Follow Me

Showing posts with label kata. Show all posts
Showing posts with label kata. Show all posts

Tuesday, August 26, 2025

New Leaf New Address

August 26, 2025 0 Comments

Bismillah.

 

Seperti rencana yang sebelumnya pernah aku tulis di Belajar Bahasa dengan AI, Yeay or Nay? Aku ingin mencatat dan mempublikasikan proses belajar bahasaku dengan AI Translator di blog. Nah, karena itu aku jadi buka lagi blog New Leaf. Ada yang masih ingat sama blog New Leaf? Singkat cerita New Leaf adalah blog baru yang kubuat untuk mencatat frase bahasa inggris dan artinya, disajikan dalam artikel, gak cuma arti, tapi juga sedikit ditambah penjelasan, dan kadang ada tambahan opini juga. Yang mau baca tulisan-tulisannya, baca di versi Publikasi Medium-nya saja ya.

 

Baca di: https://medium.com/new-leaf 

 

Sebenarnya awal dibuat karena aku ingin naik level, pengen buat blog yang dimonetisasi. Tapi blog itu mandeg di tahun 2021. Sempat aku ganti domain yang tadinya akardaunranting.blogspot.com jadi artidanmaknakata, cuma untuk diganti balik jadi domain awalnya, karena statistiknya jadi kacau. Secara di google masih akardaunranting yang ke index. 

 

Dan karena memang sekarang udah pindah topik, dari bahasa frase bahasa inggris dan makna, ganti jadi catatan belajar bahasa dengan AI. Otomatis alamatnya pindah lagi. Nama blognya masih tetep New Leaf sih, males aja ganti logo dll hehe. Tapi alamatnya pindah ke belajarbahasadenganai. Tulisan lama rencana masih tetap aku biarin ada di sana. Tampilan juga kayanya gak perlu diganti banyak, kecuali nanti ada beberapa page yang harus aku edit, page Tentang New Leaf, archive, dan daftar isi disusun berdasarkan abjad.

 

Anyway, bukan itu alasanku menulis ini. Jadi, karena buka blog New Leaf lagi, aku jadi baca satu-satunya komentar di blog tersebut, tahun 2021, di post sama unknown. Sebuah komentar pendek apresiasi gitu. Dan di akhir komentarnya, ia menuliskan frase good real, sebuah frase baru untukku. Dulu kayanya aku gak terlalu merhatiin, tapi kemarin, aku jadi penasaran dan cari penjelasan arti frase tersebut.

 


 

Membaca penjelasan tersebut, gatau kenapa jadi ngerasa terharu. Siapapun itu, meski mungkin yang dimaksud ya cuma good real basa-basi aja, semacam ucapan good job! Tapi karena aku tipe yang sangat menyukai makna, dan baca penjelasan dari good real, aku jadi terharu sendiri hehe. Itulah keindahan bahasa, kalau kita tahu frase-frase yang sedikit lebih gak familiar, kita tuh jadi lebih kaya rasa dan makna. 

 

Intinya, meski new leaf cuma aktif sebentar, dan mungkin akan ganti konten, tapi saat teringat bahwa minimal ada satu orang yang bisa merasakan both good and genuine from post in New Leaf, I feel content. Karena itulah salah satu hal yang menggerakkan penulis untuk menulis. Berusaha untuk memberikan manfaat meski sedikit.

  

Sekian. Doakan semoga aku bisa istiqomah menulis hal-hal yang bermanfaat buat diri dan orang lain ya!

Wednesday, October 30, 2024

Durability

October 30, 2024 0 Comments

Bismillah.

 

#freewriting #brainstorming


Definisi durability: the ability to withstand wear, pressure, or damage. (Dari google translate)


Kalau untuk manusia, mungkin lebih tepat diksi resilience. Tapi resilience punya defini berbeda.


Resilience:
1. the capacity to withstand or to recover quickly from difficulties; toughness.

2. the ability of a substance or object to spring back into shape; elasticity.

 

***

 

Saat hendak menulis ini, aku sebenarnya mencari-cari, kata apa yang tepat untuk digunakan. Apakah pas untuk menggambarkan apa yang ingin aku tulis?


Aku ingin menulis tentang rasa sakit. Bagaimana yang tidak terbiasa sakit, mungkin memiliki resiliensi lebih rendah ketimbang yang sudah terbiasa dengan rasa sakit. Tapi benarkah seperti itu?


Sebagian hatiku ingin menulis fiksi, cerita tentang orang yang diberikan nikmat kesehatan. Lalu sedikit rasa sakit, sakit fisik ya -bukan hati- membuat ia bertanya-tanya. Apakah memang rasa sakit ini benar-benar sakit seperti yang ia rasakan? Atau sebenarnya ini hanya sakit kecil, hanya sakit kepala kecil. Sedikit pening. Sedikit pengar.

 

it's been a long i am not opening tesaurus. ^^

Aku bertanya-tanya, tentang orangtua, bagaimana kebanyakan orangtua merasakan sakit, tapi begitu lihai menyembunyikannya dan meredamnya.

 

Aku bertanya-tanya tentang Nabi Ayub, dan kebijaksanaan beliau 'alaihi salam. Teringat doanya, dan bagaimana doa tersebut diucapkannya, latar belakangnya. Seolah setiap ujian hanya sentuhan tipis. Mengingat berapa lama dan betapa banyak nikmat yang sudah terlebih dahulu dirasakan dalam hidupnya.


Aku teringat buku GRIT, meski baru membaca bagian depannya, saat berkunjung ke toko buku beberapa saat yang lalu. Buku tersebut membahas bahwa yang membuat seseorang bertahan dan berhasil, tidak selalu tentang passion atau bakat, tapi adalah resiliensi, ketahanan, ketangguhan.


Aku teringat bahwa kewajiban saat sakit itu bersabar. Pergi ke dokter dan berdoa itu tambahan pahala. 


Aku teringat bahwa sakit bisa menjadi penggugur dosa. Tapi jika dosanya begitu besar, apakah cukup rasa sakit yang kecil mengugurkannya? Lalu mencoba menjawab sendiri, "Perlu taubat, tidak cukup lewat sakit".


Aku berpikir, bahwa mudah sekali berbicara ingin dosa digugurkan dan dihapus lewat amal shalih saja. Tapi prakteknya? Mana amal shalihnya? Mana taubatnya?


Aku sedikit mengerti, mengapa Allah menyuruh kita untuk mengunjungi orang yang sakit. Hikmah yang sama, saat kita banyak bertemu dan berinteraksi dengan orang miskin.


Aku teringat pernah mendengar tentang pemain tinju, atau petarung. Bagaimana bisa menjadi juara? Saat sering latihan, dan dari setiap latihan kemampuannya menahan sakit makin tinggi. Siapa yang bertahan lebih lama untuk tidak KO. Tapi apakah mereka tidak merasakan sakit? Mereka masih merasa sakit. Hanya saja kemampuan menahan sakitnya meningkat.


Aku teringat latihan sosok yang namanya disebut Rasulullah namun tidak pernah bertemu Rasulullah. Aku lupa namanya. Tapi barangkali ada yang ingat. Seorang anak yang menggendong ibunya untuk umrah/haji. Latihannya mengangkat anak sapi naik turun bukit/gunung. Tiap waktu anak sapi tersebut makin berat.


***


Aku bertanya-tanya, saat menulis dan membaca fakta ini. Bagaimana perasaanmu? Adakah termotivasi atau justru semakin insecure? Mari dijawab dalam hati saja.


Aku menulis ini, dalam rangka lebih banyak menulis. Ada begitu banyak hal yang ingin ditulis, namun aku sering terhenti sebelum memulai. Seseorang menuliskan, bahwa free writing itu ditulis bukan untuk dipublish. Tapi untuk di simpan, kemudian diedit di kemudian hari baru dipublish. Tapi aku sejak dulu tidak suka aturan, dan masih belum jadi penulis yang baik. Jadi biarkan aku banyak free writing dan brainstorming di sini.


Nanti, jika sudah lebih baik, semoga lebih disiplin untuk menulis sesuai aturan. Saat ini, yang aku butuhkan baru kuantitas. It's been a long time since I only write less than 10 post per month. 


Sekian. Semoga gak ada yang baca sampai akhir. Jika ingin baca tulisan yang lebih rapi, silahkan berkunjung ke Medium saya (isabellakirei.medium.com).


Bye~


Wallahua'lam.

Wednesday, March 10, 2021

A Word from The Other Language

March 10, 2021 0 Comments

Bismillah.

I've been 'learning' other language, and even use it often in my inner thoughts. I do a lot of monologue both in Indonesia and other language (english included). And as I gasp and fill my vocabulary, I often find myself finding it difficult to translate a word from other language to Indonesia or even to english. I can find a synonym of it, but I feel like it doesn't do justice to translate the "nuance" of the word itself.

Sejak itu, aku menyadari kalau kurang banyak membaca. Bank kosakata bahasa indonesia di otakku cuma sedikit, sepertinya aku perlu baca tulisan-tulisan sastra lama yang diksinya lebih unik dan berwarna.

***

Aku menulis ini. karena ada sebuah topik yang belakangan ini ingin sekali kutulis. Dan aku membuat draft tulisannya di otakku, melalui monolog. Hingga kemudian aku tersendat di sebuah kata. Kata tersebut maknanya seperti ungkapan bangga, tapi bukan bangga juga sih. Sebuah pujian. Mirip "proud of", tapi bukan juga. Perasaan seorang guru yang melihat muridnya belajar dan berkembang. Perasaan orangtua yang melihat anaknya menjadi lebih dewasa. Sebuah pujian yang seorang teman berikan, saat melihat temannya melakukan hal baik, atau berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Ada sedikit rasa bangga, sedikit kagum, sedikit puas, dan lebih banyak apresiasi akan bertumbuhnya seseorang yang kita kenal.

It actually could be easier if I want to write it in the other language. Tapi aku ingin menuliskannya dalam bahasa indonesia.

Sunday, March 31, 2019

Sebelum Maret Berakhir

March 31, 2019 0 Comments
Bismillah.



Hanya ingin menyalin beberapa tulisan dari blog magic of rain, kalimat ambigu, bait tanpa judul. Atau diberi judul, dengan judul super asal hehe.

~#~

Seperti Allah yang percaya menitipkan ujian itu padanya
aku juga harus berusaha percaya padanya

bahwa ia bisa menyelesaikannya
dengan bantuan Allah tentunya
aku tak boleh meragukannya
atau memandang rendah prosesnya
karena memang berbeda tiap tanjakan hidup seseorang


*ditulis 13 Desember 2018, dengan judul "Seperti Allah percaya"

~#~

Terkadang ada hari seperti ini
saat mataku terasa lembab
seolah waktu yang tepat untuk menangis
meski belum ada sebab
Harusnya membaca ayatNya
lalu menangisi dosa
atau tangis takut akan azabNya
atau tangis haru atas nikmatNya yang terus mengalir
Hari ini lembab

*ditulis 20 Oktober 2018, dengan judul "Lembab"


~#~

...
ketidaktahuan ini
memang menghadirkan kuriositas
tapi ketidaktahuan ini
juga memekarkan baik sangka padaNya
semoga aamiin


*ditulis 22 September 2018, dengan judul "I'm not in a good condition"

**bukan keseluruhan postingannya, hanya bagian penutupnya saja.


~#~

Emosi penuh, perlu dituang
dalam secangkir rasa
atau semangkuk warna
Namun mulut tekonya bungkam
tertutup
akankah ia meledak
jika tidak dituang?



*ditulis 3 Maret 2018, dengan judul "Hmm..."



~#~

Terakhir, jika emosi penuh, dan perlu dituang dalam secangkir rasa atau semangkuk warna. Namun mulut tekonya bungkam atau tertutup. Solusinya, ajari sang teko untuk menulis, ia tidak perlu membuka mulutnya, ia hanya perlu menggores tinta, atau menekan keyboard, menuangkan rasa dan warna bukan dalam cangkir atau mangkuk, namun dalam kata, yang menjelma menjadi kalimat. Jikapun tidak menjadi kalimat, semoga bisa menjadi bait-bait sajak, yang penuh rasa, juga penuh warna.

Allahua'lam.

***

PS: Atau ajari tekonya untuk berdoa, mengadukan luapan emosi kepada Sang Maha Mendengar^^

Friday, February 22, 2019

Ada Efeknya

February 22, 2019 0 Comments
Bismillah.

Ternyata ucapan orang lain berpengaruh, memberikan efek pada diri. Seberapapun kita mencoba mengelak, tetap saja, berefek, ada efeknya.

📷 from unsplash

Seperti pekan kemarin. Sebenarnya jumat atau sabtu aku sudah menetapkan akan memilih Z, memutuskan Z. Tapi orang-orang terdekat memintaku menundanya. Tunggu dulu, jangan buru-buru. Aku akhirnya menunda, meski sebenarnya keputusan dan pilihan itu sudah bulat. 

Ahad, keputusan makin bulat. Lagi, suara orang-orang terdekat simpang siur. Sebagian memang menyerahkan keputusan padaku, namun ada juga yang menyayangkan. Seolah jika aku memilih Z, aku kehilangan hal yang berarti.

Senin, aku hendak menyampaikan keputusanku. Lagi, ada yang memintaku mematangkannya lagi. Akhirnya aku menunda lagi. Bagiku sebenarnya sama saja. Tapi ucapan mereka ada efeknya, aku akhirnya memilih mengulur waktu. 

Senin itu juga, keadaan menunjukkan bahwa pilihanku terwujud, sebelum sempat kuungkapkan. Di satu sisi aku bersyukur, karena Allah seolah menjawab lintasan harapan yang kusimpan di hati. 

Satu, dua hari berikutnya. Suara-suara orang lain, berkomentar, mencandai kondisi akhirnya Z, dll. Suara orang lain, orang terdekat, tentu ada efeknya kan? Ya.. aku jadi lebih sering teringat, bagaimana proses aku hendak memilih, kemudian akhirnya kondisi yang memilihkan.

Beberapa kali membatin sendiri, 

"Ternyata ucapan orang lain ada efeknya,"

Serta sesekali bergumam sendiri, 

"Mungkin akan teringat terus, karena ini yang pertama"

***

Manusia, fakta bahwa aku seorang manusia. Wajar kalau ucapan orang lain ada efeknya. Bahkan ucapan yang sering kita ulang-ulang sendiri juga memberikan efek. 

Efek itu bukan masalah seharusnya. Selama kadar pengaruhnya tidak terlalu besar.

Allahua'lam.




Tuesday, December 13, 2016

Beda: Bagiku, Baginya

December 13, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.
“Kak Nama beda”. Entah itu berkonotasi baik atau buruk. Bukan pula hal yang saya banggakan. Rasanya seperti anomali. Saya meredam diri untuk berpikir terlalu rumit, dan mencoba senormal mungkin. Walau kadang itu tidak berhasil. Dan saat saya tidak siap menunjukan itu, saya akan memilih diam.
-  seorang ukhti, dalam tulisannya tentang sebuah kata "beda"
Aku membaca tulisan lengkap di link di atas terdiam, dibuat makin terdiam. Tidak... aku tidak ikut mengatakan kalau sang penulis beda. Tapi aku dibuat tercekat, pada kata 'beda' yang somehow membuat hatinya resah dan menuliskan hal itu. Ia bersembunyi, meredam diri, mencoba senormal mungkin. Betapa kata "beda", dimaknai sangat berbeda dalam kamusku, dan kamusnya. 

***
it's okay to be different | every flowers different, but they're all beautiful | so are you
Mungkin karena ia introvert, jadi ia tidak ingin terlihat berbeda dalam kerumunan, inginnya terlihat sama dengan kerumunan, atau bahkan sampai tak terdeteksi keberadaannya. Lebih suka mengenakan warna merah, ketika hampir semua orang pakai merah, misalnya.

Mungkin karena nada pengucapan satu kata, bisa kita tangkap dengan sangat berbeda. Kita (perempuan) kadang bisa tahu, betapa kata bisa bermakna berbeda lewat intonasinya, yang satu bisa jadi pernyataan satu lagi pertanyaan, yang satu pujian, yang satu sindiran.

Sunday, November 20, 2016

Salah Definisi

November 20, 2016 0 Comments
#random

Random lagi? Wkwkwk. Maaf ya, yang nggak random somehow stuck di draft. Nanti kalau mood aku lanjutin.

Jadi, sejak agustus/september yang lalu aku mulai rajin buat tulisan dengan hashtag blogwalking. Terus? Ternyata aku salah definisi! Hehe.

***

Aku baca dari sebuah buku di Perpus Gasibu, judulnya Dakwah Online, penulisnya aku lupa, tapi penerbitnya transmedia, kalau ga salah. Belum selesai aku baca sih, cuma aku skimming, baca yang menarik, lalu salah satu dari beberapa hal yang menarik adalah tentang blogwalking, yang selama ini aku salah paahami definisinya.

Thursday, October 13, 2016

Memilih Nama Karakter Fiksi

October 13, 2016 0 Comments
#random

Bismillah.

Jujur salah satu yang membuat saya berhenti menulis, fiksi, dalam kasus ini, adalah karena kesulitan memilih nama. Padahal yang mau saya buat bukan novel tetralogi, atau cerpen ciamik, melainkan cuma fiksi pendek yang rencananya di publish di blog ini. Ceritanya udah ada, plotnya udah, settingnya udah, pesan yang ingin disampaikan sudah, tapi entah mengapa enggan memberi nama, atau sudah coba berbagai nama tapi merasa tidak sreg. Pernah merasakan hal tersebut? Hehe

Aku pernah membaca di sebuah buku tentang panduan menulis fiksi, di dalamnya ada tentang pemberian nama. Katanya sih supaya pembaca mudah mengingat, bedakan nama tokoh yang sering muncul dengan jumlah suku katanya. Misalnya, tokoh utama 1 : Ken, tokoh utama 2: Barbie, tokoh pendukung 1: Callista. See? Urutannya ga harus gitu sih, tapi kalau bisa berbeda jumlah suku katanya, katanya sih biar gampang diingat pembaca. Gatau bener apa ga juga hehe.

***

Menulis ini, awalnya random, trus jadi penasaran dan googling dengan keyword "tips memilih nama karakter fiksi untuk buku kita". Dari sekian banyak pranala, aku memilih tiga link. Berikut ringkasan yang aku dapat dari ketiga sumber tadi:

1. Nama yang unik, yang melanggar tradisi/kebiasaan

Tuesday, September 6, 2016

Akhirnya Selesai Baca

September 06, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

chat, chat, refrain, refrain
Akhirnya selesai baca, dan inilah quotes yang menarik jemariku untuk meng-copast di sini..
"My little star, one day, when you will be engrossed with the cyberworld, refrain from talking with the opposite sex. If someone would approach you, advice them to fear Allah and I ask you to open it up with me, if not with your daddy then know that mommy is all ears for you. This is not because I want to reprimand you but Mommy just wants to be aware and give you guidance as Mommy doesn’t want you to indulge into something haraam and might hurt you at the end."
- Ukhti Cantik dalam tulisannya "A Letter for My Future Daughter"
***

Sunday, July 31, 2016

Kata Ayah

July 31, 2016 0 Comments
Bismillah.

diambil dari erstudio.tumblr.com

Meski agak menyimpang dari projek yang diselenggarakan Erstudio, dan ga akan di submit juga, tapi karena liat postingan tersebut di dashboard tumblr membuat jemariku tergelitik untuk menulis di sini.

***

Berbeda dengan kakak atau adikku, aku bisa dengan percaya diri mengatakan aku lebih dekat dari ayah ketimbang kakak atau adikku. Sejak kecil, mungkin sejak SMP, aku yang paling nyambung kalau ngobrol dengan Ayah. Atau kalaupun dulu ada yang ga ngerti, setidaknya aku berani mengatakan dulu aku pendengar yang baik bagi ayah jika dibandingkan dengan kakak atau adikku.
"Ayah. Cintanya dalam diam. Biasanya seorang ayah minim sekali berkata-kata kepada anaknya. Namun sekalinya beliau berkata atau menasehati kita, biasanya akan teringat hingga dewasa." -bit.ly/KataAyahBookProject
Cinta Ayah bagiku tidak dalam diam, seperti di kutipan atas. Meski tidak sebanyak kata yang keluar dari bibir Ibu, aku juga merasakan banyak cinta dalam kata/ucapan Ayah. Percakapan, atau pertukaran pemikiran diantara kami banyak yang menancap dalam di memoriku, diantaranya akan kusebut dan sebagian kuuraikan di bawah ini.

***

Aku ingat, Ayah lah yang memotivasiku untuk sekolah di "luar". Saat lulus SD sempat hampir mendaftar SMP berformat sekaligus pesantren di kota X. Saat lulus SMP sempat hampir mendaftar di SMA boarding school Y. Saat SMP, aku kenal Universitas NanYang karena Ayah pernah berkata yang intinya, "kalau bisa nanti kuliah di sana di jurusan informatika".

Monday, March 2, 2015

Katakan Tidak

March 02, 2015 0 Comments
-muhasabah diri-


Bismillah

Katakan tidak... pada NARKOBA!
Katakan tidak... pada KORUPSI!
Katakan tidak... pada....

***

Ya, katakanlah tidak pada hal-hal yang lain yang mengusik diri dari prioritas awal kita. Somehow this quote stab me to the heart *lebay.

Tuesday, February 10, 2015

Melihatmu Buat Ku Tenang

February 10, 2015 0 Comments


-muhasabah diri-

Bismillah..

Judulnya... Sesuatu. Hehe. Itu juga yang aku rasakan saat mendengar kalimat senada itu.

***

Saat itu aku sedang berjalan dari labtek V menuju Masjid Salman. Saat sedang meniti jalan setapak, aku berpapasan dengan seorang Bapak K3L. Aku tersenyum dan mengangguk pelan, sembali bersiap menepi ke kanan jalan.

"Neng, ngeliat cewek pakai jilbab itu bikin tenang ya neng," kurang lebih seperti itu kalimat Bapak tadi saat kami berpapasan.

Dan kalimat tadi membuatku tertunduk malu, berlalu dari beliau kemudian tersenyum tipis. Ah, bapak bisa aja nge-gombal J.

Aku tidak menyangka kalimat tadi yang akan kudengar, saat itu aku mengenakan kerudung lebar berwarna hitam. Aku berprasangka buruk. Untuk menepis prasangka tadi, aku tersenyum dan mengangguk pelan, mencoba memberitahu Bapak tadi, kalau muslimah berkerudung lebar juga ramah dan sopan.

Monday, September 1, 2014

Satu Bulan Lebih Vacum Blogging

September 01, 2014 0 Comments



 taken from here

Bismillah. Satu bulan lebih terhitung sejak tanggal 10 Juli 2014. Terhitung  lima puluh dua hari. Super sekali!


Vacum menulis adalah hal yang wajar ketika menulis sekedar mengisi waktu luang. Adalah hal yang wajar, ketika menulis belum menjadi kebutuhan kita. Namun saat hal itu sebaliknya, bagaimana rasanya vacum menulis bagi ia yang terbiasa setiap hari merangkai kata? Bagaimana rasanya, saat kebutuhan kita untuk menulis, tidak bisa kita penuhi. Haus seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan air. Lemas seperti halnya kita tidak memenuhi kebutuhan makan diri kita.

Pertanyaan selanjutnya, yang manakah diri?

Friday, June 27, 2014

Jangan Sok Imut!

June 27, 2014 0 Comments
#fiksi #cerpen

Bismillah.

"Ka, pinjem facebooknya ya,"

Yang ditanya terlalu serius menatap layar di depannya. Pagi ini semifinal Piala Dunia 2014.

"Diam berarti jawab iya" icha setengah teriak.

***

Icha dan Doni memang kakak adik yang ga mengenal rahasia. Rahasia Doni bukan lagi jadi rahasia karena Icha pasti mengetahuinya. Begitu pun sebaliknya.

Mereka sering ngobrol tentang apa saja. Termasuk tentang kriteria istri/suami idaman. Doni begitu protektif terhadap Icha. Setiap ikhwan yang geliat nya terlihat aneh, pasti di kepoin Doni. Tahu dari mana? Dari facebook Icha.

Dan tadi pagi, Icha pinjem facebook Doni untuk alasan yang sama. Meski tahu hampir semua rahasia Doni, untuk akun sosmed ini baru pertama kali ia meminjam dan membuka. Ia sangat menghargai privasi kakaknya,  meski kakaknya hampir setiap hari pinjem akun sosmed nya.

Semua aman, namun sebuah thread di messenger kakaknya membuat ia risih.

Sunday, April 13, 2014

Hal yang Paling Aneh

April 13, 2014 0 Comments


-muhasabah diri-
Bismillah..
Dari Ibnu Qayyim rahimahullah :

 "Suatu hal yg paling aneh ialah engkau merasakan pedihnya kegersangan jiwa karena maksiat, namun engkau tidak mencari ketenangan dengan menaati Allah.
engkau merasa sempit dada saat bibirmu basah menyebut-nyebut makhluk, tetapi engkau tidak bergegas menyebut (mengingat) Allah dan bermunajat pada-Nya agar dada engkau lega.
engkau merasakan siksa kala qalbumu tertambat dengan persoalan dunia namun tidak mau meninggalkannya menuju Allah dan ber inabah (kembali) pada-Nya.
dan yg lebih aneh dari semua ini ialah engkau mengetahui bahwa engkau sangat membutuhkan Allah, tetapi engkau justru berpaling dari-Nya dan mencintai hal yg menjauhkanmu dari-Nya"

(Al fawaaid, terbitan Gema Insani Press, hal 49)

***

Kutipan tadi diambil dari status seseorang di jejaring sosial. Sebuah kutipan yang seolah menamparku.

Semoga Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki iman kita. Semoga khusnul khotimah.

Allahua'lam.