Follow Me

Wednesday, June 28, 2017

Buku Kenangan, La Tansa Male Cafe

June 28, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku

Serial Buku Kenangan, mengenang buku yang dulu pernah di baca. Berawal dari tugas dari Kompilasi, lalu jadi terinspirasi ditulis di blog. Alhamdulillah sudah ada beberapa tulisan, mangga kalau ada yang mau baca, tapi jangan protes kalau ga banyak review malah banyak curhat hehe : Bundel Majalah Bobo, Serial Nomik Catatan Harian Olin, Jangan Jadi Bebek 1&2, Jalan Cinta Para Pejuang & Dalam Dekapan Ukhuwah.

Kali ini, buku kenangan judulnya La Tansa Male Cafe, restoran khusus laki-laki. Ada dua serial, yang kedua judulnya Parcel Mini. Novel yang ditulis Nurul F. Huda ini bercerita tentang lima sekawan, mahasiswa yang belajar bisnis kecil lewat buat kafe. Ada banyak konflik di dalamnya, tentunya.. yang aku sudah tidak terlalu ingat. Tapi kalau yang serial kedua masih keingat, dikit-dikit.

Dari novel ini.. aku sedikit mengenal tentang bagaimana interaksi perempuan dan laki-laki menurut islam, belajar persahabatan juga dari buku. Oh ya, yang unik dari novel ini.. di depan ada pengenalan tokohnya, iya bukan ya? Tapi seingatku ada, ilustrasi, serta pengenalan tokoh.

Novel tersebut diterbitkan oleh Gema Insani, saat SMP dulu.. itu penerbit favoritku, karena dari sana.. banyak buku bagus-bagus, selain DAR! Mizan. Selain menulis novel La Tansa, Nurul F. Huda juga menulis serial novel double F, cerita detektif muslim. Ini juga saya sudah pernah baca, meski cuma satu seri saja, yang tentang misteri rumah loji. Kalau novel La Tansa tentang mahasiswa, serial detektif Double F tentang siswa SMA. Harusnya baca ini lebih nyambung ya untuk usia saya SMP dulu, tapi karena stok serial ini di perpus SMP terbatas, jadi ga banyak baca.

Oh ya, mengingat buku ini otomatis juga mengingatkanku akan buku bacaan yang ngehip saat saya SMP dulu. Teenlit. Teenlit terbitan Gramedia Pustaka, laris deh, baik yang penulisnya orang Indonesia maupun yang terjemahan dari penulis luar negri. Mengingat itu.. aku jadi teringat sebuah quotes, kalau kita tidak bisa mengelak, bahwa apa yang kita tonton, apa yang kita baca mempengaruhi kita.

Yang suka baca teenlit, mayoritas jadi terpengaruh dan punya khayalan cinta monyet yang ingin ia rasakan di masa sekolah, apalagi kalau ditambah rajin nonton sinetron hehe. Aku juga dulu baca teenlit sih wkwk, tapi karena diimbangi bacaan bergizi juga, aku yang sudah mumayiz jadi berpikir dan mencari tahu mana yang baik untuk diri. Alhamdulillah teman-teman yang sering main bareng juga bukan tipe yang suka pacaran, jadi terjaga masa-masa remaja itu. Ah.. jadi kangen Nisa, Ama, Uzi, Imel, Anis, dkk.
 Mengenang buku yang satu ini jadi menambah keinginanku, ingin ngoleksi buku yang bagus-bagus untuk anak-anak. Ditambah lagi, kemarin-kemarin saya suka baca pohon bacaan Teh Elma dan anak-anaknya, Hehe.

Disudahi saja ya, daripada banyak ngelanturnya. Yang sedang balik mudik, selamat menikmati perjalanan, banyakin dzikir dan doa. Katanya malem ini puncaknya ya? Yang sabar. hehe. Ngomong sama siapa bell? Ya.. barangkali ada pembaca yang sedang jadi bagian puncak arus balik.

Sekian, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan buku kenangan berikutnya~

Allahua'lam.

Berlian Pertama, Mutiara Ketiga

June 28, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku

Tulisan dibawah ini disadur atau dikutip dari buku Menjadi Wanita Paling Bahagia, Dr. 'Aidh al-Qarni. Setiap Bab-nya diberi nama macam-macam perhiasan, mungkin karena wanita fitrahnya suka perhiasan ya hehe. Dikutip dari Bab Berlian bagian pertama, dan Mutiara bagian ketiga.

***

Ingatlah Saat Airmata Berlinang dan Hatimu Terluka

Seorang sastrawan berkata, "Bila engkau menuntut waktu untuk memenuhi segala keinginan dan seleramu, atau engkau tidak menginginkan sesuatu kecuali yang engkau sukai, maka bersiap-siaplah untuk terjatuh ke dalam lembah kesedihan. Sebab, engkau pasti akan merintih ketika kehilangan apa yang engkau impikan dan tidak memperoleh apa yang engkau dambakan."

Namun, bila engkau sudah sadar bahwa hari-harimu itu suka mengambil dan menolak, memberi dan menahan, dan mereka tak pernah lupa dengan segala hal yang pernah mereka berikan hingga mereka mengambilnya kembali, maka ringankanlah kesedihanmu! Itulah watak dan dinamika hari-hari bagi anak Adam; baik yang tinggal di istana atau yang tidur di gubuk derita, yang berjalan dengan sandal atau mereka yang berjalan tanpa alas di muka bumi ini. Janganlah engkau menangis berlebih-lebihan dan usaplah airmatamu. Engkau bukanlah wanita pertama yang menderita karena diterjang anak panah zaman. Bahkan, deritamu juga bukan yang pertama menghiasi halaman koran-koran kesedihan dan bencana.

Pencerahan: Berhentilah memikirkan dosa dan pikirkanlah hal-hal baik yang akan engkau perbuat untuk menggantikannya.
***

Yang mutiara ketiga, izinkan aku mengutip sebagiannya saja. Sebenarnya yang membuatku berhenti dan membaca buku ini, bukan berlian pertama, tapi satu kalimat sederhana sebelum judul dan isi di mutiara ketiga.

pearl
 Allah telah memaafkan apa yang telah berlalu
....
Pencerahan: Berbahagialah sekarang juga, dan jangan menundanya besok!
Allahua'lam.

Tuesday, June 27, 2017

Jalan-jalan Blog

June 27, 2017 0 Comments
Bismillah.
#blogwalking
Hanya ingin mengutip beberapa tulisan dari blog lain yang aku rasa bermanfaat untukku.

***

Tentang Ruh, Syakilah, dan Tugas Kehidupan Kita - Teh Elma Fitria
Semoga Ramadhan ini kembali mengingatkan kita bahwa : pertama, hakikat dan nilai diri kita adalah pada ruh kita, bukan tubuh, pikiran, apalagi harta benda kepemilikan kita, dan kedua, sesungguhnya kita hadir di dunia ini sebagai ruh, yang kelak akan kembali kepada Allah juga sebagai ruh.

Pada saat itu, kita akan kembali dalam keadaan diridhoi Allah karena telah menunaikan tugas kehadiran di dunia ini, atau dalam keadaan tidak diridhoiNya tersebab mengabaikan tugas tersebut.

Oleh karena itu, mari kita ingat kembali bahwa Allah telah menetapkan dua tugas penciptaan manusia yaitu beribadah kepadaNya dan menjadi khalifahNya di muka bumi ini.

Dengan beribadah kita memelihara dan menjaga ruh (senantiasa sadar akan fitrahnya sebagai makhluk Allah, terjaga sifatnya yang suci dalam kecenderungan pada ketaatan, penghambaan diri, pada kebaikan, amal shaleh dan ketakwaan). Ruh yang terjaga itu akan mampu mengekspresikan potensi unik yang terkandung pada bentuk, karakteristik, atau syakilahnya dalam peran-peran kekhalifahan di tengah-tengah manusia dan alam raya ini.
Tentang Photographer's Best Friend - Doug Hickok
Backlighting may be a photographer's best friend,
especially the way it can transform and highlight a subject,
such as this overhanging branch at Charles Towne Landing. 
Tentang Kemenangan - Choqi Isyraqi
Selepas Ramadhan, kita punya waktu selama 11 bulan untuk menunjukkan bahwa kita berhasil memenangkan Ramadhan kali ini.

Kita sudah berhasil puasa sebulan penuh setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita berpuasa 2 hari sekali (puasa daud), atau minimal 2 kali seminggu (puasa senin kamis)?

Kita sudah berhasil bangun untuk sahur setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita bangun pagi untuk tahajjud?

Kita sudah berhasil salat sunnah tarawih setiap hari, sekarang kita buktikan, bisakah kita salat sunnah lainnya seperti rawatib misalnya?

Kita sudah berhasil membaca qur’an lebih banyak dari biasanya, sekarang kita buktikan, bisakah kita meningkatkan tadarus kita?

Kita sudah berhasil meningkatkan ibadah kita, sekarang kita buktikan, bisakah kita istiqomah dalam ibadah kita?
***

Pertama, diingatkan lagi, untuk memelihara ruh, diingatkan lagi tentang tujuan beribadah dan menjadi khalifah. Diingatkan lagi untuk lebih mengenal syakilah ruh diri.

Yang kedua, awalnya ngeliat foto kubah masjid di Abu Dhabi, trus liat related post-nya. Mampirlah di sana. Unik sih.. soalnya biasanya kalau orang biasa, sering menghindari backlighting, tapi kalau fotografer, justru bisa jadi teman baik ceunah hehe.

Yang ketiga, diingatkan chechlist yang harus dilakukan pasca Ramadhan. Semoga kita benar-benar termasuk orang yang menang dan berhak menikmati hari kemenangan 1 Syawal kemarin.

Sudah ya, tiga saja. Biar tidak kepanjangan. Baca lengkapnya di link-link di atas ya.

Allahua'lam.

Hari Terakhir Tulisan Susulan

June 27, 2017 0 Comments
Bismillah.
#random

Hari ini, hari terakhir tulisan susulan untuk yang belum lengkap challange menulis Ramadhan kemarin. Aku kurang dua hari padahal.. siapa yang tanya bell? Hehe.

pencil and sharpener
Rasanya kelu.. jemari untuk menulis. Padahal ada banyak hal yang bisa dituangkan dalam tulisan. Tentang obrolan dengan Ayah di awal hari terakhir Ramadhan. Tapi rasanya.. entah jemari yang enggan bergerak, atau diri yang tidak ingin mendekat ke laptop, atau.. rasa takut dalam hati. Takut tulisan sekedar tulisan.

***

Hari ini, dari pada memenuhi dua tulisan yang kurang. Izinkan aku berceloteh random, sekedar melemaskan lagi otot jemari dan otak yang kaku. Padahal baru vakum 5 hari menulis. Izinkan aku lewat tulisan ini, meminta maaf kepada pembaca. Barangkali banyak salah yang kutulis, banyak tulisan yang melukai. Maaf..

Selamat memasuki bulan Syawal, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima. Semoga kita termasuk yang diberikan rahmat dan maghfirahNya, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi. Selamat melaksanakan amal ibadah yang hanya bisa dilaksanakan di bulan Syawal. Yang berhutang puasa, jika sempat lunasi dulu, baru kemudian puasa syawal. Ah.. ini bicara tentang fiqh ya? Silahkan cari sumber yang lebih terpercaya ya tentang ini.

***

Sore ini hujan membasahi kota Purwokerto, aku teringat adikku yang pergi menjemput Ibu dan lupa tidak membawa jas hujan. Sore ini suara hujan ditemani suara derung mobil dan motor yang lalu lalang, mungkin mereka termasuk arus balik mudik. Hujan sore ini.. mari banyak-banyak doa, bukan sekedar doa untukmu, tapi juga untuk orang-orang yang kau sayangi, yang dekat di mata, juga yang dekat di hati. Teringat anak-anak kecil di negeri lain, apa kabar Ramadhan mereka kemarin di Palestina, Suriah? Bagaimana kondisi hari raya idul fitri di sana?

Bicara tentang doa, aku teringat serial resume Month of Forgiveness yang belum selesai. Tinggal bagian akhir padahal. Fal yastajibuli.. wal yu'minu bi.. Penjelasan dua frase itu. Nantikan ditulisan bagian akhirnya ya. Mungkin tidak hari ini, tapi doakan segera hehe. Aamiin.

***

Semoga belum terlambat. Taqabbalallahu minna wa minkum. Ied Mubarak.. Selamat melanjutkan hidup dengan niat yang baru, dengan hati yang lebih bersih dan dengan keimanan yang lebih mengakar lagi. Selamat melanjutkan kemesraan dengan Al Quran seperti saat Ramadhan kemarin. Doakan yang menulis juga ya.. Terima kasih.

Allahua'lam.

Wednesday, June 21, 2017

Masih Ada Tiga Hari

June 21, 2017 0 Comments
Bismillah.
#fiksi
30 Mei 2017 | Bismillah. Teteh.. apa kabar? Lama banget ga bersua hehe.. Selamat ramadhan teteh~ Oh ya, yang target lebaran harus bisa selesai X juz, aku masih berusaha teh. Tapi surat Y belum selesai-selesai... hehe. Bantu doain ya teh semoga aku semangat sampai akhir Ramadhan nambah hafalan hehe.

21 Juni 2017 | Iya Nay... masih ada tiga hari.. sekarang udah dimana dan gimana?
Nayla tersenyum membaca jawaban teteh yang selama hampir 3 tahun menemani perjalanannya menghafal Quran. Naik-turun, hafal-dilupakan lagi, muncul-menghilangnya Nayla dari halaqah Quran. Sebenarnya kalau boleh, Nayla ingin tutup wajah, sembunyi, malu karena banyak yang lebih muda dari Nayla di halaqah Quran, tapi setoran ke Teh Dea lebih rajin, hafalannya lebih banyak, murajaahnya juga. Tapi... kalau ingat orangtua, Nayla jadi semangat lagi.

'Mungkin Nayla ga bisa kasih banyak hal ke orang tua, ga bisa jadi anak kebanggaan orangtua seperti kakak atau adik Nayla.. tapi, Nayla ingin berusaha menghafal Quran untuk orangtua Nayla. Harus semangat!'

Pesan Nayla memang baru dijawab 20 hari kemudian, tapi pesan itu.. benar-benar berarti untuk Nayla yang belakangan ini terkena flu pesimis. Teh Dea seolah mengingatkan Nayla untuk selalu optimis. Sekarang... Ramadhan akan segera berakhir, tapi kita tetap harus optimis mengerjakan target Ramadhan yang bolong-bolong.. Tiga hari, yang diimbuhi kata "masih". Bukan "tinggal tiga hari" tapi "masih tiga hari".

The End.
 
***
Semoga bermanfaat.. terutama untuk diri.

Allahua'lam.
#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Sunday, June 18, 2017

Seputar Bayi Baru Lahir

June 18, 2017 0 Comments
Bismillah.
#blogwalking

Memutuskan mengutip dan dijadikan tulisan blogwalking, karena tiba-tiba kangen sama Tsabita yang udah masuk bulan ke enam usianya. Salam rindu (:

***
Bedong itu memang bermanfaat, utamanya untuk membuat hangat, tapi bisa jadi overheating juga kalau terlalu lama atau salah pemakaiannya. Bedong juga bisa membuat bayi tidur lebih lama, mengurangi stress pada bayi, dan membantu regulasi gerakan motorik. Tapi, di sisi yang lain, bedong juga bisa menyebabkan hyp dysplasia atau perkembangan tidak normal dari persendian pangkal paha, bahkan dapat mengakibatkan terlepasnya tulang paha dari asetabulum tulang panggul (pelvis). Efek negatif yang lain yaitu, jika bayi ditidurkan telungkup dengan dibedong, dapat menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Untuk SIDS ini akan saya masukkan di penjelasan nomor 4. Efek lain bedong yaitu dapat meningkatkan resiko infeksi pernapasan jika terlalu kencang menggunakannya. Hasil penelitian di China dan Turki menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan bedong memiliki resiko terkena infeksi pernapasan 4x lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Efek terakhir, yaitu jika bayi baru lahir langsung dibedong, dalam beberapa situasi dapat menyebabkan keterlambatan penambahan berat badan pada bayi.
Terus gimana dunk? Pertama, kalau mau membedong bayi, jangan diikat kencang-kencang atau kaki si bayi jangan dilurus-luruskan. Saat ini sudah ada bedong longgar dipasaran, itu lhoo yang pake resleting dan memang longgar. Kedua, membedong boleh saja, tapi jangan juga setiap saat dibedong anaknya, karena anak itu butuh banyak bergerak untuk melatih gerak motoriknya. Jadi, kalau saya dulu di UK, kebanyakan si kecil memang tidak dibedong, dalam beberapa kondisi aja, tapi kebanyakan memang tidak.
- Dewi Nur Aisyah, dalam tulisannya Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahiran di Inggris
....
Yang pertama, anak bayi usia kurang dari 6 bulan, sangat tidak disarankan untuk terkena matahari langsung, yang paling baik adalah dengan terkena matahari yang masuk dari jendela (jadi sinar matahari tidak langsung). Lama menjemur juga bukan 30-60 menit apalagi lebih, tapi cukup 5-15 menit setiap harinya, ga setiap hari juga gpp. Gimana kami yang si kecil  lahir di musim salju? Masa harus dijemur diluar? Hehe… Jadi sebenarnya cukup dengan matahari yang masuk dari jendela, itu pun ga perlu dibuka semua bajunya gpp. Menggunakan baju juga gpp, dan jangan menggunakan topi. Yang perlu diingat lagi, dijemurnya bukan saat matahari jam 11.00-15.00 ya, karena itu adalah harmful sun alias matahari yang berbahaya.
- Dewi Nur Aisyah, dalam tulisannya Mitos Seputar Bayi Baru Lahir: Catatan Melahiran di Inggris
 ***

Baca selengkapnya di link tersebut ya. No other comment in syaa Allah. Semoga bermanfaat.

Allahua'lam.

Tidak Ingin Bertemu

June 18, 2017 0 Comments
Bismillah.
#hikmah
-Musahabah Diri-

Setelah libur nulis, hehe, bandel, hari ini.. ada satu kejadian yang membuatku bisa mengambil hikmah dan ingin menuliskannya.

***


"Assalamu'alaikum," kudengar suara khasnya dari ujung telepon.
"Wa'alaykumussalam warahmatullah. Nida di kosan?" tanyaku.
"Ini siapa ya?" tanyanya. Aku baru teringat, kalau aku menelpon Nida menggunakan nomer internet. 
"Atika," jawabku. Aku berjalan mencari tempat yang lebih sepi, takut menganggu jamaah lain yang sedang fokus tilawah/mendengarkan ceramah.
"Aku boleh ke kosanmu?" tanya ku.
"Kenapa emang Ka?"
"Pengen ngobrol aja, boleh ya?" hening sejenak. Kami sama-sama hening.
"Aku.. masih banyak kerjaan Ka, belum bisa kayanya."
"Nida nggak apa-apa? Aku khawatir..."

***

Pernah ga kalian ngerasain khawatir? Ingin bertemu orang tersebut, sekedar melihat wajahnya, bertukar satu dua kalimat, sekedar ingin berada di sampingnya secara fisik, syukur-syukur bisa membantunya. Tapi sayangnya... orang tersebut menolakmu, katanya ia belum ingin bertemu siapa pun. Jujur ada perasaan sedih saat seseorang yang kita khawatirkan itu, tidak ingin bertemu. Ya, ia menolak untuk sekedar bertemu dengan kita.

Satu kejadian itu somehow membuatku berfikir dalam case lain. Bayangkan Allah, dan hambaNya. Kita... ada masalah nih, ada yang mengganggu pikiran kita, kita sedih, atau kita kesulitan. Saat itu.. Allah mungkin ingin menyadarkan kita, mendekatlah padaKu, berdoa padaKu, minta bantuanKu, bersandarlah padaKu. Tapi kita? Kita justru memilih menjauh dariNya, kita menolak bertemu denganNya, shalat kita terbengkalai, puasa kita, quran tidak disentuh, kita justru menjauh, menolak untuk bertemu.

Padahal Allah ingin membantu kita. Padahal Allah hanya ingin melihat kita ruku' dan sujud kepadaNya. Padahal Allah ingin mendengar curahan hati kita. Padahal..... TT Tapi kita justru menjauh, mencari tempat bergantung yang lain, atau begitu sombong untuk sekedar berdoa kepada Allah TT. Lupa... lupa kalau kita hamba Allah, yang lemah. Lupa... kalau tidak ada tempat lain untuk kembali selain Allah. Lupa.. kalau tidak ada yang bisa jadi tempat bergantung kecuali Allah.

Kita mungkin pernah menolak untuk bertemu dengan Allah. Menolak untuk bertemu Yang Maha Mengurus kita, dan Maha Lembut. Tapi semoga, masa itu tidak lama. Semoga Allah kirimkan teman shalih, atau buku, atau ilham untuk mengingatkan kita lagi. Bahwa menjauhnya kita dari Allah tidak akan pernah mengurangi kesedihan, memudahkan kesulitan, apalagi menyelesaikan masalah. Semoga kita diingatkan bahwa kita cuma perlu mendekat padaNya lagi, bertemu denganNya, curhat padaNya, meminta tolong padaNya, minta ampun padaNya. Seperti itu 'saja'.

Seperti Nabi Yunus 'alaihi salam, yang dalam kegelapan di dalam kegelapan. Terperangkap, tidak tahu jalan keluar. Tapi doanya... La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. Doa tauhid dan mohon ampun, dijawab dengan cara yang tidak pernah ia pikirkan. Keluar dari perut ikan paus, tanaman yang dimakan mengembalikan energi, dan kaumnya yang sudah beriman. Maa syaa Allah. (':

***


positive meets negative = negative. pingin ketemu, tapi gak seorangpun. kaidah bhs inggris. di bahasa indonesia ga bisa di pakai. ini caption apa?? wkwkwk
Aku masih duduk di sana, terpaku mengingat percakapan singkatku dengan Nida via telepon. Masih ingat betapa sering kami terdiam, bingung mau bicara apa lagi. Ucapan terimakasih Nida, ucapan 'aku nggak apa-apa' Nida, ucapan Nida tidak ingin bertemu siapa pun saat ini, ucapan.....

Saat itu.. meski tidak tahu harus bicara apa, sesungguhnya aku masih ingin mendengar suara Nida, sekedar ingin tahu.. apakah ia benar-benar baik-baik saja. Tapi Nida tidak nyaman, bahkan segera memilih mengakhiri percakapannya.

"Udah ya Ka, aku tutup ya.. Assalamu'alaikum."

Bahkan sebelum aku selesai menjawab salamnya, terdengar suara bahwa telepon sudah terputus. Kalau begini... tidak ada yang bisa aku lakukan selain berdoa bukan?

"Allah.. lindungi Nida, jaga hatinya yang rapuh, jangan biarkan ia larut dalam kesedihan" ucapku dalam hati, kemudian berjalan bergegas ke shaf, karena tarawih sudah dimulai.

***

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

PS: Italic = fiksi

Friday, June 16, 2017

Quotes Tentang Istighfar

June 16, 2017 0 Comments
Bismillah.
#quotes

doa Nabi Yunus 'alaihi salam
Al Hasan berkata, "Sering-seringlah memohon ampun di rumah, meja makan, jalan-jalan, pasar, majelis, dan dimana pun kalian berada. Sebab kalian tidak tahu kapan ampunan itu diturunkan."

Qatadah berkata, "Sungguh, Al Quran ini menunjukkan kepada kalian penyakit kalian berikut obatnya. Penyakit kalian adalah dosa dan obatnya adalah istighfar."

Iblis -laqnatullah- berkata, "Aku hancurkan anak cucu Adam dengan dosa, dan mereka menghancurkanku dengan ucapan la illaha illallah dan istighfar."

Semua kutipan diatas sumbernya dari bukunya Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi, "Amalan Penghilang Susah (:", Bab Istighfar.

Allahua'lam.

#InspirasiRamadhan #Challange #Aksara

Tentang Ujian dan Bencana di Dunia

June 16, 2017 0 Comments
Bismillah.
#buku
-Muhasabah Diri-

Disadur dari buku Amalan Penghilang Susah (:, Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi.

 *Semoga ga ada yang protes, karena saya belum selesai-selesai baca buku ini hehe.

***
Bencana yang menimpa kehidupan seorang muslim -dengan segala bentuknya- pasti ada manfaatnya meskipun keberadaan bencana tersebut dibenci. Akan tetapi, ternyata dengan bencana itu Allah menghapus kesalahan seorang hamba dan mengangkat derajatnya. Selain itu, bencana juga kerap kali membuat seorang yang ditimpa musibah bertobat. Sehingga ia mau kembali kepada Allah dan tersungkur di hadapan kehariban-Nya. Dan hal ini lebih Allah cintai daripada ibadah lain.
***

Bentuk-bentuk ujian di dunia:

1. Ujian Kesusahan

Diantaranya (a) meninggalnya orang-orang tercinta, (b) cacat bagian tubuhnya (c) penyakit, ketakutan, kelaparan, rezeki yang sempit (d) ujian agama (e) perbuatan buruk/maksiat.

Keterangan di buku, ujian agama adalah ujian terberat. Karena ketika seseorang diuji dengan hal-hal dunia, harta, tahta, manusia, sesungguhnya Allah terlah menyiapkan pengganti yang lebih baik. Tetapi mereka yang diuji agamanya, tidak ada yang bisa menggantikannya.

Mungkin itulah mengapa, sejauh apapun kita dengan Allah, sebanyak apa pun dosa kita, masih ada yang bisa kita syukuri selama kita masih islam dan memiliki iman.

Lanjut, masih keterangan dari ujian (e), orang-orang yang diuji dengan perbuatan buruk/maksiat, maksudnya untuk menguji kebenaran imannya.
Ibnul Qayyim rahimahullah menunjukkan buah dari ujian ini dalam perkataannya, "Sekiranya tobat bukanlah suatu perkara yang paling Allah cintai, tentu manusia paling mulia tidak akan diuji dengan dosa yang dilakukannya. Tobat adalah puncak kesempurnaan anak Adam. Dan dengannya (iman) nenek moyang kita, Adam 'alaihi salam sempurna." - Miftahu Daris Sa'adah, Ibnul Qayyim, I/286

2. Ujian Kenikmatan

Diantaranya (a) kekayaan dan kelapangan, (b) perhiasan dan kesenangan dunia (c) cinta kekuasaan dan kedudukan (d) ketaatan

Contoh ujian kenikmatan ketaatan adalah ketika Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya (Ismail) kemudian diganti dengan domba.
Ujian kesenangan termasuk yang paling berat. Sebab, bersabar lebih mudah daripada bersyukur.
 ....
Umar bin Khattab, "Saat diuji dengan kesengsaraan, kami bisa bersabar. Tapi, saat diuji dengan kesenangan kami tidak bisa bersyukur"
***
Sesuatu yang ditakdirkan akan mengenaimu, tidak mungkin meleset. Dan sesuatu yang ditakdirkan meleset tidak akan mungkin mengenaimu. (Tinta) pena yang menulis segala yang akan kau temui telah mengering, dan tidak ada tipu daya dalam ketentuan takdirmu. Bencana dapat mendekatkanmu kepada Allah, mengajarkanmu untuk beroda, dan menghilangkan rasa takabbur, ujub serta bangga terhadap diri sendiri.
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa engkau bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian/bencana. Sebab, tidak ada seorang pun yang tidak pernah merasakan kesedihan dan kesusahan. Yakinlah bahwa dunia adalah tempat ujian dan cobaan, kesempitan dan kekeruhan. Terimalah ia apa adanya dan mohonlah pertolongan kepada Allah.
Janganlah kamu bersedih menghadapi musibah dan malapetaka yang menimpamu.
***

cause it's not Jannah
Semoga sedikit kutipan dari beberapa lembar yang saya baca bisa bermanfaat untuk diri terutama. Dan untuk orang lain, jika Allah mengizinkan.

Sampai jumpa di lain waktu, ini juga jika Allah mengizinkan.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Thursday, June 15, 2017

Sepertiga Terakhir

June 15, 2017 0 Comments
Bismillah.
-Muhasabah Diri-

Sudah sepertiga akhir Ramadhan. Sejenak mari tengok dua pertiga yang sudah terlewati?

perubahan penampakan bulan
Awal Ramadhan.. Kita dengan senang hati menyambutnya. Menikmati tarawih yang hanya ditemui di ramadhan, mengisi hari dengan target-target Ramadhan. Bangun lebih awal untuk sahur, memanfaatkan waktu sahur dan berbuka untuk berdoa.

Pertengahan Ramadhan.. Mungkin pernah semangat kita turun. Lebih memilih masjid yang tarawihnya pendek. Lebih memilih ngabuburit dengan ngobrol ngalor ngidul dengan teman ketimbang tilawah. Tidur sehabis shubuh. Serta target-target ramadhan yang terbengkalai.

Menuju akhir Ramadhan kita teringat/diingatkan lagi tentang kerugian orang yang melewati bulan Ramadhan tanpa dapat apa-apa. Teringat/diingatkan lagi tentang kita, yang tidak pernah tahu apakah tahun depan bertemu ramadhan lagi. Teringat/diingatkan lagi tentang dosa menggunung yang perlu ditaubati dan dimintakan ampunan. Teringat/diingatkan lagi tentang mimpi/keinginan yang perlu sungguh-sungguh kita panjatkan doa di hari-hari mulia Ramadhan.

Sepertiga terakhir Ramadhan. Yang berniat i'tikaf, semoga i'tikafnya khusyu', efektif dan diterima Allah amalan di dalamnya. Yang belum berniat i'tikaf, yuk luangkan waktu sejenak, semalam, dua atau tiga malam. Semoga dengan i'tikaf kita lebih fokus dan tidak banyak terdistraksi.

Terakhir untukku... Itu hp/gadget lain. Notifikasi yang tdk berhenti-berhenti. Sejenak tutup mata dan telinga dari itu semua. Buat waktu khusus lihat hp. Cuma ketika perlu untuk nulis, atau untuk komunikasi dengan orang tua, atau komunikasi lain yang penting. Ok?

Selamat menjalani sepertiga terakhir Ramadhan. Semangat (:

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

***

PS: Edited

Wednesday, June 14, 2017

Kalau Butuh Bantuan, Bilang Aja!

June 14, 2017 0 Comments
Bismillah.

#gakpenting

Better not read this. Hanya curhatan ga penting hehe J.

*** 

lagi seneng ngedesain ngedit layout dari canva

Itu yang ia ucapkan. Katanya harus to the point, dan ga boleh ngode. Aku dibuatnya tersenyum tawar. Untuk yang satu ini.. ingin rasanya aku membuat banyak excuse. Tentang diri yang sering tidak bisa to the point, sering ga bisa minta tolong in my 'dark' day, entah segan, entah somse, entahlah. Untuk yang satu ini... ingin rasanya aku mengelak. Ah.. rasanya tentang ini, bahkan ngode aja aku nggak bisa ma. J Dan beberapa excuse lain, beberapa aku tulis di kertas, beberapa yang lain masih berdesak-desakkan di otakku.

Tapi beberapa lame excuse itu sekejap terlingkupi sisi lain. Just knowing that you're still want to be my friend, you still care for me, and ready to help me whenever I ask, that fact is enough for me. That's enough. Itu saja sudah cukup membuatku terharu. Apalagi sekedar tahu.. kalau ada orang-orang yang mendoakan kebaikan untukku. That's beyond expectation.

***

Honestly, instead running to reach what everyone told me to reach, I just want to become a better muslim, a better daughter, a better siblings, a better friends. And maybe I just want to learn again, re-learning how to love myself, how to ask someone else for help, how to open myself and how to limit my worries and just walk step by step.

Honestly, instead of asking for jannah in this Ramadhan, I just want to ask Allah to forgive me, ask Him to save me from the hell fire, ask Him to end my life in the best condition, and best iman. And maybe I just want Allah to teach me, guide me.. so I can become a better slave for Allah and His Deen, become a better daughter, a better siblings, a better friends, a better muslimah. And also a better writer J.

Kok jadi curhat ya? Pakai bahasa inggris pula, apasih Bell. Hehe.

Anyway.. terimakasih, sudah mengucapkan kalimat itu. Mendengarnya saja sudah senang. I know you're always ready to help me, it's just me.. who doesn't know how to ask help.. or maybe it's just me who doesn't want to ask help of others. 

Izinkan aku menulis beberapa nama di sini. Dan mengucapkan beberapa kata. Untuk ukhtunna shalihaat.
Risma... barakallah.. I don't know how to express myself, somehow I feel proud to see you achieve accomplishment, stage by stage. I must have learned much from you. Don't be tired reminding me, don't be tired being my friends. Aku ma... doain aku ya hehe.

Asni... kangen. Kamu kenapa sih nggak mau ketemu? Hehe. Alhamdulillah tapi tadi sore udah bisa komunikasi lagi. Jaga hatimu ya sayang. Hatimu cuma begitu rapuh, tapi bukan berarti cara melampiaskannya dengan itu. Semoga Allah menjagamu, melindungimu. Someday you will meet someone who can love you without hurting you. In syaa Allah.

Apiiih.. kita jarang ketemu padahal, jarang pula komunikasi. Tapi entah kenapa kaya ada benang merah diantara kita. Apasih Bell hehe. Aku banyak belajar dari Apih.. super produktif Ramadhannya, thumbs up for you. Buruan temuin orang tua, atau telpon lah minimal kalau belum bisa mudik. They miss you, so much. They'll be so proud when they hear your news. Ah.. jadi keinget, masa-masa di asrama, kenangan sama apih, nasihat apih, dengerin tilawah apih, termasuk kenangan saat sama-sama jadi panitia LMD. Ah.. trus jadi keinget teh Uus. Hehe.

Untuk Teh Risma, Asni, Apih.. aku mungkin bukan teman yang baik, bukan kakak atau adik yang baik. Tapi fakta itu.. jangan bikin kalian jauhin aku ya. Doain aja aku hehe. I will try to fix myself, learn and learn again to become better friend for you, and for others.

***

Terakhir.. I might end up publish this post, then make it back to draft again. Or may be let it published, and sent the links to you guys. Ah.. kenapa nginggris mulu sih Bell? Karena aku bicara tentang hal yang terkesan private untukku, karena tentang pertemanan, persahabatan, ukhuwah, I'm sensitive about all of that. And maybe will always be sensitive to this topic, lihat saja beberapa jejak air di wajahku saat menulis ini. Ga bisa lihat ya? Ya iyalah, ngeri malahan kalau bisa lihat hehe.

Bye bye.. (:

Allahua'lam.

Makna Indah Setiap Kata dalam Al Quran

June 14, 2017 0 Comments
Bismillah.


Bolos nulis lagi kemarin hehe. Entahlah, harus diapain Bella. Apa susahnya sih produktif nulis? Jawabnya. Susaaaaah. Mungkin kondisi emosi yang sedang tidak ingin menulis, mungkin kondisi hati yang sedang mengeras, mungkin kondisi jasad yang sedang lelah. Hm.. 

Abaikan prolognya, di sini, aku ingin menulis sedikit hikmah yang saya dapat dari nonton video ustadz Nouman Ali Khan yang berjudul Memahami Strategi dan Tipu Daya Setan

***
Jadi di video tersebut dibahas dua ayat Al Quran, yang kalau sekilas.. terkesan sama, padahal ada sedikit pembedanya. Yaitu ayat surat Al Isra dan ayat 36 surat Fushilat. 

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui (7:200)


وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (41:36)

Ayat  aku kopas dari Lafzi, terjemahan dari Quran Syamil.

Coba baca dua ayat itu, dan temukan perbedaannya. Udah nemu? Sip. Jadi ternyata ada dua ayat yang sekilas terlihat sama persis, tapi ternyata ada perbedaan, yaitu satu kata dibagian akhir ayat. Kata 'huwa'.

Satu kata 'huwa' itu, kata penekanan itu yang harusnya membuat kita berpikir lebih dalam lagi tentang Quran. Mengapa Allah berfirman hal yang sama dengan redaksi berbeda? Apa yang membuat beda? Terkesan sekilas, sama-sama gangguan setan (an-nazgh), sama-sama diminta untuk memohon berlindungan, nama Allah yang di akhir ayat juga 2 nama yang sama (Maha Mendengar,Maha Mengetahui), tapi redaksi akhir ayatnya berbeda.

Ayat di surat Fushilat benar-benar menekankan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Innahu, sesungguhnya Dia, huwa, Dia, assami' al 'alim, the Listener and the All Knowing. Ada alif lam juga, tidak seperti di Al A'raf, yang menggunakan kata sami'un 'alimun. Ini.. yang menurut ustadz Nouman disebutkan, bahwa ayat-ayat dalam Al Quran menafsirkan ayat lain dalam Al Quran.

matters
Aku ga akan jelasin kenapa beda, itu lanjutnya nonton di videonya aja ya. Aku cuma ingin sedikit meng-highlight, satu hal. Bahwa setiap kata dalam Al Quran memiliki makna yang indah dan dalam. Kita saja, aku saja, yang belum banyak belajar tentangnya, TT. Bahkan kalau kata ustadz Suherman, empat ayat dengan lafal sama di surat Al Qamar, wa laqad yassarna quran fa hal mimmuddakir, keempatnya, meski secara redaksi sama, maknanya berbeda-beda. Jadi bukan sekedar copy paste, every words from the Quran holds beautiful meaning, even alif lam mim.

***

Beberapa kutipan dari Ustadz Nouman Ali Khan, in english, semoga lebih mengena bacanya. I'm not sure if I can write it in Indonesia in a good way. Hehe
Nusarriful ayat, Allah changes the ayat. He says He changes the ayat. You read the tafseer of Nusarriful ayat. You know what we find? Allah says something, then He says something almost identical, but He changes it a little bit. And that is way of explaining the ayat.

So if you don't pay attention of those changes, you're gonna miss a treasure. There's gonna be these endless treasure you're gonna be miss. Unfortunately, the reality of the ummah today is we read the Quran, the fortunate view, we do read the Quran. But we read the Quran, we read it in a very linear way, we don't read it a reflective deep short of way. 

And we don't look for, where else did Allah says this? Did He say it the same way? Is there a difference between this and that? And we don't even emphasize the study anymore, because most of the Muslim is interested in giving a fatwa whether or not I can eat at McDonalds or just give me a halal haram. Assalamu'alaikum.

But the reflections on the Quran, it opened the mind of the Muslim. It changes the world we see around us. It opened up the door of wisdom that will not come up from (anywhere else).

- Nouman Ali Khan
***

Ga perlu di terjemahin kan ya? Hehe. Saya sarankan nonton videonya, in syaa Allah lebih ngerti lagi.


Terakhir, kututup, dengan doa. Semoga Allah menjadikan kita sahabat Quran, yang tidak hanya membacanya secara linear, tapi juga secara reflective. Yang tidak hanya menghafalnya, namun juga mengamalkannya. Aamiin.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara
***

PS: Bantu doain temen saya, Teh Risma ya. Hari ini jam 10 sidang (: Doain yang baik-baik. Thanks. Bye~ Aku juga harus sege ra berangkat. Maaf curcol hehe.

PPS: Link videonya sudah aku ganti yang bs di akses. Udah ada subtitle bahasa indonesianya pula ^^ alhamdulillah :

Monday, June 12, 2017

Sepetik Tentang Bu Idar dan Mba Rini

June 12, 2017 0 Comments
Bismillah.
#blogwalking

Just wanna put a link here, tulisan dari web salmanitb.com. Tentang dua orang yang hampir selalu berjumpa setiap saya ke Salman.

selasar daerah tempat mukena dan tempat wudhu perempuan | dokumentasi pribadi 20140822
***
Panggil saja Ibu Idar, warga dari Pelesiran kelahiran tahun 1959 ini sebelumya bekerja membantu tetangga dan suaminya lah yang bekerja di Masjid Salman. “Saya disuruh pergi kesini terus menghadap Mas Iqbal, Bu mau bekerja disini? (tawaran Mas Iqbal) Ibu teh ga nolak langsung weh mau,”. Esoknya Ibu Idar langsung bekerja.
 
Ibu dari delapan anak ini sejak kecil senang bermain di Masjid Salman hingga saat ini sudah punya 10 orang cucu. Jadi begitu beliau dapat tawaran untuk bekerja disini perasaannya sangat senang karena bisa sambil ibadah, menambah ilmu dari mendengarkan ceramah-ceramah dan semakin banyak kenal dengan orang-orang.
.....
Ibu Idar tidak sendirian menjaga tempat peminjaman mukena, ternyata ada sosok wanita lain yang sering menemani Ibu Idar. Siapakah itu? Beliau adalah Ibu Rini yang sudah bekerja di Masjid Salman sejak tahun 2006. Ia adalah seorang mualaf yang Allah getarkan hatinya melalui lagu Jagalah Hati dari Abdullah Gymnastiar atau dikenal AGym. Setelah lulus SMA, Ibu Rini tidak bekerja dan nekat berangkat dari Subang ke Bandung. “Tahun 2002 saya berjilbab, saya gak kerja, tinggal di rumah kakak setelah lulus lontang lantung aja. Terus saya memberanikan diri Bismillahirrahmanirrahim saya mau ke Bandung, nyari kerja, kalau ngga (dapet) nanti balik lagi,” kenangnya, Rabu (7/6/2017).
dikutip dari Ada Kisah di Balik Penjaga Mukena

***

Ijinkan kututup tulisan blogwalking ini dengan pengingat untuk diri: jaga kebersihan (: baik saat di rumah, maupun di luar rumah. Ingatlah.. kebersihan itu sebagian dari iman. Ok Bell?

Allahua'lam.

Pengingat untuk Diri

June 12, 2017 0 Comments
Bismillah.
-Muhasabah Diri-

Untukku.. yang akhir-akhir ini lupa bagaimana menjadi positif.


Harusnya menjadi people of Alhamdulillah, kita ga pernah ngalamin yang namanya stress. Harusnya ga pesimis, harusnya ga mikir hal-hal negatif mulu.

***

Cuma akan menulis beberapa hal saja, di sarankan nonton videonya aja kalau mau lengkapnya.


Pertama, tentang shalat jumat, dan perintah Allah di hari jumat untuk memperbanyak dzikir. Cek surat Al Jumuah ya Bell.. ayat berapa di cek. Hehe. Jadi bisa jadi.. kalau jumatan itu isi khutbahnya bukan informasi baru, tapi hal-hal lama yang perlu kita ingat lagi. Karena sesungguhnya pengingat itu penting dan bermanfaat banget untuk orang yang beriman (Adz Dzariyat ayat 56).

Sampai di sini, aku diingatkan, untuk banyak bergaul sama orang-orang shalih, yang setiap laku-nya bisa jadi pengingat, diingatkan untuk banyak baca buku-buku, dateng ke majelis dzikir, nonton video ceramah, dll. Termasuk juga menulis, karena bagiku, menulis memaksaku mengingat dan mencerna informasi atau pengalaman yang dulu pernah kita dapat.

Kedua, tentang 3 ayat yang jadi pengingat kita, tentang Allah. Tiga ayat pertama dalam Al Quran. Al fathihah ayat 1-3 (di sini, alhamdulillah termasuk ayat pertama). Ini penjelasannya panjang lebar. Aku tulis beberapa aja ya.

Makna Alhamdulillah. Diingatkan lagi, kalau kita seharusnya the people of Alhamdulillah, yang selalu positif. Makna Alhamdulillah yang mencakup pujian dan rasa terimakasih, praise and gratitude. Dua hal yang digabungkan, yang membuat Alhamdulillah hanya bisa berlaku untuk Allah. Lanjut setelah alhamdulillah, ada kata rabbal 'alamin. Di sini diingetin lagi, bahwa Allah itu lord, sedangkan kita slave. Jadi ketika kita menerima islam, harusnya ga ada lagi kata "semau gue" TT ah. itu bell.. diingetin. Trus juga, bahwa ga ada Rabb yang seperti Allah, yang berhak praise dan gratitude, yang orang-orang bebas mau beriman atau tidak, yang orang-orang memilih untuk menjadi hamba-Nya.

Makna Ar Rahman Ar rahim. Ayat setelah alhamdulillah. Kata ustadz Nouman, yang buat terjemahan Quran itu kurang karena tidak ada bahasa lain yang bisa sepenuhnya mewakili kata ar rahman ar rahim dalam dua kata. Bagaimana dua kata ar rahman dan ar rahim saling melengkapi. Betapa extreme kasih sayang Allah saat ini, detik ini, diwakili dengan Ar rahman. Dan kasih sayang Allah di masa depan, sampai di akhirat kelak diwakili dengan kata Ar rahim.

Ayat selanjutnya, yang memutus perlakuan orang-orang yang menyalahgunakan kata Ar rahman Arrahim. Maliki yaumiddin. Bahwa semua yang kita lakukan, akan diminta pertanggung jawabannya. TT

***

Semoga pengingat ini bermanfaat untuk diri terutama. Semoga bisa diamalkan juga. Izinkan kuakhiri dengan doa.. Rabbana la tuzigh quluubana ba'da idz hadaitana wa hablana miladunnka rahmah. Aamiin.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Sunday, June 11, 2017

Tidak Pantas

June 11, 2017 0 Comments
Bismillah.
#fiksi

"Saya bisa saja mengatakan hal ini untuk mendorongmu", kata Ibu itu. Aku mengangguk, memahami sebenarnya bahwa kalimat tegas sebelum ia mengucapkan kalimat itu, intinya selalu agar aku mau bergerak.

"Tapi untungnya saya tahu, kalau ternyata kamu merasa tidak pantas," lanjutnya.

"Kalau saya pakai kalimat itu, tentu tidak sesuai sasaran." tutupnya.

Ya... kalau saja kalimat itu yang aku dengar, mungkin aku justru semakin diyakinkannya. Bahwa aku memang tidak pantas untuk mendapatkan hal tersebut.



***

Empat hari sudah berlalu sejak aku menemui Ibu itu. Empat hari yang seharusnya membaik. Tapi kalau boleh jujur, empat hari ini.. justru semakin meyakinkanku, bahwa aku tidak pantas berada di sini, apalagi untuk mendapatkan hal tersebut.

Seketika perkataan Ibu itu terngiang, "Ubah mindsetnya, kalau kamu merasa tidak pantas, jangan justru memilih pergi atau mundur. Tapi pantaskan dirimu. Buat dirimu pantas untuk menerima hal itu."

Aku terdiam sejenak, memikirkan... langkah apa yang harus kutempuh, kerja apa yang harus kulakukan.

Aku terdiam, lama... mencoba meyakinkan diri lagi bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, IA tahu kemampuan hamba-Nya saat IA mengujinya.

The End.

Friday, June 9, 2017

Siapa yang Salah?

June 09, 2017 0 Comments
Bismillah.

-Muhasabah Diri-

Pernah suatu malam, saya ditanya tentang hal tersebut, tentang siapa yang salah. Saat itu... aku sedang sedikit sensi, jadi aku memihak pada yang aku merasa paling dekat. Tapi hari ini, saat menulis ini.. aku dibuat berpikir ulang, mungkin bukan salah mereka, bukan pihak A, bukan pihak B, mungkin... yang lebih berhak dijatuhi salah adalah diri, yang sok tahu dan menjawab sekenanya.

***

Ini tentang interaksi dua manusia, dari kaum Adam dan kaum Hawa. Katanya... sebagian kaum Hawa mengeluh dengan sikap sebagian kaum Adam karena sering bersikap/berkata ambigu, hal-hal ambigu yang akhirnya menimbulkan harapan palsu di hati sebagian kaum Hawa. Masih katanya.... tapi sebagian kaum Adam tersebut ga mau disalahkan, menurut mereka sebagian kaum Hawa saja yang terlalu ke GR-an/ terlalu bawa perasaan.

Hmm... saat itu aku sensi sih. Jadi aku semena-mena berucap, "Enak aja.. siapa coba yang buat cewek-cewek keGRan atau baper?" Wkwkwk. Aku salah kok. Ini bukan tentang si A yang salah atau si B yang salah. Aku yang salah, sok tahu, tanpa tahu benar-benar duduk permasalahannya. Apalagi masalah cowok yang PHP atau cewek yang baperran, itu semua masalah hati, yang sama-sama ga bisa ditebak oleh diri.

***

layout from canva
Sebenernya, dua hari kemarin aku ingin menulis, tentang seharusnya masing-masing berpikir kesalahan mereka sendiri, dan bukan malah saling melempar kesalahan ke yang lain. Tapi hari ini, aku pikir... nasihat itu lebih pas untuk diriku. Ya.. aku, bukan saatnya membahas, tentang siapa yang salah dari fenomena di atas. Seharusnya aku lebih memilih tutup mulut, dan berpikir mengenai kesalahan diri, yang begitu banyak dari pada dua pihak tersebut.

Aku bersyukur.. karena aku tidak mengikuti rasa sensi-ku dan mempublish tulisan topik ini dua atau tiga hari yang lalu. Aku bersyukur.. karena Allah mengizinkanku memperbaiki cara berpikirku. Karena kenyataannya, bisa jadi mereka (pihak A maupun pihak B) kedudukannya lebih baik dariku. Ketakwaan mereka lebih tinggi, namun satu kesalahan mereka Allah tampakkan di mataku. Sedangkan aku.. ketakwaanku jauh lebih rendah, dan ribuan dosaku Allah sembunyikan dari mata mereka.

***

Terakhir, untukku... jangan nulis tentang ini lagi boleh? You know you're worse than them. Remember that!
Sudah masuk pertengahan Ramadhan. Apa kabar hati? Apa kabar iman? Semoga kau tidak mengendorkan semangatmu. Semangat! Banyak-banyak doa, minta ampun dan doa-doa baik lainnya. Ok?

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Wednesday, June 7, 2017

His Love for Us

June 07, 2017 0 Comments
Bismillah.
#quotes
Do you think it’s possible that some people are born to give more love than they will ever get back in return?
—  Tyler Knott Gregson (via thelovejournals)
Baca quotes di atas, di malam saat seharusnya mata sudah istirahat. Tapi membaca quotes itu... tiba-tiba aku ingat Rasulullah.

Allahumma shalli wasalim 'ala Muhammad.. wa 'ala ali Muhammad. His love for the ummah uncountable.


***

Untukku: perbanyak shalawat.. lakukan sunnah-nya, dan ikuti teladannya. Please....

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Kangen Blogwalking "Kesana"

June 07, 2017 1 Comments
Bismillah.
#gakpenting #random

Sebenarnya sudah lama kangennya. Pas sedang countdown menuju 1000 post dan berjanji mempersedikit postingan curhat. Ya.. mulai masa-masa itu, saya sedih karena ada beberapa blog yang tidak bisa saya kunjungi.




Ga bisa dibuka, error. Saya sudah tanyakan ke admin line@ Mata Salman, katanya memang sedang bermasalah. Dan diminta mendoakan supaya lekas sembuh.

Hmm.. Sedih memang. Padahal ada sayembara Mata' menulis yang isi tulisannya bisa di publish di web. Tapi minimal bisa baca di timeline line@nya sih. Tapi tetap saja sedih. Rasanya ingin bantu, tapi gatau gimana caranya. Boleh ga sih, kalau saya minta tolong ke yang buat web mata pas pertama kali? Hehe. Siapa saya ya? Wkwkwk. Ingin kasih saran ke pengurus mata', kalau ga bisa benerin sendiri, mungkin bisa minta tolong alumni, eh.. ada gitu alumni Mata'? Hehe.

Pengurus mata' sibuk mengisi Ramadhan kayanya. Nanti habis ramadhan saja saya ingatkan lagi. Minimal biar mereka sadar, kalau ada pembaca web mata yang perlu baca tulisan-tulisan di sana.


Yang ini juga ga bisa dibuka. Entah kenapa. Sedih juga.. tapi belum tanya ke siapa-siapa. Harusnya coba tanya juga ya, ke line@-nya gamais? Tapi kok kenapa segan ya? Hm.. yang ini cuma bisa bantu doa saja, ga bisa nanyain juga kayanya.

3. Mentari Pagi (yhuemoon.blogspot.co.id)

Tetehnya beneran ganti domain sepertinya. Dulu.. aku memang penasaran tapi ga ingin bertanya, tapi akhir-akhir ini aku kangen. Kangen baca-baca tulisan dengan bahasa unik sang pemilik blog tersebut. Sayangnya.. sekarang aku sama teteh juga sudah tidak bertemu di dunia nyata. Sebulan lebih tidak kontak. Terakhir 30 Mei kemarin saya chat si teteh, tapi belum dibaca. Line-nya juga ga aktif. Sepertinya ganti nomer hp, atau sedang off sosmed karena Ramadhan. Yang ini saya seperti yang nomer 2, cuma bantu doa, semoga beneran pindah alamat, meski aku gatau dimana alamat blognya, dan ga bisa nanya juga.

***

Kalau kamu.. ada ga, blog/web yang dulu sering kamu kunjungi, lalu tiba-tiba blog/web tersebut ga bisa diakses? Kalau ada... gimana caranya mengobati rindu yang satu ini? Bukan rindu bertemu, tapi rindu ingin baca tulisan di web/blog tersebut... Haruskah kamu bertanya ke sana-sini biar web/blog tersebut bisa diakses lagi? Meskipun ga ada tulisan baru, kalau kita tahu alamatnya, dan bisa akses, minimal kita kan bisa baca tulisan lama. Ya kan?

***

Oh ya, sekalian lah ya. Karena di sini bahasannya random dan gak penting, sekalian bahas hal lain yang terkait blogwalking. Jadi feed blogwalkingku sudah penuh, 400 blog/web yang bisa di follow. Padahal.. ada beberapa alamat web/blog yang baru saya temui dan ingin ditambahkan ke list. Solusinya ada dua pilihan, pertama mensortir 400 blog itu, yang sudah ga dipakai atau non aktif dihapus. Pilihan ke dua, mengisi feed blogwalking di akun bloggerku yang satunya lagi, yang The Magic of Rain.

Entahlah mana yang nantinya saya pilih. Yang jelas, kalau mau pilihan pertama. Mensortir 400 blog dan cari yang mana yang akan dihapus itu.. pasti memakan waktu. Jadi tidak disarankan dilakukan di bulan Ramadhan.

***
bye!

Sudah, selesai. Maaf random dan gakpenting untuk pembaca selain diri. Sampai jumpa lagi, di lain waktu. In syaa Allah.

Tuesday, June 6, 2017

Yang Kita Tahu

June 06, 2017 0 Comments
Bismillah.

yang kita lihat cuma satu keping puzzle dari big picture-nya
 
Hana : Padahal kemarin ketemu ya, tapi ga cerita apa-apa. Bantu doain Salsa ya..
Isna: Iya ya Hana... yang kita tahu mah dia baik-baik aja.. status di sosmendnya juga baik-baik aja.. jadi kita ga tahu kondisi sebenernya dia gimana
Hana: Wajar Isna... Aku juga nulis blog lancar padahal kenyataannya... hehe.. Di masa-masa gini, orang memang jadi cenderung super introvert. 

***

Pada kenyataannya, pengetahuan kita sangat sedikit. Bisa jadi yang kita tahu adalah cuma sebagian kecil, dari gambaran besar kenyataannya. What we know is just a little puzzle piece of the entire picture.

Mungkin itu salah satu hikmahnya, bahwa silaturahim bentuknya tidak selalu buka bersama, bukan selalu dateng kajian bareng. Tapi juga dengan tulus bertanya kabar,  bukan basa-basi loh ya. Sincerely asking how's life.

Mungkin itu salah satu hikmahnya, bahwa silaturahim bentuknya tidak selalu saling like atau komen postingan di sosmed. Tapi juga mengajak berbincang, mungkin awalnya kita dulu.. yang membuka cerita tentang hari kita, naik turun hari kita. Mungkin dengan kita bercerita pada mereka, mereka jadi mau membuka diri pada kita, meminta saran, meminta pertolongan, bahkan sekedar meminta doa. Ya.. doa.. yang seharusnya sudah kewajiban kita kalau kita seorang teman yang baik.

***



Hana: Bismillah. Gimana Sa? Hari ini ngapain aja?
Salsa: Ketemu beberapa orang untuk ngurus pendaftarannya. Dan alhamdulillah bisa ternyata, aku tinggal ngurus pembayarannya saja.
Hana: Alhamdulillah^^
Salsa: Alhamdulillah... TT 

Hana menyalin beberapa chat di thread percakapannya dengan Salsa. Lalu memforwardnya ke Isna.
Hana: Kabar dari Salsa, Is.. Alhamdulillah ((:

*** 

Terakhir.. izinkan aku menuliskan doa. Semoga kita bisa menjadi sahabat/saudara yang baik, yang mungkin bisa memulai komunikasi, agar sang introvert mau membuka diri. Semoga kita bisa menjadi sahabat/saudara yang baik, yang meski teman kita ga bisa cerita langsung dan detail tentang masalahnya, minimal kita bisa bantu doain dia. Semoga... Allah berikan kepada kita teman-teman yang landasan ikatannya karena iman, sehingga tidak hanya berakhir di dunia, namun reuni lagi di Jannah-Nya kelak. Aamiin.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

***

PS: italic = fiction 

PPS: Kalau ada yang mau nanya, katanya mau ada project after 1000 post? Maaaf ya... kayanya baru bisa dilaksanakan ba'da ied. Itupun kalau masih diberi Allah kesempatan. Saya masih tertatih-tatih ikutan project Inspirasi Ramadhan-nya Salman.. hiks. Doakan ya..

Monday, June 5, 2017

Saat 'Semua Orang' Mengingat(kan)ku

June 05, 2017 0 Comments
Bismillah.

Sebelumnya maaf. Sedang ingin banyak curhat. Akan saya usahakan sebisa mungkin isinya lebih objektif jadi bisa dirasakan semua orang.

***

Pernahkah kamu memilih memendam masalah sendirian? Karena kamu merasa lebih bangga, ketika menceritakan masalah tersebut, beserta penyelesaian yang sudah kamu lakukan.

Pernahkah kamu memilih menyendiri saat banyak pikiran menekan-nekan otakmu? Karena kamu merasa, bercerita pada orang lain hanya akan jadi keluhan, atau hanya akan membebani mereka yang mendengar beban pikiranmu.

Pernahkah kamu merasa, diam, memilih mengasing adalah cara yang lebih baik agar orang lain tak khawatir? Karena kamu ingin mereka melihat senyummu saja, tanpa melihat tangismu. Karena kamu ingin mereka melihat wajah cerahmu saja, tanpa melihat awan gelap yang membuatmu tertunduk.

Aku pernah merasakan itu semua. Menjadi introvert parah, entah cara berpikirku yang salah, entah aku egois, atau aku sombong. Yang jelas.. pernah di suatu masa aku memilih memendam masalah sendirian. Yang jelas.. pernah di suatu masa aku memilih menyendiri saat ribuan pikiran menekan otakmu sampai tidurpun, kamu tidak bisa nyenyak. Yang jelas.. pernah di suatu masa.. aku memilih tidak memberi kabar lebih baik daripada memberi kabar buruk.

Tapi kenyataannya.. itu semua tidak selalu benar. Sikap memendam masalah, menyendiri, dan memilih diam serta mengasing tidak selalu bisa jadi sikap yang benar. Beda situasi, beda pula sikap yang seharusnya diambil.

***

Jujur rasanya aneh... saat seolah semua orang kini bertanya padamu... Bagaimana masalahnya? Sudah ketemu solusinya?

Jujur awalnya rasanya kikuk... saat seolah semua orang kini bertanya padamu... Bagaimana sekarang? Udah baik-baik aja? Masih banyak pikiran?
Jujur rasa aneh dan kikuk tersebut tiba-tiba menjelma menjadi rasa haru dan syukur. Saat seolah semua orang mengingatmu... dan mengingatkanmu.

Mereka bertanya karena mereka mengingatmu, karena kamu tidak sama dengan orang asing yang lalu lalang di jalan raya. Mereka bertanya karena mereka mengingatmu, sebagai salah satu teman, adik,anak, mahasiswa, kakak, yang pernah memberi warna di hidup mereka. Mereka mengingatku... (':

Mereka bertanya karena mereka ingin mengingatkanmu, karena mereka ingin kamu bahagia. Maka mereka mengingatkanmu agar tidak menyerah, agar bertahan sedikit lagi, agar lebih banyak berdoa dan usaha. Mereka mengingatkanmu, karena mereka peduli... jatuhnya kita mereka peduli, senyum kita mereka peduli, tangis kita mereka peduli. (':

***

Terimakasih untuk semua orang yang mengingatku dan mengingatkanku. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik.

Terimakasih untuk semua orang yang mengingatku meski tidak bisa mengingatkanku.. mungkin kamu bingung memulai percakapan denganku yang jutek, dingin, dan seringkali tidak membuka pintu komunikasi. Tapi Allah Maha Tahu, atas setiap doa yang kamu panjatkan untukku.

Terimakasih.. untuk Ayah.. yang akhir-akhir ini tanpa kata memperbanyak doanya untukku, mengusahakan banyak hal untukku. Terimakasih untuk Ibu... yang selalu khawatir dan bertanya hari ini aku makan apa, sahur ga, dan sudah sampai di kosan belum. Terimakasih.. untuk mereka yang tidak bisa aku sebut satu-satu.

Jazakumullahu khairan katsiraa...

***

PS: tulisan ini mungkin akan bolak balik kondisi bisa diakses, dan balik ke draft. Jujur.. kmrn setelah nulis ini, justru aku balik lagi ke kondisi tutup mulut, mengasing, menyendiri. Ah... jadi berasa jadi pembohong TT. Tapi hari ini.. izinkan aku publish lagi, karena kenyataannya.. aku harus ingat, bahwa mereka semua mengingatku dan mau mengingatkanku.

Allah Tidak Ingin Menghukummu

June 05, 2017 0 Comments
Bismillahirrahmanirrahim.

Intisari atau kutipan-kutipan dari video ini:

***

Sebelumnya disarankan baca QS An Nisa 145-147 beserta terjemahnya.

Yang mau dibahas juz 6 surat An Nisa ayat 147. Namun untuk mengerti konteksnya, dibahas pula sedikit 2 ayat sebelumnya.

Ayat 145 - orang munafik di neraka paling bawah

Ayat 146 - orang yang ga akan di neraka adalah orang-orang yang bertaubat diantara orang-orang munafik.
There are people who suffered from hypocrisy and come back. So hypocrisy is not a terminal state. You can come back from it, you can suffered from this disease and come back to believing also. Cause the door of taubah is still open. Beatiful things to know.
- Nouman Ali Khan
Masih ayat 146 - mereka memperbaiki diri mereka, dan mereka berpegang teguh kepada Allah, dan mereka dengan tulus menjalani agama islam (they made their religion sincere to Allah). Dan mereka sekarang termasuk orang-orang mu'min, mereka bukan lagi termasuk orang-orang munafik.

Masih ayat 146 - kemudian Allah akan memberikan mereka (true believers) hadiah/kompensasi yang sangat besar.

Sekarang bahas ayat 147-nya..
When you worry about hypocrisy, this is suratunnisa, sixty or so ayah just dedicated to hypocrisy. So it's pretty serious subject, and it's pretty depressing cause you start to wondering, am I a hypocrite? Allah azza wajall at the end of it says, and this is why the reason I choose this particular subject.

Allah told people who are so buried in sins, and they're so deeply engrossed in sins, they think there's no way Allah will forgive me. And then syaitan comes and says, "yeah.. Allah is gonna punish you, and you're gonna going to hell". And then they hear one of a khutbah where everybody's going to hell. And then the end of it all, then you start questioning 'why did Allah make a hell, anyway??' 'what is Allah get from punishing me?' 'Why does He want to throw me into hell fire?' 'Why there are intense punishment there?'

And Allah says, maa yaf'alullahu bi 'adzaabikum.. This is the ayah I wanna share with you. What is Allah gonna get from punishing you? Why do you think He wants to punish you? What is Allah gonna do punishing you? You think that is what He wants?

...in syakartum wa amantum.. If you could just be grateful a little bit, if you could just have a little faith..

...wa kanallahu syakiran 'alima.. And Allah Himself is appreciative. Syakir is supposed to be used for His slave, Allah use it for Himself. Allah would be appreciative. I'm not gonna translate it as grateful, cause that's not what it means here.

He'll appreciate the fact that you could think of the good things Allah has done to you.
....
If you could just look at what to be grateful for, in syakartum. And you truly really have faith, then Allah Himself is truly appreciative and He knows what you're going through, whatever problems you're going through. He is not interested in punishing you.

Even in another ayah of the Quran Allah says, illa man rrahima rabbuk walidzaalika kholaqohum.. Except for the people whom Allah shows mercy to, and that is why He created them. He created them so He can show them love and mercy. May Allah makes us qualified for His love and mercy, and may Allah not let any of us lose faith in His love and in His mercy, and in the fact that the doors of jannah are opened, waiting for us to enter through them. Barakallahuli walakum.
- Nouman Ali Khan dalam video Will Allah Forgive Me?
***

Wah jadi banyak bahasa inggrisnya ya? Aku coba nulis bahasa indonesianya ya. Tapi mungkin ga bisa semuanya, Cuma intinya aja, itu di atas aku kasih quotes bahasa inggrisnya, karena lebih mantep kalau baca text aslinya, atau dengerin video aslinya.

Sekarang bahas ayat 147-nya..

Di surat Annisa ada sekitar 60 ayat atau lebih/kurang, tentang munafiq, jadi ini merupakan subjek yang penting. Dan terkadang kita menjadi stress dan bertanya-tanya apakah kita termasuk orang yang munafik? Di akhir bahasan tentang munafiq.. Allah berfirman ayat 147.

Allah memberitahu orang-orang yang tenggelam dalam dosanya, yang benar-benar dalam terpikat dalam dosa... Orang-orang itu berpikir bahwa tidak mungkin Allah mengampuniku. Dan setan datang kepada orang-orang tersebut manas-manasin, "ya Allah akan menghukummu, dan kamu akan masuk neraka", ditambah lagi kamu dengerin ceramah dimana disebutkan bahwa semua orang akan masuk neraka. Dan ujung-ujungnya, kamu mulai bertanya-tanya 'ngapain sih Allah membuat neraka?' 'apa sih yang Allah dapatkan dari menghukum aku?' 'Mengapa Allah ingin melemparkanku ke dalam neraka?' 'Kenapa ada hukuman yang bener-bener intens sih?'

Dan Allah berfirman, maa yaf'alullahu bi 'adzaabikum.. Kalau di terjemah Quran kita, Allah tidak akan menghukummu.

Lanjut nerjemahin penjelasan ustadz Nouman.

Dan Allah berfirman, maa yaf'alullahu bi 'adzaabikum.. Ini ayat yang ingin saya share kepada kalian. Apa yang Allah akan dapatkan dari menghukummu? Mengapa kamu mengira Allah ingin menghukummu? Apa Allah akan menghukummu? Apa kamu pikir itu yang Allah inginkan?

...in syakartum wa amantum.. Jika kamu bisa sedikit saja bersyukur, jika kamu bisa punya sedikit saja iman..

...wa kanallahu syakiran 'alima.. Dan Allah adalah zat Yang Maha Menghargai (appreciative). Kata syakir biasanya digunakan untuk hambaNya, namun Allah juga menggunakan untuk mensifati diriNya. Allah akan menghargai/membalasnya (appreciative). Ini (syakir) ga bisa diterjemahin jadi syukur, karena bukan itu artinya di ayat tersebut.

DIA akan menghargai fakta bahwa kamu dapat berpikir hal-hal baik yang telah Allah lakukan untukmu.

....

Jika kamu dapat melihat saja apa yang bisa disyukuri, in syakartum. Dan kamu benar-benar memiliki iman, maka Allah sendiri sangat menghargai hal tersebut dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu alami, masalah apapun yang sedang kamu hadapi. Allah tidak tertarik untuk menghukummu. Allah tidak ingin menghukummu.

Bahkan di ayat lain dalam Al Quran Allah berfirman, illa man rrahima rabbuk walidzaalika kholaqohum.. (ayat surat apa ayat berapa coba?? Nyontek lafzi dulu.. Ternyata surat Hud [11] ayat 119). Terjemahan indonesianya ini: kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.

Lanjut nerjemahin dari ustadz Nouman ya.

Kecuali orang-orang yang Allah berikan ampunan, dan itulah mengapa Allah menciptakan mereka. Allah menciptakan mereka supaya Allah dapat menunjukkan kepada mereka cinta dan ampunan-Nya.

Terakhir, sekaligus menutup tulisan ini. Aku izin menutup tulisan ini dengan doa yang sama yang ustadz Nouman ucapkan di akhir ceramahnya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang memenuhi syarat untuk mendapatkan cinta dan ampunannya. Semoga Allah tidak menjadikan kita orang-orang yang kehilangan iman, atau tidak percaya pada cinta-Nya dan pada ampunan-Nya, dan yang tidak beriman bahwa faktanya pintu surga terbuka, menanti kita untuk masuk melaluinya. Barakallahuli walakum.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

***

PS: Maaf ya kalau ada yang bingung sama format tulisan ini. Niatnya sih ambil intisarinya aja, nulis dengan bahasa sendiri, bahasa indonesia, dan mungkin ngutip beberapa quotes yang menurutku bagus. Eh, trus nyadar, kok jadi malah kaya buat transkrip ya? Cuma ada bagian kisah anak-nya Hasan Al Bashri yang ga aku transkrip. Jadilah akhirnya versi bahasa inggrisnya tetap aku biarkan di sana. Yang mau baca terjemah ngawurku, bisa baca di bawahnya. Semoga bermanfaat dengan segala kekurangan tulisan ini hehe. Bye~