Follow Me

Showing posts with label quran. Show all posts
Showing posts with label quran. Show all posts

Thursday, October 29, 2026

Tadabbur Al Fatihah: Alhamdulillah

October 29, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

Seri Resume Tadabbur bersama RSC (Rahmah Study Club) Matrikulasi Batch 6

 

*** 

 

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

 

 

Tafsir Jalalain

 

  • Merupakan kalimat berita (jumlah khabariyyah) bahwa Allah ta'ala yang memiliki semua pujian yang diungkap oleh semua hamba

 

  • Lafadz Allah merupakan nama bagi Dzat yang berhak untuk disembah

 

  • Rabbul 'alamin (Rabb selesta alam), artinya yang memiliki semua makhluk-Nya (manusia, jin, malaikat, hewan, dll)

 

  • Lafadz al-'aalamiin, bentuk jamak dari 'aalaam, memakai huruf ya dan nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu

 

  • Kata 'alam sendiri artinya tanda, jadi 'alam adalah tanda adanya yang menciptakan (Allah).

 

 

Tafsir dari Syaikh Ibnu 'Utsaimin

 

  • Al-hamdu adalah sifat bagi yang dipuji dengan sempurna disertai al-mahabbah (kecintaan) dan at-ta’zhim (pengagungan). Allah itu sempurna dalam Dzat, sifat, dan perbuatan.

 

  • Alif laam yang ada dalam kata al-hamdu menunjukkan istigh-raq, mencakup seluruh pujian. Artinya semua pujian itu memang milik Allah.

 

  • Kalimat “lillahi”, huruf laam di situ menunjukkan ikhti-shash dan istih-qaq artinya berhak mendapat.

 

  • Nama Allah adalah nama Rabb kita, tidak boleh selain-Nya bernama dengan nama Allah. Karena Allah itu al-ma’luh atau al-ma’bud, sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan dan pengagungan.

 

  • Disebut Ar-Rabb jika memiliki tiga sifat yaitu mencipta, memiliki segala sesuatu, dan mengatur segala urusan. Allah itu disebut Ar-Rabb karena Dialah Al-Khaliq (Maha Mencipta), Al-Malik (Maha Merajai), Al-Mudabbir (Maha Mengatur).

 

  • Segala sesuatu selain Allah adalah ‘aalam. Disebut ‘aalam karena sebagai tanda bahwa Sang Khaliq itu Mahakuasa, Penuh hikmah, Maha Penyayang, Maha Perkasa, dan makna rububiyyah lainnya.

 

Penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan

 

  • Hamd mencakup 2 hal pujian dan terima kasih.

 

  • Terima kasih hanya diucapkan saat pihak lain melakukan sesuatu untuk kita.

 

  • Berterima kasih tidak selalu memuji, begitu pula memuji tidak selalu sambil berterima kasih

 

  • Kalau hanya pujian maka bahasa arabnya madh, sedangkan jika hanya berterima kasih kata yang digunakan syukur.

 

  • Al Hamd, adalah kombinasi dari keduanya. Ini pemilihan yang paling baik.

 

  • Kenapa? Karena pujian tidak selalu tulus, bisa jadi palsu. Sedangkan terima kasih merupakan reaksi, harus ada yang diberikan dulu.

 

  • Hamd hanya bisa digunakan dengan tulus, dan tidak harus reaksi akan sesuatu.

 

  • Kenapa tidak menggunakan dua kata?  Saat kita menyatukan dua kata dengan kata 'dan', orang bisa berhenti dan memilih salah satunya saja.

 

  • "Alhamdulillah" meniadakan pilihan tersebut, saat kita memuji Allah, kita juga berterima kasih padaNya. Begitu pula sebaliknya.

 

  • Sikap ini yang perlu dijaga oleh seorang muslim, sikap positif selalu memuji dan berterimakasih pada Allah. Jangan sampai lisan kita berucap alhamdulillah, namun sikap atau raut wajah kita menunjukkan sebaliknya.

 

  • Kenapa "Alhamdulillah" bukan "innal hamdalillah". Karena innal hamdalillah sifatnya hanya informatif. Sedangkan alhamdulillah mencakup informatif juga eksresif.

 

  • Kenapa Allah memilih kata benda "alhamdulillah", bukan kata kerja seperti "nahmaduhu". Karena kata benda sifatnya kekal, sedangkan kata kerja tergantung pada tenses/waktu dan juga subjek yang memuji. Sedangkan Allah tetap terpuji selamanya dan tidak memerlukan pujian dari makhluk-Nya.

 

  • Begitu pula Allah tidak menggunakan kata perintah "Ihmadullah", karena itu akan membuka opsi bahwa kita bisa memilih tidak melakukannya.

 

  • Perkenalan pertama, adalah nama Allah.

Kata Allah juga dipilih karena kita tidak hanya memuji dan bersyukur akan salah satu saja sifatnya.

 

  • Selanjutnya, kita juga diingatkan peran Allah sebagai Rabb.

 

  • Rabb memiliki beberapa arti:

 

  • al-malik (the owner, pemilik), artinya kita adalah milik-Nya, we're His property

 

  • al-murobbi (someone who ensures the growth), Allah tidak hanya memiliki kita kemudian membiarkan kita, tapi IA peduli, merawat dan mengurus kita, memastikan kita agar 'tumbuh' menjadi lebih baik.

 

  • al mun'in (the one who give gift), Allah ga cuma memiliki dan merawat kita, tapi juga memberikan kita hadiah, meski kita tidak melakukan apa pun yang membuat kita berhak mendapatkan hadiah tersebut. Our eyes, our hands, oxygen we breath.

 

  • al qayyim (the one who makes sure it stays together), ga cuma tiga hal di atas. Allah juga memastikan agar kita tidak hancur berkeping-keping. Karena tanpa 'perawatan dan pengawasannya', kita dengan hancur dan 'selesai', bahkan satu detik pun, kita tidak bisa hidup tanpa Allah Al Qayyim. (the blood circulation, our hearts that's beating, etc)

 

  • as sayyid (someone who has full /6authority), orang yang memiliki tapi tidak punya wewenang penuh tidak bisa disebut rabb. Seperti orang punya tanah, tapi ga bisa bebas bangun apapun, karena harus sesuai dengan peraturan tata kota.

 

 

 

Sumber:

  1. Tafsir Surat Al-Fatihah (Ayat 2): Memahami Alhamdulillah - Rumaysho.Com
  2. [Subtitle Indonesia] Rediscovering The Al Fatihah: Bagian 1

Saturday, October 24, 2026

Tadabbur Ta'awudz dan Basmallah

October 24, 2026 0 Comments

Bismillah. 

 

Ta'awudz


Perintah Ta'awudz

  • Perintah membaca ta'awudz sebelum membaca Al Quran ada di surat An Nahl ayat 98, merupakan sunnah.  
  • Tujuannya agar pembaca tidak mengalami kekeliruan dalam bacaannya, sehingga ia dapat merenungkan dan memikirkan makna apa yang dibacanya.
  • Sebenarnya setan tidak punya kekuatan untuk menggoda manusia. Kecuali manusia yang menjadikan setan sebagai sekutu/pemimpin.
  • Seperti penjelasan dalam surat An Nas. Setan cuma bisa membisikkan was-was. Ibarat mengetuk atau menggedor pintu gerbang. Kita, manusialah yang membukakan pintu dan membiarkan setan masuk ke hati dan mengobrak-abrik hati kita. Termasuk membuat setan memperindah perbuatan buruk.
  • Secara tabiat, setan sangat buruk. Yang dapat menahan kejahatan setan jin terhadap manusia tidak lain hanya Penciptanya sendiri.
  • Selain sunnah Rasulullah, membaca ta'awudz juga dicontohkan oleh Nabi-nabi lain, seperti Nabi Musa (2:67), Nabi Yusuf (12:23).


Tafsir Ta'awudz

  • “Ta’wil kata ‘A‘udzu.’ Abu Ja’far  berkata, al-isti’adzah adalah meminta perlindungan.
  • Kalimat ‘A‘udzu billahi minas syaythanir rajim,’ berarti ‘Aku berlindung kepada Allah–bukan kepada makhluk-Nya–dari setan agar tidak mencelakaiku dalam urusan agama dan tidak menghalangiku dari kewajiban terhadap-Nya,” (Imam At-Thabari, Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qaur’an).
  • Kata “syaythan” dalam kalimat Arab mengacu pada setiap person yang durhaka baik kalangan jin, manusia, hewan melata, maupun apa saja.
  • Kata “ar-rajim” berpola faīl tetapi bermakna maf’ul. Kata ini berarti “yang terlempar/tercampak,” maksudnya terlaknat dan tercela.


Keutamaan Ta'awudz

  • Menolak was-was dalam saat membaca Al-Quran
  • Membersihkan mulut dari ucapan sia-sia dan kotor
  • Meredakan kemarahan dalam hati seseorang


Pelafalan Ta'awudz

  • Waktunya: sebelum baca quran, setelah membaca quran, pada awal shalat, kapanpun saat butuh perlindungan Allah dari godaan setan
  • Hukumnya: sunnah. Ada pendapat wajib untuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam
  • Cara membacanya, ada yang berpendapat jahar (lantang), ada yang membolehkan sirr (perlahan)
  • Jenis pelafalannya (Ibnu Katsir):
  • A'udzubillahi minasysyaithanirrajim
  • A'udzubillahis sami'il 'alimi minasysyaithanirrajim
  • A'udzubillahi minasysyaithanirrajim innahu huwas sami'ul 'alim
  • Asta'idzubillahi minasysyaithanirrajim


Basmallah

Basmallah merupakan kalimat thayyibah yang sering diucapkan muslim. Karena disunnahkan membaca basmallah untuk setiap aktivitas. 

Menyebut nama Allah dalam memulai segala sesuatu berarti:

  • mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya
  • mengingatkan diri  kita agar segala perbuatan hanya kita tujukan kepada Allah
  • memohon ridha-Nya serta memohon keberkahan-Nya.

Lafal basmallah ada 2:

  • Bismillah (dengan menyebut nama Allah)
  • Bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang)

        

Keutamaan Basmallah

  • Membuka kebaikan dan keberkahan

Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan bismillah, maka perbuatan tersebut akan terputus (dari rahmat Allah). (HR. As-Suyuti dalam Al-Jami’ As-Shaghir dan Ar-Rahawy dalam Al-Arba’in)
    

  • Pemula berbagai bentuk ibadah
  • Pembukaan Al Quran
  • Perlindungan dari setan

Contohnya sunnah bacaan supaya saat makan tidak dimakan setan (“Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu), juga bacaan sebelum melakukan hubungan suami istri (بِاسْمِ اللهِ  اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا،) agar setan tidak bisa menginap di rumah.

  • Penghalang pandangan jin

Sunnah doa sebelum masuk kamar mandi, dan saat akan memakai/menanggalkan pakaaian.

  •     Syarat halalnya sembelihan


Tafsir Basmallah

Jar majrur (بِسْمِ) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misal dibaca sebelum makan, maka artinya, dengan menyebut nama Allah aku makan. Fungsinya:
    

  • Tabarruk (mengharapkan berkah) dengan mendahulukan asma Allah
  • Pembatasan maksud. Seolah engkau berkata : “Aku tidak makan dengan menyebut nama siapapun untuk mengharap berkah dengannya dan untuk meminta pertolongan darinya selain nama Allah Azza wa Jalla”.

Lafzhul Jalalah (Allah). Mencakup nama Allah, termasuk semua asmaul husna dan sifat Allah yang mungkin gak bisa kita sebut satu persatu.

 

Ar-Rahmaan
    

  • yang memiliki kasih sayang yang maha luas. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’laan, yang menunjukkan keluasannya. 
  • Mencakup kasih sayang untuk siapapun, baik yang beriman atau tidak, termasuk juga semua makhluk.
  • Dari akar kata yang sama dengan kata rahim (organ rahim). Tapi maknanya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya. Sifatnya melingkupi, bahkan objeknya tidak menyadarinya. Seperti janin yang tidak menyadari bahwa ibunya memberikan kasih sayang penuh dan perlindungan kepadanya.
  • Bukti kasih sayang dari Ar Rahman yang utama adalah Allah mengajarkan Al Quran. Ini lebih besar dibandingkan penciptaan 

Ar-Rahiim
    

  • yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya. Oleh sebab itu, disebutkan dalam wazan fa’iil, yang menunjukkan telah terlaksananya curahan kasih sayang tersebut.
  • Hanya untuk orang-orang beriman, di akhirat nanti.

Ar Rahman dan Ar Rahim saling melengkapi, maknanya kasih sayang Allah yang hakiki. 

Sifat Ar Rahman dan Ar Rahim tidak berarti memberikan kebaikan menurut POV manusia. Bahkan saat ada musibah untuk manusia, sesungguhnya itu untuk kebaikannya di masa depan atau itu skalanya lebih kecil dibandingkan dengan bahaya yang lebih besar yang seharusnya menimpanya.

Basmallah dalam Al Fatihah

Ada dua pendapat, ada yang menyebutkan merupakan ayat 1 al fatihah. Ada yang menyebut ayat 1 alfatihah adalah alhamdulillahirabbil 'alamin. 

Cara membaca dalam shalat boleh di jahr atau sirr.
    
    

Sumber:

    1. https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-16-An-Nahl/ayat-98
    2. https://islam.nu.or.id/tafsir/tafsir-isti-adzah-atau-ta-awudz-1y1d2
    3. https://nakindonesia.wordpress.com/2017/02/22/ketika-setan-memasuki-hati/
    4. https://bersamadakwah.net/basmalah/
    5. https://almanhaj.or.id/1504-tafsir-basmalah.html
    6. Memahami Makna Kata Ar Rahman  - Nouman Ali Khan Subtitle Bahasa Indonesia

Friday, October 31, 2025

Everything is Under Allah's Control

October 31, 2025 1 Comments

Bismillah.

 

#tadabbur 

 

Serahkan saja semua, semua hal yang tidak bisa kau kendalikan. Serahkan dan letakkan saja di tangan yang terpercaya. Yang di sana semua hal dalam kontrol dan kendalinya. Tidak pernah terlewat atau terbengkalai. Semua dalam kendali dan kontrolnya. Aman.

 

***


Seperti yang disebutkan dalam Al Muzzammil,

  

 

Dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa maksud dari "jadikanlah Dia sebagai pelindung" adalah menyerahkan urusan-urusan kita kepada Allah.


Ustadz Nouman juga menjelaskan tentang ayat ini,

 

 

Rabb al masyriku wal magrib menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah. Al masyrik wal magrib, timur dan barat, mencakup dimensi waktu dan tempat. Sebagaimana kita tidak punya kendali terhadap waktu. Sebagaimana terbit dan tenggelamnya matahari, dan berbagai perubahan yang terjadi setiap kali malam berganti pagi dan sebaliknya pagi berganti malam. "Dunia" bergerak dan terus berubah. Ada banyak sekali perubahan dalam hidup kita, yang tanpa sadar terjadi tiap detiknya. Manusia seringkali lalai, membuat ia merasa dalam satu kedip mata, tiba-tiba hari berlalu, bulan berlalu, tahun berlalu. Ada begitu banyak hal yang diluar kendali kita, perubahan dan pergerakan yang terasa begitu cepat, dan kita tidak bisa mengelola semuanya sendiri. Al masyrik wal magrib juga menunjukkan kekuasaan Allah yang terbentang dari timur ke barat. Tidak ada satu pun inchi di alam semesta yang tidak ada dalam kekuasaan Allah. Sedangkan kita, keterbatasan kita terhadap ruang, saat kita berpindah, maka kita tidak lagi bisa melakukan banyak hal selain di tempat tersebut. Memang ada teknologi yang membantu kita melakukan banyak hal tanpa terbatas ruang offline. Tapi semuanya terbatas.

 

Dijelaskan juga divideo tersebut tentang frase fattakhidzhu wakila. Dari frase tersebut, kita diingatkan bagaimana bodoh, dan lemah kita sehingga kita membutuhkan rahmah dan bantuan Allah atas banyak hal yang berada di luar kendali kita. Bayangkan kalau kita harus mengurus tiap degub jantung kita, atau bagaimana pembagian dan penyaluran gizi dari makanan ke seluruh tubuh kita. Itu baru urusan-urusan dalam tubuh kita. Belum lagi yang di luar itu. Ada banyak aktivitas harian, cita, rencana hidup kita, yang semuanya terkait dengan banyak faktor yang di luar kendali kita. Memang manusia diberikan ruang untuk bisa berusaha dan Allah berikan hukum sebab akibat yang membantu kita untuk tahu apa yang harus kita lakukan untuk mencapai sesuatu. Tapi terlepas dari usaha kita, kita tidak punya kuasa apapun atas hasil yang nanti akan terjadi. Jadi, bukankah hal paling menenangkan yang bisa kita lakukan adalah berserah kepada Allah, rabbul masyriku wal maghrib, laa ilaha illa hu. 

 

Ada satu poin lagi, yang dijelaskan baik dari video maupun dari tafsir Ibnu Katsir. Perintah untuk menyerahkan urusan-urusan kita kepada Allah, perintah untuk tawakkal juga disebutkan di ayat lain (Hud:123, Al Fatihah:5). Artinya apa? Artinya, salah satu bentuk kita beribadah kepada Allah adalah berserah diri dan bertawakkal pada-Nya. Jangan khawatirkan begitu banyak hal yang berada di luar kendali kita. Sadari dan akui betapa lemah dan bodoh diri, lalu berserahlah kepada-Nya, mintalah pertolongan dan perlindungan dari-Nya. Pada hal yang tidak kita ketahui di masa depan sana. Ketidaktahuan kita barangkali adalah rahmat dari-Nya, agar kita cuma perlu fokus pada apa yang ada di masa kini. Agar kita fokus pada usaha yang bisa kita lakukan. Allah will take care all of it. Things that you can't control and you don't even know. Allah will take care of it all.. Cause as it is said in surah Al Muzzammil,

 

رَّبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذْهُ وَكِيلًۭا
 

(Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia,

maka ambillah Dia sebagai pelindung. [Surat Al-Muzzammil (73) ayat 9] 

 

Wallahua'lam bishowab. 

Tuesday, March 25, 2025

2 dari 4 Langkah Self Improvement

March 25, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Ramadhan ini, Ngafal Ngefeel buka kelas NB pakai aplikasi NN App topiknya surat Al Jumu'ah. Karena ikutan kelas ini, untuk nambah referensi tadabbur, selain dari materi yang ada di NN App, aku jadi coba dengerin serial penjelasan surat Al Jumu'ah di channel Bayyinah TV.

 

 

Ini episode 9, tapi masih membahas ayat 2 surat Al Jumu'ah. Empat langkah menuju self improvement itu ada di ayat tersebut. Dan dua yang pertama adalah (1) yatlu 'alaihim ayatihi, (2) wayuzakkihim. Kalau terjemah kasarnya, dibacakan ayat-ayatNya dan disucikan.

 

Oh ya, kalau mau tahu lengkapnya boleh langsung meluncur ke videonya ya. Tulisan ini cuma mau mencatat insight yang mengena buatku saat mendengar penjelasan surat Al Jumu'ah.

 

Di video tersebut ustadz jelasin tentang kata yatlu 'alaihim. Ini satu hal yang ustadz Nouman pas udah besar ingin protes ke orang lain, karena selama beliau hidup sampai saat itu, beliau ngerasa belum pernah ada orang yang yatlu 'alaihim ayatihi, memperdengarkan ayat-ayat Allah, yang nggak cuma lafadz-nya aja, tapi juga penjelasan apa yang ada di dalam Al Quran. Meski cuma gambaran awalnya dulu, gak harus deep. Dan itu masih kurang banget.

 

Karena sebenernya, buat orang awam, yang gak pernah kenal Al Quran. Membaca quran dan terjemah itu kan butuh effort. Sedangkan, idealnya, tiap orang berhak untuk minimal dijelasin tentang quran dan isinya. Dan rasanya tuh beda. Which I could relate. Kalau cuma baca quran, terjemah, baca tadabbur dari materi tertulis, tentu rasanya beda, sama ketika ada orang yang cerita tentang gak usah banyak-banyak, satu ayat aja dari quran dan penjelasan tentang ayat tersebut. Rasanya tuh beda banget.

 

Menulis ini mengingatkanku pada seorang ustadz yang menjelaskan tentang Ar Rahman dan Ar Rahim di lapangan rumput sebelah selatan di pembinaan Mata' Salman [1], juga halaqah dengan Qaf ID di masjid Salman, juga bagaimana video-video penjelasan tentang ayat-ayat Quran dari bayyinah TV membuatku menemukan insight-insight baru yang membuka mataku terhadap ayat-ayat dalam Quran yang bergantian menjadi ayat favorit.[2]

 

Itu yang pertama. Tentang yatlu 'alaihim ayatihi. Ini menjadi sebuah pengingat, agar kita lebih semangat bertadabbur dan membagikan hasil tadabbur. Bukan semata untuk dijadiin konten dan kemudian jadi influencer, atau untuk public speaking. Tapi semata karena kita mencintai Al Quran. Seperti halnya orang yang suka bola, kemudian bercerita tentang bola. Ada semangat dan passion yang terpancar. Seperti itu juga, kalau kita nemu hal berkesan dari tadabbur pribadi kita, maka berbagilah, ceritakan itu pada orang terdekat, pada teman, boleh di sosmed atau di blog juga. Semoga dengan melakukan itu, sesederhana apapun yang kita share, semoga bisa jadi bentuk kita menyampaikan meski cuma 1 ayat. Semoga bisa jadi pengingat diri dan orang lain, untuk tidak hanya terhubung dengan Quran secara vertical, tapi juga horizontal.

 

Trus yang kedua. Aku lupa persisnya ini di video yang sama, atau ada di video episode berikutnya. Tapi yang jelas berkaitan dengan ayat yang sama. step selanjutnya dari self improvement, wayuzakkihim, dan menyucikannya. Tazakka di sini tazkiyatunnafs. Bahkan kalau dari penjelasannya, gak cuma mencakup nafs/hati, tapi juga otak, fisik juga harta.

 

Tapi ada satu insight yang lebih praktikal yang ingin aku tulis di sini. Untuk pengingat diri. Tentang keseimbangan belajar materi tentang Quran, dan proses membaca/mendengarkan lafazh quran. Dua hal ini harus seimbang dan dilakukan bersamaan. Karena kita belum punya kemampuan seperti sahabat atau tabi'in tabiut, yang ketika membaca/mendengarkan Al Quran, langsung tahu artinya. Ini pas banget sama kelas ngafal ngefeel-nya NN App. Jadi selain baca materi tadabbur, juga dibarengi banyakin baca suratnya, dengerin suratnya dan menghafalnya. Ibaratnya kalau tadabbur, mempelajari isi ayatnya itu bagian dari yatlu 'alaihim ayatihi, maka membaca, mendengarkan ayat quran, menghafalnya itu bagian dari wayuzakkihim. Karena saat mendengarkan muratal dengan fokus *bukan sekedar backsound ><, juga membaca ayat-nya berulang-ulang, itu adalah proses tazkiyatunnafs. Ayat quran tersebut, lafadznya, Allah turunkan sebagai bentuk cinta-Nya, ini kalamullah, yang saat diperdengarkan, hati kita menjadi tenang, bergetar dan bertambah iman. Ini jujur PR buatku. Aku masih tertatih-tatih untuk bisa istiqomah bercengkrama dengan Al Quran. [3]

 

***

 

Kelas NB-nya memang sudah selesai. Tapi serial di bayyinah TV-nya masih belum beres kan? Semangat dengerin dan pelan-pelan mencerna. I know it's kinda late, it's almost the end of Ramadhan. But don't give up on yourself.

 

Untuk siapa pun yang juga merasa masih banyak banget kurang amalnya di bulan Ramadan ini. Jangan sampai perasaan sedih itu membuat kita jadi menyerah pada diri. Selama masih Allah beri hidup, selama itu Allah masih kasih kesempatan padamu. Allah itu dekat. Bahkan untuk hamba-hamba-Nya yang begitu jauh dari-Nya. Kita cuma perlu satu langkah mendekat pada-Nya, isi malam dengan doa yang tulus. Allah hears you. Allah always hears you.

 

 

sumber 📸


 

***

 

Keterangan:

[1] menulis ini aku teringat suatu pagi, di lapangan rumput salman sebelah selatan, deket apa ya itu namanya, deket lapangan, sama deket tempat rapat, gazebo?, pokoknya disitu, duduk di atas ditiker di atas rumput deket back office salman, lalu mendengarkan penjelasan basmallah dari ustadz bahasa arab dari Bidang Dakwah Salman. Those memories. Vague but I remember it. Kelas Umar. Kalau kelas Abu Bakar bahasannya beda kali ya, hehe. Jadi Kangen Teh Indah dan Teh Monic. Salam rindu buat semua AM18 akhawat. Buat para pengurus juga yang udah membantu menyirami rasa cinta kepada Quran lewat semua proker-prokernya. 1 tahun sebagai AM, and 1tahun sebagai pengurus, lebih dari cukup untuk memberikan begitu banyak pelajaran. 

[2] Sedih memang tahun ini Ramadhan gak ada #myfavoriteayat di NAK Indonesia, tapi meski gak ada, semoga setiap orang masih meluangkan waktu menuliskan tentang ayat mana yang tahun ini begitu berkesan dan favorit, di medium apapun dan membagikannya ke banyak orang, mumpung bulan Ramadhan. ini bulan Quran, saat yang tepat untuk kita berbagi dan saling mengajak untuk terhubung kembali dengan Al Quran.

 

[3] I know I still write about Quran as if it is near. Yes it is near, but I know I am getting far away from it. I am even still asking myself, What is Stopping You? And sadly, I know the answer. But still I struggle in this issue. Kutulis ini sebagai pengingat, bukankah kamu ingin merasakan lagi manisnya bercengkrama dengan Quran? So don't give up on yourself. Paksakan dirimu, minta pertolongan Allah. Banyakin istighfar dan taubat. Tinggalkan dan hindari yang tidak bisa berada di tempat yang sama dengan Al Quran. Jangan sampai kamu termasuk yang diadukan Rasul di hari akhir nanti,

"يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًۭا"

na'udzubillahi min dzalik. TT

Tuesday, March 4, 2025

Sudahkah Membaca Al-Qur'an dengan Tadabbur dan Tafakkur?

March 04, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

-Muhasabah Diri-

 

Sebuah pengingat pentingnya membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan tafakkur #daribuku Air Mata Pembaca Al-Qur'an - Muhammad Syauman Ar-Ramli, AQWAM

 

***

 


 

Ibnul Qayyim dalam Miftah Daris Sa'adah (I/187) menulis,

"Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati daripada membaca Al-Quran dengan tadabbur (mempelajari) dan tafakkur (memikirkan).

Membaca dengan cara seperti inilah yang akan membuahkan rasa cinta, kerinduan, rasa takut (kepada siksaan Allah), pengharapan (kepada surga), inabah, tawakal, ridha, kepasrahan, syukur, sabar, dan seluruh keadaan yang menjadi faktor hidupnya hati dan kesempurnaannya.

Membaca dengan cara seperti ini juga akan mengingatkan dari segala sifat dan perbuatan yang tercela. Sifat dan perbuatan yang dapat merusak hati dan membinasakannya. Seandainya orang-orang mengerti faedah membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, niscaya mereka akan menyibukkan diri dengannya, tidak mempedulikan aktivitas lainnya.

Apabila ia membaca Al-Qur'an dengan tafakkur, lalu melewati ayat yang dia butuhkan untuk mengobati penyakit hatinya, pasti dia akan mengulang-ulangnya lebih dari seratus kali, meskipun dihabiskannya waktu semalaman. Membaca satu ayat dengan memikirkannya dan memahaminya lebih baik daripada membaca seluruh ayat sampai khatam tanpa mentadabburinya dan memahaminya.

Ia juga lebih bermanfaat bagi hati dan lebih bisa diharapkan menambah keimanan dan membuat pembacanya dapat mengecap manisnya Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an dengan tafakkur adalah pangkal sehatnya hati." 


***

 

Kalau membaca quran-nya saja aku masih struggle dan butuh paksaan, gimana aku bisa membaca dengan tadabbur dan tafakkur?

 

Mulailah dari ayat-ayat yang familiar dan pendek. Kalau butuh support system, gabung dengan komunitas, entah itu komunitas quran journal, atau komunitas tadabbur quran. Siapapun bisa membaca quran dengan tadabbur dan tafakkur, Allah sudah memberi bekal otak dan akal untuk kita. Sesederhana membaca terjemah kemudian merenungi, mencari video penjelasan ayat tersebut dari ustadz/ustadzah, membaca tafsir, bertanya-tanya dari ayat ini, bagaimana mengamalkannya, apa doa yang bisa dipanjatkan, dll.

 

Mumpung bulan Ramadan, bulan diturunkannya Al Quran, mari reconnect lagi dengan Al Quran. Mulailah dengan langkah kecil, sembari berdoa semoga Allah mudahkan. Jika merasa lemah sendiri, jangan ragu untuk cari teman atau komunitas. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, everyone is doing on their own pace, and it's okay to start slow and small. Allah tidak melihat dari besar kecilnya, tapi dari ketulusan dibalik amal tersebut.

 

Mari saling mendoakan, semoga Allah memudahkan kita untuk terhubung kembali dengan Quran. Membaca lagi Al Quran, bukan sekedar membaca saja, tapi dengan tadabbur dan tafakkur. Allahummarhamna bil quran. Aamiin.

 

Wallahua'lam.

Sunday, June 9, 2024

How Do We Loose Iman (Lesson from Al Hadid)

June 09, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

It's Ramadhan, it is not Ramadhan, let's still pick an ayah from Quran, ponder upon it, reflect upon it.

 

***

 

Surat Al Hadid merupakan salah satu surat yang istimewa untukku. Kau tahu kenapa? Karena saat aku jatuh, kemudian memilih bersembunyi dalam gua gelap, sendiri, dalam waktu yang cukup lama. Surat ini, adalah salah satu surat yang kupelajari arti dan pelajaran di dalamnya. Surat ini, yang membuatku menyukai hujan, dan menikmati setiap kali hujan turun. Seolah tiap bulir air yang turun saat itu, sebuah penghiburan dan penghapus sedih. Seolah tiap rintik dan basah tanah, sebuah harapan.


I'lamu annallaha yuhyil ardha ba'da mautiha..

 

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. [Surat Al-Hadid (57) ayat 17]

 

Tapi bukan ayat itu yang ingin aku tuliskan tadabburnya di sini. Melainkan ayat-ayat sebelumnya, terutama ayat 14. Ayat yang tahun ini ingin kutanam lebih dalam hatiku. Mendengarkan lagi penjelasannya, bagiku masih relate. Aku merasa ini ayat yang cocok, untuk menyegarkan lagi hati yang kering. Sebuah pengingat dan pelajaran, tentang apa-apa yang harus kulakukan, jika aku tidak mau kehilangan iman, atau surut iman.

 

What a long prolog isn't it? Yang mau langsung denger penjelasan ayat 14 Al Hadid dari Ustaz Nouman, boleh langsung ke video dibawah ini:

 

 

Ayat 12-15 surat Al Hadid adalah gambaran peristiwa di masa yang akan datang. Allah memberikan kita cuplikannya, supaya kita tidak menyesal jika tidak mengetahuinya di dunia sekarang.


Di akhirat nanti, akan ada masa saat kita dilingkupi kegelapan, begitu gelap dan mata kita tidak bisa melihat apapun. Tidak ada listrik, tidak ada hp, tidak ada senter, juga tidak ada lilin. Pada hari itu, kita akan melihat bahwa orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, mereka lah yang "membawa" cahaya. Cahayanya ada di depan dan sisi kanan mereka. Ustadz Nouman menjelaskan, cahaya yang di depan itu berasal dari hati (qalb) karena keimanan mereka, sedangkan cahaya yang di sisi kanan berasal dari amal shalih mereka. Setiap orang-orang beriman, memiliki intensitas cahaya yang berbeda. Ada yang begitu besar, hingga cahayanya jauh menerangi ke depan. Tapi ada juga yang redup, dan itu membuatnya hanya bisa berjalan pelan-pelan karena hanya bisa melihat selangkah di depan. Untuk mereka yang memiliki cahaya di depan dan di kanan mereka, berita gembira disampaikan. Bahwa ada surga untuk mereka, dan surga itu adalah kemenangan yang besar.


يَوْمَ تَرَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ يَسْعَىٰ نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَـٰنِهِم بُشْرَىٰكُمُ ٱلْيَوْمَ جَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar". [Surat Al-Hadid (57) ayat 12]


Pada hari itu juga...


يَوْمَ يَقُولُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱنظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ٱرْجِعُوا۟ وَرَآءَكُمْ فَٱلْتَمِسُوا۟ نُورًۭا فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍۢ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحْمَةُ وَظَـٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلْعَذَابُ

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. [Surat Al-Hadid (57) ayat 13]


Jika di ayat 12 Allah gambarkan orang-orang beriman yang Allah beri nikmat cahaya, maka ayat 13-14 menjelaskan gambaran orang-orang munafik. Orang-orang yang mungkin dulu di dunia, terlihat seolah-oleh beriman juga dari penampilan dan kata-katanya, namun di dalam hatinya tidak ada iman, pun amal shalihnya, tidak ikhlas. Tidak ada cahaya di depan dan di kanan mereka. Saat mereka melihat orang-orang beriman yang diberi nikmat cahaya, mereka meminta agar orang-orang beriman yang sudah berjalan dengan cahaya, untuk menunggu dan memberikan cahaya pada mereka.


Ustadz Nouman menjelaskan, ibarat lilin atau obor, mereka berpikir, meminta cahaya kan bisa, toh tidak akan menghilangkan cahaya yang dimiliki seseorang. Tapi seperti yang dijelaskan di ayat 13, hari itu... bukan hari saat kita bisa "meminta cahaya". Cahaya yang dibawa setiap orang pada hari itu, hanya dapat dicari dan di dapatkan dari iman dan amal shalih ketika masih hidup di dunia. Ya, saat ini. Kelak, setelah mati, kita tidak bisa meminta/mencarinya.


Setelah percakapan itu, akan ada dinding yang memiliki pintu diantara orang-orang beriman dan orang-orang munafik. Dan setelah itu, percakapan di antara orang munafik dan orang-orang yang beriman. Percakapan yang semoga, bisa menjadi pelajaran yang kita ambil... barangkali... barangkali atas sebab ini kita kehilangan iman kita, bagaimana iman surut, bahkan bisa hilang. Semoga Allah menghindarkan kita untuk terjebak dengan kesalahan orang-orang munafik yang dijelaskan Allah di ayat 14.


يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَـٰكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَٱرْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ ٱلْأَمَانِىُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. [Surat Al-Hadid (57) ayat 14] 


Jujur miris banget pas dengerin awal penjelasan ayat ini... pas baca terjemahannya aja, kita udah dibuat takut. Kenapa? Karena digambarkan, bahwa dulu, orang-orang munafik tersebut pernah bersama-sama dengan orang-orang yang beriman. Lalu apa yang membedakan mereka dengan orang-orang beriman? Apa yang membuat mereka terjatuh dan menjadi orang-orang munafik yang tidak diberikan nikmat cahaya di hari akhir?


1. Walakinnakum fatantum afusakum (puting yourself in fitnah/bad environment)


Kalau di terjemah, diartikan "tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri". Di video, ustadz Nouman menjelaskan, maksudnya fatantum anfusakum itu, menempatkan diri di situasi dimana Allah terus menguji iman kita, sebenernya bener gak sih iman kita. Nah, contoh yang disebutkan ustadz Nouman, misalnya dengan terus menerus bergaul dengan lingkungan atau teman-teman yang buruk. Jadi bukannya berusaha hijrah, tapi malah merasa aman dengan keburukan di sekitar. Merasa seolah tidak akan terjerumus, meski dikelilingi dengan keburukan. Bukannya bersegera untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tapi malahan melakukan poin ke 2, yang menjadi alasan bagaimana iman seseorang bisa hilang


2. Watarabbashtum (procrastination)

 

"dan menunggu-nunggu", di sini ustadz Nouman menjelaskan, bahwa maksudnya menunda. Menunda untuk hijrah. Menunda untuk meninggalkan dosa-dosa kecil. Menunda, karena 'sombong' dan mengira bisa dengan mudah sewaktu-waktu berhenti dan keluar dari lingkungan buruk tersebut.

 

Padahal kan ya... semakin lama seseorang berkubang dalam keburukan, maka noda kotorannya juga makin bandel untuk dibersihkan. Apalagi kalau tanpa sadar menjadi habit, padahal dari habit, bisa menjadi karakter. TT Ya Allah lindungi kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membuat iman hilang. Lindungi kami dari meremehkan kesalahan kecil, padahal tidak ada dosa yang kecil, jika kita memandang dari POV kepada siapa kita bermaksiat TT


3. Wartabtum (fell into doubt)


Saat kita menunda-nunda untuk bertaubat, menunda-nunda untuk pergi dari lingkungan yang buruk, saat itulah keraguan-keraguan mulai ditanamkan setan di kepala kita. Setiap dosa akan mengundang rasa bersalah, dan itu yang membuat kita merasa tidak nyaman. Dan saat merasa tidak nyaman itu, otak kita mulai sok pintar dan bertanya-tanya, emang kenapa sih, islam banyak banget aturan, kenapa harus pakai kerudung, kenapa alkohol haram, kenapa babi haram, dll, dst. Sampai puncaknya mulailah mempertanyakan, kenapa Allah menciptakan neraka.


Keraguan itu hadir, karena kita mulai terpengaruh pemikiran dari lingkungan dan teman-teman yang buruk. Yang awalnya kita pikir gak masalah menghabiskan mayoritas waktu kita dengan obrolan plurarisme, liberarisme, dan sekularisme. Perlahan kita mulai merasa nyaman dan biasa saja dengan kebengkokan pemikiran tersebut. Lalu keraguan itu hadir, emang betul ya islam satu-satunya agama yang benar? Kenapa orang baik dari agama lain gak bisa masuk surga, dll, dst.

 

4. Wagharratkumul amaniyy (false hope deceive you)


Ketika keraguan sudah menutupi kejernihan pikiran kita. Saat keraguan sudah benar-benar menutupi fitrah dan mata hati kita akan kebenaran, saat itu kita mulai terpedaya oleh angan-angan kosong. Justifikasi dan pembenaran. Gapapa maksiat asal masih islam di ktp. Gapapa terjerumus dalam dosa-dosa besar, memakan harta haram (riba,dll), asalkan tiap tahun umrah/haji.


Angan-angan kalau kita akan dimaafkan dan diampuni, padahal kita sama sekali tidak ada keinginan atau usaha untuk memperbaiki diri. Tidak ada tangis penyesalan taubat. Meremehkan akhirat. Seolah bisa hidup bergelimang dosa, kemudian mati masuk surga. Di luar nampak seolah bersama dengan orang-orang yang beriman, fisiknya hadir, namun hatinya kosong. Na'udzubillahi min dzalik.

 

***

 

Dari ayat tersebut, kita belajar agar tidak terjebak dan kehilangan iman kita tanpa kita sadari. Jika pun, suatu saat kita merasa sudah begitu jauh dari Allah, lalu rasanya ingin menyerah dengan diri sendiri, jangan hentikan tadabbur quran kita. Karena setelah ayat-ayat yang menghidupkan rasa takut, Allah melanjutkannya dengan ayat-ayat yang menumbuhkan rasa harapan juga. Karena sungguh, jangankan menghidupkan hati yang mati, menghidupkan bumi yang mati pun hal yang mudah untuk Allah. Jadi, mari sering-sering hujani hati kering kita dengan ayat-ayatNya. 


ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. [Surat Al-Hadid (57) ayat 17]


Wallahua'lam bishowab.


***


*warning* bagian ini di skip aja.


PS: Entah berapa kali draft ini dibuka dan ditutup, jemariku bukannya tidak bisa menuliskannya. Tapi berbagai pikiran yang mendesak desak dikepala membuatku memilih untuk diam, kemudian memandangi poin-poin yang hendak kujabarkan dari ayat yang kupilih. Ayat.. yang merupakan MFA-ku di bulan Ramadan ini. Tapi bagaimana aku bisa menuliskan ulang inti dari tadabbur yang kudapatkan, saat aku melihat ke cermin, dan menyadari betapa aku masih berjuang supaya tidak kehilangan iman seperti yang digambarkan di ayat tersebut. Aku takut, kalau aku sekedar menyampaikan ulang isi dari video, dalam bentuk tulisan, sekedar itu. Kemudian merasa aman dan merasa selesai, kemudian kembali jatuh dalam deskripsi yang digambarkan di ayat tersebut.


Tapi tidak menuliskannya juga salah. Karena aku sudah pernah melalui masa-masa sulit menulis seperti ini. Saat itu, aku menyadari bahwa yang bisa membantuku bukan lari, dan menyimpan semuanya sendiri. Tapi memaksa diri terus menulis dan membaca, memaksa diri menghadapi realita, mengakui kesalahan, dan berusaha kuat untuk menghilangkan bisikan atau pikiran buruk. Fokus mencoba berjalan, satu, satu. Kecil, kecil. Jadi meski tulisannya belum selesai. Aku memilih menulis PS dulu, mengeluarkan ketakutan dan mencoba menendang tembok tinggi yang kubangun sendiri. Ayo jangan kalah oleh dirimu sendiri. Bukankah itu pelajaran yang Allah ingin sampaikan di tiap bulan Ramadan? La'allakum tattaqun? La'allakum tasykurun? Mari belajar lagi makna takwa, mari belajar lagi untuk bersyukur. Dengan apa? Mulai dari menulis ini dulu, kemudian praktik lagi, kemudian jika jatuh/lupa lagi, membaca lagi, mendengarkan lagi, lalu menulis lagi, lalu berdiri dan mencoba melangkah lagi.

 

It's okay. Allah knows what's on your mind, Allah knows and understand that you're weak. But as Allah doesn't give up on you, please don't give up on yourself.


PSS: I would never know, that Allah wants me to convey this tadabbur in lisan first, and then in written form. Aku rindu bisa menulis tadabbur ayat-ayatNya. Tapi aku tahu, untuk bisa Allah mudahkan menulis tentang ayat-ayatNya, aku perlu membersihkan hati dulu, jika kering, perlu disirami.


Menulis ini mengingatkanku pada salah satu penulis tadabbur yang beberapa tulisannya sering kuulang-ulang baca. Ia tidak lagi mengupdate blog-nya, aku masih menyayangkan dan bertanya-tanya kenapa. Tapi kini aku mendapatkan sedikit jawabannya. Karena tidak mudah, karena memang butuh effort. Now I'm just grateful that I can still read it from the archive.

Wednesday, May 29, 2024

Al Buruj, 2024, Rafah - Palestina

May 29, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

#tadabbur

 

Never would I imagine, that the ayaat from Suratul Buruj will come alive at 2024, in Rafah - Palestine.

 

Allah memulai surat Buruj dengan 3 sumpah, (1) langit yang mempunyai gugusan bintang, (2) hari yang dijanjikan, dan terakhir (3) wa syahidiw wa masyhud, arti literal-nya yang menyaksikan dan disaksikan.

 

Sampai ayat 3 aja, dengan keterbatasanku atas bahasa arab, dan betapa faqirnya ilmuku tentang tafsir. Aku rasanya ingin berhenti.


Aku membayangkan Rafah, siang dan malamnya, bagaimana saat bom dijatuhkan, langit menjadi saksi. Bagaimana orang-orang yang Allah murkai itu merasa tak bersalah seolah apa yang mereka lakukan tidak akan diadili di dunia ini. Mereka tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, bahwa ada hari yang dijanjikan, saat pengadilan Allah ditegakkan, dan semua kezaliman akan dimintai pertanggungjawaban.

 

Wa syahidiw wa masyhud, mengapa membaca ayatnya saja, tanpa tahu sama sekali tafsirnya membuatku tercekat. Aku memikirkan berapa banyak syahid... berapa banyak syahid yang terbebas dari rasa sakit di tubuhnya yang fana, kembali kepada Rabb-nya dengan senyum di bibir, disambut dengan suka cita oleh penduduk langit. Kemerdekaan dan damai yang seolah cuma ilusi di dunia, kini nyata, senyata-nyatanya setelah syahidnya mereka menjadi bukti kebenaran iman di dalam dada yang tidak bisa dilihat atau diukur oleh mata manusia manapun.

 

Wa syahidiw wa masyhud, mengapa membaca ayatnya saja, tanpa tahu sama sekali tafsirnya membuatku tercekat.  Syahid diterjemahkan "yang menyaksikan". Rasanya seperti ada yang memukul keras hatiku, berusaha membangunkannya dari tidur lamanya. How about you? Did you witness that? Is what happen in Rafah is only a news, or some seconds reels that we can just swipe and scroll fast? Adakah ummat ini bangun dari tidur lelapnya. Adakah aku... masih saja beralibi tenggelam dalam distraksi-distraksi?


***


Menulis ini, sejujurnya takut... aku tahu, aku hanya membaca di permukaan, lalu mencoba menghubung-hubungkan. Aku masih punya PR besar untuk mempelajari Al Quran, Al Buruj, cukupkah hanya dibaca, cukupkah hanya dihafal, cukupkah hanya mengetahui artinya?


Terakhir, let me end this post with ayat 17-20.


Untuk tentara-tentara zalim yang Allah laknat, "Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara Fir'aun dan Samud?"


Pasukan yang menjatuhkan bom di Rafah, di Palestina... mereka bukan pasukan pertama yang akan Allah musnahkan. Kita tahu di media, betapa kerdil mereka, jauh kalah dibandingkan dengan bala tentara Fir'aun dan Samud.


Balilladzina kafaru fi takdzib.. Wallahu miwwaraaihim muhith.


Memang orang-orang kafir itu selalu mendustakan. Dan Allah mengepung dari belakang mereka.


They didn't know yet. That Allah has surround them from behind. They thought the king or president, or goverment of other countries just sit still and can only talk without sending armies to fight them. But they forget, that Allah is the king of the Heaven and the Earth.


ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدٌ

Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. [Surat Al-Buruj (85) ayat 9]


Wallahua'lam bishowab.


***


Keterangan:

Mohon koreksinya jika banyak yang salah.

Wednesday, December 27, 2023

Delightful Time with Quran

December 27, 2023 1 Comments

Bismillah.

 


 

 

Judul ini terinspirasi sebuah program di komunitas quran @guidelight.id. Pernah hadir beberapa kali. Biasanya diadakan awal bulan. Sebuah forum diskusi tadabbur.


Sistemnya, peserta masuk kelas online. Lalu pembukaan, dan penjelasan teknis. Lalu personal tadabbur, masing-masing diberi waktu untuk tadabbur, bebas mau ayat apa, surat mana. Kalau bingung harus tadabbur bagaimana, butuh bantuan tambahan referensi, diberi juga beberapa referensi dan link bacaan dari panitia. Aku lupa berapa lama durasinya, 30 menit? Atau hanya 15 menit? Setelah selesai tadabbur masing-masing, baru dimulai sesi sharing. Dipersilahkan untuk membagikan hasil tadabbur masing-masing.


That's it. It's a delightful time with Quran. Berbeda dengan rutinitas membaca quran yang hanya baca text arab qurannya saja. Saat merasa membaca terjemah saja masih kurang. Sesi tadabbur ini membuat kita belajar untuk mengamalkan ayat "afala yatadabbarunal quran", semoga sedikit dari usaha kita menjadi bukti, bahwa kita masih punya hati, hati.. yang semoga tidak terkunci dari hidayah dari-Nya.


***


Delightful time with Quran itu bagiku, penting, banget. Bahkan untuk yang masih terseok-seok mengejar target tilawah dan hafalannya. Sebuah pengingat, bahwa quran ini, bukan seperti buku biasa, yang cukup dibaca. Ia bukan sekedar hafalan, yang cukup dihafal di lidah. Ada hati yang seharusnya bergetar tiap kali kita membacanya. Ada biji-biji niat amal kebaikan yang seharusnya tertanam di hati setiap kali kita menghafalkan ayatnya.


Mari meluangkan waktu itu. Kalau dari satu komunitas, tiba-tiba prokernya sudah tidak ada. Cari lagi dari komunitas lain. Ngafal Ngefeel-nya Kak Siti misalnya.

 


 

Kalau ini, programnya, baca insight, ngafalin, dan setor hafalan setiap hari ke mentor, oh ya, ada quiz juga tiap pekannya. Sistem pendaftarannya memang agak-agak spesial gitu sih. Karena cuma dibuka beberapa jam saja di tanggal yang ditentukan. Dan ada seleksi juga, jadi ya, kalau nggak diterima, mari cukupkan membaca insightnya aja, di web https://www.ngafalngefeel.com/ atau bisa dengerin insight dari podcastnya, ada dua channel : Ngafal Ngefeel dan Quranic Insight.


Oh ya, dari Ngafal Ngefeel, ada juga program komunitas "anak"-nya, namanya SNN. Bedanya sama Ngafal Ngefeel, di sini nggak ada mentor. Sistemnya tiap peserta dipasangkan, lalu saling setoran via telp dan sharing dari insight yang sudah dibaca. 


***


Tapi contoh di atas itu semua kegiatan online ya? Nggak ada yang offline aja?


Nah untuk kamu yang lebih suka kegiatan langsung tatap muka. Boleh banget segera bikin program delightful time with quran dengan teman-temanmu yang satu visi. Mereka yang sama-sama ingin mendekatkan diri dengan Allah lewat Al Quran. Nggak perlu banyak-banyak, cukup tiga-empat orang dulu. Carinya dimana? Cari dari temen-temen terdekatmu dulu. Kalau nggak ada, coba dateng ke kajian di masjid terdekat, kenalan sama temen yang duduk di sebelahmu. Jangan lupa minta tolong ke Allah juga, supaya dimudahkan dapet temen bisa diajakin tadabbur quran bareng, meski cuma satu bulan sekali. Semoga nanti Allah bukakan jalannya, bahkan lewat hal-hal yang nggak kita sangka.

 

Dan misal belum ketemu, bersabarlah berusaha dan berjuang sendiri, berjuang melawan nafsu, dan berusaha mengatur waktu, agar kita punya delightful time with quran. Semangaat...!


Semoga Allah memberikan kita kemudahan dan hidayah, agar tidak lupa menikmati ayat-ayat Al Quran, bukan cuma lewat membaca dan menghafalnya, tapi juga lewat tadabbur, dan berusaha mengamalkan ayat-ayatNya. Aamiin.


Wallahua'lam.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Monday, August 7, 2023

More Difficult

August 07, 2023 0 Comments

Bismillah.

#muhasabahdiri #tadabbur

 

Ilmunya, pengetahuannya, aku mungkin sudah tahu. Bahwa penantian yang ini jauh lebih sulit. Itulah mengapa kisah tentang masa menunggu ini, dan doa terkait ini dicantumkan di Quran. Sebagai pengingat. 

 

Ilmunya, pengetahuannya, aku mungkin sudah tahu. Bahwa penantian yang ini jauh lebih sulit. Tapi mengamalkan ilmu tersebut.. ternyata butuh lebih banyak usaha dan doa.


I can't imagine how shock it is, when she heard the news from the angel. Ia tidak langsung percaya dengan apa yang didengarnya, sehingga ia menepuk wajahnya. Persis, seperti teori, yang entah dimulai sejak kapan, bahwa cara untuk mengetahui kita sedang mimpi, atau ini benar kenyataan adalah dengan menepuk wajah, atau mencubit wajah. Karena saat mimpi, kita tidak merasa sakit.


I can't imagine how much sabr should she have, waiting for that long long time, before the good news come. Kita mungkin sudah terlalu sering mentadabburi kisah Bunda Hajar, dan bagaimana iman beliau salamun 'alaiha, membuat beliau taat dan tidak berkomentar saat ditinggalkan Nabi Ibrahim di tempat antah berantah, padang pasir, di suatu tempat di antara bukit Safa dan Marwa.

 

Tapi sudahkah kita sesekali mentadabburi kisah Bunda Sarah? Ujian keimanannya bukan cuma saat menunggu. Tapi juga saat ia ridha dan meminta Nabi Ibrahim menikah dengan Bunda Hajar. Atau saat ia diuji dengan rasa cemburu.


Bagaimana keimanan dan kesabaran Bunda Sarah, dibalas Allah dengan skenario terbaik. Dari rahimnya, lahirlah Nabi Ishaq, yang dari Nabi Ishaq, lahir begitu banyak nabi dan rasul.


Her name, might not appear in Quran. But Allah capture that scene, that day when she heard the good news. Why? Because Allah wants us to learn a lesson or two from that story.


Hal ataka haditsu dhoifi ibrahimal mukramin? (QS Adz-Dzariyat ayat 24) *lanjut baca di quran ya.. sampai ayat 30 


فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍۢ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌۭ
 
Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri
seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
 
 
قَالُوا۟ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ
Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan"
Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
 
 
Terakhir, semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mengambil hikmah dan pelajaran dari Al Quran. Huda, yang membuat hati kita makin tunduk. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan setiap pelajaran tersebut. Rabbi habli hukmaw wa alhiqni bish-shalihin. Aamiin.
 
Wallahua'lam bishowab.

Friday, July 28, 2023

Weekly Insight Surah Qaf by Ngafal Ngefeel

July 28, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* prolog panjang dulu, yang mau cek insightnya, boleh langsung scroll ke bawah

 

Berawal dari komunitas 90 Hari Bersama Al-Quran, komunitas yang aku gagal jadi peserta yang baik. Tapi lewat komunitas ini, aku jadi bisa daftar program Ngafal Ngefeel Surat Qaf. 


Tentang Ngafal Ngefeel


Sudah agak lama aku mengetahui program ini. Mungkin, sejak aku mengenal website inspiredbysiti.com. Pernah juga dapet info kalau beliau berkunjung ke Purwokerto, tapi qadarullah saat itu tidak bisa hadir.


Keinginan untuk daftar itu ada. Tapi aku benar-benar tidak tahu informasi, pun masih sibuk tenggelam dalam distraksi. Giliran udah tahu informasi, aku menabrak pagar. Ya, pagar usia hehe. Aku bukan termasuk range umur yang dicari sebagai peserta NN.


Tapi lewat komunitas 90HariBersamaAl-Quran, aku bisa tetap mendaftar meski usiaku diluar range, ada pengecualian untuk yang mendaftar melalui komunitas.


Saat itu ada 2 kelas yang dibuka, surat Luqman dan Qaf. Karena aku belum banyak tadabbur dan belajar banyak tentang surat Qaf, aku memilih surat Qaf. Mendaftar, sambil deg-degan, karena gatau bakal diterima atau gak. Alhamdulillah keterima. 30 hari, membaca insight, menghafal, menyetorkan hafalan. Insight harian berupa tulisan di share di grup WhatsApp, tidak boleh di share keluar. Tapi tiap pekan, ada infografis weekly insight yang boleh di share. Ini, yang mau aku share.


***


Pekan 1 - Ayat 7 (Bumi, yang di desain dengan begitu indah oleh Allah)

 


Pekan 2 - Ayat 18 (Pengingat agar lebih berhati-hati berbicara dan menulis)



Pekan 3 - Ayat 27 (Jangan tertipu dan lupa, bahwa setan dan bisikannya yang mengajak pada keburukan, adalah musuh, bukan teman)



Pekan 4 - Ayat 32 (Setelah semua kengerian gambaran hari berbangkit dan hari akhir membuat kita takut, surga Allah dekatkan, ayat ini.. tentang untuk siapa surga itu. Semoga Allah memudahkan kita menjadi bagian dari awwabun hafizh. Aamiin).



Sekian. Semoga bermanfaat.


Wallahua'lam.


***


PS: Curcol boleh ya? Sengaja dateng agenda offline sneak peak NN batch berikutnya, berharap bisa jadi peserta lagi, karena peserta offline gak dibatasi umurnya. Tapi qadarullah belum jodoh. Padahal penasaran, pengen menyelami insight dari surat Al Qamar. Anyway.. semoga meski bukan peserta bisa NN Al Qamar, bisa ikut SNN, atau dapet / baca insight weekly-nya.

Thursday, October 27, 2022

Ar Rahman, yang mengajarkan Al-Qur'an

October 27, 2022 0 Comments
Bismillah.



#tadabbur @sq_sahabatquran

Ar-Rahman 55:1-2

 ٱلرَّحْمَٰنُ • عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ 

(Allah) Yang Maha Pengasih, yang telah mengajarkan Al-Qur'an.

***

Pernahkah kita berpikir, mengapa Allah menggunakan Arrahman, "saat" mengajarkan Al-Qur'an.

Allah bisa saja menggunakan asmaul husna yang lain. Al 'Alim, atau Al Hakim.

Ar Rahman, berasal dari kata yang sama dengan rahim. Kasih sayang Allah ibarat kasih sayang ibu pada janinnya. Janin tersebut bahkan tidak tahu, bahwa ada yang melindunginya, memberikannya semua kebutuhannya, dan memberikannya kasih sayang yang begitu banyak.


Begitu pula Allah, Allah mengajarkan kita Al-Qur'an dengan sifat Rahman-Nya.

Karena Allah tahu betapa kita membutuhkan Al Qur'an. Karena dengan mempelajari Al-Qur'an kita jadi bisa melindungi diri kita dari api neraka. Karena Al Qur'an yang bisa menjadi pelipur lara di hati kita.

Arrahman, 'allamal Qur'an.

Maka wahai diri? Apakah kamu mau belajar?

Belajar membaca Al Qur'an, belajar memahami makna ayat-ayatnya, juga belajar mengamalkannya.

Arrahman, 'allamal Qur'an. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berusaha meraih cinta-Nya dengan terus mempelajari Al-Qur'an. Aamiin.

***


اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً

اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا
وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا

وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Aamiin.

Wallahua'lam.

Sunday, November 29, 2020

We Left It Way Behind

November 29, 2020 2 Comments

Bismillah.


-Muhasabah Diri-


Sabtu sore, Purwokerto seperti biasa hujan. Cause it's rainy days, hampir setiap sore Purwokerto dihias hujan. Alhamdulillah. Semoga hujan juga di hati yang beberapa hari ini terasa mengering karena ulahku sendiri.


Materi SSS pekan ini berat untuk ditulis, tapi meski berat, aku masih ingin menuliskannya untuk diriku terutama. Kebenaran itu seringkali pahit, tapi kebenaran itu baik untuk diri kita.


***



Tahun 2014 pertama nonton videonya. Beberapa kali diulang di tahun berikutnya. Sampai weekend ini, Allah ingin mengetuk lagi pintu hati kita, agar kita tergetar dan bertanya pada cermin,


"Apa kabarmu dengan Quran?"


Have we left it way behind? TT


Ustadz Nouman dalam menjelaskan, QS Al Furqan ayat 30 menggunakan kata "mahjuran" yang akar katanya sama dengan kata hijrah. Maknanya, kita bukan cuma lupa dikit, atau lalai dikit, atau ninggalin dikit. Tapi bener-bener mengabaikan quran, ninggalin jauuuh dari hidup kita TT


Itulah mengapa ayat ini tidak menggunakan kata taraka-matrukan, tapi hajara-mahjuran. The meaning is we left it way behind. Meninggalkan quran dengan tidak mengamalkannya, tidak memahami ayat-ayatnya, tidak menghafalnya, tidak membacanya, tidak mendengarkannya, bahkan kalau ada pengingat ayat quran yang qadarullah muncul di timeline sosmed kita, atau video kajian yang muncul di dashboard, kita mengabaikan dan meninggalkannya TT


Dan kalau nonton video versi full-nya --bisa akses di sini, disebuytkan ayat sebelumnya membahas tentang penyesalan seseorang karena berteman dengan orang yang salah, merasa nyaman berada di lingkungan yang terus menerus mengajak fokus ke distraksi dunia, dan mengabaikan Al Quran.


Dan ustadz Nouman berpesan agar kita serius cari temen dan lingkungan yang bisa membantu kita jadi lebih baik.


You and I have to make a solid effort to find people find the company of people that make us more respectable, they make our manners better, they make our speech better. They make us more courteous, they make us more patient. They make us (becoming a) better people. - Nouman Ali Khan


Yuk cari dan perbanyak teman/komunitas yang membantu kita untuk terus inget sama quran, yang akan menyemangati kita kalau kita lagi jauh dari quran. Yang, meski kita cuma silent reader, kita seolah sering diingetin untuk "Yuk, buka quran, baca meski cuma satu dua ayat". Yang mungkin mereka ga nyuruh terang-terangan, tapi berada diantara mereka membuat kita keinget untuk mentadabburi ayat quran dan mengamalkannya.


Trus ada lagi nih catetan tentang temen. Mungkin ada yang ngerasa, aku kan di rumah aja, jadi deh ga ada ceritanya berteman sama orang yang salah. Eits, tunggu dulu. Ternyata temen di sini bentuknya ga cuma manusia? Tapi bisa jadi setan.


لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لِلْإِنسَـٰنِ خَذُولًۭا

Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. [Surat Al-Furqan (25) ayat 29]


Arti khodzula adalah temen yang pas kita lagi butuh dia, tapi dia malah gatau dimana. Kebalikan dari friends in need.


Di sini jleb banget sih, jadi notes buat diri sendiri. Ayo cek lagi, jangan-jangan dalam sepi dan sendiri, kamu berteman dengan setan. Jangan-jangan kita selalu ngikutin was-was setan, untuk lebih memilih melakukan hal-hal lain yang gak penting, padahal waktu tersebut bisa kita gunakan untuk berinteraksi dengan quran. Hiks TT Allahummaghfirlana dzunubana wa israfana fi amrina...


Terakhir, quotes video versi full. Untukku, untukku, untukku.


"If bad words are going into your ears, bad words are gonna come out of your tongue.

If you're seeing evil all the time, going in, then evil actions will come out. They will come out, they don't just stay in.

You can't just pretend that the things you watch, and the things you hear, and the places you go will not have an impact on your character. They will.

And we don't want to be of those people who regret having the wrong kinds of friends on Judgment Day."

-Nouman Ali Khan


Semoga Allah tidak menjadikan kita orang yang mengabaikan dan meninggalkan Quran. Semoga Allah menjadikan hati kita cinta kepada Quran, sehingga kita tidak pernah bosan membersamainya. Semoga Allah memudahkan dan menguatkan kita untuk mengamalkan ayat-ayatNya. Rabbi habli hukman wa alhiqni bisholihin. Aamiin.


Allahua'lam bishowab.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Saturday, November 14, 2020

Allah Selalu Memenuhi Kebutuhanmu

November 14, 2020 0 Comments

Bismillah.

#SSS #NAKIndonesia

Pagi semuanya~


Mau kasih kabar baik nih, in syaa Allah tiap pekan aku pengen aktif ikutan SSS di NAK Indonesia. Tiap sabtu, nonton video ustadz Nouman dan share hasil catetan atau insight dari video tersebut. Oh ya, mohon doanya ya, semoga bisa istiqomah.


Oh ya, karena ini hari sabtu, tiba-tiba jadi inget sabtulis. Apa kabar ya temen-temen sabtulis? Mungkin ini pengingat dari Allah supaya menjalin komunikasi dan silaturahim. 


***



Jadi Ustadz Nouman menjelaskan makna dari QS Ar Rahman ayat 29.


يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ


Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. [Surat Ar-Rahman (55) ayat 29]


Dijelaskan bahwa dalam bahasa Arab ada dua makna dari sual (سُؤَال) -- akar kata dari yas-alu (يَسْـَٔلُ). Yang pertama meminta secara sadar, yang kedua adalah membutuhkan.


Itulah mengapa disebutkan dalam ayat tersebut semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada Allah. Karena setiap makhluk, bergantung dan membutuhkan Allah. Baik itu yang beriman maupun yang tidak beriman. Tidak ada yang tidak membutuhkannya.


Mata kita yang masih diizinkan untuk bangun pagi ini, oksigen yang masuk ke paru-paru kita, darah yang mengalir di dalam tubuh kita. Matahari yang terbit, atau hujan yang turun, semua itu terjadi atas izinNya.


Kita seringkali lupa, bahwa ada begitu banyak nikmat yang Allah beri. Allah Ar Rahman-lah yang terus menghujani kita dengan nikmatNya. Bahkan meski kita berkali-kali menjauh dariNya, bermaksiat kepadaNya, Allah tetap memberikan begitu banyak hal-hal yang kita butuhkan. Things we take for granted. Kita biasanya baru menyadarinya jika sedikit saja nikmat tersebut diambil. Kita baru menyadari betapa besar nikmat sehat, saat sakit menjangkit. Rasanya, hari-hari bersama covid yang sudah cukup lama ini, seharusnya mengajarkan kita, sedikit, tentang betapa kita membutuhkanNya. Betapa kita begitu lemah, ketika diuji dengan makluk yang begitu kecil. 


Ustadz Nouman juga menjelaskan, bahwa ayat ini sebenarnya bukan ayat peringatan. Tapi ayat yang menjelaskan Kebesaran-Nya, ayat yang menunjukkan sifat Ar-Rahman-Nya. Di akhir ayat, disebutkan ( كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ), maknanya, begitu banyak makhluk yang membutuhkan dan meminta padaNya, dan Allah dapat mendengar dan memberikan kebutuhan mereka semua.


Berbeda dengan manusia yang memiliki dimensi waktu dan tempat yang terbatas. Meski telinga kita dua dan kita bisa multitasking, tetap saja kita tidak bisa menjawab permintaan banyak orang dalam satu waktu. Sehebat apapun dokter, ia hanya bisa menangani jumlah pasien yang terbatas. Jika seorang pengajar memiliki 50 murid, dan memberi mereka waktu 5 menit setiap orang untuk menjawab pertanyaan mereka. Ia perlu menghabiskan waktu 250 menit (4 jam lebih).


Ustadz Nouman menjelaskan, kata sya'an merupakan amr. Yang artinya hal itu tidak bisa diwakilkan. Hanya bisa dilakukan oleh Allah. Hanya Allah. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Allah.


Terakhir, izinkan aku mengutip paragraf penutup dari video tersebut.


This called (شَأْن). There are things that Allah does, that only Allah can do, nobody else can do it. Nobody else can do it.


And when you realized that is what Allah is doing for you all the time, you will forget one silly question, that shaitan brings into your heart, and brings into mine.


"Where was Allah when I needed Him?"

"Where was Allah when I was having this problem?"

"Why didn't He helped me at this?"


People ask this question, don't they? This question even comes in your head sometimes.


"Where was Allah?"


And Allah's answer is, "I've always been there."


"And I'm taking care of your tongue, as you get to say that."


How do you think the voice comes out of your voice box?

How's the air come out of your mouth so you question Allah?

He give you the strength to do that. This is (كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ).


- Nouman Ali Khan


***


Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya bersyukur.


Semoga saat kita bertanya-tanya dimana Allah, kita teringat ayat ini, kemudian hati kita bergetar dan merasa tenang. Karena kita tahu, Allah selalu ada bersama kita. Karena kita tahu, Allah itu dekat. Kita saja yang terkadang menjauh. Maka saat mengingat itu, semoga Allah memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk melangkah mendekat padaNya, mengambil wudhu dan shalat, atau membuka Quran dan membaca ayat-ayat cinta dariNya.


Allahua'lam bishowab.


***


PS: Menulis ini, dan berbicara tentang semua hal terjadi atas izin Allah. Ustadz Nouman menyebutkan ayat tentang tidak ada daun yang jatuh kecuali atas izinnya. Aku teringat ayat dan hadits lain yang juga tentang izin-Nya. Surat At taghabun, tentang semua musibah yang terjadi atas izinNya. Surat Al Kahfi, disunnahkan untuk mengucapkan in syaa Allah jika berencana melakukan sesuatu di waktu mendatang, serta bagaimana kalau misal lupa ga ngucapin. Doa yang diajarkanNya. Satu lagi hadits yang menjelaskan RahmatNya pada manusia, saat laut meminta izin menenggelamkan manusia, bumi meminta izin untuk menelan manusia, karena kerusakan dan maksiat yang manusia lakukan TT dan jawaban Allah TT

Saturday, June 6, 2020

Notice Me

June 06, 2020 1 Comments
Bismillah.



"Bug", sebuah suara membuat kita menoleh. Seperti suara pukulan, atau sesuatu yang terjatuh. Sesuatu yang membuat kita bangkit dari duduk dan menengok, darimana asal suara itu, ada apa?

***

Beberapa waktu yang lalu aku sempat bertanya-tanya sendiri, mengapa ayat-ayat terakhir di surat At Tahrim menggunakan kata dharaba sebelum memberikan permisalan. Soalnya setahuku dharaba itu artinya memukul. Aku inget soalnya, humornya ustadz Nouman waktu bilang, orang yang islamophobic bisa makin phobia kalau masuk kelas bahasa arab dan denger kalau yang kalimat yang diajarkan itu dharaba sama qatala.

Pertanyaan tentang penggunaan dharaba untuk permisalan itu mengendap saja, ga aku cari jawabannya. Sampai ada diskusi tentang perumpamaan dalam Quran di grup Whatsapp NAKID yang baru. Diskusinya tentang bagaimana Allah sering menggunakan perumpamaan, apa perumpamaan favorit di quran, juga tentang apa hikmah Allah ngasih banyak perumpamaan.

Dari situ, Pak Heru [1] jadi share tulisan dari buku Revive Your Heart yang aku sendiri bahkan ga inget, itu ada di bab berapa atau bahasan tentang ayat mana.

Perumpamaan dari Allah bukan sekedar perumpamaan. Di Revive Your Heart ❤️ dinyatakan: 
Not even saying: aʿṭihim mithāl—give them an example. Rather, He says: wa-ḍrib lahum mathalan. What does that mean? Ḍaraba in Arabic means ‘to strike’, and this figure of speech is used in Arabic when you say something that is going to have an impact 
Tidak sekadar contoh. Tapi contoh yang memengaruhi. Selanjutnya, ada yang menarik: Ustaz Nouman memberi perumpamaan tentang perumpamaan itu sendiri: 
You know when something hits something; it causes a noise, it creates a disruption and everybody’s attention goes that way. If you’re sitting in your office, quietly working and you hear a crash outside . You’re going to look out the window promptly because something hit something else and immediately the noise gets your attention. You’re going to sleep at home and you hear something fall in the kitchen; immediately you think what’s going on over there? Let me go and check what’s happening. The striking of something is actually a cause of attention— khudh al-intibāh minhum— take their attention; grab their attention when you give the example. 
- sharing dari Pak Heru dalam diskusi perumpamaan di quran 

Dari situ pertanyaan yang tadinya mengendap terjawab. Rasanya kaya ingin ber-Oh dan mengangguk-angguk pelan. It's all make sense now. Saat Allah menggunakan perumpamaan, artinya itu sesuatu yang akan memberi impact, perhatian kita jadi tersita. Ayat tersebut bukan cuma berkata "notice me", tapi lebih dari itu, kita diminta juga untuk memikirkan dan mentadabburinya.

Ceritanya ga sampai di sini. Beberapa minggu berlalu. Pada suatu hari jumat, aku pas baca Al Kahfi. Meski udah pernah baca terjemahnya, kadang tuh, kalau baca tetep aja ga bisa full fokus ke isi ayatnya. Apalagi ayat yang sering dibaca. Tapi... karena pengetahuan kata dharaba ini, pas aku baca ayat wadrib lahum matsalan.. aku jadi berhenti sejenak. As if I can feel it's impact. Habis baca ayatnya, aku baca sekilas tentang perumpamaan 2 pemilik kebun. Trus trus.. saat aku merasa udah selesai impactnya, ternyata Allah masih pengen aku berhenti dan memikirkan lagi, dengan perumpamaan lain setelah kisah 2 pemilik kebun, yang lagi, pakai kata dharaba.

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَآءٍ أَنزَلْنَـٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخْتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًۭا تَذْرُوهُ ٱلرِّيَـٰحُ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ مُّقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Surat Al-Kahfi (18) ayat 45]
**terjemahan versi web Lafzi

Semoga kita termasuk orang-orang yang memahami perumpamaan kehidupan dunia, dan pemahaman itu tercermin dari keseharian kita, prioritas kita, pilihan-pilihan kita. Aamiin

TT Allahummaghfighri. Rabbana la tu-akidzna innasiina au akhtha'na.. 

***

Terakhir, lewat pengalaman ini, selain belajar tentang penggunaan dharaba sebelum perumpamaan, aku juga diingetin lagi tentang pentingnya belajar bahasa arab.

Kalau satu kosa kata saja, bisa membuat kita membaca dan mendengar suatu ayat dengan perspektif berbeda, apalagi kalau kita paham nahwu, sharaf, balaghah, dll. 

Jadi inget salah satu insight materi pertama matrikulasi batch #3 NAKID, bahwa kita ga bisa bahas arab itu ga dosa. Pertanyaannya: sekarang, setelah tahu pentingnya bahasa arab untuk memahami quran, apa kita mau belajar? Melangkah, meski sedikit demi sedikit? [2]

Mari ucapkan bismillah, lalu melangkah. In syaa Allah mudah. Allah sudah menjanjikannya, tinggal kita mau ga menjemput janji tersebut. 

Terakhir, Ramadhan memang sudah berlalu. Tapi semoga semangat untuk bermesraan dengan quran masih ada di hati. Semoga hari-hari kita selalu dibersamai Al Quran, bukan di waktu-waktu sisa, tapi kita meluangkan waktu untuk quran. Aamiin. 

Allahua'lam. 

***

Keterangan:

[1] Pak Heru adalah salah satu anggota Komunitas NAK Indonesia yang sering banget nulis insight dan penjelasan dari bayyinah tv, diolah dengan gaya bercerita dan khas kepenulisannya. Tulisan-tulisannya bisa dibaca di web nakindonesia.com Jujur, aku sering mikir, gimana biar bisa nulis sebanyak itu tentang quran, seolah memang kajian tentang quran udah jadi konsumsi harian, jadi kaya ngalir aja nulisnya. Padahal ya, aku ga tahu behind the scene-nya, pasti butuh usaha, ngeluangin waktu. Sembari menulis keterangan ini ada satu tulisan dari beliau yang saya rekomendasikan, tentang ayat-ayat terakhir surat Al Mulk.

baca ya.. di https://nakindonesia.com/2019/05/20/neraka-yang-hilang-tadabbur-tiga-ayat-terakhir-al-mulk/

[2] Di channel Free Quran Education ada course "Understand Quran and Salah the Easy Way", aku br nonton bagian awal, belum smpai yg ke 10. Itu bisa jadi jalan kita belajar bahasa arab, nonton 1 video tiap hari.