Follow Me

Thursday, April 23, 2026

Buku Kesehatan Jiwa Abu Zaid al-Balkhi

Bismillah.


sumber foto: https://www.instagram.com/p/CpmMUWISXQc/

 

Aliran rasa membaca 37 halaman pertama buku Kesehatan Jiwa (Risalah Psikoterapi Islam Klasik) - Abu Zaid al-Balkhi (Dokter dan Ulama Abad ke-9 M), PT Qaf Media Kreativa 

 

*** 

 

Aku lupa persisnya dari mana, tapi kalau gak salah ingat dari akun instagram seorang penulis aku tahu ada buku Kesehatan Jiwa ini. Maka saat menemukan buku ini di Perpustakaan AABS, aku langsung dibuat tersenyum dan excited. Saat itu aku baru selesai menghadiri acara Uwad di AABS, aku katakan pada suami, ingin melihat perpustakaan di sana. Pertama, aku menemukannya di Perpustakaan SMP AABS Putri. Saat itu aku hanya memegangnya, berusaha konsentrasi membacanya, tapi tidak bisa. Tidak bisa karena saat itu, ada terlalu banyak orang, dan karena setelah acara Uwad, ada beberapa anak, juga para ustadzah di sana yang mengobrol sembari menunggu waktu Dzuhur.

 

Lalu waktu berlalu, dan aku berkesempatan berkunjung lagi ke Perpustakaan AABS, kali ini Perpustakaan SMA AABS Putri. 19 Desember 2025. Aku sempatkan membaca walau cuma 29 halaman.

 

Beberapa kutipan atau kalimat yang kucatatan di sesi baca pertama antara lain:

   

 
Juga ini,
 
"Cara yang benar adalah memperlakukan tubuh sebagaimana memperlakukan jiwa. Ini penting."

Manfaatnya itu makin jelas karena adanya hubungan yang tak terpisahkan antara tubuh dan jiwa. Keberadaan manusia mustahil tanpa perpaduan antara keduanya. Sikap dan tindakan manusia juga ditentukan oleh hubungan antara keduanya. Keduanya terlibat dalam berbagai aktivitas dan pengalaman seseorang, baik suka maupun duka, juga dalam penderitaan yang terjadi tiba-tiba.

Maka, ketika tubuh mengalami sakit dan diserang gejala yang berbahaya, keadaan jiwa pun terpengaruh. Sebaliknya, "penyakit jiwa akan menyebabkan penyakit jasmani." (j. 272-273) 
 
***
 
 
Sesi baca kedua dari buku ini 16 April yang lalu. Kalau sebelumnya aku bisa baca 29 halaman, kali ini aku cuma baca 7 halaman. Jujur malu mengakuinya, tapi kenyataan bahwa kemampuanku untuk duduk lama dan membaca sangat menurun dan butuh perbaikan. I really need community for this, I miss circle that keep me reading in silence for at least 30 minutes. I really should join one or make one.
 
Kalau 29 halaman sebelumnya itu lebih ke pembukaan dan pengenalan tentang sosok Abu Zaid al-Balkhi, 7 halaman berikutnya yang aku baca ini, sedikit banyak sudah mulai membahas tentang Kesehatan Jiwa meski masih ditulis dari orang ketiga.
 
Langsung aja ya, ke kutipan yang aku catat.
 
"Mungkin ia (Abu Zaid al-Balkhi) adalah dokter pertama yang membedakan dengan jelas antara gangguan mental dan gangguan psikologis; antara psikosis dan neurosis. Ia juga yang pertama mengklasifikasi gangguan emosi dengan cara yang sangat modern dan mengategorikannya dalam satu klasifikasi umum.

Model nosologinya mengklasifikasikan neurosis ke empat jenis: takut dan panik (al-khauf wa al-faza‘); kemarahan dan dendam (al-ghadhab); kesedihan dan depresi (al-huzn wa al-jaza‘); dan obsesif-kompulsif (al-waswasah).

Selanjutnya, ia menuliskan dengan sangat rinci konsep tetapi kognitif rasional dan spiritual yang dipergunakan untuk mengobati setiap gangguan yang telah ia klasifikasikan sebelumnya." 

....
 
 
Di semua bagian bukunya, al-Balkhi kerap memperbandingkan gangguan fisik dengan gangguan psikis. Ia gambarkan dengan indah bagaimana keduanya saling berinteraksi lalu memicu gangguan psikomatik. 
...
 
 
...ia menyoroti pentingnya memperhatikan perbedaan individu ketika menangani gangguan emosi dan psikosomatik yang mereka alami.
 
***
 
Kutipan terakhir, ini masih ditulis dari sudut pandang orang ketiga. Oh ya, buat yang bingung kok bisa dari sudut pandang orang ketiga, jadi buku ini tuh ada beberapa bagian. Jadi bukan terjemahan dari apa yang ditulis Abu Zaid al-Balkhi. Bagian depan yang kubaca ini semacam ringkasan atau ulasan dari penerjemah bahasa inggris kalau gak salah, yang penasaran mungkin bisa cari daftar isi dari buku ini.
 
Terakhir, masih dari kutipan buku ini. Sebuah apresiasi pembeda buku karya Abu Zaid al-Balkhi dengan buku lain,
 
...bukunya itu unik karena memasukan kesehatan tubuh dan jiwa dalam satu jilid sehingga menjadi satu kontribusi penting yang belum pernah dikenal sebelumnya. 
 
yang sejujurnya sangat disayangkan, karena buku yang aku pegang tersebut, cuma fokus menerjemahkan bagian kesehatan jiwa-nya saja. Mungkin alasannya karena biar fokus kali ya. Tapi kan jadi ironis, padahal disebutkan itu yang menjadi keunikan, tapi malah cuma nerjemahin cuma bagian kesehatan jiwa-nya saja. Hehe, Ironis gak sih?
 
Tapi aku paham kok, mungkin untuk mempermudah pembaca seperti aku. Slow reader, yang minatnya memang lebih ke topik kesehatan jiwa.
 
Sekian aliran rasanya. Doakan semoga di kesempatan berikutnya, aku bisa membaca lebih banyak halaman dari buku tersebut dan bisa mengambil ilmu darinya. Jujur kalau ke perpus tuh, lebih banyak cuci mata dan kepingin baca banyak buku, ambil beberapa buku sekaligus, tapi praktik bacanya tetap saja kurang hehe. But it's okay lah, minimal masih berusaha untuk baca. Step by step. Jangan menyerah pada diri yang slow reader.
 
Untuk yang baca sampai akhir, adakah yang sudah baca buku ini? Atau adakah buku serupa yang kau ingat saat membaca tulisanku? Atau barangkali ada buku lain yang sedang kau baca dan ingin kau bagikan aliran rasa setelah membacanya? Kalau ada boleh banget bagikan di komentar ya~ either the link, or just some sentence. I'll be glad to read it.
 
Bye!
 
Wallahua'lam bishowab. 
 
 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya