Follow Me

Wednesday, February 3, 2021

Epilog: Will You Notice Me?

Bismillah.

#fiksi


Gia membaca ulang barisan kalimat di layar laptopnya, ia ragu untuk mengunggah tulisan tersebut di blognya.


***


The Reason


Sekitar dua bulan sebuah perasaan aneh mengusik hati dan otak. Aku tenggelam, dan terlalu sibuk untuk merespon perasaan tersebut, sampai sebuah pertanyaan hadir dan membuatku tersadar. Sebelum disibukkan menjawab "apa respon terbaik", "bagaimana caranya", "kapan waktunya", "dimana", aku seharusnya bertanya terlebih dahulu.


"Mengapa aku merasa seperti ini?"


Sejak dulu, aku terbiasa merasa cukup melihat dari jauh, tersenyum dari di tempat yang tersembunyi. Lalu mengapa, kali ini rasanya aku begitu sedih, sekaligus begitu khawatir, hingga dorongan untuk melangkah mendekat dan berhenti bersembunyi menyeruak begitu kuat. Entah berapa kali aku naik turun tangga agar terdistraksi dari perasaan dan pikiran yang mengganggu tersebut.


Aku limpung merespon tiap letikan memori, dan ide-ide liar agar orang tersebut tidak lupa akan eksistensiku. Sampai sebuah pertanyaan hadir dan aku jadi mereka ulang, memetakan darimana datangnya perasaan tersebut. 


The reason why I'm so anxious and want someone to notice me. Alasannya adalah, karena aku berharap ia bukan sekedar satu koordinat dalam garis hidupku. Aku berharap ia adalah himpunaan koordinat. That's why. That's the reason.


***


Sebuah ketukan pintu membuat telunjuk Gia menekan mouse. Klik, tulisan tersebut berpindah folder, dari draft ke published.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya