Follow Me

Showing posts with label komitmen. Show all posts
Showing posts with label komitmen. Show all posts

Tuesday, April 11, 2017

Resume Kajian WhatsApp

April 11, 2017 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Sebelum baca kutipan tulisan blogwalking kali ini, ingin mengingatkan. Untuk yang sering baca tulisan berlabel blogwalking *yang kemarin sabtu ketemu*, ini cara sehat bacanya: baca quotes, lalu, klik link di bawah quotes, baca dari blog aslinya. Kalau di bawah quotes ada tulisan lain? Ga usah di baca lebih baik, biasanya isinya komentar ga penting nan ga sehat hehe. Coba langsung dipraktekkan ya? ^^

Blogwalking kali ini isinya sama-sama resume kajian WhatsApp dari dua blog berbeda, dan topiknya berbeda juga.

Rahasia Menulis Produktif
Kiprahnya dimulai 5 tahun lalu dari tahun 2012, ketika beliau masih duduk di bangku SMA kelas 12. Beliau bersama teman-temannya memikirkan kenangan terindah bisa mereka berikan saat momentum perpisahan, maka terbitlah sebuah buku antologi yang berjudul Admiral : Generasi, Perjuangan, dan KeajaibanTak sedikit yang meremehkan nilai sebuah buku antologi, “Apa istimewanya?”, namun respon kitalah yang akan membedakannya. Bagi beliau yang merasa masih sangat pemula dalam dunia kepenulisan, momen terbitnya buku pertama benar-benar sangat bermakna. Dari situ ia semakin ingin terus berkarya, dan tekadnya dibuktikan dengan terbitnya buku yang berjudul What Amazing You! Dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional Elex Media Komputindo. Bayangkan, anak baru lulus SMA, sudah bisa menerbitkan buku skala nasional, Keren apa keren banget? Begitulah awalnya hingga saat ini beliau aktif terus menerbitkan karyanya satu persatu, termasuk buku ke 9 yang terbit di bulan Februari 2017 lalu yang berjudul “Jomblo, Mantan & Masa Depan”. Buku terbarunya yang ke 12 nya ini insyaallah akan terbit di bulan April, judulnya “Inilah Capres (Catatan Presiden) Pilihan”, Memaknai Momentum Sertijab Organisasi.
Kalau mau kita perhatikan, Mas Rezky berhasil menerbitkan 12 buku dalam 5 tahun (2012-2017). Artinya kalau kita pukul rata,  minimal dalam setahun berhasil menerbitkan 2 buku, ada pula yang 3 buku! Mungkin banyak dari kita yang punya hasrat untuk bisa sekali seumur hidup menerbitkan buku, tapi tak kunjung terbit karena tak kunjung memulai, ada? *cung* Kira-kira supaya bisa produktif gitu apa ya rahasianya?

Sebagian orang mengira bahwa dalam persoalan khilafiyyah (perbedaan pendapat, ed), seseorang boleh mengambil atau mengikuti pendapat mana saja yang ia kehendaki, atau mengambil pendapat yang mudah-mudah saja dalam semua persoalan, tanpa ada hajat terhadap hal tersebut. Ini adalah sebuah kekeliruan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Dari beberapa pendapat ulama yang berbeda (khilaf tadhad) dalam satu persoalan, ada pendapat yang benar, dan ada pendapat yang keliru.
Karena itu, ketika Imam Malik ditanya tentang ikhtilaf yang terjadi di antara shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata, “Ada yang salah, ada yang benar.
Jadi, realita adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama, yang pendapat-pendapat tersebut saling meniadakan (khilaf tadhad), tentu ada pendapat yang benar, dan ada pendapat yang salah. Tidak kita katakan, semua pendapat itu benar, dan boleh kita ambil/pakai sesuka kita.
- baca selengkapnya di link blog NAK Indonesia ini
***
 
Sudah buka link kedua tulisan di atas? Bagus (: Sekarang tinggal ditutup tab tulisan ini hehe.

***

Pesan untuk diri, terkait menulis, buku, dan produktifitas. Pasti berasa gimana ya baca resume tersebut. Narasumbernya 23 tahun ceunah, udah nerbitin buku dari sebelum lulus, atau menjelang lulus. Kamu Bell? Hehe. Terkait produktif menulis, saya sedang berusaha memupuknya di blog ini. Meski pasti ada naik-turun semangat dan naik-turun kualitas tulisan. Terkait buku.. masih tertanam dalam-dalam kok mimpi itu, *beneran tertanam? bukan dikubur? hehehe. In syaa Allah ga dikubur. Mungkin suatu saat, aku akan serius pilih topik, memfilter tulisan-tulisan di sini, banyak membaca, buat outline dan melengkapi tulisan-tulisan yang kurang, sampai suatu saat jadi deh draft bukunya.

Pesan untuk diri, terkait menulis, buku, dan produktifitas. Buku pertama, itu yang entah mengapa membekas di ingatanku dari tulisan tersebut. Gapapa antologi, saya gatau kenapa dulu selalu ga tertarik ikutan projek antologi yang sering ada di sosmed-sosmed. Mungkin kapan-kapan boleh dicoba, buat sendiri aja antologinya, ajak temen-temen terdekat. Temanya? Nah.. itu perlu dipikirkan lagi lebih matang. Target buku pertama? Tahun berapa? Bulan? *jawab dalam hati.

Pesan untuk diri, terkait perbedaan pendapat, sikap kita. Aku ga berani komen banyak, intinya mah.. harus banyak belajar lagi. Jangan banyak komen dan sok tahu. Diam, sambil dipelajari perbedaannya. Semangat belajar. Trus jangan rusuh.. hehe. Jadi inget tulisan lama, Do not Fight!

Allahua'lam.

Friday, October 23, 2015

Allah-centric

October 23, 2015 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Allah centric, saat mendengar frase itu apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Centric dari kata central atau bahasa indonesianya pusat. Allah centric artinya memusatkan perhatian kita pada Allah. Gitu bukan? Atau, boleh dikatakan istilah "Allah centric" adalah istilah modern dari Allahu ghayatuna (Allah sebagai tujuan kita). Bener ga? Tolong koreksi ya kalau salah

***

"Average people are passion/desire centric, extra ordinary people are Allah centric." -islamicthinking [tumblr]

Allah centric, satu frase yang sederhana dibaca dan ditulis, namun prakteknya? Ya, Cuma orang-orang luar biasa yang bisa menjaga tiap detik, tiap langkah dalam hidupnya untuk terus berpusat pada Allah, titik patokannya Allah. Saat hendak melakukan sesuatu, yang dipikirkan adalah, "Apakah hal ini Allah sukai? Atau justru Allah benci?"

Sulit untuk menerapkan "Allah centric" di kehidupan sehari-hari, kenapa? Karena ada banyak faktor yang membuat kita akhirnya bimbang. Seperti di kutipan sebelumnya, rata-rata orang berpusat pada passion/desire mereka, mereka lebih sering melakukan apa yang mereka inginkan/sukai dan meninggalkan hal-hal yang mereka benci. Atau... Ada juga orang-orang yang "people centric", mereka ngikut kebanyakan orang, melakukan hal-hal yang disukai orang lain, dan meninggalkan hal-hal yang dibenci orang lain.

Monday, September 14, 2015

Scroll and Scroll

September 14, 2015 0 Comments

-Muhasabah Diri-

Bismillah.
sumber gambar dari sini
"Salah satu hambatan menulis adalah lebih suka scrolling sosmed daripada baca buku atau nulis" -kirei




***

Ada yang tahu kenapa blog ini jarang diisi? Salah satu penyebabnya adalah hambatan yang aku tulis di atas. Ada yang merasakan hal sama? *cari temen hehe



Di era sekarang ada kecenderungan dari kita (baca: saya) memilih scroll sosmed daripada menulis. Ya, sosmed memang sifatnya dua arah, kita menulis (tweet, status, dkk) dan kita mendapat respon dari orang lain baik dalam bentuk like maupun komen, atau sekedar seen. Hal ini juga berarti sebaliknya, orang lain yang menulis dan kita yang memberi respon.


Pertanyaannya kita lebih sering yang mana? Menjadi yang menulis atau yang memberi respon? Oke kalau jadi yang menulis, isi tulisannya apa? Sekedar share kah? *menyindir diri sendiri. Kalau jadi yang respon, apakah yang kita baca membuat kita jadi punya konten untuk menulis? Atau kalaupun jadi tahu kabar teman, apakah ukhuwah kita dengannya baik, atau cuma sering komen-komenan di sosmed tapi di dunia nyata malah jadi jauh? Hehe.


Tolong jangan salah paham ya, tidak ada maksud menyindir siapa-pun, ini murni evaluasi untuk diri, yang saya beranikan share di blog karena siapa tahu bermanfaat buat orang lain.


***


Suka tidak suka, sadar atau tidak, sosmed menyita waktu kita. Jujur saya pribadi sering ga sadar menelusuri baris demi baris ribuan pesan di WhatsApp dalam sehari misalnya. Atau kalau buka sosmed lainnya, baik line, facebook atau tumblr pasti suka ga sadar tiba-tiba sekian banyak menit sudah berlalu. Padahal cuma scroll, sebagian di baca dan sebagian di skip. Ah, bener deh.. Bagiku scroll dan scroll sosmed mengurangi jatah asli membaca buku atau menulis. Dan jadilah semakin kering dan sepi blog ini dari tulisan.


Terakhir, untuk diri dan untuk siapapun. Mari kurangi waktu scroll sosmed kita, dan alokasikan untuk membaca buku dan menulis. Ada sebuah quote yang mengatakan, dua hal yang dilakukan penulis: membaca, menulis, setelah itu? Membaca lagi dan menulis lagi.
 

Yeay! Semangat membaca dan menulis! Fighting^^

Tuesday, February 10, 2015

Melihatmu Buat Ku Tenang

February 10, 2015 0 Comments


-muhasabah diri-

Bismillah..

Judulnya... Sesuatu. Hehe. Itu juga yang aku rasakan saat mendengar kalimat senada itu.

***

Saat itu aku sedang berjalan dari labtek V menuju Masjid Salman. Saat sedang meniti jalan setapak, aku berpapasan dengan seorang Bapak K3L. Aku tersenyum dan mengangguk pelan, sembali bersiap menepi ke kanan jalan.

"Neng, ngeliat cewek pakai jilbab itu bikin tenang ya neng," kurang lebih seperti itu kalimat Bapak tadi saat kami berpapasan.

Dan kalimat tadi membuatku tertunduk malu, berlalu dari beliau kemudian tersenyum tipis. Ah, bapak bisa aja nge-gombal J.

Aku tidak menyangka kalimat tadi yang akan kudengar, saat itu aku mengenakan kerudung lebar berwarna hitam. Aku berprasangka buruk. Untuk menepis prasangka tadi, aku tersenyum dan mengangguk pelan, mencoba memberitahu Bapak tadi, kalau muslimah berkerudung lebar juga ramah dan sopan.

Tuesday, October 21, 2014

Menuju Satu Muharram 1436H : Buat, Tulis dan Laksanakan Komitmen

October 21, 2014 0 Comments

*image is taken from this


Bismillah..

Hitungannya tinggal beberapa hari lagi menuju Muharram, bulan pertama di tahun Hijriah. Dan di awal tahun ini... adakah komitmen yang ingin kita buat dan laksanakan?

***

Berawal dari obrolan di grup chat sebuah unit, sebut saja Aksara Salman ITB. Pengurus ditantang salah seorang alumni (Kang Firman), untuk membuat komitmen, mendeklarasikannya di dalam tulisan, dan tentu saja melaksanakannya.

Dan deadline penempelan komitmen di sekre Aksara Salman, Gedung kayu lt.2 adalah hari Jumat ini (31/10) sebelum magrib.

Monday, June 2, 2014

Bisa Karena Terbiasa

June 02, 2014 0 Comments



-Muhasabah Diri-

Bismillah..

Sedikit nyambung dengan artikel Jangan Takut Berubah.

A : "Aku ga bisa B, sulit banget untuk menghindari itu."


A' : "Memang tidak mudah. Tapi perlahan jika sudah terbiasa, tentu tidak akan sesulit itu."

* ceritanya, A dan A' adalah satu orang, ada kecamuk dihatinya saat ia merasa berat terhadap sebuah perubahan yang ingin ia buat.

Perubahan apa? Apapun.
***

Sunday, February 2, 2014

Menulis : Meski Tak Memungkinkan

February 02, 2014 0 Comments

Bismillah...

Selalu ada hal-hal yang akhirnya mendesakku untuk menulis, di sini. Meski kondisinya sedang tak memungkinkan.

***

Aku pernah menulis dua kalimat di atas. Pasti bisa Bella! Semangat!

*seltalk

Kehidupanmu, lingkunganmu, kondisi dan situasi senantiasa berubah. Kamu hanya perlu mendengar lebih banyak, melihat lebih banyak, sehingga kamu dapat memahami. Dan saat kau paham, situasi ini berbeda dari yang pernah kau lalui, jangan takut. Jangan pernah merasa sendiri. InnAllaha ma'ana, Allah bersamamu, siap sedia membantumu. Kamu hanya perlu berjingkat, mempercepat langkah, berlari dan melompat. Kamu hanya perlu berlama-lama dengan Allah, meluangkan malam lebih banyak untuk menghadapNya, bukan malah pulas di atas kasur.

Zaman berubah, dan orang-orang pun akan berubah. Ingat lagi "Terbaik Untukmu" yang pernah kau tulis di sini. It means something for you. Let's do the best, then give the rest to Allah. He knows Best.

Allahua'lam.

Tuesday, January 7, 2014

Better Year With Quran

January 07, 2014 0 Comments

-Muhasabah Diri-

Bismillah..

"Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu." -Ust. Abdul Aziz Abdur Rauf

dikutip dari MQN Akhawat III

***

Acara Mukhayyam Al Quran Nasional Akhwat III, 26 November - 1 Desember 2013.

Dan aku saat itu... entahlah sedang sibuk melakukan apa. Mungkin sedang berjibaku dengan tugas-tugas kuliah.

Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan diri. Bukankah resolusi tahun ini adalah tentang interaksi dengan Al Quran yang harus lebih baik?

***

Sudahkah Anda Memiliki Iman yang Cukup untuk Berinteraksi dengan Al-Qur’an?

Apapun bentuk interaksi kita dengan Al-Qur’an membutuhkan modal utama berupa iman yang kuat kepada Allah Swt. Sebaliknya, kedekatan kita dengan Al-Qur’an merupakan indikator keimanan yang baik.


-masih dari MQN Akhawat III

Allah... Jika masih diberikan cukup umur, semoga disempatkan mengikuti acara tempat para hafizhah Indonesi berkumpul. Aamiin.

Allahua'lam.

Tuesday, December 10, 2013

Frank Lampard Aja Nulis Buku

December 10, 2013 0 Comments

-muhasabah diri, menulis-

Bismillah..
Buka FB pagi ini disambut Tinjauan Selama 2013. Dan ada statusku di tanggal 9 Januari 2013 yang cukup membuatku tertegun serta bersemangat lagi untuk lebih baik di tahun mendatang. Ini dia status itu:
Banyak penulis bagus di Facebook. Sayangnya mereka tak kunjung "go publik". Pertanyaannya adalah: Apa tak mendapat kesempatan? Atau... Apa tak kunjung mencari kesempatan itu? Soalnya kesempatan banyak banget. Penerbit sekarang yang kejar-kejar penulis. Lalu? | Menulis itu tidak sulit. Kendalanya hanya komitmen waktu. Ahai... Hari gini masih sibuk audisi antologi sana-sini yang biaya terbit ditanggung sendiri. C'mon! Ini sudah 2013. Saatnya naik kelas. | Ngomong sama tembok Facebook. *melipir-sebelum-bonyok*

Pertanyaan hari ini adalah: Sudah hampir setahun, apa kamu masih di kelas yang sama? Dan sudah berapa tahun kamu di kelas itu-itu saja? Kupikir tak akan ada yang betah berlama-lama di kelas yang sama, kan?

--dari grup fb Aksara Salman ITB

***

Friday, September 13, 2013

Al Insyirah ayat 7

September 13, 2013 0 Comments
-muhasabah diri-
Bismillah...

Rasa-rasanya, aku semakin jauh dari dirimu. Terlampau sibuk mengurus ini itu. Padahal pernah diri berucap ini itu tentang komitmen menulis.

Eitss..! Jangan bilang, kamu mampir cuma mau mengeluh? Hehe..  No, I am not. Terlampau banyak nikmatNya yang kudustakan.

Alhamdulillah. Ya Allah, segala puji milikMu. Maka iman dan islam yang kukecap manisnya hingga detik ini, ijinkan ia selalu tertanam di hati sampai saat Engkau memanggilku kembali.

Alhamdulillah. Ya Allah, segala puji milikMu. Maka setiap kesibukan, semoga bukan sekedar perhiasan dunia yang melalaikan

Alhamdulillah. Ya Allah, segala puji milikMu. Maka setiap doa, semoga terlantun bukan sekedar meminta keinginan nafsu diri. Namun juga, terlantun untuk setiap muslim di dunia. Karena sungguh, diri masih bisa tersenyum. Padahal di tempat lain, bisa jadi mereka berjuang dengan peluh dan darah demi menegakkan kalimatMu.

***
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. - QS Al Insyirah ayat 7-8



*ps : pesan untuk diri, teruslah menulis. meski terbata dan tertitah. ini bukan tentang tulisanmu, ini tentang kemampuan yang Allah titipkan padamu, dan tentang perintahNya untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Ini bukan tentang tulisanmu, ini tentang ilmu dan amal yang harus selalu beriringan.

Monday, June 24, 2013

Akankah Hanya Rencana?

June 24, 2013 0 Comments
Bismillah....

Ijinkan tulisan ini menjadi pengingat diri. Bahwa sebuah rencana, akan tetap menjadi rencana, jika tidak ada langkah yang diambil, aksi yang dilakukan.

Ijinkan tulisan ini menjadi pengingat diri. Bahwa rencana dengan target bulan depan, seharusnya sudah mulai dikerjakan sedikit-sedikit mulai sekarang. Ayolah! Bisa!!!

Draft. Apa susahnya? Oke memang tidak bisa dikatakan mudah. Tapi bisa kan?

Hmm.. Allah, kuatkan aku!
Allahu Akbar!

Wallahua'lam bishowab.

Friday, July 6, 2012

KOMANG* :)

July 06, 2012 0 Comments
Bismillah :)



Manajemen diri! Di saat-saat ini, saat berbagai kegiatan menenati kontribusi kita. Di saat-saat ini, saat selalu saja terbersit keinginan untuk lari saja dari 'masalah' yang membentang di hadapan. Di saat-saat, waktu benar-benar liar untuk dikendalikan.

Komitmen! Di saat-saat ini, saat sudah mendaftarkan diri di kepanitiaan ini-itu. Di saat-saat ini, saat nama sudah tertulis sebagai peserta kegiatan ini-itu. Di saat-saat ini, saat kepanitian, kegiatan dan segala rupa ingin saja kita buang.

Tanggung jawab! Di saat-saat ini, saat sudah kau anggukan kepala untuk sebuah amanah. Di saat-saat ini, saat kau sudah berkata "siap mengerti". Di saat-saat ini, saat pilihan sudah kau ambil, keputusan sudah kau genggam dan tindakan sudah kau lakukan.

***

Tiga kata di atas, merupakan tiga kata kunci yang di dapatkan dari SPARTA day 1. Tiga kata yang mudah diingat, tapi untuk dipraktekkan? Selalu ada saja hambatan, selalu ada saja berat, dan tulisan ini, dan lisan ini.

Suatu malam aku bertanya pada seorang senior,
"Teh, gimana sih caranya memanage waktu, memanage diri saat dirasa terlalu banyak hal yang harus dilakukan, saat dirasa lelah sudah menggayut langkah? Sementara ada amanah-amanah yang harus kita penuhi, namun acap kali dijadikan yang ke-dua gara-gara satu kegiatan?"

dan si Teteh senior pun tersenyum, dengan suara lembut ia berkata..
"Jadilah dewasa! Kamu akan belajar dari keadaan ini. Pada akhirnya yang terpenting adalah, komitmen yang masih melekat."

Ah. Aku memang masih jauh dari kata 'dewasa'. Masih perlu menegak asinnya garam kehidupan untuk menjadi bijak, dan menghadapi masalah dengan cara yang lihai. Bukan dengan sembunyi, berlari, atau sekedar mengeluh kesana kemari.

Dan yang dititik beratkan oleh Senior tadi adalah komitmen. Karena sungguh setelah komitmen bisa kita jaga.. maka akan muncul tanggung jawab, yang menuntut manajemen diri. Karena sungguh, jika komitmen sudah kita lepas. Jangan tanya tentang tanggung jawab, apalagi manajemen diri.

***

Sedang belajar menggenggam komitmen, dengan lembut, bukan terlalu longgar, bukan pula terlalu rapat.
Dan tak bisa tanpa bimbinganNya, tak bisa tanpa petunjukNya, tak bisa tanpa dayaNya.

Ya Allah^^ jangan biarkan hati ini jauh dariMu~



Wallahu'alam bishowab.

*KOMANG = KOmitmen, MAnajemen diri, dan tANGgung jawab ; salah satu kandidat nama angkatan kkkk..

Friday, June 22, 2012

Sholat Dulu Ka!

June 22, 2012 2 Comments

-muhasabah diri-

Bismillah..

Dan ia dengan wajah innocent-nya tersenyum dan menjawab, “Sholat dulu Ka”. Dan aku yang sepintas saja mendengar kata-kata itu, jujur, tidak bisa tidak kagum pada keputusan yang ia buat di antara pilihan yang ada.

***

Ini tentang komitmen sholat di awal waktu. Tentang toleransi sholat tidak di awal waktu. Tentang, betapa panggilanNya jauh lebih mesra dan membuat kita seharusnya meninggalkan aktivitas apapun, dan segera menemuiNya, kala adzan.. mengetuk lembut gendang telinga.

Hari itu, kami istirahat 'dikawal'. Istirahat, namun masih berasa berada di dalam satu rangkaian acara. 'Dipaksa' untuk saling menunggu dan melakukan aktivitas istirahat (baca: sholat dan makan siang) bersama dengan kelompok masing-masing.

Dan di sinilah komitmen diuji. Ya, komitmen sholat di awal waktu.

Maka beruntunglah ia, yang bisa menggenggam erat komitmennya. Tanpa sungkan, memisahkan diri dari barisan yang berjalan tidak menuju ke masjid, padahal beberapa menit lagi adzan akan terdengar merdu.
Maka beruntunglah ia, yang insya Allah hatinya terjaga, langkahnya diridhoi, harinya diberkahi. Karena ia lebih memilih untuk menemuiNya, ketimbang sekedar mengikuti kebanyakan orang.

Maka beruntunglah si penulis, karena jika saja ia diharuskan memilih pada saat itu. Bisa jadi ia tak bisa menggenggam erat pilihannya. Bisa jadi, ia mengikuti kebanyakan dari mereka. :'( Padahal alibi 'tidak enak' menolak, tidak diterima jika ini berurusan dengan Allah.

Hei dirimu! Ya, dirimu! Yang sedang mengetik huruf demi huruf! Takutlah engkau kepada Allah! Sungguh IA Maha Besar! Maka tak pantas jika lebih kau pentingkan yang lain, padahal Allah JAUH LEBIH penting dari mereka. Dan Allah menegurmu lewat sosok di atas. Dan adakah dirimu mengambil pelajaran? Atau sekedar terkagum tanpa memetik hikmah?



Wallahu'alam.

Wednesday, June 20, 2012

KeputusanMu, RencanaMu, Takdir baikMu untuk-ku

June 20, 2012 0 Comments
dan pertanyaanku
terjawab
dan doaku
terkabul

dan tak ada lagi risau
atau bimbang dan ragu

karena Engkau melindungiku
saat kuterlihat lemah
karena Engkau menjagaku
dari apa yang ingin melukaiku

:)) Ya Allah,
kini bukan lagi aku yang bertanya
tapi Engkau Yang Maha Mengetahui yang bertanya

dan aku tak bergeming mendengar tanyamu,
kecuali hanya lapisan kaca yang semakin tebal

"Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadziban??"
"Maka nikmat Tuhanmu yang mana (lagi) yang kau dustakan?" (QS 55)

Sunday, June 17, 2012

Kerja Keras = Harga Diri

June 17, 2012 0 Comments
Bismillahirrahmanirrahiim..



Hidup ini jika saja kita mau bersantai-santai.. Tak banyak bekerja, dan lebih banyak bermain-main. Mungkin tetap bisa kita merasakan kemilau dunia yang memang sering melalaikan.

Tapi, benarkah kita mau bersantai-santai saja? Tidakkah hati ini tergerak untuk bekerja keras?

***

Ini tentang semangat kerja keras yang kudapat dari SPARTA day 0.

Informatika, adalah jurusan yang 'katanya' akan dipenuhi dengan badai tugas baik tubes (baca: tugas besar) maupun tucil (tugas kecil). Waw.. sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aku mendengar isu tersebut. Jujur, jelas pasti ada rasa gentar dan takut mendengar isu yang berhembus tersebut, dan ketakutanku terjawab di SPARTA day 0.

Ya, sesi ba'da sholat dhuhur di isi oleh Kaprodi Teknik Informatika, Ibu Ayu. Dengan prolog tentang prodi komputasi dan peluang-peluang dan persaingan yang ada, beliau seolah ingin meyakinkan para mahasiswa di hadapannya, bahwa 'kamu berada di program studi yang menjanjikan'. Kemudian dengan cukup menarik, beliau memaparkan apa saja yang harus kita persiapkan dan lakukan selama perkuliahan 3 tahun di jurusan ini.

Dan sesi pertanyaan pun bergulir, sampai ada seseorang dari kami (baca: mahasiswa IF dan STI) yang bertanya tentang mata kuliah yang 'killer' dan butuh usaha lebih. Dan beliau pun menjawab:

"Memang untuk bisa mengoding dengan baik, perlu latihan dan latihan. Makanya, kerja keras dong! Jadikan bahwa kerja keras itu hal biasa." ujarnya (*kurang-lebih intinya itu).

"Ayolah kerja keras, kalian tahu.. saat saya belajar di Jepang, saya takjub pada masyarakat jepang karena prinsip mereka. Bagi mereka, kerja keras itu harga diri. Maka jangan heran kalau banyak yang bunuh diri lantaran nggak punya pekerjaan. Juga jangan heran jika kalian melihat orang yang sudah tua sekali masih mau bekerja, sekalipun hanya menjadi penjaga pintu tol atau pembersih di kebun binatang."

"Ayo kerja keras, sekarang ini nggak ada yang santai-santai terus bisa gaji-nya besar, hidupnya nyaman. Jadikan kerja keras sebagai budaya. Jangan melihat terlalu sempit dan dangkal, kerja keras ini nantinya juga untuk kamu di masa depan."

Dan banyak lagi, kata-kata beliau yang memotivasi kami untuk bekerja keras. Untuk tak lagi takut menghadapi tantangan hanya karena enggan bekerja keras. Selain itu tak lupa, beliau juga mengingatkan.. bukan hanya kerja keras yang kita butuhkan, tapi juga doa. Maka jangan lupa untuk berdoa dengan sungguh-sungguh juga^^



***

Kukatakan "Selamat Bekerja Keras" untuk diriku dan dirimu. :) Bukankah Allah menyukai orang yang bersungguh-sungguh? Let's work hard, dan niatkan itu untuk Allah^^ Insya Allah tak akan sia-sia.

Wallahu'alam.

Friday, June 15, 2012

Tetaplah Menulis

June 15, 2012 0 Comments
Bismillahirrahmanirrahim..

Baru menyadari nikmat waktu luang, saat sedang tidak memilikinya. Dan tugas-tugas, dan amanah-amanah ini.. menanti satu per satu untuk dipenuhi haknya.

Tapi aku malah di sini,
lebih menyukai menghibur diri dengan merangkai kata.
Tapi aku malah di sini,
menyisihkan waktu untuk men-charge semangat menulis



Ya, aku tahu..
setelah hari ini, hanya akan kau temui sedikit sekali waktu. Untukmu bermain-main dengan kata. Memadu-padan-kan frasa dan klausa hingga tercipta paragraf yang mampu berteriak lantang.

Ya, aku tahu..
setelah hari ini, pasti ide demi ide hanya akan menumpuk di file 'kasihan deh.docx'. Padahal tanpa momen ini pun, masih ada tiga lembar ide yang mengantri dengan tertib, menunggu giliran tuk dituang pada secangkir artikel mini, atau sekedar paragraf singkat.

Ya, aku tahu..
Aku terlalu banyak mendeskripsikan, menyebutkan, menggelar satu demi satu kemungkinan pahit yang akan menimpaku tentang menulis.
Maka biarkan kuakhiri tulisan ini dengan kata-kata :

Biarlah, kau mungkin tahu..
tapi apa yang kau tahu tak lebih hanya prasangka
dan kekhawatiran yang membuatmu mengerdil, dan bukan masalah yang me-raksasa

Well, aku masih BISA menulis dan terus menulis
selama niat ini lurus,
selama niat ini lurus,
selama niat ini lurus,
selama cara ini benar,
selama cara ini benar,
selama cara ini benar..
tetaplah MENULIS! Dan menginspirasi dunia^^ :) Aamiin Ya Rahiim..


Thursday, June 7, 2012

Komitmen

June 07, 2012 0 Comments
Jika komitmen sudah di tetapkan,
maka tak ada lagi alasan untuk lupa
tak ada lagi alasan untuk menunda
tak ada lagi alasan untuk bermalas-malas

Jika komitmen sudah di tetapkan,
maka pilihan selanjutnya hanya menjalankannya dengan baik
tanpa keluh kesah

Jika komitmen sudah di tetapkan,
maka yang mencatat, membaca, mendengar, mengetahui komitmen tersebut
bukan hanya diri,
atau teman seperjuangan,
atau organisasi dan kepanitiaan terpilih,
tapi juga Allah.

Allah Maha Mengetahui,
jika komitmen sudah di tetapkan,
tidakkah kau takut Allah akan menanyakan pertanggung jawabanmu nanti,
di hari saat bukan lisan yang berucap
di hari, saat pilihannya hanya dua,
SurgaNya, atau NerakaNya.