Bismillah.
Happy Eid Mubarak everyone~
Lebaran kali ini terasa lebih sibuk. Jadi maaf baru bisa menyapa. Maaf juga menjelang lebaran justru posting tulisan #fiksiku yang agak-agak dark, gak dark juga sih, cuma muatannya negatif. But that's just the strong unspoken things that push me to write. Sebelum itu, aku udah nulis juga di akhir Ramadhan, tapi di blog anonim hehe.
Anyway. Eid mubarak! Taqabalallahu minna wa minkum. Semoga mudik atau di rantau, sendiri atau bersama keluarga, hari-hari Syawal-mu dipenuhi dengan senyum. Juga, semoga tidak mengalami Ramadhan blues. Jatuh terpuruk setelah di bulan Ramadhan berhasil menaikkan kuantitas dan kualitas ibadahmu. Btw aku juga baru tahu ada istilah Ramadhan blues karena ngikutin channel WhatsApp yang isinya resume dari kajian ustadz-ustadz dari luar negri. It's a good channel you should follow it!
Here's the links:
https://whatsapp.com/channel/0029VaixR2c0AgW9ATtOZT1w (resume ustadz Nouman Ali Khan)
https://whatsapp.com/channel/0029VbAWjVOCBtx8MmEcwW35 (resume ustadz Omar Suleiman)
Oh, tentang Ramadhan blues, setelah aku cek wa, ternyata resume kajiannya Ustadz Yasir Qadhi, kajian 3 tahun lalu. Aku belum dengerin ceramah aslinya, baru baca sedikit poin-poin resumenya. Tapi membaca sedikit itu saja, udah membuatku merasakan manfaatnya dan ingin membagikannya ke orang lain. Rasanya pengen copas aja, I know it's more useful than writing other stuff here. Should I? Izin ya Kak... (Resume ini dibuat dan di share sama salah satu anggota grup whatsapp NAKID).
***
Kegalauan Pasca Ramadan | Shaykh Dr. Yasir Qadhi [1]
https://youtu.be/JqzOqZBU9LA
1️⃣ Video ini membahas fenomena jujur yang disebut "Post-Ramadan Blues" atau perasaan sedih pasca-Ramadan.
2️⃣ Shaykh Yasir Qadhi memulai ceramah dengan suasana santai di Texas, menyapa jemaah yang itikaf.
3️⃣ Beliau mengakui bahwa selama Ramadan, iman seseorang biasanya berada di titik tertinggi dalam setahun.
4️⃣ Banyak orang menghabiskan dua hingga empat jam sehari di masjid selama sepuluh malam terakhir.
5️⃣ Ada perasaan sedih yang muncul bahkan sebelum Ramadan benar-benar berakhir karena kita tahu ini akan segera pergi.
6️⃣ Beliau mengingatkan bahwa seminggu setelah Ramadan, kondisi spiritual kita tidak akan sama lagi.
7️⃣ Fenomena menarik: saat Idul Fitri, kita sering lupa waktu Maghrib karena tidak lagi menghitung mundur untuk berbuka.
8️⃣ Setelah Ramadan, level ibadah dan iman biasanya mengalami penurunan tajam atau "nosedive".
9️⃣ Tujuan ceramah ini adalah memberikan saran praktis agar penurunan tersebut tidak kembali ke titik nol.
1️⃣0️⃣ Aturan pertama: Kita harus bersikap realistis terhadap diri sendiri mengenai kapasitas ibadah kita.
1️⃣1️⃣ Tidak mungkin mempertahankan intensitas 200% seperti di malam ke-27 Ramadan sepanjang tahun.
1️⃣2️⃣ Mengakui keterbatasan manusiawi adalah langkah awal untuk menjaga konsistensi yang sehat.
1️⃣3️⃣ Target utamanya adalah memastikan level iman pasca-Ramadan lebih tinggi daripada sebelum Ramadan dimulai.
1️⃣4️⃣ Beliau menggunakan analogi pasar saham untuk menjelaskan pertumbuhan iman yang ideal.
1️⃣5️⃣ Jika modal awal 100, naik ke 200 saat Ramadan, lalu turun ke 150, kita tetap untung 50 poin.
1️⃣6️⃣ Setiap tahun, kita harus masuk Ramadan dengan "modal spiritual" yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
1️⃣7️⃣ Ramadan harus dipandang sebagai mekanisme pembersihan dan "gym" spiritual tahunan.
1️⃣8️⃣ Poin praktis pertama untuk menjaga iman adalah menjaga kehadiran di masjid secara fisik.
1️⃣9️⃣ Masjid memainkan peran krusial dalam membentengi dan melindungi iman seseorang dari kerasnya dunia.
2️⃣0️⃣ Di masjid, kita termotivasi oleh orang lain; jika orang lain salat, kita pun tergerak untuk ikut salat.
2️⃣1️⃣ Suasana masjid membantu kita mendapatkan kekhusyukan yang sulit didapat jika hanya di rumah sendirian.
2️⃣2️⃣ Dunia (dunya) cenderung mengeraskan hati, sementara masjid adalah oase yang melunakkannya kembali.
2️⃣3️⃣ Jangan langsung memutuskan hubungan dengan masjid segera setelah hari raya Idul Fitri berlalu.
2️⃣4️⃣ Cobalah untuk meningkatkan frekuensi ke masjid sebesar 150% dibandingkan sebelum bulan Ramadan.
2️⃣5️⃣ Utamakan salat Subuh dan Isya berjemaah karena keduanya memiliki berkah yang sangat besar.
2️⃣6️⃣ Beliau menyayangkan jika masjid penuh saat Ramadan jam 3 pagi, tapi sepi di waktu Isya hari biasa.
2️⃣7️⃣ Padahal, Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadan adalah Tuhan yang sama di bulan-bulan lainnya.
2️⃣8️⃣ Di negara Barat atau lingkungan korporat, hampir tidak ada pengingat otomatis tentang Allah sepanjang hari.
2️⃣9️⃣ Kita harus melakukan upaya ekstra dan meluangkan waktu perjalanan ke masjid demi menjaga iman.
3️⃣0️⃣ Sejarah mencatat bahwa Makkah adalah masjid pertama yang ditetapkan sebagai tempat ibadah permanen.
3️⃣1️⃣ Kita harus bersyukur karena umat Islam diberikan kemudahan untuk membangun masjid di mana saja.
3️⃣2️⃣ Orang-orang dari luar negeri sering takjub melihat antusiasme jemaah di Amerika yang mencapai ribuan orang.
3️⃣3️⃣ Berdiam diri di masjid sambil menunggu waktu salat adalah salah satu bentuk ibadah tertinggi.
3️⃣4️⃣ Menunggu salat di masjid dianggap sebagai "meditasi halal" yang menenangkan jiwa dan pikiran.
3️⃣5️⃣ Malaikat mendoakan orang-orang yang duduk di masjid menunggu waktu salat dimulai.
3️⃣6️⃣ Nabi Muhammad menyebut duduk di masjid sebagai salah satu bentuk "Ribat" atau perjuangan di jalan Allah.
3️⃣7️⃣ Sangat disarankan untuk membuat jadwal rutin ke masjid, bukan hanya datang secara acak atau sesempatnya.
3️⃣8️⃣ Poin praktis kedua adalah memperhatikan dengan siapa kita bergaul atau "Good Companionship".
3️⃣9️⃣ Iman kita tinggi di Ramadan karena kita dikelilingi oleh orang-orang yang juga sedang membaca Al-Qur'an.
4️⃣0️⃣ Seseorang cenderung mengikuti agama dan gaya hidup teman dekat atau rekan pergaulannya.
4️⃣1️⃣ Kita harus berani memeriksa daftar teman dekat kita dan melihat pengaruh apa yang mereka bawa.
4️⃣2️⃣ Jika teman-teman kita hanya bicara sia-sia atau ghibah, iman kita akan perlahan-lahan ikut terkikis.
4️⃣3️⃣ Ramadan adalah momen tepat untuk membangun ikatan persaudaraan baru dengan jemaah masjid lainnya.
4️⃣4️⃣ Gunakan kesempatan ini untuk mencari "penjual parfum" spiritual yang memberikan pengaruh wangi kebaikan.
4️⃣5️⃣ Secara bertahap, kita perlu menjaga jarak dari lingkungan yang membawa dampak negatif pada spiritualitas kita.
4️⃣6️⃣ Tantangan bagi generasi muda saat ini jauh lebih berat karena kemudahan akses pada keburukan lewat internet.
4️⃣7️⃣ Allah menguji anak muda zaman sekarang karena Allah tahu mereka memiliki kapasitas untuk melewatinya.
4️⃣8️⃣ Penyebab kegagalan terbesar anak muda seringkali bukan diri mereka sendiri, tapi teman bergaul mereka.
4️⃣9️⃣ Anda mungkin tidak bisa mengatur apa yang teman lakukan, tapi Anda bisa memilih siapa yang jadi teman Anda.
5️⃣0️⃣ Poin praktis ketiga adalah menjaga asupan harian Al-Qur'an dan zikir setiap hari tanpa putus.
5️⃣1️⃣ Al-Qur'an adalah "sarapan bagi jiwa" yang harus dikonsumsi sebelum memulai aktivitas duniawi.
5️⃣2️⃣ Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa membuka Mushaf, meskipun hanya membaca lima baris saja.
5️⃣3️⃣ Konsistensi kecil jauh lebih dicintai Allah daripada amal besar yang dilakukan hanya sesekali.
5️⃣4️⃣ Waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an adalah di pagi hari karena di situlah letak keberkahan umat.
5️⃣5️⃣ Malaikat memberikan perhatian khusus pada bacaan Al-Qur'an di waktu fajar atau subuh.
5️⃣6️⃣ Jika kita bisa bangun malam selama Ramadan, kita pasti mampu menyisihkan 15 menit ekstra di bulan biasa.
5️⃣7️⃣ Amalan yang konsisten (istiqamah) adalah kunci utama untuk mencapai garis finish kehidupan dengan baik.
5️⃣8️⃣ Setiap tahun, target kita adalah menjadikan Ramadan terakhir kita sebagai Ramadan yang paling berkualitas.
5️⃣9️⃣ Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput, maka kita harus selalu berusaha menjadi lebih baik setiap tahun.
6️⃣0️⃣ Umat Islam beruntung karena diberikan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ibadah.
6️⃣1️⃣ Manfaatkan sisa malam-malam terakhir untuk berdoa agar Allah menerima semua amal ibadah kita.
6️⃣2️⃣ Shaykh menutup dengan doa agar kita diberikan kekuatan untuk terus istiqamah setelah Ramadan berakhir.
***
Penutup, semoga tidak ada yag mengalami Ramadhan Blues ya. Jika pun itu terjadi, semoga kita tahu, bahwa "jalan kesembuhan" dari perasaan dan kondisi tersebut adalah mendekat kepada-Nya, dan meminta pada-Nya agar diberi jalan untuk keluar dari perasaan dan kondisi tersebut. Termasuk memohon supaya Allah kelilingi kita dengan teman-teman yang shalih dan shalihah. At least, saat kita down, ada yang mengingatkan dan meski mereka tidak melakukan banyak effort, keberadaan mereka saja, bertemu dan berinteraksi dengan mereka saja, sudah cukup untuk memberikan semangat dan menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri, bahwa ada tangan yang menggandeng kita untuk menjadi hamba lebih baik, pribadi yang lebih baik. Semoga takwa, yang Allah harapkan ba'da Ramadhan, dapat tercapai. Aamiin.
Terakhir, I know it's late. Tapi rasanya ingin menutup dengan takbir. ya, takbir yang dikumandangkan di malam dan pagi 1 syawal. Semoga dengan menuliskannya, mengingatkanku untuk selalu "meng-akbar-kan" Allah di setiap saat dalam hidup kita. It's not an easy thing to do, but it is the right way to do.
Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar. Laa ilaaha illallaahu Allahu akbar. Allahu Akbar walillahil hamd.
Wallahua'lam bishowab.
***
Keterangan:
[1] Resume tersebut dibagikan oleh Rio di grup whatsapp NAK Indonesia. Yang mau gabung ke grupnya, bisa langsung cek bio instagram @nakindonesia


No comments:
Post a Comment
ditunggu komentarnya