Kata Ayah
Isabella Kirei
July 31, 2016
0 Comments
Bismillah.
***
| diambil dari erstudio.tumblr.com |
Meski agak menyimpang dari projek yang diselenggarakan Erstudio, dan ga akan di submit juga, tapi karena liat postingan tersebut di dashboard tumblr membuat jemariku tergelitik untuk menulis di sini.
***
Berbeda dengan kakak atau adikku, aku bisa dengan percaya diri mengatakan aku lebih dekat dari ayah ketimbang kakak atau adikku. Sejak kecil, mungkin sejak SMP, aku yang paling nyambung kalau ngobrol dengan Ayah. Atau kalaupun dulu ada yang ga ngerti, setidaknya aku berani mengatakan dulu aku pendengar yang baik bagi ayah jika dibandingkan dengan kakak atau adikku.
"Ayah. Cintanya dalam diam. Biasanya seorang ayah minim sekali berkata-kata kepada anaknya. Namun sekalinya beliau berkata atau menasehati kita, biasanya akan teringat hingga dewasa." -bit.ly/KataAyahBookProjectCinta Ayah bagiku tidak dalam diam, seperti di kutipan atas. Meski tidak sebanyak kata yang keluar dari bibir Ibu, aku juga merasakan banyak cinta dalam kata/ucapan Ayah. Percakapan, atau pertukaran pemikiran diantara kami banyak yang menancap dalam di memoriku, diantaranya akan kusebut dan sebagian kuuraikan di bawah ini.
***
Aku ingat, Ayah lah yang memotivasiku untuk sekolah di "luar". Saat lulus SD sempat hampir mendaftar SMP berformat sekaligus pesantren di kota X. Saat lulus SMP sempat hampir mendaftar di SMA boarding school Y. Saat SMP, aku kenal Universitas NanYang karena Ayah pernah berkata yang intinya, "kalau bisa nanti kuliah di sana di jurusan informatika".

