Follow Me

Tuesday, March 25, 2025

2 dari 4 Langkah Self Improvement

Bismillah.

 

Ramadhan ini, Ngafal Ngefeel buka kelas NB pakai aplikasi NN App topiknya surat Al Jumu'ah. Karena ikutan kelas ini, untuk nambah referensi tadabbur, selain dari materi yang ada di NN App, aku jadi coba dengerin serial penjelasan surat Al Jumu'ah di channel Bayyinah TV.

 

 

Ini episode 9, tapi masih membahas ayat 2 surat Al Jumu'ah. Empat langkah menuju self improvement itu ada di ayat tersebut. Dan dua yang pertama adalah (1) yatlu 'alaihim ayatihi, (2) wayuzakkihim. Kalau terjemah kasarnya, dibacakan ayat-ayatNya dan disucikan.

 

Oh ya, kalau mau tahu lengkapnya boleh langsung meluncur ke videonya ya. Tulisan ini cuma mau mencatat insight yang mengena buatku saat mendengar penjelasan surat Al Jumu'ah.

 

Di video tersebut ustadz jelasin tentang kata yatlu 'alaihim. Ini satu hal yang ustadz Nouman pas udah besar ingin protes ke orang lain, karena selama beliau hidup sampai saat itu, beliau ngerasa belum pernah ada orang yang yatlu 'alaihim ayatihi, memperdengarkan ayat-ayat Allah, yang nggak cuma lafadz-nya aja, tapi juga penjelasan apa yang ada di dalam Al Quran. Meski cuma gambaran awalnya dulu, gak harus deep. Dan itu masih kurang banget.

 

Karena sebenernya, buat orang awam, yang gak pernah kenal Al Quran. Membaca quran dan terjemah itu kan butuh effort. Sedangkan, idealnya, tiap orang berhak untuk minimal dijelasin tentang quran dan isinya. Dan rasanya tuh beda. Which I could relate. Kalau cuma baca quran, terjemah, baca tadabbur dari materi tertulis, tentu rasanya beda, sama ketika ada orang yang cerita tentang gak usah banyak-banyak, satu ayat aja dari quran dan penjelasan tentang ayat tersebut. Rasanya tuh beda banget.

 

Menulis ini mengingatkanku pada seorang ustadz yang menjelaskan tentang Ar Rahman dan Ar Rahim di lapangan rumput sebelah selatan di pembinaan Mata' Salman [1], juga halaqah dengan Qaf ID di masjid Salman, juga bagaimana video-video penjelasan tentang ayat-ayat Quran dari bayyinah TV membuatku menemukan insight-insight baru yang membuka mataku terhadap ayat-ayat dalam Quran yang bergantian menjadi ayat favorit.[2]

 

Itu yang pertama. Tentang yatlu 'alaihim ayatihi. Ini menjadi sebuah pengingat, agar kita lebih semangat bertadabbur dan membagikan hasil tadabbur. Bukan semata untuk dijadiin konten dan kemudian jadi influencer, atau untuk public speaking. Tapi semata karena kita mencintai Al Quran. Seperti halnya orang yang suka bola, kemudian bercerita tentang bola. Ada semangat dan passion yang terpancar. Seperti itu juga, kalau kita nemu hal berkesan dari tadabbur pribadi kita, maka berbagilah, ceritakan itu pada orang terdekat, pada teman, boleh di sosmed atau di blog juga. Semoga dengan melakukan itu, sesederhana apapun yang kita share, semoga bisa jadi bentuk kita menyampaikan meski cuma 1 ayat. Semoga bisa jadi pengingat diri dan orang lain, untuk tidak hanya terhubung dengan Quran secara vertical, tapi juga horizontal.

 

Trus yang kedua. Aku lupa persisnya ini di video yang sama, atau ada di video episode berikutnya. Tapi yang jelas berkaitan dengan ayat yang sama. step selanjutnya dari self improvement, wayuzakkihim, dan menyucikannya. Tazakka di sini tazkiyatunnafs. Bahkan kalau dari penjelasannya, gak cuma mencakup nafs/hati, tapi juga otak, fisik juga harta.

 

Tapi ada satu insight yang lebih praktikal yang ingin aku tulis di sini. Untuk pengingat diri. Tentang keseimbangan belajar materi tentang Quran, dan proses membaca/mendengarkan lafazh quran. Dua hal ini harus seimbang dan dilakukan bersamaan. Karena kita belum punya kemampuan seperti sahabat atau tabi'in tabiut, yang ketika membaca/mendengarkan Al Quran, langsung tahu artinya. Ini pas banget sama kelas ngafal ngefeel-nya NN App. Jadi selain baca materi tadabbur, juga dibarengi banyakin baca suratnya, dengerin suratnya dan menghafalnya. Ibaratnya kalau tadabbur, mempelajari isi ayatnya itu bagian dari yatlu 'alaihim ayatihi, maka membaca, mendengarkan ayat quran, menghafalnya itu bagian dari wayuzakkihim. Karena saat mendengarkan muratal dengan fokus *bukan sekedar backsound ><, juga membaca ayat-nya berulang-ulang, itu adalah proses tazkiyatunnafs. Ayat quran tersebut, lafadznya, Allah turunkan sebagai bentuk cinta-Nya, ini kalamullah, yang saat diperdengarkan, hati kita menjadi tenang, bergetar dan bertambah iman. Ini jujur PR buatku. Aku masih tertatih-tatih untuk bisa istiqomah bercengkrama dengan Al Quran. [3]

 

***

 

Kelas NB-nya memang sudah selesai. Tapi serial di bayyinah TV-nya masih belum beres kan? Semangat dengerin dan pelan-pelan mencerna. I know it's kinda late, it's almost the end of Ramadhan. But don't give up on yourself.

 

Untuk siapa pun yang juga merasa masih banyak banget kurang amalnya di bulan Ramadan ini. Jangan sampai perasaan sedih itu membuat kita jadi menyerah pada diri. Selama masih Allah beri hidup, selama itu Allah masih kasih kesempatan padamu. Allah itu dekat. Bahkan untuk hamba-hamba-Nya yang begitu jauh dari-Nya. Kita cuma perlu satu langkah mendekat pada-Nya, isi malam dengan doa yang tulus. Allah hears you. Allah always hears you.

 

 

sumber 📸


 

***

 

Keterangan:

[1] menulis ini aku teringat suatu pagi, di lapangan rumput salman sebelah selatan, deket apa ya itu namanya, deket lapangan, sama deket tempat rapat, gazebo?, pokoknya disitu, duduk di atas ditiker di atas rumput deket back office salman, lalu mendengarkan penjelasan basmallah dari ustadz bahasa arab dari Bidang Dakwah Salman. Those memories. Vague but I remember it. Kelas Umar. Kalau kelas Abu Bakar bahasannya beda kali ya, hehe. Jadi Kangen Teh Indah dan Teh Monic. Salam rindu buat semua AM18 akhawat. Buat para pengurus juga yang udah membantu menyirami rasa cinta kepada Quran lewat semua proker-prokernya. 1 tahun sebagai AM, and 1tahun sebagai pengurus, lebih dari cukup untuk memberikan begitu banyak pelajaran. 

[2] Sedih memang tahun ini Ramadhan gak ada #myfavoriteayat di NAK Indonesia, tapi meski gak ada, semoga setiap orang masih meluangkan waktu menuliskan tentang ayat mana yang tahun ini begitu berkesan dan favorit, di medium apapun dan membagikannya ke banyak orang, mumpung bulan Ramadhan. ini bulan Quran, saat yang tepat untuk kita berbagi dan saling mengajak untuk terhubung kembali dengan Al Quran.

 

[3] I know I still write about Quran as if it is near. Yes it is near, but I know I am getting far away from it. I am even still asking myself, What is Stopping You? And sadly, I know the answer. But still I struggle in this issue. Kutulis ini sebagai pengingat, bukankah kamu ingin merasakan lagi manisnya bercengkrama dengan Quran? So don't give up on yourself. Paksakan dirimu, minta pertolongan Allah. Banyakin istighfar dan taubat. Tinggalkan dan hindari yang tidak bisa berada di tempat yang sama dengan Al Quran. Jangan sampai kamu termasuk yang diadukan Rasul di hari akhir nanti,

"يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًۭا"

na'udzubillahi min dzalik. TT

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya