Follow Me

Showing posts with label ROHIS. Show all posts
Showing posts with label ROHIS. Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Tak Sampai Di Sini

August 11, 2012 0 Comments

Bismillah...

Jika tidak bertemu denganmu, berjabat tangan dan berjalan beriringan denganmu, mungkin aku tak akan sampai di sini.

***

I'm not talking about someone. Ini tentang komunitas, organisasi atau keluarga yang kita pilih untuk berjalan bersama.

Rohis Ulul Albab, atau biasa di singkat menjadi Rohis Ulba adalah salah satu organisasi/ekskul yang aku ikuti di SMA Negeri 1 Purwokerto. Di awali dengan first impression yang asik, lewat SBR (Sehari Bersama Rohis), aku tertarik untuk bergabung dan mendaftar menjadi pengurus. Ada saat dimana aku jadi pengurus yang ogah-ogahan (baca: tidak aktif), tapi ada juga saat dimana tak bisa aku menjauh -mengingat amanah yang dibebankan padaku-. Majelis IK (Ilmu dan Kreatifitas), divisi yang jobdesk utamanya membuat majalah dan buletin :)

Ada terlalu banyak cerita, yang jika kuurai di sini mungkin hanya membuat orang lain menguap bosan. Maka ijinkan aku menulis tentang komunitas/organisasi serta pengaruhnya bagi diri kita.

***

Teman bermain, teman belajar, teman tertawa, teman menangis. Dan komunitas, dan organisasi. Dan diri yang merupakan makhluk sosial, menjadikan mereka yang berada di sekitar kita bisa dengan mudah mempengaruhi kehidupan kita. Dan diri yang merupakan makhluk sosial, menjadikan mereka yang sering berinteraksi dengan kita, memberi warna pada sifat, sikap dan kepribadian kita.

Memilih bergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi, artinya mempersilahkan orang lain mempengaruhi hidup kita. Dengan bergabung dengan komunitas/organisasi, kita belajar untuk terbuka, dan memahami perbedaan demi perbedaan yang ada. Pasti pernah muncul gesekan-gesekan yang menimbulkan panas, bahkan bisa jadi percikan api. Tapi dari situasi tersebut kita belajar untuk tidak egois, tidak melulu mengedepankan sifat diri.

Memilih bergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi, artinya kita siap berbagi dan dibagi. lho? hehe. Maksudnya, kita harus mau memberikan sesuatu kepada komunitas, maka insya Allah akan ada sesuatu yang bisa kita dapat.


Bagi yang belum memilih untuk gabung di organisasi/komunitas.. cobalah memberanikan diri dan membuang rasa malasmu untuk membuka diri. Percayalah, akan ada banyak hikmah yang kau petik saat bergabung dalam komunitas/organisasi, insya Allah.

Karena komunitas/organisasi begitu berpengaruh dalam hidup kita. Maka yuuk.. pilih komunitas/organisasi yang baik. Pilih yang tidak hanya sesuai dengan minat kita, tapi juga bisa mengajak kita pada kebaikan. Bisa memberi pengaruh yang baik pada kita. Syukur-syukur, komunitas/organisasi itu bisa membantumu mendekatkan diri kepada Allah. :) Lumayan dapet obat hati. Karena berkawan dengan mereka yang sholeh dan sholehah, adalah salah satu obat hati.

Wallhu a'lam.


Friday, June 15, 2012

Dimana Cinta Sejati?

June 15, 2012 2 Comments

Cinta apa yang kau cari? Aku mencari cinta yang sejati, yang abadi, yang hakiki. Mengapa? Karena dengan cinta tersebut, aku akan bahagia, aku tak akan merasa sakit. Bukankah sesuatu yang sementara itu bisa menyakiti hati kita? Karena suatu saat ia akan pergi dan menghilang.
Raise your hand, kalau kamu setuju sama paragraf diatas! Waaahh.. kayaknya banyak nih yang mencari cinta sejati. Mau tahu di mana cinta sejati berada? Sssstt…. sini-sini, let me tell you about it.


Sebuah cinta sejati nan abadi dan hakiki sebenarnya sudah berada dekat sekali dengan kalian semua. Dimana? Di sebelah kita kah? Bukan… jauh lebih dekat lagi. Lebih dekat lagi. Ia berada di palung hatimu. Kamu telah memilikinya, telah berjanji untuk menjaganya. Ingatkah saat kau mengucapkan janji itu pada Sang Pemilik Cinta?
Sebuah cinta tak terbatas telah ditunjukkan Sang Pemilik Cinta, Allah swt. kepada kita semua. Semua. Tanpa terkecuali. Tak perlu kita cari-cari bukti cintaNya pada kita. Tanpa perlu mencari, kita akan menemukan banyak sekali, satu diantaranya adalah Allah selalu ada untuk kita. Selalu ada saat kita membutuhkanNya, walau seringkali kita berpaling dariNya, sering melupakanNya saat kebahagiaan datang menyapa.
See? Cinta sejati itu sudah ada, sudah kita miliki. Tapi sudahkah kita menyambut cinta itu sepenuh hati? Sudahkah kita jaga cinta yang hakiki ini untuk yang berhak? Atau malah, kita dengan sombong mengabaikan cinta itu? Naudzubillahi min dzalik, semoga kita bukan termasuk orang-orang merugi yang mengabaikan cinta dari Sang Pemilik Cinta.
Allah swt. Maha Mengetahui hati hambaNya, maka dari itu Ia tidak melarang manusia untuk mencintai selain Dia. Seperti dalam Q.S. Ali Imran ayat 14 yang berarti :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Kita sah-sah saja mencintai selain Allah, asalkan kecintaan kita ini tidak melebihi rasa cinta kita kepada Allah serta sesuai dengan firman Allah (Al Qur’an).


Sudahkah kita mencintai Allah dengan sepenuh hati? Ada sedikit tips supaya rasa cinta kita kepada Allah semakin besar :
1.  Mengingat-ingat begitu banyak nikmat dan kebaikan yang telah diberikan Allah swt. kepada kita.
2.   Membaca Al-Qur’an dengan memikirkan dan memahami maknanya
3.   Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah swt, dan lain-lain
Kau mencari cinta sejati? Sekarang kau sudah tahu dimana ia berada. Ia ada di palung hatimu untuk Allah. Sudahkah kau beri cintamu seperti Allah memberimu cinta itu?


A nice song for Allah swt :
Meski ku rapuh dalam langkah kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam hati hanyalah padaMu.
Maafkanlah bila hati, tak sempurna mencintaiMu.
Dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta. (Rapuh - Opick)


IK - ROHIS

*still from IK :))

Taking Care of Love

June 15, 2012 0 Comments
Love is… cinta… amore, dan masih banyak sebutan lainnya. Sebuah kata berjuta makna. Coba deh.. tengok sekelilingmu, lalu tanyakan satu persatu orang yang ada di sana tentang cinta, jawaban yang muncul pasti berbeda-beda. Mulai dari yang berkesan positif sampai yang negatif. Contoh nih, dari sisi positif dikatakan kalo cinta itu indah, bahagia, tawa, senyum, berbunga-bunga. Sedangkan dari sisi negative cinta itu rasa sakit, kecewa, penderitaan dan lain-lain. Wah.. wah.. see? Cinta memang unik, bisa didefinisikan dari sisi yang bertolak belakang. Anyway, we’re not going to talk about the definition of love. Karena cinta tak selalu dapat diraba oleh bahasa, baik lisan maupun tulisan. Mungkin, kalau bahasa kalbu bisa kali ya.. J



Kita sebagai seorang manusia yang mempunyai cinta harus tau dong darimana cinta berasal. Yups, darimana lagi kalau bukan dari Sang Khaliq, the one and the only, Allah swt. Cinta adalah anugrah yang telah Allah tanamkan ke dalam hati manusia. Cinta adalah fitrah yang seketika dapat bersemi dan memenuhi hatimu, kemudian mempengaruhi hidupmu. Cinta adalah penggerak hati… saat otak dirasa belum cukup membantu kita memutuskan suatu perkara. Intinya, cinta memang sudah mendarah daging di diri manusia. Sebuah kewajaran ketika seorang manusia -laki-laki, perempuan, tua, muda, kaya, miskin- merasakan getaran-getaran cinta di dalam hatinya. 
Allah swt, Sang Pencipta Alam Semesta telah menebar benih cinta di hati kita. Ia Maha Melihat lagi Maha Mengetahui, tentang seluk beluk hati manusia. Maka dari itu, Ia tumbuhkan rasa cinta di hati kita, kemudian Ia jadikan rasa cinta itu untuk memperindah hari-hari kita. Bukti nyatanya nih… Allah swt. telah menciptakan Hawa untuk menemani Adam di Surga.
 Cinta memberikan banyak sekali pengaruh dalam hidup kita. Of course the positive one. Coba bayangkan! Jika tidak ada cinta maka... mungkin tak akan ada canda tawa, maka si kaya akan melupakan si miskin, maka semua manusia akan bertindak semena-mena, dll, dsb, dst. Duh, pokoknya nggak banget deh. Tapi ada juga beberapa orang yang mengatakan bahwa cinta memberikan dampak negatif pada mereka-penderitaan, kecewa, dan rasa sakit-. Mereka salah. Cinta itu suci.. tanpa noda, cinta tak pantas menjadi kambing hitam atas kejadian buruk yang menimpa mereka. Padahal mereka sendiri yang belum bisa menjaga dan merawat cinta mereka sebagaimana mestinya.
Talking about taking care of love. Ternyata cinta juga perlu dijaga dan dirawat lho. Caranya? Mengarahkan dan membimbing agar cinta di hati tumbuh untuk yang berhak. Misalnya dengan menumbuhkan rasa cinta kita ke pelajaran kimia. Kan bagus tuh, dengan mencintai kimia kita bisa lebih rajin belajar. Beda lagi, kalau kita cinta mencontek.. ckckck.. itu mah bukan cinta.
 
See? Subhanallah… Maha Suci bagi Allah yang telah menanamkan benih cinta di dalam hati setiap manusia. Sekarang pertanyaannya adalah sudahkah kita merawat cinta dengan baik dan hati-hati? Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai merawat cinta. Amiiin…
IK-ROHIS SMANSA


*an article i made, when i was still in SMANSA, when still in IK-ROHIS :))