Follow Me

Showing posts with label kutipan. Show all posts
Showing posts with label kutipan. Show all posts

Sunday, September 13, 2026

Membaca Mukaddimah Ibnu Khaldun

September 13, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* panjang, gak baku, tulisan versi curhat dan cerita santai.. 

 

Prolog 

 

Jadi ceritanya, salah satu teman indonesia yang aku temui dari aplikasi bottled ngajakin untuk baca buku Mukaddimah-nya Ibnu Khaldun. Beliau dateng ke book club di Bandung yang bahas buku tersebut, biasanya baca buku versi arab dan versi inggris kalau gak salah. Nah beliau sendiri, punya buku Muqaddimah tapi versi lama gitu, aku bahkan lupa penerbitnya apa, tapi dari fotonya kaya buku jadul gitu.

 

Nah karena beliau ngajakin baca bareng-bareng, sama satu lagi temen dari bangladesh, oh ya ini kita bertiga sama-sama muslimah. Kita buat nama samaran deh, biar enak ceritainnya hehe.

 

Ukhti Bandung: Anggrek

Ukhti Bangladesh: Lily

 

Jadi karena yang ngajakin Anggrek, beliau sharing gdrive yang isinya beberapa pdf buku Muqaddimah versi indonesia, inggris, dan ada juga buku-buku terkait Ibnu Khaldun. Nah Lily udah beli bukunya yang versi terjemah inggris, tapi Lily tuh miss gitu. Sempet gak baca penjelasan Anggrek yang cerita kalau versi bahasa inggris itu diterjemahin sama orang yahudi.

 

Nah, aku.. karena gak terlalu familiar sama buku Mukaddimah atau Ibnu Khaldun, iseng baca biografi Ibnu Khaldun yang buat anak-anak gitu. Dari buku kecil itu, aku lumayan belajar fakta-fakta baru. *ketahuan banget ya aku dari dulu sekolah negri dan gak paham sama nama besar Ibnu Khaldun, yang kalau di buku biografi tersebut dikasih julukan sebagai Bapak Sosiologi Islam.

 

Kutipan dari Sesi Baca Awal

 

25 Agustus aku baca halaman 9-16 dan mencatat beberapa kutipan ini,

 

"Secara hakikat, sejarah mengandung pemikiran, penelitian, dan alasan-alasan detil tentang perwujudan masyarakat dan dasar-dasarnya, sekaligus ilmu yang mendalam tentang karakter berbagai peristiwa. Karena itu, sejarah adalah ilmu yang orisinil tentang hikmah dan layak untuk dihitung sebagai bagian dari ilmu-ilmu yang mengandung kebijaksanaan atau filsafat."

...

"Kebodohan telah menjadi wabah sekaligus bencana kemanusiaan." 

... 

"Sesungguhnya bekal setiap ahli ilmu sedikit. Kemauan untuk mengakui kekurangan dan kritikan adalah keselamatan. Sedang kebaikan dari teman-teman adalah sesuatu yang diharapkan. Hanya kepada Allah aku meminta agar menjadikan amal-amal kami murni untuk-Nya. Cukuplah Dia bagiku dan Dialah sebaik-baik penolong." - Ibnu Khaldun

.... 

Memang perpustakaan itu laksana pasar yang memasarkan barang-barang dagangan para penulis.
Di situlah kendaraan para pencari ilmu dan etika ditambatkan. Dari wawasan-wawasan yang ditawarkan di situ, muncullah hasil-hasil akal dan pikiran yang cemerlang.

 

Oh ya, aku baca buku Mukaddimah - Ibnu Khaldun yang diterbitkan Pustaka Al Kautsar. Yang buat aku penasaran adalah bagaimana versi bahasa inggris dari buku tersebut, karena seperti kebanyakan buku para Ulama atau p enulis islam, akan ada doa, yang diselipkan. Seperti ini,

 

"Hanya kepada Allah aku meminta agar menjadikan amal-amal kami murni untuk-Nya. Cukuplah Dia bagiku dan Dialah sebaik-baik penolong." 

 

Ini aja baca terjemah indonesianya, feelnya beda banget, sama kalau kita tahu/baca bahasa arabnya. I wonder will these sentenced be erased? Sebenarnya aku bisa cari tahu sendiri sih, coba cek. Tapi aku gak ada waktu buat baca yang versi bahasa inggris juga. Hehe

 

Snippet Chat Diskusi di Bottled 

 

Oh ya, aku udah cerita kan ya, aku ketemu sama Anggrek dan Lily di Bottled awalnya dari public island (grup umum) muslimah all over the world. Trus Lily, ngajakin masuk ke private island (grup privat) dia untuk diskusi buku. Dia dengan baik hati ngirim aku parrot (cara biar bisa chat/dm ke akun bottled). Trus dari situ, baru dia kirim link biar aku bisa masuk ke private islandnya. Waktu itu aku masih pengguna pemula di bottled, gak punya koin apalagi parrot. 

 

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku copy paste dari aplikasi bottled, hasil diskusi kami. Tapi karena qadarullah hpku agak bermasalah, bahkan sempat ngira bakal lost contact gitu ke Anggrek dan Lily. Jadi berikut ini, sedikit dari percakapan kami terkait sesi baca buku Mukaddimah Ibnu Khaldun.

  

Ini berawal dari share Anggrek setelah baca buku biografi Ibnu Khaldun. Sebelumnya, kita pernah sedikit bahas bahwa ada banyak pihak yang mengkritisi Ibnu Khaldun. Diskusinya dalam bahasa inggris ya, gak akan aku terjemahkan.

 

Anggrek:

Ibn Khaldun: An Intellectual Biography #20260827

Read for 20m

The chapter 2 begins with description of North Africa's geography and political situation during Ibn Khaldun's lifetime and also his position in it.

I find a word "bemusing" for the description of Ibn Khaldun's roles. I looked up for the meaning.

It's interesting to see how writers describe him and his work, like, he's very great while also "bemusing"
 

Me :  
 
True.. 

I still think we are being too "harsh" on Ibn Khaldun.

When reading other book, we don't dive too much into the author and focus on what's written in the book.

But here, cause he's such a phenomenal figure, it's easy to read people write about him and critic on him.

Anggrek:

Yesterday with my acquaintance (who is into the Asia Africa stuff) I also talked about the relation between Muqaddima and anticolonialism which is the spirit of movements in Asia, Africa, and Latin America, and how pessimistic Muslim historians according to Irwin. 

The western civilization seems to almost come to an end as well, after depleting most of the natural resources that's been accumulated for millions of years in "a single minute" (I read from other writing that compares geological age to human time.)

Me:

As far as I read, maybe because Ibnu Khaldun himself welcome people to criticize him, that's how I knew he's not that narcissist.

He's just a person who loves learning and take lesson from history, and frustrated with the trend on how people wrote history book at that time.


Lily: 
 
How much you guys finished reading. I don’t know should I follow their page? It’s mostly in Indonesian. I don’t understand.

Did you shared your concerns over the translation of this particularly book ?

What did he say? As he is expert in reading Arabic language.

My teacher told me to not read it, but I have already bought the book. 

I think I will read it but with great caution. 
 

Anggrek:

Yes particularly for the English translation, as you said, it must be read with caution and it's mixed with the translator's interpretation.

He said that Muqaddimah is the most difficult Arabic book he ever studied

Yes I think it's better to read it alongside with other sources

Me: (to Lily)

I think it's okay to read it. You can still share here if there are part where you feel suspicious


Aliran Rasa Sesi Baca Kedua pakai Bahasa Inggris  

*ini udah aku kirim ke Bottled, makanya ditulis dalam bahasa inggris


I read Muqaddimah again yesterday till page 23 the Indonesian version.

I read how Ibnu Khaldun criticize Al Mas'udi.

Actually I think he should have just criticize how Israiliyyat source is so wrong instead of criticize the writer publicly in his book.

I wonder how the jewish translator will translate that part, or did he just erase that part and talk about the general knowledge how we should know whether the amount of soldier from history should not be accepted unless it is rational. Cause Ibnu Khaldun really shows his critical thinking and math, how he knows how many generation it is from Ya'qub to Musa, and how we can actually kinda count how many people are there.

I think his choice to criticize other historian publicly made him hated by others. It's part of his fault when people want him to fall.

But I like how he study history of his own original. And how he hadn't accept anything as it is written. Like the logic of his mind and how frustrated he is, is shown well.

So history boast about some country's king that have go to turkey and china. He could just accept it and be proud of it. But instead, he explain how that is not true.
 



The translation. From Meta AI, but as I know English, I know it is a right translation.

Here’s the translation for you (the member of book discussion group in Bottled):

---

*"Therefore, do not simply believe the news that reaches you. Examine those reports and evaluate them with the correct principles, so that you can make the most accurate assessment in the best way. Only Allah is the Most High who gives guidance to the truth."*

_— Mukaddimah Ibn Khaldun — 23_

---

*Key notes*
1. *"janganlah Anda percaya begitu saja"* = don't just accept/believe blindly
2. *"kaidah-kaidah yang benar"* = correct principles / proper methodology. Ibn Khaldun was big on critical thinking + checking sources.
3. The last line is a reminder that ultimately, guidance to truth comes from Allah.

This is such a timeless quote. Basically: _verify before you believe_ — 600+ years ago 


***

My comment (you can skip this part lol)


I like how Ibnu Khaldun make great conclusion after what he explain, how some historian just write history without using rational mind, and only delivered old document/news without doing verification or right method.

And I love how he close his conclusion with remembering us that Allah is the one who guide us to the truth.

It shows that he might have some issue in himself that he needs to work it out (cause he's basically lost the adab, how to criticize someone, he should have just focus on things he criticize instead of naming a name). But deep down he knows, that he need to humble himself. That he might have wrong, and he knows how Allah is the only one who guide us. As what's written in the quote photo.


Penutup

Rasanya udah lama banget aku gak nulis tulisan sepanjang ini. Alhamdulillah 'ala kulli hal, akhirnya banyak nulis lagi karena ada temen yang ngejakin diskusi buku. Kalau baca sendiri, motivasi nulis nukil buku itu, lebih kecil. Lebih nyaman share kutipan aja hehe.
 
Ada yang udah baca buku Mukaddimah-nya Ibnu Khaldun? Atau baca biografi tentang Ibnu Khaldun? Atau barangkali... ada yang lewat sini, ternyata member dari klub baca yang di Bandung? wkwkwk. Gak mungkin kayanya kalau ini, hehe.
 
Boleh banget komentar ya~ I'd be happy to read any comment about this topic. 
 
Wallahua'lam. 

Tuesday, September 8, 2026

Some Question I Have Reading 43/143 Master Your Dopamine

September 08, 2026 0 Comments

Bismillah.


Another Nukil Buku | "Master Your Dopamine" - Nick Trenton


***


43/143


I'm back after reading 6 more pages into the book.


Still reading about stimulus control.


I learn from the book how physical activity can help us fix abnormal dopamine system on brain. I'll just give you the quotes cause it's a long but important to note.


"Physical activity also authorizes the release of dopamine and helps revamp and remodel the reward system over time, resulting in increased circulating amount of dopamine and more accessible dopamine receptors.


Exercise can do both—alleviate depression and increase your capacity for joy. These adjustment can also help to repair the brain damage caused by substance abuse.


Substance addiction affects dopamine levels in the brain and the availability of dopamine receptors in the reward system. As a result, addicts may feel unmotivated, sad, antisocial, and unable to appreciate regular joys. Exercise can help to reverse this."


***


It is also said that news actually function similarly to slot machines, providing them with a new burst of dopamine each time they "pull to refresh".


It make me realize that in this era where we're flooded with many news and information, it's important to make limit for us. Control the stimulus as it told before.


***


The author then write about the dopamine fasting schedule.


For examples setting aside one to four hours at the end of the day to completely abstain from all addictive behaviours. No electronic, no reading books or magazine, no sex or masturbation, no good, no talking, no music of podcast, no coffee or other simultants.


Activity that is allow at that time is: writing (with pen and paper), meditating, going for walks, doing some deep thinking, inner child-work, visualizing, and replenishing with water.


He also suggest if individual can devote one weekend day (spent outdoors on a Saturday or Sunday), on weekend per quarter (go on a trip), or one week per year (go on vacation!)


He also said, if we can't have that kind of schedule, it's okay to have a small but consistent fasting schedule even if only one hour per day


***


As I read those above, there's some question I have.


1. Like how reading a book is something that we should avoid while doing detox fasting. I mean.. we really need more time to read in this era while we're so used to read caption, comment and threads, or devouring so much information from watching endless short form videos.


2. What's inner child-work? 


3. What's replenishing with water? Is it drinking a lot of water? Or playing in water like swimming or just having "ciblon" session wkwkwk.


Number one question is answered some pages later, where the author write that we could make reading as list of activities we can still engage while having dopamine fasting.


Number 2 and 3 is my homework, I don't know should I googled it or ask Meta AI about it. Before, I see AI with neutral eyes. But seeing how bad AI treat book and affect bad on environment, I'm now seeing AI in negatives view. So I minimize the usage as I could.


But just like all the things that human made in this earth, it's all mata' (just tools). And it could be used for good or bad. So, should be wiser and used it for good things. And I should use my brain often rather than depending on AI.


***


I think that's all for today's Nukil Buku. See you later when I finished another session of reading this book.


Wallahu'alam bishowab.


***


PS:


[1] The answer of my homework:

a) Inner child work is a therapeutic process of connecting with, understanding, and healing the younger, subconscious part of your psyche that still holds the emotions, memories, and beliefs from your childhood.


b) Replenishing with water means restoring fluids lost through daily activities, heat, illness, or exercise to keep the body properly hydrated.

Ways to replenish water: 

💧 Plain water: The best and easiest choice for daily hydration and mild fluid loss.

🥤 Electrolyte drinks: Sports drinks or oral rehydration solutions replace lost salts and minerals after intense workouts, heavy sweating, or illness.

🍉 Water-rich foods: Fruits and vegetables like cucumbers, watermelon, strawberries, and celery contribute about 20% of your daily fluid intake.

🥛 Other beverages: Milk, herbal teas, and broths also help restore your fluid balance


[2] Ciblon is a region words from Purwokerto to call activity having part of our body submerged in water without actually swimming. Just playing in the water.

[3] I actually have read the PDF till page 59. This is the last note I write on my phone.

I don't know whether I'll take notes from page 43-58 first, or I'll continue reading and makes this kind of resume in the end of chapter 3. Let's just see...

Monday, August 17, 2026

Merdeka Itu Dimulai dari Hati

August 17, 2026 0 Comments

Bismillah.

 


 

 Mencoba memaknai kemerdekaan dari kutipan buku Your Journey to The Ultimat3 U - Rene Suhardono.

 

***

 

"Pak Maladi (penulis lagu "Nyiur Hijau") berujar bahwa berkah kemerdekaan terbesar adalah tercapainya kebebasan berpikir, bertindak dan berkarya untuk setiap insan Indonesia.

.

.


Liberty begins from the heart. Your heart. My heart. Our hearts.

.

.

We live in a free country, but do we have free minds?

.

.

Kemerdekaan (bangsa) cuma sekedar pintu gerbang dan bukan tujuan akhir. Apa artinya merdeka jika masih merasa terbelenggu dalam hidup. Apa gunanya kebebasan jika terus merasa tidak berdaya?

.

.

Indonesia sudah merdeka. Ini fakta. Pertanyaannya: Apakah Anda, saya, dan kita sudah memaknainya dan berpikir selayaknya orang merdeka? Bertindak sebagaimana orang berdaya? Dan, berkarya selayaknya orang peduli?

.

Pemikiran, tindakan, dan karya adalah indikasi orang merdeka.

.

The first step to freedom is realizing that you are enslaved. 

 

***

 

Kalimat terakhir adalah pengingat, bahwa satu-satunya cara untuk merdeka, adalah menyadari saat kita belum merdeka, kemudian melakukan usaha agar kita hanya menghambakan diri kepada Allah semata. 

 

Wallahua'lam bishowab. 

Thursday, December 4, 2025

A36: Mencari Ilmu Sebatas Waktu Luang

December 04, 2025 0 Comments

Bismillah. 

#menjadiarketipe 


 

☑️ #DAY36-0090

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

📑 Quote:

 

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkaya dalam Syarh Muqaddimah Al-Majmu' halaman 148,

"Benar, di antara manusia ada yang saat ia melihat kejernihan hati dan ketenangan jiwa dalam dirinya, ia menelaah dan mengkaji ilmu, mengokohkannya dan terus belajar.

Di antara manusia juga ada yang menjadikan ilmu sebatas waktu luangnya. Saat ia memiliki waktu luang maka ia mencari ilmu. Manusia jenis kedua ini adalah manusia yang ada kemalasan dalam dirinya, sampai-sampai andai dia duduk untuk menelaah ilmu atau belajar maka ia akan cepat bosan.

 

💡 Insight:

 

Nasihat tepat sasaran yang menghujam dan menohok diri. Pengingat bahwa ilmu seharusnya tidak dijadikan sebatas waktu luang apalagi waktu sisa. Terlebih lagi saat membaca bagian akhir kutipan! Benar sekali, begitu cepat aku merasa bosan, tapi bukannya memilih untuk menyediakan waktu untuk belajar, ironisnya malah membiarkan diri tenggelam dalam distraksi yang membuat otak makin sulit fokus dan cepat bosan.

 

Hei diri! Ayo latih lagi dirimu untuk bersabar dalam belajar! Hargai waktumu! Seperti yang disebutkan dalam pra-kelastentang adab belajar online,

"Menghargai waktu adalah bentuk komitmen kita untuk belajar."

 

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus belajar dan menuntut ilmuAamiin.

 

Asy Syafi’i pernah berkata,

     مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu.

Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.”

 (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139)

 

Wallahua'lam. 

Friday, September 19, 2025

#ResetIndonesia dengan Literasi: Apa Kabar Pendidikan Kita?

September 19, 2025 0 Comments

Bismillah.

#buku #nukilbuku 

 

#daribuku Your Journey to be The Ultimat3 U - Rene Suhardono.

Baca salah satu tulisan dari buku ini jadi keinget, salah satu cara #ResetIndonesia selain harus melek ttg kondisi politik dan sosial. Juga harus melek tentang pendidikan. Concern pertama yang dipilih Jepang usai bom Hiroshima Nagasaki. 

Berikut beberapa quotesnya:



🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒🎒



"Beberapa karakteristik inti pengajaran pendidikan dasar justru bertentangan dengan realitas kehidupan.

Seingat saya dulu, jawaban benar hanya satu untuk setiap soal yang ditanyakan, selebihnya salah atau dianggap menyimpang. Metodologi juga hampir selalu sama dengan rangkaian seperti ini: diketahui - ditanya - rumus - jawaban.

.
.
.

Pada kenyataannya, jawaban benar bisa lebih dari satu, metodologi bisa sebanyak bintang di langit, kerja bareng alias kolaborasi adalah bentuk terbaik dari suatu usaha, dan kebenaran apa pun harus senantiasa diuji."



💼💼💼💼💼💼💼 

 

"We were all born creative, bold and rich with ideas, but our education system failed us. Sistem pendidikan yang kita kenal sekarang adalah peninggalan era revolusi industri abad ke-19. Pendidikan adalah kepanjangan tangan industri untuk memenuhi pasokan tenaga kerja yang ditetapkan sesuai kebutuhan spesialisasi tertentu. Sejak saat itu, sistem pendidikan menganut pola spesialisasi tunggal. Bentuk dan jenis pekerjaan pun terkotak-kotak berdasarkan disiplin keilmuan tertentu."

 

📱💻📱💻📱💻📱💻📱
 

 

Technology has given us the right tools, but we haven't got the right mindset.

 

🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩

 

"....bahwa ia sudah tidak lagi bekerja, tetapi berkarya, kami mengharapkan greget yang sama juga dirasakan oleh mayoritas angkatan kerja Indonesia. Bekerja = berdaya. Bekerja = berkontribusi. Apa pun untuk Indonesia yang lebih baik!"

 

👓📖👓📖👓📖👓📖👓

 

Real education should liberate us, not enslave us. True education should be about self-empowerment, not mediocrity.

 

*** 

 

Bagaimana perasaanmu saat membaca kutipan-kutipan di atas? Apa kabar pendidikan kita? Apa yang bisa kita lakukan untuk bisa memperbaikinya? Padahal... kita gak punya kekuasaan untuk mengubah hal-hal besar. Tapi bukan berarti kita gak bisa mengubah dari hal-hal kecil kan? Masih ada yang belum baca transkrip since when did "small" means useless?


Lakukan perubahan dari hal kecil, sesederhana membangun kebiasaan membaca untuk diri, kemudian dalam keluarga. Sesederhana, belajar parenting dan pelan-pelan mencoba mempraktekkannya, jika sudah punya anak. Sesederhana, menulis dan membagikan insight yang kita dapatkan dari hasil membaca dan belajar kita. Dan berbagai cara lain. Bahkan sesederhana like dan share konten-konten edukasi yang baik.

 

Jujur menulis ini rasanya berat, takut tersendat lalu jatuh dan terjembab karena masih jauh praktek dari teori. Tapi jika tidak menulis ini, apa yang kubaca, takutnya mudah dilupakan, atau menetap sebagai teori bertumpuk yang tidak dipahami dengan baik. Sungguh aku tidak mau, seperti perumpamaan yang digambarkan Allah dalam surat Al Jumuah, keledai yang susah payah membawa tumpukan buku di punggungnya.

 

Penutup. Doa. Rabbizidni 'ilma warzuqni fahma. Allahumma inna nas-aluka 'ilman nafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.  

 


Aamiin.

 

Wallahua'lam.