Follow Me

Showing posts with label gakpenting. Show all posts
Showing posts with label gakpenting. Show all posts

Thursday, October 8, 2026

Medium is Opening A Game Feature?

October 08, 2026 0 Comments

Bismillah.

 

I can't believe what I see this morning. Is it like a beta, an experiment, or will it become a permanent feature?

 


 

 

What a cheap trick to make user engage and stay longer in the website. I don't know about the app though, it's been so long since I open Medium app. I always prefer to open in website.

 

Anyway, Medium should improve its focus more on blogging/content platform instead of adding game feature. Look at substack, there is so many thing people could do there. There's short note, there's article, podcast, there's like mailist/channel. We can also interact not only in comment but also dm each other.

 

I really disappointed with Medium lol. I hope someone read this so they can reflect. I know gamification is used in almost all app nowadays. But literally puting games in a blog platform? It feels like seeing a teenager having an identity crisis. lol.

 

Talking about gamification, I'll put a gamification things I read from Master Your Habit book by Nick Trenton.

 

 

Anyway, let's just focus on writing here. And maybe... maybe import a post in Medium. Tetap semangat nulis ya semua~ di mana pun, sesederhana apapun. It could be only a note you want to publish. But who knows, someone else might take benefit from it. And hopefully it is counted as a good deed. Aamiin.

Wallahua'lam.
 

Friday, April 10, 2026

Login Attempt from Paraguay

April 10, 2026 0 Comments

Bismillah.


#gakpentingbgt



Sebagian hatiku melarang menulis ini, karena beneran gak penting. Tapi sebagai orang yang memang suka cerita tentang aplikasi, sosial media, atau web yang kugunakan, kejadian unik kaya gini, sayang kalau gak diceritakan. Maybe someone will search it, maybe the staff from X will found this post, lol! Ke-PD-an banget sih hahaha. Padahal ini cuma spekulasiku saja, bisa jadi salah besar dugaanku.
 
***
 
Tiga hari yang lalu aku dapet email, email kode konfirmasi atas percobaan login ke twitterku. Trus aku lihat di mana gitu, dan tahu kalau lokasi percobaan loginnya di Paraguay. Awalnya aku sedikit kaget dan takut. Wah, jangan-jangan ada yang mau hack nih.
 
Di akhir email tersebut dituliskan, bahwa jika yang melakukan log in bukan aku, aku diminta melakukan beberapa hal: 1. Mengubah password 2. Me-review aplikasi
 
Aku coba deh ngelakuin yang pertama. Aku klik, otomatis buka laman Password Reset dari X di browser. Nah di sini, aku lupa email yang aku pakai untuk twitter/X ku. Yang aku masukin email lain, trus dapet peringatan deh kalau akunnya tidak ditemukan.
 
Trus kan aku mikir, loh kan aku ada aplikasinya, bisa ganti password di sana. Jadi deh, aku keluar dari browser, trus ke aplikasi twitter aku. Nah aku buka kan aplikasinya, buka akun, settingnya, udah mau ngubah password nih, terus rasa parnoku membuatku berhenti. Gak jadi deh aku ganti password lewat hp itu. Kenapa?
 
Jadi qadarullah nih, kamera depan hpku beberapa hari belakang ini error dan gak bisa dipakai, baik itu di whatsapp, maupun untuk gmeet. Anehnya lagi, di whatsapp-pun pas kemarin2 mau laporan baca di grup Konsisten Baca Buku, kan biasanya foto bukunya, trus kasih caption judul buku, penulis penerbit, nah.. kamera belakangku juga gak berfungsi kalau di WhatsApp. Padahal kalau pakai telegram, atau pakai Kamera, bisa-bisa aja. Makin parno gak tuh? Takut banget aku kalau udah misal hp-ku beneran kena virus atau dihack, dan kameranya gak bisa kepake di wa, karena itu.
 
Aku sempet mikir, kalau ganti di aplikasi hp, bisa kebaca dong, misal nih yang disana bisa lihat scren hpku. wkwkwk. duh, gini deh kalau keparnoan diikutin. Anyway, jadinya password X kuganti, tapi dari laptop.
 
 
Sudah selesai. Aku udah ngerasa lebih tenang. Baru deh aku googling "Someone from Paraguay try to log in to my Twitter", dari situ muncullah beberapa site dan jawaban-jawaban. Trus ada salah satu jawaban yang membuatku lebih tenang dan menyadari ke-sillyanku yang mikir aku bakal di hack. Intinya ada yang jawab, barangkali ini akal-akalnya elon musk aja supaya akun-akun yang non aktif, dipakai lagi sama usernya, usernya kan jadi login lagi karena peringatan login attempt kan? Ya kan?
 
Dan jujur jawaban itu lebih make sense dibanding ketakutanku twitterku di hack. I mean, my twitter account is old, and it didn't have many followers. Kalau tentang ke aktifan, sebenarnya belum lama aktif kok. Nah ini yang bikin aku mikir spekulasi lain. Apa karena aplikasiku ya?
 
 
 

FYI, aku masih pakai aplikasi twitter versi lama. Mungkin tahun 2022 saat twitter belum ganti nama jadi X. Bahkan logo aplikasinya pun masih yang lama, gambang burung twitter, biru putih. Jangan tanya gimana aku masih bisa pakai aplikasi itu tanpa diminta untuk di update wkwkwk. yang ini rahasia.

 

***

 

Anyway, jujur hidup di era teknologi sekarang, privasi dan data bener-bener harus dijaga. Makanya jujur pas awal baca email login attempt itu aku parno. Tapi syukurlah kalau bukan karena itu.

 

Tentang aplikasi yang sering minta update, jujur aku udah sebel banget. Pengen banget rasanya uninstall whatsapp. Tentang fungsi kamera belakangku, yang gak jalan di whatsapp, feelingku sih karena aku lama gak update itu aplikasi. Bahkan ini, udah ada peringatan nih dalam 10 hari harus udah update. Males banget sumpah, takutnya, gak cuma aplikasinya yang di update, tapi data kita juga dikirim >.< 




 

kamera belakang di WA gak bisa berfungsi. layar hitam aja 

 

 

untuk perbandingan. kamera belakang masih berfungsi di telegram,

cek yang sebelah kiri yang ada icon camera beserta live apa yang dilihat kamera belakangku


***

 

Sekian. Mohon maaf atas ketidakpentingan postingan ini. Bye!

 

Wallahua'lam. 

Thursday, February 3, 2022

Main Katla

February 03, 2022 0 Comments
Bismillah.

Postingan gak penting. Tapi gak apa-apa. Siapa tahu banyak yang searching keyword ini wkwkwk. 

***

Qadarullah posting tulisan 1m1c pagi ini. Trus buka twitter, biasa, kalau habis setor 1m1c retweet tulisan ke akun twitter.

Trus baca tweet temen tentang game tebak Katla. Tiap hari tebak kata rahasia yang terdiri dari lima huruf.

Ada petunjuknya. Baca sekali, masuk ke arena game. Ketik satu huruf, gak berubah warna, coba beberapa huruf di awal. Trus mikir, emang harus coba 26 huruf? 

Akhirnya baca petunjuk lagi. Ternyata harus nebak kata bukan perhuruf. 

Mikir, kata apa ya, yang lima huruf. 

Karena Katla permainan tebak kata, akhirnya aku ketik "tebak" dan klik enter.

Dua huruf benar, posisi benar. Satu huruf benar, posisi salah. 

Karena huruf yang benar udah 3, jadi mudah kan?

Dan ditebakan ketiga, aku "menang". Yeeaayy ^^

Ada pilihan share link atau tweet. Tapi karena aku introvert di sosmed (hahaha, mana ada begini wkwkw) akhirnya aku screenshoot dan memilih posting di sini aja.

***

Oh ya, aku gatau, permainan katla.vercell.app ini apakah selalu sama kata rahasianya day 1-nya. Atau diacak, beda-beda tiap player. Semoga sih beda-beda ya.

Eh tapi. Ada tulisan #14. Bisa jadi, hari ini, sama semua hasilnya. Gapapa kali ya di share aja hehe. 

Statistik. 

Ini statistik per individu kayanya. Bukan statistik global. Tapi kalau statistik individu, artinya app tersebut nyimpen identitas gadget kita. IP mungkin. *ehm kok malu ya, gak ngerti yang beginian. Semoga gak ada yang protes hehe.

***

Nah aku baru cek lagi.. Ternyata ada informasi tambahan di Katla. 

Katla merupakan game adaptasi dari Wordle. Dan kata rahasianya memang sesuai tagar ternyata. Jadi di hari yang sama setiap pemain menebak kata yang sama.

Ada arsip katanya juga. Apa ya, 13 kata yang sudah pernah dimunculkan sebelumnya? Penasaran gak? Atau gak hehe.

Yang penasaran langsung aja meluncur ke katla.vercell.app/n

n: dari 1 sampai sebelum angka sebelum versi katla hari ini.

Sekian. Bye 5! 👋

***

PS:

Aku coba klik link di arsip katla, ternyata disuruh main juga yang pertama.

Tapi...main kalau gak pas hari-h karena setelah selesai gak muncul statistik atau keterangan arti kata tersebut.

Masih bener sih, tapi karena aku pakai tools. Kaya buka kamus kata dengan masukin huruf-huruf yang bener tebakannya. Tapi yang ini rahasia ya. Aku kasih hint aja: aku dapet web ini pas nyoba buat pantun, untuk perkenalan di guidelight. Dan pantun butuh kesamaan....

PSS: nyobain wordle

Ada versi light, night, sama untuk blindcolor. 

Ada hard mode juga, tapi males nyoba. Karena vocabulary bahasa  inggrisku masih miskin. Ini aja bisa nebak shard pake buka kamus haha. Karena selain sharp and shark, cuma tahu share, tapi e bukan kata yang ada di huruf tebakan wkwkwk. 

Wednesday, November 18, 2020

My Personal Instagram is Public Now

November 18, 2020 2 Comments

Bismillah.


#gakpenting


Tulisan ga penting sih. Cuma pengen nulis aja, bahwa hari ini, 18 November 2020. Instagram @kirei999193 resmi jadi akun publik, yang bisa difollow dan dilihat siapapun.


Akhirnya, setelah sekian lama perdebatan dengan diri. Karena sebenernya isinya ga privat, ngapain pula di privat. Berkali-kali ngerasa bersalah ngapusin permintaan follow dari orang. Maaf untuk siapapun yang merasa terluka karena ga di accept permintaan follownya. Cuma karena aku pengan jaga angka bagus hahaha.


Sebenernya kepikiran buat ngapusin semua follow. Jadi cuma follow betterword_kirei aja. Tapi gatau lah. Sementara sih aku biarkan saja. Toh sebenernya aku lebih banyak pakai akun @betterword_kirei.


Btw, dengan berubahnya akun instagram jadi publik,aku mikir, apakah aku sekarang udah baikan sama sosial media? *emang dulu pernah berantem? wkwkwk.


Aku juga bertanya-tanya, do I turn back to my-old-self with addition some precious lesson when I lost myself? Apa aku bakal aktif lagi di sosial media, condong ke ekstrovert lagi, setelah lama duduk diam jadi silent reader? Entahlah. Yang jelas, aku masih perlu tiap hari berdoa agar Allah berikan taufik dan hidayah.


Allahumma inna nas-alukal huda wattuqa wal ghina wal 'afaf. Aamiin.


Allahua'lam.


Wednesday, April 22, 2020

Bikin Animasi di Canva

April 22, 2020 0 Comments
Bismillah.

#curcol #gakpenting

Mau curcol aja hehe. Jadi karena tadi nyalin catetan kajian dari buku hijau kecil, jadi nyalin puisi yang kutulis di bagian belakang. Awalnya nyalin ke blog magicofrain. Done.


Trus gatau kenapa pengen post ke ig. Akhirnya buka canva, ada pilihan desain animated, untuk buat gif gitu. Pilih deh salah satu template, edit edit... Pilih foto rumah, karena niatnya puisi itu untuk yg ga mudik, atau yang nungguin anak/cucu mudik tapi ternyata batal.

Selesai, download, 18 detik, 3 slide, tapi yang terakhir sebentar banget. Pengen save as jpg/png. Tapi lagi "belum bisa" pegang laptop.

Mau upload di ig betterword_kirei, tapi. Kaya merusak tampilan keseluruhan, harus post 3 sekaligus kayanya. Akhirnya publish di ig pribadi.

Trus... Seasonal extrovertku belum puas. Jadi deh nulis di sini. Curhat ga penting hehe.

Upload di blog ini via browser chrome di hp, trus nyadar kl ada dua file. Dari canva sm ig. Warnanya berubah. Hmm..


Versi canva

Saturday, January 18, 2020

Not Addicted But Impulsive

January 18, 2020 0 Comments
Bismillah.

#random #gakpenting

*warning* selftalk, another random and abstract post.


Seperti yang tertulis di judul, sementara, itu kesimpulan yang aku temukan. What I'm not and what I am.

Yang pertama baik, harus dijaga.

Yang kedua buruk, harus dijaga juga. I mean... I need to keep myself from being impulsive.

That's it. Selamat mengenali diri Bel.. Selamat berjuang, selalu aware, waspada, juga ingat.

It's getting closer to Ramadhan, let's prepare yourself while praying that Allah will give you chance to meet him again.

Allahua'lam.

***

PS: 'him' refer to month Ramadhan. Agak aneh kalau kalimatnya "...while praying that Allah will give you chance to meet it again"

Btw, kalau bulan (month) di bahasa arab itu muannats atau mudzakkar? Kalau bulan-moon (qamar) kan muannast, bener ga?

*tanya ke siapa bell?
#tanya ke tembok hehe

Saturday, December 21, 2019

Kenapa Ga Tanya Langsung

December 21, 2019 0 Comments
Bismillah.
#gakpenting


Hari ini aku melakukan perjalanan 'singkat' dengan teman. Tapi di perjalanan singkat tersebut kami jadi diskusi dan cerita banyak hal, setelah komunikasi sempat sepi karena aku yang enggan membuka pintu.

Ia bercerita padaku tentang seseorang yang penasaran sekarang aku ngapain, dll. Temanku ini heran pada orang tersebut. Lah, kan waktu itu ketemu, berada di tempat yang sama, kenapa ga tanya langsung?

Aku sudah dirumah, dan aku tersenyum mengingat cerita tersebut. Aku paham mengapa sosok tersebut penasaran tapi tidak bertanya. Ia penasaran karena aku sampai sekarang seolah menghilang tak ada kabar, karena lebih banyak diam di sosmed apapun. Aku juga paham mengapa ia tidak bertanya, karena aku tampak dingin dan banyak diam. Ia ragu ingin bertanya, karena aku seolah meninggikan pagar dan membuat jarak. Ia memilih tidak bertanya langsung, karena ia bisa melihat aku saat ini berbeda dengan aku yang dulu ia kenal. Aku bukan lagi Bella yang ekstrovert, aku kini lebih condong ke introvert.

Aku menulis ini, ingin memberitahunya, bahwa denganku, ia harus menjadi yang pertama membuka pintu komunikasi. Kalau ia tidak bertanya dulu, maka aku tidak akan menjawab apapun. Dan kalau ia tidak bertanya langsung, maka ia hanya bisa mendapatkan informasi tentangku dari cerita orang lain yang isinya fakta bercampur rumor.

Aku menulis ini karena, aku sebenarnya ingin menjawab pertanyaannya. Aku sebenarnya ingin berkomunikasi dengannya. Tapi... keinginan tersebut kalah oleh sisi introvertku. Aku ingin tetap begini, aku nyaman seperti ini. Aku belum siap untuk memberitahu lebih banyak orang tentang hal tertentu.

Aku menulis ini karena, aku sebenarnya ingin menjawab pertanyaannya. Aku sebenarnya ingin berkomunikasi dengannya. Tapi keinginan tersebut segera aku hapus, karena...

***

Terakhir, aku ingin bertanya. Pernahkah kamu mengalaminya? Keinginan untuk bertanya itu ada, kesempatannya ada pula, namun kamu hanya bisa diam, dan tidak memilih bertanya langsung. Jika pernah, apa alasannya?

Atau pernahkah kamu seperti yang aku alami? Mendengar cerita bahwa ada yang bertanya tentangmu tapi ia tidak berani bertanya langsung. Kalau pernah, bagaimana sikap yang kau pilih? Apa kamu akan memberanikan diri berkomunikasi dengan orang itu, dan dengan ringan berkata, "It's okay to ask, it's better to ask directly than listening to the fact mixed-up with rumors, isn't it?"

Atau pernahkah kamu seperti yang aku alami? Mendengar cerita bahwa ada yang bertanya tentangmu tapi ia tidak berani bertanya langsung. Jika mengalami, bagaimana sikap yang kau pilih? Apa kamu akan mengabaikannya, dan bergumam pelan pada diri, "The one that deserve to hear a direct answer, is the one that brave enough to ask."

Thursday, October 10, 2019

Menjadi Nyamuk

October 10, 2019 0 Comments
Bismillah.

#gakpenting

Sebuah curcol ga penting tentang kejadian unik saat blogwalking.

***

Aku masih sama, masih suka baca banyak blog orang lain diam-diam. Dari yang kenal, sampai yang sama sekali tidak kenal. Kadang aku sendiri lupa, kapan dan mengapa aku follow blog tersebut. Yang aku tahu, tulisan di blog tersebut masuk ke feed daftar bacaanku.

Ada sebuah blog yang Oktober ini rajin diisi, aku melihat postingannya berturut-turut di daftar bacaanku. Jarang-jarang ada blog personal yang sering diisi. Biasanya mayoritas satu pekan sekali, atau sebulan sekali, atau bahkan setahun sekali. Isi tulisannya oktober ini sedikit banyak menggambarkan perasaannya. It shows her negative vibes. Tapi bukan berarti benar-benar negatif, selalu ada sisi positif yang berusaha ia tulis. Seperti judul blognya "Back to live, to learn and be happy". URLnya singkatan namanya, serta dua buah angka, entah itu angka istimewa yang sengaja ia pilih, atau itu angka yang dibuat otomatis oleh blogger. Aku sendiri tidak tahu.

2 Oktober kemarin, ia posting sebuah tulisan berjudul "Kuatkan pundakku". Berbeda dengan tulisan lain yang biasanya berbahasa indonesia. Tulisan berjudul bahasa indonesia tersebut justru isinya full english. Seperti puisi tapi bukan puisi. Kalimat yang ia buat, isinya, membuat hatiku tergerak untuk menulis komentar.

Perempuan tersebut menuliskan,

"I hit rock bottom of self confidence,
I have nothing to tell me what I am, who I am and what I can do,
This feeling is spiraling down to nowhere
Yet, I have nobody to tell,
Nobody help and ask, nobody...."

Aku baru saja hendak menuliskan komentar pendek, sependek kata "semangat". Atau kalimat doa agar pundaknya kuat, dan langkahnya dimudahkan. Tapi aku terkejut membaca ternyata sudah ada yang berkomentar.

Aku seketika terdiam dan membaca komentar dan komunikasi antara pemilik blog dan pemberi komentar. Kemudian aku mengurungkan niatku untuk komentar. 'Sepertinya... aku akan merusak suasana kalau ikut komentar'.

***

Komentar yang sudah ada di sana isinya memang bukan kata-kata penyemangat. Hanya sebuah kunjungan balik. Penulis komentar bercerita, bahwa ia membaca tulisan lama di blognya dan menemukan perempuan pemilik blog itu berkomentar. Ia pikir, ia perlu untuk mampir dan terkejut ternyata masih ada yang begitu aktif menulis di blog.

Lalu percakapan mereka pun berlanjut. *dan aku seolah menjadi nyamuk yang diam-diam membaca.

Si pemilik blog juga lupa pernah komentar apa, kemudian ia memberikan alamat instagramnya.

Si komentator menjawab lagi, bahwa komentar si pemilik blog sudah lama. Hampir lima tahun yang lalu. Ia juga mengatakan sudah follow instagram pemilik blog.

Dan percakapan terhenti.

***

Yang namanya blogwalking itu, ketika kita baca satu blog, seringkali kita jadi berkunjung ke blog lain. Dan membaca komentar dua orang itu, aku kemudian mengunjungi blog si komentator.

Aku membaca sebagian tulisan di sana, sedikit mengerutkan dahi karena isinya agak berat dan terlalu 'gelap'. Aku memutuskan untuk tidak memfollow blog tersebut. Tapi ada satu hal yang aku syukuri karena Allah menuntunku ke blog tersebut. Ada satu tulisan di sana yang mengobati sedikit rinduku pada Bandung, pada Salman *bukan nama orang hahaha, nama Masjid ^^ just in case someone read it the wrong way.

Juni 2019 ternyata ia berkunjung ke Bandung, berhenti di Balubur *baltos, kemudian berjalan ke masjid Salman. Ia menuliskannya dengan baik. Aku bisa membayangkan berjalan kaki ke ITB dari Baltos. Melalui jalan ganesha, yang saat itu sepi karena H-1 lebaran. Katanya sih begitu, aku sendiri belum pernah jalan-jalan di sekitar ITB H-1 lebaran. Biasanya maksimal sepekan sebelum lebaran aku sudah pulang kampung.

Panjang kayanya, kalau aku harus menceritakan ulang yang dituliskannya. Anyway, tulisan itu rasanya seperti cahaya lampu kecil di malam hari. Blog itu mungkin tempatnya memaparkan pikiran-pikiran yang tidak bisa terus ia pendam di otaknya. Tapi meski sebagian besar isinya gelap, aku masih membaca banyak lampu-lampu kecil di sana. Salah satunya di tulisan tentang kunjungan ia ke masjid Salman, sehari sebelum lebaran tersebut.

Sama, seperti blog perempuan yang tulisannya hampir kuberi komentar. Di akhir tulisannya, aku bisa sedikit lebih tenang. Karena aku yakin, pundaknya sebenarnya sudah kuat. Hanya saja, ia manusia, sama sepertiku. Yang terkadang butuh menyalurkan negative vibes-nya dalam kata, bukan untuk sekedar mengeluh. Justru untuk menguatkan diri, serta mengepalkan tangan dan bersiap kembali berjuang.

Perempuan itu mengakhiri tulisannya dengan sebuah doa, yang kuaminkan dalam hati.
I know i am stronger than what i really think, i have made my life this far, without being fallen to disgrace or darkness,May God still guiding me to a better life, better mind and heart
***

Untuk siapapun, menulislah meski isinya curahan hati kenegativan di pikiran dan hatimu. Tapi... ada tapinya. Jangan menulis di 'jalan raya'. Agar tidak menebarkan virus. Tulis di tempat sepi, di blog anonim tanpa pengunjung tetap, atau di buku diary, atau di note hp.


Terakhir,
Channeling our negative emotions will release all the negativity and will result in positivity. - Medeline Djajasaputra
Semangat!!


***

PS: Yang mau tahu link blognya PM ya hehe. Kalau ditulis di sini, bisa ketahuan soalnya kalau ternyata nyamuk yang lewat di sana adalah aku. wkwkwk.

Monday, August 13, 2018

Change of Heart?

August 13, 2018 0 Comments
Bismillah.

#random #gakpentingbgt

Judulnya cheesy, padahal hanya ingin mengabstrak tentang perubahan pikiran. Tapi ingin menulis judul berbahasa inggris, jadilah.. kutulis frase yang kutahu maknanya mirip dengan perubahan pikiran. Change of heart.


***

Awalnya... aku seorang pengamat, secret admirer? Bisa dibilang begitu. Sebuah ide, gerakan yang baik dan positif. Aku suka konsepnya, sistemnya. Awalnya, aku cukup menikmati melihat dari jarak jauh. Namun perlahan, melihat dari jauh saja.. rasanya, kurang. Apalagi saat kulihat, beberapa kali hening dan senyap di sana. Aku bertanya-tanya, apa ia butuh bantuan? Maka... aku beranikan untuk bersuara, kuperkenalkan namaku, kuapresiasi ia. Aku ajukan bantuan padanya, barangkali meski hanya sedikit.

Bayangkan ada orang asing, yang tiba-tiba menawarkan bantuan? Apa perasaanmu? Aneh kan? Apalagi meski sudah didiamkan, ia berulang menawarkan bantuan. Pasti awkward dan aneh. Setelah memikirkan posisinya, aku akhirnya mundur lagi. Meski tidak kucabut penawaran bantuan dariku, aku kembali ke posisi awal. Biarkan aku jadi pengamat jarak jauh lagi, secret admirer lagi. 

Tadinya, aku ingin ikut membantu. Ingin berjalan bersama. Tapi setelah beberapa waktu, dan kulihat sikapnya yang beku. Aku jadi berubah pikiran. I have a change in my heart. Aku tidak mau menjadi orang asing, yang tiba-tiba ikut campur urusan orang lain. Bagaimana pun, aku orang asing. Maka meski aku lihat ia seperti membutuhkan bantuan, aku tidak akan mendekat.

Aku.. aku akan mengambil hikmah, bahwa Allah membuatku mendekat, agar terjadi 'perkenalan'. Allah ingin aku belajar lagi menjadi ekstrovert, seperti dulu. It's not that hard. Dan aku jadi teringat lagi aku yang dulu.. Yang suka bertemu orang baru.

Meski kini aku menjauh dan menjadi pengamat jarak jauh lagi. Tapi ada perubahan pada diriku. Aku bukan aku yang dulu diam dan menjadi secret admirer. Sekarang bukan secret, admirer aja. Bukan admirer bahkan, cuma satu diantara yang lain.

Even though I have a change of heart. Thanks to it, I achieve one of my little milestone. New leaf. 

Akan segera kuakhiri keabstrakan ini.

I don't know, maybe another time I'll have another change of heart. Who knows? Karena memang begitu hati, mudah berbolak-balik. Tulisan ini.. hanya sedikit jejak, bahwa saat ini, aku ingin berada jauh di sini saja.

Allahua'lam. 

Tuesday, April 17, 2018

Dua Cangkir Racun

April 17, 2018 0 Comments
Bismillah.
#fiksi #random #gakpenting

*warning* super abstract, it won't give any benefit for you to read

***

Fa: Sola... simak baik-baik ya?
Sol: (mengangguk)
Fa: Suatu waktu, di sebuah tempat, terdapat dua buah cangkir racun.
Sol: (mematikan notifikasi di hpnya, agar tidak mengganggu sesi dongeng dari Fa)
Fa: Cangkir pertama, berisi racun bubuk. Warna bubuknya seperti glitter, kerlap kerlip. Ada yang berwarna emas, merah, biru, hijau, silver, oranye dan hitam. Seperti glitter yang mudah menempel di benda apapun. Kerlap kerlipnya membuat pengembara yang melewatinya mendekat lalu tertarik untuk menyentuhnya. Bahkan dengan senang hati, banyak pengembara yang menjatuhkan racun bubuk tersebut ke seluruh tubuhnya. Seolah dengan menaburkannya, seseorang dapat terlihat lebih menarik karena kerlip dan warnanya.
Sol: Cangkir kedua?
Fa: Cangkir kedua berisi racun cair. Tidak berwarna, namun aromanya unik. Mengundang para pengembara yang haus untuk mencicipinya. Rasanya segar di awal, manis di tengah, dan sedikit meninggalkan rasa pahit di akhir. Setiap teguknya, menghadirkan kehausan yang lebih, seperti meminum air garam.
Sol: Lalu? Apa lagi yang istimewa dari dua cangkir tersebut?
Fa: Cangkir tersebut akan terisi ulang secara ajaib setiap seorang pengembara menghabiskannya. Jika pengembara tersebut masih serakah dan menghabiskan juga cangkir kedua dari dua cangkir racun tersebut, maka akan terisi lagi. Namun jika yang ketiga dihabiskan juga, dan cangkir itu terisi lagi... maka pengembara tersebut akan mulai merasakan efek racunnya.
Sol: Apa dua cangkir tersebut punya efek berbeda?
Fa: Ya, cangkir pertama, racun bubuk membuat pengembara lupa ingatan. Ia tidak ingat tempat yang ingin ia tuju, tidak pula ingat tempat kembali. Ia akan berputar bertahun-tahun di hutan tersebut, sampai mati ditelan sang waktu, atau mati karena terus menerus meminum dua cangkir racun pada setiap putarannya.
Sol: Efek racun cair?
Fa: Membuat pengembara mengajak pengembara lain untuk ikut menikmati dua cangkir racun tersebut, terus menerus, berantai, ibarat penyakit endemik.
Sol: Adakah penawar dua cangkir racun tersebut?
Fa: (tersenyum)

***

Dua atau tiga bulan yang lalu ditulis. Niatnya mau dibuat fiksi gitu, tapi ga bisa diselesaikan. Nyatanya ga mudah, membuat perumpamaan situasi nyata, ke fiksi. Di satu sisi sulit untuk menuliskannya secara terang dan lugas. Tapi menuliskannya dengan abstrak juga sulit. Tapi ide awal tulisan ini masih sering membuat otakku mengeras, seolah perlu dikeluarkan dan diekspresikan. Izinkan kucoba menyelesaikan draft ini, hari ini. Ditemani derai hujan sore, di sini.

***


Dua cangkir racun. Itu kata kuncinya. Satu sama lain saling menyakiti, menjadi racun bagi satu sama lain. Aku tidak tahu dari mana, dan kapan semua itu menjadi racun. Bukan aku yang meminumnya, tapi ia. Ia yang meminum racunnya, tapi melihatnya tersakiti dan semakin parah, karena racun yang pernah ia teguk di masa lalu, aku... juga merasa sakit. I can't bear to see it.

***

Ia berkata padaku, ia sudah tidak peduli pada sosok itu. Kuragukan kalimatnya, yakin ga peduli? Trus tulisan-tulisan itu? Bukankah itu semua ditulisnya, agar sosok itu membacanya? Bukankah ia pernah mengaku padaku, bahwa kata-kata yang tidak indah itu, merupakan bentuk ia mencari perhatian sosok itu. Berharap sosok itu... baca, tahu, dan merasa bersalah.

Ia menjawab, itu bukan peduli. Itu benci kesumat, dendam. Sosok itu melukainya, aku tahu, kau terluka karena sosok itu. Meski aku tidak bisa melihat seberapa parah luka yang sosok itu tinggalkan di dirinya. Yang aku tahu, ia membiru, membeku, mengeras karena secangkir racun yang ia teguk, ya... ia mungkin menyalahkan sosok itu, karena sosok itu yang menyodorkan cangkir berisi racun. Tapi aku tidak bisa pura-pura tidak tahu. Bahwa meski yang menyajikan secangkir racun itu sosok tersebut, yang mengangkat cangkir, dan membiarkan racun tersebut mengalir ke dalam kerongkongannya, adalah tangannya sendiri.

***

Dua cangkir racun. Meski aku tidak mengenal sosok yang sering ia maki, tapi aku tahu, bahwa saat ia meminum racun, ada dua cangkir. Dan sosok itu juga meminumnya. Keduanya, awalnya mungkin tidak tahu, tidak sadar, atau mungkin tahu dan sadar namun khilaf, bahwa masing-masing hanya akan menyakiti satu sama lain. Racun, ya, sebuah racun tidak langsung bekerja secara instan, perlahan-lahan racun masuk ke aliran darah, membuat jantung perih, mengeras, membuat tubuh mengejang.

Ingin sekali, aku carikan untuknya, penawar racun tersebut. Namun aku bukan ia, bukan pula sosok yang setiap hari ia lemparkan batu. Aku cuma orang luar, penonton, yang berada jauh... jarak ini bahkan membuat suaraku tidak mampu sampai mengetuk gendang telinganya.

Aku melihatnya dari jauh, efek racun yang menggerogoti jiwa dan raganya. Aku tidak bisa membuta. Aku tidak bisa pura-pura tidak melihatnya. Aku harus mendekat padanya, mengingatkannya agar mau mencari penawarnya, bukan justru fokus mencari sosok tersebut dan ingin membalas dendam pada sosok tersebut. Aku tidak boleh diam saja.

***

Tapi aku tahu apa? Aku sebenarnya tidak tahu apa-apa. Aku belum pernah melihat cangkir racunnya, warna racunnya, apa unsur-unsur yang menyusun racunnya.

Tapi aku tahu apa? Aku sebenernya tidak tahu apa-apa. Aku belum pernah, dan semoga tidak penah, di posisinya. Saat ia bertemu sosok itu, duduk berdua berhadapan dengan cangkir di tangan masing-masing. Seperti terbuai semu dan mengira yang di dalam cangkir adalah air madu yang manis dan berkhasiat. Dibutakan oleh situasi, momen, waktu, kalimat demi kalimat, harapan demi harapan, juga bisik bisik suara jahat yang membuat masing-masing tak segan menelan tetes demi tetes racun.

Dua Cangkir Racun.

***

Ya, aku tidak tau apa-apa. Tapi aku tahu satu hal. Bahwa Allah tidak menciptakan penyakit tanpa obat. Allah tidak menciptakan racun tanpa penawarnya.

Dan aku... situasi ini, saat aku melihatnya dari kejauhan, jiwa dan raganya rapuh. Aku percaya Allah menuliskan skenario ini untuk sebuah hikmah dan pelajaran. Aku tidak boleh berdiam, meski saat ini aku masih ketidaktahuan dan kebingungan, bagaimana cara membuatnya kembali padaNya, kemudian sama-sama meminta padaNya penawar dua cangkir racun tersebut.

Allahua'lam.

***

PS: maaf super abstrak. But I really need to write about this. Especially today, especially this afternoon.

Friday, September 29, 2017

Akhirnya Diganti, Meski Setengah Gak Rela

September 29, 2017 0 Comments
Bismillah.
#random #gakpenting

*warning* better not read this wkwk. Sesal itu lebih baik dicegah dari pada diobati. Isinya beneran gakpenting untuk selain diri.

***

Pinned post blog ini diganti, akhirnya.. Setelah beberapa lama, tulisan Komunikasi Terbaik bertengger di atas. Setengah hati menurunkannya, karena jujur aku merasas belum bisa menjaga komunikasi terbaik dengan orang tua. Meski sekarang alhamdulillah tidak seburuk dulu^^

Sejujurnya, tulisan Komunikasi Terbaik saya biarkan berlama-lama di pinned post adalah untuk mengingatkan pengunjung setia blog saya, yaitu.. saya sendiri. Untuk mengingatkan diri, lagi dan lagi agar bisa menjaga dan memperbaiki komunikasi dengan orang tua. Bagaimana untuk terus terang, untuk jujur, untuk transparan, untuk mengumukakan pendapat, berdialog dan diskusi dengan baik. Bagaimana tidak sering diam, karena diam seringkali jadi kebohongan, yang kebenarannya menyakiti hati. They will hurt when they knew something you never told them. Aku tahu padahal, rasa sakitnya ga tahu. Tapi sering mengulang, hanya karena alasan merasa lebih baik tidak cerita hal buruk dan cuma menunjukkan hal-hal baik saja.


Tapi mereka, orangtua kita berhak tahu, apa masalah kita, mereka juga murabbi kita, mereka akan lebih senang kalau kita minta pendapat mereka, memberitahu masalah kita dan mendiskusikan bersama bagaimana menyelesaikan masalah. Saling bertukar opini dengan baik meski berbeda arah, mencari jalan tengah, saling setuju dan saling berkompromi. Komunikasi yang sehat, yang tidak ada nada naik. Atau gapapa awalnya ada nada naik, mungkin habis itu kita nangis karena merasa bersalah belum bisa berkomunikasi dengan baik. Tapi kemudian kita berusaha menjalinnya lagi, saat hati sudah sama-sama lapang dan emosi sudah sama-sama dingin. Komunikasi yang sehat, komunikasi yang terbaik. Komunikasi.. bahkan sekedar ada-nya komunikasi saja aku masih harus belajar.

***

Tulisan Komunikasi Terbaik juga sebenarnya aku biarkan berlama-lama dipinned, untuk mengingatkanku juga.. Bahwa bukan hal lain yang orangtua inginkan, selain komunikasi terbaik. Juga untuk mengingatkanku, bahwa aku perlu belajar bagaimana menjadi qurotta a'yun bagi kedua orangtuaku, setelah sempat menjadi duri dalam daging TT sering mengecewakan TT sering menyakiti hati mereka TT sering mengagetkan mereka dengan hal-hal yang tidak enak TT jujur takut. Takut kalau aku termasuk anak yang durhaka TT Malu dan rasanya begitu hina, kalau membaca tulisan atau quotes, betapa rugi seorang anak, yang Ayah dan Ibunya masih hidup, namun tidak bisa mendekati pintu surga melalui keduanya TT

Ingin rasanya, belajar ulang, seolah aku anak kecil. Ikut seminar/workshop mirip BundSay-nya IIP. Ada PR-nya setiap hari. PR untuk belajar tentang orang tua, belajar untuk jadi anak yang baik.

- belajar makanan yang disukai atau tidak disukai Ayah dan Ibu

Ayah ga suka jangan ketewel. Ibu suka tahu goreng isi, ibu suka makan jangan satu jenis tapi banyak. Ayah makannya sedikit, nasi sedikit, lauk sedikit, tapi sering. Ibu suka minum chocholatos, atau teh hangat. Ayah suka cemilan yang lunak, pisang goreng tanpa tepung, roti yang lembut, bakpia kacang kedelai.

- belajar tentang hal unik yang perlu kita tahu dari Ayah dan Ibu

Ibu alergi udara malam Agustus-September sering flu di masa-masa itu, sudah sejak muda katanya. Ayah kalau sudah terlalu banyak merokok jadi sering batuk-batuk, perlu diingatkan untuk mengurangi rokok dan ngopi. Ibu tidak tahan dengan air dingin, kalau wudhu shalat malam/shubuh dengan air dingin pasti bersin-bersin, mungkin perlu diniatkan beli boiler air, kakak juga seperti itu soalnya. Ayah rajin sekali dengerin ceramah download dari youtube sebagai pengantar tidur malam maupun siang. Ayah punya ribuan ide untuk entrepreuner, tapi mudah bosan, dulu pernah menumbuhkan bibit-bibit pohon cabe, sekarang sedang asik membuat pot-pot hasil recycle kain bekas yang diberi semen. Itu semangat yang ga pernah turun, semacam passion. Aku diajarkan untuk memulai dari hal kecil, jangan menunggu semua keadaan nyaman. Seperti Ayah yang memulai buat pot dari nol, dari satu sampai sepuluh, lalu dobelin lagi semennya, lalu di cat, nanti katanya mau dijual kalau sudah banyak.

- belajar untuk mendekat ketika dipanggil dan tidak mendengar dengan jelas

Dulu, mungkin juga sekarang, aku lebih sering bertanya "apa? kenapa?" tanpa mendekat, padahal harusnya aku mau meninggalkan pekerjaanku sejenak, mendekat ke Ibu yang berada di kamar, atau Ibu yang sedang menyetrika untuk mendengar lebih jelas perintah Ibu. Lebih sering bertanya, "apa? kenapa?" tanpa mendekat, padahal aku seharusnya meninggalkan laptop/hape-ku sejenak, mendekat ke Ayah yang berada di dapur buat bakso, atau sedang di depan rumah buat pot.

- belajar untuk segera melakukan perintahnya, tanpa kata "nanti", atau justru menolak

Belajar segera melakukan, bukan menolak, bukan protes dan menyuruh adik, tapi menerima dan segera mengerjakan, entah itu menjemur, atau menyapu, atau mencuci piring. Belajar segera melakukan, bukan menawar nanti, bukan menunda jam 10 aja. Tapi menerima dan segera mengerjakan, entah itu beberes kamar, membuat bakso, atau membantu mengetikkan/membalas sms.

- belajar mengemukakan pendapat dengan kalem, ga dengan nada tinggi dan memaksa

Perlu proses memang, setelah tahu orangtua kita punya pendapat X dan rencana Y yang jauh dari pendapat A kita dan rencana B kita. Tapi kita harus belajar, ya.. belajar. Belajar untuk mengkomunikasikan pendapat kita. Ada waktunya memang, kita diam dan menurut saja. Mungkin memang pendapat dan rencana orangtua kita benar. Tapi ada masa, ketika kita berani mengemukakan pendapat kita dengan kalem, dengan cara yang ahsan. Karena menerima dan nurut tapi dalam hati dongkol dan sebel itu tidak baik juga. Karena bukan seperti itu komunikasi yang baik. Ingatkah? Pertanyaan, mana yang lebih cepat seorang P yang mendekat ke Q, atau Q yang berjalan ke P, jika kecepatan P adalah 20cm/s dan kecepatan Q 40cm/s? Ingatkah jawabannya? Dua-duanya mendekat P dan Q sama-sama mendekat, komunikasi dua arah. Hayo, dari tulisan mana? Tulisan ini bell..

Dan PR-PR jurnal lainnya. Temanya apa dan urutannya baiknya gimana aku juga gatau, kan ga ada kelasnya hehe. Pengen banget ada kelas macem itu. Seperti Orangtua, atau Ibu, yang bisa belajar menjadi Ibu yang baik lewat kelas IIP yang dari level 1 sampai level sekian. Anak harusnya ada juga dong? Kelas untuk bisa menjadi anak yang baik? Harusnya mah ini belajar dari kecil ya? Belajar dari liat dan meneladani bagaimana sikap Ayah atau Ibu ke Nenek dan ke Kakek? Harusnya mah belajar dari kecil ya? Dari belajar kisah-kisah dalam Quran, belajar tafsir dan penjelasan Quran tentang pentingnya berlaku ahsan kepada orangtua? TT Tapi kan.. ada juga anak, yang ditengah perjalanannya mendewasa, tersesat, dan harus belajar ulang caranya jadi qurotta a'yun bagi orang tuanya TT ahh jadi mellow.

***

Instead of asking Allah to give us a qurotta a'yun spouse and children, I want to become a qurotta a'yun children for my parents, and a qurotta a'yun spouse for my future husband *ehm **kalau ketemu di dunia. 

Aku tahu ini terlalu banyak hal-hal privasinya, yang harusnya ga di publish. Kebanyakan curhat bell.. tapi kan. Izinkan aku publish ya, satu dua menit, atau satu dua jam, untuk kemudian aku balikin ke draft lagi. In syaa Allah.

Allahua'lam.

Sunday, August 6, 2017

Tergerus Arus

August 06, 2017 0 Comments
Bismillah.
#random #gakpenting
Bilaku harus seperti mereka, akulah buih itu
bilaku mengikuti mereka, akulah debu pada angin.
bilaku kehilangan diriku sendiri, akulah kelopak bunga
ditinggal gugur kembang dan keindahannya
- dari Novel "Diary Minni" terbitan Gema Insani
Hanya ingin mengingatkan diri, mungkin semua orang melakukannya. Mungkin kebanyakan orang melakukannya. Kebanyakan perempuan melakukannya. Kebanyakan manusia seumurmu melakukannya. Tapi ingatkah prinsip yang pernah tertancap kuat di hatimu?

Yang mereka lakukan memang bukan dosa, kalau dicari dalilnya juga ga ada. Tapi ingatkah kamu, perasaan tidak nyaman itu? Saat pernah secara terpaksa kamu 'sama' dengan mereka?

Jangan tergerus arus besar, kebanyakan orang mungkin seperti itu. It's okay, they have their own reason, their own situation, their own cases. But you are you, kamu bukan mereka. Don't try to fit yourself to them. You will regret it. You can walk beside them, without being the same as them.

Ini bukan tentang siapa yang lebih baik. Ini tentang.. Jangan kehilangan lebih banyak lagi tentang hal-hal kecil maupun besar yang menjadikan dirimu, kamu.

Oh ya, ini juga bukan tentang selalu menjadi berbeda. You have your own value, your own little things that are good to kept as it is. So keep holding on!

Mereka toh ga pernah memaksamu untuk serupa dengan mereka. Seperti anak yang terlahir kembar pun selalu memiliki perbedaan diantara banyak kesamaan.

Semangat! Be yourself J

Allahua'alam.

Annoying Thing

August 06, 2017 0 Comments
Bismillah.

#random #gakpenting #selftalk


Pernah baca dimana gitu, kalau hal yang paling nyebelin itu, ketika orang lain baru mau bicara tentang sesuatu ke kita, tapi kemudian ga jadi wkwkwk. Bikin orang penasaran. Hm.

Akhir-akhir ini aku sering melakukannya, bukan secara lisan, karena kalau ketemu sama orang, aku sekarang lebih sering diam dan enggan memulai percakapan. Tapi secara tulisan, iya di sini. Caranya? Buat tulisan lengkap, tahu kalau harusnya ga di posting di sini, tapi aku post aja, meski cuma ke-up beberapa detik, lalu aku balikin ke draft lagi.

Aku tahu padahal.. Bentuknya seperti apa, kalau ada yg follow blogku di feednya akan muncul judul tulisanku, link-nya, kutipan sedikit kalimat pertama, trus ketika di klik, ga bisa. Kan udah ga ada linknya. Nyebelin banget kamu Bell.

Udah tahu hal itu nyebelin, kenapa masih dilakukan Bell? Cause I feel like I have to post something. I want to write that, and post that. So someday I will remember why I do that. Akan ada hari dimana aku buka draft, dan melihat ada tulisan. yang sudah selesai tapi tidak jadi di-publish, aku bisa liat tanggalnya juga. Semacam itu.

***

Pernah pas Ramadhan, aku banyak follow blog orang lain yang juga ikutan challange menulis aksara. Ada blog yang sukanya gitu, dia nulis draft tapi di-publish, trus di back to draft lagi. Malemnya, ada tulisan dengan tema sama yang lebih rapi. Aku gatau kenapa ga sebel, malah lucu. Jadi inget tentang diri. Ya, tulisan pertamanya penuh huruf kapital, terlihat ada emosi di kata yang ia tulis. Trus ketika udah balik ke draft dan diedit, hasilnya jauh beda. Lebih bagus. Mengingatkan diri, ga boleh impulsif, ga boleh sensitif, dan juga.. ngingetin agar rajin ngedit tulisan.

I know it's annoying, so let me apologize for that. Maaf, kalau ada yang terganggu, dan merasa sebal, karena hal ini. I would be very glad, if you just unfollow this blog due to this annoying things. Sekali lagi maaf.

Allahua'lam.

Tuesday, July 11, 2017

Kacamata Kuda

July 11, 2017 0 Comments
Bismillah.
#gakpenting #fiksi

Dimana aku bisa membeli kaca mata kuda? Sehingga aku bisa terus lari kedepan, tanpa melihat kanan kiri. Tak peduli di depan ada tiang, atau turunan, atau naikan, akan terus berlari, karena aku menggunakan kaca mata kuda.  Dimana aku bisa membeli kaca mata kuda?

unsplash

***

Pagi ini, aku menyempatkan diri ke alun-alun, tempat biasanya ada Dokar (Delman). Naik dokar saja, kalau tidak salah 15 tahun yang lalu, tapi pagi ini.. aku harus memberanikan diri bertanya pada Pak Kusir tentang dimana ia membeli kacamata kuda.

Jam 8 pagi, hari Ahad. Dipikir-pikir aku salah memilih timing, dua tiga dokar ramai berkeliling. Selain kusir, ada sekitar tiga, empat sampai lima penumpang. Aku memilih menunggu di salah satu pohon beringin yang usianya mungkin dua atau tiga kali lipat usiaku. Lima, sepuluh, tiga puluh menit. Satu, dua, tiga jam.

Matahari sudah makin naik, Alun-alun tidak seramai pagi saat aku baru datang. Aku mendekati kusir dokar yang sedang beristirahat lima meter di utaraku.'

"Pak," ucapku pelan dan ragu.

"Mau naik dokar mba?" tanyanya. Aku terdiam sejenak, teringat berbagai skenario yang kukarang di otakku selama tiga jam menunggu. Mungkin tanya tentang kuda, kacamatanya, dokar, dan dll, akan lebih santai jika sembari naik dokar.

Bapak kusir mengulangi pertanyannya, membuatku tersadar. Aku menggeleng pelan, kemudian minta izin bertanya.

"Kacamata kuda itu, beli dimana ya Pak?"

"Mba punya kuda juga? Saya biasa bikin, mau beli ke saya?" tanya Bapak Kusir tadi. Aku menggeleng kemudian terpaku sibuk dengan lintasan pikiranku.

Satu, lima, sepuluh, tiga puluh detik. Aku menggelengkan kepalaku pelan, kemudian menyadari kalau Bapak Kusir tadi sudah menjauh pergi, mungkin takut atau curiga, kalau aku bukan manusia waras.

The End.

***

PS: Sebenarnya ingin bercerita tentang kacamata kuda yang merupakan kiasan. Tapi bingung, akhirnya lahirnya skenario aneh ini. Wkwkwk. Kalau-kalau ada yang nggak sengaja baca, biar sedikit bermanfaat izinkan aku salin quote Salim A. Fillah dari buku Jalan Cinta Para Pejuang. 
Ajarkan pada kami Bunda Hajar, bagaimana perasaan iman menghajar rasa khawatir dan cemburu yang membakar.
Wahai para sahabat yang menggali parit, bisakah kalian rumuskan dalam sebait, bagaimana nalar iman meloncat tinggi melampaui nalar munafik yang berbukit-bukit.
- Salim A. Fillah
PSS: Mungkin tulisan selanjutnya bakal banyak berhashtag gakpenting. Mungkin. Allahua'lam.


Wednesday, June 14, 2017

Kalau Butuh Bantuan, Bilang Aja!

June 14, 2017 0 Comments
Bismillah.

#gakpenting

Better not read this. Hanya curhatan ga penting hehe J.

*** 

lagi seneng ngedesain ngedit layout dari canva

Itu yang ia ucapkan. Katanya harus to the point, dan ga boleh ngode. Aku dibuatnya tersenyum tawar. Untuk yang satu ini.. ingin rasanya aku membuat banyak excuse. Tentang diri yang sering tidak bisa to the point, sering ga bisa minta tolong in my 'dark' day, entah segan, entah somse, entahlah. Untuk yang satu ini... ingin rasanya aku mengelak. Ah.. rasanya tentang ini, bahkan ngode aja aku nggak bisa ma. J Dan beberapa excuse lain, beberapa aku tulis di kertas, beberapa yang lain masih berdesak-desakkan di otakku.

Tapi beberapa lame excuse itu sekejap terlingkupi sisi lain. Just knowing that you're still want to be my friend, you still care for me, and ready to help me whenever I ask, that fact is enough for me. That's enough. Itu saja sudah cukup membuatku terharu. Apalagi sekedar tahu.. kalau ada orang-orang yang mendoakan kebaikan untukku. That's beyond expectation.

***

Honestly, instead running to reach what everyone told me to reach, I just want to become a better muslim, a better daughter, a better siblings, a better friends. And maybe I just want to learn again, re-learning how to love myself, how to ask someone else for help, how to open myself and how to limit my worries and just walk step by step.

Honestly, instead of asking for jannah in this Ramadhan, I just want to ask Allah to forgive me, ask Him to save me from the hell fire, ask Him to end my life in the best condition, and best iman. And maybe I just want Allah to teach me, guide me.. so I can become a better slave for Allah and His Deen, become a better daughter, a better siblings, a better friends, a better muslimah. And also a better writer J.

Kok jadi curhat ya? Pakai bahasa inggris pula, apasih Bell. Hehe.

Anyway.. terimakasih, sudah mengucapkan kalimat itu. Mendengarnya saja sudah senang. I know you're always ready to help me, it's just me.. who doesn't know how to ask help.. or maybe it's just me who doesn't want to ask help of others. 

Izinkan aku menulis beberapa nama di sini. Dan mengucapkan beberapa kata. Untuk ukhtunna shalihaat.

Risma... barakallah.. I don't know how to express myself, somehow I feel proud to see you achieve accomplishment, stage by stage. I must have learned much from you. Don't be tired reminding me, don't be tired being my friends. Aku ma... doain aku ya hehe.

Asni... kangen. Kamu kenapa sih nggak mau ketemu? Hehe. Alhamdulillah tapi tadi sore udah bisa komunikasi lagi. Jaga hatimu ya sayang. Hatimu cuma begitu rapuh, tapi bukan berarti cara melampiaskannya dengan itu. Semoga Allah menjagamu, melindungimu. Someday you will meet someone who can love you without hurting you. In syaa Allah.

Apiiih.. kita jarang ketemu padahal, jarang pula komunikasi. Tapi entah kenapa kaya ada benang merah diantara kita. Apasih Bell hehe. Aku banyak belajar dari Apih.. super produktif Ramadhannya, thumbs up for you. Buruan temuin orang tua, atau telpon lah minimal kalau belum bisa mudik. They miss you, so much. They'll be so proud when they hear your news. Ah.. jadi keinget, masa-masa di asrama, kenangan sama apih, nasihat apih, dengerin tilawah apih, termasuk kenangan saat sama-sama jadi panitia LMD. Ah.. trus jadi keinget teh Uus. Hehe.

Untuk Teh Risma, Asni, Apih.. aku mungkin bukan teman yang baik, bukan kakak atau adik yang baik. Tapi fakta itu.. jangan bikin kalian jauhin aku ya. Doain aja aku hehe. I will try to fix myself, learn and learn again to become better friend for you, and for others.

***

Terakhir.. I might end up publish this post, then make it back to draft again. Or may be let it published, and sent the links to you guys. Ah.. kenapa nginggris mulu sih Bell? Karena aku bicara tentang hal yang terkesan private untukku, karena tentang pertemanan, persahabatan, ukhuwah, I'm sensitive about all of that. And maybe will always be sensitive to this topic, lihat saja beberapa jejak air di wajahku saat menulis ini. Ga bisa lihat ya? Ya iyalah, ngeri malahan kalau bisa lihat hehe.

Bye bye.. (:

Allahua'lam.

Monday, June 5, 2017

Sensitif lagi Khawatiran

June 05, 2017 0 Comments
Bismillah.

#selftalk #gakpenting

Entah mengapa melihat tumpukan kertas potongan kecil berwarna hijau biru merah kuning itu membuatku ingin membaca isinya lagi. Tertulis di sana, Kamis 9 Mei 2013 + RIHLAH + logo Asrama Salman ITB. Dibuat senyum-senyum sendiri, membaca pesan dari astri yang mayoritas topiknya mirip-mirip.. Dan baca pesan dari astra yang topiknya acak bahkan ada yang singkat tapi dibacanya lucu. Oh ya.. Ini tulisan tentang diri, jadi ga dibaca lebih baik.

Ada dua hal yang entah mengapa kuputuskan sebagai judul tulisan ini. Mungkin karena dua hal tersebut salah satu yang disebutkan dalam pesan-pesan pendek di lembaran kertas yang usianya sudah lima tahun lebih 27 hari, masih berlaku di diriku yang sekarang. Dua sifat itu tidak hilang, makin melekat bahkan, mungkin. Hehe. Izinkan aku kutip beberapa diantaranya.

  • Mba Bella yang sensitif.. Terus optimalkan kesensitifanmu untuk kebaikan sekitar ya. Oiya Bella.. Jangan terlalu serius! Hehe 
  • ..... Jangan terlalu lama terkungkung dalam kekhawatiran yang belum tentu. Jalani dan berdoa saja agar Allah selalu memberikan yang terbaik. 
  • Bela... Dikurangi rasa khawatirnya ya... 
  • Bel, kalau berargumen/komen lebih tenang ya.. (santai kali...)
***

Untukku yang masih sensitif, dan gatau bakal sembuh atau ga yang satu ini. Mungkin sensitifnya beda ya sekarang, kalau dulu jadi mudah marah, dan meledak-ledak, atau ga bisa diajak bercanda. Sekarang juga sih sering seriusan dan ga bisa diajak bercanda. Tapi ketimbang marah, sensitifku yang sekarang jadi lebih banyak mudah mewek, nangis, dan merasa tersakiti.

Pesan untukku.. Jangan lebay Bell.. Bukan pisau, bukan pula ujung yang tajem, kok kamu nyenggol dikit udah sakit? Jangan terlalu sensitif, lalu jadi membenci semua tempat, dan semua keadaan, bahkan "semua orang", karena kamu kira semua itu akan melukaimu. Bukan Bell.. Bukan itu... Mereka, tempat, kondisi, orang, tidak pernah berniat melukaimu, kamu saja yang terlalu sensitif, kamu saja yang hiperbol. Dikurangi ya ke sensitifannya.. Please. Sensitif yang seperti ini tidak akan bermanfaat untukmu maupun orang lain. Sensitif boleh kok, coba di cek lagi, sensitif seperti apa yang baik untuk diri dan sekitar, ok?

***

Untukku yang masih suka khawatiran. Yang ini aku gatau mau komen apa. Aku teringat masa lalumu, which is my past also. Saat di Solo, tanganmu dingin, kau terperangkap rasa khawatir, ingin rasanya menggenggam tangan orang, tapi masalahnya ga bisa wkwkwk. Aku juga ingat, saat siang hujan turun dan kau dengar sajak khalil gibran. Kamu juga mungkin ingat, saat selembar kertas asli membuatmu jungkir balik dengan perasaanmu, saking terlalu khawatirnya. Dan kini.. Mungkin kekhawatiran itu akan lama bergelut dengan hati dan pikiranmu. Tidak akan mudah, meski kau tahu teorinya, tetap saja praktik berbeda dengan teori yang kau mungkin hafal quotesnya.
"Bukan masalah yang menjadi raksasa, namun kekhawatiranlah yang membuat dirimu mengerdil sehingga masalah terlihat sangat besar."
Intinya... Semangat menjalani hari-hari penuh kekhawatiran, satu, dua, mungkin hingga tiga empat bulan lagi. Mungkin memang kau harus melalui ini, agar kedepannya, kau bisa tahu kapan khawatir itu wajar, dan kapan rasa khawatir itu sudah harus dihentikan.

***

Terakhir, izinkan aku bagi-bagi beberapa kutipan unik dari Astra tentangku. Yang ini boleh dipercaya boleh tidak. Banyak benernya sih. Buat humor saja untukku, baca komen-komen dibawah selalu berhasil merekahkan senyum di bibirku. Gatau, kalau orang lain yang baca, mungkin ga lucu.
  • Bawel, jutek, rese =P
  • Keliatannya jutek hehe ..... Kok isabela kirei? Nama asli? Hehe
  • Pendiem, kalem, sampe-sampe saya (gak tahu).. Hehe ... -> bukan arti yang sebenarnya
  • Terlalu misterius.
  • Kayaknya galak... Piiiiiiiissss ^^
***

Beneran terakhir, mungkin aku akan mempublish ini, untuk kemudian aku balikin lagi ke draft. Gatau kenapa pengen posting ini, meski ini full curhat dan ga ada manfaatnya untuk pembaca kecuali diri.

Allahua'lam.

***

PS: Kalau ada yang mau nanya, katanya mau ada project after 1000 post? Maaaf ya... kayanya baru bisa dilaksanakan ba'da ied. Itupun kalau masih diberi Allah kesempatan. Saya masih tertatih-tatih ikutan project Inspirasi Ramadhan-nya Salman.. hiks. Doakan ya..

Thursday, May 18, 2017

AILR (-11)

May 18, 2017 0 Comments
Bismillah.
#random #gakpenting

Empat huruf diacak, jadi ada berapa banyak kemungkinannya?


A I L R | A I R L | A L I R | A L R I | A R I L | A R L I
I A L R | I A R L | I L A R | I L R A | I R A L | I R L A
L A I R | L A R I | L I A R | L I R A | L R A I | L R I A
R A I L | R A L I | R I A L | R I L A | R L A I | R L I A

Dari sana, ada berapa kata yang memiliki makna?

 
A I L R | A I R L | A L I R | A L R I | A R I L | A R L I
I A L R | I A R L | I L A R | I L R A | I R A L | I R L A
L A I R | L A R I | L I A R | L I R A | L R A I | L R I A
R A I L | R A L I | R I A L | R I L A | R L A I | R L I A

Apa makna atau artinya?


alir1, mengalir/meng·a·lir/ v 1 bergerak maju (tentang air, barang cair, udara, dan sebagainya): air sungai ~ ke laut; 2 meleleh (tentang air mata, peluh, dan sebagainya): air matanya ~ membasahi pipinya; 3 ki berpindah tempat secara beramai-ramai: penduduk dari daerah yang tidak aman banyak ~ ke kota besar;

ilar v, mengilar/meng·i·lar/ v membabat tumbuh-tumbuhan: areal hutan yang terbakar sejak Rabu petang berhasil dilokalisasi Jumat siang dengan ~ agar api tidak menjalar lebih luas
 
lari /la·ri / 1 v melangkah dengan kecepaatn tinggi: setelah ketahuan, pencuri itu -- pontang-panting; 2 v hilang; lenyap: -- semangatnya ; 3 v pergi (keluar) tidak dengan cara sah (baik-baik); kabur: banyak tahanan yang -- dari penjara; 4 v pergi (berpindah) untuk menyelamatkan diri: karena takut ditangkap, pencuri itu -- ke luar kota; 5 n arah; tujuan: polisi membuntuti ke mana -- nya penjahat itu; 6 n cak panjang suatu bidang: ruang itu -- nya empat meter; 7 v bergeser: pasangan ubinnya -- 1 cm;
liar/li·ar/ a 1 tidak ada yang memelihara; tidak dipiara orang (tentang binatang): binatang ini (binatang) --; 2 tidak (belum) jinak: ayam (burung) ini masih --; 3 tidak tenang (tentang pandangan mata); buas; ganas: matanya -- memandang ke kiri kanan; pandangannya -- seperti harimau akan menerkam mangsanya; 4 tidak teratur; tidak menurut aturan (hukum): sikap dan tingkahnya --; 5 belum beradab: orang --; 6 tidak resmi ditunjuk atau diakui oleh yang berwenang; tanpa izin resmi dari yang berwenang; tidak memiliki izin usaha, mendirikan, atau membangun, dan sebagainya: tukang parkir --; bangunan (rumah) --;
liar /ˈlī(ə)r/ noun: a person who tells lies.

rail /reɪl/ 1 n a bar or series of bars fixed on upright supports or attached to a wall or ceiling, serving as part of a barrier or used to hang things on: ‘a curtain rail’; 2 n a steel bar or continuous line of bars laid on the ground as one of a pair forming a railway track: ‘the goods train left the rails’; 3 n the edge of a surfboard or sailboard; 4 n a horizontal piece in the frame of a panelled door or sash window; 5 n electronics, a conductor which is maintained at a fixed potential and to which other parts of a circuit are connected: ‘the anode must be connected to the positive supply rail’; 6 v [with object] provide or enclose (a space or place) with a rail or rails:‘the altar is railed off from the nave’; 7 v [with object and adverbial of direction] convey (goods) by rail:‘perishables were railed into Manhattan’; 8 v [no object] (in windsurfing) sail the board on its edge: 'the more you pull down on the boom, the more you rail’ 9 v [no object] rail against/at/about complain or protest strongly and persistently about : ‘he railed at human fickleness’ 10 n a secretive bird with drab grey and brown plumage, typically having a long bill and found in dense waterside vegetation.
rial /ˈriːɑːl/ 1 n the basic monetary unit of Iran and Oman, equal to 100 dinars in Iran and 1,000 baiza in Oman; 2 n the basic monetary unit of Saudi Arabia, Qatar, and Yemen, equal to 100 halala in Saudi Arabia, 100 dirhams in Qatar, and 100 fils in Yemen.
***
A: Itu semua maknanya apa? Apa maksudmu menulis ini Bell?
A: Pernah suatu sore kamu ingin menuliskan tentang sesuatu tapi bingung bagaimana menuliskannya.

A: Apa yang membuatmu sulit menuliskannya dengan bahasa biasa, dan bukan lewat tulisan aneh dan random ini?

A: It's just difficult. You feel like you must write down those words, and how you feel about those word, but you can't. Afraid maybe.. cause it will reveal your weakness, and your real condition nowadays.
A: Kalau suatu saat dirimu di masa depan membaca ini, apa yang kamu harapkan? Hikmah/pesan apa yang ingin kamu sampaikan?
A: Hope reading this will remind you about what should you do, and what you shouldn't do. Reading this, will remind you.. there's a time like this, but now you're better than you
***
Buat yang tanpa sengaja baca sampai selesai selain diriku, aku titip beberapa hikmah lain:
  • Salah satu bentuk bukti bahwa Al Quran itu kalamullah, mu'jizat yang haqq adalah ejaan, maksudku, ada satu atau beberapa huruf yang dirangkai meski tidak memiliki arti dalam. Alif lam mim, nun, kaf ha ya 'ain shod. Orang arab yang saat itu pertama kali mendengar ayat-ayat Quran tersebut dibacakan Rasulullah (shallallahu 'alai wasalam) sebenarnya sudah tahu, kalau itu bukan perkataan Beliau, karena Rasulullah ummi (62:2).
  • Keep walking towards Allah, don't compare yourself to others, as long as you're walking closer towards Him ^^
Allahua'lam.

Keterangan:
sumber definisi dari KBBI Online, dan kamus Oxford Online
kalau mau baca tulisan/video tentang hikmah di atas lebih jelas : poin pertama , poin ke dua

Monday, April 24, 2017

Posting yang Diunggulkan

April 24, 2017 0 Comments
Bismillah.

#gakpenting #random

Karena perubahan tema, otomatis ada banyak hal yang harus disesuaikan. Termasuk hashtag yang in syaa Allah untuk seteruskan akan ditulis setelah kata 'Bismillah' karena otomatis di-capslock, seolah itu awal paragraf.
red pin
Selain itu, ada juga highlight post, pinned post yang bisa dipilih. Kemarin saya cuma pilih satu tulisan, sekarang akan diganti sistemnya. In syaa Allah mungkin diganti-ganti. Berdasarkan apa? Berdasarkan mood saja, mungkin tergantung perasaan atau berdasarkan topik. Nah.. hari ini saya ganti dengan judul "Dikacangin itu Rasanya..". Mengapa? Ada yang ingin tahu? Hehe. Sekarang peringatan hari isra' mi'raj, pengennya sih aku nulis tulisan baru tentang shalat, atau tentang Rasulullah (shalawat dan salam untuk beliau). Tapi sementara ini.. belum ada motivasi/ide menulis itu. Jadi saya pilih post di atas, isinya mungkin hal-hal sehari-hari yang kita semua rasakan, tapi di bagian akhir.. mengingatkanku akan sunnahnya. Apa coba?

Ya.. Rasulullah memang seharusnya jadi teladan hidup kita. Di setiap sendi kehidupan, dari hal-hal yang penting, sampai hal-hal kecil, semuanya harus ditiru. Seperti mengenakan sepatu, kaki mana dulu, melepasnya, kaki mana dulu. Ketika jalan mendaki mengucapkan apa, jalan menurun mengucapkan apa dst. Semoga kedepannya blog ini, tidak cuma bercerita remeh tentang hikmah suatu kejadian, tapi juga mencari referensi ayat apa yang diingat atau sunnah rasul apa yang seharusnya kita ikuti di kasus tersebut.

***

Aku masih belajar, belajar banyak hal. Aku masih buruk.... masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Belajar tidak cuma tentang menulis, buruk tidak cuma tentang menulis. Tidak mengapa, bodoh ataupun buruk tidak menjadikan hina, selama aku terus memperbaiki diri, terus belajar, terus melangkah mendekat padaNya.

Epilognya ga nyambung ya? Anyway.. itu saja sekilas info ga nyambung dan random. Tinggal beberapa postingan lagi menuju 1000 post, ayo Bell.. jangan kebanyakan ngerandom dan posting ga penting. Draftnya ditengok, diedit, di-publish. Ide baru yang perlu ditulis, mulailah menulis draftnya. Semangat... sebentar lagi Ramadhan menyapa, kamu juga harus bersiap. Ok?

Bye...

Allahua'lam.

Tuesday, April 11, 2017

Pixell, Steller, Facebook Friendship Video

April 11, 2017 0 Comments
#random #gakpenting

Bismillah.

Sudah ada di draft sejak lama, kejadian terkait sosmed semuanya. Satu-satu aku kumpulin, biar blog ini ga kebanyakan tulisan random dan ga pentingnya. Ini semua disatuin aja, dari tiga, dikurangin, jadi satu. Kalau tiga tulisan random dan ga penting digabung jadinya kaya apa ya? Makin random dan gak penting? Apa sih Bell? Langsung aja ya...

Steller.co

Aku mengunjungi sosmed ini, ceritanya panjang. Berawal dari blog seseorang (Nobita), berisi puisi perpisahan dengan seseorang yang lain (Doraemon). Nah.. nobita menyebutkan, tulisan-tulisan (puisi) lama kolaborasi mereka berdua, masih bisa dibaca di link X. Aku baca deh deretan puisi kolaborasi Nobita dan Doraemon, terus jadi nemu link blog Doraemon. Aku berkunjung ke sana, baca-baca, trus dapet link steller.co, yang isinya postingan puisi kolaborasi Nobita dan Doraemon tapi dikemas dalam bentuk tulisan dan gambar. Format khas dari steller, mirip-mirip sama slide show ppt, tapi ini sosmed.

screenshoot versi web-nya
Aku tertarik dengan ide yang dibawa Steller. Walaupun di satu sisi, aku yakin, bisa jadi ada sosmed lain yang memiliki fasilitas yang bisa menunjang tujuan yg sama dengan tagline steller.co. Tapi karena aku baru kenal, aku jadi tertarik baca-baca steller yang ada di dashboard, dari yang bahasa inggris, bahasa indonesia, sampai entah bahasa apa. Trus jadi mikir.. kalau aku punya, mau diisi apa ya?

Chatbot Pixell 

Males jelasinnya hehe. Intinya semacam chatbot, yang bisa bantuin buat photogrid, watermark dll. Berguna untuk seller, yang hp-nya terbatas, ini bukan aplikasi tambahan. Cukup add akunnya dan chat deh, hehe. Penjelasan lengkap, foto, tutorial gif-nya bisa di baca di postingan Alifa Nurani Putri yang ini.


Facebook Friendship Video

Facebook gatau kenapa buat service ke penggunanya, sering buatin video otomatis gitu yang bisa diedit-edit. Dulu pernah yang ngucapin tahun baru/lebaran ya? Trus kemarin-kemarin ada yang baru, video facebook friendship. Jadi entah pakai algoritma apa, fb nyari tahu teman di fb mana yang paling banyak interaksinya dengan akun kita, trus dibuatin video deh. Cuma kita bisa lihat, tapi kalau mau di share, bisa dilihat diri sendiri, orang yang ditag, bisa juga dishare ke public.

Aku sama Melyana (Anna), 7 tahun friendship, tiga ratus sekian saling ngelike katanya... Trus ada foto-foto yang kita saling tag, atau sama-sama di tag. Yang so sweet itu.. foto pertamanya adalah poster acara STEI di Masjid Darul Hikam Dago. Aku inget banget, acara saat itu. Jadi kangen (: muslimah stei 2011 pasti inget, pas TPB siapa aja ya yang hadir? hehe

Trus jadi ingin cerita pertemuanku dan Anna. Dulu kita satu SMA namun ga pernah satu kelas, dan ga ikut ekskul yang sama. Suatu siang, siang atau pagi ya? Intinya kita ketemu di lab fisika SMA1 dalam rangka pembinaan fisika, persiapan ikut olimpiade. Saat itu kami duduk di kelas 11. Pesertanya dikit, cuma lima, dan kami dua orang siswi, yang lain mahasiswa, eh, siswa. Semacam itulah.. malem cerita panjang, kasihan yang baca ga nyambung.

Ada yang sesuatu dari video friendship ini. Jadi sabtu kemarin, saya ngobrol dengan adik tingkat ngalor ngidul. Sampai aku menyebutkan tentang video ini, aku pikir ia juga akan seantusias aku. Tapi ternyata... "Masa aku sama si X coba?" Wah.. ngeliat videonya aja udah males karena liat namanya. Jadi ternyata hasil algoritma fb, yang paling sering interaksi adalah akun seorang non mahram, laki-laki. Aku saat itu cuma ber-O ria dan berusaha menghibur. Gapapa kok, ini mah sebelah pihak doang yang tahu. Maksudnya si X ga tahu kalau video friendshipnya adik tingkatku sama dia kalau ga di share.

Temanku yang paling sering interaksi menurut perhitungan facebook memang Anna, tapi bisa jadi teman yang paling sering interaksi dengan Anna bukan diriku. Dan itu ya wajar. Kan kadar interaksi facebook tiap orang berbeda. Apalagi kalau sudah tidak seaktifitas dll, pasti menurun. Kalau misal.. Anna dari SMP ada teman yang sampai sekarang masih sering interaksi di fb, pasti teman itu yang ada di videonya. Begitu...

Hikmah dari itu.. aku jadi merasa lega, sudah menghapus pertemanan dengan yang bukan mahram. Belum semua memang, ada guru SMA, dan guru lain yang ga berani aku unfriend. Lagian ga pernah interaksi juga dengan para guru tersebut, saya cuma banyak dapat manfaat dari beliau semua. Satu arah, jadi gapapa.

***

Maaf panjang, random dan ga penting. Sudah diwanti-wanti dengan hashtag di atas. Kalau tetap baca dan nyesel, jangan salahin saya hehe. Gapapa sih salahin eh nasihati saya.. biar ngisi blog dengan tulisan yang lebih berkualitas, dengan cara yang baik tentunya. 

See you another time..

Allahua'lam.

***

PS: Nama samaran Nobita dan Doraemon terinspirasi dari pertanyaan di grup whatsapp NAK Indonesia. J