Follow Me

Sunday, June 7, 2020

Writer, Author atau Content Creator?

Bismillah.


Beberapa waktu yang lalu saya blogwalking dan membaca tentang tiga istilah itu, beserta definisinya. Sejak itu, saya jadi bertanya, yang manakah saya? Apakah saya ingin menjadi ketiganya? Atau hanya salah satunya?

Beberapa waktu belakangan, saya merenung akan makna dari istilah penulis di dunia digital dan konvensional. Writer, author, dan content creator.

Content creator itu seperti youtuber, vlogger, designer, dan peran lain yang memang berfokus pada create content. Bentuknya beragam. Tidak hanya tulisan. Bisa juga visual dan video.

Writer, ya mereka yang menulis Sesederhana itu. Writer biasanya “menulis ulang” karena adanya permintaan. Pada bagian tertentu, content creator dan writer beririsan. Tapi tidak selalu sama. Penulis yang punya feed dengan sedemikian rapi, boleh dikatakan content creator.

Author lebih bebas. Menulis berdasarkan imajinasi. Bisa jadi fiksi, bisa jadi nonfiksi. Memiliki gagasan tersendiri dan ingin menyampaikannya ke dunia. 
- Rezky Firmansyah, dalam tulisan Saya Bosan Menulis, Tapi ...

***

Sudah lebih dari 10 tahun saya menulis di blog ini, artinya minimal saya sudah menjadi seorang writer. Kalau diartikan writer sebagai penulis memang rasanya berat. Kata "penulis" seolah sempit maknanya hanya untuk mereka yang sudah menerbitkan buku dan diakui kualitas tulisannya. Tapi writer di sini maknanya lebih luas. Seperti blog ini yang sudah berisi lebih 1500 tulisan, siapa yang menulisnya? I can say I'm a writer in this blog at least. Dan makna writer lebih luas lagi, kalau kamu sering menuliskan pemikiranmu di sosial media, entah itu facebook atau instagram, menurut saya, kamu juga seorang writer.

Selanjutnya tentang content creator, ini mungkin langkah selanjutnya yang ingin saya lakukan. Blog ini adalah zona nyaman saya, tapi kita tidak boleh berhenti di zona nyaman kan? Saya ingin meningkatkan level, menjadi content creator. Langkah kecilnya lewat buat instagram blog. Mungkin yang biasa nulis di instagram akan menyernyitkan dahi heran, karena tiap orang beda-beda. Ada yang mulai jadi content creator di instagram dulu, baru kemudian buat web, podcast, youtube, dll. Kalau saya, berawal dari sini, baru kemudian ke instagram.




Menjadi writer maupun content creator sama-sama membutuhkan kreatifitas, tapi ada perbedaan skill yang harus dimiliki. Kalau writer hanya menulis, content creator membutuhkan skill untuk desain misalnya, atau public speaking, belum editing video. Bisa sih, kita meminta bantuan orang lain untuk mengisi kebutuhan skill tersebut, tapi buat saya pribadi justru disitu tantangannya, sambil ngisi instagram, sambil ngelatih desain ala kadarnya, dengan bantuan aplikasi desain. Saya juga merasa harus belajar optimasi instagram. Jujur masih agak kikuk harus menulis caption, memilih hastag *biasanya saya sering melewati ini, padahal fungsi hastag sangat penting.

Selanjutnya tentang author. Buat saya, ini yang masih terlihat jauh. Kalau Rezky membedakan author dan writer dengan penggunaan imajinasi dan gagasan yang ingin disampaikan. Buat saya, author berkaitan dengan buku. Yang sudah baca blog ini sejak lama mungkin sudah bosan dengan curhatan saya yang katanya ingin menerbitkan buku tapi sampai sekarang belum tercapai. Saya juga gemas sendiri, karena dari 1500-an tulisan di blog ini, harusnya bisa diramu dan dikemas jadi minimal 1 buku. Tapi sekarang, saya memiliki persepsi berbeda. Daripada ngejar harus terbit tahun berapa, saya ingin menikmati proses menulis lagi, saya ingin membangun brand penulis lewat instagram, sambil pelan-pelan memilah dan menyortir tulisan di blog ini. Saya juga ingin menghancurkan dulu mental block saya, sembari mengobati luka yang membuat saya enggan maju melangkah, beberapa tahun ini. I'll soon become an author. In syaa Allah.

***

Sekian tentang saya dan ketiga istilah tersebut. Bagaimana denganmu? Apakah sudah menjadi ketiganya, atau ingin menjadi salah satunya? Saya juga ingin mendengar ceritamu. Tuliskan dan share linknya di komentar, dengan senang hati saya akan berkunjung dan membacanya.

Terakhir, semangat pagi! Semoga harimu produktif dan bermakna. Aamiin.

***

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi minamal satu cerita dalam satu minggu.

PS: ga jadi disubmit ke 1m1c, karena ternyata pekan ini ada temanya.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya