Follow Me

Friday, May 14, 2021

SelfD #9: What are my strength?

Bismillah.

#selfdiscovery

Sebelum menjawab pertanyaan... sebenarnya aku malu, masa seri self-discovery gak beres-beres ditulis. Udah dari bulan November 2020. Semoga bisa dikebut, beres Mei 2021. Ayooo semangat diisi blognya Bell!

***

Dulu... pernah wawancara organisasi/kepanitiaan, kalau ditanya apa kekuatanku, jawaban pertamaku biasanya "I'm easy-going". Di beberapa tempat dan waktu, aku memang sering membangun branding sebagai orang yang kaku, keras, galak, serius. But when it comes to joining a community, atau kepanitiaan *ini parah banget sih kenapa ganti-ganti mulu bahasanya wkwkwk. Paragraf ini dihidden aja kali ya. Tulis ulang dengan lebih baik. *ok sir!

1. Easy going

Ini biasanya jadi jawabanku dulu, kalau ditanya kekuatanku. Dan jawaban ini juga yang terlintas pertama kali di otakku. I'm an easy going person. Mudah untukku berkomunikasi dengan orang baru, bekerja sama, dll. *kenapa kalau dijabarkan jadi berasa aneh ya hehe. Tapi intinya itu, easy going.


Ada beberapa situasi, tempat, waktu dimana aku lebih suka membangun branding sebagai sosok yang kaku, keras, galak, pendiam. That's my defense wall actually. Tapi kalaupun suatu saat kau menemukanku seperti itu, kau cuma perlu "membuka pintu" komunikasi lebih dulu, "mengetuk pintu". Nanti perlahan kau akan melihat bahwa dinding itu memang cuma dinding saja.


2. Menulis

Ini kekuatan kedua, yang sudah menjadi bagian hidupku. Ini dulu... jawabanku, saat wawancara lanjut di asrama atau gak. Di mataku, saudari-saudariku selalu lebih baik. Jadi lidahku kelu, saat ditanya dalam hal apa aku lebih baik daripada mereka.


Baca juga: Jika Dibandingkan dengan Mereka


Tapi karena kondisinya aku harus menjawab, maka jawabanku, menulis. Aku punya kekuatan dengan menulis. Bukan karena aku lebih handal merangkai kata. Kelebihan dan kekuatanku di menulis, semata karena aku begitu sering melakukannya.


3. A Learner

Aku suka belajar hal baru. Yang satu ini aku baru menyadari setelah ikutan talent maping via temali dulu (startup-nya Teh Tristi yang sekarang rebranding jadi hidup @hidupmedia). Waktu itu dijelasin sih, bisa jadii... bisa jadii yang membuat aku bertahan lama di sana, adalah karena aku suka belajar hal baru.


Semoga, semoga kekuatan ini beneran kujaga ya. Biar rajin baca, rajin memperbaiki diri juga. Let me paste a quote here,


Ini mungkin dan terbuka. Kita bisa mempelajarinya. Alasannya sederhana. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, "Ilmu itu diperoleh dengan belajar. Kesabaran diperoleh dengan belajar menjadi sabar. Kesantunan diperoleh dengan belajar menjadi santun." Ini menjelaskan bahwa di samping karakter-karakter bawaan yang melekat dalam diri kita sebagai warisan genetik. Semua karakter lain bisa kita peroleh dengan mempelajari dan mengimplementasikannya dalam kehidupan kita.

- Anis Matta, dalam buku Serial Cinta


4. Empati

Bahas tentang talent mapping, aku jadi inget kekuatan ini. Waktu itu kalau ga salah ini nomer dua. Kekuatan untuk berempati, untuk mencoba mengerti dan mengenakan sepatu orang lain. Kekuatan ini yang ingin aku bangun di tulisan-tulisanku.


Sejujurnya, aku masih agak ragu sama kekuatan ini. Meski berkali-kali di konfirmasi oleh orang lain, bahwa mereka merasa nyaman bercerita padaku, dan bahkan ada yang mengira aku jurusan psikologi hehe. Thanks for the compliment but.. I have my own label i used to tell myself. Ini gak boleh ditiru ya.


Dulu... saat "menghilang dari peredaran", saat "gelap dan jatuh ke jurang", aku merasa dan melihat diriku sebagai sosok yang sangat egois, self-centered, tidak peduli pada orang lain dan sekitar. And that's the opposite of empathy, that's antipathy, right?


Sekarang, aku paham sih, aku punya kekuatan empati. Dan aku... sedang berusaha menghapus label-label buruk yang kusematkan sendiri pada diri. Butuh proses. Saat itu aku terlalu lama membiarkan diriku overthinking, jadi deh begitu jadinya.


Kamu, atau siapapun yang ga sengaja baca ini... semoga gak pernah ngalamin kaya aku. Kalau mulai overthinking, negative thinking tentang diri... segera berpindah, bergerak, melompat, lari kalau perlu. ^^ lakukan banyak cara untuk mengusirnya. Istighfar, baca quran. Ngobrol sama temen, nulis kalimat afirmasi positif. Baca buku terkait hal tersebut, baca banyak blog orang lain. Nulis, nulis dan petakan pikiranmu. Kalau perlu, bisa juga ke psikolog. It helps. Ah ya, yang satu ini jangan lupa, berdoa dan shalat. Dua hal itu yang pelan tapi pasti ngebimbing aku untuk tahu caranya keluar dari jeratan overthinking dan negative thinking. I ask His help, cause I'm helpless and lost.


5. Terakhir, biar ganjil. Ada yang mau bantu isi? Hehe

Tegas. Ini lebih ke cara komunikasi sih.

Kalau aku punya prinsip, aku berusaha untuk pegang erat prinsip itu. Mudah untukku untuk bilang tidak, atau bilang ya. Aku juga sering jadi pengingat kalau misal forum keluar dari topik utama. Sisi tegas dan serius ini yang membantuku membangun dinding galak, kaku dan keras. Tiga kata itu memang kesannya negatif, tapi sebenarnya, aku merasa gak masalah dikenal begitu. Pernah juga malah puas saat ada testimoni begitu, aku merasa berhasil membangun dinding defense.


Terakhir, kalau kamu, what are your strength?


***




No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya