Follow Me

Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Wednesday, October 2, 2024

A33: Sahabat dan Tetangga yang Paling Baik

October 02, 2024 0 Comments

Bismillah.

#menjadiarketipe

 


 

☑️ #DAY33-0090

 

📖 At-Tibyan, Imam An-Nawawi

 

📑 Quote:

Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah sahabat yang paling baik kepada sahabatnya, dan tetangga yang paling baik di sisi Allah, adalah tetangga yang paling baik kepada tetangganya. 


💡 Insight:

 

Bentuk kesempurnaan iman seseorang adalah saat keimanannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga terpancar dalam akhlaknya. Maka orang yang paling baik imannya, adalah yang paling baik pada keluarganya, yang merupakan sahabat yang paling baik juga tetangga yang baik.

 

Aku mungkin belum bisa mencapai level keimanan setinggi itu. Aku masih berusaha memperbaiki akar dan batang pohon imanku, sembari berharap daunnya rimbun dan bisa berbuah manis. Meski jika mau jujur, aku tahu, ada beberapa orang yang memetik buahnya dan merasakan asamnya, pertanda ada yang salah di akar atau batang pohon imanku.

 

Sebagai manusia, kita selalu ingin punya sahabat yang baik. Saat mencari rumah, selain dari orang-orang di dalam rumah, kenyamanan akan didapatkan jika kita memiliki tetangga yang baik. Tapi untuk mendapatkan itu, yang harus kita lakukan adalah menjadi seperti itu. Saat kita berusaha belajar menjadi sahabat yang baik, tetangga yang baik, nanti.. Allah akan bantu kita untuk bertemu dengan sahabat-sahabat dan juga tetangga yang baik.

 

Wallahua'lam.

Saturday, September 8, 2018

Terapi untuk Iman yang Lemah

September 08, 2018 0 Comments
Bismillah.
#nukilbuku

Diambil dari Buku Mizanul Muslim disusun oleh Abu Ammar dan Abu Fatiah Al Adnani terbitan Cordova Mediatama. Buku ini jilid pertama, isinya terbagi 11 bab. Ada Mizanul Ilmu yang isinya pengertian, klasifikasi, keutamaan ilmu, ciri-ciri penuntut ilmu, dll. Bab selanjutnya ada Mizanul Akidah, Mizanut Tauhid, Mizanul Islam, Mizanul Iman, Mizanul Ibadah, Mizanul Akhlak wal Adab, dst.. Aku baru baca sampai akhlak dan adab.

Sedangkan judul tulisan ini merupakan salah satu bagian dari Bab Mizanul Iman. Dalam akidah islam, iman itu naik turun, bisa menguat dan melemah. Jujur.. Meski membaca buku ini, kemudian lapor ke Generasi Al Fihri jumlah lembar yang dibaca, tidak menjamin bahwa imanku baik-baik saja.

Baca juga: Agar Masuk ke Hati

Dan tulisan ini, kutujukan pada diriku. Imanmu bisa lemah, tapi bukan berarti itu garis akhir. Kita bisa berusaha agar iman kita naik lagi, meski kondisi hati sedang mengeras dan sakit. Perlu usaha, dan berikut ini beberapa terapi untuk iman yang lemah.



Membaca, mendengar, dan merenungi makna Al Qur'an


Al Quran telah Allah jadikan sebagai cahaya, petunjuk, obat dan rahmat bagi hamba-hambaNya yang beriman. Saat iman kita lemah, dan hati kita sakit, berinteraksi dengan Al Quran bisa menjadi terapi. Membacanya lafalnya, terjemahannya, penjelasan tentangnya. Mendengarkan Al Quran, penjelasannya, maknanya, tafsirnya. Juga mentadabburinya, memikirkan dan merenungi maknanya.

Tidak mudah, tapi usahakan selalu ada interaksi dengan Al Quran setiap hari, baik itu di dalam shalat, dengan pelan membaca dan memaknai Al Fathihah di setiap rakaatnya, maupun di luar shalat. Di luar shalat bisa dengan membaca quran, mendengaran quran, maupun mengulang hafalan. Ya, hafalan, bahkan suratan pendek, seperti Qulhu, surat Al Ikhlas. Atau surat al ashr. Mungkin kita belum begitu paham maknanya, belum membaca tafsirnya, tapi coba ulangi hafalan surat pendek itu pelan, kemudian berdoalah dalam hati, semoga surat pendek yang sudah kita hafal itu bisa menjadi langkah pertama untuk kembali mengeratkan interaksi kita dengan Al Quran.

Memahami dan merenungi hakikat asma' dan sifat Allah

Memahami dan merenungi hakikat asma' dan sifat Allah, memikirkan makna-maknanya dan menguatkan perasaan di dalam hati sehingga dapat mempengaruhi anggota tubuh yang lain. Pemahaman yang benar terhadap asma' dan sifat Allah akan menjadikan seorang muslim yakin dan sadar akan keagungan dan kebesaran kekuasaan Allah. Ia akan taat dan takut bermaksiat kepada-Nya, karena ia yakin akan janji dan ancamanNya.
- Abu Ammar dan Abu Fatiah Al Adnani, Mizanul Muslim
Ini penting sekali untuk dilakukan. Seringkali, saat iman kita lemah, sebenarnya kita belum tahu atau belum memikirkan lagi hakikat asma' dan sifat Allah. Pemahaman kita tentang Arrahman dan Arrahim dangkal, juga tentang Maliki yaumiddin. Kita perlu mencari ilmu dan mendengarkan penjelasan tentang asma' dan sifat Allah. Saat kita tahu, bahwa sifat Ar Rahman Allah, yang telah menyelamatkan kita dari berbagai kepelikan yang tidak terbayang. Bahkan saat kita memiliki masalah, sebenarnya Allah tetap Ar Rahman, karena Allah menghindarkan kita dari masalah yang jauh lebih besar dari yang kita hadapi saat ini. Saat kita tahu makna Malikiyaumiddin, kita jadi tidak bermudah untuk menyalahgunakan asma Ar Rahman. Allah mungkin tidak segera membuat mata kita buta.. Meski mata kita sering kita gunakan untuk maksiat. Tapi Allah Malikiyaumiddin, penguasa hari pembalasan. Setiap amal kita, yang baik maupun yang buruk tercatat, semua... yang kecil maupun yang besar. Saat hari itu datang, dan pasti akan terjadi, kita akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan kita. [1]

Allah Al Lathif, Maha Lembut. Biasanya Al Lathif bersebelahan dengan Al Rizq. Karena cara Allah memberikan rizki kepada kita begitu lembut, sampai kita sering tidak menyadarinya. Nasi yang kita makan tadi siang, sudah Allah siapkan tiga bulan sebelumnya, lewat petani yang menanam bibitnya, kemudian panen, dijual kepasar, sampai beras tersebut dimasak dan siap di santap. Garam yang ada di sayuran yang kita makan, disiapkan jauh-jauh hari juga. Begitu lembut Allah mengantar rizki kepada kita, sehingga kita sering lupa. [2]

Mencari Ilmu Syar'i dan Mengikuti Majelis Dzikir (Pengajian dan Kajian Ilmu)

Mencari ilmu syar'i yang dapat memunculkan rasa takut kepada Allah dan menambah keimanan dalam hatinya. Allah berfirman, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu." (QS Fathir [35] : 28)
- Abu Ammar dan Abu Fatiah Al Adnani, Mizanul Muslim
Teknologi yang bisa memudahkan kita mencari ilmu syar'i baik dari e-book buku islami, maupun audio atau video kajian. Bisa memilih yang mudah dijangkau meski tidak harus berpergian. Tapi kalau mau lebih mantep lagi, paksa diri untuk hadir di kajian offline. Datang ke masjid terdekat yang mengadakan kajian, duduk dan nikmati, rasakan suasana positif masjid. Semoga dengan hadir di majelis ilmu bisa mengatasi lemahnya iman kita.
Ini (menghadiri majelis dzikir) dapat menambah keimanan disebabkan beberapa hal yang ditimbulkan oleh majelis ini, seperti dzikrullah yang dapat menentramkan hati, datangnya rahmat, turunnya ketenangan, para malaikat datang mengelilingi orang-orang yang berdzikir dan Allah membanggakan mereka yang hadir dalam majelis tersebut di hadapan para malaikat.
- Abu Ammar dan Abu Fatiah Al Adnani, Mizanul Muslim
Memperbanyak amal shalih               
Dan ini merupakan terapi yang paling mujarab dalam menjaga kestabilan iman seseorang
Iman turun ketika kita bermaksiat, dan naik ketika kita melakukan amal shalih. Rasulullah juga menyebutkan bahwa amal baik akan menghapus amal buruk. Meski tidak mudah, paksakan diri, dari hal kecil seperti beristighfar atau amal shalih lain.

***

Selanjutnya akan ditulis poin-poinnya aja ya.. Masih dari buku Mizanul Muslim.
  • Variasi, yaitu mengerjakan berbagai macam ibadah
  • Merasa khawatir terhadap su'ul khatimah (mati dalam keadaan bermaksiat dan tidak beriman)
  • Banyak dzikrul maut (mengingat kematian)
  • Melakukan ziarah kubur dan menengok orang-orang yang sakit untuk mengingat alam akhirat
  • Senantiasa mentadabburi ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam
  • Selalu bermunajat kepada Allah dan bertawakkal kepadaNya dalam segala urusan
  • Tidak banyak berangan-angan dalam urusan dunia
  • Senantiasa memikirkan kerendahan dunia dan isinya, sehingga tidak tergoda oleh rayuannya
  • Mengagungkan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah (hurumatillah)
  • Memiliki al-wala' (sikap mencintai, membantu, menolong dan mendukung) dan al bara' (sikap membenci, memusuhi dan memutuskan hubungan) yang benar
  • Bersikap tawadhu' (rendah hati) dan menjauhkan diri dari sikap sombong
  • Banyak melakukan amalan-amalan hati, seperti mencintai Allah, takut kepadaNya, berharap kepadaNya, berbaik sangka dengan semua keputusanNya, ridha terhadap qadha' dan qadarNya, bersyukur atas segala nikmatNya, taubat kepadaNya, dll
  • Senantiasa mengintrospeksi diri
  • Berdoa kepada Allah agar dikuatkan keimanan yang ada dalam hatinya.
Allahua'lam.

***

PS:
[1] Dari salah satu khutbah jumat Ustadz Nouman Ali Khan, link menyusul
[2] Dari audio kajian Darusy Syabab oleh Kang Rendy, ga janji bisa dapet linknya

Monday, May 21, 2018

The Sweetness of Iman

May 21, 2018 0 Comments
Bismillah.
#buku
-Muhasabah Diri-

Nukil buku, dari Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Cuma kumpulan quotes saja, ditulis sebagai pengingat diri.
"Jika sudah ada kedekatan hati dengan Allah, maka akan menghasilkan kesenangan dan kenikmatan, yang tidak bisa diserupakan dengan kesenangan di dunia dan tidak dapat dibandingkan... "
Iman itu memiliki rasa 'manis'.

"Karena iman itu mempunyai kemanisan. Siapa yang tidak dapat merasakan manisnya iman, hendaklah kembali untuk mencarinya, dengan mencari cahaya yang bisa mendatangkan manisnya iman."
Cari manisnya iman dimana? Ada dua, yang disebutkan Rasulullah shalawat serta salam untuknya.

Pertama.
Sabda beliau, "Yang dapat menikmati rasa iman adalah yang ridha kepada Allah sebagai Rabb, kepada Islam sebagai agama dan kepada Muhammad sebagai rasul."
Kedua.
Beliau juga bersabda,"Tiga perkara, siapa yang tiga perkara ini ada pada dirinya, maka dia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, siapa yang mencintai seseorang, yang dia mencintainya hanya karena Allah, dan siapa yang tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia tidak suka dilemparkan ke neraka."
Jika tidak ada rasa manisnya? Curigailah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Jika engkau tidak mendapatkan kemanisan dan kesenangan dari suatu amal dalam hatimu, maka curigailah ia. Karena Allah adalah Maha Penerima syukur. Artinya, Allah pasti akan memberi pahala kepada seseorang di dunia karena amalnya, berupa kemanisan yang dirasakan di dalam hati, kesenangan dan kegembiraan. Jika dia tidak merasakannya, berarti amal itu disusupi setan."
***

Semoga kita dapat merasakan manisnya iman, bukan cuma di dunia, tapi juga di akhirat kelak. Aamiin.

Allahua'lam

***

PS: sebenernya blm puas sama desainnya. tapi udah kehilangan mood buat geser2 elemennya.

Wednesday, May 31, 2017

A Step

May 31, 2017 0 Comments
Bismillah.

Dulu pernah nemu quotes yang dicoret oleh seseorang vandal di tiang bercat putih gedung SMA. Quotesnya bagus padahal.. tentang melangkah 1000 miles, yang itu semua dimulai dengan satu langkah. Bentar ya aku googling dulu quotesnya.

***
a single step
Mungkin akan ada yang protes, wah itu mah semua orang juga tahu. Tapi izinkan aku menulis di sini, karena jujur.. aku pernah lupa untuk memulai satu langkah kecil itu. Karena jujur, aku pernah memilih untuk diam saja, karena 'otak'-ku berpikir depan, belakang, kanan, kiri-ku adalah jurang sehingga aku memilih untuk meringkuk sendirian tanpa memulai satupun langkah.

Satu langkah.. ya satu langkah pertama yang mungkin bagi orang lain mudah, bisa jadi buatmu itu tidak semudah itu, bahkan bisa jadi itu sulit.

***

Aku tahu.... tidak mudah memang. Melangkah di jalan yang terjalan nan mendaki. Satu langkah pertamamu entah mengapa seolah tertahan, padahal hatimu sudah mengatakan untuk bergerak, tapi seolah kakimu dipaku ke dalam tanah.

Aku tahu...tidak mudah memang, apalagi ketika kamu bukan tipe pejalan kaki. Inginnya duduk saja dan semua urusan selesai. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, terkadang kamu perlu melangkah, satu dua.. hingga seribu miles untuk menyelesaikan urusanmu.

Aku tahu... tidak mudah memang. Karena kau tahu betul satu langkah itu kan mengubah banyak hal dari hidupmu. Tidak mudah, karena satu langkah itu menuai begitu banyak resiko dan after effect.

Tapi... terlepas dari semua alasan tidak mudah itu. Kau sebenarnya punya daya gerak yang lebih besar dari itu semua. Karena satu langkah itu.. adalah yang Allah sukai, adalah yang Allah perintahkan, adalah yang Allah tunjukkan pada kita. Padahal kita tahu, bahwa Allah lah yang paling tahu tentang hidup kita, Allah lah yang paling tahu.. jalan mana yang baiknya kita tempuh agar kita menjadi hamba yang lebih baik. Allah lah yang paling tahu... jalan mana yang baik untuk kita, terlepas dari kita suka atau tidak untuk melangkah.

***

Ucapkan Bismillah.. lalu ambil satu langkah itu. Do that single first step. Lalu berdoalah. Karena sesulit apapun langkah pertama itu, atau sesulit apa pun langkah-langkah berikutnya, selama kita bersandar pada Allah, meminta pertolonganNya,.. selama kita percaya dan berbaik sangka padaNya. Semua kesulitan itu akan bisa kita lalui, satu langkah itu akan menjelma jadi ribuan miles. In syaa Allah.

Kuatkan azzammu, melangkahlah dan iringi dengan doa. Dengan izin-Nya, kau pasti bisa mengambil satu langkah pertama, begitu pula langkah-langkah selanjutNya.

***

Terakhir....

I never knew this ayah above would knock hard on my sick heart. Rasanya seperti digedor-gedor pintu hatiku, dan hari itu... aku seolah paham, bahwa ayat di atas maknanya begitu berat. Beda level lah ya ujiannya tiap orang, aku yang dulu.. diuji hal-hal yang tidak aku sukai masih level anak PAUD, jadi ketika diuji soal untuk anak SD, agak syok hehe.

Lalu aku jadi ingat.. kisah Ibunda Hajar, saat ditinggalkan suaminya, dengan bayi yang masih merah, di tengah padang pasir. Ya... aku juga ingat, dari sisi Nabi Ibrahim. Betapa ujian itu sangat sangat tidak disukai keduanya, tapi iman mereka 'alaihuma salam, mengalahkan rasa suka tidak suka mengalahkan rasa bencii.

"Apakah ini perintah Allah?" tanya Ibunda Hajar. Saat beberapa kali suaminya Ibrahim ia panggil namun tidak sekalipun menghentikan langkahnya atau menoleh ke belakang.

Mengetahui bahwa itu perintah Allah membuat Ibunda Hajar menerima kondisi saat itu. Mengetahui bahwa itu perintah Allah membuat Ibrahim melangkah meninggalkan istri dan anak terkasihnya. Semoga kita, meski ujiannya tidak seberapa dengan Nabi Ibrahim maupun bunda Hajar, bisa melaluinya. Satu langkah, minimal satu langkah dulu.

***

Katanya terakhir Bell? Eh? Iya yah Hehehe lupa.

Selamat menjalani hari-hari Ramadhan, semoga tetap produktif, semoga diterima amal ibadah kita dan diampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

Allahua'lam.

#RamadhanInspiratif #Challange #Aksara

Tuesday, January 31, 2017

Malu

January 31, 2017 0 Comments
-Muhasabah Diri-

Bismillah.

Singkat cerita karena satu dua, mungkin tiga kejadian hari ini, otak dan jemariku tergerak untuk menulis tentang malu. Satu kata, kata sifat? bukan, kalau kata sifat maka itu pemalu. Malu adalah kata benda, benar ga?

Definisi Malu menurut KBBI ada tiga:

1. merasa sangat tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya)

2. segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, agak takut, dan sebagainya

3 kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya).

Yang istimewa dari malu adalah.. bahwa malu disebutkan adalah salah satu bentuk keimanan. Pertanyaannya, malu yang seperti apa yang bisa termasuk bentuk keimanan?
Malu.. jika hendak melakukan dosa? Malu.. jika tidak mematuhi perintahnya? Malu... malu, karena belum menjadi hamba yang baik. Malu.. yang tidak sekedar tersipu malu, tapi malu tersebut mempengaruhi perilaku kita.

Tuesday, December 13, 2016

Bukan 'Tuhan', Tapi 'Allah'

December 13, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

Seneng deh baca tulisan yang akan kukutip di bawah ini, aku seolah diajarin belajar lagi rukun iman yang pertama, tapi gaya kepenulisannya ga terlalu kaku, masih nyaman di baca untuk diriku yang suka pegel, baca tulisan berbahasa formal banget hehe.
Kenapa sih dalam tulisan saya jarang sekali menggunakan istilah tuhan? Karena kurang tepat penggunaannya. Secara etimologi memang mendekati kata ‘tuan’ yang berasal dari bahasa melayu. Namun, saya menemukan Tuhan yang seringkali digunakan oleh keseharian masyarakat berasal dari Hindu, yaitu Tu = Kepala, Han = Dewa. Dengan kata lain, menyembah kepala/ketua dari dewa.
Saya gak bisa nerima, karena saya mengakui hanya 1 yang wajib saya sembah. Maka penggunaan kata Tuhan di dalam tulisan saya menggunakan kata Rabb, Malik, Ilah, ataupun Allah.
- Luthfi Wisnu Wardhana, dalam tulisannya "Rukun Iman Ada..."
***

Monday, September 5, 2016

It's About The Faith

September 05, 2016 0 Comments
#blogwalking

Bismillah.

faith <3 a="">

So, if I am as a person understand the limit of my self, and how I relates one ‘miracle’ to another ‘unreasonable phenomenon’ then, the answer of those big questions doesn’t matter again. Because I know I can’t answer those right now...

You can still believe in God, even if He don’t bring the answer that come into your sense.
The important matter is how you believe in every phenomenon that Allah shows you, but how come you don’t believe on ‘something behind it’?
It’s not a matter of having eyes or not, it’s about having vision.
It’s not about logic or not, it’s about the faith.
- Ukhti yang kurindukan, dalam tulisannya "Blind, Deaf, and Mute"
***

Monday, May 4, 2015

"Gatal" untuk Berkomentar

May 04, 2015 0 Comments

-Muhasabah Diri, SensiMe-

Bismillah.

http://assets.kompasiana.com/statics/files/1417255040435110281.png?t=o&v=300
Sebutlah diri membaca status saudarinya di jejaring sosial "garis" haha, ada 2 komen. Tap, lalu muncul lah dua nama, nama pemilik status (akhwat) dan nama komentator (ikhwan). Dan percakapan bathin pun terjadi pada si silent reader.

A : "Kenapa sih ikhwan kegatelan banget untuk komentar di status akhawat?"

A' : "Iya, kaya kamu yang gatel untuk berkomentar kalau liat ikhwan komen di status akhwat"

A : (tertawa) "Iya juga. Tapi beneran deh getet* kalau liat yang kaya gitu. Pengennya teriak, PENTING YA KOMEN KAYA GITU??"

Tuesday, February 10, 2015

Melihatmu Buat Ku Tenang

February 10, 2015 0 Comments


-muhasabah diri-

Bismillah..

Judulnya... Sesuatu. Hehe. Itu juga yang aku rasakan saat mendengar kalimat senada itu.

***

Saat itu aku sedang berjalan dari labtek V menuju Masjid Salman. Saat sedang meniti jalan setapak, aku berpapasan dengan seorang Bapak K3L. Aku tersenyum dan mengangguk pelan, sembali bersiap menepi ke kanan jalan.

"Neng, ngeliat cewek pakai jilbab itu bikin tenang ya neng," kurang lebih seperti itu kalimat Bapak tadi saat kami berpapasan.

Dan kalimat tadi membuatku tertunduk malu, berlalu dari beliau kemudian tersenyum tipis. Ah, bapak bisa aja nge-gombal J.

Aku tidak menyangka kalimat tadi yang akan kudengar, saat itu aku mengenakan kerudung lebar berwarna hitam. Aku berprasangka buruk. Untuk menepis prasangka tadi, aku tersenyum dan mengangguk pelan, mencoba memberitahu Bapak tadi, kalau muslimah berkerudung lebar juga ramah dan sopan.

Friday, December 12, 2014

Put Your Trust In Allah

December 12, 2014 0 Comments


Put Your Trust in Allah

And you know what happens to people?

This is the last thing I am sharing with you in shaa Allahu Ta’ala

There are people who Allah makes many things easy for them. Please listen to this carefully. Allah makes many things easy for them. For some of you. Allah made money easy for you. It’s just easy for you. For some of you, confidence is easy. It’s no big deal. Other people get nervous, you don’t get nerveous. For some students of mine. Studies are easy. Like I study, I teach arabic. Some of my students, Wallahi I can tell, Allah made arabic easy for this one. And the other one… Ma khuliqa li dirasatil ‘arabiya. (laugh). He wasn’t made to study arabic. He is the smartest guy in his field. He would be Phd in physics. But he can’t do Mudaf and Mudaf Ilayh. He can’t do it. You know? he wasn’t made for it. It’s tough for him. Not everybody is the same.

Saturday, November 1, 2014

Masa Tua Kita, Kelak Dimana?

November 01, 2014 0 Comments
-muhasabah diri-

Bismillah..




27 Mei 2014, Penghuni Asrama Salman ITB 2013/2014 berkunjung ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Bandung.  Panti sosial ini dihuni oleh 28 nenek dan beberapa pengurus panti. I know it's too late.. A very late story to tell. Tapi tidak mengapa, karena kisah lama, bisa jadi baru kita petik hikmahnya sekarang. Ya, sekarang. Saat kita diwajibkan "pemanasan" menulis non fiksi.

***



Monday, June 2, 2014

Bisa Karena Terbiasa

June 02, 2014 0 Comments



-Muhasabah Diri-

Bismillah..

Sedikit nyambung dengan artikel Jangan Takut Berubah.

A : "Aku ga bisa B, sulit banget untuk menghindari itu."


A' : "Memang tidak mudah. Tapi perlahan jika sudah terbiasa, tentu tidak akan sesulit itu."

* ceritanya, A dan A' adalah satu orang, ada kecamuk dihatinya saat ia merasa berat terhadap sebuah perubahan yang ingin ia buat.

Perubahan apa? Apapun.
***

Sunday, April 13, 2014

Hal yang Paling Aneh

April 13, 2014 0 Comments


-muhasabah diri-
Bismillah..
Dari Ibnu Qayyim rahimahullah :

 "Suatu hal yg paling aneh ialah engkau merasakan pedihnya kegersangan jiwa karena maksiat, namun engkau tidak mencari ketenangan dengan menaati Allah.
engkau merasa sempit dada saat bibirmu basah menyebut-nyebut makhluk, tetapi engkau tidak bergegas menyebut (mengingat) Allah dan bermunajat pada-Nya agar dada engkau lega.
engkau merasakan siksa kala qalbumu tertambat dengan persoalan dunia namun tidak mau meninggalkannya menuju Allah dan ber inabah (kembali) pada-Nya.
dan yg lebih aneh dari semua ini ialah engkau mengetahui bahwa engkau sangat membutuhkan Allah, tetapi engkau justru berpaling dari-Nya dan mencintai hal yg menjauhkanmu dari-Nya"

(Al fawaaid, terbitan Gema Insani Press, hal 49)

***

Kutipan tadi diambil dari status seseorang di jejaring sosial. Sebuah kutipan yang seolah menamparku.

Semoga Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki iman kita. Semoga khusnul khotimah.

Allahua'lam.