Tadabbur Al Fatihah: Alhamdulillah
Bismillah.
Seri Resume Tadabbur bersama RSC (Rahmah Study Club) Matrikulasi Batch 6
***
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.
Tafsir Jalalain
- Merupakan kalimat berita (jumlah khabariyyah) bahwa Allah ta'ala yang memiliki semua pujian yang diungkap oleh semua hamba
- Lafadz Allah merupakan nama bagi Dzat yang berhak untuk disembah
- Rabbul 'alamin (Rabb selesta alam), artinya yang memiliki semua makhluk-Nya (manusia, jin, malaikat, hewan, dll)
- Lafadz al-'aalamiin, bentuk jamak dari 'aalaam, memakai huruf ya dan nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu
- Kata 'alam sendiri artinya tanda, jadi 'alam adalah tanda adanya yang menciptakan (Allah).
Tafsir dari Syaikh Ibnu 'Utsaimin
- Al-hamdu adalah sifat bagi yang dipuji dengan sempurna disertai al-mahabbah (kecintaan) dan at-ta’zhim (pengagungan). Allah itu sempurna dalam Dzat, sifat, dan perbuatan.
- Alif laam yang ada dalam kata al-hamdu menunjukkan istigh-raq, mencakup seluruh pujian. Artinya semua pujian itu memang milik Allah.
- Kalimat “lillahi”, huruf laam di situ menunjukkan ikhti-shash dan istih-qaq artinya berhak mendapat.
- Nama Allah adalah nama Rabb kita, tidak boleh selain-Nya bernama dengan nama Allah. Karena Allah itu al-ma’luh atau al-ma’bud, sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan.
- Disebut Ar-Rabb jika memiliki tiga sifat yaitu mencipta, memiliki segala sesuatu, dan mengatur segala urusan. Allah itu disebut Ar-Rabb karena Dialah Al-Khaliq (Maha Mencipta), Al-Malik (Maha Merajai), Al-Mudabbir (Maha Mengatur).
- Segala sesuatu selain Allah adalah ‘aalam. Disebut ‘aalam karena sebagai tanda bahwa Sang Khaliq itu Mahakuasa, Penuh hikmah, Maha Penyayang, Maha Perkasa, dan makna rububiyyah lainnya.
Penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan
- Hamd mencakup 2 hal pujian dan terima kasih.
- Terima kasih hanya diucapkan saat pihak lain melakukan sesuatu untuk kita.
- Berterima kasih tidak selalu memuji, begitu pula memuji tidak selalu sambil berterima kasih
- Kalau hanya pujian maka bahasa arabnya madh, sedangkan jika hanya berterima kasih kata yang digunakan syukur.
- Al Hamd, adalah kombinasi dari keduanya. Ini pemilihan yang paling baik.
- Kenapa? Karena pujian tidak selalu tulus, bisa jadi palsu. Sedangkan terima kasih merupakan reaksi, harus ada yang diberikan dulu.
- Hamd hanya bisa digunakan dengan tulus, dan tidak harus reaksi akan sesuatu.
- Kenapa tidak menggunakan dua kata? Saat kita menyatukan dua kata dengan kata 'dan', orang bisa berhenti dan memilih salah satunya saja.
- "Alhamdulillah" meniadakan pilihan tersebut, saat kita memuji Allah, kita juga berterima kasih padaNya. Begitu pula sebaliknya.
- Sikap ini yang perlu dijaga oleh seorang muslim, sikap positif selalu memuji dan berterimakasih pada Allah. Jangan sampai lisan kita berucap alhamdulillah, namun sikap atau raut wajah kita menunjukkan sebaliknya.
- Kenapa "Alhamdulillah" bukan "innal hamdalillah". Karena innal hamdalillah sifatnya hanya informatif. Sedangkan alhamdulillah mencakup informatif juga eksresif.
- Kenapa Allah memilih kata benda "alhamdulillah", bukan kata kerja seperti "nahmaduhu". Karena kata benda sifatnya kekal, sedangkan kata kerja tergantung pada tenses/waktu dan juga subjek yang memuji. Sedangkan Allah tetap terpuji selamanya dan tidak memerlukan pujian dari makhluk-Nya.
- Begitu pula Allah tidak menggunakan kata perintah "Ihmadullah", karena itu akan membuka opsi bahwa kita bisa memilih tidak melakukannya.
- Perkenalan pertama, adalah nama Allah.
Kata Allah juga dipilih karena kita tidak hanya memuji dan bersyukur akan salah satu saja sifatnya.
- Selanjutnya, kita juga diingatkan peran Allah sebagai Rabb.
- Rabb memiliki beberapa arti:
- al-malik (the owner, pemilik), artinya kita adalah milik-Nya, we're His property
- al-murobbi (someone who ensures the growth), Allah tidak hanya memiliki kita kemudian membiarkan kita, tapi IA peduli, merawat dan mengurus kita, memastikan kita agar 'tumbuh' menjadi lebih baik.
- al mun'in (the one who give gift), Allah ga cuma memiliki dan merawat kita, tapi juga memberikan kita hadiah, meski kita tidak melakukan apa pun yang membuat kita berhak mendapatkan hadiah tersebut. Our eyes, our hands, oxygen we breath.
- al qayyim (the one who makes sure it stays together), ga cuma tiga hal di atas. Allah juga memastikan agar kita tidak hancur berkeping-keping. Karena tanpa 'perawatan dan pengawasannya', kita dengan hancur dan 'selesai', bahkan satu detik pun, kita tidak bisa hidup tanpa Allah Al Qayyim. (the blood circulation, our hearts that's beating, etc)
- as sayyid (someone who has full /6authority), orang yang memiliki tapi tidak punya wewenang penuh tidak bisa disebut rabb. Seperti orang punya tanah, tapi ga bisa bebas bangun apapun, karena harus sesuai dengan peraturan tata kota.
Sumber:















