Follow Me

Showing posts with label umat. Show all posts
Showing posts with label umat. Show all posts

Tuesday, October 21, 2014

Merangkai Rencana Indonesia 2039

October 21, 2014 0 Comments



*image taken from this


Bismillah..

Indonesia 2039. Sebuah nama negara dan tahun di sampingnya. Jika membaca frasa tadi apa yang terlintas dipikiran kita?

Indonesia 2039, adalah sebuah informasi, prediksi, opini dan berbagai hal lainnya yang terkait dengan Indonesia dan 2039. Seperti halnya manusia yang seringkali membuat rencana dengan target waktu, bagaimana dengan negara? Indonesia 2039 adalah sebuah titik waktu, tempat dimana kita kemudian melayangkan ide bagaimana Indonesia di tahun 2039?

Indonesia 2039

Seperti halnya kita menentukan rencana, dua puluh lima tahun yang akan datang akan jadi apa kita? Seperti itulah frase Indonesia 2039 berdiri saat ini. Di tahun 2039, apa kabar Indonesia?

Untuk menentukan rencana Indonesia 2039, kita butuh beberapa unsur yang harus dicari, digali, dan dikaji.

Monday, September 1, 2014

Foto yang Sudah Berpulang (2)

September 01, 2014 0 Comments
 
-Muhasabah Diri-

Bismillaah

'Afwaan BC

*Syaikh Shalih Fauzan memfatwakan larangan menampilkan foto2 korban kezaliman kafir*

"Perkara ini tidak lazim. Tidak boleh menunjukkan foto-foto korban luka.
Akan tetapi seharusnya umat Muslim diberitahu untuk memberi sumbangan pada saudara-saudaranya. Dan mereka diberi informasi bahwa saudara-saudaranya berada dalam keadaan yang buruk. Dan bahwa hal-hal buruk terjadi dari perbuatan Yahudi tanpa harus menunjukkan pada mereka foto dan gambar korban luka.

Karena hal ini melibatkan penggunaan pembuatan gambar. Dan ini juga melibatkan memikul beban yang Allaah tidak perintahkan dengannya. Dan ini juga melemahkan kekuatan umat Muslim. Karena saat kau menunjukkan pada orang-orang gambar umat Muslim yang telah dipotong-potong (mutilasi) atau dengan bagian tubuh mereka terpotong. Ini membuat takut Umat Muslim dan membuat mereka takut akan perbuatan musuh-musuh.

Dan yang wajib adalah bagi muslim untuk tidak menunjukkan kelemahan. Dan mereka tidak menunjukkan tragedi/musibah-musibah. Dan mereka tidak menunjukkan hal-hal ini. Seharusnya mereka menutupi hal-hal ini. Sehingga tidak melemahkan kekuatan umat Muslimun." (Syaikh Shalih Al-Fauzan)

From the lecture: “At-Tawheed, the Key to Happiness in This Life and the Hereafter”, by Ash-Shaikh Saalih Al-Fawzaan, as conveyed in the book “Al-Ijaabaaat ul-Muhimmah feel-Mashaakil il-Mulimmah”

Ini link-nya : Showing the Wounds of the Muslims in Palestine and Other Places by Shaykh Saalih al Fawzaan: http://www.salafitalk.net/st/viewmes...m=6&Topic=582
Baa rokAlloohu fiykum.. *senyum

Lanjutan dari Foto yang Sudah Berpulang.

***

Dan saat umat Islam masih digempur meski ini bulan Ramadhan, masing-masing kita terkadang turut share apa yang ada di sosmed. Luka-luka, jasad yang sudah berpulang, dan foto lain yang sungguh memandangnya membuat mata perih.

Pernah ditegur juga sama seorang teteh. Tapi tanpa dalil,
"Bella, hati-hati, gambar jasad manusia yg sudah berpulang jangan sampai di expose (tidak usah di share), kita harus menghormati saudara2 kita yang telah berpulang. . (Kalau bisa dihapus mungkin, copy kata-katanya aja..) kita doakan saja mereka ya -NS-

Sekitar september 2013 lalu
Sejak itu aku pribadi jarang share foto jasad yg sudah berpulang, maupun foto yang berdarah-darah.

In syaa Allah, cuma dengan melihat foto kanak-kanak di Palestina / suriah yang lucu, dan kita kasih info bagaimana keadaan mereka. In syaa Allah bisa juga mengetuk hati umat muslim.
Maaf yaa.. baru share.

***


Untuk siapapun yang membaca ini, mari sebarkan ke teman-teman yang belum tahu. Semoga Allah meridhoi cara kita menyebarkan informasi kondisi umat muslim di negara lain. Aamiin.

Allahummaghfirli..


Tuesday, July 1, 2014

Ramadhan Tanpa Suara Adzan

July 01, 2014 0 Comments


-Muhasabah Diri, Peduli Ummah-

Bismillah...

Pernahkah kita membayangkan Ramadhan tanpa suara Adzan? Padahal di bulan ini, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu Neraka ditutup.

Pernahkah kita membayangkan Ramadhan tanpa suara Adzan? Padahal di bulan ini, masjid akan semakin ramai. Jauh lebih ramai dari hari-hari biasa.

***

Tapi ini bukan sekedar pengandaian. Ini benar-benar terjadi.

Aleppo, sebuah kota di Suriah. Ramadhan kali ini di Aleppo hening, karena tidak ada azan yang terdengar.

***

Allah.. berikan keberkahan Ramadhan ke semua muslim di seluruh penjuru Dunia. Lindungi mereka. Jaga Mereka. Jaga keimanan mereka.

Allahu musta'an.

sumber berita : Dakwatuna

Tuesday, September 24, 2013

Bergerak dan Bukan Diam

September 24, 2013 2 Comments


-muhasabah diri-

Bismillah..
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 26)
Sebuah refleksi yang kudapat dari Pembinaan Aktivis Asrama Salman (20/9).

"Ya, kita memang harus bergerak dan bukan sekedar diam. Tapi dengan cara yang diridho-i Allah" -kirei

isn't it?*

***


Tuesday, September 10, 2013

Foto yang Sudah Berpulang

September 10, 2013 0 Comments

-muhasabah diri-

Bismillah...
bella.. hati-hati, gambar jasad manusia yg sudah berpulang jangan sampai di-expose (tidak usah di-share), kita harus menghormati saudara2 kita yang telah berpulang.. (kalau bisa dihapus mgkn, copy kata-katanya aja..) kita doakan saja mereka ya 
 -N.S-

Tuesday, July 9, 2013

Tragedi di Mesir

July 09, 2013 0 Comments
-muhasabah diri-
Bismillah...
Hari ini, sejarah sekali lagi mengingatkan kita : Jika mengais kekuasaan dari rakyat, ikutilah kehendak mayoritas rakyat, benar atau salah.

Namun, jika ingin tegakkan peraturan Allah, maka mintalah kekuasaan itu kepada Allah.

Demokrasi memang indah. Sayangnya itu bukan untuk kita. Aljazair 1992 sebenarnya telah mengajari kita...
-status Bang Aad (salah satu senior di Masjid Salman ITB). 
***

Awalnya hanya jadi penonton. Mencoba mencerap informasi dari berbagai media. Dan berita shalat shubuh berdarah di sana (di Mesir). Dan Ramadhan yang segera menyapa. Mengetuk hati untuk menuliskan sesuatu. Meski hanya sedikit. Meski tak yakin, bisa membantu walau sedikit.

Apakah perbedaan ini, harus menjadikan kita tak peduli pada saudara kita? Tak ikut bersedih? Dan justru "senang" mendengar berita ini?

Coba klik dan baca ini. Ijinkan kukutip sebagian dari link tadi :
“Ummat Islam dahulu bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia padahal keduanya adalah sama-sama kaum kafir, akan tetapi bangsa Romawi lebih dekat (secara akidah) kepada kaum muslimin karena mereka adalah Ahlul Kitab. Karena itu, Allah sSubhanahu wa Ta’ala mengabadikan kegembiraan kaum Muslimin tersebut dalam firman-Nya: “Dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira dengan pertolongan Allah” maksudnya adalah kemenangan Romawi atas Persia sebagaimana ditafsirkan para ahli tafsir.”

Thursday, June 27, 2013

Garis Demarkasi

June 27, 2013 3 Comments
Bismillah...

Kita mengutuk! Tapi apakah kita sudah pernah mencoba memahami muda-mudi saat ini? Mencoba berkomunikasi dengan dunia mereka? Berbicara dengan bahasa mereka? Facebook? Twitter? Instagram? Social media? Digital media? Menelisik apa yang terjadi dengan mereka? Sudikah kita merangkul mereka yang tersunyi dari agama mereka sendiri? Sebagian kita lebih suka menyisihkan diri, bersembunyi dalam lingkungan privasi. Enggan membaur, merangkul. Kita lebih suka membuat garis demarkasi dengan saudara sendiri. Kita dengan ayat, mereka dengan pandangan hidup barat. Habis perkara!
(diambil dari sini)
Awalnya, ditunjukkan oleh seorang teman. "klo mnrtku menohok sekali," begitu ungkapnya. Dan setelah dibaca. Yes it's true. Menohok. Jleb.

Terutama membaca tulisan bagian bawah kutipan, ijinkan aku menuliskan ulang (bukan hasil paste) :
Sebagian kita lebih suka menyisihkan diri, bersembunyi dalam lingkungan privasi.
Enggan membaur, merangkul.
Kita lebih suka membuat garis demakarsi dengan saudara sendiri.
Kita dengan ayat, mereka dengan pandangan hidup barat.
Habis perkara! 

Thursday, June 20, 2013

Media Oh Media

June 20, 2013 1 Comments

Bismillah...
Ya Allah, tunjukkanlah yang haq sebagai yang haq dan jadikan kami orang yang mengikutinya; dan tunjukkanlah yang batil sebagai yang batil dan jadikan kami orang yang menjauhinya.

about #Syria, dan berita yang dibolak-balik oleh media. Sungguh Hanya Engkau Yang Maha Mengetahui Ya Rabb..

please, jangan jadikan simpang-siur berita melupakan kita atas hak saudara kita di #Syria. Setidaknya sebut nama mereka di dalam doa-doa kita..
***

Sunday, May 12, 2013

They Don't Need, They Deserved..

May 12, 2013 0 Comments
-muhasabah diri-
Bismillah..
#Syria
Adik kecil di Syria ini bertanya, kuatir akan ayahnya, "Ayahku mana? Dia belum datang ya?" Dan begitu menyadari ayahnya telah syahid, diapun menangis dan menjerit dengan airmata mengucur deras membasahi pipinya.

Mungkin kini, di dalam hati kecilnya dia berdoa "Ya Allah.. Mereka telah membunuh ayahku. Semoga Engkau memberi balasan atas perbuatan mereka terhadap ayahku dan juga ayah kawan-kawanku."

Ya Rabb.. Berikan pertolongan-Mu dan kesabaran kepada mereka di Syria yang telah kehilangan orangtua mereka. Allahumma Aamiin..
***

Ijinkan diri sedikit menulis. Tentang Syria.. Suriah.

Friday, April 19, 2013

Takdir : Materi Saat Itu dan Tidurku

April 19, 2013 0 Comments
Tentang materi saat itu; dan 'tidur' ku.

Bismillah..

"Ya Allah, aku tak tahu ini musibah atau anugrah, aku hanya ingin berprasangka baik kepadaMu." :)

Mukhayam Quran, di Masjid Al Irsyad, Kota Baru Parahayangan, 29-31 Maret yang lalu. Ada 3 taujih, dan ini adalah taujih ke dua.
Disampaikan oleh Ustad Abdul Aziz Abdul Rauf.

ini sedikit kutipan resume dari seorang teteh :

Sedikit prolog dulu mengenai alquran surat sad:1-2
Yang menyebutkan bahwa alquran adalah sebagai ‘dzikru’, sarana untuk mengingat Allah sebagai tuhan semesta alam. Janganlah kita menyia-nyiakan kitabullah ini yang Allah berikan untuk umat Rasulullah, semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin
Masih terngiangkah kita dengan ayat ini, “ANIMSYU WASHBIRUU”
Yaitu mengenai penegakkan khilafah, dan kebenaran.

Wednesday, March 27, 2013

Media, Propaganda dan Dakwah Kita

March 27, 2013 2 Comments


-muhasabah diri-

*tulisan ini dibuat utamanya untuk diri, yang seringkali memakai media. namun bukan untuk "hal yang lebih baik". :)

Bismillah..

Masih tentang Pemira 2013. Sebagai seseorang yang memang menyukai media, adalah hal yang menyenangkan melihat Pemira tahun ini. Feel so happy, melihat publikasi yang menarik.. poster dan banner yang bertebaran.. web, video :) gagasan :) kreativitas :)

***

Adalah hal yang menyenangkan :) melihat itu semua. Betapa mahasiswa, aktivis kampus, bisa begitu kreatif menyampaikan ide dan gagasan. Betapa mahasiswa, aktivis kampus, bisa begitu kreatif mencoba menarik perhatian massa. Adalah hal yang menyenangkan, meski satu hal yang saya sesalkan. Seringkali hal yang tadi saya sebut, hanya muncul di saat-saat tertentu. Entahlah saya bersuudzon atau tidak. Tapi seringkali hal ini kutemui hanya di saat-saat ini. Masa dimana, suara yang mereka kejar. Hm. Yasudahlah, namanya juga kampanye.

Well.. back to the topic. Media dan propaganda kreatif lagi cerdas yang beberapa saat lalu bertebaran membuatku tergelitik untuk menulis ini. Sebuah pengingat diri. Bahwa media, kreatifitas, gagasan adalah modal yang sudah dimiliki oleh kita selaku mahasiswa dan aktivis kampus. Modal besar :) Untuk membuat dunia mengalihkan pandangannya dari apapun, kemudian menatap kita, lekat.

Saturday, January 19, 2013

Terdesak : Memaksa Diri Lebih Produktif

January 19, 2013 0 Comments


Bismillah..
Pernah dengar istilah the power of kepepet? Bagaimana ajaibnya sebuah deadline, memojokkanmu, hingga akhirnya.. sebuah tugas atau PR-pun bisa selesai. Atau bagaimana sebuah kondisi yang mendesakmu, dapat menjadikanmu menjadi lebih kreatif dari biasanya.

***

"Lalu apa yang bisa mendesak kita ya?" untuk kesekian kalinya seorang Teteh menanyakan hal yang sama. Sore itu (18/1) kami sedang mendiskusikan sebuah buku, hingga sebuah kesimpulan terpetik : bahwa dakwah ini perlu dibawakan dengan cara baru yang ciamik. Selain kesimpulan itu, kami juga mendapat fakta.. bahwa muslim yang menjadi minoritas di sebuah negara seringkali lebih kreatif dalam hal syiar dan dakwah ketimbang muslim yang menjadi mayoritas.

Thursday, May 31, 2012

At Least

May 31, 2012 1 Comments
Bismillah..

Seorang teman bertanya padaku, "Ngapain sih ada nobar syria, bukannya serem ya? Kok malah ditonton bareng-bareng?". Dan aku saat itu, hanya menimpali sekenanya. Geram pada pernyataan di atas.

Beruntunglah, saat itu aku tidak banyak bicara. Takut-takut yang keluar dari lisan, bukan jawaban yang jelas dan terang, tapi sekedar jawab yang membawa emosi diri.

Hm.. begini, ijinkan sekarang aku menjawab pertanyaan di atas:

1. Karena belum banyak yang tahu keadaan saudara kita di Syria sana.
2. Karena hanya itu yang baru bisa kita lakukan, menyebarkan informasi dan berita tentang keadaan mereka.

Karena paling tidak, akan ada hati-hati yang tergerak dan trenyuh (baca: terharu) mendengar, melihat, menyaksikan kondisi saudara kita di syiria. Karena paling tidak, hati-hati yang tergerak itu.. mendoakan mereka di sana.

Ya Rabb.. Lindungi mereka.. Kuatkan mereka.. :'(

*gambar di atas, bukan tumpukan karung beras, melainkan saudara kita yang menjadi korban kekejaman Bashar Al Ashad.. TT

Friday, May 25, 2012

Kita Di Sini - Mereka Di Sana

May 25, 2012 0 Comments

Kita di sini, berdendang dan tertawa. Lepas, seolah tanpa beban. Kebahagiaan ini? Tak inginkah kita bagi?
Kita di sini, besenda gurau dan tersenyum. Lupa. Lupa bahwa di sana.. ada saudara kita yang merintih sakit. Menangis menahan pilu dan sayatan luka. Lupa. Benarkah lupa? Atau melupakan?
Kita di sini, duduk-duduk santai, sembari bercerita tentang penatnya hari. Mengeluh pada hari yang tak pernah sempurna. Padahal di sana, ada saudara kita yang ditindas, namun keluh tak keluar dari lisannya. Padahal di sana, mereka tak bisa lagi sekedar merasa aman. Teror demi teror menghadang, seolah tinggal menunggu giliran, untuk terkapar di jalanan dengan badan berlumur darah.

Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Padahal di sana, kejahatan kemanusiaan merajalela. Pembunuhan terjadi di tiap jam, menit, bahkan mungkin detik.
Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Pura-pura tak tahu, pura-pura tak peduli. Padahal di sana? Mereka berhak untuk sekedar mendapat kepedulian dari kita, minimal doa kita. Masihkah kita akan bungkam? Diam saja. Jalani hari seperti biasa. Masih dengan tawa dan senda gurau. Acuh. Siapa mereka bagi kita??
Kita di sini, tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain bersantai-santai, dan mengalihkan perhatian setiap kita temui berita tentang mereka. Tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain tutup telinga dan tutup mata, pada mereka di sana.. yang dibantai tanpa ampun hanya karena masih beriman pada Rabb Semesta Alam, Allah swt.
Kita di sini, masih tak tergerakkah hati?
-untuk kita, yang hatinya berkarat oleh cinta dunia.
-untuk kitayang lupa, mereka (saudara kira) bukan membutuhkan bantuan kita, tetapi mereka BERHAK mendapatkan bantuan kita.
-.-

Bismillah.. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita, agar hati ini tergerak untuk mengetahui, peduli, lalu bertindak atas apa-apa yang terjadi pada saudara kita, di Palestina, Syria, dan di penjuru bumi.
Mungkin kita bosan melihat, menonton, membaca atau mendengar berita penindasan dan penyiksaan yang menimpa saudara kita. Hingga kita sering dengan sengaja memalingkan wajah, mengganti channel, dan tindakkan-tindakkan sejenis, untuk memastikan kita tidak perlu tahu berita tersebut.
Ah.. padahal itu berita tentang saudara kita. Ya, saudara kita. Saudara seiman yang wajahnya belum kita kenal, tapi hatinya dekat dengan kita. Saudara kita. Apakah kosakata saudara masih asing di benak kita?
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara,...” (49:10)
Jikapun iya, kata saudara masih tetap asing di teringa kita. Apakah kita lantas acuh saja, melihat kejahatan kemanusiaan terjadi di Syria dan Palestina?
Apa-apa yang terjadi pada mereka di sana, seharusnya mengetuk sisi kemanusiaan kita.
Di Syria contohnya,
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, anak-anak yang dicabuti kuku-kuku didepan orangtua2 mereka, seraya dikata-katai: "jika kalian tidak bisa memberikan keturunan yg bagus, ayo datangkan istri-istri kalian biar kami setubuhi”
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang saluran airnya dimasukkan racun.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang perkampungannya di bom.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, gadis 8 tahun dan wanita yang diperkosa, kemudian tubuhnya di cincang dan di panggang.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para wanita yang dicabut bulu kemaluannya di depan suaminya, hingga suami gila tak tahan dihinakan.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para pemuda yang di tembaki, dipotong tubuhnya kemudian diletakan di depan rumah keluarganya, lantas dimintai ongkos peluru
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para tahanan yang kehausan, disuruh mangap, lalu mulutnya dikencingi.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada Al-Quran, dibolongin dg dicolok-colok dengan rokok. Pada Al Qur’an yang dijadikan target latihan nembak tentara.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang ketika disiksa berteriak "Allahu Akbar", lalu dibentak dengan perkataan "Rabbmu sudah lama mati”
Bagaimana hati tidak terketuk?
Tidak cukupkah informasi di atas untuk mengetuk dan menggetarkan hati kita?
-.-
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Pedulilah! Doakan mereka.. berikan donasi.. sebarkan informasi ini. Agar semakin banyak hati-hati yang tergerak untuk membantu mereka.
Coz, they need DESERVE our help.
Kita memang di sini, dan mereka memang di sana. Tapi jarak ini, tak akan menghalangi cinta kita untuk sampai ke mereka.
Teruntuk saudara seimanku di sana, ‘ana uhibbuki fillah’. Tetaplah berpegang teguh pada Islam. Semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya. Aamiin.
Wallahu’alam bishowab.

Sunday, March 25, 2012

Syria, Pedulikah Kita?

March 25, 2012 0 Comments

Bismillahirrahmanirrahim..

-Refleksi diri-

Tahukah? Beberapa hari ini, sedang ramai-ramainya isu tentang Syiria.. sebuah negara di timur tengah. Sebuh berita mengenaskan, tentang penindasan umat muslim di sana. Tentang darah saudara kita yang tertumpah. Tentang perlakuan keji syiah terhadap sunni.


Sekilas, orang-orang yang tak mengerti banyak tentang islam. Akan segera menyingkirkan jauh-jauh berita tadi dari hadapannya. Enggan melanjutkan membaca. Kalaupun membaca, hanya terbesit sedikit iba, ya hanya iba yang tak disertai aksi.

Memang apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak tahu menahu tentang syiah dan sunni.. Yang mana yang benar, mengapa itu terjadi. I know nothing. Mereka bilang yang tertindas itu saudaraku? Saudaraku? Aku bahkan sudah lama lupa, bahwa sesama muslim bersaudara. Karena di sekitarku.. aku tak merasakan kekeluargaan antar umat muslim. Aku banyak tak tahu, tak mengerti sama sekali. Bagaimana hati ini bisa tergerak saat mendengar, melihat dan membaca berita-berita itu?

Jika benar, paragraf di atas sedikit banyak juga terlintas di benakmu. Maka beristighfarlah.. karena bisa jadi, tanpa sadar kita pernah berkata:

“Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.” (Al Mu’minun: 37)

Ada rasa peduli yang harus kita bangun. Kehidupan ini bukan hanya kehidupan kita di dunia ini! Sesekali tajamkan mata hati. Berempatilah, bersimpatilah pada masalah umat. Kalaupun kita belum bisa melakukan banyak hal. Belum bisa menyeru pada yang lain untuk peduli. Cukuplah jadikan diri kita seorang yang peduli. Tidak tahu? Cari tahu! Jangan hanya informasi yang terjejer rapi di hadapan. Tapi, tunjukkan rasa pedulimu dengan aktif mencari tahu. Apa sih sejarah Syiah? Kenapa ia begitu kejam menyiksa umat Islam di Syiria?

Jadi, jika sekarang, nanti atau esok.. tanpa sengaja kau menemukan sebuah berita tentang agama mu, tentang islam. Atau berita tentang saudaramu, umat muslim di belahan dunia manapun. Janganlah bersikap acuh. Bacalah. Lalu cari tahu mengenai itu. Bangun rasa empati dan simpati. Asah kepekaan hati kita. Jangan menuli pada jeritan kata hati. Ia menyerumu untuk peka, bukan untuk acuh tak acuh.

Insya Allah.. Ketika kita sudah lebih peduli pada permasalahan umat, sudah tahu lebih banyak. Kelak akan ada perasaan gelisah yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu lebih dari sekedar mencari tahu. Insya Allah.

Wallahu’alam.