Bismillah.
Prolog
*warning* tolong skip saja prolognya. isinya sangat personal dan tidak penting.
Cape juga ya, nukil buku bahasa inggris dalam bahasa inggris. Sebenarnya ada mudahnya juga sih, karena kadang tinggal copy paste apa yang ditulis penulis, karena toh kita menjelaskan hal yang sama.
Tapi di lain sisi, ada kalanya, karena nukil buku ini tujuannya bukan untuk belajar bahasa inggris, tapi lebih ke mencatat agar ilmunya gak mudah dilupakan, dan syukur-syukur karena lebih melekat di otak, jadi lebih mudah untuk paham dan mempraktekkannya.
Aku sudah sampai di halaman 120. Ada 7 sesi baca yang belum aku tulis aliran rasanya. Alasannya? Karena aku banyak fokus di read aloud ketimbang fokus ke isinya. Itu alasan pertama. Alasan kedua, karena ada banyak hal yang aku rasa jleb. Sebenarnya sih ini pengetahuan umum dari self-improvement, tapi sayangnya, aku belum melakukannya. Tapi seharusnya itu tidak membuatku berhenti menulis kan? Mari tulis dalam bahasa indonesia. Biar makin dalem jlebnya, semoga dengan itu aku jadi bergerak. Ibarat kura-kura yang melewati jalan aspal, lalu tiba-tiba kita melihatnya berjalan dengan kecepatan yang jauh di atas kebiasaannya.
***
Tiga Langkah Detoks Dopamin
1. Identifikasi distraksi terbesar kita
Cek aktifitas apa saja yang menjadi distraksi kita. Ambil kertas, bagi jadi dua, boleh dan tidak boleh. lalu isi hal-hal yang boleh dan tidak boleh kita lakukan saat melakukan detoks dopamin. Contoh dari buku,
boleh: olahraga, baca buku, jalan kaki, melukis
tidak boleh: cek email, pakai komputer/laptop, sosial media
Tanyakan pada diri kita, "Mana aktivitas berikut yang kalau kita berhenti melakukannya, akan membuat kita lebih fokus dan lebih produktif?"
Letakkan kertas list aktivitas yang boleh - tidak boleh dilakukan di tempat yang mudah dilihat, sebagai pengingat untuk kita saat sedang melakukan detoks dopamin. Boleh juga ditulis dalam bentuk sticky note, dan tempel di tempat yang tidak mungkin terlewatkan olehmu.
2. Tambahkan "Batu Penghalang" di Lingkungan Kita
Supaya kita bisa menghindari melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan, letakkan batu penghalang agar kita tidak mudah melakukan hal tersebut. Misal yang suka makan cemilan gak sehat, cemilan-cemilan itu harus disembunyikan, dan sebagai gantinya, sediakan cemilan sehat.
Batu penghalang supaya kita gak mudah terdistraksi bisa dengan cara mematikan notifikasi, matikan rekomendasi/auto play di Youtube. Kalau perlu bahkan sembunyiin wifi routermu di gudang, digembok, dan kuncinya kasih ke orang lain buat disembunyikan. Ini bisa efektif buat kita gak pakai internet seharian.
Sebaliknya, untuk aktivitas-aktivitas yang baik, hilangkan batu penghalangnya, permudah diri kita untuk melakukannya. Ini ngingetin aku sama salah satu tips dari Atomic Habit yang aku dapat dari dengerin audio book-nya, semudah naruh buku kondisi kebuka, buat kamu yang ingin punya kebiasaan baca buku. Atau naruh baju dan sepatu olahraga di dekat tempat tidur.
3. Lakukan Prioritas Kita di Pagi Hari
Kalau kita memulai hari kita dengan baik, maka ini cara paling mudah agar melanjutkan harimu dengan baik.
Buat rutin pagi hari yang baik. Jangan mulai hari dengan cek hp!!! *I'm talking about you Bell!
Kuncinya adalah melakukan sesuatu yang membantu kita untuk fokus dan konsentrasi ketimbang hal-hal yang bikin kita overstimulated. Bisa dengan menuliskan dua atau tiga hal penting yang mau kita lakukan pada hari itu. Bisa juga melakukan shalat, meditasi, peregangan, atau mendengarkan tilawah. *dibukunya aslinya bukan itu sih hehe, yang penasaran aslinya bisa cek hal 45 pdfnya. Bisa juga dengan menuliskan tiga hal yang kita syukuri, atau afirmasi baik. Kita yang harus bisa tahu sendiri, apa hal-hal yang bisa membantu mengayakan dan merawat kesehatan mental dan fisik kita.
***
The Feasting Schedule
Heading yang ini pengen aku jadiin indonesia, tapi bingung juga. Intinya di buku ini, disarankan kita juga punya jadwal saat-saat kita boleh "berbuka" dari detoks dopamine. Bentuknya bisa jadwal cek hp, misal tiap 5-30 menit setelah jam makan. Atau misal main game, 1 jam setelah kerja. Atau makan fast food satu kali tiap pekan. Intinya biar ada batasan gitu. Beda kan, sama kalau gak dijadwal, malah bisa keterusan dan cenderung rawan jadi adiksi. Lebih baik dijadwal, dan fokus menikmati di batasan waktu itu.
***
Sekian. Doakan aku segera nulis resume selanjutnya dari buku ini. Soalnya, kalau gak ditulis ulang, takutnya pesannya cuma lewat aja, tapi gak tertanam. Kalau gak tertanam, bagaimana ia nanti bisa jadi kecambah, lalu tumbuh menjadi pohon yang berbuah manis?
Untuk siapapun yang butuh dopamine detox, mari pelan-pelan praktikkan. Jangan mau jadi budak dopamin. Let's master our dopamine!
Semoga Allah memudahkan. Aamiin.
Wallahua'lam.



No comments:
Post a Comment
ditunggu komentarnya