Follow Me

Friday, April 10, 2026

My Two "New" Literacy Club

Bismillah.

 

Tahun lalu, qadarullah "bertemu" dan masuk ke dua grup yang berbeda. Bukan komunitas sih, tapi semacam itu, karena toh isinya orang-orang yang memiliki kesamaan. Oh ya, meski kontras, sebenarnya dua grup itu mirip, kenapa? Karena sama-sama bergerak di literasi.

 

Nama grupnya: Teman Nulis Club dan Baca Bareng Club

 

Aku baru nyadar pas mau nulis nama grupnya, ternyata pakai istilah club ya, bukan komunitas hehe. Aku gabung di keduanya, untuk Teman Nulis Club tahu dari instagram kayanya, dia ada kegiatan gitu, aku daftar tapi udah full, trus dapat link grup wa-nya trus gabung deh. Untuk Baca Bareng Club, kayanya aku dapet informasi acara baca bareng gitu di WhatsApp, trus ada link gabung grup. Oh ya, aku di kedua grup itu cuma jadi member yang seringnya jadi silent reader. Anggota pasif.

 

*** 

  


Teman Nulis Club, isinya orang-orang yang butuh teman nulis, bisa share tulisan di sana, berbagi link blog, bahkan bisa minta tulisan/draft kita direview. Tapi namanya menulis gak bisa lepas dari membaca ya, jadi kadang ada diskusi tentang buku juga. Kalau gak salah, beberapa admin dan anggotanya anak-anak jurusan fisip, wilayah yang jarang-jarang aku ke sana. It's like entering a new place with different energy for me. Waktu awal-awal gabung, ada beberapa diskusi tentang topik yang hampir gak pernah aku diskusiin sama orang lain. Tentang isme-isme lah.

 

Di dalam club ini, seperti namanya isinya orang-orang yang suka nulis. Isinya beragam ada yang udah pro, ada yang masih newbie. Ada yang nulisnya fiksi, nulis novel. Ada juga yang nulis non fiksi, ada e-book tentang bully kalau gak salah yang di share salah satu anggota di sana. Oh ya, di sana, selain penulis di Medium, banyak yang nulis di Substack.

 

Oh ya, Teman Nulis Club nerbitin zine yang isinya tulisan-tulisan membernya. Zine-nya tulisannya full english sih. Ada kegiatan offline-nya juga base-nya di Jakarta. Kadang ngadain di online juga, buat yang di luar jakarta. Kalau gak salah, konsepnya dalam rentang waktu tertentu masing-masing yang hadir menulis masing-masing. Mirip-mirip sama konsep baca buku barengnya the.ladybook. 

 

Kalau ada yang penasaran boleh cek langsung ke instagramnya dan tanya-tanya ke sana ya @temannulisclub.

 

***

 


Baca Bareng Club konsepnya ngajak baca bareng satu buku. Beda sama konsep komunitas baca the.ladybook, yang dalam rentang waktu tertentu masing-masing baca buku yang berbeda. Jadi ada buku yang dibaca dan "dibedah". Trus ada reader dan explainer-nya hehe. Forgive me for the wrong choice of term. Waktu aku gabung buku yang dibahas itu The Art of Reading. Oh ya, sesi pertemuan mereka biasanya disebut dengan Daras. Sistemnya ada yang baca satu halaman buku, sekaligus nerjemahin, karena buku dalam bahasa inggris. Lalu, setelah readernya selesai baca sekitar 1 halaman, pembedah bukunya menjelaskan ulang apa yang tadi kita baca. Jadi Baca Bareng Club ini lumayan slow pace. 

 

Aku jujur baru pernah ikut satu kali, itupun gak full gitu, terlambat kalau gak salah. Tapi lumayan enjoy sih. Dulu Sabtu/Ahad pagi gitu. Trus jadwalnya berubah, dan aku memang sudah tidak mengalokasikan waktu untuk hadir juga. Sebenarnya sih ada rekaman acara yang di unggah di YouTube-nya. Jadi kalau niat, harusnya tetap bisa disimak darasnya. Boleh langsung ke channel YouTube Dari Rumah Lahir Karya buat yang penasaran sama darasnya. Tapi kalau untuk gabung aku juga bingung gimana caranya. Soalnya aku juga baru tahu DLRK itu ternyata ada ig-nya tapi terakhir update 2025. Trus foto yang aku sisipkan di sini, itu dari icon grup WhatsAppnya. Itu gatau ajakan DM atau Komen itu di IG-nya siapa, kemungkinan sih salah satu panitia/pengurusnya sih. Anyway, bisa coba aja DM ke IG DLRK, siapa tahu adminnya masih pegang ig-nya meski gak diupdate. Atau coba aja komen di youtubenya.

 

***

 

Cuma mau cerita itu aja sih. Ya, ini dua klub literasi "baru"-ku. Meski masih cuma bisa jadi anggota pasif. Gabung di keduanya menurutku masih bermanfaat, karena aku perlu pengingat dari keduanya, baik pengingat untuk nulis maupun pengingat untuk membaca.

 

Semoga nanti, kalau energi sosialku sudah membaik, aku bisa lebih aktif di dua klub itu. Mungkin submit karya tulisan untuk minta di review di Teman Nulis Club. Juga hadir di sesi daras Baca Bareng Club, sebelum buku yang sedang dibahas itu selesai dibaca bersama.

 

Sekian. Kututup dengan pengingat untuk diri. Bahwa jika ingin berjalan lebih jauh, kamu harus berjalan bersama, bukan sendirian.  

 

Wallahua'lam. 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya