Ekstrakulikuler Smansa
Isabella Kirei
February 08, 2017
0 Comments
#nostalgia
Bismillah.
Hashtag baru, edisi nostalgia, hanya ingin bercerita tentang ekstrakulikuler yang aku ikuti, dari yang wajib sampai yang non wajib.
Pramuka
| Ambalan Pandawa Srikandi |
Ini wajib untuk tahun pertama. Ada banyak acaranya, yang paling inget, acara menginap yang malamnya harus kumpul di bangsal *semacam aula di SMA N 1 Purwokerto (Smansa). Yang membuat memori ini teringat jelas adalah, suasanya entah sengaja atau tidak, dibuat seolah mistis gitu. Pakai kain jarit (batik), diiketnya pakai rafia, ga pakai sepatu, jalannya harus pelan-pelan, diiringi gamelan yang misterius, sebelum masuk, cuci muka pakai air es bertabur kembang mawar.
Jangan mikir aneh-aneh dulu ya, itu bukan ritual memanggil mahluk gaib. Sebenernya acara di bangsal tersebut adalah acara penerimaan, semua yang hadir resmi jadi anggota pramuka Smansa, trus ditambah banyak wejangan juga dari kepala sekolah. Kenapa harus suasanya seperti itu? Mungkin untuk menakut-nakuti siswa baru, agar ga berisik dan khidmat. Tahulah, namanya siswa lebih dari lima ratus orang, dibarisin, dan diceramahin, kan kemungkinan pada asik ngobrol sendiri atau tidur. Dan untuk menghindari tidur, disuruhlah semua siswa cuci muka pakai air es hehe. Kreatif ya? Itu idenya gatau darimana, tapi turun temurun, sekarang masih seperti itu kah?
ROHIS Ulul Albab (ULBA)
Ini ekskul nomer satu yang selalu aku ingat. Banyak sekali pengalaman, manis asin pahit yang aku rasakan. Kenal liqqo dari sini, belajar rapat dengan hijab tinggi *hijab fisik*, kakak-kakaknya keren-keren. Dulu tuh, kaya jadi hal pasti gitu, kalau anak Rohis pasti anak Olimpiade. Hampir semua kakak-kakak yang cerdas jadi pengurus Rohis. Keren da~
Dulu anteng saja jadi anggota majelis IK, di ROHIS kata 'divisi' diganti 'majelis'. IK itu singkatan dari Ilmu dan Kreatifitas. Tugas utamanya sih, membuat majalah/buletin. Ada proker lainnya juga, tapi lupa. hehe.
Paling berkesan, waktu perjuangan buat majalah, niatnya untuk dikasih ke mahasiswa baru. Trus ada konflik tidak disetujui pembina rohis karena dianggap menghabiskan uang. Ditambah, saat itu kadiv-ku menghilang, aku ingin menyerah, lari dari amanah. Sampai akhirnya disadarkan, harus tanggung jawab. Akhirnya buat buletin aja, lumayan lah~




