Follow Me

Showing posts sorted by relevance for query #66haribacabuku. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query #66haribacabuku. Sort by date Show all posts

Sunday, August 10, 2025

A35: Belajar Seumur Hidup Daripada Tenggelam dalam Hinanya Kebodohan

August 10, 2025 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

 


 

  

☑️ #DAY35-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Para ulama berkata, "Siapa yang tidak mampu bersabar atas hinanya belajar maka umurnya akan tersisa dalam hinanya kebodohan. Dan siapa yang mampu bersabar atas hinanya belajar maka perkaranya akan condong pada kemuliaan akhirat dan dunia." 

 

💡 Insight: 

 

Siapa yang tidak menginginkan kemuliaan akhirat dan dunia? Pasti semua menginginkannya. Tapi ketekunan dan kesabaran dalam belajar, juga bukan hal mudah. Sebagai orang yang pernah gagal, aku tahu sakitnya kedua. Perasaan hina karena berada dalam kebodohan, dan perasaan hina, karena masih belajar di level bawah saat banyak orang sudah berada jauh di atasku.

 

Terlebih jika ini tentang belajar islam. Penting untuk sadar, bahwa kita membutuhkan hidayah setiap waktu. Penting untuk tetap melangkah maju untuk belajar meski dikelilingi rasa insecure, karena di usia segini ilmu kita masih jauh dari cukup. Penting untuk sadar, bahwa perasaan hina karena kita masih belajar di level bawah/beginner, perasaan hina itu tidak seberapa dibandingkan dengan perasaan hina saat kita memilih diam dalam kubangan kebodohan diri dan ego yang membuat kita enggan belajar.

 

Jadi tetaplah belajar, dan jangan biarkan rutinitas hari membuatmu memilih hidup mengalir saja dan berhenti memperbaiki diri. Karena dari ilmu, Allah akan memudahkan kita untuk kebaikan baik di dunia maupun akhirat. Terutama di era informasi saat ini, begitu banyak informasi dapat di akses, sehingga kita seringkali tanpa sadar terbawa arus. Pastikan kita punya fokus dan prioritas, kemudian terus istiqomah meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu yang lebih penting dipelajari dalam hidup. Semoga Allah memudahkan. Aamiin. 

 

Wallahua'lam. 

Friday, April 15, 2022

My Secret

April 15, 2022 0 Comments
Bismillah.

Judulnya agak gimana hehe. Bener sih secret, tapi bukan yang secret gimana gitu hehe.

Oh ya. Ini free writing juga. Mohon maaf kalau loncat sana sini dan tidak sesuai puebi.

Alhamdulillah kemarin setelah beres challenge #66haribacabuku @menjadi.arketipe, aku ikutan #30drrc (30 days ramadan reading challenge) -nya @salmanreadingcorner x @fimbandung ***mohon maaf kalau ada yg salah id ignya, hehe. gak di double check.

Nah, di challenge kali ini. ada yang beda.

1. Harus baca buku dari halaman 1 di day 1 tantangan

2. Selama masa challenge, tidak boleh ganti buku sebelum selesai dibaca. (Katanya sih mau ada sesi sharing gitu, tapi... kemarin ada yg udah beres duluan, langsung ganti aja. gatau deh sesi sharingnya kapan. mungkin kalau udah day 15, who knows? tanya panitia kali ya harusnya hehe)

3. ada eliminasi, yang > 3x gak laporan maka dikeluarkan dari grup.

Nah, dari 64 orang yang daftar. Yang masih bertahan sampai hari ini : 34 orang.

***

Aku... sudah pernah skip gak laporan sekali.

Tapi, bukan itu rahasia yang mau ceritain di blog ini.

Jadi,.. qadarullah kemarin (Kamis, 14/4) tuh buku Obat Rindu Al-Qur'an-nya ketriwal[1]. Galau kan, gimana dong, kan masih harus laporan.

Akhirnya aku lapor tapi buku lain ><
Berusaha menenangkan diri, kalau gak akan ada yang nyadar hehe. Trus berharap semoga Sabtu ketemu bukunya. Soalnya aku ragu, apakah bukunya di rumah atau ketinggalan di tempat kerja. Dan jumat kan tanggal merah tuh wkwkwk..

Alhamdulillah malem ini bukunya udah ketemu pas aku mau laporan baca hari ini. Udah siap-siap mau baca buku At-Tibyan lagi, beresin kasur dikit, trus nemu deh hehe. Hikmahnya, buku jangan ditaruh di kasur. habis baca letakkan di meja #ntms

***

Ada yang baca sampai sini, selain diriku?

Kalau ada, berikut laporan baca *menyalahi aturan 30drrc* kamis kemarin + laporan yang *sesuai aturan*. >>> jadinya aku taruh di next post aja yaa. tulisan ini mungkin akan kubalikin ke draft lagi soalnya.

Oh ya, kalau laporannya di grup telegram, jadi bisa diedit gitu. Laporan yg kemarin gak sesuai aturan sudah aku ganti dengan yang benar. Alhamdulillah (: That's all my secret.

***


Keterangan:

[1] ketriwal, bahasa jawa. bisa diartikan hilang. tapi kalau aku biasa pakai kata ini untuk menyebut ttg benda yang lupa naruh dimana dan gak ketemu.

Tuesday, May 24, 2022

A20: Keep 'Cool' While in Conflict

May 24, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY20-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

"Kapan pun Anda terlibat konflik dengan seseorang, ada satu faktor yang bisa membuat perbedaan antara merusak hubungan Anda dan memperdalam hubungan itu. Faktornya adalah sikap." -William James

💡 Insight:

Keep your manner. Jaga adab dan akhlak meski sedang ada konflik.

Semoga Allah lapangkan dada kita untuk tetap "stay cool". Seperti salah satu ciri 'Ibadurrahman (cek QS 25:63)

***

Pelajaran menjaga sikap saat berkonflik ini ada banyak banget di islam. Dari mulai perintah untuk tidak marah, dan menjaga biar kemarahan gak menguasai diri kita sampai misal kita lupa diri (e.g. say something we didn't mean). Itu satu.

Trus tentang mendiamkan saudari lebih dari 3 hari. Ini jugaa jleb banget pas denger penjelasan haditsnya. Masa sih kita memilih untuk mendiamkan saudara kita (sesama muslim), kalau kita tahu itu bakal jadi penghalang dari amal shalih kita untuk diangkat dan diterima? Ini dua.

Satu lagi yang terlintas di otakku pas nulis ini. Tentang maaf. Ini tuh sesuatu banget. Apalagi kalau denger kisah teladan dari Rasulullah dan Abu Bakar.

Rasulullah, saat setelah perang Uhud. Penjelasan ayat "fabima rahmatimminallahi lintalahum". How to stay soft and gentle to the one who make mistakes. How to forgive, pray for them, and even ask for their opinion, after what happen in Uhud. Salamun 'alaika Ya Rasulullah. Allahumma shalli wa salim wa barik 'alaih.

Dan Abu Bakar, sikapnya saat harus memaafkan saudaranya, yang ikut menyebarkan berita ifki tentang Aisyah Radhiyallahu anhuma[1]. Ayat yang Allah turunkan, dan sikap beliau. Kalau kita mau membayangkan di posisi beliau, kita akan tahu betapa beratnya memaafkan dan tetap melanjutkan memberi sedekah, setelah sebelumnya pernah bernazar untuk berhenti. Tapi kecintaannya pada ampunan dan maaf dari Allah, membuatnya segera memenuhi perintah Allah.

***

Conflicts are inivitable in our life. We will face it, not only once in a while. Jangankan sama orang lain, sama diri sendiri juga akan sering terjadi. Saat itu, semoga kita bisa menjaga sikap kita. How to stay cool while in conflicts? The answer is, by keeping our heart cool. And how is it cool, by remembering Allah and the sunnah. Dan harus banyak belajar agar tahu ilmunya. Dan harus banyak latihan agar makin mudah mempraktekkannya.

Semangat~ Terutama untukmu yang sedang berada dalam sebuah konflik. Seen or unseen. Within yourself or with other people. Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk menjaga sikap meski ditengah bisingnya konflik. Aamiin.

Wallahua'lam.

***

Keterangan:

[1] Dulu, aku pernah bertanya-tanya, kenapa kalau disebut Abdullah bin Umar, "radhiyallahu anhuma" ditambahkan. Pernah mikir, apakah ada dua orang? Sampai nemu jawabannya. Ternyata, sunnahnya saat dibacakan nama anak dari sahabat, kita mendoakan keduanya, untuk anaknya, juga ayahnya. *walaupun untuk tulisan ini, gak tahu bener apa gak pemraktekkannya. cmiiw

[2] Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Thursday, May 26, 2022

A21: A House in Jannah

May 26, 2022 0 Comments

 Bismillah.


#menjadiarketipe #66haribacabuku


☑️ #DAY21-0090


📖 Rasulullah Sang Pendidik, Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin


📑 Quote:


"....Dan berilah kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah di dalam surga, yang di dalamnya tidak ada kegaduhan dan tidak ada kesusahan." (HR. Bukhari dari Abi Hurairah)


💡 Insight:


Berita gembira dari Jibril, untuk Ibunda Khadijah. (':


Ingat lagi betapa besar peran beliau radhiyallahu 'anha dalam dakwah Islam. Keimanannya, pengorbanannya.


The question is, don't we also want a house in Jannah?


Let's listen more, obey more and spend more. (recall QS 64:16)


***


Teringat hadits lain, tentang orang-orang yang tidak menginginkan masuk surga. Kita pun heran, bagaimana mungkin seseorang tidak menginginkan masuk surga?


كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga“

Sumber: https://muslim.or.id/23102-orang-yang-enggan-masuk-surga.html


Semoga kita bukan termasuk mereka yang enggan masuk surga. Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk memasukinya. Aamiin.


Wallahua'lam.

Wednesday, October 26, 2022

A28: Emotional Bond Between Palestina and Indonesia

October 26, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

***

☑️ #DAY28-0090

📖 The Aqsa, Henk Kusumawardana

📑 Quote:

At that time nothing has changed on the Aqsa sites; still a terrain without any building on it. So, what is meant by the Aqsa Mosque in the Quran is not the appearance of a mosque but a field on the top of a hill.

The name of the hill Moriah has inspired Raden Umar Said, one of the nine Guardian of Allah (Walisongo the spreader of Islam in Java) to established a boarding house to preach at the top of mountain which he named Mount Muria in Central Java. He was later nicknamed Sunan Muria.

While the other Guardian, Ja'far Sadiq named the city where he preached by the name Kudus referring to the Quds. He is known as Sunan Kudus. How history shows an emotional bond between Palestine and Indonesia that has existed for a long time.

💡 Insight:

Kalau bukan karena membaca buku ini, aku pasti tidak akan tahu hubungan nama Gunung Muria dan Kota Kudus di Jawa yang ternyata terkait dengan Palestina.

Begitulah kita, jika tidak mempelajari sejarah, kita akan melupakan diri kita, identitas kita.

Bisa jadi kita hanya memandang masalah yang terjadi di Palestina adalah tentang kemanusiaan. Meski itu memang benar, tapi harusnya perasaan kita kepada Palestina terutama Al Aqsa lebih dari sekedar itu.

Seharusnya hati kita bergetar, seharusnya kita ikut merasa sakit. Seharusnya kita lebih peduli.

Jika hubungan emosional kita belum terbangun pada Al Aqsa, Palestina. Maka yang harus kita lakukan adalah menumbuhkannya, dengan apa? Dengan belajar. Dengan banyak membaca, mendengarkan atau mencari tahu.

Semoga Allah menjadikan hati kita lebih peka, agar kita bisa melihat diluar "masalah" diri sendiri. Aamiin.

Wallahua'lam.

***

Keterangan:

[1] Tulisan ini diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

[2] Ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022

Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku

Tuesday, April 19, 2022

A12: Prestasi

April 19, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY12-0090

📖 Kitab Cinta dan Patah Hati, Sinta Yudisia

📑 Quote:

Prestasi akan sesuatu akan meningkatkan self respect. Setidaknya, bila orang lain tidak menghargai, kitalah yang harus menghargai diri sendiri. Prestasi, seberapapun kecilnya akan membawa kegembiraan sehingga seseorang tak hanya berkubang pada sisi negatif kehidupan.

💡 Insight:

▪️ Terus lakukan hal baik dan kerja produktif. Setiap progres adalah prestasi.

▪️ Hargai sekecil apapun prestasimu. Be grateful for every achievement, Allah will give you more~

▪️ Jangan tergantung pada apresiasi orang lain. Fokuskan diri pada fakta : Allah mengetahui dan menilai berdasarkan usaha kita. Others see the result, but Allah sees the effort.

Wallahua'lam.

Monday, February 14, 2022

A7: Sudahkah Kita Mensyukuri Nikmat Tidak Dijajah?

February 14, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY7-0090

📖 Sognando Palestina, Randa Ghazy

📑 Quote:

Dia hanya ingin hidup damai, dia tidak menginginkan bangsa Palestina menaklukan dunia, atau menginginkan negara Palestina memperluas wilayahnya. Dia hanya menginginkan sebuah negara Palestina, tetapi apa yang dia dapat? Sebuah peluru yang bersarang tepat di urat nadi, dua puluh tiga ulang tahun, empat yang terakhir dilalui dengan kesunyian. Itulah perang, yang terkutuk, perang... Ahmad tersungkur.

💡 Insight:

Sudahkah kita memaknai nikmat hidup di negara yang tidak dijajah? Kita mungkin tidak tahu maknanya, jika kita tidak memelajari sejarah--bagaimana nenek moyang kita dulu berjuang selama lebih dari 3,5 abad.

Ya, kita pasti akan lupa maknanya, kalau kita tidak membuka mata dan telinga, bahwa detik ini, di waktu yang sama, ada yang terusir dan tidak bisa tidur di rumahnya sendiri. Mereka terpaksa meninggalkan "tanahnya" dan berdamai dengan label "refugee".

Wallahua'lam.

Monday, April 25, 2022

A13: Saat Berbeda Pendapat

April 25, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY13-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

"Kita merasa yakin dengan diri kita sendiri sehingga kita tidak mau mempertimbangkan pandangan alternatif. Jenis pemikiran ini tidak membawa kita ke mana pun.

Kita harus melatih diri kita untuk melihat secara objektif konsep yang berbeda dari konsep kita dan mempelajari ide baru tanpa prasangka.

Kita mungkin tetap tidak menerima mereka tetapi keputusan kita akan didasarkan pada nilai ide itu, bukan bias kita."

💡 Insight:

▪️ saat ada perbedaan pendapat, dengarkan tanpa prasangka.

▪️ nilai dengan objektif perspektif yang berbeda tersebut, jangan terbawa ego yang merasa pendapat diri paling benar.

***

Kadang, kita perlu belajar untuk mendengar perbedaan pendapat. Sesekali, bergaulah di wilayah yang heterogen. Ada begitu banyak perbedaan. Yang kalau mau jadi konflik, pasti jadi tuuh. Tapiii... kalau kita mau belajar mendengarkan tanpa prasangka, dan tidak terbawa ego yang merasa paling benar, kita akan dapati perbedaan tersebut sebagai warna yang indah. Sebagai rahmat dari Allah.

Jadi keinget salah satu ayat surat Al Hujurat yang nomernya aku gak inget hehe, tapi isinya lumayan sering dibaca/didengarkan. Bahwa Allah menjadikan manusia berbeda-beda, bahasa, warna kulit, termasuk perbedaan pemikiran dan karakter, supaya apa? Bukan supaya kita berantem, atau supaya masing-masing mengedepankan arogansi, siapa yang lebih baik. Bukan itu. Tapi Allah ingin kita saling belajar dari masing-masing. Kita belajar dari perbedaan tersebut. Kita belajar dari kelebihan serta kelemahan orang lain. That's the rahmah of diversity. *bener gak tuh bahasa inggrisnya? hehe

Terakhir, mumpung momen postingnya pas akhir Ramadan. Dan qadarullah Ramadan tahun ini ada perbedaan pendapat awal bulan, dan nanti gatau lebaran bareng apa gak. Semoga perbedaan itu kita sikapi dengan bijak ya. (:

Selamat menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadan.

It's okay to struggle, focus on the process.

Yang gak bisa itikaf, jangan menyerah juga. Do what we can. Everyone has a chance to get lailatul qadr. Banyak-banyak doa, Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fuanna. [1]

Sekian. Wallahua'lam bishowab.

***

[1] https://youtu.be/Rc-PEfH0OAg << check this, nasihat dari Ustadz Riza Basalamah + kisah yang bisa nyemangatin kita, everyone has a chance to get lailatul qadr. Ya, bahkan untuk kita, that maybe even in Ramadan, still feel far away from Allah. 

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.




Tuesday, April 2, 2024

A32: The World is Still Silent

April 02, 2024 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku


☑️ #DAY32-0090

 

📖 The Aqsa, Henk Kusumawardana

 

📑 Quote:

Palestinian state itself is almost invisible in the map, straddle up by Israel without shame, without feeling guilty and without any sense of humanity, shut their eyes and hearts. They even feel superior and doesn't regard the Palestinians as a human being who also has rights as human, and... the world is still silent.


💡 Insight:

It's depressing to see how cruel the world treat Palestinians, it's happening now, and we see the traces in photos, videos, sound recording. News are delivered, but why the world is still silent? Why we can only deliver the news, but nothing is done? Everyone is still busy living their life, and many people are even ignorant about what really happen.

It's easier to distract ourselves from the truth, choose to pretend as if we didn't know. As if we didn't contribute anything to whathever horrible things happen to Palestinian. But we do contribute, our silence will be questioned in the day of judgement. Can we at least pray? Like really pray? But how can we pray for them, if we even forget when we ever pray for ourselves.

I want to make more noise, using voice and write something for Palestinian. But I'm afraid I only talk but never take any further action. I'm afraid I speak loudly outside, but wrecked inside as I am weak and distracted. I don't want to be like many people, but I think I am. Let's just ask for His Help and His Guidance.

 

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

 

Rabbanaghfirlana dzunubana wa israfana fi amrina wa tsabbit aqdamana wanshurna 'alal qaumil kafirin. Aamiin.


Wallahua'lam.

Saturday, May 7, 2022

A16: Jangan Diam, Bekerjalah!

May 07, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY16-0090

📖 Rasulullah Sang Pendidik, Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin

📑 Quote:

Sebab, betapapun seseorang memiliki potensi besar pada bidang keahlian tertentu, memiliki bakat besar pada bidang tertentu, jika ia hanya diam dan berpangku tangan, tidak bekerja, maka potensi besar yang dimilikinya tidak akan menghasilkan apa-apa secara nyata.

💡 Insight:

Jangan hanya diam. Berusaha dan bekerja, lagi dan lagi. Jangan mau potensi tersebut terkubur oleh distraksi. Bersihkan lagi niatnya, kuatkan azam, melangkahlah dengan bibir mengucap Asma-Nya. Bismillahirrahmanirrahim.

Wallahua'lam.

Monday, May 16, 2022

A18: Amal dari Ilmu

May 16, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY18-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

📑 Quote:

"Wahai para pengemban ilmu! Amalkanlah yang kalian emban karena seorang alim adalah yang mengamalkan apa yang ia ilmui dan ilmunya selaras dengan amalannya."

💡 Insight:

Tidak apa membaca pelan-pelan. Selembar demi selembar.

Rasa takut tidak bisa mengamalkan itu, biarkan ia tumbuh. Pastikan saja, rasa harap juga tumbuh bersamanya.

Fear is inevitable. It's okay, as long as we know where to ask for protection. Ittaqullah.

Rabbi habli hukman wa alhiqni bishshalihin.

Wallahua'lam.

Monday, July 18, 2022

A25: Ilmu Akan Memperbaiki

July 18, 2022 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku


☑️ #DAY25-0090


📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi


📑 Quote:


... karena ilmu akan memperbaiki, mendidik dan membetulkan yang salah, meluruskan niat, dan membimbing kepada setiap kebaikan. Jadi, ilmu itu terkadang menggiring penuntutnya untuk memperbaiki niatnya.


💡 Insight:


Jangan berhenti belajar saat kita merasa niat kita bengkok, lanjutkan belajar sembari meluruskan niatnya lagi.


Mohon bantuanNya. Hati kita memang begitu, itulah mengapa Allah menyebutnya al-qalb. Itulah mengapa Rasulullah mengajarkan kita doa ini


"Ya Muqallibal Qulub tsabbit qalbi 'ala dinik".


Wallahua'lam.

Tuesday, June 21, 2022

A23: Adab, Amalan Tersembunyi, Niat Ikhlas

June 21, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

Another gems from At-Tibyan


****

☑️ #DAY23-0090


📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi


📑 Quote:


Seyogianya seorang murid dididik secara bertahap untuk memiliki adab-adab mulia, dan perilaku-perilaku yang diridai. Melatih jiwanya dengan amalan-amalan yang tersembunyi. Membiasakannya untuk melakukan penjagaan terhadap seluruh perkaranya yang tersembunyi maupun yang tampak. Mendorong supaya semua ucapan dan tindakannya yang berulang-ulang untuk ikhlas, jujur, dan memperbaiki niat, serta senantiasa merasa diawasi oleh Allah 'azza wajall.


💡 Insight:


This is my big homework. Ketika semangat belajar kita sudah ada, lalu kita sudah melangkah dan menyuap sedikit demi sedikit ilmu. PR selanjutnya adalah tiga hal ini. Tiga hal yang tidak mudah dan pasti butuh waktu buat jatuh bangun sembari merendah dan berdoa semoga Allah memudahkan kita.


Semoga kita bukan termasuk mereka yang belajar, tapi adab-nya gak ada. Bukan juga termasuk yang hanya fokus memperbaiki amalan-amalan yang terlihat, lupa bahwa seharusnya ada amal yang kita istimewakan, agar hanya kita dan Allah yang tahu.

Tiba-tiba teringat kisah salah seorang sahabat radhiyallahu anhu yang lewat dua kali dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam dua kali menyebutnya sebagai ahli surga. Sampai sahabat terdekat Rasulullah kepo, dan akhirnya menginap di rumahnya untuk mencari tahu amalan spesialnya. Tapi tidak kunjung menemukannya, hingga akhirnya ia jujur dan bertanya langsung. Dan jawabannya... kebiasaan setiap malam membersihkan hati dan memaafkan orang lain.


Atau tentang terompah Bilal radhiyallahu anhu yang terdengar di Surga. Dan saat ditanya amalan spesial apa yang biasa dilakukannya, dan jawabannnya... shalat dua rakaat sunnah setelah wudhu. TT


Sudahkah kita punya amalan spesial yang tersembunyi dari mata manusia? Sudahkah kita mengamalkannya terus menerus? Sembari berulang memperbaiki niat kita? TT Allahummaghfirli..


Wallahua'lam.


***


PS: I know seharusnya ini tidak ditulis. But let me write this. Sebenarnya aku sedang tidak sama sekali pantas untuk menulis tentang ini. Mengingat beberapa pekan ini aku merasa begitu jauh dari Allah TT But le me just write this to remind myself. 

Sunday, February 6, 2022

A1: Your Rabb Doesn't Forget

February 06, 2022 1 Comments
Bismillah. 

#menjadiarketipe #66haribacabuku 

☑️ #DAY1-0090

📖 Sognando Palestina, Randa Ghazy

💡 Insight:

Pada akhirnya hiburan utama bagi rakyat Palestina yang tanahnya dijajah, dan mayoritas negara internasional tutup mata akan hal tersebut, adalah fokus pada kebahagiaan di akhirat. Karena dunia ini tidak adil. Tapi di akhirat, setiap kezhaliman Israel dihitung dan pasti akan dibalas.

Kita (umat muslim) mungkin lupa tentang penderitaan dan perjuangan Palestina, tapi Allah tidak pernah lupa.

... وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيَّا

Wallahu a’lam. 

Monday, February 14, 2022

A6: What a Closing Passage!

February 14, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY6-0090

📖 Max Havelar, Multatuli

📑 Quote:

Karena kepada Andalah buku ini saya persembahkan, wahai WILLIAM KETIGA, Raja, Adipati, Pangeran... lebih dari sekedar Pangeran, Adipati, dan Raja... KAISAR dari Kerajaan INSULINDE, yang menakjubkan, yang melingkari khatulistiwa bak untaian zamrud!

Saya bertanya kepada ANDA! Apakah memang kehendak KEKAISARAN Anda sehingga orang-orang seperti Havelaar harus diciprati lumpur oleh orang-orang seperti Slijmering dan Droogstoppel; dan lebih dari tiga puluh juta RAKYAT Anda nun jauh di sana harus diperlakukan dengan buruk dan mengalami pemerasan atas nama ANDA?

💡 Insight:

▪️ What a closing remarks! Setelah menulis dengan berbagai POV, tiba-tiba buku ini ditutup dengan kalimat yang ditulis langsung oleh Multatuli, mengakhiri kisah fiksinya, kemudian melayangkan "surat terbuka" atas hal yang memotivasinya menulis buku ini. 

▪️ Fakta dan pelajaran yang ditulis dalam bentuk kisah/cerita memang seringkali lebih melekat. Bukankah itu juga,  yang menjadi hikmah mengapa Al Qur’an banyak berisi kisah? Bedanya, Al Qur’an bukan fiksi. Kisah di dalamnya nyata terjadi, Allah menceritakannya dengan urutan dan cara yang khas. Semua hal penting diceritakan sedangkan yang tidak penting dibiarkan tersembunyi. Beda dengan novel buatan manusia, adakalanya terlalu banyak detail yang tidak perlu.

Wallahua'lam.

Sunday, May 1, 2022

A14: Penawar Gundah Gulana

May 01, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY14-0090

📖 Kitab Cinta dan Patah Hati, Sinta Yudisia

📑 Quote:

Dalam gundah gulana, bukan dunia maya saja yang menjadi penawar. Shalat, membaca Qur'an, menghadiri majelis pengajian, terbukti ampuh mengobati desar-desir hati dan mengembalikan pemiliknya pada penopang kokoh. Bukankah komitmen semula adalah tetap berada di jalan-Nya?

💡 Insight:

Jangan salah pergi ke "dokter". Pemilik hatimu adalah Allah. Jika ingin hati tenang, berlari lah kepada-Nya. Baca kalam-Nya, mendekat dan berdoa pada-Nya.

Wallahua'lam

Wednesday, February 16, 2022

A8: Tadabbur Ayat yang Sama

February 16, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY8-0090

📖 The Wisdom Ocean of Surah Luqman, Lightseeker 4.0

📑 Quote:

Tapi, pernahkah terpikir olehmu kalau semua detail yang ada di dalam rahim, hanya Allah yang Tahu? Mulai dari warna kulit, bola mata, rambut hingga jaringan tubuh yang terbentuk, hanya Allah yang mengetahuinya. (204)

...namun manusia tidak dapat mengetahui janin ini apakah akan menjadi orang yang celaka atau bahagia, kehidupannya, rezekinya, ataupun kesehatannya di masa yang akan datang. (207)

💡 Insight:

Tadabur ayat yang sama oleh dua orang yang berbeda. Sama-sama indah bukan?

Tahukah bahwa Allah memerintahkan setiap dari kita, yang memiliki hati, untuk merenungi ayat-ayatNya, untuk memaknai dan menguntai hikmah dari ayat-ayatnya?

Kapan terakhir kali kamu mentadaburi Al Quran? #ntms

Wallahua'lam

Thursday, August 4, 2022

A26: Jaga Dirimu!

August 04, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

Helloow 👋

Satu bulan tidak menyapa. Ingatanku terakhir menulis adalah di pekan pertama bulan lalu, pekan tematik 1m1c. Time passed, tema baru di 1m1c muncul. Tapi tulisan ini bukan untuk 1m1c. Izin menyapa saja, prolog sedikit gak nyambung, boleh di skip hehe.

Bagi yang baru membaca blog ini, dan menemukan kode A26 di awal judul. Maksudnya apa? Lalu hashtag di awal tulisan. Apa pula itu?

Aku pernah ikut challenge 66 hari baca buku yang diadakan komunitas arketipe (@menjadi.arketipe). Challenge-nya sudah selesai. Archive kutipan dan insight buku yang kubaca saat 66haribacabuku sebenarnya sudah di publish di story ig @betterwordforlife. Tapi aku ingin menyalin ulangnya lagi di sini.

Lebih ke pengingat diri. Agar bacaan tidak berhenti pada bacaan.

Termasuk quote kali ini. Rasanya malu menyalinnya. I have so many homework to strive to be a better me, but I often forget, and just keeping myself busy with routine life (which not always productive).

Sebelum curcol lebih banyak, let's just check the quotes.

***

☑️ #DAY26-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

📑 Quote:

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata sebagaimana disebutkan dalam Al Hilyah karya Abu Nu'aim dan selainnya: "Siapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak akan menjaga dirinya."

Di antara bentuk menjaga ilmu adalah: 'iffah (menjaga diri dari hal-hal yang buruk, hina atau syubhat), menjaga harga diri, tidak tamak, dan tidak meminta-minta pada orang-orang kaya dan tokoh.

Di antara bentuk penjagaan ilmu yang lain adalah menjaga batin dari noda-noda keburukan seperti: ujub, sum'ah, riya', sombong, hasad, nifaq dan ghurur, serta menjaganya dari seluruh kemaksiatan

💡 Insight:

Jaga dirimu... Jangan biarkan ilmu yang sudah dipelajari, sia-sia. Bukankah kita tidak mau menjadi seperti keledai yang mengangkut kitab-kitab yang tebal dan berat? Cek QS Jumuah. Ayat berapa? Read all from start to the end.

***

Wallahua'lam.
 

Keterangan:

[1] Tulisan ini merupakan bagian dari serial kutipan buku yang kulaporkan untuk program 66 hari baca buku @menjadi.arketipe 1 Februari - 7 April 2022. Tulisan lainnya bisa dibaca di #66haribacabuku 

Wednesday, April 13, 2022

A11: Masa Terbaik

April 13, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY11-0090

📖 Resolve Conflicts in Your Life, Dale Carnegie

📑 Quote:

Faktanya, masa terbaik kita paling mungkin terjadi ketika kita merasa sangat tidak nyaman, tidak bahagia, atau tidak puas. Karena hanya dalam masa-masa yang seperti itu, yang didorong oleh ketidaknyamanan kita, kita kemungkinan melangkah keluar dari jalur kita dan mulai mencari cara berbeda atas jawaban yang lebih benar.

💡 Insight:

Saat merasa tidak nyaman, tidak bahagia, atau tidak puas --daripada terlalu fokus pada perasaan negatif, berbaik sangkalah, masa itu adalah yang terbaik untukmu saat itu. Cause it helps you grow.

Wallahu a’lam. 

Sunday, February 13, 2022

A5: Menabung Kesabaran

February 13, 2022 0 Comments
Bismillah.

#menjadiarketipe #66haribacabuku

☑️ #DAY5-0090

📖 Rasulullah Sang Pendidik, Al-Ustadz Muhammad Rusli Amin

📑 Quote:

Dengan kata lain, kita menabung kesabaran sedikit demi sedikit melalui setiap peristiwa yang tidak menyenangkan, besar maupun kecil, hingga akhirnya kesabaran itu semakin kuat di dalam hidup kita.

💡 Insight:

Itulah mengapa Allah menguji kita berkali-kali. Karena Allah ingin mendidik kita. Karena Allah ingin meningkatkan kualitas kesabaran kita.

***

Bella... kamu tahu kan ada berapa jenis kesabaran?

would you practice all of it?

menabunglah, sedikit demi sedikit.

jangan menyerah pada dirimu. kau hanya perlu mendidik dirimu pelan-pelan. Allah will teach you, and quran will be your friend. You just have to be a student. be humble and know your place. learn shabr, please learn it diligently.

semoga kelak termasuk yang disambut dengan salam di Jannah-Nya.

semoga Allah menyelamatkanmu pada api neraka.

Allahumma inna nas-aluka ridhaka wal jannah wa na'udzubika min sakhatika wannar. Aamiin.