Follow Me

Sunday, April 21, 2024

Syawal 1445H

Bismillah.

 


Ramadan berlalu, rasa sedih dan rindu masih pekat. Malu, untuk mengeluh tentang Ramadan yang rasanya sama sekali tidak dioptimalkan. Kalau yang lain mungkin punya alasan satu dua, aku.. aku tidak punya dalih. *menggunakan aplikasi translasi google untuk mencari kosakata pengganti excuse karena tersindir tulisan di Medium tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk tulisan. **facepalm emoticon


Tapi penyesalan, hanya akan memberatkan langkah, jika penyesalan itu tidak diikuti dengan pengetahuan tentang-Nya. Ya, penyesalan, hanya akan membuat kita terpenjara di masa lalu kalau tidak diikuti dengan prasangka baik. Bahwa jika detik ini, kita masih diizinkan bernafas, pun matahari masih belum terbit dari barat, artinya, masih ada kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Untuk belajar lagi dan lagi. Untuk mencoba lagi dan lagi. Dan tidak mengapa gagal lagi dan lagi. Asalkan kita tidak cepat menyerah.


Mari jalani syawal dengan perasaan bersyukur. Rasa syukur atas nikmat iman dan islam. Rasa syukur atas nikmat kesehatan; fisik dan mental[1].


Semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk setiap urusan kita. Aamiin.


Wallahua'lam.


***


[1] Aku teringat saat beberapa waktu lalu menulis tentang psikologi sebagai salah satu bidang yang aku minati. Aku baru-baru ini membaca cerita seseorang di channel instagramnya, tentang sakitnya yang membuat ia beberapa kali harus dibawa ke ruang UGD. Aku mungkin tidak akan tahu bahwa perjuangan orang yang sakit mental, bisa sampai begitu.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya