Follow Me

Showing posts with label KMO. Show all posts
Showing posts with label KMO. Show all posts

Friday, September 18, 2020

Buku Antologi Pertama

September 18, 2020 0 Comments

Bismillah.

Qadarullah ma syaa Allah.

Setelah aku sendiri selalu berkutat dalam keraguan. Ada banyak sebenarnya kesempatan untuk naik tingkat di dunia kepenulisan, yang aku sendiri ga berani ambil karena keraguan.

Sampai akhirnya Allah membuka jalannya. Awalnya lewat jadi PJ Kelompok KMO Batch 25. Niatnya membersamai, sama saling menyemangati peserta K39 biar bisa bertahan ikut kelas, ngerjain tugas, sarapan kata dan yang terakhir, ikut projek nulis buku antologi.

Alhamdulillah kelompok kami nelurin dua buku antologi. Satu buku fiksi (kumpulan cerpen), kolaborasi dengan kelompok 36.

Untuk buku kumpulan cerpen "Tale of Us", aku ga ikutan nulis. Cuma bantu ngumpulin dan edit-edit dikit tulisan dari 9 orang peserta K39 dan 11 orang peserta K36. Eh, ikut nulis ding. Nulis blurbnya.

Setiap orang ibarat potongan puzzle. Satu sama lain bertemu, kemudian menyajikan kisah yang berbeda-beda.

Bagaimana jika potongan puzzle yang tidak cocok dipaksa bersatu?

Gambar besar apa yang kita lihat, saat satu demi satu keping puzzle saling melengkapi?

Mari sejenak duduk, dan nikmati sajian kisah-kisah dalam buku ini.


Sedangkan buku Antologi nonfiksi "Berkelana Merajut Asa Meraih Cita", aku ikut sumbang tulisan di dalamnya. 15 orang peserta K39, plus tulisanku, jadi 16 orang.

Ada banyak yang bisa diceritain. Yang jelas, dua buku antologi kelompok 39 naik cetaknya beda gelombang. Yang fiksi lebih dulu, makanya sekarang udah bisa dipesen. Yang minat mangga langsung hubungi CP.

Untuk buku nonfiksi BMAMC, masih fase pemilihan cover. Nanti kalau udah dibuka PO-nya saya update lagi in syaa Allah ^^

Semoga buku kecil ini bisa menjadi langkah awal, agar aku semangat berkarya dan terus menulis. Dan draft buku solo nonfiksi yang ngendap di folder laptop, segera diberesin bell!

Semangat ~

Tuesday, July 14, 2020

Taking New Challenges

July 14, 2020 0 Comments
Bismillah. 

Hi hello~ Apa kabar bulan Juli-mu? Bulan Dzulqa'dahmu? Semoga baik-baik saja. Semoga tiap harinya dipenuhi produktifitas, dilingkupi keberkahan, dan meski ada banyak emosi di dalamnya, semoga selalu ada senyum, sekecil apapun. Senyum kecil ketika kita menghembuskan nafas pelan, setelah seharian lelah berjuang. Setiap orang, punya perjuangan masing-masing kan? 

Nowadays, I'm taking new challenges. Yang tadinya aku hanya sibuk menulis dan otak atik desain untuk diri sendiri, kini aku beranikan diri bantu sedikit tim desain di beberapa tim. Ada yang kontribusinya masih nol sih, baru daftar doang hehe. 

Nowadays, I'm taking new challenges. Jadi PJ Kelompok KMO Club Batch #25. Entah panggilan dari mana. Lihat pendaftarannya di grup telegram KMO Club All Batch. 

Challenges-nya kecil sih. Tapi dari yang kecil-kecil ini aku jadi merasa, bahwa aku kini sudah balik ke peredaran. Terutama karena jadi PJ Kelompok KMO. Yang tadinya di grup-grup lain diem, cuma komunikasi ke beberapa temen deket, ini tiap hari harus alert. Jawab pertanyaan, rekap data, dll. Jadi fasilitator buat 60an peserta itu sesuatu. Ribet tapi juga seneng, keinget masa-masa aku aktif di mana-mana jaman kuliah dulu. 

Karena KMO juga, jadi buka facebook. Dulu, tugas buat ikrar, upload di facebook. Aku pikir sekarang juga gitu. Jadi deh, kusudahi facebook yang tadinya mau girls only. Accept beberapa permintaan teman. Ga ada salahnya juga. Toh ga ada isi apa-apanya. Tapi ternyata, aku salah dong, ikrarnya uploadnya di ig. Lumayan jadi tambah follower di ig betterword_kirei hehe. Hari ini juga udah dapet tag ikrar dari beberapa peserta K39. 

Nowadays, I'm taking new challenges. Ada satu lagi sebenernya. Yang ini, aku simpen sendiri dulu. Nanti aku kabari kalau sudah dilaksanakan. Takut nato. 

*** 

Terakhir, tahun 2020 sudah di pertengahan. Apakah ada tantangan baru yang sedang atau ingin kau lakukan? Apa itu? Ceritain dong… dalam tulisan, di blogmu. Share linknya di komentar, in syaa Allah nanti aku baca.

Semangat!

Thursday, February 7, 2019

Beda Beratnya

February 07, 2019 0 Comments
Bismillah.
#selftalk
Izin curhat ya? Hehe. Biasanya juga curhat-curhat aja... ga pakai izin J.

***

Nulis setiap hari, dengan tema bebas, tanpa syarat minimal jumlah kata, itu satu hal. Nulis setiap hari, dengan tema yang sama, dengan syarat rentang jumlah kata, itu... beda cerita. Lebih spesifik lagi... beda beratnya.


Jadi, aku sudah sekian hari sedang mengabaikan tugas KMO Club, yang namanya "Sarapan Kata". Sarapan, artinya pagi hari. Batasnya jam 9 pagi. Dan.... rasanya ingin kutuliskan kalimat-kalimat keluhan yang isinya mendeskripsikan mengapa SarKat KMO itu beraaaat.

Sebenarnya, kalau aku mau jujur dan muhasabah diri, ini balik lagi ke motivasi dan niat. Dan juga. . kebiasaan pagi hari yang masih belum teratur. Prioritas juga. Kan bisa nulis malem, pagi tinggal posting.

***

Aku menulis ini ingin meningkatkan lagi motivasi. Yang berlalu ya udah, kan bisa mulai nulis lagi, jangan terbebani oleh jam berapa, atau jumlah kata, mulai dulu aja. Nulis. Tema itu kan kamu sendiri yang pilih, dan bahkan udah buat beberapa pokok pikiran yang mau diuraikan. Tinggal praktek nulis dan merangkai kalimat.

Jika berat, ringankan... caranya dengan mengurangi ekspektasi. Ekspektasi bahwa tulisan sarkat nantinya bisa jadi draft buku. Turunkan. Anggap saja sarkat untuk melatih menulis dengan tema yang sama. Juga latihan agar terbiasa mengisi pagi yang produktif dengan menulis.

Jika berat, ringankan. caranya dengan mengubah objek pembaca. Menulis di sini lebih ringan kan? Iya. . karena kamu (maksudku aku) selalu menulis di sini untuk konsumsi pribadi. Sedangkan yang ga sengaja baca, itu cuma orang lewat ehhehe *peace. Sarkat memang nulisnya di Facebook, harus tag sekian orang untuk penilaian dan pencatatan. Tapi kan... kalau mindsetnya diubah, fokus ke menulis untuk diri, itu bisa. Sama aja kaya di sini, meski statistik jumlah pembaca ada, kamu setiap nulis tetap merasa untuk diri kan? hehe. Cuek aja.

Terakhir, beratnya memang beda.. tapi bukan berarti kamu tidak bisa 'memikul'nya. Seperti bayi 6kg, dan batita 11kg... dua duanya bisa aja kan digendong? Meski kadang tangan pegal dan ga kuat lama-lama gendong? hehe.

Terakhir, jangan menyerah sebelum mencoba. Ga mau kan nyesel lagi kaya dulu? Hari yang sudah lalu, biarlah berlalu. Hari ini mulai nulis ya? Please... Semangat ^^

Allahua'lam.

***

PS: It's 10th of February, and I still didn't write Sarkat.. ......... 

Friday, December 14, 2018

Mengapa Menulis?

December 14, 2018 0 Comments
Bismillah.

Tugas pertama KMO Club Batch 15.

***

dari unsplash

Pernah aku menulis sebait puisi tentang menulis dan P3K.

“Karena merangkai kata bagiku
adalah hiburan atas segala pilu
P3K atas segala luka
ekspresi atas segala suka”

Begitulah makna pertama merangkai kata bagiku. Menulis bukan lagi sebuah hobi bagiku, namun sudah menjadi kebutuhan untuk menghibur, mengobati serta mengekspresikan hati.

Dari menulis, keinginan untuk menyusun buku hadir. Tapi prosesnya tidak mudah. Berulangkali aku diingatkan harus ada strong why, yang akan menemani perjalanan menyusun buku, sampai buku tersebut lahir dan menjadi jejak karya kita.

Allah menakdirkanku hadir di banyak forum online tentang kepenulisan, menanam sedikit demi sedikit agar tekad menerbitkan buku makin kuat. Lalu lewat rencanaNya aku bertemu channel Telegram Indonesia Menulis, dari sana jadi tahu pendaftaran KMO Club Batch 15.

Materi pertama, seolah menggedor pintu hatiku. Tentang ikrar yang isinya mengizinkan diri menjadi penulis. Kalimat sederhana yang perlu diulang-ulang diucapkan dalam hati. Membuat mata tiba-tiba memanas, dan mengobarkan lagi api semangat menulis. 

Kang Tendi memaparkan alasannya mengapa beliau menulis. Betapa banyak buku yang “meracuni” otak manusia. Dan betapa mahalnya kebenaran, kebaikan serta perbaikan. 

“Kegundahan saya sekarang adalah betapa mahalnya sebuah kebenaran, betapa mahalnya sebuah kebaikan, dan betapa mahalnya sebuah perbaikan.Ini benar-benar bikin saya nggak bisa tidur.” - Tendi Murti

Saya jadi teringat lagi, bahwa menulis memang merupakan ekspresi hati, bagaimana rangkaian kata mampu mengeja rasa. Namun kata memiliki kekuatan untuk menggerakkan. Jika menulis kita niatkan untuk kebaikan, lalu Allah berkahi tulisan kita, maka tulisan tersebut dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan hal baik, mendekat pada Allah, serta mengambil manfaat dari tulisan tersebut. 

Saya pun begitu. Saya ingin tulisan saya, bukan sekedar kata. Tapi kata yang mengubah, menginspirasi dan mengajak tuk menjadi lebih baik. Kata yang bisa bernilai amal shalih, yang pahalanya mengalir sampai ke akhirat. Kata yang menjadi wasilah, agar baik penulis maupun pembaca melangkah mendekat kepada Rabb Semesta, Allah azza wajall. 

Semoga tulisan ini, bisa menjadi bibit yang kelak akan tumbuh subur. Sehingga menulis, bukan lagi dinikmati diri sendiri, tapi juga membuahkan karya berupa buku, buku yang mengajak pada kebenaran, kebaikan dan perbaikan. 

Allahua'lam.

***

Tulisan ini diupload pertama kali di facebook : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213180135644850&id=1439117666

***

PS: Baru nyadar aku salah baca deadline-nya. Kirain teh malam ini jam 9, padahal batas akhirnya besok jam 9. Wkwkwk. Gapapa, bagus, jadi ngumpulin lebih awal hehe. 

Foto, Facebook, dan "Diam"-ku

December 14, 2018 0 Comments
Bismillah.

Cuma bercerita tentang diri. Silahkan skip aja, baca blog lain aja hehe.

***


Sejak menghilang dari peredaran, fungsi sosmed, termasuk Facebook cuma buat scrolling aja, kadang share, tapi jarang banget. Menebar like aja, tapi menahan jemari untuk komentar.

Dulu pernah, EMC kalau ga salah. Sama, tugasnya harusnya di share di fb. Tapi saat itu mungkin aku masih cenderung ke introvert, jadi deh milih untuk bandel dan ga share di fb. Tentang perjalanan nulis, dan isi tulisannya memang banya cerita detail masa lalu.

Kemarin, waktu ada tugas dari KMO, sebenarnya aku ragu. Pertama, aku harus aktif di facebook. Posting ikrar bro.. beraaat. Kedua, di syarat ikrarnya, harus ada foto. Kalau aku lagi mode introvert mungkin aku akan mundur teratur saja. Tapi mungkin karena sedang mode ekstrovert, atau memang beginilah takdirnya, jadi Allah menggerakkan hatiku.

Proses nulis ikrarnya cepat. Tapi milih foto, edit-editnya lama. hehe. Sempat mau naruh pp fb aja, trus foto diri, tapi bagian wajahnya di tutup, dan akhirnya foto siluet aja, kasih label nama. Entahlah dihitung memenuhi syarat atau ga. Yang jelas, aku sudah publish.

***

Tentang foto.. ini juga yang buat aku ragu gabung sebuah komunitas. Namanya Buka Buku, penggagasnya Pak Nassirun Purwokartun, yang dulu membimbing di Kompilasi. Seneng padahal, doaku kaya terjawab. Beberapa kali di blog ini aku menyebutkan, butuh komunitas kaya aksara, yang ngajak baca tulis dan diskusi. Butuh baca sharing bacaan dari orang lain. Agar pembaca pemilih dan lambat seperti aku, bisa ambil pelajaran juga dari buku yang dibaca orang lain.

Tapi kalau liat akun sosmednya Buka Buku, aku minder. Ah, foto. Asumsiku, semua anggotanya wajib kirim foto wajah plus buku yang sedang dibaca. Ada yang cadaran juga anggotanya. Tapi aku, dan foto itu... ada hal kecil yang ingin aku jaga, meski kadang satu dua kali lalai. Aku akhirnya cuma jadi penikmat saja, follow sosmednya. Kadang berusaha menghibur diri, gapapa bell.. toh kalaupun ikut ga mesti bisa hadir di forumnya.

***

Foto, Facebook dan diamku. KMO berhasil membuka diamku di facebook, untuk foto.. masih bisa diakali, entah dimaklumi atau ga sama panitia. Semoga effort-ku kebaca. Agak aneh soalnya kalau aku panjang lebar menjelaskan tentang diri, tentang foto. Aku cuma satu dari ratusan peserta lain.

Yang penting, satu hal ini, semoga bisa menjadi langkah agar aku berani meningkatkan kualitas menulis. Dari nulis asal, ga jelas, di sini. Ke nulis rapi, dibukukan. Aamiin.

Allahua'lam.

***

PS: Karena KMO juga, aku jadi buat email dan akun ig untuk BetterWord. emailnya: better betterwordforlife@gmail.com. Mangga kalau ada yang mau kirim kritik tentang blog ini bisa ke sana. Ig-nya @betterword_kirei. Belum ada isinya tapi. Semoga segera buat logo, trus launching resmi *sok gaya bgt hehe. Oh ya, gatau kenapa ga bisa naruh link blog ini di bio ig. Nyebelin.


Mengizinkan Diri untuk Menjadi Penulis

December 14, 2018 0 Comments
Bismillah

Sudah lama aku ikut komunitas online menulis, mulai dari Kompilasi, Rumpun Aksara, Serdadu Aksara, EMC, KMK, Menulis Aja, Perempuan!, Sabtulis, 8PM, Sharpen the Saw, Partai Literasi, dan sekarang KMO. 

Awal kenal KMO dari channel telegram Indonesia Menulis, tahu agenda besar tahunan / dua tahunan yang namanya Jumpa Penulis. Banyak materi kece di sana, tapi kalau ga standby dibaca, kemungkinan ga dapet manfaatnya. Aku baru sadar beberapa waktu lalu, saat materinya hendak aku copas sebagian untuk diceritakan di sini, eh udah ga ada hehe. Dari situ diberitahu tentang KMO Club angkatan #15. Ini gratis dan ga ngasih syarat harus share ke berapa kontak atau grup hehe. Daftar deh, malem kemarin mulai kegiatannya. 

Tiap peserta dikasih dua "nyawa", gamifikasi. Habis materi ada tugas, kalau ga ngumpulin atau telat, "nyawa"-nya berkurang satu. 

Materi semalem aku agak telat bacanya, jam 9 baru bisa standby di telegram. *yang ini harusnya ga perlu diceritain ya? wkwkwk. 

Anyway, materi semalam tugasnya menuliskan ikrar, kalimat sugesti bahwa kita mengizinkan diri kita untuk menjadi penulis. 

Semalem, aku coba ulangi kalimatnya. satu, dua.. gatau kenapa mata jadi panas dan lembab. Teringat keinginan menjadi penulis, yang sering aku cuap-cuapkan di sini, draft buku yang terbengkalai, alasan dan excuse yang membuatku 'ragu' naik tangga agar tidak berhenti menulis di sini.

Mungkin benar, selama ini.. aku belum sepenuhnya mengizinkan diriku menjadi penulis. Mungkin itu... salah satu alasan mengapa strong why belum terbentuk dan menggerakkanku untuk merampungkan tulisan agar menjadi karya sebuah buku. 

***

Tugasnya, terakhir di kumpulkan malam ini jam 21.00 di publish di facebook. Jujur keraguan itu masih ada. Facebook itu bagiku "jalan raya". Bisakah aku memberanikan diri menyatakan ikrar, bahwa aku ikhlas mengizinkan diriku menjadi penulis?

Allahua'lam. Sekarang tugasku, buat dulu.. selain posting foto ikrar yang ditulis tangan, juga membuat tulisan alasan mengapa menulis. jadi inget Aksara Salman ITB dan tugas Ambak, hehe.

Sebelum posting di fb, izinkan aku post di sini ya. 

Bismillahirrahmanirrohim. 


***

Semoga Allah menguatkan tekadku, dan menjadikanku penulis, yang karyanya mengajak pembaca menuju jalanNya, mendekat padaNya, serta mengenal tentangNya. Penulis, yang karyanya bukan hanya bernilai di dunia, tapi juga di akhirat kelak, dihitung sebagai amal baik, sebagai amal yang terus mengalir. Aamiin. 

Allahua'lam.