Tahukah Manusia Bisa Mencintai Tanpa Bertemu atau Melihat Yang Cintainya?
Bismillah.
Sudah lama aku tidak membaca buku ini, buku tentang Quran yang ada di rak buku putih yang cuma kutemui sepekan sekali. Aku terlalu terbiasa membaca buku-buku digital, sehingga aku seringkali lupa nikmatnya membaca buku fisik. The beauty of turning the page, and the easyness to read from paper instead of screen. Semoga Allah menjaga mataku agar bisa lebih banyak membaca buku, dan melihat indahnya alam. Aamiin.
***
Aku membaca 2,5 lembar*. Cuma 2,5 lembar, tapi dari yang sedikit itu, hatiku tergerak untuk membagikannya ke sini.
Saihul Basyir menuliskan tentang pengelompokkan surat. Tentang hadits Rasulullah bersabda bahwa di dalam Al Quran ada surat-surat pengganti Taurat, Zabur dan Injil. Lalu sang penulis menuliskan tentang Al-Quran berdasarkan waktu dan kondisi diturunkan, baik itu di bumi, langit, atau di antara keduanya, saat safar, pada siang atau malam hari, juga pada musim dingin atau musim panas.
Lalu beliau menuliskan salah satu hikmah mengapa Al Quran turun di berbagai waktu, tempat dan situasi.
Lalu ia bicara tentang cinta. Dan bahwa Manusia, bisa mencinta tanpa bertemu atau melihat yang dicintainya. Mengapa? Karena kita melihat bukti nyata bahwa meski mata tak pernah melihat, cinta-Nya sampai pada kita dan bisa kita rasakan sampai saat ini. Pun cinta Rasulullah pada kita. How can we not love Allah and His Messenger? Kalau pun kita belum cinta, itu hanya karena kita masih buta dan belum mengenalNya dan rasul-Nya.
***
Aku juga suka bagaimana penulis mengakhiri sub-judul tersebut,
Itulah cara Allah subhanahu wata'ala menuntut hamba-hamba-Nya yang mendapat hidayah. Manusia dapat mencintai sesuatu yang tidak pernah mereka temui dan lihat, dengan sebenar cinta. Karena mereka merasakan bagaimana Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya mencintai mereka dengan sebenar-benar cinta lewat Al-Qur'an yang diturunkan dan hadits yang disebarkannya.
Maka balaslah cinta Allah subhanahu wata'ala dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pada kita dengan sebenar-benar cinta. Buktikan lewat Al-Qur'an sebagai kunci utamanya dan hadis sebagai pena penjelasnya. Agar bukti cinta kita pada mereka menjadi nyata. Tidak sekedar cinta buta yang diaku, padahal hanya pepesan kosong belaka. Juga bukan sekedar cinta membara yang disolek, padahal ia hanya ungkapan ringan yang dasarnya pun terlihat karena teramat cetek.
#daribuku Kun Bil Qur'ani Najman - Saihul Basyir, PT Elex Media Komputindo
Semoga cinta kita pada Allah dan Rasul-Nya tidak sekedar cinta buta yang diaku, atau cinta membara yang dioslek. Mari belajar mencintai Allah dan Rasul-Nya lewat aksi-aksi kecil yang nyata.
Karena seperti kata beberapa penulis (Salim A. Fillah, Anis Matta, dll), cinta itu bukan kata benda. Cinta adalah kata kerja. Jadi saat kita bicara tentang cinta. Cinta tersebut memanggil kita untuk melakukan kerja-kerja dan usaha-usaha. Jadi cinta bukan sekedar sesuatu yang manis diucap lidah dan ditulis tangan penyair. Cinta, lebih dari sekedar itu.
Wallahua'lam bishowab.
***
Keterangan:
*lembar ya.. bukan halaman. Dalam bahasa indonesia, ini jelas pembeda, kalau kita baca buku digital, fokus kita ke jumlah halaman. Tapi gatau kalau dalam bahasa inggris. It's not natural to say I have read some sheet >.< it sounds awful, but google translate say that lembar means sheet. I think english people speaker just use pages whether they speak about physical book or digital book.


