Follow Me

Showing posts with label roket stei. Show all posts
Showing posts with label roket stei. Show all posts

Thursday, October 16, 2014

Windows MSTEI 2014 Day 2,5

October 16, 2014 0 Comments
Bismillah.




( 190 )   Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
( 191 )   (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

QS Ali Imran
 ***

Wednesday, September 12, 2012

TPB STEI - Tahap Paling Bahagia STEI ITB

September 12, 2012 0 Comments

Bismillah..
I'm going to tell a little lot about TPB STEI, tahap paling bahagia di STEI :)

***
Masa Tahap Persiapan Bersama atau yang lebih sering disingkat menjadi TPB merupakan masa unik. Unik, karena tidak setiap mahasiswa baru di Indonesia merasakannya.

Seperti kata penyusunnya, TPB bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa baru sebelum memasuki jenjang program studi. Ngapain aja sih, di TPB?

Belajar Kalkifi (Kalkulus, Kimia, Fisika)  


“Kalkifi di TPB itu, kaya SMA kelas 13”, pernah denger kalimat yang senada dengan ini? Dulu, kata-kata tadi sering saya dengar dari senior. Sekilas memang benar, kebanyakan materi yang di ajarkan di kalkifi TPB pernah kita temui di SMA. Namun, di TPB.. materinya dibahas lebih mendalam dan kompleks. 

Di ITB sendiri, ada dua jenis kalkifi : A dan B. Bedanya apa? Kalo yang A katanya “lebih kompleks alias sulit”, kalo B “lebih sering pake bahasa inggris”. Dan beruntunglah di STEI, kalian akan ketemu kalkulus, fisika dan kimia A. 

Untuk tiga matakuliah di atas, kita harus hati-hati (jangan mengecilkan). Karena seringkali mahasiswa baru dibuat syok, mendapati nilai kalkifi mereka. Apalagi, nilai ini tidak hanya dilihat kita, tapi juga dilihat satu ITB (baca: nilai di pajang di mading prodi terkait). Nggak mau malu? Rajin-rajin belajar ya!

Belajar KU 

Selain, kalkifi. Ada juga kuliah umum yang harus kita pelajari. Yang termasuk KU ada TTKI (Tata Tulis Karya Ilmiah), Bahasa Inggris (CR - reading, WR - writing, PR - presentation), SAS (Sistem Alam Semesta) dan KPIP (Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan).

Belajar Mata Kuliah Khas Fakultas/Sekolah 

Yang satu ini juga termasuk KU. Tapi matakuliahnya tergantung fakultas dan sekolah. Untuk STEI, kalian akan ketemu PTI A (Pengantar Teknologi Informasi A) dan DRE (Dasar Rangkaian Elektrik).

Berolahraga 

Masih termasuk kelompok KU. Olahraga, kuliah wajib bagi TPB. Bingung nggak waktu tahu di ITB ada kuliah olahraga? Berasa di SMA ya? Hehe J Iya, ITB menganggap olahraga adalah matakuliah yang harus ada untuk mahasiswa. Kan percuma punya mahasiswa pintar tapi sakit-sakitan.


Mengenal Prodi Lebih Dekat 

ITB tahu, anak SMA itu.. belum bisa kalau tiba-tiba langsung disuruh milih program studi. Bukannya kenapa-napa, pasalnya siswa SMA yang baru lulus biasanya hanya mengetahui sedikit sekali informasi tentang program studi yang ada. Mereka sulit membedakan program studi yang bidangnya mirip atau beririsan. Nah, TPB menyediakan waktu untuk kalian mengenal lebih jauh tentang program studi di fakultas/sekolah kalian. Untuk STEI, ada lima prodi yang bisa kamu ajak kenalan : EL (Teknik Elektro), IF (Teknik Informatika), ET (Teknik Telekomunikasi), EP (Teknik Tenaga Listrik), STI (Sistem Teknologi Informasi).

Others

Selain dunia akademik di atas, TPB juga sebuah momen yang tepat untuk mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan non akademik seperti unit dan kepanitiaan. Mumpung masih TPB, gunakan kesempatan ini untuk aktif di unit dan di kepanitiaan. Jangan sampai di TPB, kamu hanya berteman dengan Brady, Halliday dan Purcell.

Selamat menikmati Tahap Persiapan Bersama :) Jangan lupa nutrisi hati dengan ibadah, dan mengikuti kegiatan keislaman macam MSTEI ini..

Wallahu a'lam

Friday, May 25, 2012

Kita Di Sini - Mereka Di Sana

May 25, 2012 0 Comments

Kita di sini, berdendang dan tertawa. Lepas, seolah tanpa beban. Kebahagiaan ini? Tak inginkah kita bagi?
Kita di sini, besenda gurau dan tersenyum. Lupa. Lupa bahwa di sana.. ada saudara kita yang merintih sakit. Menangis menahan pilu dan sayatan luka. Lupa. Benarkah lupa? Atau melupakan?
Kita di sini, duduk-duduk santai, sembari bercerita tentang penatnya hari. Mengeluh pada hari yang tak pernah sempurna. Padahal di sana, ada saudara kita yang ditindas, namun keluh tak keluar dari lisannya. Padahal di sana, mereka tak bisa lagi sekedar merasa aman. Teror demi teror menghadang, seolah tinggal menunggu giliran, untuk terkapar di jalanan dengan badan berlumur darah.

Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Padahal di sana, kejahatan kemanusiaan merajalela. Pembunuhan terjadi di tiap jam, menit, bahkan mungkin detik.
Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Pura-pura tak tahu, pura-pura tak peduli. Padahal di sana? Mereka berhak untuk sekedar mendapat kepedulian dari kita, minimal doa kita. Masihkah kita akan bungkam? Diam saja. Jalani hari seperti biasa. Masih dengan tawa dan senda gurau. Acuh. Siapa mereka bagi kita??
Kita di sini, tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain bersantai-santai, dan mengalihkan perhatian setiap kita temui berita tentang mereka. Tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain tutup telinga dan tutup mata, pada mereka di sana.. yang dibantai tanpa ampun hanya karena masih beriman pada Rabb Semesta Alam, Allah swt.
Kita di sini, masih tak tergerakkah hati?
-untuk kita, yang hatinya berkarat oleh cinta dunia.
-untuk kitayang lupa, mereka (saudara kira) bukan membutuhkan bantuan kita, tetapi mereka BERHAK mendapatkan bantuan kita.
-.-

Bismillah.. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita, agar hati ini tergerak untuk mengetahui, peduli, lalu bertindak atas apa-apa yang terjadi pada saudara kita, di Palestina, Syria, dan di penjuru bumi.
Mungkin kita bosan melihat, menonton, membaca atau mendengar berita penindasan dan penyiksaan yang menimpa saudara kita. Hingga kita sering dengan sengaja memalingkan wajah, mengganti channel, dan tindakkan-tindakkan sejenis, untuk memastikan kita tidak perlu tahu berita tersebut.
Ah.. padahal itu berita tentang saudara kita. Ya, saudara kita. Saudara seiman yang wajahnya belum kita kenal, tapi hatinya dekat dengan kita. Saudara kita. Apakah kosakata saudara masih asing di benak kita?
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara,...” (49:10)
Jikapun iya, kata saudara masih tetap asing di teringa kita. Apakah kita lantas acuh saja, melihat kejahatan kemanusiaan terjadi di Syria dan Palestina?
Apa-apa yang terjadi pada mereka di sana, seharusnya mengetuk sisi kemanusiaan kita.
Di Syria contohnya,
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, anak-anak yang dicabuti kuku-kuku didepan orangtua2 mereka, seraya dikata-katai: "jika kalian tidak bisa memberikan keturunan yg bagus, ayo datangkan istri-istri kalian biar kami setubuhi”
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang saluran airnya dimasukkan racun.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang perkampungannya di bom.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, gadis 8 tahun dan wanita yang diperkosa, kemudian tubuhnya di cincang dan di panggang.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para wanita yang dicabut bulu kemaluannya di depan suaminya, hingga suami gila tak tahan dihinakan.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para pemuda yang di tembaki, dipotong tubuhnya kemudian diletakan di depan rumah keluarganya, lantas dimintai ongkos peluru
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka, para tahanan yang kehausan, disuruh mangap, lalu mulutnya dikencingi.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada Al-Quran, dibolongin dg dicolok-colok dengan rokok. Pada Al Qur’an yang dijadikan target latihan nembak tentara.
Bagaimana hati tidak terketuk? Pada mereka yang ketika disiksa berteriak "Allahu Akbar", lalu dibentak dengan perkataan "Rabbmu sudah lama mati”
Bagaimana hati tidak terketuk?
Tidak cukupkah informasi di atas untuk mengetuk dan menggetarkan hati kita?
-.-
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Pedulilah! Doakan mereka.. berikan donasi.. sebarkan informasi ini. Agar semakin banyak hati-hati yang tergerak untuk membantu mereka.
Coz, they need DESERVE our help.
Kita memang di sini, dan mereka memang di sana. Tapi jarak ini, tak akan menghalangi cinta kita untuk sampai ke mereka.
Teruntuk saudara seimanku di sana, ‘ana uhibbuki fillah’. Tetaplah berpegang teguh pada Islam. Semoga Allah mempertemukan kita di JannahNya. Aamiin.
Wallahu’alam bishowab.

Sunday, May 6, 2012

Look Above

May 06, 2012 0 Comments

#muhasabahdiri



If what’s ahead scares you
and what’s behind hurts you
then, just look ABOVE
ALLAH never fails to help you


"Allah never fails to help you, sekalipun masa depan membuatmu ragu dan takut tuk melangkah.. sekalipun masa lalu menyakitkan dan tak ingin kita tengok walau sedetik. Sekalipun, kita merasa sudah tidak ada jalan keluar.

You just can’t go forward, nor you can step back. Seems like  you’re stuck and don’t know what to do. Jangan berputus asa.. take your time to pray, ask Allah for help. Allah never fails to help you. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannashir.

 
Look above, jangan hanya saat himpitan dunia mendesakmu. Tapi juga saat gelimang indahnya dunia menyapamu.

Ingatlah kisah seorang manusia..

Tuk. Sebuah koin emas jatuh mengenai kepalanya. Ia memang terkejut, dan senang sekali melihat yang mengenainya adalah koin emas. Segera ia pungut, dan menyimpannya. Tuk. Sekali lagi koin emas jatuh dan menimpanya, dan dengan ekspresi yang sama, ia memungut koin tersebut. Dan setiap kali koin emas jatuh mengenai kepalanya, ia hanya mengambilnya, tanpa menyempatkan diri melihat ke atas dan bertanya-tanya dari mana koin itu.

Duk. Kali ini, sebuah kerikil kecil mengenai kepala kita. Kita pun mengaduh, apalagi bukan koin emas yang mengenai kepala kita. Melainkan kerikil kecil. Dan segera kita menengadahkan kepala, “Siapa sih?”



Look above.. ketika yang menjatuhi kepala kita adalah sebuah koin emas (baca: kenikmatan). Kita seringkali hanya terfokus pada apa yang jatuh, tapi lupa pada yang di ‘atas’. Lupa, bahwa yang memberi kenikmatan tersebut adalah Allah. Kita hanya senang dan gembira, menggunakan dan menghabiskan nikmat yang Allah beri, tanpa bersyukur padanya. Maka jangan salahkan Allah, kalau ia akhirnya menyapamu lewat kerikil kecil yang barangkali membuatmu mengaduh kesakitan. Karena seringkali, kita baru menengadahkan wajah, jika ujian datang menghadang, jika kesulitan menghimpit langkah.

Astaghfirullah.. Ampuni hamba Ya Ghoffur.. yang seringkali lupa padaMu, yang sering kali mendustakan nikmatMu, yang hanya mendekat saat ujian dan musibah menyapa.

Sunday, April 22, 2012

Ujian; Waktu dan Materi

April 22, 2012 0 Comments
 *image taken from this


Bismillah...
"STEI memang selalu begitu kok," tanggapan seorang senior saat kuceritakan padanya jadwal UTS 2, yang mempertemukan kimia, DRE (dasar rangkaian elektrik), dan kalkulus di tanggal yang berdekatan (4, 5 dan 7 Mei 2012).

Ya.. kurang lebih fakta itulah yang aku temui. Dalam waktu yang berdekatan, kami (mahasiswa TPB STEI) diuji materi yang tak bisa dikatakan sedikit. Sebut saja kimia : kinetika kimia, kelarutan, dan kawan-kawannya. Atau kalkulus : fungsi dua peubah, integral lipat dua, diferensial orde dua. Dan DRE : induktor-kapasitor, rangkaian orde satu, bilangan kompleks, rangkaian orde dua. -.-

Apakah Anda tertekan membaca paragraf di atas? hehe :P Itu hal yang wajar. Ujian memang menjadi momok sendiri bagi manusia. Dalam hidup kita, akan ada ujian-ujian yang menanti. Bahkan, kehidupan kita di dunia ini.. bisa diibaratkan sebagai ujian.

Kehidupan di dunia = ujian
Ya, hidup adalah ibarat kita sedang mengerjakan sebuah ujian di sebuah ruangan (dunia). Kita harus mengerjakannya dengan hati-hati. Pengawas ujian ini, selalu memperhatikan dan mencatat gerak-gerik kita. Tak pernah ada satupun aktifitas kita yang lepas dari pengawasannya. Siapakah pengawas itu? Kita mengenalnya dengan sebutan Malaikat Raqib dan Malaikat Atid.

Kehidupan di dunia = ujian
Kehidupan di dunia, ibarat ujian.. yang kita tidak tahu jangka waktu kita untuk mengerjakannya. Bisa jadi, kita sudah melewati setengah dari waktu ujian. Bisa juga kita sudah hampir dipenghujung waktu ujian.

Kehidupan di dunia = ujian
Tapi Allah berbaik hati kepada kita. Di ruang ujian ini, kita tidak akan disalahkan (baca: mendapat dosa) jika kita belum tahu ilmunya. Di sini, kita diperbolehkan belajar dan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan. Justru mereka yang tidak mau belajar yang mendapat dosa.

Kehidupan di dunia = ujian
Saat waktu ujian sudah berakhir, ada petugas yang akan menjemput kita. Bisa jadi, ia mempersilahkan kita untuk keluar ruang ujian dengan lemah lembut jika kita mematuhi peraturan yang ada (menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya). Bisa pula, dengan paksa dan kasar, jika kita melakukan kecurangan (melanggar perintahNya dan melaksanakan laranganNya).

Kehidupan di dunia ini, adalah ujian kawan! Mirip.. seperti ujian fisika, kimia, DRE, kalkulus, dkk yang akan menghadang kita beberapa minggu ke depan. Waktu yang terbatas dan materi yang banyak, membuat kita harus mulai mengencangkan sabuk, bersungguh-sungguh dalam belajar. Materi yang banyak dan waktu yang terbatas, seharusnya membuat kita tak punya waktu untuk berleha-leha (baca: bersantai ria), berhahahihi, dan membuang-buang waktu yang ada. Begitu pula kehidupan, jangan kita sia-siakan untuk hal yang semu, yang hanya menawarkan senyum sesaat, tawa sejenak.

"Dalam hidup cuma ada dua pilihan, senang dan susah. Apakah kita mau senang dulu baru susah. Atau sebaliknya susah dulu baru senang. Dan biasanya.. yang di akhir akan lebih lama kau rasakan."

Wallahu'alam..

**terinspirasi dari prolog pp mata' dan ta'lim pertama roket stei

Thursday, March 22, 2012

Unique. Fingerprints.

March 22, 2012 0 Comments
Everyone has a unique fingerprints. No body has the same fingerprints. It's beautiful :)




-.-

"Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna." (QS Al Qiyamah [75] : 3-4)




**there's no relationship between fingerprints and this muslimah on kimono.. But sure, someone would understand why i put those picture.

Friday, March 16, 2012

Repost - Remind Myself Through My Old Post-

March 16, 2012 0 Comments
Bismillah..




Ada dua buah kalimat yg kata-kata penyusunnya sama, namun makna dan ruh yg trkandung di dalamnya berbeda. Mereka adalah "Sulit, tetapi bisa" dan "Bisa, tetapi sulit".

Mereka yg mengatakan, "Sulit, tetapi bisa" akan tergerak untuk mengenali kebisaan-kebisaan yg dipunyai hingga bisa mengatasi yg sulit. Sedangkan, orang yg mengatakan "Bisa, tetapi sulit" cenderung membesar-besarkan penghalang dan aral, sehingga ia tak jadi bertindak. (Salim A. Fillah)

dua buah kalimat yg unik bagiku. Tak perlu kuingat keduanya, cukup satu saja yg kau ambil, kau hafal, kau tanam dlm hati, maknai lalu amalkan..

Sulit tetapi bisa. Sungguh betapa pun sulit cobaan, ujian atau kondisi yg harus kau hadapi.. Betapa pun sulit, sahabatku.. Yakinlah kita bisa menghadapinya, kita bisa mengatasinya, kita bisa!

Kau masih ragu..? Maka ingatlah firman Allah.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya..." (Al Baqarah : 286)
Sungguh Allah Maha Mengetahui sahabatku, kalau DIA menghadapkanmu pada suatu cobaan. Betapa pun sulit, DIA tahu kamu bisa melaluinya. Dan memang kamu bisa!

Maka ketika letih mulai menggayuti langkahmu.. Bukan berarti cobaan ini terlampau sulit untukmu. Bukan.. Sekali lagi, mari ingat janji Sang Maha Pengasih.

"Maka sungguh beserta kesulitan ada kemudahan. Sungguh beserta kesulitan ada kemudahan." (Al Insyirah : 5-6)

Karena sungguh, segala daya hanya milik-Nya.. Maka berdoalah pada-Nya, memohon bantuan dan kekuatan pada Sang Mahakuat..

And yes you can do it. And yes you can make it through..

Kalau yg km perjuangkan adalah hal yg baik, maka jgn ragu.. DIA akan menolongmu. Sungguh DIA lah sebaik-baiknya penolong, Allah swt.

See? It may be hard.. But sure you can! So, let's sing it loud together :
Aku BISA, aku pasti BISA.. :)

*teruntuk sahabat-sahabatku yg belakangan ini ku'lihat' senyumnya memudar, cahayanya meredup karena tak yakin kalau ia bisa.. :)
hei! I want you to smile, and say to me "Ini memang sulit bel, tapi aku tau aku BISA." cz sure, i do believe you can make it through..

Thursday, February 23, 2012

Maka Cintai Ia

February 23, 2012 2 Comments
Bismillah..

-muhasabah untuk diri-



Sholat.. rukun islam kedua. Lima kali kewajiban kita tiap harinya.

Sholat menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang, mereka merasa seolah memikul beban berton-ton saat kumandang adzan mengetuk gendang telinga. Enggan rasanya melangkahkan kaki untuk mengambil air wudhu dan sholat. Menunda menjadi pilihan, ada saja alasan untuk tidak sholat di awal waktu. Lalu ketika tanpa sengaja terlewat, ia hanya membatin sejenak 'ya allah, aku belum sholat'. Dan jika berlanjut, dilakukan berulang kali.. maka meninggalkan sholat akan menjadi hal biasa. Telinga mereka menuli atas jeritan hati.

Sebagian yang lain hanya menjadikan sholat sebagai formalitas, penggugur kewajiban. Maka sholatnya hanya asal sholat. Lebih suka sholat sendiri ketimbang berjamaah, baginya.. berjamaah itu buang-buang waktu. Maka jangan tanya berapa detik ia bertahan dalam ruku' dan sujudnya. Baginya asalkan sudah sholat maka sudah cukup, toh sudah memenuhi kewajiban.

