Follow Me

Monday, February 8, 2021

[On Going] Books I've been Reading (2)

Bismillah.

#buku



Beberapa buku yang masih sedang kubaca:

1. Teman Imaji
2. Science and Me
3. Pearl from Surah Yusuf
4. Menentukan Arah

Bacanya pelan-pelan, jadi ga beres-beres. Kadang satu pekan sekali, cuma beberapa halaman. Kadang dua pekan sekali.

Aku udah bercerita tentang dua buku pertama di tulisan sebelumnya.

***

Pearl from Surah Yusuf


Aku baru baca bab 4 bagian awal, saat Nabi Yusuf diminta untuk menakwilkan mimpi Raja. Karena baru baca dua hikmah awal, aku mau cerita bab 3 aja, yang masa saat Nabi Yusuf dipenjara. Dari scene yang menjadi alasan Nabi Yusuf berdoa bahwa "penjara lebih baik" daripada harus bermaksiat dan mengikuti ajakan perempuan-perempuan yang jarinya terluka saat terpana melihat wajah Nabi Yusuf.

Dibagian ini... aku ngerasa jleb sih. Bertanya-tanya pada diri, apakah aku bisa memilih ketidaknyamanan, demi 'menyelamatkan' iman? Tentu, untuk kita, mungkin bukan masuk penjara. Tapi hal-hal lain yang bertentangan dengan hawa nafsu kita. Aku jujur masih meragukan diri, sembari terus berdoa, semoga Allah beri kita kekuatan untuk memilih ketidaknyamanan daripada mengikuti hawa nafsu, daripada 'seneng-seneng' yang fana di dunia. Rabbi habli hukma wa aslihli bisholihin.

Oh ya, trus pas banget juga, dua pekan kemarin aku nonton video tentang topik yang sama. Rasanya tuh kaya... 'kok bisa pas banget siih..'


Videonya pendek dan ada subtitlenya, sempetin nonton ya^^

Ada kutipan tentang dakwah Nabi Yusuf di dalam penjara yang ingin aku salin di sini,

Nabi Yusuf melihat kesempatan yang sangat baik untuk tetap mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kepada yang mungkar saat ia berada dalam penjara. Padahal orang yang berada di dalam penjara pada umumnya akan merasakan depresi yang sangat luar biasa. Pikirannya mungkin akan dipenuhi dengan pertanyaan kapan ia akan keluar ataupun sebuah penyesalan mendalam yang tiada ujungnya. Itu pula yang mungkin kita rasakan saat berada di kondisi dimana kita dihakimi dan diasingkan oleh seseorang karena suatu perbuatan yang kita lakukan.

Namun yang dilakukan Nabi Yusuf justru sangatlah berbeda. Ia tidak membedakan ketika ia sedang berada di rumah, di masjid, di mimbar, ataupun di dalam penjara. Dimanapun ia berada, maka di sanalah baginya untuk berdakwah.

- Ahmad Syauqi, dalam buku Pearls from Surah Yusuf

Baca buku Pearl from Surah Yusuf itu sesuatu, terutama saat selesai satu chapter, dan bertemu lembar kosong, lembar refleksi yang mengajak diri untuk mencerna halaman-halaman sebelumnya yang sudah dibaca. Pengingat banget, agar buku tersebut gak hanya jadi buku bacaan. As if it's asking you, out of the pearls you have read, will you take any of it? Will you internalize it, and let your heart become cleaner by puting the advice you get into an act?


Laa haula walaa quwwata illa billah.

***

Menentukan Arah

Ini merupakan paket buku langitlangit 2nd hand hadiah dari Asni Nuraeny. Buku Menata Kala dan Bertumbuh alhamdulillah udah selesai dibaca tahun kemarin. Nukil bukunya aja yang belum ditulis hehe.

Dua buku yang masih on going, on progress dibaca, adalah Teman Imaji dan Menentukan Arah.

Berbeda sama tiga buku lainnya yang terbitan CV IDS, buku Menentukan Arah diterbitkan Langitlangit Creative Studio. Buku ini merupakan buku kenang-kenangan pernikahan Aji Nur Afifah dan Kurniawan Gunadi. Dua-duanya aktif menulis di tumblr (sebelum tumblr di blokir, dan banyak yang pindah platform wkwkwk)

Bagian awal buku ada testimoni terkait kedua penulis, semacam ucapan selamat dan doa juga atas pernikahan kedua penulis tersebut. Setelah itu baru masuk ke kumpulan tulisan bertema tentang 'menentukan arah'. Fase sebelum berproses menuju pernikahan, fase saat berproses, dll.

Buku ini jadi semacam pengingat untuk diri. Akan satu hal yang sering aku hindari memikirkan atau membahasnya. Bahasan ini tuh selalu menempatkan diri di posisi siap/gak siap. Sebagian hati merasa belum siap, sebagian lainnya merasa sudah siap.

Sebelum jadi tempat curcol, langsung aja ya, kutipan dari buku Menentukan Arah. Pesan dari Mba Apik, bahwa menunggu adalah berjuang J

"Menunggu tak pernah jadi membosankan ketika kita tahu benar caranya. Menunggulah dengan bijaksana. Menunggulah dengan menghabiskan waktu yang ada dengan kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan. Menunggulah dengan penjagaan hati yang kuat. Melelahkan? Iya/ Tapi akan terbayar lunas jika kita yakin bahwa kita tengah melakukan sesuatu yang berharga. Karena pada akhirnya menunggu menjadi sebuah kata ganti dari berjuang --maka tetaplah berjalan maju, berhenti hanya untuk istirahat. Menantilah dalam keyakinan dan pemahaman yang baik. Sesuatu yang baik akan didatangkan pada mereka yang bersabar.

Masih di ruang tunggu, semoga Allah selalu menjadi nomor satu."
#daribuku Menentukan Arah - Aji Nur Afifah dan Kurniawan Gunadi
***

Terakhir, sebuah pertanyaan. Buku apa yang sedang kamu baca? Maukah kamu menceritakannya?

Sekian. Semangat membaca~ You can read fast or slow, it's okay, you can keep your own pace the way you want it to be.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya