Follow Me

Friday, July 28, 2023

Weekly Insight Surah Qaf by Ngafal Ngefeel

July 28, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* prolog panjang dulu, yang mau cek insightnya, boleh langsung scroll ke bawah

 

Berawal dari komunitas 90 Hari Bersama Al-Quran, komunitas yang aku gagal jadi peserta yang baik. Tapi lewat komunitas ini, aku jadi bisa daftar program Ngafal Ngefeel Surat Qaf. 


Tentang Ngafal Ngefeel


Sudah agak lama aku mengetahui program ini. Mungkin, sejak aku mengenal website inspiredbysiti.com. Pernah juga dapet info kalau beliau berkunjung ke Purwokerto, tapi qadarullah saat itu tidak bisa hadir.


Keinginan untuk daftar itu ada. Tapi aku benar-benar tidak tahu informasi, pun masih sibuk tenggelam dalam distraksi. Giliran udah tahu informasi, aku menabrak pagar. Ya, pagar usia hehe. Aku bukan termasuk range umur yang dicari sebagai peserta NN.


Tapi lewat komunitas 90HariBersamaAl-Quran, aku bisa tetap mendaftar meski usiaku diluar range, ada pengecualian untuk yang mendaftar melalui komunitas.


Saat itu ada 2 kelas yang dibuka, surat Luqman dan Qaf. Karena aku belum banyak tadabbur dan belajar banyak tentang surat Qaf, aku memilih surat Qaf. Mendaftar, sambil deg-degan, karena gatau bakal diterima atau gak. Alhamdulillah keterima. 30 hari, membaca insight, menghafal, menyetorkan hafalan. Insight harian berupa tulisan di share di grup WhatsApp, tidak boleh di share keluar. Tapi tiap pekan, ada infografis weekly insight yang boleh di share. Ini, yang mau aku share.


***


Pekan 1 - Ayat 7 (Bumi, yang di desain dengan begitu indah oleh Allah)

 


Pekan 2 - Ayat 18 (Pengingat agar lebih berhati-hati berbicara dan menulis)



Pekan 3 - Ayat 27 (Jangan tertipu dan lupa, bahwa setan dan bisikannya yang mengajak pada keburukan, adalah musuh, bukan teman)



Pekan 4 - Ayat 32 (Setelah semua kengerian gambaran hari berbangkit dan hari akhir membuat kita takut, surga Allah dekatkan, ayat ini.. tentang untuk siapa surga itu. Semoga Allah memudahkan kita menjadi bagian dari awwabun hafizh. Aamiin).



Sekian. Semoga bermanfaat.


Wallahua'lam.


***


PS: Curcol boleh ya? Sengaja dateng agenda offline sneak peak NN batch berikutnya, berharap bisa jadi peserta lagi, karena peserta offline gak dibatasi umurnya. Tapi qadarullah belum jodoh. Padahal penasaran, pengen menyelami insight dari surat Al Qamar. Anyway.. semoga meski bukan peserta bisa NN Al Qamar, bisa ikut SNN, atau dapet / baca insight weekly-nya.

Thursday, July 27, 2023

"Mengantri" Baca Novel Trilogi Negeri 5 Menara di iPusnas

July 27, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

sumber foto: pikiran rakyat.com

Sejak tahun lalu, aku mengantri membaca novel trilogi Negeri 5 Menara-nya A. Fuadi di iPusnas. Hingga sampai saat ini, belum juga selesai kubaca novel kedua dan ketiganya.

 

Pertama kali aku mencari keyword A. Fuadi, karena sedang ingin membaca novel islami. Aku ingat saat membaca Novel Negeri 5 Menara saat berlibur di Depok di rumah saudara. Setahuku, trilogi novel ini memang populer, dan sudah di film-kan. Tapi meski populer, aku masih belum membaca maupun menonton filmnya.


Seperti buku populer lain di iPusnas, jarang sekali untuk bisa meminjam. Harus mengantri. Dan aku, tidak terlalu suka dengan fasilitas button antri. Jadi kadang, kalau lagi ingin baca, aku coba cek ketersediaannya, kalau ada, aku pinjem. Kalau tidak ada, aku anggap memang belum rezekinya untuk baca.

 

***

 

Mei 2022, aku meminjam Rantau 1 Muara. Ini buku ke 3. Aku tahu agak meloncat dari buku. But it's okay. Dari 12 halaman pertama, aku mencatat kutipan ini..


"Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup itu kadang perlu beradu, bergejolak, bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang." - Kiai Rais

#daribuku *Rantau 1 Muara* - A. Fuadi, GPU


Rantau 1 Muara bercerita tentang Alif saat hendak mencari kerja. Bagaimana ia mulai membandingkan dirinya dengan teman lain. Bagaimana akhirnya ia memilih untuk mencari kerja di bidang menulis. Aku jadi sedikit tahu behind the scene dari pekerjaan seorang wartawan.


Masih di bulan yang sama, aku melihat novel yang kedua, Ranah 3 Warna bisa dipinjam. Akhirnya aku pinjam juga, dan memilih untuk fokus baca yang kedua dulu.


Seperti flashback, aku kini melihat kisah Alif setelah lulus dari Pesantren Pondok Madani. Bagaimana kesungguhannya belajar supaya bisa kuliah, belajar materi SMA yang diajarkan 3 tahun, dalam waktu yang lebih singkat, dan itu pun, belajar mandiri. Sungguh diperlukan kedisiplinan dan semangat yang kuat.


Kali ini, aku diingatkan tentang mimpi, dan semangat untuk meraihnya. Beberapa kutipan yang kudapatkan dari halaman-halaman awal novel...


"Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian

Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan." -Sayyid Ahmad Hasyimi

 

juga ini.

 

....kita tidak boleh meremehkan orang lain, bahkan tidak boleh meremehkan impian kita sendiri, setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha Mendengar.

#daribuku *Ranah 3 Warna* - A. Fuadi, GPU

 

***

 

Sudah setahun lebih, tapi belum juga aku selesai membaca keduanya. Sebenarnya alasan "mengantri" adalah excuse. Karena saat kita bisa meminjam, ada waktu beberapa hari, e-book tersebut di rak kita. Bisa, selesai dalam masa sekali pinjam. Karena aku pun pernah, dulu, menyelesaikan membaca buku dalam 1-3 hari. Balik lagi ke prioritas dan fokus.


Aku.. belum bisa membaca buku seperti dulu aku membaca buku saat di SMP atau SMA. Aku lebih sering memilih kegiatan lain, konten lain yang lebih menarik, ketimbang membaca. Itulah mengapa, aku masih butuh support system untuk membaca. Sekedar grup laporan. Atau bagus lagi, kalau tergabung di komunitas baca. Tapi dengan segala kekuranganku kini, aku masih ingin menjadikan membaca hobiku. Aku tahu, aku pernah 'jatuh cinta' dengan membaca. Dan bukan tidak mungkin, untuk menumbuhkan kecintaan itu lagi.


Juli 2023. Aku kini memasuki halaman ke 70-an di Novel Ranah 3 Warna. Sedikit mencicipi kisah awal mula Alif belajar menulis artikel. Membaca kisahnya, membuatku teringat masa lalu diri. Saat itu, aku magang di DPP Salman, dan bertemu Teh Tristi, dan ada mentor nulis lain. Aku masih menikmati membaca tulisan beliau di instagram @tristiul atau di Medium-nya (tristiul.medium.com), betapa mentor mempengaruhi kita. Aku belajar untuk menulis #nukilbuku juga karena ide dari beliau. Masih berusaha konsisten membagikan sedikit banyak dari apa-apa yang kubaca, meski aku belum menyelesaikan buku tersebut.

 

Untuk Rantau 1 Muara, aku baru masuk halaman 80-an. Seingatku terakhir bercerita tentang Alif yang bertemu perempuan dengan wajah familiar, namun saat itu ia belum berjodoh untuk bertukar sapa. Oh ya, salah satu yang membuat trilogi ini menarik menurutku, selain karena semangat awal yang bercerita tentang mimpi, adalah gaya kepenulisannya yang diselingi hal-hal lucu. Untukmu yang butuh rehat dari baca buku-buku "berat dan kaku", cocok lah. Rehat baca buku, dengan baca buku. Ini idealnya. Walaupun seringnya, kebalikannya. It's easier to scroll and watch videos rather than reading, isn't it?


Terakhir, untuk siapa pun yang sepertiku. Masih mencari-cari cara agar lebih sering membaca dan lebih menikmati membaca, jangan menyerah! Semoga Allah memudahkan kita untuk lebih banyak membaca. Coba gali ulang lagi niat membacamu. Semakin akarnya dalam tertanam, semakin kuat juga batangnya berdiri. Last question, buku apa yang ada di daftar antrianmu?

 

Wallahua'lam. 

 

***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Thursday, July 20, 2023

First Podcast Audio

July 20, 2023 0 Comments

Bismillah.

 


 

Kyaaa.... rasanya sesuatu, antara excited, dan perasaan lain yang gak bisa dideskripsikan.

 

Alhamdulillah. Tanpa panjang lebar, ini link rekaman podcast pertama dari betterword | kirei: 1st audio on spotify

Link google podcastnya nyusul ya, disuruh nunggu beberapa hari ceunah hehe. --Here the link, I recommend to use 1.2 speed while listening to 1st audio on google podcast

Doain ya, semoga cepet dapet partner yang mau diajak kolaborasi hehe. Kalau ada yang minat, segera dm instagran @betterword_kirei yaa.. Kalau yang udah save kontakku, langsung wa/kirim telegram aja.


***


Aku lupa persisnya tanggal berapa, atau karena alasan apa.

 

Tapi aku ingat beberapa hal yang akhirnya menguatkan keinginanku dan membuatku impulsif mulai merekam.


1. Tulisan "Butterfly, Bee, and Firefly"

 

Ini tulisan random padahal, beda sama rencana awalku, yang ingin podcast fungsinya mirip medium, ambil niche buku aja, yang jelas ada manfaatnya. Tulisan ini, aku baca karena tulisan "Comparison", tulisan yang aku bahas di post "Mimpi Bertemu Sahabat Lama"


Membaca tulisan tulisan di tahun 2018 ini, membuatku nostalgia, saat dulu aku banyak duduk dan menunggu, di tempat yang dekat dengan banyak pohon, membuatku banyak melihat alam. Agak beda, sama rutinitas hari ini. Meski sudah 5 tahun sejak tulisan ini di posting, aku masih bisa relate. Kenapa? Karena aku masih di Purwokerto. Aku masih bisa menikmati indahnya melihat pemandangan Gunung Slamet, setiap kali langit cerah, dan aku menghadap ke arah selatan. Aku juga masih menikmati indahnya langit Purwokerto, setiap kali berada di luar rumah. Itu perbedaan yang sampai saat ini masih kurasakan. Saat di kota yang lebih besar, aku tidak sesering itu melihat bintang di langit malam. Apalagi berjumpa kupu-kupu.


Jadi, kubacakan tulisan itu, sebagai tes record audio pertama betterword | kirei.


2. Akun Instagram Cuap-cuap Pagi (@cuapcuappagi)

 

Dua pekan kemarin, aku mendengarkan episode pertama dari podcast cuap-cuap pagi. Aku tahu podcast ini karena temenan sama yang punya. Jazakillah khairan Ruree.. Kenal sejak 2021, Ramadan atau akhir tahun, lupa persisnya, ketemu di Guidelight Project Batch 4. Sejak kenal Ruree.. banyak banget dapet manfaat dan pengaruh positif. Salah satunya ini, jadi gak cuma pengen aja buat podcast, tapi beneran coba praktekin.


3. A Vietnamese Friend on Slowly


I saw her profile on Slowly, and found many similar topic. I sent her letter, asking her recent favorite book and her hobby (June 30). Her name is Kim, she said she doesn't have time to read, so she talks more about her hobby. She likes making crochet, and edit image and video for her work.

From there, I talk about my hobby, which is writing, and also I tell her, I want to learn how to make podcast.

And you know what? She also have podcast! She use podbean. The main content of her podcast are thoughts on issues in life, develop yourself this or that. But unfortunately, it is it Vietnamese.


Ketiga hal tersebut memberikan aku dorongan untuk berani berhenti berangan-angan buat podcast, dan beneran mencoba membuat podcast. So here it is, dengan segala kekurangannya, my first audio podcast.


Oh ya, aku sebenarnya juga sempat buat script perkenalan podcast gitu. Tapi... mau rekam rasanya aneh, masih perlu diedit ulang. Ini sebenarnya yang buat aku gak segera upload meski udah direkam 15 Juli lalu. Tapi sekali lagi, atas izin Allah, aku kembali impulsif, dan memutuskan untuk posting audio tersebut, meski audio perkenalannya belum ada.


Next step, rekam audio perkenalan. Publish. 

Another next step, pilih tulisan berbahasa inggris, rekam, publish. [1]

 

Setelah itu... semoga diberanikan untuk share link. Minimal ke Ruree dan Kim.


Posting ke instagram? Pengen sih, cuplikan aja. Tapi sebelum itu... aku pengen nyelesaiin posting carousel dari satu buku lagi. Biar lengkap puzzle-nya. I mean, biar pas 9 postingan dengan satu template yang sama. Kalau misal ada yang baca sampai sini, mohon bantu doa ya. Semoga Allah memudahkan. Semoga aku tidak tenggelam dalam distraksi. Aamiin.


Sekian cerita behind the scene dari first podcast audio-ku. Terima kasih sudah membaca~ Have a nice day. It's a new year. 1445H. Semoga Allah menjadikan tahun ini tahun yang berkah dalam hidup kita. Aamiin.


Wallahua'lam.

Tuesday, July 18, 2023

Atau Hanya Sekedar Kata Kosong?

July 18, 2023 0 Comments
Bismillah.

 
***

Ahad 16 Agustus, seharusnya hadir di sebuah forum online. Karena kesalahanku sendiri, aku tidak hadir. Singkat cerita, setelah ditolak, saat meminta rekaman forum tersebut, aku diberi sebuah link instagram, yang menjelaskan kenapa aturan mainnya, link rekaman forum hanya untuk yang hadir.

Maka malam itu, untuk menghapus sedikit rasa sesal, aku menelusuri akun tersebut @nn_quranicpearls. Dan dari sekian post yang kubaca, ada satu yang ingin kusimpan. Semoga menjadi pengingat diri, agar setiap melihat pohon, aku tidak hanya melihat yang tersurat, tapi juga bertafakkur dan berdzikir dengan apa yang tersirat.
 
 
Wallahua'lam.

Saturday, July 15, 2023

Tentang Undangan dari Allah

July 15, 2023 0 Comments

Bismillah.

 


 

A shift mindset I got from last Ahad forum.


***


Dzulhijjah belum pergi, maka obrolan tentang haji hadir malam itu. Seorang teman membacakan keutamaan haji. Ia bercerita juga tentang orang yang niat hajinya kuat, kemudian dimudahkan Allah untuk berhaji. Ia menutup ceritanya dengan kesimpulan, ayo semangat jadi orang kaya biar bisa haji.


Aku menanggapi ringan, bahwa kesimpulannya agak belok dari apa yang ia ceritakan. Ia baru bercerita tentang kisah yang hikmahnya sebaliknya. Bahwa haji, meski membutuhkan uang yang besar, tapi tidak selalu seperti itu. Allah membuka pintu-pintu rahasia, yang bisa dilalui orang-orang benar-benar kuat niat dan azzamnya untuk berhaji.


Seorang senior kemudian menambahkan kesalahan persepsi, tentang orang yang minta didoakan semoga diundang Allah untuk berhaji. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya Allah sudah mengundang setiap mu'min untuk berhaji dan mengunjungi baitullah, memenuhi sunnah bapak para nabi, Ibrahim 'alaihi salam. Nah, undangannya kan udah ada tuh, PRnya tinggal bagaimana setiap orang berusaha untuk memenuhi undangan tersebut.


Ia menceritakan pentingnya untuk menabung sejak dini, entah untuk haji, atau minimal untuk umrah dulu. Juga cerita tentang orang yang mengalokasikan dana, untuk bersedekah, dengan niat agar Allah memberikan rezeki lebih supaya bisa haji. Termasuk cerita nyata, tentang seorang perempuan yang tulus mendengarkan dan berempati pada seseorang, dan lewat itu, ia "dihajikan" oleh yang merasa nyaman bercerita padanya.


Jujur, awalnya aku tersindir, karena pernah nitip doa supaya diundang juga untuk umrah/haji. Malu.. karena ternyata aku gak tahu, kalau "undangannya" udah kuterima. Ibarat udah terima undangan, dan undangannya terbuka lebar, waktunya sepanjang hidup. Nah tinggal giliran kita, mau gak buat rencana untuk memenuhi undangan tersebut?


Masih senior yang sama, yang hendak umrah 2 pekan lagi. Ia memberi contoh step untuk mewujudkan niat jadi langkah. Caranya dengan buat paspor, kan 5 atau 10 tahun ya berlakunya. Nah, dalam jangka waktu itu.. menabung dan bersedekahlah. Semoga cukup, untuk minimal umrah. Umrah pun, ia terangkan, tidak perlu melalui agen yang mahal, bahkan ada yang backpacking. Mendengar penjelasannya, imajinasiku berterbangan. Aku berharap, pengingat ini bukan sekedar menghadirkan angan, tapi benar-benar menjadi niat kuat, azzam, yang berbuah amal.


Semoga Allah memudahkan kita semua untuk memenuhi undangan-Nya. Aamiin.


Wallahua'alam.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

A30: Tunduk Tapi Ditinggikan

July 15, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

#menjadiarketipe #66haribacabuku

 

☑️ #DAY30-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Semakin bertambah tawadhu'nya maka semakin bertambah pula kebaikan, cahaya dan derajatnya. Tidaklah seseorang tawadhu' karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya. 


💡 Insight:

Belajarlah tawadhu, karena ujub dan sombong meracuni hati, mengubah diri menjadi rendah, seperti saat iblis terpuruk dikeluarkan dari surga. Belajarlah tawadhu, ingatlah, ada langit di atas langit. Ingatlah, apa yang kita miliki hanya air yang tersisa di jari yang dicelup ke lautan, nikmat dari pemilik dan penguasa samudra, yang ilmunya tidak kering, meski ditulis dengan tinta 7 samudra, dan pensil semua pohon.


وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَـٰمٌۭ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍۢ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَـٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surat Luqman (31) ayat 27]


***


Tambahan, agak nggak nyambung sama isi bukunya. Tapi pas nyalin ayatnya, aku dapet insight baru, kalau Allah bahkan memberitahu manusia, bahwa kita bisa membuat pensil dengan pohon.


Betapa pohon banyak bermanfaat untuk kita, pensil, kertas, alat yang memudahkan kita untuk menulis dan membaca. Pertanyaannya, sudahkah menulis dan membaca membuat kita semakin mengingat-Nya?


Semoga Allah memudahkan kita untuk menulis dan membaca, semoga Allah memudahkan kita untuk terus mengingat-Nya. Allahumma a-inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika. Aamiin.


Wallahua'lam.

 

***

 

Keterangan: Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku 

Thursday, July 13, 2023

Unsent Letter

July 13, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Hi R****m, I hope you're okay there.. I don't know why you deactivated your account. And I'm kinda overthinking about it. I know I can't send this letter. But let me just write it for me. Maybe.. maybe, though it's almost impossible, you'll find this and know, that it's from me, Blue.

 

*** 


An unpredictable weekend is good, better than a boring weekend. And I agree that managing our mental health should be our priority, especially if we know, we have some problem with it. Just don't feel ashamed to talk about it. It's important to accept and honest about it with yourself, and don't be afraid to be judge. Especially from me, we're just stranger. And for me, it is the easier thing to do, talk 'everything' about myself to a stranger. I think I also have write about it.. You can read it here: "Yang Lebih Sulit"


So you "read" Mark Manson book on podcast? I thought you read it in pages of books. Yeah, listening to audio book is easier sometimes. I just not familiar with podcast, don't install spotify app too.. that's why it's more comfortable to read. But I do ever listen to audio book of Habit, the translation one, on google podcast.


