Follow Me

Showing posts with label slowly. Show all posts
Showing posts with label slowly. Show all posts

Tuesday, September 8, 2026

500 Messages in 12 Days

September 08, 2026 0 Comments

Bismillah.


A long things I want to write in my HelloTalk's moment, but got cut a lot because of the 2000character limit.


Let me just post here.


As usual, disclaimer, there will be a lot of broken grammar and poor vocabulary. I welcome any correction in comment.


***


*500 Messages in 12 Days*


Her nickname is written in Chinese, but She's Algerian.


As a person who rarely chat often. This is surely an achievement.


Months ago, instead of just using English/Korean in my head, I install some international social media that can help me practice more those 2 languages. I install Slowly, Bottled and Hello Talk.


🐌 Slowly


Slowly is nice in the beginning. I really enjoy improving my language there through reading and writing letter.


The problem next is.. my overthinking habit often makes me think more before writing a letter. And it exhausted me. To write and revise not only once sometimes twice in my head, before writing it later. It disappoint me also, as people mostly only reply letter without even giving any question as the feedback. It makes me feel as if I'm interviewing someone. Lol. As a curious person, I do like to ask a lot. But there's a limit to it.


At first I like slowly because of the pacing, but later, I found out it didn't match my overthinking personality. So now, I still use slowly, not actively exchanging letter, but just reading open letter, to get to know many people without even interacting with them. It's a good place to learn language too, if somehow an Arabic/Japanese/Korean letter come up in my Open Letter board.


🧴 Bottled


It kinda mix random letter sending + uploading 24h limited story (it's called diary there).


There's a whole lot new things I learn when I first joining that app. A lot of disappointment in the first place, cause most people using that app for dating app >< while I'm not there for that at all.


But I like how the app is noise free. And thankfully in a very few people I met (whether through throwing/keeping bottle/joining public island), I found friends who like to read and discuss book. So now I mostly go to there to read our private book island, or chat with a few people I am comfortable to randomly ask for a topic I want to discuss.


👋💬 Hello Talk


Finally talking about what the title is about lol. What a long prolog.


Anyway, I join firstly because I want to improve my Korean language skill. Cause in Bottled there's almost no one speaking Korean. Or may be yes, but I just didn't meet any of them.


But as I use this app, I mostly speak and learn English. I still listening and read to korean book. But a almost never practice speaking Korean here.


Anyway, my chat in HT is almost unused. I found that joining or hosting VR as a place to learn more. Connecting with people in chat is not easy. I don't know which user is active and willingly to learn together. Not, until I found this Algerian Girl on an English group that I already removed from.


Thanks to her willingness to stay connected and practice English by either chating or sending voice note. This 500 messages is the proof. I remember I disappoint her once, and it almost makes her don't want to chat with me again. It's a lesson for me not to promise joining someone VR if I'm not sure whether the timing is match or not. The guilt is something I personally should work on.


Anyway that's the story. Thanks HT for this reminder. It's a good app that knows how to make each user experience to stay connected and active in this app. The birthday reminder, the thank you button if someone else sending gift/likes to us, and this... a 500 messages milestone.


What about you? Tell me about 500 messages milestone, with whom you got it, and if you haven't got it yet, what kind of person/topic that maybe can makes you continuously send messages to/about?

Saturday, December 27, 2025

Off and On Slowly

December 27, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Sudah hampir 3 bulan aku tidak membalas surat-surat di Slowly, dan jujur ada rasa bersalah. Kenapa? Karena di profil Slowly-ku, aku aktifin tanda kapan terakhir online. Dan aku sebenarnya tiap hari tetep buka Slowly. Bukan untuk membalas surat, tapi hanya untuk membaca surat-surat terbuka yang tiap hari di update, untuk pengguna non-pro, tiap hari bisa baca 3 surat terbuka. Dan jujur, rasanya menyenangkan, ibarat berkenalan dengan orang baru, melihat sudut pandang mereka, kadang ada yang menarik, ada juga yang membosankan sih. Bisa juga mirip-mirip kaya baca blog orang. Blog ya, beda sama medium, medium padahal banyak banget tulisan, tapi males bacanya, karena kaya baca artikel >< gak ada sisi personal. Ya, ada sih tulisan yang ada sisi personal, tapi gak sebanyak dulu waktu aku banyak blogwalking.

 

Anyway, di bulan November ada surat baru masuk. Kalau sebelum-sebelumnya, surat yang masuk tidak menggerakkan hatiku untuk aktif lagi di Slowly, surat yang satu ini cukup membuatku ingin membalasnya. 

 

Aku membalas suratnya tanggal 14 November. Satu surat, lalu dia balik balas. Lalu keinginanku untuk aktif di slowly hilang lagi. Sampai bulan Desember awal aku akhirnya menulis surat minta maaf karena mungkin bakal off on di slowly. Anehnya, setelah suratnya dibuat, dari sekian banyak surat yang belum dijawab, ternyata kebanyakan orang baru, dan yang udah beberapa kali kirim-kiriman surat cuma satu. Dan ini yang membuatku menulis di sini.

 

*** 

 

Jadi aku kirim surat minta maaf, dan hasilnya? Centang satu coba. Jujur bersalahnya jadi bertumpuk. Her name is Erin. She's older than me. We shared quiet a lot letter in my pov. Not that many, but each letter is a long letter.

 


 

I don't know why she haven't read my letter. Entah karena namaku sudah dihapus dari list teman slowly. Atau karena memang dia udah lama gak buka slowly. Perasaan bersalah itu yang membuatku memberanikan diri untuk mengirim satu surat lagi untuknya, walaupun mungkin surat itu gak akan dibaca olehnya.

 

Jujur, karena dia, aku jadi banyak tahu buku-buku puisi berbahasa inggris. Kenal Emily Dickinson dari dia. She loves nature, she's an introvert, she lives with her dog name Sam. Surat terakhir yang dikirimnya, dia cerita tentang eksperimennya untuk membuat apple cake.

 

Saat aku mengirim surat lagi, setelah surat permintaan maaf, ada perasaan aneh. Sedih karena mungkin ia tidak membacanya, tapi sebagian hatiku seolah merasa mungkin lebih baik memang tidak dibaca. Bagiku, mengirim surat yang tidak terbaca itu lebih mudah. Aku bisa lebih terbuka dan tanpa beban bercerita banyak hal. Berbeda saat tahu bahwa ada yang membaca di sana. Sadar tidak sadar, aku meminimalisasi bercerita tentang diri, ya walau tetap terbuka, tapi aku masih saja berada di balik pagar. Entah karena ini kebiasaan nulis di blog, yang kemungkinan gak ada yang baca, atau kalaupun ada, kita gak tahu siapa yang baca, mesin atau orang. Tapi surat kan berbeda. Mungkin karena itu juga aku sering memilih menunda membalas surat di Slowly. Padahal tanpa menunda pun, suratnya pasti hadir terlambat, kan namanya slowly. Entahlah, aku juga bingung pada diri. Di satu sisi ingin terhubung dengan orang lain, tapi di sisi lain, ingin seperti di blog saja. Baca open letter, seperti blogwalking. Lalu menulis surat tanpa benar-benar terhubung. Tapi di sisi lain, padahal asik juga kalau beneran bisa berkomunikasi dengan orang asli di bagian bumi lain, bertukar pikiran, siapa tahu bisa saling membantu, barangkali surat-suratku bisa minimal mengurangi stereotipe muslim yang ditunjukkan di media mainstream barat.

 

Oh ya, aku tiba-tiba teringat tentang bahasan interaksi sosial di era sosial media. Sebagai makhluk sosial, perubahan era ini mempengaruhi banget psikologis kita setiap berinteraksi dengan orang lain. Sedihnya, banyak yang bisa punya relasi yang bisa ngobrol panjang dan dalam. Interaksi di sosmed kan gitu ya, instan dan cepat. Setiap orang sangat sibuk dengan kehidupan masing-masing. Kenal atau tahu kabar seringkali cuma sekedar dari apa yang di upload di story, atau di post di sosial media. Padahal manusia itu butuh koneksi yang lebih dari sekedar itu. Dan pencarian koneksi yang dalam itu makin sulit di jaman sekarang.

 

***

 

Terakhir, sembari menulis ini, aku jadi menyadari bahwa surat-surat yang kukirim di Slowly mayoritas panjang-panjang. Entah karena terlalu banyak yang kusimpan sendiri, sehingga sekalinya ada kesempatan untuk menulis, jadi nulis panjang. Atau sekedar kebiasaan bernarasi panjang saja. Seperti chat di wa-ku yang seringkali tanpa sadar beberapa kalimat baru di enter, Kesadaran baru itu membuatku ingin mengingatkan diri, agar lebih banyak nulis di blog saja. Di sana, di slowly, let's write faster but shorter. Tidak semua orang betah membaca surat panjang dan membosankan. Tapi di sini, kamu bebas menulis panjang.

 

Satu lagi, alhamdulillah. I'm grateful for every friend I met in life, directly or indirectly. Seperti yang disebutkan dalam salah satu ayat Al Hujurat, ehm, inget ayatnya gak? Hehe. Semakin banyak kita mengenal orang lain, kita akan belajar kelebihannya dan kekurangan kita, begitu sebaliknya. Semoga dengan itu kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.

 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣ 
 
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.

 

Wallahua'lam. 

Tuesday, August 26, 2025

Open Letter in Slowly

August 26, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Bulan Juni kemarin, saat aku mulai mengaktifkan lagi pakai aplikasi Slowly, dan menyelesaikan hutang balas surat 1 tahun yang lalu, aku menemukan ada fasilitas baru yang ada di Slowly, yaitu Open Letter.

 

Open Letter, seperti namanya adalah surat terbuka. Surat yang bisa dibaca banyak orang, tanpa harus masuk ke inbox seseorang. Dan seperti namanya, open letter benar-benar membuka peluang untuk mendapatkan teman di Slowly yang sama-sama punya keinginan untuk terhubung, entah karena topik/pertanyaan yang ditulis di surat terbuka tersebut, atau karena hal lain. Membaca banyak Open letter di Slowly sekarang ibarat blogwalking[1], aku bisa belajar mengenal orang-orang baru lewat surat tersebut, meski sayangnya cuma satu surat. Kalau mau baca lebih banyak surat, kita harus memberikan balasan dulu ke surat terbuka tersebut.

 

 

Sejak awal daftar Slowly, aku ingin cari temen yang bisa diajak sharing tentang buku/menulis. Ini template suratku, waktu dulu aku masih pakai fasilitas profil di Slowly.

 

Hi! I'm Blue.. Do you read books? If you do, what is your recent favorite book? Tell me is it about? And what is the lesson learn or memorable things from that book? If you don't, what do you usually do in your spare time, other than youtube, and social media? Do you have a hobby? I'll be waiting for your reply. Have a nice day~ 

 

Tapi ya gitu, meski di profil topic nulisnya interested in literacy/book, jarang yang share tentang buku. Lanjut ke automatch, ini aku pakai untuk latihan bahasa asing, topik mental health, dan topik traveling. Tapi hasilnya terlalu bagus juga, ya ada sih yang balas, tapi dikit, trus udah aja.

 

Setelah baca open letter beberapa kali, aku akhirnya memberanikan diri membuat Open Letterku. Kali ini, bukan tentang buku sih, tapi aku cari temen nulis. Open Letter ini kutulis tgl 3 Juli yang lalu. Meski pas nulis, aplikasi Slowly banyak meminta kita untuk nulis Open Letter yang panjang, aku sebisa mungkin ingin membuat surat terbuka yang singkat, tapi tetap menarik. Kenapa? Karena pengalaman sebelumnya, ada banyak open letter yang aku skimming dan males baca hanya karena sekilas tahu bahwa tulisan ini panjang *mental block. Setelah open letter-nya kupublikasi, tebak berapa banyak balasan yang aku dapat? 7/8 surat kalau gak salah. Bagiku ini keberhasilan banget! Dari open letter ini, aku jadi nulis cerpen bahasa inggris, nyoba terjemahin puisiku dan belajar diksi-diksi puitis bahasa inggris, juga jadi tahu tentang haiku.

 

Oh ya, yang penasaran sama open letternya, bisa baca di bawah ini.

 

 

 

Terbaca kah? Maaf ya karena sharenya lewat SS dari hp, karena fasilitas Open Letter Slowly saat ini cuma bisa dibuka di aplikasinya, di versi web-nya masih belum tersedia. Gimana setelah baca, tertarik untuk kirim balasan suratnya gak? Kalau tertarik, boleh banget add id slowly-ku N7Z2QX

 



***



Dari 7/8 surat yang masuk, ada yang udah gak terhubung lagi sih. Tapi ada juga yang masih terhubung. Tapi aku sudah biasa saja dengan fenomena itu. Aku pribadi gak mencari teman yang kirim-mengirim surat sampai lama, bagiku mengenal orang asing, dan saling bertukar surat satu kali saja, itu sudah lebih dari cukup. Cukup untukku mengisi energi sosialku. My extrovert side is still there, though my introvert side somehow "filter" many people. Lucu sebenarnya mengenali diri yang E/I-nya gak stabil. Aku masih enjoy buka Slowly tiap hari (dan ini sekarang bisa dimunculin last seen-nya), tapi untuk balas surat, aku tetap saja memilih untuk menunda dan menunggu mood yang tepat, sifat E baru bisa muncul saat I sedang tidak low batt. Kalau sedang low battery, lebih baik fokus input aja. Semoga sih inputnya yang bermanfaat dan bergizi ya. Bukan sekedar distraksi dan junk information.



Sekian. Kututup tulisan ini dengan ajakan menulis, jika kamu membuat surat terbuka/open letter, apa yang akan kau tulis? Share open lettermu di blog/medium, dan bagikan linknya di komentar yaa~
 
Bye5!
 
Wallahua'lam. 
 
 
*** 



PS:

[1] aku masih blogwalking, baca-baca tulisan di medium. Tapi entah kenapa membaca tulisan medium itu feelnya beda kaya blogwalking di blog (blogger, wordpress, tumblr). Mungkin karena di medium, lebih banyak yang nulisnya artikel, jadi sedikit kurang personal (ada sih yang banyak bercerita tentang diri juga, tapi tidak banyak). Jadi rasanya bukan kaya mengenal orangnya, lebih ke mengenal ide/opininya. Padahal salah satu hal yang aku suka dari blogwalking adalah mengenal dan mengamati orang lain secara personal dari jauh. Seperti membuka lembar jurnal/diary yang terbuka. Dari situ aku belajar untuk memahami kesulitan dan caranya menyelesaikan masalah. Dari situ aku belajar untuk melihat sisi lain dari orang tersebut, yang tidak ia tampakkan di media sosial. Begitu. Tapi blogwalking di Medium tetap asik sih, meski untuk rutin melakukannya masih perlu effort lebih, karena kebiasaan buruk diri lebih prefer scroll sosmed >< astaghfirullah. Anyway, mari tetap semangat menulis, entah itu blog/surat. Juga sempatkan blogwalking, untuk membuka wawasan dan POV kita lebih lebar. 

Monday, July 14, 2025

Disconnect (2)

July 14, 2025 0 Comments

Bismillah.

 


 

Beberapa waktu yang lalu membaca tulisan lama di blog ini berjudul Disconnect. Mungkin karena baca itu, jadi teringat lagi emosi yang disimpan waktu itu. Lalu qadarullah mengalami beberapa kendala komunikasi serupa. Perasaan ketidakterhubungan hanya karena merasa percakapan satu arah, tanpa ada tanda tanya balik. Lalu puncaknya beberapa hari yang lalu menerima surat di Slowly tanpa tanda tanya. Satu, dua sampai empat hari kubiarkan surat itu di inbox, sambil merangkai emosi dan kalimat, topik apa yang selanjutnya harus kuusulkan agar percakapan kembali menjadi percakapan dan bukan sebuah interview atau interogasi. Dan pagi ini, selain memberikan tanda tanya baru dan mengajukan topik obrolan baru, aku memberanikan diri mengeluarkan unek-unekku terkait perasaan 'disconnect'.

 

Dan inilah yang aku tuliskan, dalam bahasa inggris.

 

***

 

Hmm.. There's something I want to say. But please don't be offended.

 

Actually, when I first read your latest reply I feel a little bit disappointed. Because I can't find any question mark there. It happens a lot. And not only in Slowly. And I'm a little bit sensitive about it lately.

 

As an Introvert who gather energy to open up and connect with new people. It's sad when I saw that the conversation flow as if it's one way. It's not even an interview, but trying to always be the one who ask is kinda... Hmm. It's a complicated feeling.

 

I usually take time to neutralize that complicated feeling before sending a response to whatever communication it is. Whether it's in Slowly or in chat. But I usually still can keep the conversation going. As I have a high curiosity and I'm told that I have a good empathy. Making more questions is not difficult for me. And trying to think what's on their shoes is also not difficult.

 

Most people just more introvert than me. Answering questions from stranger and trying to open up for them is already taken a lot of their energy. So they don't have time to think asking questions. And I think most people, just like me, wanted to be heard/listened, but that in their life there's not many occasions that they can tell people about themselves. So when a question come, they just focus on answering. And giving response or answer is also their way to continue the conversation.

 

Anyway, I just want to let out this complicated feeling. I'm sorry if somehow I hurt your feeling. It is not only about your letter. More of me trying to let out that stacked of emotion after some similar cases where I feel "disconnected" just because I didn't get any question mark. Perhaps, I'm just having a high expectations that people are just like me, someone who easily ask questions. 

 

 - Isabella Kirei a.k.a Blue on Slowly 

 

***

 

Membaca kembali tulisan impulsif di atas membuatku pusing. Bukan karena isinya, lebih ke tatanan bahasa inggris yang kacau dan kalimat yang tidak efektif. Padahal, tujuan utamaku menggunakan akun Slowly, selain untuk kirim-mengirim surat, adalah untuk melatih kemampuan menulis bahasa inggrisku. Tapi kalau setiap kirim surat, aku gak cek grammarnya, gak dibaca ulang dan coba diedit, kan tujuannya jadi gak tercapai ya? Syukurlah, minimal dengan proses menyalin tulisan seperti ini, aku jadi ingat lagi.

 

Terakhir, kututup postingan ini dengan pertanyaan untukmu. Apakah kamu juga pernah merasa seperti aku? Perasaan tidakterhubung, perasaan aneh saat orang yang kau ajak "bicara" (komunikasi tertulis entah itu chat/surat) tidak balik bertanya? Apakah cuma aku yang overthinking, dan jadi bingung, haruskah menghentikan obrolan, atau haruskah mencari topik lain? Bagaimana dengan orang-orang ekstrovert? Apakah hal seperti ini harusnya memang tidak dipikirkan ya? Yaudah sih, kalau masih mau ngobrol lanjut tanya aja. Dan kalau tidak, bisa cari orang lain yang mungkin lebih punya waktu dan lebih tertarik untuk mengobrol topik tersebut. Ceritakan dalam tulisan dan publikasikan dalam blogmu ya. Atau bisa jawab di komentar juga. Boleh anonim juga.

 

Sekian. Bye~

 

Wallahua'lam.

 

***

 

PS: Saat menulis "I have a good empathy", ini sebenarnya agak gimana, takut kesannya sok empati gitu haha. Tapi di sisi lain, aku bisa menulis seperti itu, karena dulu pas tes Talent Mapping, memang poinku di empati lumayan tinggi. Semoga gak overclaim hehe. Mohon doanya, semoga beneran bisa jadi orang yang bisa berempati dengan banyak orang, dan semoga hal itu bukan cuma bikin emosiku mudah naik turun, tapi juga bisa membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih bijak. Aamiin.

Wednesday, June 25, 2025

A Bad User on Slowly

June 25, 2025 0 Comments

Bismillah.

 


 

Sudah sejak 2023 aku install aplikasi Slowly. Awalnya sih lumayan aktif. Kirim beberapa surat ke akun yang punya banyak kesamaan topik. Ada surat-surat yang masuk juga meski aku gak kirim duluan. Ada yang bales ada yang gak bales. Ya begitulah, namanya juga kirim surat ke orang asing, yang bisa jadi dia gak minat sama topik bahasan kita, atau memang dianya sibuk dan lebih memilih aktif di sosial media ketimbang aplikasi slowly. 

 

Trus akhir 2023, aku mulai kehabisan energi untuk membalas surat. Balesnya bisa sebulan atau dua bulan. Sampai aku memutuskan untuk mengabaikan surat-surat masuk yang butuh balasan. Ini yang akhirnya membuatku melabeli diriku "a bad user on Slowly".

 

Aplikasi Slowly masih ada, belum ku uninstall karena sebagian diriku masih ingin menjawab beberapa surat yang masuk dan sudah kubaca di sana. Setahun kemudian 2024, keinginan untuk membalas akhirnya muncul lagi. Aku membalas beberapa surat. Mengirim beberapa surat baru juga, termasuk surat dengan bahasa lain dengan harapan baru, bisa latihan bahasa di Slowly. Dibales dong alhamdulillah dari 2 orang. Harusnya nih, aku lanjut bales, campur-campur bahasa inggris juga gapapa, eh, aku malah kehabisan energi lagi, dan memilih off lagi. what a bad user, right? >.<

 

Tahun berganti, it's 2025. Aku masuk lagi ke slowly. Di momen saat aku mulai aktif blogging lagi, momen ini, juga pas untukku mulai aktif Slowly lagi. Kan esensinya sama, menulis juga. Bedanya kalau di blog ini, nulis untuk diri sendiri, dan gak banyak feedback. Kalau nulis surat kan beneran ada orang lain yang dituju dan kemungkinan dibales 50%.

Anyway, meski gak janji bisa jadi user yang baik di Slowly, aku minimal berniat baik untuk menjadi user yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Aku juga udah mengupdate bio profil-ku. Dan in syaa Allah akan segera membalas 5 surat yang belum terbalas. Sebelumnya ada 7, 2 udah aku bales. Sisanya pelan-pelan aku cicil hehe. [1]

 

Oh ya, aku juga lagi suka pake tools automatch. Ini lebih mudah, ketimbang caraku dulu, yang cari satu-satu teman, dari banyaknya kesamaan topik, baca profil trus baru kirim surat. Kita cuma perlu nyiapin satu surat, pilih beberapa kategori auto-match yang diinginkan, lalu memilih jumlah surat yang dikirim (1-3), dan kemudian Slowly akan membantu kita auto-match ke beberapa user. 

 

***

 

Sekian cerita pengalamanku menggunakan aplikasi Slowly. Kalau ada yang tertarik untuk pakai Slowly, dan ingin bertukar surat denganku silahkan add slowly id-ku N7Z2QX

Oh ya, sembari membagikan Slowly id, ingin rasanya kasih feedback ke developer slowly. Kayanya bagus kalau selain share id, bisa share link yang bisa membuat orang yang klik untuk kirim surat, kan lumayan kalau misal linknya ditaruh di bio ig misal, yang belum daftar slowly, diarahkan untuk daftar dulu jika ingin menambahkan kirim surat ke user id tersebut. Gituu.. **tapi ini feedbacknya kirim kemana ya? Ke komentar di PlayStore? Atau kemana? [2]

 

Maaf jadi ngelantur. Kan tadi udah nulis sekian. Kalau ada yang baca sampai sini, terima kasih. Semoga tulisan ini tidak membuang waktumu. Pertanyaan untukmu, selain sosial media mainstream, adakah aplikasi yang membantumu terhubung dengan orang lain? Apa itu, dan ceritakan pengalamanmu sebagai user.

 

Bye~

 

Wallahua'lam. 

 

***

 

PS:

[1] update 3 juli 2025, hutang bales suratku sudah lunas. yeayy~ 

[2] Udah kumasukin sarannya ke help-center, trus dapat balesan dari Slowly Team, harusnya kalau saran kaya gitu dimasukkannya ke feature-request.

Friday, March 15, 2024

Slowly & Podcast

March 15, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

Hanya ingin menuliskan kabar baru tentang dua hal. Lebih ke catatan untuk diri sekaligus curcol hehe.

 

On Slowly

 

I stop writing letter on Slowly. Dulu, aku hanya mengira menulis surat di sana itu mudah. Aku berharap bisa banyak bertemu orang baru, bertukar pikiran, membahas minat yang mirip.

 

Aku tidak menyadari, bahwa bertukar surat di Slowly, artinya juga belajar untuk membuka diri dan menceritakan tentang diri.

 

Tapi bukannya bercerita pada orang asing, yang mungkin tidak pernah akan kau temui lebih mudah? Ya, bagiku memang lebih mudah. Semua mudah, sampai aku menemukan batu lain.


Aku menemukan diriku terlalu banyak mendeskripsikan gambaran ideal hidup yang aku inginkan, daripada cerita tentang realitas yang ada. Dan saat mengulang introduksi berkali-kali pada orang berbeda, kemudian bercermin. Disitulah kendalanya. Aku kini sadar, bahwa banyak yang kutulis di surat-surat slowly, tidak menggambarkan realita diriku, dan aku tidak ingin itu berulang.


Jadi sementara, aku berhenti menulis di Slowly. Terakhir balas surat 13 Januari. Masih ada 5 surat yang belum sempat kubalas juga.


Apa akun slowly-nya di deactivated? Nope. Akunnya masih aktif. This is my slowly ID N7Z2QX (barangkali ada yang mau add dan kirim surat, as if wkwk). Ada kemungkinan mulai dipakai lagi, meski entah kapan. Tapi intinya masih pengen bales 5 surat yang masuk itu. Kalau misal udah semua, dan gak ada balesan lagi, baru nanti dipikir lagi mau lanjut pakai slowly atau bener-bener harus di deactivated.

 

On Podcast

 

19 Februari kemarin aku baru upload audio baru. Masih amatir. Hehe. Gapapalah, namanya juga podcast percobaan. Aku biasa rekam pakai WaveEditor, kenal aplikasi ini dari daftar projek baca e-book yang berakhir sebagai wacana, tanpa baca satu pun halaman. Aku belum pernah ngulik WaveEditor. Sempet tanya-tanya ke temen yang punya pengalaman lebih di podcast, dia pakai aplikasi lain, tapi tiap rekam, sebelum di publish, biasanya yang dia edit itu volume suara, dibesarin. Buat aku ini masih PR yang entah mau dikerjain apa enggak. wkwkwk. Aku masih lebih suka fokus ke nulis dulu, karena kuantitas nulisku lagi meluncur ke bawah hehe.

 

Oh ya, aku masih suka berangan-angan, bakal ada orang lain yang berminat belajar dunia podcast dengan kolaborasi dan bantu aku bacain tulisan pilihan dari blog ini. Aku masih setengah-setengah untuk mempublish suaraku ke internet. Apalagi sekarang ada teknologi AI. Privasi menurutku lebih penting, pengennya cuma orang-orang yang bener-bener aku kenal dan temui, yang mendengar suaraku. Tapi di satu sisi, aku juga masih berminat membaca tulisan dari blog ini dan publish ke podcast. Berharap dengan begitu, pelajaran dari tulisan makin melekat di diri. Berharap, kalau ada yang nyasar dan lebih suka media audio nggak suka baca, bisa tetap dapat manfaat dari tulisanku. Ya, walaupun kalau sekarang sih percuma ya, karena untuk share tulisan dan promosi podcast aja aku jarang.


Oh ya, tentang podcast, aku beberapa waktu lalu agak sedih pas dapet email kalau google podcast nantinya bakal diberhentikan layanannya dan pindah ke youtube music. Padahal dibandingkan spotify, aku lebih suka google podcast. Kenapa? Karena bisa ngatur kecepatan audio. Kalau pas lagi ngecek rekaman podcast betterword aja aku biasa dicepetin jadi 1,2 atau 1,3. Jadi keinget memori saat dulu google+ tutup lapak. Ya, begitulah teknologi, cepat berganti.

 

***


Anyway, sekian update tentang slowly dan podcast. Bye~

Monday, October 2, 2023

A Polite Goodbye

October 02, 2023 0 Comments

Bismillah.

A friend from slowly, sent this to me...

 

"...Since I have more free time now I want to focus on my language studies. I hope I can read more as well. So I'll stop using slowly as it takes me a lot of time and mental power to write. Thank you for all the lovely letters you've sent me, it was great talking to you. May Allah bless you with lots of goodness. Take care~ 💐"


***


Sad but... I know every meeting has its own separation. Honestly I can't stop myself from overthinking.


Do something I said, somehow annoy her?


I tried, to connect with her with other option outside slowly, but she doesn't use social media anymore.


Perharps, it is really a goodbye. And I need to let go this overthinking which sometimes drag me into something negative.


***


She said, it takes a lot time and mental power to write in slowly. I agree about that too. That's why, I'm taking slowly as slow as I possibly could. Just hoping the one waiting there not getting tired and choose to stop answering my letter.


But her decision to stop, I think that's what make us different. Perhaps, cause I love writing, and I need it too.. That's why even if it's not easy to write a sincere and honest letter, trying to connect with someone you've never and might be will never met, I choose to still use it. Despite sometimes, getting tired of it. 


I know for sure, it's better than scrolling on social media, or youtube short. With letters from slowly, they remind me how to answer a shallow "how are you". And how honest would I be, when I have choice to pretend to be who i am not. It reminds me to act upon my writing, cause someone else really read it. It's different, in this blog, sometimes, I still think the only reader is just me, Allah, and maybe google crawler wkwkwk.


Anyway, a goodbye is a goodbye. Thank you also for all the letters. I hope you achieve what want, and maybe even better than what you imagine. Nice to meet you. Bye 5!


Wallahua'lam.

Monday, September 25, 2023

Lost Letter (?)

September 25, 2023 0 Comments

Bismillah.


I remember feeling tired to answer letter without question back to me. And after some rest time, and I'm ready to tell them my story, without them asking, I can't find her letter.


It's a letter from a friend in other continent. I remember asking about love to her. I'm curious how it is, in her age--she's still young btw.


I try to remember her name, try to sort my inbox in Slowly. And can't find it. Does she deactive her account? No.. I think, we can still see letter even if one of them deactive their account. Does she change her id? I scroll through my inbox once again, this time focusing on the place under name, to find a country name in Africa. But I can't find it.


Then, I remember I copy one of my letter to her, and post it in my anonym Medium account. I open, and found 4 Sept. Do I unintentionally delete/remove her letter? Thankfully I go to setting and found that I can see previous removed user.

 

"There you are!"


***


I'm glad that I found that lost letter, and finally writing a reply to it.


Sometimes we're just tired and want to stop for a while. But it doesn't mean that we want to quit.

 

I hope I remember to be careful. Sometimes we didn't want to remove people from our life. But how we act, choice we choose, might be the reason, we cut people from our life. intentionally or not.


I suddenly remember, how sometimes, I can't choose a good sentence and it might offend other person.

I suddenly remember, how sometimes I ignore people's chat, just because I'm too dizzy thinking about myself.


I hope I could be a better person in communication. Voice or written. Aamiin.


Wallahua'lam.