Follow Me

Sunday, January 18, 2026

Hikmah iPusnas Error di Awal Tahun 2026

Bismillah.

 

Ada yang pengguna iPusnas? Bagaimana perasaanmu saat ini? Bagaimana kebiasaan membacamu di awal tahun? Ada yang masih tiap hari cek iPusnas, berharap aplikasi/webnya sudah gak error? Atau kamu seperti aku? Bukan cek iPusnas, tapi cek twitter, biar tahu apakah ipusnas sudah bisa dipakai.

 

***

 

31 Januari 2025 yang lalu, aku masih membuka iPusnas, entah memang masih bisa dipakai, atau karena pake mode offline dan aku membaca buku-buku yang kupinjam dan sudah aku download versi offline-nya. Yang jelas, semua aman tgl 31 Januari.

 

Tahun berganti, dan selama 6 hari, aku tidak membaca >< Jangan tanya kenapa. Sederhananya karena memang belum termotivasi untuk membaca saja. Dan jujur, begitulah kondisiku dengan membaca, naik turun motivasinya, tapi minimal sih biasanya sepekan sekali aku usahain baca dan share kutipan di grup wa yang support habit bacaku. The name of the group is "Baca Tiap Hari", it is a goal i wish to achieve.

 

Enam hari gak baca itu, aku cuma kepikiran kapan harus rekap dan apresiasi laporan baca member grup. Juga sibuk dengan pikiran sendiri, yang merasa harusnya sih nulis di blog dan melakukan proses eval tahunan pada diri. Bikin resolusi tahunan kek, dll, dst. Overthinking hehe.

 

7 Januari, aku cek ipusnas, baik aplikasi ataupun web, gak bisa dibuka. Dan yang bikin aneh, buku-buku antrianku, tiba-tiba ada available book-nya. Padahal biasanya kan selalu 0, saking banyaknya yang minat baca buku itu. Saat itulah aku sadar, ini mah errornya bukan hanya di aku. Dan voila, pas aku cek twitter, beneran dong, katanya memang ada proses perbaikan di iPusnas, awalnya katanya cuma sampai tgl 8. Aku tersenyum, lumayan cuma nunggu 1 hari, dalam hatiku, untung aku baru nyadar pas tgl 7.

 


Tapi ternyata, apa kabar iPusnas hari ini?? Jeng jeng... ya sudahlah kita terima saja fakta bahwa awal tahun ini memang belum bisa melanjutkan baca buku-buku yang ada di iPusnas, mari fokus merajut hikmahnya saja!

 

***

 

Mohon maaf atas story telling POV yang terlalu panjang. Langsung aja ya ke hikmah!

 

1. Buku-buku fisik yang kita beli jadi terbaca!

 

Aku yakin pengguna iPusnas pasti setidaknya punya satu buku fisik yang belum selesai dibaca. Entah buku beli di bazaar buku akhir tahun 2025. Atau buku yang kau sendiri lupa tahun berapa dulu belinya. Karena iPusnas lagi error, manfaatin momen ini untuk baca buku fisik. Barangkali ini bentuk latihan buat kita supaya baca buku, sekaligus puasa screen.

 

2. New Year, New Book!

 

Bukan, maksudku, bukan baru dalam artian beli baru. Tapi lebih ke bacaan baru! Sejak iPusnas error, otomatis tanpa sadar, bacaan kita jadi berbeda dari list yang ada di histori baca iPusnas. Karena buku yang aku pinjam di iPusnas seringkali adalah buku yang gak aku miliki. Pun saat aku cari alternatif lain dari iPusnas, aplikasi perpusda, entah itu skala provinsi atau kabupaten/kota. Buku yang tersedia tidak selengkap di iPusnas, dan berbeda isinya. Jadi deh, tahun baru ini, bukannya menyelesaikan buku yang kubaca tahun kemarin, aku jadi baca buku baru. Perhaps, Allah wants us to read a new topic, see a new perspective.

 


 

3. Jeda Membaca untuk Melanjutkannya dengan Menulis

 

Meski ada ribuan cara dan jalan lain agar kita tetap baca terlepas dari fakta iPusnas masih error, adakah yang sepertiku, mengira ini sebagai pertanda kita untuk sesaat jeda membaca dan melanjutkannya dengan menulis? Dari sekian buku dan bacaan tahun lalu, informasi, perspektif baru, trik dan tips, emosi dan empati dari kisah fiksi, semua itu, merajuk pada kita untuk dirajut. Untuk dicerna dan kemudian ditelurkan dalam sebuah tulisan. Membaca saja tidak cukup untuk otak kita. Kita butuh untuk menghubungkan dan mengkoneksikan apa yang sudah kita baca dan pelajari, agar informasi tersebut tidak cuma tertumpuk tapi menjadi sebuah "ramuan" dan ilmu yang berguna di kehidupan kita.

 

Jadi, apakah kamu berminat menuliskan sedikit insight dari buku-buku yang kamu baca tahun lalu?

 

***

 

Sekian. Cuma tiga. Tapi semoga ini cukup, untukku yang motivasi nulisnya lagi turun hehe.  Aku takut terlalu panjang mencari hikmah, tapi poin ketiga-nya gak dilakukan hehe. It's been so long since I write about what I read. Kecuali buku-buku lama yang kubaca, karena tuntutan serial tulisan #menjadi arketipe yang baru sampai no 36, artinya masih 30 lagi menanti ditulis dan dicari insightnya. Karena toh untuk kutipannya kan sudah ada dan tercatat di telegram sejak 2022 lalu. hiks. Jadi sedih plus malu, selama itu aku memendam bahan tulisan yang harusnya bisa satu-satu aku kerjakan dan publish di sini.

 

Anyway. it's a new year. Mari teruskan kebiasaan membaca di tahun ini. Jika pun ada penghalang, seperti iPusnas yang masih error, mari jangan terpaku di satu penghalang itu. Ada banyak jalan lain, pun ada banyak hikmah dari satu batu kerikil yang membuatmu terpaku saat berjalan berusaha membangun habit membaca.

 

Tetap semangat membaca! Tidak apa sedikit, tidak apa pelan. Read at your own pace. Mulai dari membaca buku yang kau sukai, lalu buku dengan topik yang kau butuh untuk tahu tentang itu. Jangan fomo dalam membaca ya, boleh tentunya baca buku yang viral, yang lagi best selling, tapi jangan sekedar mengikuti trend.

 

Katanya sekian Bell? Kok nambah 2 paragraf hehe. Kali ini beneran penutup. Bye~ Hope we're all have a good year to go. Tahun kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi, hari ke hari. Semoga Allah memudahkan rencana dan urusan kita. Semoga Allah mengabulkan harapan dan doa-doa kita. Aamiin.

 

Wallahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya