Follow Me

Showing posts with label cinta sejati. Show all posts
Showing posts with label cinta sejati. Show all posts

Thursday, March 18, 2021

Kasih Sayang-Nya

March 18, 2021 0 Comments

Bismillah.

-Muhasabah Diri-


Seperti saat kamu bisa hadir di sebuah forum, kemudian sebuah ocntoh disebutkan, dan contoh itu... begitu mirip dengan keadaanmu.


Tidakkah kamu merasakan hangatnya kasih sayang Allah? Tidakkah kamu melihat betapa terang ayat-ayat-Nya mengajakmu untuk beranjak dari kegelapan?


Bukankah seharusnya air mata jatuh? Kamu seharusnya bersedih, merasa bersalah, kemudian berlari kepadaNya.


Tapi mengapa sampai hari ini, masih kulihat kamu berkubang dalam gelap, membiarkan hatimu mengeras, meski hujan berkali-kali mengetuk jendela kacamu?


Bukankah seharusnya air mata jatuh? Kamu seharusnya bersedih, merasa bersalah, kemudian berlari kepadaNya.


***

"Cinta yang paling agung dan sempurna adalah cinta yang abadi. Sebuah cinta di saat kita merasakan ketentraman dan kedamaian yang luar biasa pada setiap harinya. Sebab, pihak yang dicintai tidak pernah meninggalkan yang mencintai.

Bahkan, Dia selalu memaafkanmu jika engkau bersalah. Dia tetap bersabar, ketika engkau berpaling dari-Nya. Dia tidak pernah bosan bersamamu, hingga engkau sendiri merasa bosan.

Tidakkah engkau melihat, adakah di sana cinta yang lebih mulia dan agung dari cinta-Nya?"
- Dr. Khalid Jamal, dalam buku "Ajari Aku Cinta"

Allahua'lam.

Saturday, July 25, 2020

Bolehkah Menampakkan Perasaan Suka atau Cinta?

July 25, 2020 4 Comments
Bismillah.



Ehm.. It's late at night, and here I am writing some pinky-lovey topic. **geli sendiri sebenernya hehe.

Bahasan tentang suka, cinta, tidak pernah basi kan? Izinkan aku ikutan nulis tentang ini juga. Sesekali saja, jangan sering-sering. V

Boleh gak sih menampakkan perasaan suka atau cinta kita ke orang lain, yang belum halal, dan belum tentu juga bakal jadi jodoh kita? Ya... orang itu sih, saat ini memang ditakdirkan untuk kita sukai, ditakdirkan hadir di hidup/hari-hari kita. Tapi kita masih belum tahu, kehadirannya, apakah hadir sebagai ujian hati, atau sebagai jawaban doa?

Oh ya, tulisan ini bukan fakta ya. Bisa jadi juga tidak akan memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan di judul. Cuma bentuk opini dan berbagi cerita aja, dari topik/judul di atas. *feel free to correct me if I'm wrong. Bisa lewat kolom komentar di blog atau pm.

***

Jawaban pertanyaan di atas pertama kudengar saat masih pakai seragam putih abu-abu. Aku lupa siapa yang jawab, dan siapa yang bertanya. Tapi baik yang bertanya dan menjawab sama-sama paham tentang hukum berpacaran dalam islam. Jawaban yang saat itu aku dengar, boleh. Dan hebohlah kami saat itu wkwkwk. Dulu kayanya belum ngetrend istilah 'mencintai dalam diam'. Intinya, setelah jawaban itu, efeknya menurutku agak-agak gimana.

Pasalnya, gara-gara jawaban itu, ada satu oknum yang kirim sms ke empat orang sekaligus tentang perasaan sukanya. Kirimnya sama pula teksnya. Qadarullah salah satu yang dikirimi sms itu, sahabatku. Dan uniknya pula, cuma ke sahabatku itu, oknum tersebut cerita kalau ia juga memberitahu 3 siswi lain tentang perasaannya. 

Mungkin karena masih muda ya, perasaan suka ke lawan jenis baru pernah dirasakan, ditambah denger jawaban bahwa boleh menampakkan/menyatakan perasaan suka/tertarik, asalkan tidak berlanjut ke pacaran, jadilah aksi yang ia pilih seperti itu hehe.

Aku dulu sih denger cerita itu langsung il-feel. Tapi sekarang kalau ingat cuma senyum aja. Semakin dewasa kita jadi bisa maklum, begitulah sisi kekanakkan masa muda, masih belum banyak tahu, wajar kalau salah menyimpulkan dan salah melangkah. Dan salah itu, tidak apa-apa, asal kita belajar dari sana. Seperti dosa di masa lalu, yang bisa kita taubati. Kesalahan, juga bisa kita perbaiki.

Dari jawaban pertama itu, aku belajar, bahwa ada yang harus diperhatikan jika kita boleh menampakkan perasaan suka/cinta kita.

Dari sisi kitanya, mungkin jadi lega, udah diungkapkan, jadi lebih plong, karena tadinya tertutup rapat-rapat, berbunga dan tumbuh besar dalam ruang yang tertutup. Maka saat jendelanya di buka, rasanya seperti ada oksigen baru. Kita bisa bernafas lebih lega. Perasaan itu pun, jadi bisa mendapatkan keluasan dan tidak menjadi hal yang menyesakkan dada.

Tapi... kita juga harus melihat dari sisi orang lain kan? Ya, ga boleh egois kan? Apa efek yang diberikan dari sikap kita menampakkan atau menyatakan rasa suka dan cinta kita pada orang tersebut? Bagaimana jika ia merasa tidak nyaman? Atau jikapun ia merasa senang, apakah rasa senang itu nantinya tidak berubah menjadi duri, dan ujian dalam hidupnya? Apalagi kalau tidak ada tindak lanjut dari penampakan *eh hehe, jadi kaya makhluk halus aja pakai diksi 'penampakan. Ralat. Apalagi, kalau tidak ada tindak lanjut dari pernyataan rasa suka itu.

Bagiku, terlalu egois kalau kita menyatakan dan menampakan rasa suka dan cinta, jika hanya untuk diri kita. Agar kita lebih nyaman dan lebih lega.

Dari pemikiran itu, aku jadi menyimpulkan bahwa ada syarat dari jawaban boleh tersebut.

***

Bolehkah menampakkan/menyatakan perasaan suka atau cinta?

Boleh, dengan syarat.... hal itu tidak merugikan orang lain. tidak memberikan efek buruk bagi orang lain.

Tapi kalau dengan syarat itu, jadinya kaya ga boleh ya? Hehe. Soalnya syaratnya susah hehe.

Kalau mau jujur dan bijak, kita akan tahu. Bahwa memang, pilihan terbaik, jika jalan halal menjemput rasa suka dan cinta itu belum ada, adalah "mencintai dalam diam". Diam di sini maknanya, tidak perlu ditampakkan atau dinyatakan. Dan cinta di sini, maknanya kata kerja. Jadi meski tidak dinyatakan dan dinampakkan, kita tetap mendoakan kebaikan untuknya, karena perasaan suka kita padanya. Dan meski tidak kita nyatakan dan nampakkan perasaan tersebut padanya, kita tetap bekerja untuk menjemputnya di jalan yang halal, jalan yang diridhoi Allah.

***

Sebenarnya, ada hal lain yang ingin kubahas, tentang 'notice me'. Tapi mungkin di tulisan lain hehe.

Sampai di sini saja, tulisan opini dariku yang tidak banyak tahu tentang suka, cinta, dan kawan-kawannya. Kalau ada yang punya jawaban dari pertanyaan di judul, dan penjelasan yang lebih kece, kasih tahu ya. Boleh share judul buku, atau link tulisan atau link kajian, podcast, whatever form it might be.

Terakhir, selamat menjaga dan merawat hati agar dipenuhi cinta kepadaNya. Karena saat hati kita penuh akan cinta kepada-Nya, rasa suka/cinta kita pada makhluk yang lain akan tumbuh dan berbunga sehat. Sehat dalam artian, kadarnya tidak berlebihan, dan tepi-tepinya selalu terjaga dalam pagar-pagar syariat-Nya.

وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ

(QS Al-Hujurat [49] ayat 7)

Allahummaj'alna minhum. Aamiin.

Allahua'lam.

***

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi minamal satu cerita dalam satu minggu.

Thursday, May 14, 2020

Dzikir Penaut Hati dan Sayap yang Tak Patah

May 14, 2020 0 Comments


Nukilan Buku “Serial Cinta | Anis Matta”




Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini saya membaca dua tulisan dari buku Serial Cinta-nya Anis Matta.
Sebelumnya, tulisan ini ingin aku beri judul “Serial Cinta; Bukan Sinetron atau Drama Bergenre Romance”, tapi karena isi tulisan ini tidak jadi membandingkan bedanya buku ini dengan drama/sinetron cinta, maka judul itu sementara saya simpan.
Mungkin bisa dipakai untuk judul resensi buku ini, kalau saya sudah selesai membaca.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan Anis Matta dari Majalah, di rubrik Serial Cinta. Tidak perlu kerunutan dalam membacanya, jadi saya sering iseng membuka judul-judul tulisan sebelum akhirnya lanjut membaca isinya. Berikut ini dua judul dan sedikit nukilannya.

Doa Cinta Sang Imam



Ya Allah Engkau tahu, hati-hati ini telah berkumpul dalam cinta-Mu, bertemu dalam taat-Mu, menyatu menolong dakwah-Mu, berjanji perjuangkan syariat-Mu, maka eratkanlah ikatannya, dan abadikan cintanya …..
Anis Matta lanjut menuliskan, bahwa tidak ada penjelasan historis tentang suasana yang melatari Hasan Al Banna saat menulis potongan doa itu. Doa itu adalah wirid pengikat.

Pengikat hati. Hati yang sedang dibangun untuk memikul beban kebangkitan umat. Beban mereka berat. Jumlah mereka sedikit. Musuh mereka banyak. Jadi, mereka butuh landasan yang kokoh dan pengikat yang kuat. Landasannya adalah iman. Pengikatnya adalah cinta. — Anis Matta

Sayap yang Tak Pernah Patah

Entah memang aku yang suka dengan paragraf yang puitis, tapi tulisan kali ini juga dimulai dengan paragraf pertama yang menarik hati.


Mari bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah.

Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam.

Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’ lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas. — Anis Matta
Tulisan ini tidak dilanjutkan dengan sebuah penghibur, kalau memang cinta mungkin saja tertolak, sayap mungkin juga patah.
Jadi teringat tulisan sebelumnya Broken Wings di nukil buku Little Good Things Everyday. Tapi buku ini mengingatkan kita, bahwa sebenarnya, di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah.

Kalau cinta berawal dan berakhir kepada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.

Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolis saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab di sini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.
Lewat tulisan ini pula, kita diingatkan bahwa,


Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya!

Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tetapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita!



Kita memang harus banyak belajar tentang cinta. Tapi bukan sekedar cinta, yang sering ditampilkan di layar TV, bukan pula yang sering dituliskan di novel-novel romance.
Kita harus banyak belajar tentang cinta, cinta yang maknanya lebih mulia dan lebih luas dari itu. Cinta, yang ujungnya mendekatkan kita kepadaNya.
Allahua’lam
***
Keterangan: Tulisan ini sudah pernah di publish di akun Medium @isabellakirei

Friday, June 15, 2012

Dimana Cinta Sejati?

June 15, 2012 2 Comments

Cinta apa yang kau cari? Aku mencari cinta yang sejati, yang abadi, yang hakiki. Mengapa? Karena dengan cinta tersebut, aku akan bahagia, aku tak akan merasa sakit. Bukankah sesuatu yang sementara itu bisa menyakiti hati kita? Karena suatu saat ia akan pergi dan menghilang.
Raise your hand, kalau kamu setuju sama paragraf diatas! Waaahh.. kayaknya banyak nih yang mencari cinta sejati. Mau tahu di mana cinta sejati berada? Sssstt…. sini-sini, let me tell you about it.


Sebuah cinta sejati nan abadi dan hakiki sebenarnya sudah berada dekat sekali dengan kalian semua. Dimana? Di sebelah kita kah? Bukan… jauh lebih dekat lagi. Lebih dekat lagi. Ia berada di palung hatimu. Kamu telah memilikinya, telah berjanji untuk menjaganya. Ingatkah saat kau mengucapkan janji itu pada Sang Pemilik Cinta?
Sebuah cinta tak terbatas telah ditunjukkan Sang Pemilik Cinta, Allah swt. kepada kita semua. Semua. Tanpa terkecuali. Tak perlu kita cari-cari bukti cintaNya pada kita. Tanpa perlu mencari, kita akan menemukan banyak sekali, satu diantaranya adalah Allah selalu ada untuk kita. Selalu ada saat kita membutuhkanNya, walau seringkali kita berpaling dariNya, sering melupakanNya saat kebahagiaan datang menyapa.
See? Cinta sejati itu sudah ada, sudah kita miliki. Tapi sudahkah kita menyambut cinta itu sepenuh hati? Sudahkah kita jaga cinta yang hakiki ini untuk yang berhak? Atau malah, kita dengan sombong mengabaikan cinta itu? Naudzubillahi min dzalik, semoga kita bukan termasuk orang-orang merugi yang mengabaikan cinta dari Sang Pemilik Cinta.
Allah swt. Maha Mengetahui hati hambaNya, maka dari itu Ia tidak melarang manusia untuk mencintai selain Dia. Seperti dalam Q.S. Ali Imran ayat 14 yang berarti :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Kita sah-sah saja mencintai selain Allah, asalkan kecintaan kita ini tidak melebihi rasa cinta kita kepada Allah serta sesuai dengan firman Allah (Al Qur’an).


Sudahkah kita mencintai Allah dengan sepenuh hati? Ada sedikit tips supaya rasa cinta kita kepada Allah semakin besar :
1.  Mengingat-ingat begitu banyak nikmat dan kebaikan yang telah diberikan Allah swt. kepada kita.
2.   Membaca Al-Qur’an dengan memikirkan dan memahami maknanya
3.   Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah swt, dan lain-lain
Kau mencari cinta sejati? Sekarang kau sudah tahu dimana ia berada. Ia ada di palung hatimu untuk Allah. Sudahkah kau beri cintamu seperti Allah memberimu cinta itu?


A nice song for Allah swt :
Meski ku rapuh dalam langkah kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam hati hanyalah padaMu.
Maafkanlah bila hati, tak sempurna mencintaiMu.
Dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta. (Rapuh - Opick)


IK - ROHIS

*still from IK :))