***


For blogs, my first motivation is I love writing, and it is the first platform I know since Junior High School. After some high and low.. a found a new motivation too.. I want to share goodness through word. I want to have place that I can express my mind, my feeling, also my experience. There's some days that I don't like writing, those days, I read other blog, blogwalking. In one phase of my life, writing become something that I need. That's why I keep writing. It's personal blog, don't have a niche. But if you're more interested reading a niche blog, you can read my Medium, I import mostly post about book from this blog.

 

***

 

What is posum? It's a new diction for me. I thought it was a kind of... I don't know, but when I googled it, I know I'm wrong. So you love to watch animal content? I watch some too.. The latest videos that I remember is about seal rescue.


***


For me, productivity is producing something that is meaningful and can benefit other. It's not about money. When I say, I feel like I'm not productive, it's because I consume so much content, without processing or producing anything. I have so many ideas of content I want to make, but for now, it's just day dream, why? Cause it's just on my head, and I don't really plan to execute it. It's easier to write about it, than to actually do it. I hope I'm not included as someone that Allah's hate. (QS Shaff: 2-3)


I think human will always struggle to become more productive. It's good when we acknowledge that we're not as productive as we could. But it's better, when that realization makes us move. It will not be an instant trip. It's a journey that we'll have to take. 

 

***


About your story, walking through social media to find "the one". I think I understand your point of view. It's natural. Especially you're on that age. I do have that phase too when I was young. But instead of focusing "who", and "how" we meet "the one". It's more important to focus on our growth and destination we want to reach in our life. Later, you'll meet many people that also have the same destination. And one of them maybe "the one" for you.


And this is not something I learn one time. I read a lot books about love, non-fiction, when I am in that phase. It boarden my perspective. And it make me less anxious.


So I agree... with your shift mindset. Instead of looking for "the one" in these type of social media. You should just look for a friend to talk and learn from each other, whether they're young or old, whether they're man or women, whether they're single or married.


***


Progress.. I still in a comfort zone where I write more in blogs. So my step progress will be finalizing the topic that I want to write in my draft. Selecting and sorting post from my blogs in that topic. Maybe contact an editor or mentor, or someone I trust, for a feedback. Send the draft to publisher. And look for alternative, like a self-publishing.


***


Word up, I just google that app. I think it's a good app. For english I actually need grammar correction. For vocab, I can just google translate it, if I can't find the english word from my brain. That's how I build up my vocab. I also know many new vocab from reading and watching content in english.


Writing in english is exhausting for me too. I need more effort. But strangely, I build a habit to always speak english in mind, and write in english if I speak about personal topic, something that I want to keep to myself.

 

Ah, I want to write in full Indonesia too actually. I kinda mix it in most of my blog post. A mentor once asking me, why you write in two language, when I show him my draft book some years ago, and it made me insecure. I know his concern. But I kinda conflicted how I want to write my draft. I mean, I read Rene Suhardono book (Your Journey to be #UltimateU2), and he use dual language too.. also write quotes in latin, I think.


***


Thank you for telling me about your existential crisis, it's not easy to tell someone about that kind of experience. And I might can't understand fully. But I know how hurt it is when we expect so much from people (especially the closest one to us), but they react differently. But as a third person, I can also imagine why your dad react that way. It's not that he's ashamed, he might just didn't know how to react. Father is always a father, they teach through tough love, they usually can't express well, compare to mother. 


Esential life is also a good dream. Building a good family especially, it's really important in this era, when the world told us to become so individualist. I've been taught and believe that to change the world, we need to change ourselves first, and then build a good family.

 

This "small dream" it might sound far away, for some people, but just don't give up on yourself. I suddenly remember how Ibrahim 'alaihi salam, expelled from his house, he's alone, but he pray not only for himself. He wants the goodness he knew, for the world too.. I think it's in Asy Syu'ara/Asy Syura.

 

***


Last, I hope you're now in a good condition. And surround yourself with good people. Have a good life, and always stay close to Allah. People and the world will always disappoint you. Allah won't.


--

Blue


Allahua'lam.


Tuesday, July 11, 2023

Mimpi Bertemu Sahabat Lama

July 11, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Beberapa hari yang lalu, sebuah bunga tidur melintasi hariku. Sebuah mimpi yang unik, aku sampai menuliskannya di aplikasi blogger di hp. Niatnya di posting di blog magicofrain. Tapi qadarullah, malah nulisnya di blog ini, di post pula. Alhamdulillah, waktu itu blog ini lagi di private*. Yang aku tulis waktu itu:


"Mimpi

Shalat idul adha di Jepang

Ketemu ama

Hmmm" - 11.07.23

Setelah mimpi itu, aku terpetik untuk mengetik nama Ama di instagram, follow akunnya, berharap bisa say hello. Entah sejak kapan, aku sering begitu, jika sewaktu-waktu mimpi tentang teman lama. Tak disangka ia memberi respon, follow balik kayanya. Segera aku dm, dan menyapanya, bertanya tentang domisilinya saat ini. Saat aku kirim dm, aku bahkan sudah lupa isi mimpiku, yang aku ingat, aku bermimpi tentangnya, dan aku bisa menerka kenapa bunga tidur itu mampir di hariku. Aku ingat sempat membaca tulisanku di blog ini, yang menyebutkan namanya, tulisan di tahun 2018 berjudul Comparison.


Dan tahu gak? Ia ternyata sekarang sedang kuliah di Hokkaido, Jepang. Aku waktu pertama baca jawabannya merasa kagum, tapi ya biasa saja. Aku belum membuat garis merah dengan mimpiku, sampai aku membuka blog ini lagi, setelah 5 hari ditutup sejenak. Coincidence? I think. Tapi aku percaya ada hikmah yang ingin Allah sampaikan. Entah sekedar pengingat, supaya aku menjalin silaturahim dengan Ama. Atau lebih. Yang jelas, kukirimkan link tulisan ke temanku, dan Alhamdulillah ia merasakan manfaat dari tulisanku di tahun 2018 itu.


***


Sekian tentang mimpi. Sekarang sedikit tentang tentangku dan sahabat lama, secara general. Sejak SMP, aku belajar lewat pengalaman pahit tentang betapa berharganya punya teman/sahabat yang tulus. Sejak itu, meski aku tetap luwes dan berteman dengan banyak orang, ada garis-garis virtual yang kubuat, sebelum aku memasukkan orang lain menjadi circle teman/sahabat. Aku tahu, aku tidak butuh banyak, tapi aku ingin menjaga sedikit dari banyak orang, yang aku merasa nyaman, dan merasakan ketulusan pertemanan dengan mereka.


Itulah mengapa, meski sekarang kehidupan aku dan teman-teman lamaku sudah berbeda. Dan meski sudah tidak bisa sering main dan mengobrol seperti dulu saat kami bertemu, aku suka menggunakan waktu-waktu unik untuk terhubung lagi dengan mereka. Entah karena mimpi, atau karena tiba-tiba teringat nama mereka. Itu caraku, untuk menjalin komunikasi, caraku menjaga persahabatan, yang saat ini memang tidak lagi seintens dulu interaksinya. Aku percaya, Allah "meletakkan" mereka di hidupku, karena mereka banyak memberikan pelajaran dan memori indah di hidupku. Aku berharap, jalinan pertemanan dan persahabatan yang tulus tersebut, tidak berhenti di dunia saja. Semoga kelak bisa bertemu lagi di Jannah-Nya. Aamiin.


Terakhir, ada seorang teteh, yang saat ini belum bisa kuhubungi. Aku berharap, suatu saat aku bisa terhubung lagi dan bertukar sapa, meski singkat dengannya. I hope her day filled with barakah. I heard she's Europe right now. I hope she surround herself with good people. I miss listening to her voice when she tells me all of the things that she want to talk. I wish, I could once listen to that voice again, sooner or later.


***


Beneran terakhir hehe... adakah diantara kamu yang pernah mimpi bertemu teman/sahabat lama? Siapa teman yang kamu pikirkan saat membaca frase sahabat lama? Ceritakan juga tentang sahabat lamamu.. I'm curious to know the story^^

See you~ Bye 5!


Wallahua'lam.

Wednesday, July 5, 2023

Menata Ulang Niat

July 05, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* izinkan aku mengabstrak, semoga bisa membantu menata ulang niat, yang koyak, bengkok, dan tidak layak dilihat. Semoga Allah mudahkan, karena sungguh hati itu lemah, begitu mudahnya berbolak-balik. Tapi menyerah, bukan pilihan kan? Karena kita bisa meminta tolong pada Yang Menguasai Hati.

 

***


Aku kehabisan energi untuk memberi, maka aku memilih untuk sembunyi, lari dari amanah yang sudah diberikan orang lain. Aku lupa, saat aku sembunyi dan lari, yang merugi adalah diri.


Aku pernah merasa terusir, merasa ditinggalkan, karena diminta fokus di satu tempat, dan meninggalkan tempat yang di sana aku merasakan manisnya kedisplinan membangun kebiasaan. Dan kini, aku melihat diriku menjadi penyebab kekacauan. Bagaimana dari hitungan dua puluhan, menjadi belasan, lalu jadi hitungan jari.


Aku masih heran, dan merasa aneh, mengapa tanpa aba-aba, tongkat itu diberikan padaku. Aku bahkan tidak tahu aku berada di perlombaan estafet. Awalnya aku menjalaninya saja, toh ini hanya masalah teknis. Aku sudah tahu aturannya, aku cuma perlu menggerakkan badanku menuju orang berikutnya. Tapi entah energiku sudah hampir habis, padahal belum juga kulihat punggung pemain selanjutnya. Aku.. harus bagaimana?


Aku ingat dulu, saat aku punya excuse, kendala teknis. Tapi kini, saat tidak ada excuse, mengapa terus ditunda, mengapa memilih untuk tidak muncul, padahal ingat. Kemana perginya, rasa terima kasih, yang katanya membuatmu bertahan, meski pernah merasa diusir? Hush... lagi-lagi aku menggunakan metafor hiperbol. Tidak ada yang diusir atau terusir. Aku... hanya merasa belum siap terpisah dan pergi. Aku tahu persis, kelemahanku. Maka saat kulihat kondisi saat ini. Saat aku memilih berhenti di track estafet, pura-pura lupa aku sedang ditunggu pemain selanjutnya... aku.. kesal! Pada diri!


Hei! Mungkin rasa terimakasih itu salah kau tujukan. Seharusnya bukan pada orang, atau organisasi, atau program. Seharusnya pada-Nya. Hei! Mungkin bukan energimu yang habis. Tapi amalmu yang mulai berasap, karena terbakar niat yang makin hari makin bengkok. So let's restart again. Kita selalu bisa memulai dari awal, dari memperbaiki yang ada dalam hati.


Allah memberikanmu ujian, kali ini ujian amanah, waktu luang, masa menunggu, dan banyak ujian lain, yang tidak perlu disebutkan satu per satu. Karena setiap manusia diuji masing-masing. Dan yang perlu disebut banyak-banyak adalah nikmat dari-Nya. Bukankah begitu?


Hm... Bismillah. Ayo lanjutkan, jika belum mampu berlari, berjalanlah terlebih dahulu. Di sana.. ada pemain lain yang menunggu tongkat di tanganmu. Dan kelak, kau akan sadar, bahwa bukan mereka yang membutuhkanmu berpartisipasi di estafet ini, tapi kamu, kamu yang sangat membutuhkan untuk bisa berada di sini, dengan segala kekurangan dan kelemahanmu.


Selamat menata ulang niat!



Tuesday, July 4, 2023

Deactivated

July 04, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Hello.. I'm Blue. It's my nickname on Slowly App. No, it's not account that is deactivated. It's someone else account.


***


2 Juli yang lalu, sebuah surat balasan masuk. Panjang dan banyak topiknya. Meski udah baca sampai selesai, aku tidak langsung membalasnya. Aku tipe yang butuh waktu buat mencerna dan memikirkan baiknya bales apa ya.. Makanya di profil slowly-ku, aku tulis reply time: within a week. Buat para introvert pasti paham ya, komunikasi dengan orang lain kan makan energi. Dan di hari-hari saat aku sedang low energinya, aku memilih untuk menyibukkan diriku dengan diriku dan dunia nyata aja. Bales surat-surat di slowly, nanti saja, saat aku udah full charge energinya. Saat aku sudah merasa siap pake jaket ekstrovert.


Pagi ini, aku siap bales tuh. Tapi tiba-tiba ada keterangan di profilnya, This account has been deactivated. You could remove ******

 

I immediately scream inside my head, "WHYY??"

 

I mean, I used two days to think what the best way to answer that long letter. Jarang-jarang kan ada yang menulis tulisan begitu panjang. Aku bahkan sempat mikir, apa baiknya aku membalas dalam bahasa indonesia, karena jawab dalam bahasa inggris butuh effort yang lebih besar.


But then, yasudahlah. Mungkin memang takdirnya begitu. Biarlah surat itu, jadi jendela ventilasi baginya yang mungkin sulit untuk membuka diri dan bercerita tentang dirinya dengan orang lain, jika bukan pakai nama anonym, dan dengan orang yang tidak dikenal.


***


Meski aku udah menerima fakta tentang akun yang deactive tersebut. Aku masih ingin membalas suratnya. Di sini. Tapi mungkin nanti ya di postingan yang lain. Kita lanjut ngobrolin tentang Slowly dulu aja.

 




Ternyata di Slowly kita bisa ngumpulin perangko digital juga. Sukaa deh. Aku inget pernah liat koleksi perangko Pakdhe-ku. Perangkoku di Slowly cuma 21. Oh ya, perangkonya dijual juga. Pakai coin gitu. Aku mah nyimpen yang gratisan aja. Ada juga perangko yang bentuknya achievement, ini yang bikin aku semangat buat kirim surat duluan. Ada target cari temen dari negara lain. Yang belum, dari Utara Amerika, Selatan Amerika, Oceania.


Bicara tentang surat dan perangko, aku juga kemarin sempat nemu komunital penpaling gitu. Yang penasaran bisa cek ig @penpaling.id, kalau di sana beneran serius bikin surat, trus amplopnya dihias-hias gitu, pake perangko asli. I love to write real letter, but only for my real friend. Gak kebayang effortnya harus nulis tangan buat orang yang belum kenal hehe. In this case, I prefer Slowly. Tapi kalau yang suka craft, bikin journal estetik, bagus juga buat dicoba.


Sekian cerita pengalaman pengguna Slowly newbie. Ada yang punya akun slowly juga? Boleh dong di share id-nya.. If anyone have a slowly account, feel free to share it in the comment, hopefully we can connect and have a great conversation. Bye..

 

Wallahua'lam.

#bacatulisanlama

July 04, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Sejak Mei 2019, twitter-ku mulai aktif lagi. Berawal dari gabung ke 1m1c (komunitas blog 1minggu1cerita), dan sistem tweet otomatisnya, membuatku rajin retweet kalau habis setoran di 1m1c. Lalu, pelan-pelan, aku share juga kalau habis import tulisan ke Medium. Lalu tiba-tiba, kepikiran buat jadiin twitter tempat share tulisanku dari blog. Karena sebelum itu, aku kalau nulis di blog ini, ya nulis aja, tapi jarang di share.

 

Lalu lahirlah hashtag #bacatulisan lama. Tiap kali buka blog, aku buka statistik, kemudian melihat daftar list tulisan yang dikunjungi orang lain/google. Dari situ, aku pilih judul-judul yang aku sendiri lupa isinya. Aku baca beberapa, trus kalau ada yang pengen aku share, aku share di twitter. Alhamdulillah, sejak itu, aku lebih aktif di twitter.

 

Twitter is such a comfy zone I think. Karena followerku sedikit, jadi nyaman aja share. Gak ada was-was atau takut gimana hehe. I don't know why, but sometimes, a part of me still afraid if what I write here read by many people.


***


Postingan ini, selain nulis tentang 'sejarah' kenapa aku pakai hashtag #bacatulisanlama, juga mau curcol. Kalau ada masa, saat nemu tulisan lama, yang jleb banget. Tapi gak mau share ke twitter. Salah satunya ini..


https://betterwordforlife.blogspot.com/2020/01/ekspektasi-dibalik-sebuah-tanya.html


*sengaja gak disambungin ke link, biar gak ada yang baca haha. Sebuah fiksi pendek yang dulu dibuat tapi lesson learnnya masih nancep banget di hati.


Let me just share quotes from that post,


betapa indah jika ayat yang kita baca, kita pelajari, bisa dengan mudah menjelma dalam amal. Tapi kenyataannya tidak semudah itu... Seperti ulat yang ingin segera bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dalam waktu semalam, ia hanya seekor ulat, masih ada banyak fase dan tantangan yang membentang untuk menjadi seindah kupu-kupu.

 

***

 

sumber: nasihatsahabat.com
sumber: nasihatsahabat.com


Terakhir, semoga istiqomah #bacatulisanlama, semoga apa-apa yang ditulis di sini, tidak cuma berhenti jadi tulisan, tapi juga tumbuh, kembang dan berbuah menjadi amal dan akhlak. Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqi. Aamiin.

Tidur?

July 04, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

#fiksi

 

"Tidur?" sebuah pesan masuk ke notifikasi, tanpa nada, tanpa getar. Baru beberapa detik, tapi ia melihat bahwa orang di sebelah sana sudah membaca pesannya.


Pertanyaan itu dijawab dengan sebuah stiker panda dengan huruf tiga z, muncul dan hilang di atas kepala panda.


Si penerima stiker menyangka bahwa yang ingin dijak ngobrol sedang mengantuk. Maka ia mengakhiri percakapan sebelum memulainya, dengan ucapan selamat tidur, yang dengan cepat pula disambut centang dua berwarna biru.


Ia kemudian scrolling dan menimbang beberapa nama lain, yang barangkali juga sedang tidak bisa tidur, dan mau diajak ngobrol. Tapi usahanya terhenti, saat sebuah pesan masuk lagi, dari si pengirim stiker panda tadi.

 

"Can't sleep, cause I hate to know that I'm sleeping too much."


Selain kalimat itu, terlihat juga notifikasi bahwa di sana, ia masih mengetik. Jarang-jarang. Biasanya ia lebih sering membalas percakapan dengan stiker, stiker dan stiker. Biasanya yang banyak menulis dan benarasi adalah pihak yang lain. Tapi malam ini, mungkin memang berbeda.


"I'm all ears"


Jawabnya, saat notifikasi mengetik muncul dan hilang tanpa jejak. Ditunggunya sekitar 5 menit, sembari ia mengambil air putih. Tapi belum ada tambahan kalimat, kata atau stiker.


"Hari ini udah tidur berapa jam emang? 8? 12?"


Pintunya memang sulit dibuka, seolah engselnya ada yang rusak. Perlu sedikit usaha, agar ia terbuka. Dan baginya, tidak ada yang salah bertanya terlebih dahulu. Ia terbiasa dan ringan, inilah keuntungan seorang extrovert.


"Not physically sleeping. I mean... I dive and sleep inside musics, novels, movies, series, and even games. I need to wake up"


"Tidur dengan urusan dunia?"


"Kind of"


"So what's next?"

 

Dan percakapan terhenti, tanpa jawaban.

 

The End.

 

***

 

PS: Sebuah fiksi, pengingat untuk diri agar segera berlari ke Allah dari distraksi yang ada. Ayo jangan tenggelam dengan urusan dunia! Semangaat. Butuh usaha dan banyak doa. Semoga Allah memudahkan. Aamiin.