Follow Me

Tuesday, November 30, 2021

Membaca Buku Kumpulan Quotes

November 30, 2021 0 Comments
Bismillah.

Pernah ada masa, aku membaca buku, kemudian menulis kutipan-kutipan yang mengena di hati. Wait... Bukan, nyatetnya bukan di hati, nyatetnya di buku tulis, tapi kutipan yang kuambil biasanya yang somehow moved my heart. Dan biasanya sih quotesnya yang kusalin gak harus yang wah gitu, mayoritas justru kata-kata sederhana yang mungkin kalau menurut orang lain klise, tapi menurutku penting buat disalin untuk pengibgat diri. 

Nah, kemarin tuh sebenernya alasan awal aku baca buku tulis isi kumpulan quotes adalah untuk nulis postingan buat di setor ke #1m1c. Waktu itu udah sempet nemu sih, pengen nulis tentang soulmate ambil kutipan dari buku Taman orang-orang yang Jatuh Cinta-nya Ibnu Qayyim. 

Tapi... Qadarullah, pas mau disalin ke blog malah gak nemu. Seolah Allah pengen ngasih tahu aku, sebelum itu... baca dulu lebih banyak kutipan yang bergizi biar "hatiku" yang sering sakit ini bisa sembuh. **btw semoga gak ada yang salah mengartikan frase "hati + sakit" sebagai heartbreak yang disebabkan oleh vmj ya hehe. Bukan, bukan itu maknanya. 

Balik lagi ke topik baca buku kumpulan quotes. Nah dari situ... Aku jadi nyadar kalau beberapa waktu ini aku lagi menjauh dari visiku. Lalai, belok kemana gitu. Terdistraksi, terlalu banyak mendengarkan noise, dll, dst, dsb. Malu kalau harus didetailkan.

Trus step selanjutnya, aku sedang berusaha untuk bangkit dan mencari langkah-langkah yang benar biar gak makin jauh dari visi yang pernah aku tulis di suatu form biodata *uhuk. 

Mohon doanya ya, semoga Allah memudahkan. It won't be easy but it will worth the fight.

**sssttt... Sebenernya hari ini aku udah pengen nyerah aja, tapi alhamdulillah masih diingatkan, agar tidak boleh nyerah sebelum nyoba. Keinget lagi buku-buku tentang habit. Mengubah kebiasaan itu gak mudah, perlu diulang-ulang dan banyak latihan.

Kamu... Iya kamu, don't give up on yourself! 

Sekian. Untuk siapapun yang sedang bermetamorfosis, atau sedang meranggas untuk menyiapkan diri memekarkan bunga di musim semi, semangat^^ barakallahu fiikum.




Menunggu Tulisannya

November 30, 2021 0 Comments
Bismillah.

Beberapa waktu ini sedang sering menunggu tulisan orang lain. Berkali-kali berkunjung hanya untuk mengetahui bahwa ia belum menulis lagi di sana. **Bisa jadi dia tetap nulis sih di tempat lain.

Sampai akhirnya aku sadar, "Hei kamu yang sedang menunggu! Kamu sendiri apa kabar? Belum menulis juga kan...!?"

***

Postingan ini ditulis untuk mengingatkan diri. Bahwa menunggu itu keniscayaan. I mean... Setiap orang, suka atau tidak suka akan menunggu. Tapi poinnya bukan di situ. The underline words are what do you do while you're waiting.

Jadi... Mau rajin nulis lagi kan? Gapapa banyak curhat. Gapapa sederhana. Menulis dulu saja. Jangan ditunda. Mumpung Allah masih memberikan kemampuan merangkai kata dan menuangkannya dalam tulisan.

Semangaat^^

Semoga kuantitas tulisan di blog ini minimal sama kaya tahun kemarin. Jangan biarkan turun... 

Saturday, November 27, 2021

10 Hari

November 27, 2021 0 Comments
Bismillah.

Ada orang-orang yang Allah takdirkan berkunjung ke dalam hidupmu 10 hari. Cukup 10 hari saja. Kemudian pergi, meninggalkan apa yang Allah titipkan di tangannya untuk diberikan kepadamu.

Kamu belum paham apalagi mengerti, mengapa Allah mengantarkannya di garis hidupmu. Tapi dengan sedikit, sedikit iman dan ilmu yang kau miliki... Mau kah kau mengambil titipan tersebut dan mengubahnya menjadi sesuatu yang indah? Yang keindahannya bukan cuma dilihat mata, tapi juga dirasakan hati. Yang keindahannya bukan hanya di waktu sempit, tapi juga memekarkan bunga lain di waktu dekat yang terlihat jauh.

Bismillahirrahmanirrahim. Semoga Allah memberkahi 10 hari dan 1 titipan tersebut. Aamiin.

Allahua'lam.

Untukku

November 27, 2021 0 Comments
Bismillah.

Nukil Buku "Deadline Your Life | Solikhin Abu Izuddin"

***

"Sebelum semua terlambat, kala semua tak lagi bermanfaat dan ketika penyesalan berbuah umpatan, mari bersama mengingat kematian. Siapkan diri menuju hari yang tiada lagi berguna harta dan anak-anak, kecuali yang menghadap Allah dengan qalbun salim, hati yang lurus dan selamat."

***

"Orang-orang yang tidak segera menunaikan tugas secara tuntas sesungguhnya berawal karena tidak memiliki visi yang jelas. Tidak tahu dari mana, hendak kemana, dan untuk apa dia hidup."

***

Abu Fadl Jibril bin Mansur berkata, "Sampai kapan kamu hanyut dalam kelalaian, seolah kamu aman dari akibat menunda-nunda pekerjaan. Waktu main-main sudah berlalu, masa muda sudah sirna, dan sampai saat ini kamu belum meraih jaminan Tuhanmu. Kau telah terseret dalam kemalasan dan belum mendapatkan apa-apa." (Al-Bidayah wa Nihayah, 13/126)

***

"Tobat artinya kembali. Kembali ke tujuan asasi. Kembali ke orbit semula. Kembali ke orientasi hakiki. Kembali kepada langkah besar yang telah dirintis. Kembali kepada komitmen awal yang telah dipancangkan."

Allahua'lam.

***

PS: Tahukah kau betapa Allah mencintaimu, sehingga pagi ini ditakdirkan membaca kutipan ini? That's the easy question. Next, the hard question: what will be your next step?

Saturday, November 20, 2021

Salah Chat

November 20, 2021 0 Comments
Bismillah.

#gakpenting

Ini... sebenarnya gak penting untuk ditulis sih, masih belum tahu hikmah/pelajaran apa yang harus diambil. Tapi.. aku ingin menuliskannya hehe. Karena memang bukan hal yang biasa.

Suatu pagi, menemukan chat di nomer tak dikenal. Anehnya, dikirim jam 23.21, biasanya jam segitu hampir gak ada yang chat personal. Kulihat sekilas profil wa-nya, ada keterangan nama, nama asing yang tak kukenal.

Aku googling, sedikit dapat gambaran tentang pemilik nomer tersebut. Tapi masih dibuat heran, karena seingatku, aku tidak pernah punya urusan dengannya. Memang ada kesamaan background, tapi kucoba mengingat-ingat, gak ada, gak pernah kuingat pernah kenalan atau berinteraksi dengan nama tersebut. Maka akhirnya kujawab seperti di ss. Oh ya, aku juga sempat berpikir, pernah membaca nama tersebut di Medium, tapi anehnya saat kucari tidak ada.

Sekian jam berlalu, dan ia menjawab seperti itu. Segera kujawab pendek dan ringan, enggan memperpanjang tanya. Meski sebenarnya aku masih heran, darimana ia mendapat nomerku, mengapa ia mengira nomerku adalah nomer temennya yang namanya "Bella" juga. Tapi kutelan kuriositas itu, kusimpan di sini saja. Aku enggan memperpanjang percakapan, aku membayangkan berada di sepatunya dan merasa begitu malu. Tentu aku tidak ingin ditanya lebih jauh kalau aku jadi orang itu.

Menulis tentang ini membuatku teringat chat lain, cerita yang ini bukan salah chat. Detailnya enggan kutulis, tapi aku cuma ingin mencatat hal sama yang kupilih, enggan memperpanjang percakapan, meski di kepalaku masih ada tanda tanya yang meminta jawaban. Kadang kala, lebih baik tidak bertanya.

Udah. itu aja.

Yakin?

***

Terakhir, izinkan kuakhir dengan tanya. Yang ini... izinkan aku memilih tetap bertanya. Karena barangkali yang membaca pertanyaan ini, jadi menulis lagi di blognya. hehe

Pernahkah kamu salah chat? Lalu apa yang kau lakukan? Mengakuinya dan meminta maaf? Bagaimana perasaanmu saat itu? Maukah kau menuliskan ceritanya dalam sebuah tulisan?

Sekian. Bye 5~

Monday, November 15, 2021

SelfD #13 : What do I need more in my life?

November 15, 2021 0 Comments

Bismillah.

#SelfDiscovery


What do I need more in life?


1. Taubat


Karena dosa menumpuk dan sering menenggelamkanku. Harus lebih banyak istighfar dan taubat. 


2. 'Amal Shalih


Karena harusnya, kalau berdosa, artinya jadi lebih semangat untuk beramal shalih. Harusnya tiap kesempatan, sekecil apapun, disegerakan. Hm. Itu bell, disegerakan. Jangan ditunda-tunda.


3. Courage


Keberanian untuk meninggalkan 'pantai' dan berlayar ke lautan? It felt like I've been living as a coward. Ada banyak momen aku memilih bersembunyi dan berlari. Ada banyak momen saat 'penghalangnya' gak ada, kalaupun ada, aku yang membuat-buatnya.


4. Dicipline and Focus


Mimpi itu cuma angan-angan, kalau gak dibarengi disiplin dan fokus. Harus ada yang dikorbankan. Harus disiplin, harus tahu prioritas. Harus mengabaikan noise dan distraksi. Harus bisa mendidik hawa nafsu, jangan kalah Bel!


5. Good habit to destroy bad habit


Ada banyak hal baik yang harus dibiasakan, agar hancur hal-hal buruk yang berkarat di sisi-sisi gelap diri.


Terakhir, izin share kutipan dari buku Rasulullah Sang Pendidik - Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin, AMP Press



"Akibat dari suatu keburukan yang keburukan yang dilakukan adalah akan munculnya keburukan berikutnya. Jika seseorang melakukan suatu keburukan atau kejahatan, maka keburukan lain berseru, meminta untuk dilakukan juga." - Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin


Disebutkan juga di buku tersebut, begitu pula sebaliknya. Suatu kebaikan akan memunculkan kebaikan berikutnya. Jadi, semangat melakukan kebaikan, lagi, lagi dan lagi. Semoga kelak Allah masukkan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang shalih.


رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًۭا يُنَادِى لِلْإِيمَـٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا

 ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ


Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman.

Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

[Surat Ali-Imran (3) ayat 193]


Aamiin.


Allahua'lam.


***




Wednesday, November 10, 2021

Ada yang Bisa Dibantu? (2)

November 10, 2021 0 Comments
Bismillah.

*warning* curcol

Malam ini, sejujurnya aku hanya ingin menjalankan tugas yang seharusnya kukerjakan. Kuabaikan perasaan ingin pergi dan meninggalkan amanah. Kuabaikan perasaan minderku saat bertemu wajah-wajah shalihah lain yang kukira lebih pantas memegang "buku tugas". Aku, hanya ingin menjalankan tanggung jawabku, meski sebenarnya kondisi diri tidak benar-benar sudah membaik.

Lalu pesan itu masuk, dan aku meleleh. Padahal mungkin ia hanya bertanya formalitas. Entahlah. Tapi di kepalaku, aku mengira ia sudah tahu keluhanku, atau keinginan untuk mundur dan rasa minder yang melingkupi. Maka saat pertanyaan itu hadir, beberapa perasaan tercampur hingga menaikkan kedua ujung bibirku.

kaak, ada yg bisa kubantu kaah?

She ask casually, and this time, I answer it. Berbeda dengan pertanyaan senada di bulan Mei 2017 yang kujawab dengan diam/gelengan. Kali ini aku jawab, aku minta didoakan.

Saat itu, selain rasa senang karena satu pertanyaan sederhana, yang pas banget untuk kondisiku yang seringkali tidak tahu cara meminta bantuan. Sebenarnya ada juga perasaan pahit. Aku berkaca, bahwa masalahnya bukan di luar. Kalau masalahnya di luar, aku akan dengan mudah menjawab dan meminta bantuannya. Tapi... the problem is within me. If there's something that should be fix, that would be me. Jadi yang bisa kuminta hanya doa. Bukan orang lain yang bisa memperbaiki diriku. Tapi aku, ya aku yang harus lebih banyak bekerja. Aku, aku yang harus lebih sering menyucikan diri. Aku, aku yang harus bertaubat dari dosa-dosaku.

***

Terakhir, kamu bell, saat tahu rasanya ditanya begitu. Coba kamu sesekali bertanya begitu pada orang disekitar. Berhenti memikirkan diri sendiri. You think your problem is big, cause you see it right in front of your face. But if you take another perspective, another point of view. You will know how small it is. Jangan mengerdil di depan masalah. Kamu cuma boleh mengerdil dan menjadi hina di hadapan-Nya.


Last, yang ini beneran terakhir, untuk pembaca, "Ada yang bisa kubantu?"


Wallahua'lam/

Saturday, November 6, 2021

Kutipan dari Buku Emotional Healing Therapy

November 06, 2021 0 Comments

Bismillah.


sumber foto


Nukil buku "Emotional Healing Theraphy | Irma Rahayu"


***


Aku pertama tahu buku ini karena buku ini dihadiahkan untuk temanku. Ia mengirimkanku foto covernya, lalu memberitahuku bahwa Teh A memberinya buku tersebut. Setelah itu, aku menemukan bukunya di iPusnas dan tidak ragu untuk segera meminjamnya *meski bacanya pelan-pelan banget hehe.


Dari sedikit halaman yang sudah kubaca di buku ini, aku jadi tahu bahwa emosi kita bisa mempengaruhi kondisi fisik kita. Di awal buku, bahkan dituliskan list penyakit fisik dan kemungkinan penyebabnya kalau dari sisi emosi.


Dari buku ini, aku belajar untuk lebih mengelola energi negatif, karena saat energi negatif tidak disalurkan dengan baik, maka bisa menimbulkan sakit di tubuh kita.


"Mengakui sebuah ketakutan bukanlah dosa, mengalami kekhawatiran bukanlah aib, dan menyatakan sebuah keraguan bukan berarti salah. Akan jauh lebih salah bila kita menyimpan semua dalam diri rapat-rapat dan membiarkannya membusuk, dan akhirnya pelan-pelan menghancurkan dari dalam." -Irma Rahayu dalam buku Emotional Healing Theraphy


Lalu, bagaimana cara menyalurkan energi negatif? Tentu bukan lewat cara yang salah ya. Di buku ini dijelaskan beberapa jenis self-healing theraphy, meski disebutkan juga bahwa jika emosinya begitu besar sudah terpendam lama, ada baiknya meminta bantuan praktisi.


Nah, salah satu cara mudah, yang mungkin terdengar klise, tapi perlu banget untuk diingatkan terus adalah dengan tersenyum dan bersyukur.


"Melakukan senyum berarti Anda ikhlas dalam semua peristiwa, secara otomatis mengubah energi negatif di dalam dan di luar untuk lebih ramah dan halus pada kita. Bersyukur pada Tuhan adalah rumus tercanggih untuk mengubah energi negatif ke energi positif secara powerful dan meningkatkan level energi Anda." -Irma Rahayu dalam buku Emotional Healing Theraphy


Apa itu saja cukup? Ternyata tidak. Energi negatif dalam diri kita, ternyata sebuah sinyal juga agar kita tidak diam, agar kita bergerak dan melakukan perubahan. Bahwa ada masalah/kondisi yang sebenarnya harus diperbaiki.


"Intinya energi marah, sedih, dan kecewa itu bukan untuk kemudian ditelan sendiri dan menyiksa hingga menjadi sebuah penyakit yang mematikan. Energi negatif itu menjadi sebuah tanda bahwa ada yang tidak beres dengan diri dan kondisi hidup kita. Sebagai tanda bahwa kita harus bergerak, berpindah, dan membuat perubahan dengan cara yang baik dan benar." -Irma Rahayu dalam buku Emotional Healing Theraphy


Beberapa contoh real yang disebut di buku ini, adalah kasus seorang istri yang 'menerima' hubungan yang toxic dengan suaminya. Dan efeknya, selain emosi yang dipendam terus, juga berdampak pada kanker usus.


Itu satu, kalau penyebabnya dari luar. Tapi kalau aku pribadi, saat membaca kutipan diatas. Aku langsung teringat bahwa bisa jadi saat ada energi negatif (marah, sedih, kecewa), itu juga pertanda bahwa ada yang tidak beres dengan diri dan kondisi hidup kita. Bahwa ada kebiasaan buruk yang harus dihancurkan. Karena jika kita yang tidak menghancurkannya, kelak kebiasaan buruk tersebut yang akan menghancurkan hidup kita.


Dan proses mengelola energi negatif itu, bukan proses instan. Kita perlu bersabar. Healing is not linear.


Terakhir, untuk siapapun yang sedang dalam fase healing, semoga Allah memudahkan prosesnya. Mari perbanyak senyum dan membangun mindset agar selalu bersyukur. Seperti yang tercermin dalam doa Nabi Ayyub 'alaihisalam, Rabbi innii massaniyadh dhur wa Anta Arhamurrahimin.


Allahua'lam.


***


PS: Oh ya, pengingat juga untukku. Tetaplah menulis, itu juga salah satu cara menyalurkan energi negatif. Seperti yang kau tulis di postingan ini:


"Semoga saat hatiku sakit, aku tak berhenti menulis. Tidak harus di sini. Boleh di secarik kertas, dengan tulisan tangan yang sulit dibaca bahkan oleh diri. Tidak mengapa. Karena Allah Maha Mengetahui apa yang ada di hatiku. He knows. But He still wants to hear our voice. Romantic, isn't it?

Tetaplah berdoa, dalam bisikan kecil. Dalam bahasa kalbu. Dalam tulisan-tulisanmu." -kirei


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.





Thursday, November 4, 2021

Kutipan Pendek dari Badaystorm

November 04, 2021 0 Comments

Bismillah.

#blogwalking


Nemu kutipan Buya Yahya, dalam postingan berbentuk puisi di blog badaystorm.wordpress.com.


Kalau kata Buya Hamka,

“Kalau kita mendiamkan perbuatan salah…

itu artinya cintaku tidak ikhlas.

Aku hanya mencintai diriku sendiri.”


***


Aku awal membaca tulisan-tulisan Dayu dari medium. Kemudian, saat ia mengucapkan selamat tinggal pada medium *entah apa alasannya, sudah lupa, dia menyertakan alamat blog wordpressnya. Dan karena aku memang suka baca tulisan-tulisannya, jadilah kumasukan link tersebut ke daftar bacaan blogku.


Udah sih, mau nulis itu aja. Aku... sementara sedang ingin banyakin kuantitas dulu. Sembari menyemangati diri agar nulis postingan yang bisa disetor ke 1m1c. hehe.


Selamat menikmati hari-hari penuh hujan. It's raining everyday here, in Purwokerto. *gak ada yang nanya haha


Anyway... Have a nice day and be happy^^ Barakallahu fiik.


Allahua'lam.

Greedy (?)

November 04, 2021 0 Comments

Bismillah.

#untukku

*warning* abstract


Sebenarnya aku tidak tahu persis kata apa yang cocok untuk melabeli hal ini. Diksi yang muncul hanya kata-kata negatif. Seolah mataku tertutup awan kelabu bermuatan elektron.


Rasanya ingin pergi jauh, menghindari sebisa mungkin interaksi dengan manusia lain. Karena rasanya, setiap interaksi hanya menimbulkan luka. Entah aku yang melukai orang lain, atau sebaliknya. Rasanya hanya ingin melakukan semuanya sendiri. Ini satu.


Lalu dalam konteks berbeda. Rasanya aku terlalu rakus pada hal yang salah. Padahal berulang diingatkan. Dunia cuma tempat sementara. Kau akan pulang ke akhirat. Jadi mengapa masih menghabiskan waktu untuk sesuatu yang bahkan nilainya tidak lebih berharga dari satu sayap nyamuk?


Allahua'lam.