Follow Me

Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

Sunday, August 2, 2026

Menemukan Teman Baca Buku di Bottled dan HelloTalk

August 02, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

Kadang, jawaban doa kita dari Allah itu.. bentuknya bener-bener di luar perkiraan. Subhanallah, Alhamdulillah, Wa lailaha ilallahu Allahu akbar! ^^

 

Rasanya sudah lama aku menulis di sini kebutuhanku akan komunitas baca yang bisa diskusi. Sempet curcol di Aksara, trus malah disindir, disuruh buat komunitas offline di Purwokerto. Giliran udah ada nih... Book Party di Purwokerto, lumayan rutin juga hampir tiap Ahad, tapi ternyata aku-nya yang gak bisa hadir karena Ahad pagi itu udah kekunci jadwalnya. Cuma gabung di grup wa-nya Book Mates Purwokerto, tapi grupnya gak hidup, kebanyakan orang jualan buku aja, gak ada diskusi buku. Ya.. wajar sih, wong udah ada pertemuan di akhir pekan, ngapain juga diskusi di grup hmm. Pernah ngajakin barangkali ada yang bisa diajak diskusi buku di weekday, tapi ... gak banyak yang menanggapi. krik-krik. Ya sudahlah, tetap di grup, silent reader, berharap semoga suatu saat berkesempatan hadir.

 

Dan seperti yang sudah aku ceritakan di postingan sebelum-sebelumnya, aku belum lama ini install aplikasi Bottled dan HelloTalk. Alhamdulillah dari sana dapet temen diskusi dan baca buku.

 

Teman Baca Buku dan Diskusi dari Bottled

 



Kalau dari bottled, awalnya ketemu di island (grup) hijabi. Ada muslimah asal Bangladesh bilang mau buat private island (grup privat, gak bisa di search kaya grup umum) fokus bahas buku.

 

Dari situ, aku jadi baca buku Ad' Da wa Ad' Dawa (Penyakit dan Obatnya/ Disease and The Cure) - Ibnu Qayyim.

 

Gak cuma itu.. aku juga diajakin baca buku Thinking, Fast and Slow - Daniel Kahneman, PT Gramedia Pustaka Utama. Jujur, buku ini.. kalau gak ada temennya, gak bakal aku tahan buat baca hehe. Oh ya, sistem baca dan diskusinya juga cocok sama aku. Karena dibebasin pace baca masing-masing. Dan kalau ada yang mau di sharing, bisa langsung ke grup chat. Aku yang baru baca 36 halaman, bisa dengan ringan dan gak ngerasa bersalah lapor cuma baca 2 halaman per 3 hari, dan sharing apa yang kudapat atau apa yang aku bingung, atau hal yang ingin aku diskusikan.

 

Oke, gak cukup 2 buku itu dari Ukhti Bangladesh. Ada buku rekomendasi baru, diajakin baca bareng bukunya Ibnu Khaldun yang berjudul Muqaddimah. Kali ini, yang ngajakin Ukhti Bandung. Ya Allah jujur jadi kangen bandung, pas beliau cerita tiap pekan dateng dan bahas buku itu baik dari bahasa arab dan bahasa indonesia. I wish I was there too. Memang bener ya, di Bandung semangat literasinya..

 

Oh ya, tapi buku Ibnu Khaldun Muqaddimah.. aku belum mulai baca. Aku, dengan keterbatasan pengetahuanku memutuskan untuk baca biografi Ibnu Khaldun dulu, tapi biografi Ibnu Khaldun yang di buku anak hehe. Alhamdulillah malem ini baca, cuma 50-an halaman full gambar ilustrasi, bilingual, selesai juga. Oh ya, bukunya aku pinjem di iPusnas. Ini judulnya: Ibnu Khaldun (Bapak Sosiologi Islam) - Yoli Hemdi, Luxima. Ini merupakan salah satu buku seri Ilmuwan Muslim.

 

 

Teman Baca Buku dan Diskusi dari HelloTalk



Qadarullah dipertemukan dengan orang-orang suka baca. Pertama temen dari korea, yang sering buka VR (voice room) membacakan buku bahasa korea. Trus aku minta foto halamannya sebagian, buat di pelajari. Jadi deh, aku baca buku Essai tentang Cinta. Lumayan buat buka perspektif baru sekaligus belajar bahasa korea.

 

Yang kedua, aku lupa awalnya dari VR atau gimana. Tapi aku dapet QR grupnya, dan aku masuk. Trus aku juga minta admin grupnya untuk share link gdrive buku yang didiskusikan. Dan ternyata ada buku As Long As The Lemon Trees Grow - Zoulfa Katouh, Little, Brown and Company. Pas banget karena sebelumnya aku sempat membaca bab 1-nya di perpus AABS. Dari situ tiap baca beberapa chapter, aku share komentar dan hal yang ingin aku diskusikan. Sebenarnya awalnya aku baca novel ini pengennya sambil belajar bahasa inggris (mencatat kosakata baru dan artinya), tapi... setelah 12 bab, akhirnya aku memilih untuk menyerah, dan fokus baca dan menikmati ceritanya aja. Diskusi-nya masih kok. Walau pas di akhir-akhir, cuma aku aja yang bermonolog, sepertinya ybs sedang sibuk atau udah kebanyakan yang chat jadi pesanku tenggelam. It's okay, yang penting, aku ada tempat buat ngobrolin buku. Semoga tidak dianggap spam hehe.

 

Oh ya, aku juga jadi baca Atomic Habit. Ini sebenarnya terinspirasi dari teman hellotalk dari china, yang baca keras atomic habit buat melatih pronounciationnya. Aku ngikutin juga, bedanya aku direkam di telegram di channel privat, bukan di VR HT (Voice Room Hello Talk). Dan jujur malu, karena meski ini salah satu buku pertama yang aku baca karena hellotalk, tapi aku baru baca belasan halaman. Tapi seperti motivasi dari Atomic Habit, gapapa sedikit, tapi harusnya dijadwalkan dan dijadiin habit. Bantu doa yaa.. Oh ya, minusku tuh, kalau read aloud, ada yang bingung, aku milih ngarang pronounciationnya ketimbang cari tahu yang bener wkwkwk. what a bad learner i am ><

 

Satu lagi, ini bukan temen diskusi sih. Tapi aku nemu ada orang korea yang baca buku Laskar Pelangi versi korea, dan membagikan beberapa halamannya di moment-nya (semacam timeline di profilnya). Dan aku jadi bisa belajar bahasa korea juga dari halaman yang ia bagikan itu. Jujur lumayan refresh ulang memoriku, meski aku dulu sudah pernah selesai baca Laskar Pelangi.

 

***

 

Alhamdulillah.. atas rencana Allah. Semoga kedepannya, bisa ketemu lebih banyak teman-teman baik yang bisa diajak diskusi buku dan sharing ilmu. Semoga sosial media bottled dan hellotalk pisaunya bisa kupakai dengan baik tanpa melukaiku hehe. Karena jujur, sosial media semacam instagram sekarang bener-bener bikin brainrot, susah fokus baca, belum lagi polusi audionya. Kalau di bottled free polusi audio. hellotalk, bisa pilih VR yang sesuai, atau buka VR sendiri sesuai kebutuhan. It's okay to read aloud alone, at least you're anonym and you become focus on reading.

 

Anyway, sekian... Nice to meet you all! Yoroshiku onegaishimasu! こちらこそよろしくお願いします

Friday, April 10, 2026

My Two "New" Literacy Club

April 10, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

Tahun lalu, qadarullah "bertemu" dan masuk ke dua grup yang berbeda. Bukan komunitas sih, tapi semacam itu, karena toh isinya orang-orang yang memiliki kesamaan. Oh ya, meski kontras, sebenarnya dua grup itu mirip, kenapa? Karena sama-sama bergerak di literasi.

 

Nama grupnya: Teman Nulis Club dan Baca Bareng Club

 

Aku baru nyadar pas mau nulis nama grupnya, ternyata pakai istilah club ya, bukan komunitas hehe. Aku gabung di keduanya, untuk Teman Nulis Club tahu dari instagram kayanya, dia ada kegiatan gitu, aku daftar tapi udah full, trus dapat link grup wa-nya trus gabung deh. Untuk Baca Bareng Club, kayanya aku dapet informasi acara baca bareng gitu di WhatsApp, trus ada link gabung grup. Oh ya, aku di kedua grup itu cuma jadi member yang seringnya jadi silent reader. Anggota pasif.

 

*** 

  


Teman Nulis Club, isinya orang-orang yang butuh teman nulis, bisa share tulisan di sana, berbagi link blog, bahkan bisa minta tulisan/draft kita direview. Tapi namanya menulis gak bisa lepas dari membaca ya, jadi kadang ada diskusi tentang buku juga. Kalau gak salah, beberapa admin dan anggotanya anak-anak jurusan fisip, wilayah yang jarang-jarang aku ke sana. It's like entering a new place with different energy for me. Waktu awal-awal gabung, ada beberapa diskusi tentang topik yang hampir gak pernah aku diskusiin sama orang lain. Tentang isme-isme lah.

 

Di dalam club ini, seperti namanya isinya orang-orang yang suka nulis. Isinya beragam ada yang udah pro, ada yang masih newbie. Ada yang nulisnya fiksi, nulis novel. Ada juga yang nulis non fiksi, ada e-book tentang bully kalau gak salah yang di share salah satu anggota di sana. Oh ya, di sana, selain penulis di Medium, banyak yang nulis di Substack.

 

Oh ya, Teman Nulis Club nerbitin zine yang isinya tulisan-tulisan membernya. Zine-nya tulisannya full english sih. Ada kegiatan offline-nya juga base-nya di Jakarta. Kadang ngadain di online juga, buat yang di luar jakarta. Kalau gak salah, konsepnya dalam rentang waktu tertentu masing-masing yang hadir menulis masing-masing. Mirip-mirip sama konsep baca buku barengnya the.ladybook. 

 

Kalau ada yang penasaran boleh cek langsung ke instagramnya dan tanya-tanya ke sana ya @temannulisclub.

 

***

 


Baca Bareng Club konsepnya ngajak baca bareng satu buku. Beda sama konsep komunitas baca the.ladybook, yang dalam rentang waktu tertentu masing-masing baca buku yang berbeda. Jadi ada buku yang dibaca dan "dibedah". Trus ada reader dan explainer-nya hehe. Forgive me for the wrong choice of term. Waktu aku gabung buku yang dibahas itu The Art of Reading. Oh ya, sesi pertemuan mereka biasanya disebut dengan Daras. Sistemnya ada yang baca satu halaman buku, sekaligus nerjemahin, karena buku dalam bahasa inggris. Lalu, setelah readernya selesai baca sekitar 1 halaman, pembedah bukunya menjelaskan ulang apa yang tadi kita baca. Jadi Baca Bareng Club ini lumayan slow pace. 

 

Aku jujur baru pernah ikut satu kali, itupun gak full gitu, terlambat kalau gak salah. Tapi lumayan enjoy sih. Dulu Sabtu/Ahad pagi gitu. Trus jadwalnya berubah, dan aku memang sudah tidak mengalokasikan waktu untuk hadir juga. Sebenarnya sih ada rekaman acara yang di unggah di YouTube-nya. Jadi kalau niat, harusnya tetap bisa disimak darasnya. Boleh langsung ke channel YouTube Dari Rumah Lahir Karya buat yang penasaran sama darasnya. Atau boleh berkunjung ke ig-nya @bacabarengclub

 

***

 

Cuma mau cerita itu aja sih. Ya, ini dua klub literasi "baru"-ku. Meski masih cuma bisa jadi anggota pasif. Gabung di keduanya menurutku masih bermanfaat, karena aku perlu pengingat dari keduanya, baik pengingat untuk nulis maupun pengingat untuk membaca.

 

Semoga nanti, kalau energi sosialku sudah membaik, aku bisa lebih aktif di dua klub itu. Mungkin submit karya tulisan untuk minta di review di Teman Nulis Club. Juga hadir di sesi daras Baca Bareng Club, sebelum buku yang sedang dibahas itu selesai dibaca bersama.

 

Sekian. Kututup dengan pengingat untuk diri. Bahwa jika ingin berjalan lebih jauh, kamu harus berjalan bersama, bukan sendirian.  

 

Wallahua'lam. 

Friday, September 19, 2025

#ResetIndonesia dengan Literasi

September 19, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Belum lama ini ada grup baru dari salah satu komunitas baca yang pernah aku ikutin. 22HBB, atau 22 hari baca bareng? singkatannya lupa. Tapi setauku ini semacam challange baca yang aku dapet infonya dari aku SRC (Salman Reading Corner). Aku pernah ikut 2 kali dari panitia yang sama, yang pertama challange Ramadhan, trus habis itu 22HBB batch berapa gitu lupa batchnya hehe V. Jadi dibuat grup baru dengan nama "22HBB Family - Book Sharing". Yang minat gabung bisa klik link. Kan tadinya tuh kepisah-pisah ya tiap batch grupnya.

 

Jujur waktu tahu ada grup ini aku udah excited banget, karena emang butuh tempat buat diskusi buku. Karena kan grup whatsapp baca tiap hari yang aku buat (https://chat.whatsapp.com/JcBDKKPti1WKtM71zq3xaz) fokusnya lebih ke lapor baca buat ngebangun habit baca. Belum ada program diskusinya.

 

17 Agustus dibuat, 39 orang bergabung, 1 September, berbagai kejadian demo dan segala komplikasi di dalamnya membuatku memberanikan diri untuk angkat suara. Ya, kan wadahnya udah ada, tinggal diaktifkan aja. 


Lalu 2 September


 

Dari situ, tim panitia langsung buat ide #ResetIndonesiaBookChallenge. Banyak yang ikutan dan pasang buku-buku yang hendak dibaca. Fokusnya lebih ke buku-buku yang membuat kita lebih melek ke politik dan sosial. Dan katanya, salah satu tokoh ada yang ikutan ngerepost story yang dibuat oleh tim 22HBB. Walaupun aku pribadi gak terlalu kenal sama beliau. Tapi bagusnya, aku jadi tertarik untuk baca karya Ahmad Tohari yang tertera di sana.

 

 

Sebenarnya daripada share challenge begitu, aku lebih tertarik nyimak sharing dan diskusi tentang buku terkait. Aku teringat pernah denger sharing buku Animal Farm dari salah satu pertemuan di komunitas the Lady Book (back then when I was still a member).

 

Dan alhamdulillah jalan juga sih sharing bukunya, ada yang share kutipan dari novel Entrok-nya Okky Madasari, ada juga share insight yang dia dapet setelah baca novel Tan. Dari sini juga aku jadi sadar tentang bahasan Tan Malaka dan Mandilog yang sedang viral. Yang jujur aku pribadi gak ngikutin hal tersebut. Bahkan ada yang share tulisan Muhammad Abduh Negara yang memberikan ide untuk muslim muda untuk mempelajari dan mengkristalkan pemikiran Natsir atau Hamka atau Cokro. Yang jujur menurutku, untuk bisa terjadi hal itu, ada banyak banget PR dari internal anak muda islam sendiri. Apalagi aku banyak mengingat masa-masa kuliah saat melihat banyak aktivis islam yang sedihnya terkotak-kotakkan oleh harakah/organisasi dan clash sesama aktivis muslim, bukannya duduk bareng di hal-hal yang bisa dibahas bersama, dan untuk yang beda, ya jalan masing-masing aja tanpa perlu memperpanjang debat.

 

Oh ya, ini juga ngingetin aku sama salah satu komunitas baca yang awal-awal aku kenal. Namanya dulu IMLA, kalau gak salah pengurusnya itu anak UIN luar kota, jatim bukan ya? haha lupa. Tapi dari komunitas ini aku jadi banyak tahu sharing tentang Hamka. Yang pada waktu itu jujur aku buta banget sama buku-buku "berat" yang membahas itu, aku dulu, dan mungkin sampe sekarang masih di zona nyaman baca-baca bukunya cuma self improvement, buku islam yang efek langsungnya lebih ke perbaikan ranah pribadi (sirah, quran, akhlak) belum sampai baca-baca buku yang mendorong untuk melakukan perbaikan di ranah lebih luas seperti masyarakat, sosial, ekonomi, politik, dll. Dan tentu aku masih baca buku-buku fiksi ringan, bukan buku fiksi berat yang bahas tema serupa.

 

Baca juga: IMLA (Indonesia Muslim Literacy Action) 

 

***

 

Ada pun aku, meski belum ikutan #ResetIndonesiaBookChallenge, ada beberapa hal dari bacaanku yang mungkin masih nyambung sama semangat #ResetIndonesia dengan Literasi. Seperti beberapa hal di bawah ini: 

 

Pentingnya Sikap untuk Memperjuangkan Keadilan


"Banyak orang tidak bisa membedakan antara ranah hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) serta ranah hubungan manusia dengan sesama manusia (hablumminannas).
.
.
.

Seorang guru, dokter, atau siapa pun dengan profesi apa pun tidak salah jika meminta hak dan menuntut kehidupan yang layak. Sebab, memang dalam hubungan antarmanusia, setiap orang, di samping dilimpahi kewajiban, ia juga punya hak yang dilindungi oleh berbagai peraturan dan kebijakan. Jika ia merasa tidak dipenuhi dengan baik, jalan yang bisa ditempuh adalah memperjuangkan hak tersebut.

 

Apakah itu berarti dia tidak ikhlas dan rida terhadap rezeki dari Allah Swt.? Tidak berarti demikian! Ia tidak rida atas perilaku buruk sesama manusia terhadapnya (dalam hal ini kegagalan pemenuhan hak), tetapi bukan berarti ia menyalahkan Tuhan. Justru ia tidak berlindung dengan menjustifikasi bahwa semua yang ia terima sudah menjadi takdir. Sebab jika demikian, sama saja ia menganggap bahwa Allah Swt., tidak adil terhadapnya. Boleh jadi, pikiran seperti itu justru akan membuatnya merasa berhak menyalahkan Tuhan atas penderitaan atau kesalahan yang sebenarnya disebabkan oleh dirinya sendiri.


Orang yang membela haknya justru sedang menjelaskan bahwa ketidakadilan itu dibuat oleh manusia bukan oleh Tuhan. Oleh karena itulah ia berusaha membuat perubahan di ranahnya yaitu ranah hubungan manusia. Bukan begitu saja mengalamatkan semuanya pada takdir Allah Swt., seolah-olah itu adalah sesuatu yang tidak bisa diusahakan oleh manusia. Lebih parah lagi, hal itu menyiratkan seolah-olah Allah Swt., "merestui" ketidakadilan terjadi kepada hamba-Nya."


#daribuku *Jika Bersedih Dilarang, untuk Apa Tuhan Menciptakan Air Mata* - Urfa Qurrota Ainy, S.Psi., PT. Elex Media Komputindo 

 

***

 

Ada satu lagi yang aku sharing di sana, dari buku berbeda, tapi karena ini sudah panjang, aku pisah di postingan selanjutnya ya..

 

Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik, lewat anak-anak mudah yang bangun dan sadar terhadap literasi. Mulai dari satu halaman buku, mulai dari diskusi di lingkaran kecil dalam komunitas, semoga nanti makin meluas dan besar impact-nya sampai bisa benar-benar #ResetIndonesia. Menulis ini mengingatkanku akan salah satu pengingat tentang masa/zaman yang buruk akan bangkit generasi terbaik. Jadi jangan hanya berhenti bersuara dan beraksi dalam bentuk demo, tapi juga lanjutkan dalam bentuk mendidik diri lewat literasi. Gak cuma literasi tentang politik, sosial, tapi juga pendidikan. Gak cuma literasi yang memisahkan urusan dunia dengan agama, tapi juga literasi yang menyadarkan kita bahwa islam itu mencakup semuanya, gak cuma ranah pribadi dan ibadah yang sifatnya ritual, tapi juga termasuk urusan-urusan ummat. Gak cuma buku-buku dan kitab-kitab buatan tokoh-tokoh terkenal, tapi juga membaca kalamullah Al Quran secara vertikal, lebih mendalam, lebih banyak tadabbur, lebih banyak membuat kita sadar lalu berdoa, rabbana ma khalaqta hadza bathila, subhanaka, faqina 'adzabannar. Aamiin.

 

Wallahua'lam bishowab.

 

*** 

 

PS: Sebenernya ini bukan grup satu-satunya Book Sharing yang aku gabung. Ada juga grup book sharing dari Buibu Baca Buku, tapi sifatnya cuma berbagi rekomendasi buku. Dan jujur aku di sana aku gak berani vocal, secara membernya 500 dan pastinya merupakan pembaca buku yang lebih wow daripada aku, yang super slow dan masih moody baca bukunya. 

Saturday, August 16, 2025

Introver Tapi Butuh Komunitas dan Pengen Cari Temen

August 16, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* Tulisan ini semata hanya curahan hati saja, jadi kalau yang mengharap dapat manfaat, mungkin bisa cek tulisan lain aja hehe.

 

***

 

Beberapa waktu ini, setelah sekian lama begitu nyaman dalam selimut introver, termasuk keluar dari komunitas-komunitas lama karena futur sih >< aku merasakan aku harus keluar selimut dan pakai jas extrover lagi. Pengen banget cari komunitas dan temen untuk banyak hal. Untuk belajar quran, untuk olahraga, untuk baca, untuk nulis dll. Ada gak yang kaya aku, introver sih, tapi butuh juga energi dari interaksi dengan orang banyak. Kalau sendiri, rasanya aku stuck dan gak maju-maju. Mungkinkah ini karena aku introver yang tumbuh dan besar dengan banyak kegiatan organisasi dan komunitas, dulu kalau nemu yang klop cerewetnya ampun ><. Lalu masuk usia kepala tiga, lebih banyak di rumah, gak bisa aktif di grup-grup wa, karena banyak overthink dan nyaman diem dan nyimak haha. Untuk komunikasi dan cari obrolan banyak topik, solusinya udah dapet nih dari penpal Slowly. Gak cari yang long term, gak naruh ekspektasi banyak hal, balesnya boleh lama, gak kaya messenger chat, yang kalau udah seen, gak bales, rasa bersalahnya nempel meski balesnya tetep lama entah berapa jam setelah dibaca. Tapi aku gak cuma butuh person per person, aku butuh komunitas untuk hobi dan passion aku.

 

Circle Belajar Quran 

 

Pertama butuh circle belajar quran. Pengennya yang komplit, yang kaya guidelight project, Ya Allah cari dimana ya... pengen request ke panitia, tapi ngerasa bersalah, karena aku paham guidelight udah bagus banget punya proker offline DTQ, Quran Camp, dll yang itu udah bagus dan cocok sama panitia yang mungkin memang prefer agenda offline. Sebenarnya aku pun gak bisa janji kalau ada guidelight project bisa jadi peserta yang baik, karena kan udah gak se-free dulu pas masih single ya. Tapi beneran butuh minimal kaya mentoring di guidelight project, pengen dapet temen yang sevisi, kangen banget sama temen-temen Maryam, Sakiina dan We are All Maryam. Pengen ngajakin mereka, tapi banyak overthinking, takutnya udah ngajakin, eh nanti pas pelaksanaannya malah aku yang ngilang-ngilang entah karena futur atau karena masuk ke selimut introver lagi. Apalagi memang tantangan kegiatan online tuh gitu. Aku inget momen yang mirip, cari temen simak, udah dapet tuh, trus saling chat, janjian-janjian, sampai berkali-kali gak sempet sama sekali satu call pun. Guilty? Yes, I'm guilty. Aku udah hampir selalu slow respond di wa. Kecuali kalau ada temen/grup yang call, itu kemungkinan di noticenya ada. Selain itu, semua notifikasi mati. bahkan telpon aja kadang suka gak muncul notif di layar, cuma muncul pas aku buka wa aja. My bad, karena pernah ngutak-atik notif wa, jadi deh wa-ku anomali. harus nyalain getar dan sound notif dulu, biar kalau ada telpon di wa bunyi dan geter meski ga ada notif muncul. Anyway ini satu.

 

Oh ya, sebenernya untuk circle belajar quran ada Ngafal Ngefeel juga, tapi ini seleksinya berat. Kemarin coba jalur Alumni, gak diterima dong. Salah strategi, harusnya mah daftar jalur komunitas aja yang probabilitas keterimanya lebih tinggi. I don't mind paying a price for joining a batch in Ngafal Ngefeel, apalagi kemarin batch pertama Surat Maryam, kapan lagi momen bisa recall pelajaran dan hafalan surat Maryam? Anyway, penyesalan gak mengubah apapun. Qadarullah, mungkin emang aku harus belajar mandiri dulu dan ngumpulin lagi niat dan azam. Oh ya, sebenarnya Ngafal Ngefeel sedian opsi NN App, dan NB surat lain, lumayan buat yang butuh bacaan tadabbur surat Al Quran dan biar bisa lebih dekat dengan bacaan quran kita. Tapi untukku sementara itu bukan kebutuhanku, karena kalau sekedar materi dan tadabbur, I prefer listening to english lecture from ustadz. Tapi emang itu udah dilakuin? Udah dijadwal dan gak cuma denger setengah hati, tapi juga dicatet dan dibuat plannya? TT Astaghfirullah. 

 

Satu lagi circle quran yang aku sia-siain karena kebodohan diri. RSC, have I ever write about it here? RSC itu akronim dari Rahmah Study Club. Udah gabung batch 6, alhamdulillah lulus sesi Matrikulasinya (tadabbur Al Fatihah), sedihnya pas pelajaran berikutnya, pas mengkaji kitab "Adab dan Kiat dalam Menggapai Ilmu" aku gugur TT. Udah bilang ke pengurusnya cuti, tapi sampai saat ini belum berani muncul dan aktif lagi. Season 7 udah lewat, aku masih stuck di kitab yang sama. Belum mulai baca lagi, belum mulai buat resume lagi. Maybe I should start from that before imagining looking for another quran study circle. Oh ya, menulis ini mengingatkanku pada Qaf. Apa kabar teteh-teteh Qaf? Kangeen.

 

Komunitas Diskusi Buku 

 

Grup WhatsApp untuk mendukung kebiasaan baca alhamdulillah masih jalan. Tinggal tempat diskusinya nih yang belum ada. Kemarin setelah overthinking dan ketik balesan bahasan grup aksara 7 agustus, akhirnya kekirim dong, karena gak sengaja. Padahal niatnya dibiarin disitu buat nanti di SS dan dijadiin bahan buat nulis di blog ini tentang betapa overthinking diriku dan betapa aku benar-benar jadi introver di whatsapp. Aku inget banget, saking gak sengajanya, selain post balesan, aku juga sampai ganti settingan advanced chat privacy ke kontak salah satu anggota di sana.

 

Anyway, alhasil muncul di grup, akhirnya ditanya kabar, dan curhat kalau diskusi sama buku sekarang sama AI, padahal butuh komunitas literasi kaya Aksara. Dan seperti dugaanku, ada respon yang mengingatkan, barangkali itu tanda aku yang harus memulai komunitasnya. Menulis ini jadi inget Teh Risma yang dulu pernah sukses bikin komunitas Kendal Membaca paska lulus. What an amazing examples. Beda banget sama aku yang masih memilih meringkuk di dalam cangkang keongku.

 

Oh ya tentang memulai komunitas literasi di Purwokerto, sebenarnya Allah udah kasih jalan sih, tinggal aku mau maju apa gak. Jadi gini ceritanya... di FYP IG muncul lah reel tentang taman literasi purwokerto. Sebenarnya bukan info baru, secara taman itu dekat dari rumah dan tiap lewat aku selalu kepikiran untuk kesana, tapi baru banyak mikir doang, aksinya masih nol. Nah dari reel itu, ada komen yang ngajakin baca bareng atau apa gitu. Trus aku dm deh yang komen tersebut, dan kita terhubung. Aku iseng ngajuin ketemuan pekan itu juga, sabtu dari jam 2 aku kosong dan bisa ketemu. Singkat cerita udah ketemu, lalu waktu berjalan, udah hampir sebulan sejak kami ketemu. Harusnya bisa sih aku ajak lagi ketemuan, bikin rencana dulu, enaknya waktunya kapan, jam berapa agendanya gimana, nanti kita bisa coba bikin poster, atau minimal ngajakin temen yang kenal dulu lah. It's not a hard thing to do, kan udah pengalaman banyak organisasi dan kepanitiaan ya? Hehe. Minimal yang niat buat komunitas literasi udah ada dua, me and her. Doain ya, semoga dengan menuliskan ini niatku makin kuat, begitu pula azzam, dengan begitu nanti langkah pertamanya jadi lebih mantap. Kalau ada yang tanya emang niat sama azzam bedanya apa, coba cek tulisan lama ini: Tempat Persinggahan. Ceritanya ini aku masih di fase al-yaqzhah, belum pindah ke azzam jadi belum mulai melangkah kecuali yang sudah ditakdirkan Allah sebulan yang lalu, ketemu temen yang punya niat sama. Lanjut terakhir komunitas lain yang aku cari.

 

Komunitas Newbie Nulis Buku Solo 

 

Ya Allah nulisnya aja udah malu. Ini niat nulis buku udah berapa kali digalauin di blog ini sejak 2012, kapan actioannya? TT Alhamdulillah antologi yang lewat KMO udah satu. E-book antologi-nya udah. E-book kumcer solo, udah juga, mudah karena tinggal kompilasi aja, tanpa harus ada kesamaan tema dan gak harus ditolak penerbit karena cerpennya tak layak publish haha. Alhamdulillah ada pembaca juga meski satu, dan aku inget banget beberapa feedback dari anggota KMO yang aku PJ-in, terharu pas beberapa kali dia bikin story dan mention ig-ku, pas baca ebook Selembar Roti dan juga e-book Racikan Rasa yang sekarang udah aku unpublish, tapi ternyata dia udah save dan download. 

 

Draft outline dll sebenarnya udah ada. tinggal disiplin buat nulis dan ngedit aja. Tapi aku masih kalah dengan perasaan "insecure" "undeserve" dan segala hal negatif lain yang membuatku lebih nyaman nulis di blog aja, dan puas dengan membagikan nukil buku, kutipan dan insight dari buku yang kubaca. I mean, lebih baik mereka membaca buku orang lain daripada draft buku-ku yang makin hari makin mengerdil, dan niatku nulis buku yang hampir kering kerontang dan mati. Gak mati sih, cuma makin dalem aja tapi gak tumbuh-tumbuh karena belum ada aksinya lagi.

 

Ya, dan di sini, aku mengulang lagi keluhanku mencari kondisi ideal cari temen atau komunitas buat bisa jadi support system yang bisa ngingetin untuk tiap hari atau minimal tiap pekan ada progress di draft yang gak beres-beres itu. Ayo Bell!! Wake up!! Bukannya udah ada list-list penerbit targetmu? Dan kalaupun masih minder, kan bisa self-publish, cetak dikit aja, dan promosi ke orang-orang terdekat aja hehe. Tapi apa yang mau diterbitin kalau draftnya aja gak beres-beres sjahbfbgfhiasbhcbdjsnbvk kandkjBvj nL. I know, I feel frustated to myself also.

 

***

 

Sekian curhatan dini hari ini. Di post, untuk mungkin aku balikin lagi ke draft. Atau akan tetap di sini, karena aku sedang fase extrovert.

 

Oh ya, introver butuh komunitas dan pengen cari temen itu wajar dan hal yang baik. Karena memang banyak juga introver yang aktif dan bahkan jadi pengurus di organisasi dan komunitas. Bedanya cuma mungkin lebih nyaman di divisi yang banyak kerja sendiri dan sedikit interaksi dengan orang lain. Kalaupun interaksi juga aman-aman aja, asalkan tahu kapan harus off dan mengisi kembali energi dengan our precious solitude time. Gak hibernasi seperti beruang di musim panas juga. Masih menjalani hari-hari biasa, berinteraksi dengan keluarga dan orang terdekat hanya saja, lebih banyak diam tapi sekaligus berbincang dengan diri.

 

Barangkali ada yang baca sampai sini, mari lupakan hal-hal gak penting di atas, hadiahku untukmu, sebuah kutipan dari e-book kumpulan puisi Words - Wiwin Hartini, CV Garuda Mas Sejahtera.

 


 This also,

 

"What come will leave
It's the nature of life.


What make you happy will make you sad
They are couple you can't separate


What make you smile will make you cry
It's the nature of emotions.


What you get will disappear
It's the nature of time.


What you visit, you will leave
It's the law of moving on.


What you pray for will come
It's the truth if you believe.


What you work for will give back
It's the nature of reaction.


What you think, will matter
In your world and the world you see."


- Wiwin Hartini dalam bukunya yang berjudul Words 

 

Wallahua'lam bishowab. 

Thursday, July 31, 2025

Di Kick dan Gak Bisa Gabung Lagi di Komunitas WhatsApp

July 31, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Curcol gapapa ya hehe. Aku baru pernah di kick dari komunitas, eh, pas mau gabung lagi gak bisa dong. Padahal padahal...

 

***

 

Kronologinya.

 

Jadi aku menemukan link grup komunitas menulis di WhatsApp dari tulisan Medium seseorang. Aku gabung deh kan. Trus-trus, setelah beberapa saat cuma jadi silent reader, ada pengumuman gitu di komunitasnya. Kalau beliau ingin menggabungkan tiga grup, dikasih link grup baru. Tapi karena aku telat baca, aku belum gabung ke grup baru. Dan grup lama dihapus, otomatis membernya di kick kan, termasuk nomerku. Aku pikir, kan aku masih punya link grup barunya, jadi aku klik aja tuh. Eh.. gak bisa gabung coba? >< Udah berkali-kali coba ga bisa. Yang tadinya masih ada jejak komunitasnya, sampai aku hapus dulu komunitas whatsappnya. Hasilnya sama, gak bisa karena sudah dikick dari komunitas. BT dong hahaha.

 

Di satu sisi, aku mencoba ambil hikmah. Mungkin emang bukan takdirnya gabung komunitas itu. Toh aku cuma bakal jadi silent reader aja. Tapi di sisi lain, gemes juga, ini owner dan admin komunitasnya paham gak ya pengaturan kalau member yang dia kick gak bisa gabung lagi. Ada juga kah yang mengalami kendala sepertiku, dll, dst. Dan seperti biasa, bukannya coba komunikasi sama adminnya, yang kontaknya ada, dan aku sekomunitas juga di telegram, aku malah milih untuk nulis di sini. Gemes juga sama sisi diriku yang kaya gini ><  

 

Sekian curhatnya 

 

*** 

 

Terakhir, kututup tulisan ini dengan salam rindu, untuk komunitas literasi terbaik yang pernah ada dalam hidupku, Aksara Salman. Dulu, saat masih jadi anggota, dan masih bisa ikutan agenda-agendanya, aku mungkin belum terlalu paham, betapa berharganya punya circle seperti Aksara. I miss you all... Atau seperti yang kutulis di salah satu letter Slowly-ku,

 

I really miss those days, when I was in college and go to a literacy club, where we share what we read, without being afraid to be judge and just focus on sharing and talk about books. That time, I could even enjoy listening to someone who read a heavy book about geology, or a light book collection of short stories. At that time I learn the meaning of literacy, where we can read together, watch movies together then discussing it, but also write and make a bouletin. I miss having those circle.

- kirei a.k.a. blue




Jazakumullah khairan Aksara Salman for the every moment and memories, wish I could meet similiar circle again, or maybe made one. Aamiin

Bye5!

 

***

 

PS: Barangkali ada yang minat gabung support grup baca buku, khusus perempuan, langsung aja gabung ke  https://chat.whatsapp.com/JcBDKKPti1WKtM71zq3xaz

Saturday, July 5, 2025

Grup WhatsApp Untukmu yang Ingin Membentuk Habit Baca

July 05, 2025 0 Comments

Bismillah. 

 

Awal grup ini dibuat adalah untuk membantuku agar semangat baca buku tiap hari meski cuma satu lembar. Grupnya di khususkan untuk perempuan. Kenapa? Karena jujur, aku takut ada interaksi-interaksi yang tidak diinginkan kalau ada laki-laki, entah modus atau apa. Jadi kalau ada yang laki-laki dan butuh semacam support system kaya gini, silahkan buat sendiri dan ajak teman-temanmu untuk gabung.

 

Awalnya ada peraturan di grup ini untuk laporan sebelum jam 5 pagi, ada rekapan juga, dan ada hukuman juga buat yang 7x berturut-turut gak lapor untuk dikeluarkan dari grup. Boleh gabung lagi kalau udah lewat 1 bulan. Tapi aturan ini aku hapus, karena dalam waktu beberapa bulan ini aku sudah merasa tidak mampu untuk merekap tiap hari. Akhirnya, aku putuskan untuk membuka grup ini ke banyak orang. Aku share link-nya ke beberapa grup baca yang dulu aku pernah ikut challange, dan grup alumni yang isinya akhawat semua. 

 

Kubagikan juga undangan untuk bergabung ke sini.

 

 ***

 

🚺 [Girls Only Support Reading Group] 📚📚

Bismillah.

Barangkali ada yang punya target baca tiap hari, atau baru ingin memulai kebiasaan membaca, atau butuh pengingat untuk ngingetin baca buku.

Ayo gabung ke grup khusus perempuan, laporan baca.

https://chat.whatsapp.com/JcBDKKPti1WKtM71zq3xaz

 

***

 

Oh ya, kalau udah request to join, nanti akan aku japri dulu untuk kenalan nama+domisili, dan aku jelasin dikit tentang format dan contoh laporan bacanya. Semoga dengan ini gak ada kasus yang pura-pura jadi perempuan. (dulu pernah sekali kecolongan soalnya, tapi alhamdulillah ybs keluar sendiri karena gak betah di grup yang isinya cuma laporan baca, gak banyak interaksi/diskusi terkait buku).

 

Nanti.. kalau sudah besar grupnya, dan ada yang mau bantu-bantu buat jadi pengurus, mungkin dari grup ini bisa jadi komunitas baca. Bisa buat acara offline/online, baca bareng-bareng dan sharing insight dari buku yang dibaca.

 

Oh ya, sebenarnya kalau misal kamu perempuan dan mau cari komunitas baca, bukan sekedar grup laporan baca, aku saranin gabung the.ladybook. Itu programnya udah bagus dan udah kebangun komunitasnya. Qadarullah aja aku tiap ahad pagi sudah ada kegiatan offline, gak kaya dulu masih bisa gabung kegiatan baca dan diskusi buku tiap ahad pagi di @the.ladybook (cek aja di instagram). Kalau kamu lebih suka ikut challange baca di waktu-waktu tertentu, ini juga ada banyak banget, yang dulu aku pernah ikutin @menjadi.arketipe @akademiliterasi.id @22haribacabuku. Ada banyak banget sebenarnya cuma emang sistemnya program/projek. Beda sama grup WhatsApp ini, karena udah dari 2020 ada, dan sampai sekarang masih ada terus. Yang mau pamit keluar juga gak dipersulit kok hehe. 

 

Anyway, untukmu yang butuh temen baca, jangan ragu untuk gabung komunitas, atau ikut challange baca. Membaca itu memang kadang lebih nyaman sendiri, tapi saat semangat turun, atau kita terbawa arus dan sibuk dengan derasnya informasi di sosial media, komunitas ini yang bisa bantu kita untuk mengingatkan, bahwa ada buku-buku yang menanti kita untuk dibaca.

 

Sekian. Bye~ 

Friday, July 4, 2025

Sulitnya Menemukan Komunitas Blog yang Cocok

July 04, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

12 Juni yang lalu, setelah mengucapkan selamat tinggal dengan berat hati ke komunitas blog 1m1c (1minggu1cerita), aku memulai perjalanan baruku mencari komunitas blog baru.

 

Baca juga: Goodbye to 1m1c

 

Komunitas Blogger dot Com 

 

Komunitas pertama yang kutemukan adalah Komunitas Blogger [dot] Com, hasil pencarian pertama di google.

 

 

Pendaftarannya lumayan mudah dan sederhana, tinggal ikutin step by step-nya aja. Email, user id, password, verifikasi email. Standar. Cuma sayangnya, komunitas ini sistemnya lebih mirip forum. Yang jujur aku gak terlalu familiar, dulu pas forum lagi rame kaya kaskus dll, aku juga gak pernah masuk kedunia forum. Jadi deh, di sana, aku cuma masuk dan mengirim post perkenalan.



 

Sebenarnya kirim post perkenalan ini termasuk hal wajib, karena untuk bisa edit profil di forum tersebut, harus lebih dulu mengirim 4 post. Sebenarnya kalau secara fungsi tidak sesuai dengan harapan karena aku cari komunitas untuk mengingatkan dan rajin nulis blog. Tapi secara umum, ini komunitas yang bagus, karena bisa baca-baca dan saling tanya jika ada kesulitan terkait blog. Tapi mungkin ketimbang komunitas, lebih cocok jika diberi nama Forum Blogger dot com, tapi mungkin karena forum adalah bentuk komunitas juga ya? Anyway.. aku masih akan jadi member, cuma mungkin butuh waktu untuk punya bahan yang di post ke forum dan akhirnya bisa mengedit profil di sana.

 

Blogger Perempuan Network (BPN)

 

Komunitas kedua yang aku coba daftar adalah BPN. Logonya sudah lumayan familiar, karena sering liat dari blogwalking beberapa member 1m1c.  

 

Untuk pendaftarannya harusnya sih sederhana. Seperti biasa, tapi sayangnya, aku bahkan belum sampai tahap jadi member karena masalah aktivasi.

 


 

Aku pikir biasanya link aktivasi kan biasanya otomatis dikirim ke email, anehnya aku cari-cari di email, sampai ke folder spam gak ada. Trus aku usaha kan dm ke instagram BPN. Sudah dibalas, katanya sudah aktivasi, saya jawab tanya balik, berarti sudah bisa login? Terus tidak ada balasan. Saya coba login juga tidak bisa. Oh ya dm-nya IG BPN awalnya balasan otomatis kaya di WhatsApp Bussiness gitu sebelum akhirnya dibales. Aku sebenarnya bertanya-tanya, apa karena kebanyakan member ya? Soalnya kalau di web tulisannya sih more than 3500 female bloggers registered. Bertanya-tanya juga, adakah yang pernah coba daftar dan mengalami trouble yang sama denganku? Tapi pertanyaan-pertanyaan itu aku endapkan saja, aku melanjutkan perjalananku mencari komunitas blog lagi.

 

Kumpulan Emak Blogger (KEB)

 

 

Sekilas hampir mirip sama BPN, karena sama-sama perempuan, tapi ini pakai diksi emak, kata lain dari ibu dan huruf K di depan bukan mewakili Komunitas, melainkan Kumpulan. Pilihan yang tepat karena untuk diksi emak, kayanya lebih pas pakai diksi kumpulan.

 

Untuk pendaftarannya sedikit berbeda, karena harus isi formulir dulu sebelum dapat username dan password.

 


 

Singkat cerita formulir sudah aku isi, sudah follow sosial media KEB juga (twitter, ig). Aku masuk ke poin ke 2, menunggu konfirmasi dari makmin. Dan... ya, masih menunggu, entah konfirmasinya nanti diberitahukan lewat email, atau lewat WhatsApp. Unfortunately, karena udah agak males setelah pengalaman dm ke BPN, aku gak melakukan upaya aktif apapun untuk memberitahun makmin kalau aku udah isi form pendaftaran. *di sini salahku sih. But anyway, anggap saja mungkin kita belum berjodoh. Barangkali suatu saat tiba-tiba aku dapat konfirmasi, nanti aku kasih tahu di kolom komen.

 

Mamah Gajah Ngeblog (MGN)


Daripada muter-muter cari yang komunitas blog yang baru, mending gabung aja ke komunitas blog yang sudah tahu dari lama. Memang gak semua orang bisa jadi member, karena memang komunitas ini terbentuk karena kesamaan almamater. Tapi selain itu, komunitas ini akhirnya jadi pilihanku. Proses daftarnya juga super cepat. Cuma isi form, nanti di akhir dikasih link whatsapp community, dari situ aku minta join ke grup membernya. Sudah deh. Dan setelah baca-baca web dan sosial medianya, aku salut banget sama komunitas blog "kecil" ini. Ada program tantangan tiap bulan dengan tema berbeda dan host berbeda, ada juga tulisan seri tiga bulan dengan tema pilihan. Dan satu lagi yang paling berkesan, ada e-book hasil karya MGN dong.. Waa^^ seketika aku langsung jatuh hati. Kenapa gak dari dulu gabung ya? Hehe.

 


 

 

***

 

Sekian kisah perjalanan mencari komunitas blog. Mohon maaf kalau ada yang baca sampai akhir dan akhirnya kecewa, karena aku gak kasih solusi buat blogger umum yang sedang kesulitan cari komunitas.

 

Untukmu yang masih cari komunitas blog, atau komunitas apapun terkait hobi atau minatmu, percaya deh, meski butuh usaha lebih, pasti nanti ketemu. Kalau pun belum ada, barangkali itu tanda kamu harus buat sendiri. Sepertiku yang harus merelakan pergi dari komunitas baca The Lady Book karena kendala jadwal, dan akhirnya alhamdulillah masih bisa dapat support system membaca dengan membuat grup WhatsApp "Membaca Tiap Hari" (ini in syaa Allah aku ceritakan di postingan berikutnya ya).

 

Aku, juga masih punya mimpi buat grup/komunitas menulis setiap hari, dengan tujuan untuk menerbitkan buku solo. Pasti kan banyak tuh yang minat, cuma emang perlu energi lebih dan cari orang-orang yang punya semangat sama. Sebenarnya untuk menulis buku, ada banyak banget fasilitas dari penerbit indie yang memberikan fasilitas challange menulis buku + tawaran terbit, tapi karena beberapa kali coba ikut dan gagal, pun gak terlalu tertarik nerbitin di penerbit ybs, jadi deh, akhirnya cuma meninggalkan draft buku setengah jadi. Daripada tantangan dengan pace cepat seperti 30 hari/1 bulan. Aku lebih ingin buat/cari komunitas nulis buku yang fokus di habit atau membiasakan dulu tiap hari nulis/ngedit draft untuk buku. Begitu.. Padahal tadi udah nulis diksi "sekian" tapi malah jadi panjang bahas komunitas lain.

 

Anyway. Tetap semangat dan teruslah melangkah menjadi lebih baik. Cause better word will make a better life. Semangat menulis dan semangat blogging. Semangat berkarya membagikan kata baik, meski sederhana. Meski kita bak bulan yang tidak sempurna.

 

Baca juga: Be the Moon 

 

Wallahua'lam. 

 

Thursday, June 12, 2025

Goodbye to 1m1c

June 12, 2025 2 Comments

Bismillah. 


Rasanya belum lama aku setor ke web 1m1c. Lalu pengumuman itu hadir di grup WhatsApp.

 

***

 

Padahal yang bikin aku semangat nulis bukan curcol adalah keinginan posting tulisan kutipan/insight buku untuk 1m1c. Yang bikin aku aktifin lagi twitter juga 1m1c. Jujur berat banget rasanya harus berpisah dengan komunitas yang udah nyaman. Tiba-tiba teringat lagi sabtulis, my first blog community.

 

Setelah 1m1c gak ada, harus gabung komunitas blog apa? Tadi sempet googling dan nemu forum komunitas blogger.com, tapi itu sifatnya forum, dan lebih banyak ke teknis. Mana aku bukan blogger yang suka teknis. Gak cari adsense dan gak utak-atik SEO juga. Pure nulis karena suka nulis. Dan gabung komunitas karena lumayan bisa blogwalking atau ada motivasi nulis yang lebih rapi karena di setor ke komunitas bukan dibaca sendiri aja hehe. Atau nanti cari di instagram deh. Pasti ada sih. Cuma, semoga aja bisa dapet yang cocok.

 

***

 

Oh ya, sebenarnya ada KBM (Komunitas Blogger Medium), tapi jujur aku di sana silent reader aja. Bukan kontributor juga. Jujur kalau di Medium suka insecure, beda visi soalnya. Banyak yang nulis di Medium untuk profesional. Sedangkan aku di Medium, cuma perpanjangan tangan dari blog ini. Semoga jadi lebih banyak yang baca tulisan tentang buku dari blog ini di Medium. Karena platform blogger makin tua, dan gak banyak yang tanpa sengaja akses blog orang, kecuali emang kenal orangnya, atau dari komunitas blogger.


Anyway... terimakasih kepada 1m1c yang telah menemaniku menulis di blog. Terima kasih buat anggota-anggotanya yang sering "congkak" di grup, dan itu jadi pengingat untukku agar menulis juga. Terima kasih untuk co founder dan pengurus 1m1c. I will miss you all so much. Terutama balasan email dari 1m1c tiap kali aku selesai setor tulisan blog ke web 1m1c.

 


 

Mari tetap semangat dan terus menulis~ Seperti yang selalu diingatkan 1m1c, menulislah walau #1minggu1cerita.

 

Bye~ 

 

***

 

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Tuesday, October 15, 2024

A Call that Delivers Positive Energy

October 15, 2024 0 Comments

Bismillah. 


It's already October. Alhamdulillah 'ala kulli hal.

 

Beberapa waktu yang lalu, aku paham aku memilih untuk tidak menulis, dan menghabiskan waktu untuk hal yang jauh lebih tidak penting >< Allahummaghfirli..

 

Bahkan hari ini pun, aku ragu untuk menulis. Tapi obrolan kemarin seolah mengetuk-ngetukku untuk menulis, sesederhana apapun. Mungkin inilah berkah terhubung lagi dengan orang shalih. Energi positifnya mengalir, meski bukan pertemuan fisik, hanya suara di ujung telepon.


***

 

Singkat cerita, seseorang dari komunitas yang kukenal sejak 9 tahun yang lalu menghubungiku. Dari obrolan tersebut, nyala api semangat saat dulu awal bergabung di komunitas melintas di memori. Betapa saat itu, kami terhubung karena sama-sama merasakan manfaat dari ceramah berbahasa inggris dari seorang ustadz, lalu manfaat yang kami dapatkan itu, ingin kami bagikan juga ke orang lain. Maka lahirlah akun tumblr komunitas.

 

Seingatku saat itu aku belum banyak berkontribusi. Aku cuma observer, sesekali bersuara di grup, tapi lebih banyak menyimak saja. Tumblr saat itu diisi dengan desain quote/kutipan. Aku tahu salah satu yang aktif berkontribusi. Qadarullah ketemu di bandung dengan beliau saat beliau S2 di kampus yang sama.

 

Aku ingat saat itu ada pertemuan offline juga, tapi aku yang saat itu masih bergelut dengan diriku sendiri, memilih untuk tidak hadir, hanya mendengar cerita dari teman yang hadir.

 

Aku teringat event menulis pertama bertajuk metamorfosa, tidak ikut mengirim apapun, bukan panitia juga, tapi merasakan manfaat dari membaca tulisan beberapa peserta event tersebut.

 

Aku teringat saat berkunjung ke rumah salah satu anggota komunitas, diceritakan tentang mimpi besar komunitas. Mendatangkan ustadz ke Indonesia, mendirikan yayasan dengan nama sama cabang Indonesia.

 

Aku teringat kabar saat ustadz ke Malaysia, dan ada anggota komunitas yang datang dan bertemu, membawa buku yang berisi desain-desain quote dari komunitas. Lalu beliau hendak mampir ke Indonesia 411, tanggal 5-nya. 2016. Dibatalkan karena alasan keamanan.

 

Lalu 2018. Akhirnya ustadz ke Jakarta. Meet up Community. Kajian di Masjid Istiqlal.

Baca juga: Resume Kajian Meet Up Community

 

Lalu story night pertama, ada quran weeks juga. Dan tahun ini story night kedua.

 

***


Memori dan tulisan di atas, bukan kutulis dalam rangka promosi acara atau apa. Tapi aku ingin mengenang, betapa semangat kami dulu untuk berdakwah, bukan karena ustadz tersebut, tapi karena pelajaran Al Quran yang kami dapat dari beliau. Insight-insight yang membangunkan hati kami, sehingga kecintaan terhadap hikmah tersebut membuat kami ingin lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya juga.


Apa kabar komunitas? Komunitas kami masih hidup, tapi tidak bisa disebut sangat aktif. Beberapa program kerja masih berjalan. Story Morning setiap ahad, tim subtitle yang menyediakan video subtitle bahasa indonesia dan inggris di youtube, juga proker tiap Ramadhan, My Favorite Ayat, juga blog, masih update tulisan-tulisan resume dari kajian.


Jujur menulis ini membuatku malu, karena saat ini, aku lebih banyak menjadi observer lagi, menyimak dan memperhatikan dari jauh. Sedihnya, masih bergelut dengan diri sendiri, sehingga tidak banyak berkarya. Jangankan untuk komunitas, blog ini saja ... *let's not complain and do the work instead.


***

 

Terakhir, jangan menyerah bebenah diri. Semoga Allah mudahkan untuk istiqomah menyelami samudra ilmu-Nya, berusaha mengambil sedikit dari mutiara di kedalaman Al Quran.

 

Kuakhiri tulisan ini dengan sebuah kutipan,

 

We need guidance over and over again.

Allah mengumpamakan Alquran dengan hujan atau air. Seperti bumi yang membutuhkan hujan lebih dari sekali untuk menjaganya tetap hidup. Seperti itu pula Alquran kita butuhkan dalam hidup kita.
 
Seperti manusia, apa manusia cukup meminum air satu kali saja dalam hidupnya? Tidak. Manusia butuh minum air lebih dari sekali, we drink water over and over again. Seperti itu pula kebutuhan manusia atas petunjuk dalam Alquran. Sepanjang hidup kita, kita membutuhkan Alquran.

- Resume Kajian Ustadz Jakarta, 5 Mei 2018 (baca lengkapnya di sini)

 Wallahua'lam bishowab.


***


PS: Aku kehabisan kata untuk membuat judul! Awalnya mau dikasih judul "It's October", tapi setelah semua tulisan jadi, nggak menggambarkan isi. Trus mau ubah jadi Telepon dari Seseorang dari Komunitas, kebanyakan dari-nya. Akhirnya judulnya kuganti jadi seperti sekarang. Sekian. maaf gak penting. let's hide this.

Monday, May 13, 2024

Bolos 6 Pekan, Belum Di-kick Tapi...

May 13, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

#gakpenting

 

Sebenarnya pekan kemarin udah diingatkan via email oleh admin, atau auto email dari program. Tapi kemarin, gak ada motivasi buat nulis postingan yang layak disetor ke 1m1c.

 

Hari ini, alhamdulillah bisa nulis diary di ms.word, trus buka blog, nulis juga, semacam cerita blogwalking yang link tulisannya gak bisa disimpan.


Trus buka komentar, dan nemu komentar baru dari sesama member 1m1c. Ya, siapa lagi yang baca blog ini, kalau bukan temen-temen 1m1c. Karena selain tulisan yang disetor, jarang banget share tulisan ini ke sosmed. Ke twitter juga share karena 1m1c. Dan twitter kan semacam private sosmed, karena yang follow cuma sedikit dan banyak yang udah gak aktif. Ah, twitter udah ganti nama ya? wkwkwk.


Anyway, aku jadi iseng pengen buka website 1m1c. Bertanya-tanya, masi bisa buka kah?

 

 

Alhamdulillah masih belum di kick tapi... tapi tapi, apakah aku bisa menulis postingan yang layak di setor ke 1m1c? Mohon doanya hehe. Mari coba dulu aja, sertakan dengan bismillah. ^^

Wednesday, December 27, 2023

Delightful Time with Quran

December 27, 2023 1 Comments

Bismillah.

 


 

 

Judul ini terinspirasi sebuah program di komunitas quran @guidelight.id. Pernah hadir beberapa kali. Biasanya diadakan awal bulan. Sebuah forum diskusi tadabbur.


Sistemnya, peserta masuk kelas online. Lalu pembukaan, dan penjelasan teknis. Lalu personal tadabbur, masing-masing diberi waktu untuk tadabbur, bebas mau ayat apa, surat mana. Kalau bingung harus tadabbur bagaimana, butuh bantuan tambahan referensi, diberi juga beberapa referensi dan link bacaan dari panitia. Aku lupa berapa lama durasinya, 30 menit? Atau hanya 15 menit? Setelah selesai tadabbur masing-masing, baru dimulai sesi sharing. Dipersilahkan untuk membagikan hasil tadabbur masing-masing.


That's it. It's a delightful time with Quran. Berbeda dengan rutinitas membaca quran yang hanya baca text arab qurannya saja. Saat merasa membaca terjemah saja masih kurang. Sesi tadabbur ini membuat kita belajar untuk mengamalkan ayat "afala yatadabbarunal quran", semoga sedikit dari usaha kita menjadi bukti, bahwa kita masih punya hati, hati.. yang semoga tidak terkunci dari hidayah dari-Nya.


***


Delightful time with Quran itu bagiku, penting, banget. Bahkan untuk yang masih terseok-seok mengejar target tilawah dan hafalannya. Sebuah pengingat, bahwa quran ini, bukan seperti buku biasa, yang cukup dibaca. Ia bukan sekedar hafalan, yang cukup dihafal di lidah. Ada hati yang seharusnya bergetar tiap kali kita membacanya. Ada biji-biji niat amal kebaikan yang seharusnya tertanam di hati setiap kali kita menghafalkan ayatnya.


Mari meluangkan waktu itu. Kalau dari satu komunitas, tiba-tiba prokernya sudah tidak ada. Cari lagi dari komunitas lain. Ngafal Ngefeel-nya Kak Siti misalnya.

 


 

Kalau ini, programnya, baca insight, ngafalin, dan setor hafalan setiap hari ke mentor, oh ya, ada quiz juga tiap pekannya. Sistem pendaftarannya memang agak-agak spesial gitu sih. Karena cuma dibuka beberapa jam saja di tanggal yang ditentukan. Dan ada seleksi juga, jadi ya, kalau nggak diterima, mari cukupkan membaca insightnya aja, di web https://www.ngafalngefeel.com/ atau bisa dengerin insight dari podcastnya, ada dua channel : Ngafal Ngefeel dan Quranic Insight.


Oh ya, dari Ngafal Ngefeel, ada juga program komunitas "anak"-nya, namanya SNN. Bedanya sama Ngafal Ngefeel, di sini nggak ada mentor. Sistemnya tiap peserta dipasangkan, lalu saling setoran via telp dan sharing dari insight yang sudah dibaca. 


***


Tapi contoh di atas itu semua kegiatan online ya? Nggak ada yang offline aja?


Nah untuk kamu yang lebih suka kegiatan langsung tatap muka. Boleh banget segera bikin program delightful time with quran dengan teman-temanmu yang satu visi. Mereka yang sama-sama ingin mendekatkan diri dengan Allah lewat Al Quran. Nggak perlu banyak-banyak, cukup tiga-empat orang dulu. Carinya dimana? Cari dari temen-temen terdekatmu dulu. Kalau nggak ada, coba dateng ke kajian di masjid terdekat, kenalan sama temen yang duduk di sebelahmu. Jangan lupa minta tolong ke Allah juga, supaya dimudahkan dapet temen bisa diajakin tadabbur quran bareng, meski cuma satu bulan sekali. Semoga nanti Allah bukakan jalannya, bahkan lewat hal-hal yang nggak kita sangka.

 

Dan misal belum ketemu, bersabarlah berusaha dan berjuang sendiri, berjuang melawan nafsu, dan berusaha mengatur waktu, agar kita punya delightful time with quran. Semangaat...!


Semoga Allah memberikan kita kemudahan dan hidayah, agar tidak lupa menikmati ayat-ayat Al Quran, bukan cuma lewat membaca dan menghafalnya, tapi juga lewat tadabbur, dan berusaha mengamalkan ayat-ayatNya. Aamiin.


Wallahua'lam.


***


Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

Friday, July 28, 2023

Weekly Insight Surah Qaf by Ngafal Ngefeel

July 28, 2023 0 Comments

Bismillah.

 

*warning* prolog panjang dulu, yang mau cek insightnya, boleh langsung scroll ke bawah

 

Berawal dari komunitas 90 Hari Bersama Al-Quran, komunitas yang aku gagal jadi peserta yang baik. Tapi lewat komunitas ini, aku jadi bisa daftar program Ngafal Ngefeel Surat Qaf. 


Tentang Ngafal Ngefeel


Sudah agak lama aku mengetahui program ini. Mungkin, sejak aku mengenal website inspiredbysiti.com. Pernah juga dapet info kalau beliau berkunjung ke Purwokerto, tapi qadarullah saat itu tidak bisa hadir.


Keinginan untuk daftar itu ada. Tapi aku benar-benar tidak tahu informasi, pun masih sibuk tenggelam dalam distraksi. Giliran udah tahu informasi, aku menabrak pagar. Ya, pagar usia hehe. Aku bukan termasuk range umur yang dicari sebagai peserta NN.


Tapi lewat komunitas 90HariBersamaAl-Quran, aku bisa tetap mendaftar meski usiaku diluar range, ada pengecualian untuk yang mendaftar melalui komunitas.


Saat itu ada 2 kelas yang dibuka, surat Luqman dan Qaf. Karena aku belum banyak tadabbur dan belajar banyak tentang surat Qaf, aku memilih surat Qaf. Mendaftar, sambil deg-degan, karena gatau bakal diterima atau gak. Alhamdulillah keterima. 30 hari, membaca insight, menghafal, menyetorkan hafalan. Insight harian berupa tulisan di share di grup WhatsApp, tidak boleh di share keluar. Tapi tiap pekan, ada infografis weekly insight yang boleh di share. Ini, yang mau aku share.


***


Pekan 1 - Ayat 7 (Bumi, yang di desain dengan begitu indah oleh Allah)

 


Pekan 2 - Ayat 18 (Pengingat agar lebih berhati-hati berbicara dan menulis)



Pekan 3 - Ayat 27 (Jangan tertipu dan lupa, bahwa setan dan bisikannya yang mengajak pada keburukan, adalah musuh, bukan teman)



Pekan 4 - Ayat 32 (Setelah semua kengerian gambaran hari berbangkit dan hari akhir membuat kita takut, surga Allah dekatkan, ayat ini.. tentang untuk siapa surga itu. Semoga Allah memudahkan kita menjadi bagian dari awwabun hafizh. Aamiin).



Sekian. Semoga bermanfaat.


Wallahua'lam.


***


PS: Curcol boleh ya? Sengaja dateng agenda offline sneak peak NN batch berikutnya, berharap bisa jadi peserta lagi, karena peserta offline gak dibatasi umurnya. Tapi qadarullah belum jodoh. Padahal penasaran, pengen menyelami insight dari surat Al Qamar. Anyway.. semoga meski bukan peserta bisa NN Al Qamar, bisa ikut SNN, atau dapet / baca insight weekly-nya.

Saturday, March 18, 2023

Mendaftar 1Minggu1Cerita Lagi

March 18, 2023 0 Comments

Bismillah.

Ini kali ketiga aku mendaftar 1minggu1cerita, setelah dua kali dihapus akunnya oleh admin, karena tidak setor tulisan selama 6 pekan berturut-turut.


 

Aku lupa pertama kali daftar tahun berapa. Kalau dari histori email, 23 Februari 2019. Entah ini yang pertama atau kedua. Lalu hari ini, 18 Maret 2023. Sepertinya ada satu waktu aku mendaftar menggunakan email lain. Saat itu aku memang mencari komunitas blog. Awalnya Sabtulis, temen-temen sabtulis apa kabar? Yuning, Bagas, Novi. Yuning masih dengan kesibukannya sebagai dosen. Bagus sekarang fokus di KBM (Komunitas Blogger Medium). Novi, lama aku gak menyapa. Doakan aku biar gak lupa silaturahim ya. Semoga menyempatkan menyapa.

 

Lalu aku mengenal 1m1c, mengenal beberapa nama familiar. Orang-orang bandung hehe. Awalnya cuma jadi member. Lalu di pendaftaran kedua, ada pendaftaran Tim Baca, coba daftar dan gabung. Lalu tim bacanya bubar, dan aku juga lama gak setor. Lalu tidak ada niatan daftar lagi, sampai hari ini. Aku menulis, lalu kebiasaan lama mengajak otakku berpikir bahwa tulisan tersebut bisa disetor di 1m1c. Otak impulsifku dan habit lama berhasil memotivasiku untuk mendaftar lagi.


Is it just me, or I don't know.. but I have some trouble while filling the registration form. *kenapa tiba-tiba berubah bahasa hehe. Jadi, aku kesulitan mengisi formulir pendaftaran. Ada beberapa row, yang ketika aku klik, gak langsung bisa diisi. Harus sabar menunggu dan klik berkali-kali. But I did it! And I'm proud cause I'm patient enough to deal with that technical problem. Mungkin perlu kasih tahu adminnya kali ya? Barangkali perlu di cek. Atau gausah aja hehe, nulis di sini aja. Barangkali ada yang membaca hahaha. Kebiasaan buruk, lebih suka bicara sendiri di blog ketimbang harus muncul ke permukaan.

 


Ada 184 anggota yang masih aktif. Tapi aku dapat nomer member 1554. Artinya, udah pernah ada maksimal 1554 orang yang mendaftar 1m1c, dikurangi orang-orang seperti aku yang beberapa kali di'kick', lalu daftar lagi hehe. Harapanku, semoga kali ini aku jadi member yang baik, yang sesuai taglinenya 1m1c, menulislah walau #1minggu1cerita.


Sekian curhatan kali ini. Oh ya, apakah kamu bergabung di suatu komunitas? Kalau iya, komunitas apa? Coba ceritakan...