Follow Me

Wednesday, November 30, 2016

Kesindir, Maafkan Daku Aksara...

November 30, 2016 0 Comments
#sosmedwalking?

Bismillah.
The Wannabe: She wants to be a writer but doesn’t actually want to do any of the work. So she hangs out with writers and talks the talk instead.
But there's this one type,
The Missing: They registered to join, came once or twice, then they disappeared into the dark.

Also this one,
The My Job Is Done: "I'm no longer the administrator, I'm just a regular member now. My role isn't important and my writing still bad. Nothing to do here. No goodbyes." *puffed into smoke
#SAVEAKSARA
- status Syifa, teman seunit di Aksara
Reaksiku membaca itu? Terbatuk, ahhahaha. Kesindir habis. Artinya dah lumayan ngerti lah ya? Aku mungkin termasuk yang terakhir, mungkin kedua juga haha. Tapi jelas bukan yang pertama.

***

Sebenernya status tersebut ga cuma berlaku di aksara, tapi juga di unit-unit lain. Izinkan aku menulis ulang dengan deskripsi diterjemahkan dalam gaya bahasa berbeda.

The Wannabe: Ada yang cuma ingin, ingin bisa panahan, bisa angklung, tapi cuma pengen, ga ngelakuin apa-apa. Percuma, cuma diangan-angan, ibarat mimpi bunga tidur, tapi lebih memilih tidur dibandingkan bangun untuk mewujudkan mimpi secara nyata dan real.

The Missing: Alhamdulillah bukan cuma pemimpi. Sudah aksi mendaftar dan datang satu dua pertemua. Tapi susah yaa.. ternyata komitmen dalam unit, yang dulu daftarnya bejibun, belum lagi diserbu tugas-tugas dan UTS UAS yang menghadang. Akhirnya menghilang deh dari unit tersebut, udah ga pernah dateng, hilang tanpa kabar.

The My Job Is Done: Alhamdulillah aktif, datang, menjabat pula, dapet amanah. Tapi giliran sudah lengser, tiba-tiba menghilang, seolah ga kenal *ah, maaf, bukan maksudku begitu TT*

***

Ini bukan yang pertama, kemarin-kemarin di grup Aksara, teh Fenfen (mentor fiksi Aksara) juga mem-forward pesan dari pengurus Aksara yang sekarang. Duh. Sekali jleb, malam ini baca lagi di fb kali ini, jleb jleb. Akhirnya aku menulis ini, bermaksud minta maaf.

Kalau mau ditanya alasan, akan banyak excuse, jadi nanti dibicarainnya kalau ketemu saja, kalau ngumpul, itupun kalau saya memberanikan diri ikut kegiatan aksara lagi.

Jujur aku kangen MaBuk *jangan diartikan literal. Majelis Buku, bahas resensi buku, banyak tahu buku-buku yang bukan selera mata dan otakku. Banyak dapat pelajaran dan hikmah, tanpa perlu menyantap langsung buku-buku dari negri asing, dan penulis asing menurutku hehe. Yang bahasannya terlalu berat sehingga aku tidak tertarik hehe. Aku ingat, bahkan dulu sempat bahas tentang geologi ya? Keren, semakin heterogen, makin banyak dapat ilmu dari bidang-bidang diluar zone kita.

logo aksara (aslinya hitam putih, tapi semenjak jaman Kang Eko jadi berubah merah putih)

Tuesday, November 29, 2016

Aksi Super Damai 212

November 29, 2016 0 Comments
Bismillah.

dari fanpage Masjid Salman ITB
“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Al Imran [3]: 146)

Betapa pun banyaknya ancaman yang dilayangkan musuh kepada umat muslim saat ini, Allah meminta kita untuk tetap sabar.

Sabar bukan berarti pasrah agama kita dinistakan. Sabar adalah tidak lemah, tidak patah semangat dan tidak menyerah.

Jika kamu mujahid yang dirindukan Allah dan Nabi-Nya, mari bergabung dalam #AksiSuperDamai#AksiBelaIslamJilid3 pada Jum’at 2 Desember 2016 di Lapangan Monas, Jakarta.

Buat kamu yang belum tahu akan pergi dengan siapa, ayo berangkat bersama kami dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Niat lurus karena Allah
  • Menyerahkan fotocopy KTP
  • Sehat fisik dan rohani
  • Membawa dresscode: Pakaian Putih
  • Membawa pakaian cadangan dan jas hujan
  • Membawa perbekalan pribadi (snack, minum, obat)
  • Membawa alat sholat (sajadah)
  • Mengisi formulir yang s.id/BelaIslam3
Peserta akan berkumpul di Selasar Teh Masjid Salman ITB Kamis, 1 Desember pukul 11 malam.

Buat kamu yang tidak bisa berangkat, tetapi mendukung aksi bela Islam ini. Kamu bisa tetap berdonasi dengan menyalurkan bantuan ke BNI Syariah 700-700-2002 a.n YPM Salman ITB

Pusat informasi dan pendaftaran : 081572942323 / 081312267636

Tiada kesan tanpa kehadiranmu, wahai para mujahid!
#AksiSuperDamai #AksiBelaIslamJilid3

Salam.

***

Doa Terhindar Sedih

November 29, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Ceritanya, tadi sore alhamdulillah menyempatkan mampir ke Mata' Quranic Talk *bener ga? Pokoknya itulah.. dan bahasannya adalah Sabar. Jeng jeng.. disebutkan agar membiasakan baca salah satu doa yang ada di alma'tsurat, yang bacaannya ada di gambar di bawah ini:

doa di salah satu dzikr alma'tsurat
***

Berkunjung ke Kosan Teman

November 29, 2016 0 Comments
Bismillah.

a place, a reminder, a lot memories
Tulisan ini akan lebih ke sharing, cerita, ga banyak hikmah, mungkin ada sih, satu, satu. Eh? Hehe.

Dunia itu sempit, apalagi kalau daerah kamu berjalan di situ-situ aja, ke sana-sana aja. Begitupun diriku, jujur dunia sempit adalah frase yang muncul saat berkunjung ke kosan seorang adik, teman, ukhti hehe.

***

Tempat yang sama, rumah yang sama, bahkan tidak banyak perubahan di dalamnya. Itu membuatku lumayan takjub.

"Oh, di sini? Aku pernah ke sini loh... waktu TPB, dulu ini kosannya mba N," ucapku saat kami sudah di depan kosan. Adik manis yang tinggal di sana mengambil kunci dan membuka pintu. Kami pun masuk, duduk di ruang tengah dan menikmati eskrim di tangan masing-masing.

Sembari melihat ke kanan kiri, aku dibuat takjub. Dunia memang sempit hehe. Memoriku berputar ke empat tahun yang lalu, lima tahun? Sekitar itu hehe.. Saat itu aku, sahabatku, menginap di kosan mba N, paginya jalan-jalan ke curug *namanya apa ya? Aaah dasar pelupa. Aku masih ingat, menikmati sayur bening masakan rumah, seperti terobati kangen, wajar baru pernah jauh dari orangtua dan makannya makanan warung terus.

Lalu kami mengobrol, aku dan adik tingkatku. Sembari jeda dan jeda tiap mulut ingin didinginkan dengan eskrim, eskrim stawberry dan vanila, yang satu miliknya, yang satu milikku, yang mana hayo yang punyaku?

***

Kejadian sesederhana itu, somehow membuatku teringat banyak hal. Teringat masa-masa aku TPB dulu, teringat dinginnya air curug. Kita (Mba N, aku, temanku) basah-basahan, krn berangkat pagi-pagi, masih sepi, asiik, berasa punya sendiri hehehe.

Nukil Buku

November 29, 2016 0 Comments
Bismillah.

Rasanya sudah lama sekali saya tidak ikutan projek nulis. Nulis yang ada deadline dan paksaan hehe. Kalau di sini kan bebas, mau nulis mangga, enggak, juga ga ada yang nanyain 'kapan update'. Hehe.

Berawal dari status facebook seorang kakak, di Aksara, di Salman Media, Teh Tristi,

Gaes, jadi gini. Saya lagi berusaha untuk bikin otot membaca saya kian six-pack. Jadi bikin cem blog "perjalanan baca" gitu. Namanya Nukil Buku (medium.com/nukilbuku)
Maksudnya gimana? Jadi, misal saya baca dalam seminggu 10 halaman buku "Kambing Jantan"-nya Raditya Dika, kemudian saya bikin tulisan berupa apa yang saya dapet dari buku tersebut. Bukan resume sebuku juga, cukup tulisan simpel aja tentang kesan dari 'perjalanan membaca' kita.
Apakah nanti bakal selesai baca bukunya atau nggak, nggak masalah. Yang penting ada ilmu dulu yang keiket. (Untuk sementara, hehe). Pokoknya, seminggu setor review.
Yang mau ikut, ayo banget! Lumayan, menumbuhkan dikit-dikit lhaa, jiwa literasi yang selama ini teronggok. Hehe
Saya sudah bikin tiga tulisan. Sila simak di tautannya!
- Pengumuman dan ajakan Teh Tristi
***

Monday, November 28, 2016

Managing Worry

November 28, 2016 0 Comments
#sosmedwalking?

Bismillah.
Kita memang tidak bisa menghentikan kecemasan kita sama sekali, tapi kita bisa mengendalikan dan mengelolanya. Alih-alih kita berusaha untuk menghentikan atau mengabaikannya, kita bisa identifikasi kecemasan kita sebagai suatu cara untuk memperbaiki hidup kita, cara berpikir dan cara bertindak kita.

Kalau esok pagi kita bangun pagi dan merasa cemas, bersyukurlah masih ada yang bisa dipikirkan dan dicemaskan. Berarti masih ada kesempatan buat kita untuk memperbaiki diri dan berbuat lebih banyak lagi. Bahkan orang-orang yang lebih sukses dan lebih kaya daripada kita jauh lebih banyak kecemasannya daripada kita. Jadi, jangan terlalu khawatir. Khawatir secukupnya saja. Sisanya gunakan waktu untuk bekerja secara produktif dan berdoa.
- Dosen IF ITB, Pak Wikan Danar Sunindyo, dalam status media sosial-nya
***

Daftar Bacaan Blogger

November 28, 2016 1 Comments
#random

Bismillah.

reading list; book/blog you want to read

Sejak tampilan dashboard blogger berubah, saya mengalami kesulitan dan gatau gimana caranya menambahkan link daftar bacaan baru. Button-nya sih sudah ada, tapi ketika di klik, malah ke me-manage daftar bacaan. Padahal dalam beberapa hari ini saya menemukan beberapa blog yang ingin saya tambahkan ke daftar bacaan. Jadilah saya akhirnya merelakan mencatat di notepad++.

Ada yang tahu ga, gimana caranya? Bisi saya yang gaptek karena perubahan tampilan dashboard hehe..

***

SemangKA!

November 28, 2016 0 Comments
Bismillah.

SemangKA!


Semangka, untukku, untukmu, untuk semua yang merasa butuh disemangatin. ^^

Berawal dari  kepanjangan Semangat, Kawan! Terus ke Semangat Kakak! Trus sampai ke Semangat Karena Allah... Semuanya bagus, termasuk semangka yang beneran semangka. Buah tropis yang kaya air ini memang bisa menyegarkan dan menyemangati hari kita.

Aku memang belum bisa berbagi buah asli semangka, karena ga punya, dan hari ini ga makan itu juga hehe. Tapi semoga postingan pendek nan ringan ini bisa menjadi pemberi semangat hari Senin, atau hari-hari lain, *kan aku gatau tulisan ini dibaca olehmu pada hari apa hehe.

Sekian hehe.

***

Perasaan Tak Terdeskripsi

November 28, 2016 0 Comments
Bismillah.

undefined feeling i wish you didn't feel
Alkisah, suatu sore saya dibuat mellow karena satu hal kecil, seseorang yang saya anggap dekat, tidak bercerita tentang suatu hal. Awalnya saya biasa saja, agak kaget karena mendengar 'suatu hal' tentang seseorang dari orang lain. Bingung? Beginilah kalau sok meng-abstrak, mau pake inisial A, B, C? Ga perlu lah ya.. intinya mah gitu, aku jadi mellow, dan sensitif karena 'diam'-nya seorang saudari.

Lalu aku berpikir, apakah ia merasakan hal yang sama? Saat aku memilih untuk diam, dan tak pernah bercerita tentang masalahku? Jika iya... aku minta maaf. Pada siapapun, padamu, pada semuaa.. Termasuk pada Ayah, Ibu, kakak dan adikku. Karena kemarin-kemarin itu.. aku sedang introvert akut, memilih memutus semua komunikasi, takut tumpah ruah segala tangis dan duka, takut jatuhnya mengeluh. *padahal di sini suka mengeluh ya? Wkwk. Begitulah, bukannya cerita, aku lebih suka menulis, di sini, atau di blog puisiku.

Inti tulisan ini sebenarnya mau meminta maaf sih. Sungguh, bukan berarti aku tidak percaya pada kalian, padamu. Aku.. aku hanya begitu sulit mengekspresikan apa yang kurasakan, justru pada orang-orang terdekat. Sama orangtua juga baru kemarin-kemarin akhirnya terbuka, tentang semua. Ada luka lama *ah alibi yg sama* yang membuatku lebih suka berlarut kesedihan sendiri, jangan ditiru ya hehe... Tapi kini aku udah belajar kok, seintrovert apapun kita, masih perlu ada orang yang kita ajak diskusi, karena nyatanya seindividualis apapun kita, kita tetap mahluk sosial.

***

Teman yang aku bicarakan di awal paragraf itu adalah sahabat yang baik, saudari yang baik, hanya aku saja yang sedang mellow. Padahal itu haknya, untuk cerita pada siapapun yang ia mau. Seperti hak diriku, untuk tidak bercerita pada banyak orang.

Kokoh Meski Banyak Distraksi

November 28, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Berawal dari postingan blogwalking sebelumnya, masih dari blog yang sama tapi tulisan yang berbeda. Tentang kokoh, gunung, dan tahan dari distraksi. Usaha dalam memulai kebiasaan baru, meski banyak distraksi. Semoga bukan cuma dikutip, tapi dilaksanakan meski prakteknya tidak harus sama seperti yang dicontohkan si Teteh.
anggap saja hanya awan yang berseliweran
Saya suka sekali falsafah gunung. 
Pernah melihat suatu ilustrasi, jika ingin konsentrasi, bayangkan diri sendiri seperti gunung yang kokoh. Jika ada distraksi, anggaplah mereka hanyalah awan-awan yang berseliweran. Sedangkan dirimu tetap kokoh di tempat.
- Teh Tristi, dalam tulisannya 'rawaasiya'.
Membuat prinsip dan kebiasaan baru, kemudian melaksanakannya, pasti ada keraguan dan kekhawatiran yang meliputi, tapi....
Namun, saya belajar, dengan mengusahakan patok-patok diri untuk alasan yang baik, maka semuanya akan menyesuaikan.
- masih dari tulisan yang sama, barakallahu fik
Terakhir, izinkan aku menutup dengan kalimat penutup di tulisan yang sama: Mari, bangun pribadi kokoh dan berkekuatan~!

Allahua'lam.

Sunday, November 27, 2016

Overthinking

November 27, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.
just stop! freeze!

Selanjutnya, yang terjadi adalah aneka pertanyaan hadir bersempalan dalam benak. Banyaknya yang nggak penting. Kalau gini gimana. Kalau gitu gimana.
Terus jadi kebanyakan mikir.
Terus mikir, Kapan gue aksinya?
Terus merasa bersalah karena nggak aksi-aksi.
Malah mikir lagi, gimana caranya supaya nggak banyak mikir. Astagfirullah.
- Teh Tristi, dalam salah satu postingan di tumblr-nya

***

Baca lengkapnya, di link di atas ya. Karena saya ga akan banyak komen di sini. Tulisannya panjang, tapi dikemas dalam bahasa yang ringan, cocok buat diri saya yang sering kalah mental dengan bahasa canggih hehe. Uniknya, sampai bawa-bawa lirik lagu, lagu apa coba? hehe, baca sendiri ya..

Harus Bisa Move On!

November 27, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

move on


Tulisan ini terinspirasi dari salah satu hal yang mengena, dari kajian Ta'lim Muta'alim episode 4, yang aku dengarkan secara online di channel mixlr.com/alfadhli.

Aku lupa awalnya dari apa, yang jelas tiba-tiba kata-kata itu muncul, "makanya, harus bisa move on!" Seingatku sedang membahas kisah seorang ahli ibadah, yang kehidupannya berakhir tragis (bunuh diri) karena tidak bisa menahan sakit. Lalu dibahaslah tentang move on, dan kasus beberapa orang yang memilih bunuh diri gegara ga bisa move on. Nah, move on di sini, ga cuma bersangkutan dengan vmj, tapi juga banyak hal.

***

Friday, November 25, 2016

Buku Kenangan: Jangan Jadi Bebek!

November 25, 2016 0 Comments
#buku

Bismillah.

Jangan Jadi Bebek
Setelah sekian lama, terakhir bahas buku JCPP dan DDU-nya Salim A. Fillah, kali ini saya akan bahas buku Jangan Jadi Bebek. Salah satu buku kenanganku, selain majalah Bobo dan Nomik si Olin. Aku lupa tepatnya aku baca buku ini pas SMP atau SMA. Kayanya sih SMP, jadi ternyata jejeng... buku non fiksi yang doyan kubaca pertama kali adalah buku ini, bukan buku-nya Salim a. fillah. Eh, majalah bobo non fiksi juga ga sih? Kan suka ada artikel non fiksi-nya selain komik, dan cerpen, wkwkwkwk. Entahlah, jadi salah fokus.

Buku yang ditulis oleh O. Solihin ini diterbitkan oleh Gema Insani, ini salah satu penerbit favoritku^^. Karena pas SMP, kalau beli buku baik novel atau nomik pasti dari Gema Insani atau DAR!Mizan, tapi kalau buku non fiksi, aku ngelihat dari penulisnya, Alhamdulillah serial Jangan Jadi Bebek sudah selesai, sampai yang terakhir baca-nya malah pas kuliah wkwkwk.


Manfaat baca buku ini aku dapetin sampai sekarang, lewat buku ini, aku diajarkan agar jangan mau ikut-ikutan aja, kita punya otak, dan bisa caritahu suatu hal baik atau buruk, jadi jangan ikut-ikutan! Namanya juga anak SMP, wajar kalau lebih sering ikut-ikutan, bahkan aku pakai kerudung juga ikut-ikutan ibuku, dan seorang sahabat pindahan dari sekolah Islam.

Buku ini bahas banyak hal yang buruk yang sering remaja lakukan karena 'ikut-ikutan' alias bebek. Termasuk di dalamnya hari valentine, trus narkoba, dll. Trus... dari buku ini, aku dikenalkan dengan istilah khilafah. Diingatkan tentang hukum dan sistem islam-lah yang terbaik, yang bisa meminimalisir kebobrokan negri, termasuk agar anak-anak remaja tidak terbawa arus budaya pop dari barat. Kalau mau tahu daftar isinya, bisa di cek di blog-nya O. Solihin.

Kerinduan dan Mimpi

November 25, 2016 0 Comments
#random #gakpenting

Bismillah.

mimpi, bunga tidur

Maksudnya hashtag ga penting di atas, adalah... kemungkinan besar, postingan ini ga penting untuk pembaca selain diriku.. Jadi, hindari baca tulisan gak penting karena cuma buang-buang waktu hehe.

***

Misteks

November 25, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

error? then fix it!
Judulnya terinspirasi dari judul yang ada di tulisan blogwalkingku kali ini. Penulis tsb sengaja menulis mistakes dengan ejaan mistaeks. Lalu ia menjelaskan tentang kesalahan dan aksi yang seharusnya dilakukan setelah kesalahan itu terjadi.

Ini beberapa kutipan dari tulisan tersebut,
Tapi bukan itu garis besarnya yang saya ingin tekankan disini adalah, kita semua punya kesalahan masing-masing, tapi punya cukup keberanian untuk mengakui kekurangan kita dan kesalahan kita kepada orang lain.
- dalam tulisan I make mistaeks. I learn from it. How I change.
And that’s how our ancestor made mistake. His first mistake.
Lalu apa yang dilakukan Adam? Apakah dia menyalahkan orang lain? Tidak. Ia menyalahkan dirinya karena ia menuruti langkah syaitan.
Dalam suatu keterangan, Adam sangat sangat sangat menyesal atas perbuatannya.
- tentang Adam, masih dari tulisan yg sama
***

Curhat Kepada-Nya atau Menulis

November 25, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

CurHat: Curahan Hati
Setiap orang, terutama introvert, pastinya pernah berada pada suatu titik dimana mereka harus mengeluarkan apa yang ada di pikirannya. Meluruskan benang rumit yang ada dibenakknya agar dapat kembali memintal benang kehidupan dengan baik dan benar.
Hal tersebut dapat dilakukan lewat berbagai macam cara. Yang paling utama tentunya adalah bercerita kepada Yang Maha Segalanya. Yang diutamakan selanjutnya adalah menulis. Menulis itu… sebuah alternatif untuk menghindari lisan yang sulit dikontrol dari mengeluh kepada manusia (wanita pasti lebih tahu bagaimana rasanya)
- Bellarcias, dalam tulisannya "Jangan Sampai Lisan Ikut Meledak"
***

Diamkan, Hingga Semua Terungkap

November 25, 2016 0 Comments
Bismillah.
Alkisah dalam suatu sosmed, saya membaca status seorang ukhti. Ia bercerita tentang sikap diam-nya. Aku tahu dari beberapa pertemuan, kalau ia seorang introvert. Ia bercerita, kalau ia sedih diam-nya jadi salah tangkap? Orang berprasangka ia melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan. Dan ia menulis, bahwa ia akan tetap diam saja, toh pada akhirnya semua akan terungkap di akhir episod, seperti di film-film atau di buku-buku.

Aku terhenyak. Aku teringat, masa-masa aku introvert, juga teringat masa-masa aku ekstrovert. Teringat tentang pilihan diam atau bicara yang harus dipilih, pada situasi apa kita harus bicara, pada situasi apa kita harus menahan lidah kita

***


Saat diam adalah emas 

Diam adalah emas, jika yang keluar dari lisan kita adalah hal-hal sia-sia. Diam adalah emas, saat justru dengan berbicara, bisa memperkeruh suasana. Diam adalah emas, saat kau punya segumpal kata-kata tajam, tapi kau menahannya, karena mengingat Allah dan Rasul-Nya.

Thursday, November 24, 2016

Tadabbur Al Mulk Ayat 2

November 24, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-
#catatankajian

Bismillah.

Al Quran


Dicatat 22 Maret 2014, di pertemuan Khizanatul Quran, oleh Ustadz Suherman.

Oh ya, karena ini catatan, jadi banyak yang poin-poin saja, dan tidak lengkap.

***

Prolog. Hidup dalam naungan Al Quran (Fi zilalil Quran) akan menjadikan kehidup yang (1) berkah, (2) meningkat (wayadhfa'uha) dalam segala-galanya, dan dalam amal shalih.

Al Mulk ayat 2, terjemahnya adalah, "yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya, Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun."

Tadabbur.

يَعْثٌ لِي اِظْهَارِ أَلْعَمَلِ الصَّالِحِ ; amal shalih yang dilandasi semangat Al Maut dan Al Hayat.

Mengapa al maut didahulukan:

1. Imam Ghozali: karena sesungguhnya kematian adalah sahabat terdekat dibandingkan dengan apapun.

Maut bisa datang kapan pun. Dalam suatu hadits disebutkan, 'cukuplah kematian sebagai nasihat'.

2. Ibnu Sirrin: kematian adalah al haqq sedangkan kehidupan yang akan datang adalah ghodan.

Tapi kita tetap harus memiliki rencana untuk kehidupan.

3. Karena sesungguhnya kematian adalah pintu kehidupan yang hakiki.

Amal apa yang terbaik?

Amal yang memenuhi dua syarat: (1) Ikhlas, (2) Sesuai dengan Sunnah Rasulullah. 

Allahua'lam

***

Tuesday, November 22, 2016

Don't Fight

November 22, 2016 0 Comments
-muhasabah diri-

Beberapa kalimat di sini, hasil copas dari Do Not Fight, namun sebagian besar, tulisan baru.

***

Tentang perbedaan dan segala hal yang membuat mereka bersitegang, bertengkar, beradu argumen, bersikukuh pada padangan masing-masing, bahwa 'aku benar' dan 'kamu salah'.

Aku memang sudah memilih untuk memegang teguh sebuah pendapat, untuk setuju. Tapi, rasa perih ini tetap saja membuat mataku enggan lebih lama memandang lekat. Pada mereka, yang beradu mulut, ah... lebih tepatnya beradu barisan kata. Yes they fight. Though it just in words. Just in a written word.
***
Aku tahu, masing-masing dari kalian ingin menebar kebenaran. Menyampaikan kebenaran yang kalian yakini kepada mereka yang 'masih keliru'. Tapi pertengkaran ini? Perlukah?
Jujur aku takut... ketika kita sedang sibuk berdebat tentang pilihan sikap yang lebih baik, aku takut... waktu kita terbuang sia-sia. Padahal.. waktu ini bisa digunakan untuk mengirim doa, berdoa.. agar apapun yang terjadi, segala ramai dan ricuhnya, semoga Allah berikan pada muslimin Indonesia hasil yang terbaik. Berdoa.... agar kelak Indonesia menjadi semakin dewasa sebagai bangsa. Menjadi bangsa yang semakin diridhoi Allah. Berdoa... agar ulama-ulama kita diberikan perlindungan oleh Allah, diberikan kekuatan dan kesehatan untuk melawan pemerintah yang zhalim kepada rakyatnya.
***

Let Them Read Yours

November 22, 2016 0 Comments
Bismillah.

let 'em read your thought through what you write
“If no one heard your thoughts, let ‘em read yours” - quotes
Perjalananku membaca quotes itu ceritanya panjang hehe. Gak penting sih, tapi ingin cerita. Dan bebas kan ya? Ini kan blogku, kalau tidak berkenan membaca, mangga tidak usah dibaca, hehe.

Berawal dari line, lihat salah satu status seorang temen SMA, ada alamat blognya, trus? ke sana kan? trus disana ia ngasih alamat blog lain, trus dari alamat blog lain itu, ada alamat tumblr. Panjang ya? Dari tumblr tersebut aku dapat quotes tersebut.

***

Bicara mengenai tujuan menulis. Kalau di quotes di atas, tujuan menulis adalah, memberitahu orang lain tentang pemikiran kita, apa yang ada di otak kita, pendapat kita, dll. Jika tidak ada yang mendengarkan, kita bisa menuliskannya, barangkali mereka mau baca. Hehe.

Aku teringat masa-masa awal diriku dan menulis. Kalau dia menulis untuk menunjukkan pikirannya yang tidak didengar, aku menulis untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak bisa kuungkapkan lewat suara. Mirip, atau beda? Hehe.

Kalau kamu apa? Pasti ada kan alasan kamu lebih memilih menulis, ga harus di blog, mungkin di status, atau di pesan singkat. Semacam itu...

Monday, November 21, 2016

One Reason Only

November 21, 2016 0 Comments
#quotes

-Muhasabah Diri-

love story, between you and Allah
"Your life is nothing more than a love story. Between you and God. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to him."
- Yasmin Mogahed
***

Naskah Tidak Selesai, Karena...

November 21, 2016 0 Comments
#blogwalking

Rasanya baru kemarin saya berbicara tentang tulisan yang hanya menjadi draft, lalu hari ini, seolah mendapat jawaban dari blog diva press. Izinkan saya menulis ringkasannya di sini, dan mengutip beberapa quotes.

***

Lima alasan umum mengapa naskah tidak selesai ditulis:

1. Sekedar Menulis, Tanpa Tujuan
Agar tulisanmu terarah dan bisa selesai, kamu harus punya tujuan jelas tentang: apa yang akan kamu tulis, gimana isinya, dan akhir kisahnya. Memiliki tujuan saat menulis akan membantu dan memandumu saat menulis, mencegah tulisanmu meluber ke mana-mana. Memiliki tujuan saat menulis juga akan menghindarkanmu dari menulis hal-hal yang kurang atau tidak relevan dengan tulisan yg sedang ditulis.
- dari blogdivapress
Bener sih, harus punya tujuan. Misal buat cerpen nih, harus punya tujuan lesson learned yang ingin disampaikan, buat plot, setting, karakter dll. Kalau menulis non fiksi juga sama, harus punya tujuan, misal straight news, tujuannya memberitakan suatu info, jadi kita bisa fokus di 5W1H atau ADiK SiMBa (Apa Dimana Kapan Siapa Mengapa Bagaimana).

2. Menulis Tanpa Outline
Outline adalah kerangka dari tulisan kita. Jika diibaratkan naskah adalah tubuh manusia, maka outline adalah kerangka tulangnya. Kerangka ini menjelaskan secara singkat bagian apa berisi tentang apa saja, juga urutan penempatannya sehingga seluruh bagian urut dan padu.
- masih dari tulisan yg sama

Sunday, November 20, 2016

Forgive vs Fight

November 20, 2016 0 Comments
#fiksi

Bismillah.

in order to HEAL
"Maafkanlah dirimu..." ucap seorang kakak tingkat, yang melihat adiknya menangis bombay di sudut kampus.

Masih dalam isak tangisnya sang adik mengangguk, dalam hati menjawab, 'tapi susah kak, aku sedang berantem sama diriku sendiri'.

"Aku lagi PMS, teh..." ucap sang adik. Sang kakak menepuk pundak sang adik, dan mengatakan kadang memang begitu, namanya perempuan, kalau sedang PMS, mendadak jadi cengeng dan begitu sensitif. Sang kakak, melihat ke tangan kanan dan kiri sang adik. Ada tissue basah, dan sebungkus biskuit coklat.


"Padahal udah makan coklat ya?" tanya sang kakak.



Salah Definisi

November 20, 2016 0 Comments
#random

Random lagi? Wkwkwk. Maaf ya, yang nggak random somehow stuck di draft. Nanti kalau mood aku lanjutin.

Jadi, sejak agustus/september yang lalu aku mulai rajin buat tulisan dengan hashtag blogwalking. Terus? Ternyata aku salah definisi! Hehe.

***

Aku baca dari sebuah buku di Perpus Gasibu, judulnya Dakwah Online, penulisnya aku lupa, tapi penerbitnya transmedia, kalau ga salah. Belum selesai aku baca sih, cuma aku skimming, baca yang menarik, lalu salah satu dari beberapa hal yang menarik adalah tentang blogwalking, yang selama ini aku salah paahami definisinya.

Saturday, November 19, 2016

Setengah Isi, Setengah Kosong?

November 19, 2016 0 Comments
#random
Istilah setengah isi setengah kosong itu katanya ada filosofinya. Ada buku yang bahas itu juga. Tapi aku tidak ingin membahas tentang itu. Hashtag-nya random, jadi isi di sini akan random. Curhat? Mungkin iya hehe.

Jadi... pernahkah kamu membuat tulisan setengah jadi? setengah jadi atau setengah belum jadi? Ga selesai-selesai gitu. Padahal idenya sudah ada, tapi somehow stuck, akhirnya berakhir di draft saja wkwkwk. Mungkin aku perlu buat projek bersih-bersih draft kaya beberapa tahun yang lalu. Agar tulisan yang setengah jadi itu, dilanjutkan sampai selesai.

***

Aku bertanya-tanya pada diri, apa yang membuatmu berhenti di satu kalimat? Atau sekedar mengisi judul? Kemudian akhirnya memutuskan save as draft?

Thursday, November 17, 2016

Sebagai Ujian Satu Sama Lain (3)

November 17, 2016 0 Comments
#fiksi #cerpen

Bismillah.

Sebelumnya mohon maaf, sempat lupa ada fiksi yang masih bersambung hehe. Biar nyambung boleh baca dari awal di sini: Sebagai Ujian Satu Sama Lain, Sebagai Ujian Satu Sama Lain (2).

***

Aster dan Zeze sudah berada di atas tempat tidur masing-masing. Mencoba mencerna obrolan yang berlangsung kurang lebih tiga jam. Masing-masing berusaha menutup matanya, karena sudah pukul 22.00. Tapi ada gemuruh di dada masing-masing. Aster, yang tidak bisa tidur, karena dia akhirnya memilih menyembunyikan semuanya. Aster, tidak jadi bercerita pada Zeze, sahabatnya, tentang perjalanannya membaca buku-buku pengenalan Islam, tulisan-tulisan di internet, juga beberapa video.

Zeze, merasa tidak tenang, karena sebenarnya ia tidak menceritakan semuanya pada Aster. Zeze cuma cerita tentang kemungkinan pertemuannya dengan Abqari sebagai ujian. Ujian yang membuat hati Zeze gelisah, entahlah Abqari bagaimana. Tapi Zeze khawatir, kejadian berpapasan tadi sore, yang terjadi bukan hanya pandangan pertama, namun ada pandangan kedua. Zeze merasa bersalah, mengapa harus berpapasan dengan Abqari dalam kondisi tersenyum lebar, mengobrol dengan kawannya. Padahal Zeze pernah mendengar sebuah ceramah, bahwa sekedar senyum seorang akhawat bisa mengobrak-abrik hijab yang dibangun tingi-tingi oleh seorang laki-laki.

Zeze beranjak dari tempat duduknya... ada yang salah di hatinya. Ada yang harus ia tuliskan tentang pertemuannya sore tadi, bahwa bisa jadi, itu bukan hanya ujian, tapi ada hal lain. Zeze meraih hp-nya, membuka aplikasi blog, kemudian mengetik beberapa bait, mempublishnya. Kemudian berbaring lagi, mengulang beberapa hafalan quran, supaya ia tidak terpikir lagi kejadian sore itu.

Jangan Latah!

November 17, 2016 0 Comments
#SensiMe

Bismillah.

viral
Jamannya teknologi informasi, dimana sebuah berita bisa begitu mudah tersebar dalam hitungan menit. Aku sedang tidak membahas tentang media secara umum yang bisa membuat pembacanya membenci yang tidak seharusnya di benci, karena tentang itu sudah pernah aku bahas di Media Oh Media sampai tiga bagian. Kalau penasaran bisa baca di sini: Media Oh Media (1) (2) (3). Di sini, aku fokus pada hoax yang tersebar luas karena sikap reaktif kita.

Reaktif itu bagus pada situasi tertentu. Tapi untuk penyebaran berita, kita perlu belajar sedikit spektis, perlu belajar untuk crosscek sebelum menyebar ke 'hampir semua' grup baik di wa, line, dst, dll. Aku tahu... niatmu baik, agar informasi yang bermanfaat, bisa digunakan bagi banyak orang. Tapi tolong ya...

***

Harus Belajar Mengedit Tulisan

November 17, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

if you don't have one, just do self-editing

Diingatkan lagi lewat membaca blog orang lain, blog tersebut adalah blog suaminya, mentor menulis fiksi di Aksara, kalau tidak salah ingat
* Apa saja yang perlu diperhatikan kala menyunting tulisan? 
- Kejujuran (integritas).
Penulis dilarang menyampaikan kebohongan (hoax), memelintir fakta, menyesatkan pembaca atas sesuatu. Meski wajar bila penulis punya sudut pandang (perspektif) lain terhadap suatu subjek dan hal itu membuat tulisannya berbeda atau bertentangan dengan tulisan/penulis lain, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menyampaikan kebohongan. Perpektif lain mestinya memberi pengayaan terhadap suatu fakta, agar melahirkan pemahaman yang lebih utuh pada pembaca.
Selama integritas penulis terjaga dan berani bertanggung jawab, penulis boleh mengungkapkannya.
- Kejernihan menyampaikan gagasan.
Kejernihan menuturkan gagasan dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya ialah
keringkasan (tidak bertele-tele, langsung), kepaduan tulisan (koherensi) sehingga menghasilkan tulisan yang utuh, tidak jomplang, konsistensi, kejujuran, dan sebisa mungkin bersih dari kesalahan menulis (baik salah tulis atau tanda baca).
- Menyampaikan gagasan secara halus dan persuasif.
Kemampuan ini dipengaruhi oleh kepekaan terhadap bahasa dan kata. Penulis mesti awas pada efek bahasa, dan kemungkinan penerimaan pembaca terhadap cara ungkap yang disampaikannya. Tulisan mempengaruhi orang. Pilihan kata (diksi) punya efek dan makna tertentu. Tulisan bisa menyejukkan dan memanaskan pembaca. Tulisan akan sia-sia bila efeknya malah menggagalkan misi penulis yang sebenarnya.
- Anwar Holid, dalam Mengamplas Tulisan
***

Wednesday, November 16, 2016

Dimajukan jam 21, Selesai??!!

November 16, 2016 0 Comments
#SensiMe

Bismillah..

jam malam 23.15

Apakah dengan membatasi jam berkegiatan paling malam jam 23.00 maka persoalan selesai? Dengan dimajukan menjadi paling malam jam 21.00 maka persoalan selesai? Jam 19.00, selesai? Jam 18.00? 17.00? Tidak! Begal tetap ada!
- Mentri SosPol Kabinet KM ITB 2016, dalam tulisannya di campuspedia
***

Pertama-tama saya salut terhadap penulis kutipan di atas, hebat sih menurutku. Dia bisa menggunakan teori kuliahnya pada kasus yang terjadi di lapangan. Isinya juga menggambarkan mahasiswa banget, yang nggak takut untuk mengkritik para pejabat, baik pejabat ITB yag menurunkan kebijakan jam malam-nya, juga mengkritik pemerintah Bandung, tentang korupsi, juga tentang kebijakan menggusur street vendor yang disebutkan penulis bisa mengatasi masalah tata ruang kota.

Saya berharap pihak yang berwenang mau membaca dan berlapang dada menerima fakta dan pengajuan solusi di tulisan tersebut. Benar sih, bisa jadi jika masalah begal diatasi di sekitar ITB, itu tidak menyelesaikan masalah, karena begal bisa saja pindah area, yang memiliki permasalahan yg sama.

***

Tapi lepas, dari bagusnya tulisan di web tersebut, saya sedikit akan menulis sensiMe terhadap beberapa bagian di tulisan tersebut.

Curahan Hati Seorang Ibu Tentang Begal ITB

November 16, 2016 0 Comments
Di sebuah grup sosial media, salah seorang mengirimkan informasi kejadian begal yang terjadi 13 November yang lalu. Grup di sosial media tersebut anggotanya memang macam-macam, dari yang muda, sampai yang sudah memiliki anak. Seorang ibu menanggapi berita tersebut, mencurahkan perasaan khawatirnya apalagi anak beliau kuliah di ITB.

"Teman seangkatan anak saya sudah 2 orang dibegal dalam satu bulan terakhir, mereka dirawat di borromeus. Katanya sejak diberlakukan jam malam di ITB jadi banyak mahasiswa pulang malam. Sebagai orang tua saya merasa lebih aman jika anak bisa nginep di kampus daripada maksa pulang jam 22-23"
- seorang Ibu, dari Mahasiswa ITB

Tuesday, November 15, 2016

Need a Good Listener

November 15, 2016 0 Comments
Bismillah.
there will always be a way out
Berawal dari obrolan di grup suatu applikasi messaging, aku jadi mengenal web naseeha[dot]org yang menyediakan fasilitas konsultasi via pesan dan telpon. Kami kemudian mengobrolkan bahwa ide layanan tersebut sangat bagus. Apalagi banyak kasus dimana seseorang membutuhkan pendengar yang baik. Pendengar tempat ia berbagi cerita, pendengar yang tidak menghakimi, yang ga punya persepsi awal terhadap kita.

Aku tahu... teorinya, tempat mengeluh dan curhat terbaik adalah kepada Allah, Allah yang Maha Mengetahui apa yang dihati kita, sehingga bahkan apa yang tidak bisa kita ungkapkan lewat kata, bisa dicurahkan ketika kita 'berkomunikasi' dengan-Nya.

Tapi... ada kasus dimana, kita butuh seseorang pendengar yang baik. Semacam konsultan, atau bisa juga mentor, atau murabbi. Terkadang, teman terdekat, saudara, bahkan orangtua membuat kita membisu, somehow tidak bisa menceritakan satu dua hal kepada mereka, meskipun mereka adalah orang-orang terdekat dalam hidup kita.

Saturday, November 12, 2016

Beautiful Struggle

November 12, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

make it beauty, kamu BISA! SemangKA!
Love and romance are what surrounds the marriage to make ease in hard times, laughter in the midst of stress, passion at the most ironic times.
But it’s depth, the meaning of love, and even romance, should be given so much more depth and value. Hollywood romance doesn’t even come close to this kind of beauty.
Love is worth the struggle, and the struggle is beautiful.
- Meutia Halida, A Beatiful Struggle
***

Aku tahu, bahasan di kutipan di atas, lebih tentang marriage. Tentang bagaimana pernikahan bukan sekedar yang manis dan romantis-romantis. Tapi pernikahan juga tentang asam pahit asin perjuangannya di dalamnya. Perjuangan ketika misalnya menghadapi keguguran, dll. Baca lengkapnya di link di atas ya. Bahasa inggris memang, tapi buat belajar gapapa lah hehe. Ga panjang kok.

Tapi aku di sini.. bukan menulis untuk yg sudah menikah. Meski jujur sembari menulis ini, aku teringat Ayah dan Ibuku, dan perjuangan mereka sampai saat ini masih bersama, meski pasti ada satu dua pertengkaran, atau masa-masa renggang. Tapi mereka berhasil sampai sekarang dan asin pahit asam itu menjadi bumbu penyedap kehidupan keluarga kami.

Jadi.. aku menulis ini bukan cuma untuk yg sedang atau telah mengalami perjuangan indah dalam pernikahan. Tapi juga untukmu.. yang berjuang untuk berhijrah dari gelap ke terang, dari jurang dosa berusaha untuk bangkit mendekat pada Allah.

Friday, November 11, 2016

Bukan Seribu Bintang

November 11, 2016 0 Comments
Bismillah.

Bukan Seribu Bintang
by: Isabella Kirei 
bukan seribu bintang
atau benderang bulan
juga hangat sang surya

bukan

aku hanya ingin
setetes embun
atau rintik gerimis
atau deras hujan

dan biarlah kelabu dulu
dan biarlah gelap dulu
tak apa
tak apa

karena bukan
seribu bintang,
benderang bulan,
hangat sang surya

tapi setetes air
penyejuk hati
kala dahaga
tak lagi tertahan
dan tandus
terlalu lama menggersang
Allahua'lam.

Keterangan : disalin dari blog puisiku, di sana tertanggal 25 Juni 2012

Thursday, November 10, 2016

Sebagai Ujian Satu Sama Lain (2)

November 10, 2016 0 Comments
#fiksi

Bismillah. 

Baca bagian pertamanya di Sebagai Ujian Satu Sama Lain

***
"Pernah ga kamu buat benteng tinggi-tinggi, terus... Hanya karena sebuah angin sepoi, benteng tersebut luluh lantak?" tanya Zeze.

Aster yang sebenarnya tidak terlalu suka kiasan, ekspresinya beku. Dalam hati ia berbisi, 'jangan banyak pakai kiasan Ze.'

"Pernah ga?" tanya Zeze. Aster menggeleng. Zeze tersenyum melihat ekspresi Aster. Zeze sebenarnya bukan tipe guru yang bagus, ia suka muter kesana sini untuk menjelaskan satu hal. Tapi Aster katanya siap menyimak penjelasan panjangnya.

"Sorry, sorry. Yang tadi lupain aja. Jadi gini, kalau di Islam, manusia diciptakan sebagai khalifah di Bumi. Dan selama di hidupnya manusia akan bertemu banyak ujian. Kalo konsep yang ini paham kan?" tanya Zeze

Aster mengangguk. Meski ia tidak menganut agama Islam seperti sahabatnya Zeze, ia cukup tahu banyak konsep-konsep pemikiran Islam. Termasuk tentang khalifah, dan ujian.

"Yang kamu pernah sebutin dari Quran, Tuhan menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia?" jawab Aster balik dengan tanya.

Zeze mengangguk, senyumnya mekar. Dalam hati Zeze mengakui, Aster memang gadis yang pintar, dan sangat kuat ingatannya. Ayat yang disebutkan maknanya itu, ada di surat Al Mulk, surat yang dihafal Zeze sebagai syarat jadi pengurus suatu unit dakwah. 'Ya Allah, semoga dari sekian banyak obrolanku dengan Aster, bisa menjadi jalan hidayah dari-Mu, aamiin'.

Bercanda Pada Tempatnya

November 10, 2016 0 Comments
#SensiMe

Bismillah.

Awalnya, aku berhasil menenangkan diriku. Mereka cuma bercanda Bell, jangan ditulis. Tapi ternyata peristiwa serupa berulang, di grup yang berbeda, tentang topik berbeda. Rasanya, kesensianku kali ini harus ditulis, di sini, meski ga akan kushare ke grup ybs.

Tentang topik, yang seharusnya tidak jadi candaan. Atau tentang bercanda yang seringkali diletakkan pada topik yang menurut saya tidak pas untuk dijadikan candaan.

***

Tentang begal yang akhir-akhir ini marak di sekitar ITB


Saat membaca tentang berita dari grup ke grup, foto-foto dan keterangan di sana. Bukankah seharusnya reaksi kita takut, waspada, simpati, lalu mendoakan yang menjadi korban begal??

Saya masih ga mengerti, bagaimana bisa di situasi tersebut, tentang topik tersebut, lantas mereka membuat jokes. Kata mereka...

Sepuluh Judul, Sepuluh Kutipan

November 10, 2016 0 Comments
#blogwalking

Lanjutan dari sepuluh tulisan terbaru di website officialnya Salim A. Fillah. Padahal hitungannya cuma sepuluh judul, dan isi tulisannya juga ga terlalu panjang, tapi baru menyempatkan menghabiskannya hari ini.

Trus... biar ga cuma baca, izinkan aku mengutip 10 kalimat/paragraf yang menurutku paling mengena, atau paling menarik. Semoga... dengan membaca kutipan di sini, ada orang yang akhirnya termotivasi baca tulisan lengkapnya di salimafillah[dot]com.

Oh ya, kutipannya aku urutkan berdasarkan urutan alfabet judulnya.

Ayah

Inilah Rasulullah ﷺ yang mencontohkan pada kita bahwa ungkapan syukur itu bukan hanya dalam kata-kata, melainkan juga perbuatan mesra. “Ya Rasulallah, apakah kau mencium anak-anak kecil itu dan bercanda bersama mereka?”, tanya Al Aqra’ ibn Habis, pemuka Bani Tamim ketika menghadap beliau yang sedang direriung oleh cucu-cucu Baginda.
“Mereka adalah wewangian surga, yang Allah karuniakan pada kita di dunia”, jawab beliau ﷺ sembari tersenyum.
- Salim A. Fillah, Ayah
Bekerja
Bekerja adalah ibadah. Dan di antara makna itu, bekerja berarti menyempurnakan pengharapan kepada Allah.
Bekerja adalah ibadah. Dan diantara makna itu, bekerja adalah menata niat untuk menjadi jalan rizqi bagi diri dan sebanyak mungkin orang lain.
Bekerja itu ibadah. Maka diantara maknanya adalah bahwa dalam payahnya ada rasa nikmat, dalam lelahnya ada rasa lezat.
- Salim A. Fillah, Bekerja

Tuesday, November 8, 2016

Jika Tersesat

November 08, 2016 0 Comments
Bismillah.

lost? need a map?
Pernah ga sih ngerasa tersesat, di jalan, maupun di kehidupan? Rasanya gimana? Bingung, takut, atau sante aja? Soalnya sudah terbiasa nyasar?

Kali ini, aku ingin menulis tentang tersesat *bukan tentang aliran agama ya* hehe. Tentang hal-hal yang bisa dilakukan saat tersesat. Hal umum sih, tapi akan aku coba kemas supaya ga terkesan mainstream.

***

Monday, November 7, 2016

Bukan Sekedar Tulisan

November 07, 2016 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Stressor pada manusia milik segala umur, selalu menghadang setiap saat dan meruntuhkan jiwa kita tidak tahan banting. Jiwa tdk tahan banting terbentuk karena hidup kelewat mulus tanpa pernah merasakan kecewa, cemas, sedih atau putus asa. Itu sebab mengapa eloknya dalam bertumbuh kembang setiap anak hendaknya dibiarkan merasakan stessor, agar setelah dewasa jiwanya tergembleng tahan banting. _Dr. Hendrawan Nadesul_ dlm buku Writing For Therapy (Naning Pranoto)
- dikutip dari status seorang ukhti di sosmednya
wish this rain makes the earth come back to its life
Ini bakal panjang.. Hehe. 1st warning^^ Aku tidak akan melarang siapapun membaca. Namun aku sudah peringatkan, hati-hati tulisan ini panjang J.

Sebenarnya aku memang sudah ada ide untuk menulis ini, sebelum melihat kutipan di atas. Tapi ketika aku melihatnya, entah mengapa aku memilih copas tulisan di atas. Jujur ada beberapa bagian yang tidak aku mengerti dari kutipan di atas, rasanya ada yang tidak pas, mungkin ada kata atau tanda baca yang terlewat. Tapi inti kutipan di atas, masih bisa samar aku ambil.

Jiwa yang tahan banting adalah jiwa yang terbangun setelah melewati masa kecewa, cemas, sedih, dan hampir putus asa. Sedangkan mereka yang selalu hidup lewat jalan yang mulus, biasanya jiwanya rapuh. Sepertiku mungkin. Itu yang aku rasakan.

***

Alhamdulillah 'ala kulli hal. Aku bersyukur satu per satu hal luarbiasa, nikmat yang aku rasakan dari lahir sampai detik ini. Bagiku, beberapa tahun yang lalu, hidupku itu ajaib, tak pernah ada kesulitan yang benar-benar berat. Jikapun ada, dengan segera Allah angkat, dan Allah ganti dengan begitu banyak kemudahan.

Sunday, November 6, 2016

Sebagai Ujian Satu Sama Lain

November 06, 2016 0 Comments
#fiksi #cerpen

Bismillah. 

what reason?
"Terus?" tanya Aster dengan mata berbinar-binar.

Zelika (Ze) menjauhkan jemarinya dari keyboard kemudian menolehkan wajahnya ke Aster dengan mata yg memicing. Aster membalas dengan tatapan yang seolah bertanya, "Kenapa?"

Ze  mengalihkan pandangannya ke layar LCD di hadapannya, jemarinya kembali ke kesibukan awalnya, menari di atas keyboard.

"Oh," tiba-tiba Aster teringat sesuatu. Buru-buru ia minta maaf.

Ze dan Aster memang berbeda, tapi uniknya, persahabatan mereka justru makin erat karena perbedaan diantara mereka. Ze yang suka rasa coklat, dan Aster yang suka rasa strowbery. Ze yang dingin, dan Aster yang superduper ramah.

"Jadi kalian papasan, trus udah? Saling lewat aja? Ga ada sapaan, ga ada sekedar menganggukkan kepala atau saling lempar senyum?"

"Hm.." jawab Ze singkat.

Untuk Siapapun

November 06, 2016 0 Comments
Bismillah.

Kau tahu, uniknya sebuah tulisan yang di publish di blog? Bahwa untuk siapapun si pemilik menulis sebuah tulisan, ya, untuk siapapun, manfaatnya bisa diambil oleh siapapun juga.

***

Selama settingannya public, dan bisa dibaca siapapun yang sengaja ataupun tidak sengaja lewat link tulisan tersebut. Maka meski niat penulis hanya untuk diri sendiri, atau untuk adiknya, atau untuk sahabatnya, itu bukan jadi dinding yang bisa menahan harumnya manfaat tulisannya. ^^ Dan aku suka itu.

Untuk Siapa
by Isabella Kirei
Aku sebenarnya tidak tahu
Untuk siapa
Kau tulis sajak itu
Aku sebenarnya tidak tahu
Untuk siapa
Kau menyalin kutipan itu
Aku sebenarnya tidak tahu
Untuk siapa
Kau memposting tulisan itu

Saturday, November 5, 2016

Kronologi Kericuhan Aksi Bela Islam Tuntut Ahok

November 05, 2016 0 Comments
Laporan pandangan mata oleh: wartawan JITU, Rizki L, M Pizzaro dan Daus 

***

4 November 2016, perjuangan muslim di Indonesia
Bismillah.

D-O-R

Suara tembakan menggelegar di atas langit Ibu Kota, tepat di Depan Istana. Mobil Barracuda itu menyemburkan cahaya yang bercabang ke atas langit dan kembali bercabang menukik mengkilat keemasan.

“Blush..” asap menyebar melayang-layang menyergap hidung dan mata.

“Dor..” “dug..” Dor..” susulan tembakkan terdengar super keras berdebam. Takbir menggema di segala penjuru di hamparan Jalan Merdeka Barat selemparan batu dari Istana Negara kita. Polisi memegang pentungan dan perisai mulai merangsek maju.

Lampu – lampu mobil baja itu berkelap-kelip. Gemuruh riuh di sana-sini. “Brrrmmmm…” mobil Water Cannon itu mulai menderung menyemburkan ribuan kubik air tak henti-hentinya.

Takbir bercampur haru di tengah hampir satu juta massa Aksi Bela Islam atau Aksi Bela Al-Quran Jumat malam (04/11/2016) tepat pukul 19.30 WIB.
Berdasarkan laporan pandangan mata di lapangan, aksi kericuhan bermula karena ketidak-jelasan Presiden Joko Widodo menemui massa umat Islam yang menuntut penegakkan hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Sebelumnya, Bahtiar Nasir, Jurubicara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengabarkan mereka hasil pertemuan dengan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla bahwa sudah ada komitmen pemerintah memproses Basuki Tjahaja Purnama dalam waktu dua minggu.

Tenggat waktu yang dinilai lama ini rupanya ikut memicu kemarahan massa yang datang hampir dari seluruh propinsi di Indonesia.