Sholat.. seperti apa ia bagimu? Jangan keburu kau jawab.. coba renungkan dulu sejenak. Coba ingat-ingat lagi.. Bukankah hakikatnya, sebenarnya kita yang butuh sholat? Bukankah Allah tidak membutuhkan sholat kita? Sekalipun Allah memang menciptakan kita untuk menyembahNya, tanpa sholat dan ibadah kitapun.. Allah akan tetap menjadi Tuhan Semesta Alam. Itu mutlak. Tak dipengaruhi oleh apapun. Lailahaillallah.. Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah..

Tidakkah kita menyadarinya? Bahwa kita yang membutuhkan solat, membutuhkan bersujud kepada Allah untuk menumpahkan keluh kesah kita, untuk mensyukuri limpahan nikmat dariNya, untuk menyejukkan hati yang lelah.

Bukankah hati kita terasa tenang saat kita menghadapNya? Bukankah basuhan air wudhu, ruku' dan sujud kita seolah menyingkirkan beban-beban pelik di dunia yang sementara ini?

Shalat adalah hubungan langsung antara manusia yang fana dengan kekuatan yang abadi. Ia adalah waktu yang telah dipilih untuk pertemuan setetes air yang terputus dengan sumber yang tak pernah kering.. Ia adalah kunci perbendaharaan yang mencukupi, memuaskan, dan melimpah. Ia adalah pembebasan dari batas-batas realita bumi yang kecil menuju realita alam raya. Ia adalah angin, embun, dan awan di siang hari bolong nan terik. Ia adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. (Sayyid Quthb dalam Zhilal)

"Ia.. adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah". Maka cintai sholat, ia bukan beban yang membuat kita terbungkuk-bungkuk memikulnya, bukan pula sebuah peraturan formal yang tak memiliki arti lebih selain untuk dipatuhi. Maka cintai sholat, jangan hanya saat dunia terasa sempit dan menyesakkan dada.. tapi juga saat ia terlihat berkilauan indah. Maka ruku' dan sujudlah saat kau ingin meminta pertolongan, karena Allah lah sebaik-baik penolong. maka ruku' dan sujudlah saat kau ingin bersyukur, karena segala puji hanya milik Allah..

Wallahu 'alam..

Wednesday, February 8, 2012

Cinta itu Merah, Pink atau Coklat?

February 08, 2012 4 Comments

Bismillahirrahmanirrahim..

Sebuah pertanyaan unik, apakah cinta itu merah? Pink? Atau coklat? Dengan lugu, seorang bocah menjawab, “Cinta itu coklat”. Mengapa? Tanyaku padanya, lalu berceritalah ia.. tentang apa yang dilihatnya di televisi : cinta yang diungkapkan lewat sebatang coklat.



Yup. It’s February. Cinta dan coklat, menjadi sebuah paket istimewa di bulan ini. 14 Februari, hari Valentine alias hari Kasih Sayang, begitu yang kebanyakan orang tahu. Coklat, bunga, dan kata-kata cinta bertebaran di hari itu. Mereka mengungkapkan dan merayakan cinta pada hari tersebut.

Dan kita pun latah, mengikut saja pada kebiasaan orang barat. Tanpa (mau) tahu asal-usul hari Valentine. Kita ikut saja, membeli coklat dan memberikannya kepada orang-orang terkasih. Tanpa tahu, 14 Februari adalah hari terbunuhnya seorang Pendeta Nasrani (Saint Valentine) yang dihukum mati oleh Romawi karena berhasil menjadikan 1 keluarga memeluk agama Nasrani.

Padahal kita tidak beragama Nasrani, kita seorang muslim. Yang telah Allah peringatkan lewat firmanNya :
“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra : 36)
Masihkah terbesit keinginan untuk merayakan hari Valentine?
“Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu” (Al Hadist)
Wallahu a'lam bishowab. :)


#sebuah artikel mini untuk lembar cinta roket stei -annisa-