SelfD #24: My Top 3 Favorites Places to Go?
Bismillah.
#SelfDiscovery
Saat membaca pertanyaan ini di list sisa-sisa challenge nulis self discovery (7 more to go including this one), yang pertama muncul di kepalaku adalah Bandung dan Purwokerto. Beberapa waktu belakangan ini aku merindukan kota itu hehe. Dan aku juga menyukai tempatku tinggal saat ini, Purwokerto. Tapi karena harus menyebutkan tiga, dan aku tidak punya jawaban kota ketiga.. akhirnya aku jadi harus putar otak untuk memikirkan jawaban lain.
Tadinya, aku ingin menyebutkan nama-nama tempat spesifik yang belakangan ini jadi tempatku healing hehe. Tapi sepertinya lebih baik menyebutkan secara umum aja ya hehe.
1. Taman/Nature Spot
Tempat favorit pertama adalah taman/nature spot. Taman yang sejuk, ada pohon rindang, bisa buat jalan kaki dan olahraga, bisa buat baca buku, bisa buat sante sambil main ayunan. Bagus lagi kalau ada tempat buat jajan juga hehe.
Kenanganku akan taman sebagai tempat healing awalnya dari Bandung. Inget banget pas mulai sering jalan kaki random ke taman-taman di Bandung. Ada yang udah bagus dan terawat, ada yang.. ya seadanya. Tapi taman selalu jadi tempat aman untuk me-time, gak terlalu sepi, karena seringkali ada anak-anak kecil dan orangtuanya.
Kalau mau upgrade lagi, sebenarnya, kalau bisa pergi lebih jauh daripada ke taman, aku sangat suka berkunjung ke nature spot, maaf kalau jadi campur bahasa inggris ya, soalnya aku gak tahu istilah yang pas dalam bahasa indonesia. Intinya pergi ke alam itu jadi nomer 1 favorit. Entah hiking di hutan, berkunjung ke curug, ke pantai, melihat sawah/kebun, sungai, pokoknya alam.
It hurt me so much reading bad news.. how kalimantan's forest is in fire TT. It reminds me so much about an ayah,
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,
supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka,
agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [Surat Ar-Rum (30) ayat 41]
Pray for Indonesia, pray for the nature, pray so we don't belong to people who make fasad on the earth and the sea. Ya Allah let us become someone who come back to the right path, if we slipped and fall into doing wrong things...
2. Perpustakaan
Tempat favorit kedua setelah taman/nature spot adalah perpustakaan. Tempat dimana aku bisa cuci mata dengan banyak buku, meski untuk baca, butuh fokus dan usaha lebih. It's a quiet place where I could read, write, and process my thought. Memoriku akan perpustakaan adalah masa-masa sekolah. Perpustakaan SMP 2, kecil tapi penuh buku-buku yang menjadikan aku seperti sekarang. Kebiasaan ke perpus ini, yang membuatku masih bertahan membaca, meski kemampuan fokusku sudah jauh berkurang, semangat bacaku juga naik turun, persentase kemungkinan aku selesai baca sebuah buku juga makin menurun. Aku juga kangen perpus-perpus di Bandung. Such a cozy and luxury library there, compare to what exist in here. Tapi perpustakaan meski kecil, dan mungkin tidak punya arsitektur yang wah, tetap saja jadi tempat favoritku. Tempatku untuk tumbuh dan belajar ulang akan hal-hal yang mungkin aku lupakan di luar perpustakaan.
Buku, selalu jadi teman terbaik. Saat semua orang rasanya tidak ada yang mengerti. Ada saja buku yang saat membacanya membuatku merasa dimengerti. Buku mengajarkan banyak hal tanpa menggurui. Huruf dan kalimat di dalamnya tak bernada, membuatku lebih nyaman membaca, meski seringkali sadar bahwa ia "menyerang"ku dan memintaku lebih dari sekedar membaca. Buku setia menanti, meski aku seringkali lebih suka menghabiskan waktu dengan distraksi. Lewat buku, perspektifku terbuka lebar. Aku bisa "mengobrol" dan mengetahui buah pikiran dari banyak penulis. Buku juga jadi pengisi tekoku, agar aku tidak menulis kata-kata kosong dan lebih banyak sambat atau curhat nirfaidah hehe. Tapi gapapa juga kok nulis aliran rasa tanpa perlu memusingkan manfaat, karena kadang, tujuan kita menulis adalah untuk diri kita. Penting, terutama untuk perempuan "pendiam", mengalirkan tiap rasa dan pikiran yang terbendung karena lisan kita terbiasa untuk menahan semuanya kecuali pada orang dan momen tertentu.
3. Masjid
Jujur menulis yang ketiga ini, rasanya rindu. Rindu sekali. I wish I could find somewhere, and be like grandma or mother who frequently visit masjid at least 3 times a day. Aku rindu masa-masa di Bandung, apalagi saat dapat nikmat 2 tahun tinggal dekat masjid Salman. Duduk dan berdiam lama di masjid adalah momen-momen berharga. Bahkan jika bukan waktu shalat, dan gak lagi kajian, waktu-waktu di masjid terasa jauh lebih berkah. Kadang bahkan observasi dan memerhatikan sekitar saja bisa jadi bentuk pengingat dan charge iman. I love being in crowded mosque and being alone at the same time. Apalagi kalau masjidnya hidup, masjid yang tidak hanya hidup saat waktu shalat. I miss Masjid Salman so much, each of the koridor, menaiki tangga dan duduk balkon kayu atas akhwat, meski cuma di luar pintu. SRC. Selasar teh. Lapangan rumputnya. Asrama Putri. Rooftop.
Di Purwokerto alhamdulillah banyak masjid yang enak juga buat berdiam diri. Meski hanya sesekali dan tidak bisa sesering dulu. Masjid selalu jadi tempat aman dan nyaman kalau lagi ingin sendiri dan mencerna perasaan yang campur aduk. Dan Allah seringkali mempertemukanku dengan orang-orang baik di masjid. Meski bahkan cuma satu pertemuan singkat, tapi cukup untuk mengajarkanku beberapa pelajaran penting.
***
That's all my 3 favorites places to go. What about you?
***
Keterangan :
Tulisan ini termasuk rangkaian 30 tulisan mengenal diri.
Baca juga:
SelfD #2 : I am grateful for...
SelfD #3 : What would I tell my future self?
SelfD #4 : If I could do anything, what would it be?
SelfD #5 : What are 7 Things that Made Me Happy?
SelfD #8: What is my favorite ayat nowadays?
SelfD #9 : What are my strength?
SelfD #10 : What are my weakness?
SelfD #12 : What I Want To Be In The Next 5 Year?
SelfD #13: What do I need more in my life?


.jpg)









