Follow Me

Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts

Monday, April 13, 2026

Beberapa Contoh Kesungguhan Ulama Memanfaatkan Waktu

April 13, 2026 0 Comments

Bismillah.

#nukilbuku #buku 

 

#daribuku "Adab dan Kiat dalam Menggapai Ilmu" - Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan, Darus Sunnah 

 

***

 

  1. Beberapa detik seorang perawi hadits

 

As-San'ani menyebutkan, "Apabila seorang perawi hadits berkata,

'Waki' telah memberitahukan kepada kami,'

Kemudian orang-orang yang mendengarnya mulai menuliskan kalimat tersebut, maka perawi tidak menyia-nyiakan waktunya, ia lantas berdzikir pada saat itu, beristighfar, bertasbih kepada Allah Ta'ala, hingga ia meneruskan perkataan berikutnya.

 

  1. Abdullah bin Imam Ahmad dan kitab

 

Demi Allah! Aku tidak pernah melihatnya (Abdullah), kecuali dalam keadaan tersenyum, membaca kitab, atau sedang menelaah satu kitab.

 

  1. Perkataan Ulama tentang Waktu

 

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, "Wahai anak Adam! Sungguh engkau hanyalah hari-hari yang engkau lalui. Setiap kali satu hari berlalu darimu, maka hilanglah sebagian dirimu." [Hilyah Al-Awliya`, karya Al-Ashfahani 2/148]

 

Al-Khalil bin Ahmad berkata, "Waktu itu ada tiga bagian; [1] waktu yang telah berlalu darimu, di mana dia takkan kembali, [2] waktu yang sedang kau jalani, maka lihatlah bagaimana ia akan berlalu darimu, [3] dan waktu yang engkau tunggu-tunggu, yang bisa jadi engkau tidak akan mendapatkannya." [Thabaqat Al-Hanabilah 1/288]

 

  1. Satu jam Abdul Wahhab bin Abdul Wahhab bin Al-Amin

 

Adz-Dzahabi Rahimahullah berkata, "Abdul Wahhab sangat menjaga waktunya, tidak satu jam pun dari waktunya berlalu kecuali ia gunakan untuk membaca, berdzikir, shalat tahajjud dan menghafal Al-Qur'an." [Ma'rifah Al-Qurra` Al-Kibar 2/460]

 

***

 

"Karena itu, kita harus meninggalkan perbuatan menunda-nunda ini sejauh-jauhnya. Kita harus bersungguh-sungguh, jangan sampai salah seorang di antara kita berputus asa untuk mengamalkan kebaikan dengan berbagai bentuknya."

 

Wallahua'lam. 

 

***

 

Baca juga:

Kenapa Harus Menuntut Ilmu? 

Faktor-Faktor Penghalang dalam Menuntut Ilmu 

 

 

Monday, October 6, 2025

Faktor-Faktor Penghalang dalam Menuntut Ilmu

October 06, 2025 0 Comments

Bismillah.

#nukilbuku #buku 

 

#daribuku "Adab dan Kiat dalam Menggapai Ilmu" - Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan, Darus Sunnah 

 

***


1. Niat yang salah

 

 

Niat adalah dasar dan rukun sebuah amal. Jika niatnya salah dan rusak, maka amal yang dikerjakan ikut salah dan rusak.

 

Penting untuk meluruskan niat hanya untuk mencari ridha Allah dalam menuntut ilmu.

 

Manusiawi jika dalam hati ada lintasan pikiran ingin tampil dan terkenal. Kuncinya, kembali pada ilmu, baca nash dan sirah, renungi dengan baik, luruskan niat dan berusaha kembali ke jalan yang benar.

 

"tidaklah perenungannya itu kecuali akan menambah rasa rindu kepada kebenaran dan kebaikan"

 

 

2. Ingin Terkenal dan Cari Popularitas

  

Termasuk bahasan no. 1, ditulis untuk menunjukkan pentingnya permasalahan ini.

 

"Sesuatu yang paling terakhir hilang dari orang-orang shalih adalah, keinginan untuk berkuasa dan keinginan untuk tampil" - Imam Asy-Syathibi

 

Hadits 3 orang pertama yang dihisab di kiamat, salah satunya penuntut ilmu dan pembaca quran yang niatnya salah.

 

Ibnu Atsir rahimahullah mengatakan, "..hal yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah; syirik dan syahwat yang tersembunyi."

 

"syahwat yang tersembunyi adalah keinginan agar manusia melihat amalnya."

 

Hadits. Rasulullah bersabda "Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan amalnya)", maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan barangsiapa beramal karena riya', maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan manusia pada hari Kiamat)."

 

 


3. Lalai Menghadiri Majelis Ilmu

 

 

"ilmu itu didatangi, bukan mendatangi". Majelis ilmu ada banyak, jika kita tidak mendatanginya, maka kita akan gigit jari penuh penyesalan di hari akhir nanti TT

 

Seandainya kebaikan yang ada dalam majelis ilmu tersebut hanya berupa ketenangan bagi yang menghadirinya, dan rahmat Allah ta'ala yang meliputi mereka, tentulah cukup dua hal itu saja sebagai pendorong untuk menghadirinya.

 

 

4. Beralasan dengan Banyaknya Kesibukan

 

 

Ini merupakan tipu daya setan yang harus diwaspadai.

 

"Orang yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu, maka kesibukannya membuat ia tidak dapat menghadiri majelis ilmu. Ia menjadikannya sebagai alasan yang sengaja dibuat-buat, sehingga ketidakhadirannya di majelis ilmu memiliki alasan yang jelas." -- Allahumma la taj'alna minhum TT

  

 


5. Menyia-nyiakan Kesempatan Belajar di Waktu Kecil

 

 

Manfaatkan waktu muda untuk menuntut ilmu, sebelum disibukkan oleh banyak hal. Tapi jangan berputus asa juga jika sudah tua, karena hakikatnya seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu, dan menuntut ilmu adalah ibadah.

 


6. Enggan Mencari Ilmu

  

Diantara penyebabnya adalah alasan untuk berkonsentrasi mengikuti informasi terkini dan peristiwa yang sedang terjadi.

 

Padahal masalah yang terjadi, cuma bisa diselesaikan kalau kita menuntut ilmu dan merujuk pada ulama, syariah dan al quran.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah contoh nyata, yang sangat melek terhadap keadaan dan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, namun tetap menyempatkan diri belajar dan mengumpulkan ilmu. Dengan ilmu tersebut, beliau dapat mengatasi berbagai permasalahan masyarakat, dengan mendapatkan solusi dari Al-Quran, As-Sunnah dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

 

"Allah Ta'ala tidak menurunkan suatu musibah atau penyakit, kecuali ada solusi dan obatnya. Tidaklah musibah itu terjadi kecuali ada jalan keluarnya dalam Al Quran dan As-Sunnah"

 

 


7. Menilai Baik Diri Sendiri

 

 

Orang yang senang memuji dirinya, senang mendengar orang lain memujinya.

 

Jangan sampai seseorang senang dipuji atas apa yang tidak ada pada dirinya. (QS Ali Imran: 188)

 

Merasa diri baik itu pada umumnya merupakan perbuatan tercela, kecuali pada perkara saja yang sesuai aturan-aturan syariat.

 

Merasa diri baik dan suka dipuji oleh orang adalah salah satu pintu setan. 

 

 


8. Tidak Mengamalkan Ilmu

 

 

Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu sebab tidak berkahnya ilmu. Bahkan merupakan salah satu sebab ditegakkannya hujjah atas pemiliknya.

 

Salafus shalih adalah orang yang paling bersemangat dalam mengamalkan ilmu.

 

Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata, "Dahulu seseorang dari kami, jika ia mempelajari sepuluh ayat, maka ia tidak akan melampauinya hingga dia betul-betul mengetahui maknanya dan mengamalkannya." (Tafsir Ibnu Katsir, 1/2)

 

Ali Radhiyallahu 'Anhu berkata, "Ilmu akan mengajak pemiliknya untuk beramal, jika dia mau beramal maka tetaplah ilmunya, jika tidak maka hilanglah ilmunya." (Ibnu Abdil Barr dalam Al Jami' 2/11, Waki' dalam Al Jami', 2/132)

 

Mengamalkan ilmu akan membantu dalam penjagaan terhadap ilmu itu sendiri.

 

Seandainya seseorang ingin menghafalnya, tentu bisa saja, namun suatu waktu kelak dia akan lupa. Seandainya dia mengamalkannya, maka dzikir tersebut akan tetap kokoh pada dirinya.

 

Ilmu yang telah Allah ta'ala berikan kepada kita ini perlu dikeluarkan zakatnya. Adapun zakat ilmu adalah dengan mengamalkannya dan mengajarkannya.

