Follow Me

Showing posts with label arketipe. Show all posts
Showing posts with label arketipe. Show all posts

Monday, April 13, 2026

A37: Ketenangan dalam Keluarga Pembentuk Kepribadian Anak

April 13, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

#menjadiarketipe

 

☑️ #DAY37-0090

📖 Rasulullah Sang Pendidik, Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin



📑 Quote:

 

Baqir Sharif al-Qarashi menjelaskan tentang pengaruh keluarga sakinah terhadap pembentukan kepribadian manusia,

"Keluarga harus mewujudkan faktor-faktor ketenangan, cinta kasih serta kedamaian di dalam rumah, dan sebaliknya menghilangkan segala macam kekerasan, kebencian, dan berbagai perilaku jahat lainnya.

Penyimpangan perilaku yang terjadi pada anak-anak, seperti sikap agresif, yang mengarah pada kriminalitas, adalah akibat dari tidak adanya ketenangan, kedamaian, yang harus mereka dapatkan dari keluarga."

 


 

 

💡 Insight: 

 

Inilah pentingnya kesiapan mental sebelum menikah atau mempunyai anak. Keinginan untuk memperbaiki diri harus selalu ada, dan diejawantahkan dalam bentuk menuntut ilmu. Kita harus belajar bagaimana mengelola emosi, bagaimana mengelola konflik, bagaimana komunikasi yang baik saat ada konflik, dll. Namanya interaksi dengan orang yang berbeda, tentu tidak selalu datar, pasti ada saat konflik muncul. Saat itu, masing-masing harus saling mengingat tujuan awal menikah. Harus tahu, bahwa jika yang satu "api", yang lainnya harus menjadi "air". Jika yang satu sedang mengeras yang lain harus melembut. Jika yang satu memiliki banyak hal yang ingin diucapkan, maka yang lain diam untuk mendengar. Dan proses belajar ini akan lancar kalau masing-masing dekat dengan Allah.

 

Aku ingat pernah baca, kalau hubungan hati antara dua orang suami istri itu ibarat segitiga, Allah di tengah, jika masing-masing dekat dengan Allah, maka hati mereka berdua jadi dekat. Sebaliknya jika salah satu atau keduanya jauh dari Allah, sudah pasti hati kedua orang tersebut jauh.

 

Dan doa yang sering kita berikan pada yang baru menikah. Sakinah.. itu kondisi yang tidak bisa hadir cuma dengan usaha, tapi harus diiringi doa. Semoga rumah kita selalu menjadi tempat yang menenangkan, karena di sana, anak-anak kita lahir dan tumbuh menjadi pribadi, yang semoga kelak bisa membawa perubahan baik, tidak cuma dalam dirinya, tapi juga perubahan baik pada sekitarnya.

 

Wallahua'alam. 

Thursday, December 4, 2025

A36: Mencari Ilmu Sebatas Waktu Luang

December 04, 2025 0 Comments

Bismillah. 

#menjadiarketipe 


 

☑️ #DAY36-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

📑 Quote:

 

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkaya dalam Syarh Muqaddimah Al-Majmu' halaman 148,

"Benar, di antara manusia ada yang saat ia melihat kejernihan hati dan ketenangan jiwa dalam dirinya, ia menelaah dan mengkaji ilmu, mengokohkannya dan terus belajar.

Di antara manusia juga ada yang menjadikan ilmu sebatas waktu luangnya. Saat ia memiliki waktu luang maka ia mencari ilmu. Manusia jenis kedua ini adalah manusia yang ada kemalasan dalam dirinya, sampai-sampai andai dia duduk untuk menelaah ilmu atau belajar maka ia akan cepat bosan.

 

💡 Insight:

 

Nasihat tepat sasaran yang menghujam dan menohok diri. Pengingat bahwa ilmu seharusnya tidak dijadikan sebatas waktu luang apalagi waktu sisa. Terlebih lagi saat membaca bagian akhir kutipan! Benar sekali, begitu cepat aku merasa bosan, tapi bukannya memilih untuk menyediakan waktu untuk belajar, ironisnya malah membiarkan diri tenggelam dalam distraksi yang membuat otak makin sulit fokus dan cepat bosan.

 

Hei diri! Ayo latih lagi dirimu untuk bersabar dalam belajar! Hargai waktumu! Seperti yang disebutkan dalam pra-kelastentang adab belajar online,

"Menghargai waktu adalah bentuk komitmen kita untuk belajar."

 

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus belajar dan menuntut ilmuAamiin.

 

Asy Syafi’i pernah berkata,

     مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu.

Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.”

 (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139)

 

Wallahua'lam. 

Sunday, August 10, 2025

A35: Belajar Seumur Hidup Daripada Tenggelam dalam Hinanya Kebodohan

August 10, 2025 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

 


 

  

☑️ #DAY35-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Para ulama berkata, "Siapa yang tidak mampu bersabar atas hinanya belajar maka umurnya akan tersisa dalam hinanya kebodohan. Dan siapa yang mampu bersabar atas hinanya belajar maka perkaranya akan condong pada kemuliaan akhirat dan dunia." 

 

💡 Insight: 

 

Siapa yang tidak menginginkan kemuliaan akhirat dan dunia? Pasti semua menginginkannya. Tapi ketekunan dan kesabaran dalam belajar, juga bukan hal mudah. Sebagai orang yang pernah gagal, aku tahu sakitnya kedua. Perasaan hina karena berada dalam kebodohan, dan perasaan hina, karena masih belajar di level bawah saat banyak orang sudah berada jauh di atasku.

 

Terlebih jika ini tentang belajar islam. Penting untuk sadar, bahwa kita membutuhkan hidayah setiap waktu. Penting untuk tetap melangkah maju untuk belajar meski dikelilingi rasa insecure, karena di usia segini ilmu kita masih jauh dari cukup. Penting untuk sadar, bahwa perasaan hina karena kita masih belajar di level bawah/beginner, perasaan hina itu tidak seberapa dibandingkan dengan perasaan hina saat kita memilih diam dalam kubangan kebodohan diri dan ego yang membuat kita enggan belajar.

 

Jadi tetaplah belajar, dan jangan biarkan rutinitas hari membuatmu memilih hidup mengalir saja dan berhenti memperbaiki diri. Karena dari ilmu, Allah akan memudahkan kita untuk kebaikan baik di dunia maupun akhirat. Terutama di era informasi saat ini, begitu banyak informasi dapat di akses, sehingga kita seringkali tanpa sadar terbawa arus. Pastikan kita punya fokus dan prioritas, kemudian terus istiqomah meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu yang lebih penting dipelajari dalam hidup. Semoga Allah memudahkan. Aamiin. 

 

Wallahua'lam. 

Wednesday, June 18, 2025

A34: Cinta yang Menghasilkan Karya

June 18, 2025 0 Comments

 Bismillah.

 #menjadiarketipe

 


 

☑️ #DAY34-0090

 

📖 Kitab Cinta dan Patah Hati, Sinta Yudisia


📑 Quote:


Taj Mahal bukan sekedar simbol kemegahan seorang ratu. Bersamanya tergambar kesetiaan seorang lelaki yang selama 22 tahun mencurahkan segenap sisa hidup untuk mengenang seorang istri yang selalu mendampingi suami suka duka, rela mengandung hingga belasan benihnya, tak pernah meninggalkan suami saat menjalankan tugas dan mati mempersembahkan buah cinta mereka lahir ke dunia.

 

💡 Insight:

 

Aku belum tahu banyak tentang Taj Mahal sebelum membaca buku ini. Ternyata, rasa cinta yang mendalam, kesedihan ditinggal istri yang "berpulang" terlebih dahulu, tidak selalu membawa hal-hal negatif. Mungkin banyak yang memilih untuk tenggelam dalam emosi negatif, menutup diri, terjerat depresi karena yang tercinta telah pergi terlebih dahulu ke alam barzakh. Tapi Taj Mahal, bangunan yang sering kita dengar karena termasuk 7 Wonders of the World, menjadi bukti cinta yang menghasilkan karya.

 

Ini menjadi pengingat untuk kita, yang pernah, sedang, atau kelak merasakan naik turun gejolak cinta. Jadikan emosi dan energi yang dibawa cinta itu untuk menghasilkan karya. Karya apapun. Bisa jadi tulisan, bisa jadi lukisan, bisa jadi seperti Taj Mahal, berupa bangunan.

 

Jujur, kalau cuma mendefinisikan cinta dan melihat cinta dari novel cinta atau drama cinta yang picisan, kita mungkin gak akan tahu, bahwa ada cinta yang bisa menghasilkan karya. Cinta yang impact-nya lebih dari sekedar hal-hal remeh. Cinta yang mendorong kita menghasilkan karya. Let's find and do that kind of love!

 

Wallahua'lam. 

Wednesday, October 2, 2024

A33: Sahabat dan Tetangga yang Paling Baik

October 02, 2024 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe

 


 

☑️ #DAY33-0090

 

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah sahabat yang paling baik kepada sahabatnya, dan tetangga yang paling baik di sisi Allah, adalah tetangga yang paling baik kepada tetangganya. 


💡 Insight:

 

Bentuk kesempurnaan iman seseorang adalah saat keimanannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga terpancar dalam akhlaknya. Maka orang yang paling baik imannya, adalah yang paling baik pada keluarganya, yang merupakan sahabat yang paling baik juga tetangga yang baik.

 

Aku mungkin belum bisa mencapai level keimanan setinggi itu. Aku masih berusaha memperbaiki akar dan batang pohon imanku, sembari berharap daunnya rimbun dan bisa berbuah manis. Meski jika mau jujur, aku tahu, ada beberapa orang yang memetik buahnya dan merasakan asamnya, pertanda ada yang salah di akar atau batang pohon imanku.

 

Sebagai manusia, kita selalu ingin punya sahabat yang baik. Saat mencari rumah, selain dari orang-orang di dalam rumah, kenyamanan akan didapatkan jika kita memiliki tetangga yang baik. Tapi untuk mendapatkan itu, yang harus kita lakukan adalah menjadi seperti itu. Saat kita berusaha belajar menjadi sahabat yang baik, tetangga yang baik, nanti.. Allah akan bantu kita untuk bertemu dengan sahabat-sahabat dan juga tetangga yang baik.

 

Wallahua'lam.

Tuesday, April 2, 2024

A32: The World is Still Silent

April 02, 2024 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku


☑️ #DAY32-0090

 

📖 The Aqsa, Henk Kusumawardana

 

📑 Quote:

Palestinian state itself is almost invisible in the map, straddle up by Israel without shame, without feeling guilty and without any sense of humanity, shut their eyes and hearts. They even feel superior and doesn't regard the Palestinians as a human being who also has rights as human, and... the world is still silent.


💡 Insight:

It's depressing to see how cruel the world treat Palestinians, it's happening now, and we see the traces in photos, videos, sound recording. News are delivered, but why the world is still silent? Why we can only deliver the news, but nothing is done? Everyone is still busy living their life, and many people are even ignorant about what really happen.

It's easier to distract ourselves from the truth, choose to pretend as if we didn't know. As if we didn't contribute anything to whathever horrible things happen to Palestinian. But we do contribute, our silence will be questioned in the day of judgement. Can we at least pray? Like really pray? But how can we pray for them, if we even forget when we ever pray for ourselves.

I want to make more noise, using voice and write something for Palestinian. But I'm afraid I only talk but never take any further action. I'm afraid I speak loudly outside, but wrecked inside as I am weak and distracted. I don't want to be like many people, but I think I am. Let's just ask for His Help and His Guidance.

 

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

 

Rabbanaghfirlana dzunubana wa israfana fi amrina wa tsabbit aqdamana wanshurna 'alal qaumil kafirin. Aamiin.


Wallahua'lam.

Sunday, December 10, 2023

A31: Istikharah dan Musyawarah

December 10, 2023 0 Comments

 Bismillah.

 #menjadiarketipe #66haribacabuku

 


 

 

☑️ #DAY31-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Tidak akan rugi orang yang beristikharah, dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah. 


💡 Insight:

Hidup kita penuh dengan pilihan, dari yang sifatnya personal, sampai yang menyangkut urusan banyak orang. Dan saat kita bingung harus memilih yang sama, Allah sudah menyediakan bagi kita 2 cara yang baik untuk kita, istikharah dan musyawarah. Mari manfaatkan dua hal tersebut ^^

Karena akan ada banyak pilihan yang membuat kita bingung dan ragu. Semoga kita dihindarkan dari mengambil keputusan yang membuat kita rugi dan menyesal.

 

***

 

Keterangan: Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku atau di page 66 Hari Baca Buku 






Saturday, July 15, 2023

A30: Tunduk Tapi Ditinggikan

July 15, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

#menjadiarketipe #66haribacabuku

 

☑️ #DAY30-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Semakin bertambah tawadhu'nya maka semakin bertambah pula kebaikan, cahaya dan derajatnya. Tidaklah seseorang tawadhu' karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya. 


💡 Insight:

Belajarlah tawadhu, karena ujub dan sombong meracuni hati, mengubah diri menjadi rendah, seperti saat iblis terpuruk dikeluarkan dari surga. Belajarlah tawadhu, ingatlah, ada langit di atas langit. Ingatlah, apa yang kita miliki hanya air yang tersisa di jari yang dicelup ke lautan, nikmat dari pemilik dan penguasa samudra, yang ilmunya tidak kering, meski ditulis dengan tinta 7 samudra, dan pensil semua pohon.


وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَـٰمٌۭ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍۢ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَـٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surat Luqman (31) ayat 27]


***


Tambahan, agak nggak nyambung sama isi bukunya. Tapi pas nyalin ayatnya, aku dapet insight baru, kalau Allah bahkan memberitahu manusia, bahwa kita bisa membuat pensil dengan pohon.


Betapa pohon banyak bermanfaat untuk kita, pensil, kertas, alat yang memudahkan kita untuk menulis dan membaca. Pertanyaannya, sudahkah menulis dan membaca membuat kita semakin mengingat-Nya?


Semoga Allah memudahkan kita untuk menulis dan membaca, semoga Allah memudahkan kita untuk terus mengingat-Nya. Allahumma a-inna 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika. Aamiin.


Wallahua'lam.

 

***

 

Keterangan: Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku 

Sunday, June 18, 2023

A29: Sikap Menghormati Ketidaksepakatan

June 18, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

#menjadiarketipe #66haribacabuku 

 

 

☑️ #DAY29-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

 

📑 Quote:

Ketidaksepakatan dengan penuh rasa hormat adalah cara untuk menghadapi konflik tanpa membuat kesal lawan kita. 

 

💡 Insight:

 

Konflik biasanya dimulai karena perbedaan, karena ketidaksepakatan. Tapi apakah untuk menyelesaikan konflik, kita harus menjadi sama dan memaksa salah satu pihak untuk sepakat? Tentu tidak. Kita cuma perlu menghadapi ketidaksepakatan dengan rasa hormat.


Terlepas dari pendapat siapa yang paling benar, atau paling baik, sikap saling menghormati akan membuat diskusi penyelesaian konflik lebih lancar dan tanpa emosi.

 

***

 

Lebih mudah memang untuk mengabaikan pendapat orang lain, dan bersikukuh dengan pendapat diri. Terutama untukmu yang koleris. Padahal... kalau kita mau memberi jeda, dan menahan diri untuk keras kepala dan memuaskan ego untuk berdebat. Padahal... kalau kita mau meluangkan waktu merendahkan hati, dan menghormati ketidaksepakatan, maka hidup kita akan lebih tenang dan bebas konflik. Less stress.


Bukan berarti kita harus mengalah selalu. Tapi sikap kita kepada orang lain, pandangan mata kita, intonasi suara kita, itu sangat berpengaruh pada relasi kita dengan orang sekitar, mulai dari yang terdekat, keluarga, sampai orang-orang asing dengan nama id. Hidup memang dasarnya penuh konflik, maka jangan tambahkan konflik dengan sikap-sikap kanak-kanak saat menemui ketidaksepakatan. Kita perlu belajar untuk mendengarkan, belajar untuk melihat dari sudut pandang di luar diri, dan belajar untuk mengangguk dengan sopan, untuk sepakat tidaksepakat dengan saling menghormati pilihan atau pendapat masing-masing.


Wallahua'lam bishowab.


***


Keterangan:

[1] Tulisan ini diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

[2] Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku

 

Wednesday, August 24, 2022

A27: Bahkan Membenci... Ada Seninya

August 24, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY27-0090

📖 Kitab Cinta dan Patah Hati, Sinta Yudisia

📑 Quote:

Bagaimanapun dalamnya kebencian pada seseorang, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam memberikan batasan-batasan indah dalam membenci.

Membenci tidak boleh mencaci orangtua musuh, membenci tidak boleh bersikap tidak adil pada musuh, membenci tidak boleh mendoakan keburukan bagi musuh.

Membenci harus proporsional, sekedar membenci perilakunya dan bukannya si pelaku. Siapa tahu suatu saat perilaku si pelaku berubah dan dia berbalik 180 derajat dari musuh menjadi sahabat.

💡 Insight:

Banyak yang menulis tentang cinta, tapi sedikit yang mengenal lebih banyak tentang benci.

Tapi Islam mengatur perasaan itu, karena Islam tahu, hati manusia... bisa diracuni rasa benci. Dan racun itu, meski awalnya sedikit, lama kelamaan bisa mengeraskan hatinya, menghancurkan hidupnya.

So let's hate something in a proposional way. Like what Rasulullah taught us, 'alaihimushalawatu wasalam.

***

Mereka bilang, batas benci dan cinta itu tipis. Itulah mengapa kita tidak boleh berlebihan.

Mereka bilang, benci itu membebani hati, seperti kentang busuk, yang terus-menerus dibawa. Seharusnya kita buang, bukan justru dibawa kemana-mana.

Benci itu, ada seninya. Karena kadar yang berlebihan hanya akan meracuni diri. Itulah mengapa mungkin ada begitu banyak forgiveness therapy, karena ada banyak yang tidak tahu, bagaimana caranya melepas rasa benci.

Tentang benci, aku ingat sebuah doa. Meski mungkin diksinya berbeda. Ghill. Semacam rasa mengganjal dan tidak nyaman dalam hati, tapi fungsinya sebagai pengaman. Seperti baju perang ceunah hehe *lama sekali rasanya tidak menggunakan partikel bahasa itu.

Anyway, let's open the Qur'an, and read that du'a.

QS Al Hasyr ayat 10

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّۭا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". [Surat Al-Hasyr (59) ayat 10]

Last but not least,... Allah mengajarkan Rasulullah bahwa saat seseorang melakukan kesalahan, beliau diperintah untuk mendoakan dan memintakan ampunan, termasuk meminta pendapat mereka dalam musyawarah. Dan kita, sudah "melihat" bagaimana Rasulullah bersikap ba'da perang Uhud. Bukankah kita ingin bertemu dengan Rasul di telaga Al Kautsar kelak? Jadi jangan lagi katakan, "ah, cuma Sunnah". Seorang guru pernah mengajarkanku. Wajib itu dikerjakan berpahala, ditinggalkan dosa. Sedangkan Sunnah, dikerjakan berpahala, ditinggalkan... Rugi pisan. Allahumma shalli wa Salim 'ala Muhammad wa shahbihi wattabi'in. Aamiin.

Wallahua'lam.
 

Keterangan:

[1] Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku

Thursday, August 4, 2022

A26: Jaga Dirimu!

August 04, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

Helloow 👋

Satu bulan tidak menyapa. Ingatanku terakhir menulis adalah di pekan pertama bulan lalu, pekan tematik 1m1c. Time passed, tema baru di 1m1c muncul. Tapi tulisan ini bukan untuk 1m1c. Izin menyapa saja, prolog sedikit gak nyambung, boleh di skip hehe.

Bagi yang baru membaca blog ini, dan menemukan kode A26 di awal judul. Maksudnya apa? Lalu hashtag di awal tulisan. Apa pula itu?

Aku pernah ikut challenge 66 hari baca buku yang diadakan komunitas arketipe (@menjadi.arketipe). Challenge-nya sudah selesai. Archive kutipan dan insight buku yang kubaca saat 66haribacabuku sebenarnya sudah di publish di story ig @betterwordforlife. Tapi aku ingin menyalin ulangnya lagi di sini.

Lebih ke pengingat diri. Agar bacaan tidak berhenti pada bacaan.

Termasuk quote kali ini. Rasanya malu menyalinnya. I have so many homework to strive to be a better me, but I often forget, and just keeping myself busy with routine life (which not always productive).

Sebelum curcol lebih banyak, let's just check the quotes.

***

☑️ #DAY26-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

📑 Quote:

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata sebagaimana disebutkan dalam Al Hilyah karya Abu Nu'aim dan selainnya: "Siapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak akan menjaga dirinya."

Di antara bentuk menjaga ilmu adalah: 'iffah (menjaga diri dari hal-hal yang buruk, hina atau syubhat), menjaga harga diri, tidak tamak, dan tidak meminta-minta pada orang-orang kaya dan tokoh.

Di antara bentuk penjagaan ilmu yang lain adalah menjaga batin dari noda-noda keburukan seperti: ujub, sum'ah, riya', sombong, hasad, nifaq dan ghurur, serta menjaganya dari seluruh kemaksiatan

💡 Insight:

Jaga dirimu... Jangan biarkan ilmu yang sudah dipelajari, sia-sia. Bukankah kita tidak mau menjadi seperti keledai yang mengangkut kitab-kitab yang tebal dan berat? Cek QS Jumuah. Ayat berapa? Read all from start to the end.

***

Wallahua'lam.
 

Keterangan:

[1] Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku 

Thursday, July 14, 2022

A24: Efek Positif dari Konflik

July 14, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY24-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

Penelitian menunjukkan bahwa ketidaksepakatan dan masalah dengan rekan kerja atau dalam kehidupan pribadi kita yang terselesaikan secara sukses pada akhirnya menghasilkan rasa saling menghormati yang lebih besar dan hubungan yang lebih positif.

***

Adakah yang pernah berkonflik atau berantem dengan seseorang, tapi setelah konflik itu selesai, kamu justru makin baik hubungannya dengan orang tersebut. Lebih dekat, lebih mengerti orangnya, dan lebih saling menghormati dan menghargai. Coba ingat kembali, apa konfliknya dan bagaimana kamu menyelesaikan konflik tersebut. Termasuk setelah konflik tersebut selesai, bagaimana ada banyak hal positif yang kau dapatkan setelahnya.

Orang-orang yang terdekat denganku, tentu adalah mereka yang paling banyak berkonflik denganku. Beberapa malah menjadi dekat karena konflik. Aku teringat seorang sahabat terdekatku, sejak SD, dan alhamdulillah sampai sekarang masih dekat. Aku ingat konflik awal yang membuat kami renggang, tapi kemudian menjadi dekat lagi setelah konfliknya selesai. Ada bantuan mediator di sana, ada dua orang yang mendamaikan kami setelah lama diam-diaman. Dan alhamdulillah saat ini 4 orang tersebut (aku termasuk hitungan 4) masih berkomunikasi, dan bahkan beberapa bulan yang lalu ngadain projek tukar hadiah. Seru, tiap bulan dapet hadiah dan surat tulis tangan dari temen SD. So sweet isn't it.

Kutipan buku di prolog tulisan ini memang terlalu singkat, jika hanya sekedar dibaca. Tapi semoga kita gak cuma membaca suatu kalimat. Sesekali kita harus merefleksikannya dalam diri kita, menilik ulang, barangkali kita pernah merasakannya. Atau jika belum, kalimat itu seharusnya memotivasi kita untuk memandang sebuah konflik dari kacamata positif. Saat ini kita mungkin memiliki konflik dengan pihak B, tapi kita yakin, saat kita menjaga attitude dan behaviour selama proses penyelesaian konflik, kita kelak akan menemukan bahwa konflik saat ini akan membantu kita memiliki hubungan yang lebih baik dengan pihak B tersebut.

***

That's all I got to write. It's already 8.33. Have a nice morning~ and have a beautiful day^^ Barakallahu fiik^^

Bye 5!

Tuesday, June 21, 2022

A23: Adab, Amalan Tersembunyi, Niat Ikhlas

June 21, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

Another gems from At-Tibyan


****

☑️ #DAY23-0090


📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi


📑 Quote:


Seyogianya seorang murid dididik secara bertahap untuk memiliki adab-adab mulia, dan perilaku-perilaku yang diridai. Melatih jiwanya dengan amalan-amalan yang tersembunyi. Membiasakannya untuk melakukan penjagaan terhadap seluruh perkaranya yang tersembunyi maupun yang tampak. Mendorong supaya semua ucapan dan tindakannya yang berulang-ulang untuk ikhlas, jujur, dan memperbaiki niat, serta senantiasa merasa diawasi oleh Allah 'azza wajall.


💡 Insight:


This is my big homework. Ketika semangat belajar kita sudah ada, lalu kita sudah melangkah dan menyuap sedikit demi sedikit ilmu. PR selanjutnya adalah tiga hal ini. Tiga hal yang tidak mudah dan pasti butuh waktu buat jatuh bangun sembari merendah dan berdoa semoga Allah memudahkan kita.


Semoga kita bukan termasuk mereka yang belajar, tapi adab-nya gak ada. Bukan juga termasuk yang hanya fokus memperbaiki amalan-amalan yang terlihat, lupa bahwa seharusnya ada amal yang kita istimewakan, agar hanya kita dan Allah yang tahu.

Tiba-tiba teringat kisah salah seorang sahabat radhiyallahu anhu yang lewat dua kali dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam dua kali menyebutnya sebagai ahli surga. Sampai sahabat terdekat Rasulullah kepo, dan akhirnya menginap di rumahnya untuk mencari tahu amalan spesialnya. Tapi tidak kunjung menemukannya, hingga akhirnya ia jujur dan bertanya langsung. Dan jawabannya... kebiasaan setiap malam membersihkan hati dan memaafkan orang lain.


Atau tentang terompah Bilal radhiyallahu anhu yang terdengar di Surga. Dan saat ditanya amalan spesial apa yang biasa dilakukannya, dan jawabannnya... shalat dua rakaat sunnah setelah wudhu. TT


Sudahkah kita punya amalan spesial yang tersembunyi dari mata manusia? Sudahkah kita mengamalkannya terus menerus? Sembari berulang memperbaiki niat kita? TT Allahummaghfirli..


Wallahua'lam.


***


PS: I know seharusnya ini tidak ditulis. But let me write this. Sebenarnya aku sedang tidak sama sekali pantas untuk menulis tentang ini. Mengingat beberapa pekan ini aku merasa begitu jauh dari Allah TT But le me just write this to remind myself. 

Thursday, June 9, 2022

A22: Hadir Majelis Ilmu

June 09, 2022 0 Comments

Bismillah.


Prolog. It's getting harder (mentally),to copy paste what I read from Arketipe's Challenge #66haribacabuku.


Sejak hari ke 22, back then, aku mulai hanya melaporkan kutipan buku saja, tanpa insight. Kau tahu kenapa? Karena saat kita harus membuat insight, kutipan itu bukan lagi sesuatu yang ada di luar. Tapi kita berusaha mengambil dan memasukkannya ke dalam diri kita. It's getting personal, in a good way. Ada refleksi yang harus diambil, dan saat refleksi, hikmah, insight sudah dibuat, ada next step-nya. Harus ada amal yang dilakukan. Harus ada gerakan, harus ada perubahan.


Meski dulu, aku cuma melaporkan quotes-nya saja. Saat menyalinnya di sini, aku berharap menambahkan insight. Meski hanya satu dua kata. Aku berharap kata-kata yang baik itu bukan cuma "pajangan", tapi ditanam menjadi benih yang nantinya tumbuh, berbunga dan berbuah.


***


☑️ #DAY22-0090


📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi


📑 Quote:


Luqman berkata kepada anaknya, "Wahai anakku! Bermajelislah dengan para ulama, dengarkanlah tutur kata para ahli hikmah, dan merapatlah kepada mereka sedekat mungkin, karena sesungguhnya Allah 'azza wajall benar-benar akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang tandus dengan curah hujan."


💡 Insight:


I've been complaining a lot in this blogs, how I felt my heart is harden. Bagaimana ia mengeras, dan seolah tidak bergetar lagi. Lalu mendekat pada Quran, memberikan "hujan" dan melunakkannya lagi. Ternyata, ada lagi, hal lain yang bisa menghidupkan hati yang mati. Mendatangi majelis ilmu.


Seburuk apapun kondisimu, serendah apapun posisimu saat ini, dorong dirimu untuk pergi ke masjid, meski di ujung belakang, mendengarkan kajian ilmu di sana. Mungkin suaranya tidak sejelas saat kamu duduk di depan, tapi para ulama dan ahli hikmah tersebut, karena hubungan mereka (hafizhahumullah) dengan Allah, keberkahan ilmunya akan menyentuh, bahkan hatimu yang kau kira mati dan tidak bisa hidup lagi.


Buka buku yang didalamnya terdapat nasihat dan kata-kata hikmah dari para ulama. Baca satu, dua halaman. It will gives you more healing, than whatever wonderful trip you wish you can go. Jadi teringat salah satu nasihat Al-Ustadz. Manusia itu, terdiri dari ruh dan jasad. Namun kadang kita lupa, dan hanya fokus memenuhi kebutuhan jasad. Padahal ruh kita juga butuh healing. Jasad kita butuh healing, entah dengan makan-makanan enak. Or having a relax day on some beautiful resort out there. But our ruh need it too. It needs to be feed with lots of ayah from the Quran. Dan ia juga butuh untuk sejenak 'menaiki mesin waktu' dan mendengarkan nasihat pada ulama salaf.


Beneran deh, untukku terutama, dan untuk siapapun yang mungkin membutuhkan pengingat tentang ini. hadiri majelis ilmu. Physicly is good. Tapi kalau hadir secara fisik gak bisa, minimal, dengarkan kajian online, hadiri pertemuan dunia maya yang di dalamnya mengingatkanmu pada Allah, dibacakan nasihat para ulama.


I felt ashamed writing this actually. Karena aku sendiri masih jatuh bangun dan sering lalai. Harus ada prioritas, sehingga kita meluangkan waktu. Bukan sekedar daftar, kemudian lupa dan tidak hadir. TT


***


Curcol satu lagi boleh. I've been reading At-Tibyan for like... forever, but I haven't finished it yet. Isinya dipenuhi ilmu yang menggedor-gedor hatiku, bertanya-tanya, do you just read it, without practicing it? Berat banget, mentally. I know, bertumbuh itu butuh proses. Tapi aku juga tahu, aku terkadang tidak berjalan dengan kecepatan yang sebenarnya aku bisa. I know I stumble upon unneccesary things. Still often drowning in distraction. But...

Can someone pray for me? I love studying, but I'm afraid of the consequence of it. Aku takut banyak baca, banyak nulis, tapi nol di praktek. I don't want to be someone like that.


Can someone pray for me? Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang kita baca/pelajari. Can you just pray for youself, berlindunglah pada-Nya, dari apa-apa yang kau takuti.


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan”. [1]


Wallahua'lam.


***


Keterangan:

[1] sumber: https://bekalislam.firanda.com/3596-doa-berlindung-dari-ilmu-yang-tidak-bermanfaat-dan-hati-yang-tidak-khusyu-jiwa-yang-tidak-pernah-puas-dan-doa-yang-tidak-mustajab.html

Thursday, April 1, 2021

31 Hari Membaca Bersama @menjadi.arketipe

April 01, 2021 1 Comments
Bismillah.

#tantanganarketipe #menjadiarketipe #buku #membaca


Alhamdulillah, dengan izin Allah aku bisa ngikutin program SERI (SEpuluh halaman satu haRI) dari Komunitas Menjadi Arketipe (@menjadi.arketipe). Daftar komunitas ini karena di-mention kak El (mentor halaqah maryam). Komunitas ini base-nya di telegram *horeee **udah agak jengah di wa soalnya wkwkwk.

Pas pertemuan awal, ada materi "Mulai Baca dari Mana" yang dibawakan oleh Kak Imam Syahid. Sebelum materi ada games juga, tebak judul buku dari cover tapi kaya puzzle gitu, jadi satu cover itu tertutup 6 kotak kecil, dibuka satu persatu. Ada yang baru satu, udah banyak yang nebak, ada juga yang baru bisa ketebak ketika dibuka dua sampai tiga kotak. Seru deh. Tim arketipe kayanya sih orang bandung, *nebak-nebak dari gaya bahasa host dan co host zoom waktu itu hehe. #cmiiw



Trus pas diberitahu teknisnya, sebenarnya agak gak sreg gitu. Rasanya kurang greget gitu kalau cuma laporan via polling. Mungkin karena aku udah punya ekspektasi di awal ya, dari pengalaman gabung GMIB dan Gen Al Fihri. Tapi... akhirnya lama-lama aku terima dan jalanin aja.

Aku pribadi sebenernya punya tambahan sistem buat diri. Semacam catetan buat sendiri aja, biar ke-track hari ini baca buku apa, dari halaman berapa sampai berapa. Kalau aku milih nyatet di telegram sih, buat channel isinya aku sendiri. Tadinya aku sempat saran ke panitia gitu, biar ada grup khusus tim seri, yang isinya laporan judul+nomer halaman. Tapi dirasa belum diperlukan sama panitia, dan ketika 31 hari berjalan, mungkin memang lebih baik seperti sekarang. Satu grup besar aja, gabungan tim SERI dan tim SABUK. Oh ya, menjadi arketipe juga punya program baca 1buku1bulan.

***

Jadi, selama 31 hari membaca bareng komunitas @menjadi.arketipe buku apa saja yang selesai kubaca? Atau masih progres kubaca?

[Selesai] Science and Me


Ini aku baca di SERI Day 2, dan tahu gak? Selesai dong wkwkwk. Dalam sehari. Ternyata, buku ini cuma tinggal 12 halaman doang untuk aku beresin. Huaaa, malu sendiri.

Sebelum gabung arketipe, aku sebenarnya punya grup baca tiap hari, grup kecil, baca tiap hari. Tapi gatau kenapa seringnya cuma baca 1-2 halaman aja, paling banyak kayanya 4-6 halaman. Dan ganti-ganti judul. Jadi kebayang kan, kalau bukunya 100 halaman, itu baru beres dua bulan wkwkwk. Parah ><

Setelah beres baca science and me, aku langsung dm Ida, kasih feedback dan apresiasi. Keren bukunya. Barangkali ada anak SMA yang mau pinjem buku ini, untuk lebih kenal kehidupan kuliah di fakultas MIPA, boleh dm//pm saya ya. Via ig @berrerword_kirei atau telegram t.me/isabellakirei

[Selesai] Teman Imaji

Menemukan Makna (#daribuku Teman Imaji)

Buku fiksi 431 halaman ini akhirnya selesai juga kubaca. Pertama kali aku nulis tentang buku ini Oktober 2020, sampai Maret 2021, berarti setengah tahun baru diberesin. Parah, jangan ditiru.

Padahal buku fiksi, dan satu halamannya pun kadang cuma terisi beberapa kata aja, kadang cuma satu puisi, atau beberapa balon percakapan di SMS. Ceritanya pun bagus dan menarik. Cuma aku saja, yang minat bacanya lagi stuck jadi deh hehe.

Alhamdulillah banyak banget sebenarnya quotes sederhana tapi berkesan dari buku ini. Aku bahkan jadi belajar ulang arti pepatah bahasa indonesia karena buku ini. Buat yang mau pinjem buku ini, boleh juga kontak saya. *aku masih teringat rasa manisnya dipinjemin buku shattered heart, dikirim dari jakarta ke purwokerto **jazakillahu khairan Mba Miranti ^^

***

Sekian 2 buku yang selesai, sisanya ada beberapa yang masih on going.


[On Going] Menentukan Arah

Sedikit, oot, gatau kenapa aku sering mengingat buku ini dengan judul Melangkah Searah wkwkwk. Padahal beda bangetkan menentukan arah sama melangkah searah haha. #hidethisplease #gakpenting
Cuma 5 hari, 50 halaman aku baca bareng arketipe. Habis itu, gatau kenapa hatiku ingin baca dengan ritme pelan-pelan aja. Jadi, masih kubaca, tapi gak akan aku ikutin hitungan program SERI.

Ada gak pembaca yang kaya aku? Ada buku yang kita ingin berlama-lama dengannya. Seperti buku Shattered Heart. Apalagi karena pinjem, buku supertipis itu, pengennya sih aku salin ulang biar saat butuh, bisa baca ulang. Tapi gakboleh kan ya? hehe. Jadi aku cuma ambil foto beberapa kutipan dari sana. Beberapa aku read aloud juga, aku rekam dalam voice note simpan di telegram. Buku menentukan arah juga begitu, bacanya pelan-pelan aja, ga harus cepat selesai.

[On Going] Etika Seorang Muslim

Ini sebenarnya pocket book, bukunya super kecil, seukuran genggaman tangan, 10cm mungkin tingginya. Isinya tentang adab-adab dalam islam. Terbitan Darul Haq, penulisnya Lajnah Ilmiah Darul Wathan. Buku ini punya Mba Ita, halaman pertamanya ada nama Citra Puspita Kawaii dan tanda tangan.

Salah satu yang aku inget dari buku ini, bab Etika Memberi Salam. Aku baru tahu, atau sudah tahu tapi lupa... kalau kita disunnahkan memberi salam pada anak-anak kecil.

Disunnahkan memberi salam kepada anak-anak, berdasarkan hadits yang bersumber dari Anas radhiyallahuanhu menyebutkan, "Bahwasanya ketika Anas lewat di sekitar anak-anak, ia memberi salam, dan ia mengatakan 'Demikianlah yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam'." (Muttafaq 'alaih)

Sama satu lagi, sunnah sebelum tidur yang sering aku lupa. Ini ada di nomer 1 dan halaman pertama buku ini. Bab Etika Tidur dan Bangun.

Introspeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatan baik maka hendaknya memuji kepada Allah subhanahu wata'ala, dan jika sebaliknya, maka hendaknya segera memohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.

Ini in syaa Allah masih akan lanjut kubaca bareng timSERI, tapi sementara aku jeda dulu. Butuh waktu sejenak, untuk ngecek kondisi diri.


[On Going] Reem


Ini salah satu trik-ku biar bisa konsisten baca 10 halaman tiap hari. Pilih buku yang ringan. Jadi setelah menyelasaikan Teman Imaji, ini buku fiksi lain yang kubaca. Novel yang ditulis oleh Sinta Yudisia --akhirnya baca bukunya juga, setelah selama ini cuma baca blognya hehe. Sebelum baca novel Reem, terakhir baca buku beliau itu pas SMA, novel Sebuah Janji/The Lost Prince *salah satu dari itu, lupaa hehe.


Novel Reem ini aku baca via aplikasi iPusnas. Baca novel ini jadi ngingatin banyak hal tentang Palestina. In syaa Allah nanti aku buatin postingan nukil buku-nya.


[On Going] #❤️



Ini baru banget baca di SERI Day 31. Bukunya Mba Esty Dyah Imaniar. Dulu satu komunitas di Kompilasi. Salah satu muridnya Pak Nass. Judul dan covernya menarik. Tagar trus emoticon heart merah. Judul lainnya Rules of Love atau Panduan Cinta (No Baper-baper Club).

Udah pengen baca sejak terbit, cuma ga menyempatkan beli. Qadarullah, pas lagi scrolling list buku nonfiksi di iPusnas nemu buku ini. Jadi deh segera pinjem. Buat yang ga tertarik topik ini, boleh juga kepo-in buku lain dari Esty Dyah Imaniar, gaya bahasa dan tulisannya baguus. Dulu aku biasa baca tulisannya di Facebook. 

***

Semoga bulan depan, empat buku on going diatas udah beres semua ya. Aamiin hehe.

Oh ya, di akhir bulan, ada sesi sharing bacaan juga bareng arketipe. Ada games-nya juga *gaktahu games apa tapi. Qadarullah ahad kemarin saya gak ikutan.

Terakhir, jazakumullah khairan katsiran untuk Komunitas @menjadi.arketipe dan semua anggota di dalamnya. Jujur kerasa banget bedanya bulan ini sama bulan sebelumnya. Sebelum baca bareng arketipe, baca buku itu hambar gitu. Setelah ditingkatin dosisnya jadi 10 halaman perhari, rasa manisnya mulai bisa dinikmati. Bahkan ada hari-hari tertentu, aku baca lebih dari kewajiban. Semoga rasa cinta baca bukunya tumbuh dan berbunga lagi, sehingga waktu-waktu yang biasanya dihabiskan untuk hal kurangberguna bisa ditransformasi jadi waktu untuk membaca lebih banyak buku. Aamiin. Alhamdulillah~

Semangat semuanya^^

***

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.