Follow Me

Tuesday, February 10, 2015

Melihatmu Buat Ku Tenang



-muhasabah diri-

Bismillah..

Judulnya... Sesuatu. Hehe. Itu juga yang aku rasakan saat mendengar kalimat senada itu.

***

Saat itu aku sedang berjalan dari labtek V menuju Masjid Salman. Saat sedang meniti jalan setapak, aku berpapasan dengan seorang Bapak K3L. Aku tersenyum dan mengangguk pelan, sembali bersiap menepi ke kanan jalan.

"Neng, ngeliat cewek pakai jilbab itu bikin tenang ya neng," kurang lebih seperti itu kalimat Bapak tadi saat kami berpapasan.

Dan kalimat tadi membuatku tertunduk malu, berlalu dari beliau kemudian tersenyum tipis. Ah, bapak bisa aja nge-gombal J.

Aku tidak menyangka kalimat tadi yang akan kudengar, saat itu aku mengenakan kerudung lebar berwarna hitam. Aku berprasangka buruk. Untuk menepis prasangka tadi, aku tersenyum dan mengangguk pelan, mencoba memberitahu Bapak tadi, kalau muslimah berkerudung lebar juga ramah dan sopan.

Ahh.. Sungguh, aku begitu merasa bersalah, saat mendengar kalimat dari bapak tadi. Tapi di satu sisi ada seberkas riang di hati. Allah.. Sungguh indah rencanaMu, sungguh indah takdirMu. Pernah ada masa, saat di Indonesia memakai kerudung adalah hal yang tabu. Aku ingat, saat masih SD, hanya satu orang temanku yang memakai kerudung. Aku ingat, saat tukang foto untuk ijazah menakut-nakuti seorang anak jika telinganya tidak terlihat. Aku ingat, saat aku merasa aneh melihat seseorang mengenakan kerudung dan jilbab begitu lebar dan berwarna hitam. Aku ingat, saat akhirnya aku merasa biasa melihat orang-orang mengenakan cadar. Aku ingat, saat aku memakai masker di kelas selama 2 bulan dan tidak ada mata memicing baik dari dosen maupun teman. Aku ingat, saat di Institut ini, tidak ada larangan mengenakan cadar. Dan sekarang, bahkan hijab menjadi salah satu tren fashion, untuk yang ini, aku tidak tahu harus bersedih atau bahagia.

Perubahan ini bukan hal instan, ya bukan, karena masih bisa kita telusuri kisah perempuan-perempuan tangguh. Perempuan-perempuan yang memegang kokoh iman mereka, hijab mereka, meski kebanyakan orang mencela, menakut-nakuti, menghalangi, dll. Ya, bahkan hingga detik ini, itu mungkin masih terjadi di belahan dunia yang lain.

Maka teruntuk diri khususnya, mari syukuri setiap detik, setiap momen ini. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimusholihat.. Alhamdulillah 'ala kulli hal. Maka teruntuk diri khususnya, tetaplah teguh menjalani amal ibadah, meski sunyi sendiri, meski di ramai ruah.

Setiap orang memiliki proses perubahan masing-masing. Tahap demi tahap yang tidak sama dengan dirimu. Tanjakan dan turunan, kerikil dan duri yang berbeda. Untuk diri, mari menjaga prasangka pada mereka yang detik ini belum menutupkan kain ke auratnya.  Untuk diri, mari menjaga prasangka pada mereka yang detik ini belum mengulurkan kain menutup dadanya.  Untuk diri, mari menjaga prasangka pada mereka yang detik ini masih menjadikan kain ini sebagai hiasan.

Mari menjaga prasangka, janganlah diri merasa lebih suci. Sungguh, tidak ada yang tahu kecuali Allah, siapa diantara diriku dan dirinya yang lebih tinggi derajatnya kelak saat berjumpa Rabbul 'Alamin.

Mari menjaga prasangka, bahkan pada mereka yang kini masih belum menikmati manisnya iman dan islam. Kita tidak akan pernah tahu akhir kehidupan setiap manusia. Bisa jadi, di akhir hidup mereka, mereka menemukan iman dan islam, serta wafat dalam keadaan terbaik.

Allahua'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya