Follow Me

Tuesday, January 11, 2022

Cara Allah Menghibur Maryam

Bismillah.

Sebelumnya, aku belum pernah serius tadabbur Surat Maryam. Aku hanya pernah mendengar penggalan penjelasan ayat saat Maryam melahirkan di video How Duaa Works. Dan hanya dari itu saja, aku sudah dapat banyak penghiburan. Bagaimana Allah mengabadikan kisah Maryam seolah Allah tahu, akan ada manusia yang memiliki kesedihan mendalam sehingga ingin dilupakan dan terlupakan (ayat 23). Allah abadikan kisah Maryam supaya kita tidak merasa sendiri.

Tapi hari ini, aku mencoba tadabbur dari 2 ayat setelahnya (24 dan 25).

Qadarullah wa maa syaa Allah, dua bulan kemarin bisa ikut belajar surat Maryam bersama temen-temen di Guidelight Project Batch 5.

Allah mengajarkan bagaimana menghibur seseorang yang kesedihannya mendalam. Allah hibur dengan kalimat indah "Allaa tahzanii, qad ja'ala rabbuki tahtaki sariyya". Jangan bersedih, sesungguhnya Allah telah menjadikan dibawahmu sungai.

Allah didn't say, don't be sad, be happy. Allah menghibur kita melalui nikmat-Nya. Bayangkan kamu sedang sedih, kemudian kamu diajak melihat sungai. Hatimu sedang kemarau, kemudian pemandangan yang indah, suara gemericik air, dan dari sungai tersebut kamu bisa meminum air, menghapus dahagamu. Bukankah hal tersebut membuatmu teralihkan dari kesedihanmu? Subhanallah.. betapa Allah Maha Mengetahui manusia, makhluk yang diciptakannya, yang tadinya bukan apa-apa. wa lam yaku sya'i-a.

Bukan cuma itu, Allah melanjutkan lagi di ayat selanjutnya. Allah menunjukkan nikmat yang Allah. Allah menunjukkan pada Maryam untuk melakukan 'sedikit' usaha, karena saat ia menggoyangkan pangkal pohon kurma, Allah menjanjikkan bahwa kurma-kurma matang akan berguguran.

Kau tahu? Saat kita sedang dilanda kesulitan dan kesedihan, kita tidak seharusnya diam. Kita sendiri yang harus bergerak, menjemput kemudahan yang Allah janjikan minimal dua untuk setiap kesulitan. Kita sendiri yang harus berusaha, untuk bangkit dari kesedihan.

Dan kau tahu? Bagi mereka yang bersedih, yang mungkin sampai ke tahap depresi, setiap langkah dan usaha itu terlihat begitu berat. Ada awan hitam di kepala yang membuat semua seolah gelap. Tapi lewat ayat ini, Allah menunjukkan pada kita.

Begitulah memang... logika manusia, tidak mungkin seseorang yang baru melahirkan, tenaganya sudah 'habis', bisa untuk menggoyang pangkal pohon kurma apalagi sampai membuat pohon tersebut mengugurkan kurma matangnya.

Tapi kita tahu kisah Maryam bukan? Kita tahu bahwa kurma tersebut berguguran dengan mudah atas bantuan Allah. Maryam tetap harus menggoyangkan pangkal pohonnya. Tapi hasilnya Allah yang berikan.

Begitu pula kita. Apapun kesedihan kita. Iya, apapun itu. Kita perlu berusaha untuk bangkit, meski di mata kita, di logika kita, rasanya begitu sulit dan tidak mungkin. Maka bergeraklah, lakukan usaha meski sedikit demi sedikit, melangkahlah. Allah yang akan memberikan kita kemudahan. Allah yang akan mengugurkan buah kurma matang yang bisa kita cicipi manisnya.

***

Maka saat pagi ini, Allah mengizinkanku berada di situasi menyimak bacaan surat Maryam. Aku merasakan bahwa Allah, Arrahman, begitu menyayangiku.

Bagaimana aku tidak terhibur saat aku mendengarkan orang lain membacakan ayat-ayat tersebut berulangkali?

Alla tahzani, jangan bersedih
Qad ja'ala rabbuki tahtaki sariyya...

Lalu aku membayangkan sungai, hujan, dan air-air segar yang bisa dengan mudah aku minum di rumah. Aku bisa dengan mudah meminum air putih, atau teh hangat, atau susu, atau jus dingin, atau yogurt dingin.

Wahuzzi ilaiki bi jidz'in nakhlati tusaqit 'alaiki ruthaban janiyya..

Aku bersyukur akan nikmat makanan yang bisa segera kudapatkan tanpa perlu bersusah payah "menggoyangkan pohon kurma". Aku cuma tinggal melangkah sedikit, dan makan. Dan dengan makan, hatiku terasa lebih ringan.

Ini juga yang dibahas Ustadz saat menjelaskan ayat ini, bahwa cara menghibur orang yang bersedih adalah dengan mengajak ia keluar makan bareng. ^^

Aku tiba-tiba teringat temen-temen yang dulu mengajak aku keluar dari "gua"-ku. 2016. Jazakunnallahu khairan katsiran. Anna, Teh Risma, Asni, Apih, dan nama-nama lain yang mungkin aku lupa saat ini, tapi Allah mengingat dan mencatatnya sebagai kebaikan. Kalau bukan lewat ajakan makan bareng dari kalian, mungkin aku akan lebih lama meringkuk dalam "jurang" tersebut.

Jazakunnallahu khairan katsiran juga untuk temen-temen We're All Maryam (Rahma, Oca, Safna, Suci , Novi) yang tiap pekan bacain surat Maryam (:

Alhamdulillah bini'matihi tatimusholihat.

***

Semoga sedikit tadabbur ini, mengingatkan kita untuk terus berusaha terhubung dengan ayat-ayatNya.

Allahummarhana bil qur'an. Aamiin.

Wallahua'lam bishowab.

***

Keterangan: Tulisan ini juga diikutkan dalam komunitas #1m1c (Satu Minggu Satu Cerita). Berbagi satu cerita, satu minggu.

1 comment:

  1. Maysa Allah, Allahu Akbar. Allah begitu memulaikan Siti Maryam. Melalui lisan mulia Putranya, Allah jug ammbela wanita mulia, SIti Maryam

    ReplyDelete

ditunggu komentarnya