Follow Me

Sunday, October 18, 2020

Little Things in Life

Bismillah.

#random

Bukan tentangku, tapi ada di hidupku. Ditulis, agar archive Oktober 2020 blog bisa gemuk wkwkwk. Hal-hal kecil yang ingin kucatat, karena toh ga akan ada yang mencatat ini jika bukan aku.

Bunga ke Sekian

Akhir September lalu (22 September), pohon kurma di depan rumah berbunga lagi. Entah bunga yang ke berapa, aku sudah tidak berhitung. Ibuku yang hafal begituan hehe, karena bagi Ibu melihat pohon kurma menjadi pengobat rindunya. Rindu, agar suatu hari berkesempatan mengunjungi Baitullah.

Meski bunga kesekian, kali ini istimewa. Kalau sebelumnya, bunga yang mekar hanya satu, kali ini tiga sekaligus~

Jangan tanya mana fotonya ya. Karena aku ga ngefoto. Ada beberapa foto di hp Ayah, tapi satu-satu. Ga ada yang barengan bertiga.

True Engineer in My House

Sedikit cerita tentang keluarga, gapapa ya? Just a sneak peak. Jadi, semua di keluargaku punya jiwa enterpreneur. Ayah, ibu, kakak, adik. Semua.. kecuali aku haha. Sampai sini, masih ga nyambung kan sama heading 'true engineer'. Karena kesannya teknik sama bisnis itu beda jauh.

Tapi beberapa bulan ini aku takjub sama Ayah dan Adikku. Aku melihat keduanya sebagai true engineers. Kenapa? Karena aku menyaksikan sendiri bagaimana keduanya membangun sesuatu dari nol. Bikin gerobak, yang kalau beli harganya 2-3 jutaan. Tiap hari dengerin suara bor, palu, suara nyaring bahan yang mirip besi tapi bukan besi, aluminium mungkin? Aku melihat bagaimana dari 0, kemudian jadi kaya stand makanan tanpa roda, trus dikasih roda, dan sekarang udah ga pernah liat lagi, karena udah punya tempat tongkrongan di luar sana.

Ga berhenti sampai di situ. Ada mesin lain yang dirakit Ayah dan adikku. Yang kasih ide dan nyemangatin buat bikin sendiri sebenernya Ayahku. Adikku tipe-tipe yang kalau ada uang, kenapa ga beli aja, ga pake ribet. Tapi ayahku yakin, ini buatnya gampang, toh udah tahu komponen apa aja yang dibutuhin, nonton beberapa video di youtube. Coba-coba, salah atau ada yang kurang, diperbaiki, beli komponen-komponen lain. Dan jadilah mesin "pembuat es krim". Oh ya, bukan mesin eksrim yang jadinya soft ice-cream. Produknya es puter, tapi teksturnya lembut, karena dibuat pakai mesin. Sebelumnya kan manual gitu, pakai tangan, hasilnya tekstur kasar, seperti es tung-tung jajan pas SD. Tapi setelah pakai mesin, kualitasnya jadi naik.

Yang ini juga jangan ditanya fotonya ya. Tampilannya memang ga dipentingin, karena memang rumahan, dan bukan untuk dijual. Aku kasih foto eskrimnya aja ya? Hehe



Sebenarnya aku malu nulis beginian. Cause I contribute nothing but feel proud writing it. Bukan pencapaianku, tapi aku dapet hikmah dari apa yang aku lihat.

Tentang bisnis kecil, tapi karena bisnis, jadi bagi-bagi rezeki juga. Tiap orang punya perannya. Bisnis adikku yang kesekian ini, setahuku ada tiga orang yang terlibat. Ada chef yang punya pengetahuan cara dan resep memasak es krim, ada adikku, yang bantu di investastor dan chef juga, buat gerobak, buat mesin, nyediain dapur juga di belakang rumah, ada satu lagi yang jualan. Hasilnya memang sedikit, dibagi tiga pula, tapi rezeki kan bukan tentang jumlah nominalnya. Tapi kecukupan yang Allah berikan.

Sebenarnya aku malu nulis beginian. Di saat semua berusaha dan bergerak maju. Aku merasa stuck dan mundur. And I don't want to continue writing about me. Biarkan saja tersimpan. Kalau ada yang baca ini, doain aku ya, semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih baik, agar aku tidak berhenti di kata aku. Karena siapa sih yang gak mau jadi orang yang menebar manfaat? Siapa sih yang ga mau masuk surga? (':

*selftalk* Jadi Bel, I know you're slow, but you can learn to run. Aku tahu kamu seringnya perlu di gas-in biar gerak dan ga tenggelam dalam distraksi. So please work harder, paksa dirimu, sering-sering nulis biar inget dan ga lalai. Sering-sering baca, dan mempraktikan yang dibaca. Banyakin istighfar...!

***

Terakhir, ada yang rindu Bulan Ramadhan?

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya