Follow Me

Saturday, August 15, 2026

Di Antara Adab dalam Menuntut Ilmu

Bismillah. 

 

Nukil Buku  "Adab dan Kiat dalam Menggapai Ilmu" - Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan

 

***

📝 Seorang penuntut ilmu harus memiliki adab-adab yang mendi karakternya. Dia perlu meneladani jejak para salafus shalih dalam proses mendapatkan ilmu, dan abagaimana mereka terhadap ilmu yang telah mereka dapatkan 

 

📝 Permasalahannya bukan pada jumlah buku yang dimiliki sedikit; karena banyak dari kita yang memiliki puluhan bahkan ratusan buku, namun yang menjadi pokok permasalahannya di sini adalah masalah manajemen waktu; karena sebagian besar kita memiliki banyak waktu, namun jika kita tidak bisa mengaturnya, maka seakan-akan kita tidak memiliki waktu.

 

📝 Ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya yang Allah Ta'ala tanamkan ke dalam hati seorang hamba. Dan ilmu bukanlah semata-mata dari banyak membaca, bukan pula semata-mata karena banyak memiliki buku.

 

📝 Imam Abu Bakar Al-Baihaqi adalah penulis buku terbesar dalam masalah hukum dengan penyebutan sanad-sanadnya, yaitu kitab beliau Sunan Al-Kubra. Beliau pernah menemui kesulitan untuk mendapatkan sejumlah referensi, namun hal tersebut tidaklah menjadi penghalang beliau untuk mengeluarkan karya tulis.

 

📝 Yang paling dibutuhkan dalam menuntut ilmu sebelum yang lainnya adalah memurnikan niat hanya untuk Allah Ta'ala semata. Menuntut ilmu juga membutuhkan pengorbanan; baik yang terkait dengan pengorbanan jasmani, waktu, jiwa atau pun harta. Maka jika Allah Ta'ala menyatukan pada diri seorang hamba, antara niat yang ikhlas dan pengorbanan terhadap hal-hal yang kami sebutkan, berarti Allah Ta'ala akan mudahkan baginya segala hal yang sulit.

 

📝 Dan merupakan keniscayaan bagi siapa pun, apabila ilmu tidak didapati di daerahnya sendiri, hendaknya dia mengadakan perjalanan untuk menuntut ilmu.

 

📝 Seorang yang alim, dia mengajarkan manusia dengan tingkah lakunya, ucapannya, serta sikapnya. Maka sudah sepatutnya bagi seorang penuntut ilmu, agar menjadi teladan dalam segala urusannya, dan tidak berucap maupun bersikap melainkan di atas petunjuk dan cahaya ilahi.

 

📝 Maka kesimpulannya; saat sekarang ini kita sama sekali tidak kekurangan referensi, tidak kekurangan dalam masalah guru dan juga waktu, semua ini adalah hal yang mudah dan dapat dipenuhi, segala puji hanya milik Allah. Akan tetapi yang kita butuhkan adalah ketakwaan. Yang kita butuhkan adalah kemauan untuk mencurahkan kesungguhan kita, semampu kita, sehingga kita bisa memetik buah dari tanaman yang kita tanam. 

 

Wallahua'lam bishowab. 

 

***

 

Keterangan: Resume dari buku tersebut dibuat karena sempat tersisih saat ikut RSC (Rahmah Study Club). I don't want to lose the chance to read and learn this book, even if my reading space is way more slow than the community's members.

 

Baca juga:

Faktor-Faktor Penghalang dalam Menuntut Ilmu 

Beberapa Contoh Kesungguhan Ulama Memanfaatkan Waktu 

Kesempatan yang Sering Disia-siakan oleh Sebagian Penuntut Ilmu

 

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya