Follow Me

Showing posts with label kata benda. Show all posts
Showing posts with label kata benda. Show all posts

Wednesday, October 30, 2024

Durability

October 30, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

#freewriting #brainstorming


Definisi durability: the ability to withstand wear, pressure, or damage. (Dari google translate)


Kalau untuk manusia, mungkin lebih tepat diksi resilience. Tapi resilience punya defini berbeda.


Resilience:
1. the capacity to withstand or to recover quickly from difficulties; toughness.

2. the ability of a substance or object to spring back into shape; elasticity.

 

***

 

Saat hendak menulis ini, aku sebenarnya mencari-cari, kata apa yang tepat untuk digunakan. Apakah pas untuk menggambarkan apa yang ingin aku tulis?


Aku ingin menulis tentang rasa sakit. Bagaimana yang tidak terbiasa sakit, mungkin memiliki resiliensi lebih rendah ketimbang yang sudah terbiasa dengan rasa sakit. Tapi benarkah seperti itu?


Sebagian hatiku ingin menulis fiksi, cerita tentang orang yang diberikan nikmat kesehatan. Lalu sedikit rasa sakit, sakit fisik ya -bukan hati- membuat ia bertanya-tanya. Apakah memang rasa sakit ini benar-benar sakit seperti yang ia rasakan? Atau sebenarnya ini hanya sakit kecil, hanya sakit kepala kecil. Sedikit pening. Sedikit pengar.

 

it's been a long i am not opening tesaurus. ^^

Aku bertanya-tanya, tentang orangtua, bagaimana kebanyakan orangtua merasakan sakit, tapi begitu lihai menyembunyikannya dan meredamnya.

 

Aku bertanya-tanya tentang Nabi Ayub, dan kebijaksanaan beliau 'alaihi salam. Teringat doanya, dan bagaimana doa tersebut diucapkannya, latar belakangnya. Seolah setiap ujian hanya sentuhan tipis. Mengingat berapa lama dan betapa banyak nikmat yang sudah terlebih dahulu dirasakan dalam hidupnya.


Aku teringat buku GRIT, meski baru membaca bagian depannya, saat berkunjung ke toko buku beberapa saat yang lalu. Buku tersebut membahas bahwa yang membuat seseorang bertahan dan berhasil, tidak selalu tentang passion atau bakat, tapi adalah resiliensi, ketahanan, ketangguhan.


Aku teringat bahwa kewajiban saat sakit itu bersabar. Pergi ke dokter dan berdoa itu tambahan pahala. 


Aku teringat bahwa sakit bisa menjadi penggugur dosa. Tapi jika dosanya begitu besar, apakah cukup rasa sakit yang kecil mengugurkannya? Lalu mencoba menjawab sendiri, "Perlu taubat, tidak cukup lewat sakit".


Aku berpikir, bahwa mudah sekali berbicara ingin dosa digugurkan dan dihapus lewat amal shalih saja. Tapi prakteknya? Mana amal shalihnya? Mana taubatnya?


Aku sedikit mengerti, mengapa Allah menyuruh kita untuk mengunjungi orang yang sakit. Hikmah yang sama, saat kita banyak bertemu dan berinteraksi dengan orang miskin.


Aku teringat pernah mendengar tentang pemain tinju, atau petarung. Bagaimana bisa menjadi juara? Saat sering latihan, dan dari setiap latihan kemampuannya menahan sakit makin tinggi. Siapa yang bertahan lebih lama untuk tidak KO. Tapi apakah mereka tidak merasakan sakit? Mereka masih merasa sakit. Hanya saja kemampuan menahan sakitnya meningkat.


Aku teringat latihan sosok yang namanya disebut Rasulullah namun tidak pernah bertemu Rasulullah. Aku lupa namanya. Tapi barangkali ada yang ingat. Seorang anak yang menggendong ibunya untuk umrah/haji. Latihannya mengangkat anak sapi naik turun bukit/gunung. Tiap waktu anak sapi tersebut makin berat.


***


Aku bertanya-tanya, saat menulis dan membaca fakta ini. Bagaimana perasaanmu? Adakah termotivasi atau justru semakin insecure? Mari dijawab dalam hati saja.


Aku menulis ini, dalam rangka lebih banyak menulis. Ada begitu banyak hal yang ingin ditulis, namun aku sering terhenti sebelum memulai. Seseorang menuliskan, bahwa free writing itu ditulis bukan untuk dipublish. Tapi untuk di simpan, kemudian diedit di kemudian hari baru dipublish. Tapi aku sejak dulu tidak suka aturan, dan masih belum jadi penulis yang baik. Jadi biarkan aku banyak free writing dan brainstorming di sini.


Nanti, jika sudah lebih baik, semoga lebih disiplin untuk menulis sesuai aturan. Saat ini, yang aku butuhkan baru kuantitas. It's been a long time since I only write less than 10 post per month. 


Sekian. Semoga gak ada yang baca sampai akhir. Jika ingin baca tulisan yang lebih rapi, silahkan berkunjung ke Medium saya (isabellakirei.medium.com).


Bye~


Wallahua'lam.

Friday, June 9, 2023

Surat (2)

June 09, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

Surat untuk "Fatimah" sudah kukirim, berdoa semoga ia tidak lupa untuk menulis balasannya. Surat-surat di aplikasi slowly juga sudah mulai masuk, ternyata tanpa memulai menulis terlebih dahulu, ada saja satu dua surat yang masuk.

 

Ada kekhawatiran, aku takut menulis surat membuatku lupa menulis di sini. Tapi ada rasa optimis juga. Bahwa surat-surat di sana justru akan mengingatkankanku untuk menulis. Seperti pagi ini. Pertanyaan singkat tentang mimpi membuatku diingatkan untuk berhenti bermimpi dan mulai merencanakan langkah kerja, agar mimpi bisa benar-benar tercapai.

 

I don't know where to start. But... bismillah. I know, I should start with bismillah.

 

Itu saja. Cuma mau nulis itu aja tentang lanjutan tulisan surat kemarin.

 

Oh ya, barangkali ada yang mau mengirim surat untukku, melalui aplikasi slowly, ini idku: N7Z2QX

 

Atau yang mau kirim surat ke email juga boleh, ke isabella.kirei@gmail.com

 

Kalau yang mau kirim surat fisik, boleh kirim dm dulu ke ig betterword_kirei, nanti aku kasih alamat rumahku hehe.

 

I know, letter are old. But I think I enjoy writing letter more, rather than chat on whatsapp, or dm on instagram. So for anyone who is bored writing text in those platform, why not try to write a letter? Kamu tidak harus mengirimkannya untukku, tapi justru, buat dan kirimkan ke orang-orang yang kau benar-benar ingin terhubung dengannya. Someone who are once in your life, but somehow the communication cuts.


Sekian. Selamat menulis surat hehe.~


Wallahua'alam.


Friday, April 16, 2021

Nickname

April 16, 2021 0 Comments
Bismillah.

*warning* gakpenting, curcol semua

***

Ramadan ini alhamdulillah ketemu orang-orang baru. Dapet banyak hikmah berinteraksi dengan banyak orang meski cuma via online.

Dan beberapa orang memberiku nickname baru. Trus jadi ingin kutulis di sini.

Jika boleh memilih, aku ingin orang-orang memanggilku "Bella" saja. Sama seperti semua orang yang mengenalku sejak kecil.

Atau aku pun tidak masalah, jika ada yang memanggilku "Isabella". Itu namaku, bahkan aku tidak pernah tersinggung saat ada yang bernyanyi dengan nama itu. Sudah terbiasa sejak kecil, dan aku biasanya cuma senyum saja. Nama "Isabella" itu nama depan, jadi wajar jika yang baru mengenalku memanggilku begitu. Meski akhirnya, biasanya banyak yang menyerah dan bertanya biasanya dipanggil apa hehe. Isabella, nama dengan 4 suku kata itu terlalu panjang, dan beberapa orang mungkin merasa nama itu tidak cocok dengan image-ku. Tapi aku sukaa nama Isabella. Aku suka menjadi sosok yang misterius dan tak mudah ditebak. Aku suka melihat reaksi guru saat membaca nama untuk mengecek tiap siswa. Dan saat memanggil namaku, dan aku mengangkat nama, raut wajah herannya menjadi hiburan tersendiri bagiku.

Dan tentu, aku suka dipanggil "Kirei". Kata itu selalu terdengar dan terbaca manis. Aku hampir selalu tersenyum saat ada yang memanggilku kirei. Beberapa teman dekat, yang sebenarnya biasa memanggilku Bella, juga kadang menggunakan nama Kirei saat nama tak menyapa. ^^

Satu lagi, nama panggilan yang entah mengapa punya tempat sendiri di hatiku. "Isa", ya sama seperti nama Nabi Isa ibn Maryam.

Fisika Dasar 2, kalau aku tak salah ingat. Pak Toto, dosen yang terkenal strict itu selalu ketat masalah kehadiran. Setiap kelas, tidak pernah tidak, selalu memanggil 100-an mahasiswa dikelasnya dan mencentang yang hadir. Ia bahkan terlihat mulai menghafal wajah dan nama kami di akhir semester. Terlihat dari beberapa nama yang hanya ia gumamkan, kemudian tangannya bergerak menandai daftar hadir tanpa benar-benar menoleh ke arah mahasiswa yang tangannya terangangkat tangan tinggi.

Saat itu dikelasku ada dua "Bella" dan nim-ku berada di bawah Bella satunya, yang nama lengkapnya aku lupa >< kayanya sih Farabella. Tapi aku gak yakin hehe.

***

Selain itu ada beberapa nickname lain, yang sebenarnya aku tidak suka mendengar maupun membacanya.

Tapi entah ini sisi introvert, atau entah mengapa. Aku enggan memberitahu orang-orang terkait yang terus memanggilku dengan nama panggilan itu.

Belski, atau yang baru-baru ini kudengar Ibel.

Aku masih belum bisa meralat, atau menyatakan ketidaknyamananku. Aku cuma bisa menulisnya di sini.

Btw, aku jadi ingat, ada satu lagi. Aku tidak masalah dipanggil Bellz, with z. Ada satu orang yang kadang menyapaku seperti itu. Dan nama itu adalah nama yang kugunakan di email pertamaku. Bellz_kirei@yahoo.co.id

Emailnya masih kugunakan di tumblr, meski gak pernah kutengok inboxnya. Email tersebut adalah awal mula dari nama pena Isabella Kirei yang kini seolah menjadi identitas baru bagiku. Karena bisa dihitung jari orang yang tahu dan hafal nama lengkap asliku.

Terakhir, jika ada yang membaca sampai akhir. Apakah kamu punya banyak nickname? Yang mana yang pling kau sukai? Atau yang tidak kau sukai? Bisakah kau mengoreksi orang yang memanggilmu dengan nama yang tidak nyaman kau dengar dan kau baca? Jika iya, mungkin kau bisa mengajariku caranya. Hehe

Sekian. Kesimpulannya, just call me Bella.

***

PS: tetiba teringat seseorang yang memanggilku anty. That person never calls my name, and it sounds so weird cause no one ever call me that.

Meski sekarang aku suka dipanggil Aunty oleh Tsabita dan Arkan. Tapi kaaan.. Itu bedaaaa wkwkwk.


Monday, October 1, 2018

Telinga

October 01, 2018 0 Comments
Bismillah.

Kadang kita butuh telinga, bukan telinga sendiri tapi telinga orang lain. Kita ingin berbicara dan ada yang mendengar. Ingin menulis dan ada yang membaca.

Kebutuhan itu normal, manusiawi. Memang idealnya kita bercerita, mengadu suka dan duka pada Allah. Tapi bukan berarti tidak boleh, untuk bercerita pada manusia. Tidak apa-apa, asalkan kita tidak tergantung dan bersandar pada manusia.

Ada yang memilih telinga orang asing yang lalu lalang, ia bercerita di blog, atau sosial media. Ada yang memilih telinga orang terdekat, entah itu ibu, kakak, atau teman.


***

Tidak semua orang dengan mudah bercerita saat butuh telinga, entah karena tidak mudah percaya, atau mungkin takut merepotkan orang lain. Tidak semua topik kita bagikan ke semua telinga, ada cerita baik yang mungkin mudah kita suarakan pada telinga manapun, ada juga suara kecil hati, yang hanya dibagikan pada telinga tertentu. 

Ada saat mudah bercerita di sini, lain waktu merasa sulit dan butuh telinga yang lebih spesifik. Mungkin karena topiknya sensitif, dan bisa jadi menguak sisi lain diri yang sebaiknya tidak diketahui banyak orang. Saat itu, aku menyapanya, lalu bercerita saja. Ia merespon, dan aku sedikit lebih lega. Aku mungkin hanya bercerita sepenggal, dan ia hanya bisa menyimak tanpa memberi solusi, tapi itu cukup. Cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk didengar.

***

Terima kasih padanya, telinganya, matanya, waktunya.

Maaf karena tiba-tiba meracau tentang suasana hati dan kondisi diri yang tidak baik.

Terima kasih atas kata dan jawaban sederhananya.

Maaf karena lebih sering meminta telinga ketimbang menyediakan telinga.

Dan terakhir... Jazakillah khairan katsiraa.. 

Monday, October 9, 2017

Tiga Jenis Air Mata

October 09, 2017 0 Comments
Bismillah.

#beberesdraft

Singkat saja ya, ada tiga jenis air mata yang aku kenali, mungkin kamu juga mengenalinya.

Air Mata Kesedihan

Air mata yang mengalir karena perasaan dan emosi negatif. Sedih, sesal, khawatir, takut.. dan perasaan negatif lainnya yang mungkin begitu menyita hatimu sehingga matamu terpaksa dipenuhi air mata, kemudian berlinanglah.

Air Mata Bahagia

Air mata yang mengalir karena perasaan dan emosi positif. Terharu, bahagia, merasa dicintai, dan perasaan positif lainnya, yang memenuhi hatimu sehingga senyum tidak bisa mengekspresikan perasaan positif yang meluap-luap tersebut, matamu akhirnya ikut unjuk diri, memenuhi dirinya dengan air mata, kemudian terjun dan mengalirlah.

Air Mata Lacrima

Tidak ada emosi atau perasaan yang terkait, hanya salah satu bentuk refleks biologis kita. Saat mengantuk, saat kelilipan, saat matamu kering, dan saat-saat lain, saat tubuhmu mendeteksi bahwa matamu perlu dibasahi lacrima (air mata).

***

People may say, actually, there's also one tears except those three mention above. *latihan bahasa inggris ditulisan lain aja Mba hehe.

Mungkin dari salah satu pembaca ada yang ingin menambahkan jenis mata air buaya eh air mata palsu. Tapi bagiku, air mata buaya termasuk air mata lacrima. Saat buaya menggigit mangsanya, matanya menjadi berair, bukan karena ia sedih dan kasihan terhadap mangsanya, namun karena efek biologis saja, kelenjar air matanya tertekan sehingga matanya basah. Mohon koreksi kalau ada yang salah. 

***

Aku menulis ini sebenarnya karena dulu sedang ingin sekali menulis tentang qurotta a'yun, definisi dan penjelasannya. Sekaligus sedang, dan masih galau, tentang bagaimana caranya menjadi anak, yang bisa membuat mata orangtua "dingin". Aku masih perlu banyak belajar tentang ini. Semoga kita termasuk hamba Allah yang bisa melaksanakan perintah Allah dalam quran-Nya, untuk berbakti kepada orangtua. Aamiin.


Allahua'lam.

PS: Sejujurnya aku sebel pada diri, saat membuka draft ini. Ingin aku protes pada diriku sendiri "Apaan? Ini draft? Cuma judul dan kata bismillah?" wkwkwk. Tapi alhamdulillah ada kata bismillah dan judul, setidaknya lebih baik dari sekedar lembar kosong.

Thursday, October 5, 2017

Fokus! Fokus!

October 05, 2017 0 Comments
Bismillah.

-Musabah Diri-

Belajar fokus ya bell.. attention span, jangan melakukan banyak hal di satu waktu, dan berakhir ga ada yang selesai. Oke?


***
One of the attack of Syetan is called an nazgh, which is actually agitation. And it shares letter, two of them was naza, naza actually means to pull something. Naza-a is to pull something, and naza-gha is to poke/pull at someone, to agitate them. Like he's constantly try to agitate you to think about something else, when you're thinking about something else, he wants you think about something else. And from those, we learn something else.

We learn from the word nazgh, the attack of syetan that is he wants you to get involved in too many things at the same time, so you end up accomplishing what? Nothing. So you can't actually (focus).
It's very difficult, a lot of people come nowadays and they say, that I don't know how to focus. I just don't know how to do it. When I sit in to study, I start thinking about my phone, or I start thinking about a text messages. When I see my text messages, an update come from my facebook page, so I start looking at that, then somebody sends me a link of a video so I start watching that, and there's a related video, so I start watching those. Speaking of videos, I realize I haven't watch the 3rd episodes of that season, so I start watching that, and then the time's up, and the exam's starting. So I can't pay attention to one thing. So obviously, one of the visible devices of syetan is become our mobile devices.
- Nouman Ali Khan, cek video dengan subtitle bahasa indonesia-nya di sini
***

Buat jadwal yang ada waktunya mungkin, biar kamu bisa fokus. Jangan cuma buat to do list. Selain itu.. saat ngerjain sesuatu, biar ga keganggu hal lain, tutup hp, laptop juga, fokus. Selesaikan kerjaanmu, baru pindah ke kerjaan lain. It will take a long time if you do a lot of things once. Kalau perlu, putus koneksi juga boleh pas lagi nulis. You don't really need to connect to internet right? Kalau perlu cari referensi, kumpulin dulu aja, jadi pas waktunya searching/cari referensi ya sekalian. Nulis tetep nulis, biar bisa selesai, trus nanti diedit dan ditambahkan informasi hasil cari referensi. Jadi kan harusnya? Jangan sampai nulis cuma berhenti di draft ya Bell.. you know how pity your draft looked like. Menanti dirimu untuk mengedit dan menyelesaikannya hehe.

Bye~ Semangat! Wish a happy day^^ of course don't just wish, work for a happy day..

Allahua'lam.

***

PS: Terimakasih yang sudah membuat subtitle videonya, aku baru bisa buat transkrip bahasa inggris di quotes yang aku suka, eh udah ada yang bikin subtitlenya ternyata. Jazakumullahu khairaan.

Tentang Tanggung Jawab

October 05, 2017 0 Comments
Bismillah.

-Muhasabah Diri-


Masih belajar tentang ini. Tentang tanggung jawab. Bagaimana kita belajar dari leluhur kita, Nabi Adam 'alaihi salam. Belajar untuk berani mengakui kesalahan, dan tidak menyalahkan orang lain. Kemudian bertaubat, memohon ampun, dan melanjutkan kehidupan, melanjutkan melaksanakan tugas yang Allah titahkan, menjadi khalifah di bumi.

Masih belajar tentang ini. Tentang tanggung jawab. Bagaimana kita belajar untuk tidak seperti Iblis, la'natullah 'alaih. Belajar untuk tidak melemparkan kesalahan pada orang lain, belajar untuk tidak menyalahkan Allah Yang Maha Suci.

Inspired by this video. Coba ditonton ya, bagus penjelasannya~

***

Quotes from that video about responsibility
"Iblis can have a logical complain, and Adam can also have a logical complaint. The difference is, Iblis makes the complaint, but Adam does not complain. He says, robbana dzalamna anfusana. No, it's not my fault, even if it doesn't make sense to me, my logic is limited because I am a human being, Allah knows way more than I do, Allah has way more wisdom than I do. I know that I got greedy, I know my fault. You know what happen? When people want to blame Allah, they don't want to take responsibility and Adam 'alaihi salam took personal responsibility."

"...The entire problem of destiny is one problem. The problem of responsibility."
- Nouman Ali Khan
***

Allahua'lam.

Tuesday, September 26, 2017

Kadaluarsa

September 26, 2017 0 Comments
Bismillah.

#hikmah
 

Seperti halnya makanan yang punya batas waktu layak makan, tidak abadi, begitu juga banyak hal lain. Tidak hanya makanan, ada banyak hal lain yang punya "tanggal" kadaluarsa. Air mungkin bening mungkin tidak ada kadaluarsa-nya, tapi kemasannya, punya batas kadaluarsa.

Hal-hal yang saat ini menyita pikiranmu, juga memiliki tenggat kadaluarsa. Suatu saat akan berganti, dari satu hal ke hal lain. Masalah, yang saat ini membuatmu menangis, suatu saat akan menemui kadaluarsa-nya, kemudian hal tersebut mungkin bisa kau ambil hikmahnya atau bahkan bisa membuatmu tersenyum. Kesenangan yang kau miliki saat ini juga ada kadaluarsanya, berganti dengan kesedihan. Karena memang seperti itu kehidupan berputar. Kesehatan kita, kemampuan kita mengingat, kemampuan kita berjalan suatu waktu akan memasuki masa kadaluarsanya. Mungkin kita sadar, sehingga kita menjaganya dengan baik dan mensyukurinya selama masih ada. Tapi mungkin juga kita lalai, dan keburu terlambat, lupa mengucap 'alhamdulillah', keburu dilatih untuk mengucap 'innalillah'. Iman kita, mungkin termasuk yang ada kadaluarsanya. Sifat iman naik turun, menua, maka harus sering kita isi ulang, kita perbarui. 

Semua ada batasnya, ada waktu tenggatnya, ada kadaluarsa-nya. Karena tidak ada yang kekal dan abadi selain Allah. Lewat satu fakta ini, kita diminta mengambil hikmah dan belajar. Belajar untuk bersyukur, belajar untuk menyadari dan mengakui betapa kehidupan kita singkat, sakit, senang, tangis tawa, akan berlalu lalang. 

Semua ada batasnya, ada waktu tenggatnya, ada kadaluarsa-nya. Karena tidak ada yang kekal dan abadi selain Allah. Lalu kita diminta mengambil hikmah dan belajar. Tentang bagaimana mendayagunakan nikmat, sebelum tiba masa kadaluarsa. Agar nikmat, menjadi berkah.. berkah yang bertambah dan bertambah. 

Semua ada batasnya, ada waktu tenggatnya, ada kadaluarsa-nya. Karena tidak ada yang kekal dan abadi selain Allah. Lalu kita dipaksa mengambil hikmah dan belajar. Tentang bagaimana merelakan yang sudah pergi, dan mengakui kelemahan diri, serta kekuasaan Allah. Kemudian kita jadi tahu, diingatkan lagi untuk tidak lupa tujuan, tujuan Allah menciptakan kita. Kita menjadi tahu, diingatkan lagi untuk tidak lupa visi, visi kita hidup di dunia, untuk hidup selamanya kah? Mati dan tidak pernah bangkit lagi? Atau hidup ini adalah ladang amal? Kita mati kemudian Allah hidupkan lagi untuk ditanya pertanggung jawabannya, untuk dihitung perbekalannya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dan diberi petunjuk oleh-Nya. Aamiin. Ya muqallibal quluub tsabbit qalbi 'ala dinik. Rabbana latuzigh quluubana ba'da idz hadaitaa wa hablana milladunka rahmah.

Allahua'lam.
***

PS: Terinspirasi dari Draft 28 Juni 2017, tentang Ayah yang mengingatkanku bahwa 'pertanyaan itu' sudah kadaluarsa, sekarang udah pindah ke pertanyaan lain. Mungkin maksud Ayah agar aku bisa segera move on, agar bisa 'tutup buku' dan memulai lembaran baru. Tapi maafkan aku pah, aku butuh waktu yang lebih lama untuk bisa move on hehe. Doakan aku ~

Wednesday, September 6, 2017

Perasaan Reaktif ; Emosi Sesaat

September 06, 2017 0 Comments
Bismillah.
#hikmah

Tahukah kamu perasaan sesaat, emosi reaktif yang tiba-tiba muncul karena perubahan rencana? Atau perasaan sesaat, emosi reaktif saat teman yang kau tunggu tiba-tiba tidak jadi hadir. Atau perasaan sesaat, emosi reaktif saat semua orang tidak setuju dengan opinimu. Atau perasaan sesaat, emosi reaktif lainnya. Kalau mau dibawa ke tema baper juga bisa. Misal perasaan sesaat, emosi reaktif, ketika tiba-tiba ada lawan jenis yang suka jailin kamu. Atau tiba-tiba perhatian sama kamu. Semacam itu.

Mungkin saat itu kamu tidak tahu, kalau itu cuma perasaan sesaat. Ya, kamu belum tahu kalau itu cuma emosi reaktif saja. Mungkin kamu memilih untuk menunjukkannya, tanpa tedeng aling-aling, meluapkannya. Mungkin kamu memilih untuk membiarkannya berada di hatimu, sampai perasaan sesaat itu, emosi reaktif itu memilih untuk menetap jauh lebih lama dari seharusnya.

Perasaan sesaat itu.. emosi reaktif itu.. Aku juga pernah begitu, menunjukkannya, meluapkannya, membuat orang lain tidak nyaman karenanya. Aku juga pernah begitu, membiarkannya tersimpan di hati, lalu yang seharusnya cuma sesaat, jadi menetap satu dua hari, atau bahkan satu dua pekan. Kemudian, setelah pilihan itu, aku dibuat menyesal. Seharusnya dulu perasaan sesaat itu ga aku tunjukkan, seharusnya aku ga biarkan emosi reaktif itu menetap lebih lama.

bahan kimia
***

Perjalanan dua malam satu hari kemarin, membuatku menyadari. Betapa nyamannya, betapa leganya, kalau kita memilih untuk tidak menunjukkan perasaan sesaat itu. Membuatku belajar, ah.. ternyata senyaman ini, selega ini, kalau kita tidak membiarkan emosi reaktif itu mencuat apalagi di simpan lebih lama. Rasanya nyaman dan lega kala perasaan sesaat atau emosi reaktif tersebut kita salurkan lewat hal lain, tidak ditunjukkan, namun bukan berarti disimpan lebih lama.

Jujur rasanya agak kesel, saat akhirnya perjalanan tersebut hanya sekedar perjalanan. Aku ga jadi 'kendaraan' untuk kembali kemudian mengurus berbagai hal di sana. Tapi sekedar perjalanan, lalu aku kembali ke rumah. Rasanya berlipat kesal hehe, apalagi, saat menentukan gamis dan kerudung mana yang hendak kupakai, Ibuku melarang pakai ini dan ini, menganjurkan pakai itu dan itu. Rasanya ingin nangis aja, atau ngambek ke Ibu, juga ke Ayah. Tapi malam itu, aku entah kenapa menjadi yang mengalah. Perasaan sesaat, emosi reaktif ingin menangis, marah dan ngembek, Allah bimbing agar tidak ditunjukkan, bukan berarti pula disimpan. Aku mengalah, nurut saja pakai gamis A dan B, milih kerudung X dan Y. Ikut perjalanan, yang artinya sekedar perjalanan, ga jadi kendaraan penggantar.

Itu yang pertama. Yang kedua juga ada. Kejadian detailnya ga aku ceritain ya, takutnya, malah jadi curhat. Tapi intinya, kemarin siang aku digerakkan hatinya oleh Allah agar tidak memilih meluapkan perasaan sesaat, juga tidak menyimpan emosi reaktif. Disalurkan, dengan kegiatan lain, berusaha mengalihkan fokus. Alhamdulillah sama Allah disediakan pula sarana/alat penyalurnya. Sebuah buku yang berada di rak, agak kusam dan berdebu memang, namun berhasil membuatku menetralkan perasaan sesaat dan emosi reaktifku siang itu.

Hasilnya? Alhamdulillah jauh lebih nyaman dan lega. Perjalananannya jadi damai, banyak hikmah yang bisa aku petik karena aku tidak terbawa perasaan sesaat dan emosi reaktif. Sampai bisa dengan pelan aku bergumam pada diri, mungkin ini memang yang terbaik untuk saat ini. Berada di rumah dulu, sampai nanti Ayah dan Ibu izinkan pergi lagi untuk menyelesaikan beberapa hal yang harus diurus.

Hasilnya? Alhamdulillah jauh lebih nyaman dan lega. Selepas membaca buku itu, aku jadi lebih tenang menemani Ibu dan Ayah jalan dari satu lantai ke lantai di bawahnya, lalu memilih kendaraan yang lebih nyaman, yang mengantarkan ke parkiran bis yang akan membawa kami kembali ke kota Satria.

***

Kejadian tentang emosi sesaat dan perasaan reaktif ini.. bagaimana menanganinya, pilihan yang harusnya diambil. Somehow mengingatkanku pada kejadian lain di masa lampau. Dulu aku memang memilih menunjukkannya, lewat tetesan embun *wkwkwk. Tapi Alhamdulillah, karena saat itu aku sendiri, dan jalan kaki menjauh dari banyak orang. Efeknya, efek buruk meluapkan emosi reaktif tadi, ga terkena pihak lain. Aku membuat tulisannya kok, tapi lupa udah di publish atau belum. Saat itu aku berkesimpulan, kalau aku ga berhak marah. Iya, aku ga berhak malah cuma karena menunggu lalu ditinggal pergi. Karena sebenarnya, ada jauh banyak hikmah yang aku dapat. Karena toh, paginya, justru ia yang sudah rela menjemputku dan menungguku. Karena intinya, aku ga berhak marah. Dan Alhamdulillah aku berhasil menyampaikan perasaanku padanya. Semoga sedikit kalimatku saat itu membuat perasaan bersalahnya hilang. Karena ia tipe yang kepikiran seharian kalau ada hal yang menurutnya adalah sebuah kesalahan yang ia lakukan.

***

Wah, jadi panjang banget ya? Hehe. Tambahin lagi lah, biar makin panjang *jail hehe.

Kalau mau bahas dari segi vmj. Percaya gak sih, perasaan itu cuma sesaat dan seringkali cuma emosi reaktif saja? Mungkin kamu pernah memilih menunjukkannya, atau menyimpannya dan efeknya jadi menetap satu dua bulan, bahkan tahun. Lalu karena pilihan itu kamu jadi sakit hati. Ya, menunjukkan vmj, atau menyimpan vmj ga akan berbuah hal baik untuk hatimu *imho. Ya, ngapain ditunjukkin, nanti juga hilang, dan virus itu, harusnya bukan ditunjukkin tapi disembuhin. Juga ngapain disimpan, kaya kamu sakit flu tapi membiarkan flunya, ga minum obat, ga minum madu, berdamai dengan flu, padahal flu itu pasti menganggu hari-harimu.

Jadi kalau perasaan sesaat ini, emosi reaktif ini, tentang vmj, harusnya gimana? Dibiarkan, jangan dipupuk, jangan disirami, jangan disimpan. Kan sesaat, kan reaktif, harusnya bisa segera hilang. Atau disalurkan ke hal lain, yang ini aku bingung kasih contohnya apa, mungkin dengan menyibukkan diri, atau dengan hal lain. Ahh.. kalau ada yang tanya, perasaan vmj ga ada obatnya deh, ya.. aku juga gatau sih ada obatnya apa ga. Tapi kan kita punya Allah, banyak doa dan curhat ke Allah, banyak minta dibersihkan hatinya, apalagi kalau vmj sampai membuat waktu kita tersita cuma mikirin satu orang yang belum tentu jodoh kita. Waste of time. Bahkan kalau itu jodoh kita pun, banyak memikirkannya juga tidak menyelesaikan apapun.

Intinya, kalau perasaan sesaat, dan emosi reaktif dikaitkan dengan vmj. Intinya sama sih kaya sebelumnya, jangan ditunjukkan atau diluapkan. Jangan pula di simpan. Sedangkan kalau ada yang mau tanya case per case, jangan sama saya, ga ahli tentang ini. Hehe. Tanya sama yang ahli. Hehe.

***

Semoga ga ada yang salah fokus ya. Hehe. Aku biasanya menghindari bahasan vmj, tapi kali ini gatau kenapa malah dilanjutkan meski tulisannya jadi makin panjang.

Intinya, aku senang, perjalanan dua malam satu hari itu, membuatku berhasil memetik hikmah ini. Hikmah yang seharusnya aku petik jauh-jauh hari karena hint-nya sudah Allah berikan beberapa saat yang lalu. Tidak apa-apa, mungkin aku bukan tipe pembelajar cepat. Selama masih mau belajar, dan harus ditingkatkan semangat belajarnya.

Selamat menjalani hari-hari berwarna (: Semoga tulisan ini bisa memberi warna lain di harimu. Zai jian!

Allahua'lam.

Friday, February 24, 2017

Polaris dan Sirius

February 24, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Meskipun suka menikmati indahnya cahaya bintang di langit, saya bukan tipe yang sampai cari tahu atau belajar banyak tentang perbintangan. Tulisan Mba Sinta Yudisia yang satu ini, membuatku belajar sedikit tentang bintang Polaris dan Sirius, serta sedikit filosofinya jika diibaratkan menjadi seseorang yang kita cintai.
Alam semesta mengajarkan banyak hal kepada kita.

Setiap makhluk diciptakaNya berpasangan, bahkan galaxy dan bintang-bintang. Hampir semua bintang memiliki pasangan. Galaxy Bima Sakti atau Milky Way berpasangan dengan Magellan.
Ada satu bintang yang unik, yaitu Polaris. Bintang ini tidak berpindah-pindah, terletak tepat berada di garis langit kutub utara.  Bintang ini tidak terlihat oleh tempat yang memliki lintang derajat 0 seperti Indonesia atau di bawahnya seperti Australia. Negara-negara yang terletak pada lintang 5 derajat sampai 10 derajat masih tidak dapat melihat binang ini dengan jelas. Tapi negara-negara 4 musim dapat melihat bintang Polaris dengan jelas seperti Jepang, China, Korea, Eropa.

Bintang ini tidak berpindah-pindah. Selalu tampak di satu titik. Itulah Polaris.

Bagaimana Sirius? Sirius adalah bintang yang sangat terang benderang. Bintang paling terang di langit kita. Sirius dikenal karena merupakan bintang ganda, ada yang mengatakan 2, ada yang mengatakan 3. Karena terangnya, bintang ini sangat terkenal.
- Sinta Yudisia, Mencintai sosok Polaris (bukan Sirius)
***

Tuesday, January 31, 2017

Malu

January 31, 2017 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Singkat cerita karena satu dua, mungkin tiga kejadian hari ini, otak dan jemariku tergerak untuk menulis tentang malu. Satu kata, kata sifat? bukan, kalau kata sifat maka itu pemalu. Malu adalah kata benda, benar ga?

Definisi Malu menurut KBBI ada tiga:

1. merasa sangat tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya)

2. segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, agak takut, dan sebagainya

3 kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya).

Yang istimewa dari malu adalah.. bahwa malu disebutkan adalah salah satu bentuk keimanan. Pertanyaannya, malu yang seperti apa yang bisa termasuk bentuk keimanan?
Malu.. jika hendak melakukan dosa? Malu.. jika tidak mematuhi perintahnya? Malu... malu, karena belum menjadi hamba yang baik. Malu.. yang tidak sekedar tersipu malu, tapi malu tersebut mempengaruhi perilaku kita.

Monday, November 28, 2016

SemangKA!

November 28, 2016 0 Comments
Bismillah.

SemangKA!


Semangka, untukku, untukmu, untuk semua yang merasa butuh disemangatin. ^^

Berawal dari  kepanjangan Semangat, Kawan! Terus ke Semangat Kakak! Trus sampai ke Semangat Karena Allah... Semuanya bagus, termasuk semangka yang beneran semangka. Buah tropis yang kaya air ini memang bisa menyegarkan dan menyemangati hari kita.

Aku memang belum bisa berbagi buah asli semangka, karena ga punya, dan hari ini ga makan itu juga hehe. Tapi semoga postingan pendek nan ringan ini bisa menjadi pemberi semangat hari Senin, atau hari-hari lain, *kan aku gatau tulisan ini dibaca olehmu pada hari apa hehe.

Sekian hehe.

***

Friday, September 16, 2016

Marathon, Sprint, dan Kerja Otak yang Impulsif

September 16, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.
marathon : lari jarak jauh

Pertama, sadari bahwa hidup ini adalah marathon, bukan sprint. Saat ini mungkin kamu sedang kalah dari teman-temanmu, tapi bukan tidak mungkin ke depannya kamu bisa jadi yang mereka pandang tinggi kan? Kedua, meski kamu sudah lebih tinggi pada akhirnya, janganlah menjadi jumawa karenanya. Toh, semua itu selalu karena izin Tuhan kan? Ketiga, setiap orang itu punya fungsi masing-masing, jadi ditinggikannya kamu dibandingkan orang lain itu pasti punya maksud tersendiri. Pun demikian halnya dengan dijadikannya kamu lebih rendah dari orang lain.
- Belajar Bersyukur di JurnALIsme
 ***

Sebelum kutipan di atas, penulis meng-italic-kan sebuah kalimat. Stop comparing yourself to others.

Tentang comparing, perbandingan, yang kita lakukan diri kita pada orang lain memang selalu memiliki dua hasil yang berbeda motivasi atau demotivasi. Bagaimana memandang ke bawah bisa membuatmu bersyukur sedangkan memandang ke atas bisa jadi membuatmu kurang bersyukur. Atau di sisi lain, memandang kebelakang merasa cukup dengan kecepatan lari saat ini, sedangkan memandang ke depan membuatmu termotivasi untuk menambah kecepatan lari.

Thursday, September 15, 2016

Pergantian Siang-Malam, dan Ke-empat Musim

September 15, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.
Day and Night
 
Diingatkan lagi tentang ayat-ayat kebesaran Allah yang setiap hari kita rasakan, namun seringkali kita lupakan. Kali ini diingatkan lewat another blogwalking.
"Di sini, proporsi malam dan siang bisa berganti sangat jauh. Aneh rasanya ketika saya ingin tidur cepat (karena terbiasa tidur sekitar pukul 9-10 malam) padahal langit masih cukup terang di musim panas seperti ini. Pun demikian ketika musim dingin, pukul 5 sore langit sudah gelap, aktivitas seolah-olah sudah harus berhenti lebih cepat."
- JurnALIsme dalam tulisanya "Bergilir"
Sebelum paragraf itu, ia mengutip ayat Al Quran Surah Al Qasas : 71-73 silahkan cek di Quran masing-masing ya hehe. Aku ingin mengutip ayat di surat lain, surat yang lebih familiar, surat An-Naba, masih tentang siang dan malam.
"Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian, dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan"
- Kalamullah, surah An Naba ayat 9-11
Ayat tadi menggambarkan fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia, dan fenomena yang dirasakan si pemilik blog. Bahwa pergantian siang dan malam bukan ditentukan dari jam buatan manusia, tapi ditentukan oleh Sang Pencipta Waktu, pencipta alam semesta, Allah Al Khaliq.

***

Wednesday, September 14, 2016

Monday, September 14, 2015

Menjadi Bukit

September 14, 2015 0 Comments

-Muhasabah Diri-
 
Bismillah.

Menjadi Bukit
Bukan, aku bukan ingin cerita tentang 'andai aku menjadi bukit'. Aku ingin cerita tentang satu frase yang mungkin kita sudah jarang dengan.

"Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit"

Tentang Menabung

Ya, aku mendengar pertama kali frasa itu berhubungan dengan menabung. Aku lupa apa kalimat lengkapnya, mungkin sebuah nyanyian, atau apa ya? benar-benar lupa -.- kalau ada yang tahu tolong komen ya? penasaran hehe.

Friday, July 3, 2015

Friday, May 29, 2015

Kebahagiaan Sederhana Akhawat

May 29, 2015 0 Comments
-Untukmu Ukhti-

Bismillah.
"Bagi akhawat seperti kami, kebahagiaan itu sederhana." -kirei

Seringkali padatnya aktivitas, kesibukan, dll membuat orang bosan dan butuh refreshing. Bagi akhawat ternyata caranya mudah, hehe.

dari sini
Berkumpul bersama sahabat, memasak menu sederhana, makan bersama, bertukar cerita, dan terakhir nge-es buah. Kebahagiaan itu sederhana. Akhirnya setelah rencana demi rencana yang terus jadi wacana, hari itu rencana terwujud. Jumat, di hari yang penuh berkah kami menikmati hari bersama.

Di sela-sela proses memasak kami mengobrol, bercanda, tanya jawab tentang ini itu. Pada proses itulah kami menjadi lebih dekat, dan lebih mengenal kepribadian masing-masing. Mungkin sebelumnya kami memang sudah dekat, ikatan iman dan kesamaan semangat menuntut ilmu mempertemukan kami. Namun tatap muka dan salam sapa kami terbatas di sana, tidak pernah berbincang lebih dalam karena kesibukan masing-masing.

Kebahagiaan sederhana akhawat salah satunya adalah bertemu sahabat. Poin utama pertemuan kami bukan pada masak bersamanya, tapi pada kebersamaan yang menguatkan ukhuwah.

***

Dan rahasia kecil yang kita bagi, semoga menjadi pengerat ukhuwah kita. Bahwa kita mengenal satu sama lain bukan sekedar nama, jurusan, fakultas. Tapi juga hal-hal tentang hidupnya, termasuk kriteria calon suami. Hehhe.

Sunday, November 30, 2014

Stars : Think of You

November 30, 2014 0 Comments
Bismillah.

"When I look at the stars I think of you"   - tumblr
Kutipan di atas membuatku sejenak berhenti. Meski sekarang tidak mudah untuk memandang ke langit dan menemukan bintang, memandang bintang merupakan salah satu hal yang kusukai.

Aku teringat, kala Ramadhan yang lalu dengan mudah melihat bintang-bintang di langit Purwokerto. Masih ingat pula hari pertama semester ini, saat aku melihat bintang di langit dini hari Bandung.

Aku teringat tentang najm dan kawakib. Dua kata yang menggambarkan bintang di dua surat berurutan di juz 30. Apakah bedanya?

Tuesday, October 21, 2014

Tentang Muharram, Google dan Gambar yang Bermunculan

October 21, 2014 0 Comments
 -gambar darah untuk kampanya donor darah, sengaja tidak berkaitan dg isi tulisan-

#sensiMe

Bismillah...

Beberapa menit yang lalu aku menulis tentang Muharram dan Komitmen. Seperti biasa, untuk menghias bagian awal postingan, aku buka google dan mengetik keyword "muharram", kemudian meng-klik tab image. Dan mayoritas gambar yang bermunculan adalah....

***

Aku terpaku melihat gambar-gambar dipenuhi merah darah dan pisau. Pada kepala dan tubuh mereka terdapat begitu banyak goresan, sumber darah yang mendominasi gambar.