 

Ketahuilah bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu: pertama, mencari ilmu. Kedua, beramal. Ketiga, berdakwah. Keempat; bersabar dalam menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya, serta mendakwahkannya. (Al Ushul Ats Tsalatsah, karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.) 

 

9. Putus Asa dan Rendah Diri

  

Jangan sekali pun Anda meremehkan satu kebaikan walau sekecil apa pun, dan jangan sekali pun merendahkan diri Anda sendiri, dan dalam waktu yang bersamaan jangan pula Anda menganggap diri Anda suci.

 

Sikap putus asa dan merasa rendah diri adalah penyebab terbesar dari kegagalan dalam menuntut ilmu.

 

Jangan merasa rendah diri jika Anda memiliki hafalan yang lemah, lemah pemahaman, lambat dalam membaca, atau cepat lupa. Semua penyakit ini akan hilang jika Anda meluruskan niat dan mencurahkan segenap usaha.

 

Jangan sekali-kali Anda meremehkan potensi yang ada pada diri Anda, dan hendaknya Anda bersungguh-sungguh dalam belajar.

 

Imam Al-Bukhari Rahimahullah, beliau pernah ditanya, "Apakah obatnya lupa?" Beliau menjawab, "Terus menerus melihat buku."

 

Meninggalkan maksiat juga merupakan penyebab terbesar yang dapat membantu seseorang dalam menguatkan hafalannya.

 

Imam Asy-Syafi'I Rahimahullah dalam syairnya yang indah berkata

 

 

 



10. Sikap Menunda-nunda

 

Sikap menunda-nunda, menurut sebagian ulama salaf termasuk tentaranya iblis yang akan menyerbu manusia.

 

"Sesungguhnya angan-angan adalah modal utama orang-orang yang bangkrut." - Ibnul Qayyim Rahimahullah

 

Sikap menunda-nunda adalah, seorang hamba berangan-angan untuk melaksanakan suatu hal setelah beberapa waktu dari umurnya berlalu. Orang ini tidak tahu bahwa ajal dapat menjemputnya setiap saat. TT

 

Janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini untuk hari esok, karena bisa jadi, esok datang namun engkau telah tiada.

 

Yusuf bin Asbath Rahimahullah mengatakan, "Muhammad bin Samurah As-Saih pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut,

 

'Wahai saudaraku, janganlah sifat menunda-nunda pekerjaan menguasi jiwamu dan tertanam di hatimu; karena hal itu dapat membuat lesu dan merusak hati. Sifat menunda-nunda itu memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba. Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu!

 

Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau sepelekan, engkau sia-siakan, engkau dapatkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan diperhitungkan, sehingga engkau akan terkejut dengannya, dan engkau akan tersadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau mungkin engkau akan menyesali apa yang telah engkau sia-siakan'."

 

Bacalah kisah-kisah tentang kesibukan sebagian besar kaum salaf, niscaya kita akan takjub terhadap cara mereka dalam memanfaatkan waktu.

 

***

 

 

PS: Tulisan ini dibuat dalam bentuk resume. Saya menyalin kata-kata yang ingin saya catat dari buku tersebut. Mengenal buku ini dari komunitas RSC (Rahmah Study Club). Tolong abaikan emoticon TT yang kadang muncul selagi saya membuat resume/menyalin kutipan dari buku.

Monday, September 15, 2025

Kenapa Harus Menuntut Ilmu?

September 15, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Prolog. In syaa Allah aku mau mencatat dan bagiin resume dari hasil baca buku Ma'aalim Fi Thariqi Thalabil Ilmi di grup ini. Oh ya, judul versi bahasa indonesianya buku ini : "Adab dan Kiat dalam Menggapai Ilmu" - Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan, Darus Sunnah.



Awal kenal buku ini adalah dari komunitas RSC (Rahmah Study Club). Singkat cerita aku daftar dan jadi member RSC 6. Ikut matrikulasi dari Sept-Nov 2024. Udah lulus matrikulasi. Sebelum sesi study group yang asli, ada sesi spesial bahas buku tersebut. Tapi sedihnya aku down imannya, dan gak bisa ngikutin perjalanan pembahasan buku itu. Tapi sempet mulai buat resume, dari kajian, dan juga bagian awal buku.

 

1 tahun berlalu, masih belum ada kemajuan. Untuk mempercepat proses pulihku, dan biar inget lagi adab dan kiat dalam menggapai ilmu, izinkan aku share di sini ya. 

 

***

 

Berikut ini resume Muqaddimah dari buku tersebut yang aku ambil dari ceramah di youtube.

 

Adab dan Cara Menggapai Ilmu: Muqaddimah

Thursday, January 9, 2025

8:03 PM

 

Resume oleh: Isabella Kirei

 

Hikmah memulai menulis kitab dengan basmallah :

 

  1. Mengikuti kitabullah Al Quran Al Karim

 

  1. Mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam dalam menulis surat

 

  1. Untuk mengharapkan keberkahan (littabarruk)

 

  1. Untuk meminta pertolongan kepada Allah (listi'anah)

 

 

Keutamaan ilmu dan kemuliaan mendapatkan ilmu dan orang-orang yang berilmu:

 

  1. Manusia akan merasa tenang/lapang hatinya saat melihat para penuntut ilmu di majelis-majelis ilmu. Dan mereka meninggalkan kenikmatan tidur dan menjauhi kasur-kasur pada waktu ketika manusia sedang nikmat berada di kasur mereka. Dan mereka juga meninggalkan kenikmatan-kenikmatan lain dan mengutamakan perkara yang menjadi keselamatan di barzakh dan akhirat.

 

Allah memuji orang-orang yang memiliki ilmu. "Sesungguhnya orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah, hanyalah orang-orang yang memiliki ilmu (ilmu agama Allah)".

 

Artinya semakin tinggi ilmunya, seharusnya semakin tinggi rasa takutnya kepada Allah. Inti dari ilmu adalah rasa takut kepada Allah. Bukan ilmu yang bermanfaat banyak hafalan, tapi ilmu yang mengantarkan kepada rasa takut kepada Allah.

 

Rasulullah adalah orang yang paling berilmu dan yang paling takut kepada Allah.
 

Takut melanggar perintah Allah, takut kepada neraka, dll.

 

  1. Ilmu merupakan sebab datangnya keridhaan Allah, datangnya kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat.

 

Allah akan menyelamatkan orang-orang yang berilmu dari fitnah. Kisah tentang Qarun di Quran contohnya.

 

Ketika fitnah sedang melanda, tidak diketahui kecuali oleh orang yang berilmu. Saat sudah selesai, baru semua orang menyadarinya.

 

  1. Ilmu adalah warisan para nabi

 

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa ada 40 keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta. Mengapa kita tidak berebut untuk mendapatkan warisan para nabi?

 

  1. Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal

 

Apabila seseorang telah meninggal, terputus semua amalnya kecuali 3 hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak yang shalih.

 

Harta bisa bermanfaat kalau dijadikan amal shalih, digunakan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Tapi kalau cuma disimpen aja, gak bermanfaat untuk akhirat

 

  1. Allah tidak meminta Nabi-Nya meminta tambahan apapun selain tambahan ilmu

 

Di surat Thaha, Allah memerintahkan Rasul untuk berdoa robbi zidni 'ilma.

 

Keutamaan ilmu: ilmu quran dan sunnah. Ilmu syar'i. dan juga ilmu yang bermanfaat buat manusia, setelah ilmu syar'i.

 

  1. Orang yang dipahamkan agama oleh Allah adalah orang yang dikehendaki kebaikan

 

Sebaliknya, jika tidak mudah paham ilmu agama. Menangislah.

 

  1. Orang yang berilmu akan Allah angkat derajatnya.

 

Derajat di sini, bisa di dunia, tapi terutama di akhirat

 

Ada hadits dan kisah-kisah para ulama yang ditulis di kitab ini, yang menunjukkan tentang keutamaan menuntut ilmu.

 

  1. Diantara perkataan Ibnu Qayyim Al Jauziyah, "Seluruh pujian yang ditujukan kepada seorang hamba yang disebutkan oleh Allah di dalam Al Quran Al Karim, itu semua merupakan hasil atau buah dari ilmu.

 

Sebaliknya, seluruh celaan yang ditujukan kepada seorang hamba di dalam Al Quran Al Karim, itu semua berasal dari kebodohan terhadap ilmu"

 

Ini menunjukkan keistimewaan dari ilmu agama yang bermanfaat.

 

 

Sumber: Ma'aalim Fi Thariqi Thalabil Ilmi (Mukkaddimah) - Ustadz Ahmad Rasyid Bazher


Wallahua'lam bishowab.