ini, aku merasa gagal. Ya, karena tidak menjalankan kewajiban sesuai waktunya. Dan tulisan ini, mengapa baru kau kerjakan di penghujung hari? Ya, hari ini aku gagal menjadi anggota kompilasi yang baik.

Dan diantara semua kegagalan yang kualami, semoga hari ini pun, ia tidak menjadikan aku berputus asa atas rahmatnya. Semoga justru ini menjadi batu loncatan, untuk bersungguh-sungguh kembali padaNya. Allah.. jika engkau izinkan aku masih hidup esok pagi, izinkan aku tertatih memasuki pintu taubat. Izinkan aku belajar dari kegagalan-kegagalan dalam hidup. Izinkan aku menjadi hamba, yang selalu memperbaiki diri, memantaskan diri untuk menyicipi al firdaus, meski hina dan berlumur dosa.

Aku mencari makna kegagalan, dan tidak juga kutemukan. Sungguh, aku belum benar-benar memahami makna kegagalan. Aku hanya bisa menerka, mungkin maknanya adalah untuk menempa diri. Aku hanya bisa menebak, mungkin maknanya adalah untuk membuat kita menangis dan mengadu padaNya. Bersandar padaNya, Ash Shamad. 
Bandung, 14 Maret 2015 - IK 

Allahua'lam.

#9 Mencari Makna Hidup

March 18, 2017 0 Comments
Bismillah.

Sembilan puluh sembilan kata tidak cukup untuk menemukan makna hidup sebenar-benarnya hidup. Tapi cukup, untuk sedikit mencicipinya.

Hidup untuk menjadi kaya tidak salah. Hidup untuk menjadi terkenal tidak salah. Hidup untuk menjadi pemimpin tidak salah. Namun itu semua akan salah, jika itu adalah satu-satunya tujuan hidup kita.

Mari merdeka dari jajahan dunia yang semu. Dan satu-satunya cara untuk merdeka adalah dengan menjadi hamba Sang Pencipta. Hidup akan menjadi berarti jika saat masa yang pendek ini, kita curahkan untuk Allah. Ana abdullah.

“Semua akan menuju Allah setelah wafatnya, tetapi yg berbahagia, adalah yg menuju Allah sejak masa hidupnya” -Sayyid Quthb-
Allahua'lam.

Banyak Bicara Tentang ...

March 18, 2017 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Terinspirasi dari kutipan dalam buku, masih buku yang sama, bab Zikir.
Imam Ghazali berkata, "Bila ada sekelompok orang memasuki sebuah majelis, lalu masing-masing dari mereka berbicara tentang apa yang mereka sukai. Tukang kayu apabila masuk majelis maka Anda mendapatinya bicara tentang kayu dan tentang cara menyusun pintu. Adapun tukang besi, maka ia membicarakan tentang besi. Sedangkan tukang bangunan maka ia membicarakan tentang keindahan bangunan. Adapun tukang tenun (pemilik kain) maka ia membicarakan tentang pakaian. Adapun, para wali Allah, mereka berzikir kepada Allah."
- Amalan-amalan Penghilang Susah (:, Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi
 ***

Apa yang kita sukai, bisa tercermin dari topik yang sering kita bicarakan. Saat kita duduk sembari menunggu makanan yang dipesan, ada jeda waktu untuk mengobrol. Di saat itulah.. akan terlihat apa yang kita sukai, dan apa yang teman kita sukai. Mungkin cerita tentang kuliah muncul, atau tentang berita terhangat negara kita, atau tentang jenis-jenis kain untuk dijahit menjadi jilbab, atau tentang......

cloud

Apa yang kita sukai, bisa tercermin dari topik yang sering kita bicarakan. Saat kita berjalan santai menuju suatu tempat, atau saat dalam kendaraan menuju suatu acara, ada jeda waktu untuk mengobrol. Di saat itulah akan terdengar apa yang akhir-akhir ini memenuhi otak kita, dan apa yang memenuhi otak teman kita. Mungkin tentang problem kehidupan, mungkin tentang tempat-tempat yang ingin kita kunjungi, mungkin tentang cita-cita yang ingin kita gapai, atau tentang.......

Pertanyaannya, di pembicaraan itu... adakah topik yang mengingatkan kita pada Allah. Tentang ayat quran mana, yang dalam satu pekan ini membuat kita kagum. Tentang untaian doa mana, yang dalam satu pekan ini sering kita panjatkan saat rinai hujan menghias hari. Tentang kisah Nabi, atau sahabatnya, yang membuat kita memetik teladan, atau tentang......

Friday, March 17, 2017

Author Baru dan 1000 post

March 17, 2017 0 Comments
#random

Bismillah.

Pertama: Author Baru

Karena aku punya dua blog, yang dikelola oleh dua akun email, agak susah untuk bisa buka dua-duanya. Akhirnya, memutuskan nambah author di blog ini. Nama akunnya aja yang beda, The Magic of Rain (tMR), orangnya mah sama. Sama-sama saya, Isabella Kirei.

belum; segera in syaa Allah^^
Jadi, blog magic of rain sekarang sudah tidak bisa diakses oleh publik lagi, di sana.. tempat saya mengeluarkan unek-unek, curhat, dalam bentuk bait dan kata-kata random. Tapi banyak juga, puisi yang kadang.. rasanya ingin saya salin di sini. Agak susah, kalau nyalinnya pakai akun ini, karena tidak bisa buka blognya hehe. Jadi, mungkin saya akan pakai akun tMR kalau memang diperlukan saja. Defaultnya, tetap pakai akun yang ini..

Kedua: 1000 post

Archieve di blog ini sudah lebih dari seribu tulisan... yeay... termasuk yang draft hehe. Kebanyakan draft. Kalau yang sudah publish baru sembilan ratus sekian. Untuk sedikit apresiasi, jika nanti kelak mencapai angka seribu, saya niatnya mau buat projek, tapi masih bingung projeknya apa hehe.

Yang baru ada ide sekarang:

1. Blogwalking Special

Puisi: Bola Bekel

March 17, 2017 0 Comments
Bismillah.

Puisi ini ditulis setelah tugas dari kompilasi. Disalin dari blog puisiku, tertanggal di sana 10 Maret 2015.


***

Bola Bekel
by: Isabella Kirei
Aku ingin belajar
Menjadi seperti bola bekel
Yang tak lelah melompat
Meski berkali-kali dijatuhkan 
Aku ingin bertanya
Pada bola bekel
Bagaimana caranya
Segera melompat ketika terjatuh 
Aku ingin bertanya
Bukankah sakit?
Bagaimana bisa
Justru melompat makin tinggi 
Aku ingin belajar
Menjadi seperti bola bekel
Apakah bisa? 
Dan kini aku jatuh lagi,
Allah... ajarkan aku melompat lebih tinggi 
Dan kini aku terpelanting lagi,
Allah... ajarkan aku cara kembali kepadaMu 
Ajarkan aku.. meniti kembali pintu taubat
Meski dosa bergunung-gunung 
Ajarkan aku.. bersabar hadapi tiap ujian
Meski berat, meski sulit
***
Sampai jumpa lagi~ in syaa Allah.

Allahua'lam.

#8 Mencari Makna Idola

March 17, 2017 0 Comments
Bismillah.

role model

Orang lain mungkin mengira aku mengidolakan ia karena fisiknya.
Dia sangat bersih, wajahnya cerah berseri, postur yang tegap, perutnya tidak besar, karena kegemukan dan tidak terlalu ramping karena kekurusan.[1] Perawakannya sedang, tidak tinggi, juga tidak pendek. Rambutnya hitam tebal dan tidak kaku, tidak pula keriting dan juga tidak lurus, sungguh seimbang.[2]
Orang lain mungkin juga mengira aku mengidolakannya karena akhlaqnya.
Ia adalah yang terpercaya lagi terpilih, menyeru kebaikan, laksana sinar purnama, yang menyingkirkan kegelapan.[3]
Ya, bisa jadi itu semua benar. Namun aku mencintainya, karena kecintaanya kepadaku (kita). Aku mencintainya, karena melalui dirinya aku menemukan indahnya Islam.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam. 
Allahua'lam.
***

#7 Mencari Makna Bola Bekel

March 17, 2017 0 Comments
Bismillah.

fall, but then bounce higher


Bola bekel adalah bola yang terbuat dari karet dan berukuran sebesar bola pingpong. Karet yang menyusun bola ini, membuatnya menjadi lincah. Ketika bola dijatuhkan, ia dengan cepat akan memantul. Semakin keras dorongannya, semakin tinggi pula ia melompat. Bola bekel biasa dimainkan bersama biji bekel, berupa bentuk tertentu yang terbuat dari kuningan, atau bisa juga berupa kerang.

Bola bekel ternyata memiliki makna tersembunyi. Sebuah makna yang mengajarkan kita untuk terus berjuang meraih mimpi. Seberapa dalam pun kamu terjatuh, jadilah seperti bola bekel, tidak lelah melompat lagi. Bola bekel mengajarkan kita, bahwa dijatuhkan bukan hanya menuai sakit, tapi juga menumbuhkan lompatan yang lebih tinggi. Mari melompat meraih mimpi, meski lagi dan lagi kita terjatuh. 
Allahua'lam
*** 

#6 Mencari Makna Jatuh

March 17, 2017 0 Comments
Bismillah.

Apa yang kau pikirkan ketika membaca kata jatuh? Gravitasi? Sakit? Bangkit? Atau apa? Jatuh dalam KBBI berarti (terlepas dan) turun ke bawah dengan cepat (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sudah sampai ke tanah).

Bagiku, mendengar kata jatuh yang teringat adalah sebuah lubang, luka, dan jalan tertatih. Kita terjatuh di sebuah lubang, kemudian terluka, kemudian mencoba bangkit dan berdiri, berjalan. Jatuh bukanlah hal yang menyenangkan. Namun lewat peristiwa jatuh, kita belajar untuk berjalan. Ya, ingatkah saat kita berjalan pertama kali, limbung dan tidak seimbang. Terkadang merembet di dinding atau benda apa pun yang menjaga kita agar tidak terjatuh. Terkadang, dituntun ibu atau ayah. Dan yang pasti pernah terjadi, jatuh, menangis. Namun tidak langsung putus asa, tidak kapok. Sakit memang saat jatuh, namun kita masih ingin belajar bediri dan berjalan seperti kebanyakan orang dewasa di sekitar kita.

Begitu pula "jatuh" dalam hal lain. Misalnya dalam masalah akademik. Kita belajar, sesekali mudah mengerti, kemudian merasa sulit. Dan saat Ujian, kita berusaha mengerjakan sebisa kita, kemudian nilai keluar. Sekali A, kemudian A, kemudian A. Namun suatu hari tiba-tiba D. Menangislah kita saat itu, jatuh, ya, jatuh sangat jauh dari A ke D. Sakit? Ya, sakit. Tapi apakah setelah itu kita menyerah? Apakah setelah itu kita me-label-i diri tidak pandai? Melabeli bahwa ini bukan passion kita?

Ya, karena dalam hidup, kita belajar banyak hal, kita juga akan merasakan banyak peristiwa jatuh. Yang terpenting dari jatuh, adalah sikap kita setelahnya. Apakah kita mampu bangkit dan memperbaiki diri? Atau justru berputus asa dan menyalahkan takdir.

Dari kata kerja jatuh aku menemukan makna. Sebuah makna, bahwa setiap saat kita terjatuh (lagi), jangan berputus asa dari RahmatNya.
“Katakanlah. ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” -kalamullah
Bandung, 7 Maret 2015 - IK

***

Allahua'lam.

Thursday, March 16, 2017

#5 Mencari Makna Sunyi

March 16, 2017 0 Comments
Bismillah.

Sunyi. Hening. Dan tidak ada suara yang menggetarkan gendang telinga. Seringkali sunyi adalah teman dari kata sendiri. Namun tidak selalu begitu, sunyi bahkan bisa kita rasakan ketika berada di keramaian.

Kebisingan dunia membuat telingaku mati rasa, getaran kecil tidak akan mampu menggetarkan gendang telinga yang sudah tidak elastis ini. Padahal usiaku belum terbilang tua. Namun sungguh, hentakan riuh dunia membuatku menuli. Dan saat kesunyian merayapi malam, izinkan aku mencari makna di dalamnya.

silence
Sunyi mengajarkanku tentang diam. Bahwa sunyi jauh lebih membuat diri tenang dibanding suara sumbang yang meneriakkan kata-kata kotor. Sunyi membuatku menghargai sedenting nada indah dari Ibu, saat aku disampingnya. Sunyi membuatku menikmati suara angin yang berdesir pelan. Sunyi membuatku merenungi rintik hujan yang membawa kehidupan.

Pernahkah merasa ramai dan rusuhnya dunia justru membuat kita merasa sunyi? Saat itu, rasa rindu kepada Sang Pencipta bersemai. Ingin rasanya bertemu, bersujud, dan mengadu padaNya. Karena jiwa ini begitu sunyi dan kering, karena kesibukan dan keramaian memikirkan dunia fana.

Pernahkah keramaian dunia membuat nafas kita sesak, kemudian kita memilih sejenak menjauhinya? Berteman sunyi, memperbarui niat yang bengkok. Mengingat lagi tujuan yang ditetapkan Sang Pencipta pada diri kita. Mengingat lagi tugas kita di dunia. Mengingat lagi rayuan kehidupan yang lebih baik dan lebih kekal. Mengingat lagi panas neraka yang bahan bakarnya batu dan manusia.

Izinkan aku memilih sunyi kali ini, mencoba mendengar suara hati yang sedang sakit. Izinkan aku memilih sunyi kali ini, sejenak menyerapi kalamullah tanpa gangguan notifikasi gadget. Sejenak, karena aku tidak boleh berlama-lama dalam sunyi.

Semoga lewat sedikit sunyi, aku kembali melatih telinga untuk menangkap suara lirih. Karena ada suara lirih yang mengajak untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Karena ada suara lirih yang melarang keburukan dan kekejian.

Aku mencari makna sunyi, dan aku menemukannya. Bahwa kita belajar melihat dan mendengar, bukan hanya dengan mata atau telinga. Tapi juga dengan hati. 
Bandung, 6 Maret 2015 - IK
***
Allahua'lam

#4 Mencari Makna Buku

March 16, 2017 0 Comments
Bismillah.

Sebuah buku adalah jendela dunia. Mengapa buku adalah jendela dunia? Karena lewat jendela, kita bisa melihat ke luar rumah. Dan lewat buku, kita bisa mengetahui hal-hal di luar "rumah" kita. Membaca buku traveling misalnya, kita seolah melihat keluar jendela negara tempat tinggal kita. Kita menjadi tahu tentang sebuah negara di belahan dunia yang lain, tahu sedikit budaya mereka, tahu sedikit bahasa mereka, tahu sedikit tempat yang menarik di sana.

Tahukah? Dari buku yang kita baca, pola pikir, perkataan bahkan tingkah laku kita bisa terpengaruh? Itulah salah satu dasyatnya buku, dari seseorang yang pesimis dan bodoh misalnya, ketika ia membaca buku yang menginspirasinya, membuatnya bersemangat, dan kemudian ia memberanikan diri untuk melangkah. Seseorang yang tadinya pesimis dan bodoh kemudian bertransformasi menjadi seseorang yang optimis dan cerdas. Namun sayangnya, ini juga bisa berlaku sebaliknya.

Buku dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebuah buku tidak akan bisa memberikan kita manfaat ketika kita tidak membukanya, membaca, mencoba memahami dan mempraktekkannya. Namun ada sebuah buku yang sangat istimewa dan berbeda. Yang ketika kita membaca, satu hurufnya dinilai sebagai sepuluh kebaikan. Buku ini istimewa, karena jika di buku lain kata pengantarnya adalah "tidak ada gading yang tak retak", buku ini memiliki pengantar sebaliknya.
"Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa"
quran
Sebuah kitab/buku yang begitu agung, sampai di beberapa bagiannya, menantang manusia dan semua yang lain kecuali Sang Pencipta untuk membuat semisal satu surat. Ya, buku ini hendak menaklukan sifat angkuh kita. Karena buku ini adalah kalamullah. Perkataan Sang Pencipta, yang juga merancang seisi bumi dan alam semesta.


Maka saat buku ini bisa dengan mudah kita temukan, tidakkah hati kita tergerak untuk membacanya? Kemudian memahami isinya? Kemudian menghafalnya? Dan tentu saja mengamalkannya?

IK - Bandung, 5 Maret 2015  

***

Allahua'lam.

Wednesday, March 15, 2017

#3 Mencari Makna Menulis

March 15, 2017 0 Comments
Bismillah.

pencil

Menulis bagiku, artinya adalah kita merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi bait, kalimat atau paragraf. Kemudian dari rangkaian huruf tadi, kita menautkan makna di dalamnya, baik tersirat maupun yang tersurat. Bagiku bahkan rangkaian huruf tak terbaca seperti "sjhkajldnklsciohdskn" memiliki makna, mungkin sang penulis sedang bosan, atau marah, atau tidak ada ide untuk ditulis.


Lalu apa makna dari menulis? Ada yang berkata, menulis itu mengikat ilmu, agar ia tidak mudah terlupa, agar bisa dibaca ulang. Ada juga yang berpendapat, menulis itu membermaknai kehidupan, agar yang melintas di hari menjadi bermakna. Atau pernah kutulis bait, bahwa menulis adalah cara untuk melampiaskan rasa.
Karena merangkai kata bagiku
adalah hiburan atas segala pilu
P3K atas segala luka
ekspresi atas segala riang

Maka biarkan aku tetap menulis
walau basah... kertas karena tangis
walau kotor... kertas karena tinta
walau penuh, sesak... kertas karena kata

Menulis selalu terkait dengan penulis. Sadarkah kita? Suka tidak suka, sejatinya kebanyakan dari kita adalah seorang penulis. Catatan mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD adalah salah satu buktinya. Status yang kita buat dan share di media sosial juga adalah buktinya. Lalu pesan email/chat yang terkirim, juga coretan vandalisme "your name was here", dan masih banyak lagi bukti.

Bagaimana dengan yang buta huruf, tidak bisa baca apalagi tulis? Apakah ia bisa menjadi penulis? Ya, mereka seorang penulis. Bagaimana bisa? Karena ada sosok yang membantu menuliskan untuk mereka, lebih tepatnya mencatat. Ya, masing-masing kita, dibantu malaikat pencatat amal kebaikan dan perbuatan keburukan, sedang menjadi penulis buku catatan. Buku catatan yang kelak akan kita terima di kehidupan kita yang kedua.

Kali ini, aku menemui makna. Makna bahwa masing-masing dari kita adalah penulis, semoga kita tidak menjadi orang yang baru sadar ketika buku itu diterbitkan.

"...Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya...” -kalamullah-

IK - Bandung, 4 Maret 2015 
***
Allahua'lam.

#2 Mencari Makna Kematian

March 15, 2017 0 Comments
Bismillah.

Seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, jika satu sisi koin adalah "hidup" maka sisi lainnya adalah "mati". Jika kelahiran ibarat garis start, apakah kematian adalah garis finish kita? Jika ya, apakah setelah melalui garis finish itu semua langsung selesai? Apakah tidak ada hadiah bagi mereka yang dalam perjalanan berlaku baik dan tidak curang? Seperti pemenang sebuah lomba lari?

Apakah benar orang-orang yang berkata,
“Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.” -kalamullah-
Kemarin makna kelahiran mengajarkan kita, bahwa kita diciptakan dengan rencana dan tujuan. Satu pertanyaan terjawab. Lalu kita bertanya lagi tentang keadilanNya, saat melihat anak-anak tak berdosa di Suriah dibunuh dengan sadis oleh penguasa yirani. Lalu kita bertanya keadilanNya, saat seorang teman bertanya, "Salahku apa? Aku divonis kanker stadium 4". Pertanyaan itu meluncur, menanti jawab.

Kemudian seorang bertanya-balik tentang keadilan yang sama, namun dari sudut pandang yang berbeda.

Tanyakan hati nurani, apakah adil seseorang yang membunuh seratus orang, tidak dihukum? Apakah adil orang yang mencuri milyaran uang rakyat, dibiarkan saja? Tidak adil bukan? Mungkin mereka tidak mendapatkan balasan itu saat ini, namun Sang Pencipta Alam Semesta Maha Adil. Maka setelah kematian, kita dibangkitkan kembali. Untuk ditanya tentang hal-hal yang kita lakukan di kehidupan sekarang.

Dan keadilan itu dilunasi saat itu. Maka mereka yang di dunia ditimpa ujian, berupa sakit atau miskin kemudian mereka bersabar, reward diberikan untuknya. Berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai madu. Maka mereka yang di dunia dzalim, kemudian tidak bertaubat, punishment ditimpakan kepadanya. Berupa api yang begitu panas, yang bahan bakarnya batu dan manusia.

Mendengar penjelasan tadi, aku mengangguk pelan. Aku menatap lekat kematian, ada getar takut, namun juga sebuah senyum tipis. Kematian menguak makna bahwa ia akan mengantar kita ke kehidupan yang abadi. Kematian memberitahu kita, bahwa Tuhan Maha Adil.

IK – Bandung, 3 Maret 2015 
***
Allahua'lam.