Aku, Bell's Palsy dan Masker (2)
Isabella Kirei
April 22, 2015
0 Comments
Bismillah..
Sebelumnya maaf, karena beberapa postingan yang aku bilang bersambung banyak yang belum dilanjutin hhe.
***
Aku lupa tepatnya tanggal berapa saat aku melepas "masker Bell's Palsy". Seingatku, aku menunggu obat dari dokter di Borromeus habis. Selain itu aku juga melaksanakan terapi, meski sering bolos. Disarankan untuk dua kali per pekan, namun karena jadwal terapi sering bentrok dengan agenda lain (kelas, ngerjain tugas, dll), paling banyak satu kali terapi sepekan.
Saat Idul adha, pernah ditanya oleh Ayah tentang itu, dan beliau mendoakan yang redaksinya mirip ini, "Allah knows best. Allah is the one who cure". Ayah percaya, karena keterbatasan dan halanganku dalam melaksanakan terapi adalah takdirnya, in syaa Allah tidak akan memperlambat proses penyembuhan Bell's Palsyku.
Sedikit cerita tentang Fisioterapi [1]
Terapi fisik yang tepat dapat meminimalkan efek samping penggunaan obat telan. Pasien bisa mendapatkannya di rumah sakit yang memiliki klinik fisioterapi, tentu dengan rujukan dokter yang mengetahui kondisi kesehatan pasien.
Sebelumnya maaf, karena beberapa postingan yang aku bilang bersambung banyak yang belum dilanjutin hhe.
| http://travelingvanillabean.com/uploads/3/1/8/2/3182262/2950803.jpg?449 |
***
Aku lupa tepatnya tanggal berapa saat aku melepas "masker Bell's Palsy". Seingatku, aku menunggu obat dari dokter di Borromeus habis. Selain itu aku juga melaksanakan terapi, meski sering bolos. Disarankan untuk dua kali per pekan, namun karena jadwal terapi sering bentrok dengan agenda lain (kelas, ngerjain tugas, dll), paling banyak satu kali terapi sepekan.
Saat Idul adha, pernah ditanya oleh Ayah tentang itu, dan beliau mendoakan yang redaksinya mirip ini, "Allah knows best. Allah is the one who cure". Ayah percaya, karena keterbatasan dan halanganku dalam melaksanakan terapi adalah takdirnya, in syaa Allah tidak akan memperlambat proses penyembuhan Bell's Palsyku.
Sedikit cerita tentang Fisioterapi [1]
Terapi fisik yang tepat dapat meminimalkan efek samping penggunaan obat telan. Pasien bisa mendapatkannya di rumah sakit yang memiliki klinik fisioterapi, tentu dengan rujukan dokter yang mengetahui kondisi kesehatan pasien.

