Follow Me

Thursday, August 18, 2016

Tiga Lembar Memori

Bismillah..

Saat sedang mencari berkas, aku tanpa sengaja jadi buka-buka buku agenda dari jaman SMA dulu. Dan dari sanalah, aku menemukan tiga lembar memori, yang alhamdulillah masih rapi tersimpan.

dari tiga sohibku di kelas 12-IPA5

***



Bagi orang lain, tiga lembar kertas yang berukuran hampir sama itu mungkin hanya kertas biasa. Tapi bagiku, tiga lembar kertas itu menyimpan memori kebersamaan kami di kelas 12, kelas terakhir mempersiapkan ke perguruan tinggi.

Lembar memori pertama : kertas lipat berwarna oranye bertuliskan "Jia you STEI ITB! Bella"

Dari seorang ukhti, hehe. Mungkin orangnya akan protes kusebut ukhti. Seorang siswa yang semangat belajarnya tinggi, jago di mata pelajaran biologi. Nada bicaranya khas, ada intonasi jawa solo? bener ga? ditambah sedikit ngapak. Pernah beberapa kali mampir ke rumahku untuk belajar bersama persiapan SNMPTN Tertulis (sekarang istilahnya SBMPTN).

Lembar memori kedua: kertas A4 yang di potong persegi, berisi gambar manga ninja, tiga murin yang sedang dimarahin gurunya karena dapat nilai 0.

Aku gatau itu manga apa, tapi melihat gambar ini selalu membuatku tersenyum. Siswa chinese dengan pipi menggemaskan ini, mampu menggambarkan ekspresi kocak guru dan tiga murid ninjanya. Sohibku yang satu ini sudah sekelas dari kelas 10, semoga dia ga bosen ketemu aku terus di kelas hehe. Pintar di hampir semua mata pelajaran, tapi seingatku ia lebih terfokus di matematika dan kimia. Orangnya rapi banget, tulisannya, catatannya, membuat aku malu melihat buku catatanku yang 180 derajat dari buku catatannya.

Lembar memori ketiga: kertas binder tanpa garis yang dipotong hampir persegi, berisi gambar manga entah karakter apa, yang jelas cowo cakep yang sedang menyandarkan dagu di tangan kanannya.

Siswa yang satu ini ga kalah cerianya dari sohib pertama yang disebut di sini. Ia teman sebangku sohib kedua. Rambutnya selalu panjang melebihi bahu, mungkin se siku tangan. Aku lupa pelajaran apa yang ia sukai, tapi aku ingat ia termasuk siswa yang rajin belajar, dan tidak malu bersama. Bersama dua sohib, dan diriku, kami berempat biasa berlajar bersama, mengobrol, bercanda, dll. Dari lembar ketiga inilah aku tahu, kapan tepatnya ketiga lembar memori ini diberikan, 24 Januari 2011. Tertulis di balik gambar tanggal dan tulisan, "Hope u like it ^^ 2". Ini aku juga lupa mengapa ia menggunakan angka 2 sebagai inisial namanya.

***

Sebenarnya ada banyak sekali teman SMA yang meninggalkan jejak memori berlembar-lembar di otakku. Tapi tiga sohib ini kutulis karena ada lembar fisik yang mereka tinggalkan untukku, Sabil, Dora dan Iriene. Kami dekat karena sering belajar bareng, perbedaan agama juga tidak menjadikan kita kikuk untuk mengobrol dan bercanda. Bahkan kerap kita saling tanya atas keingintahuan tentang agama satu sama lain.

Selain tiga nama itu, izinkan aku menyebut nama lain, meski tidak bisa semua. Izinkan aku mengetiknya, sebagai bukti bahwa aku meminta maaf atas komunikasi yang terputus. Aku, bukan bermaksud ingin menghapus dirimu dari kehidupanku, aku hanya seorang yang tidak pandai menjalin hubungan sosial saat jauh. Dita, Gisella, Nidya, Ratna, Ating, Ayang, Gindy, Gita, dll.

Buku Biruku
Ah, ada satu hal lagi yang aneh. Entah malam kapan, aku bermimpi seseorang menjatuhkan buku agenda biru yang berisi ketiga lembar di atas, dan juga banyak kertas-kertas lain yang bagiku penting. Dalam mimpi itu aku menangis namun tidak bisa marah pada sosok yang membuat buku agendaku jatuh dan berkas-berkas memoriku tercecer. Unik memang, mimpi itu hadir beberapa waktu yang lalu (belum lama), dan hari ini aku menemukan agenda biru itu masih utuh beserta kertas-kertas memori di dalamnya.

Hehe, satu lagi boleh ya? Maaf panjang. Salah sendiri baca! Hahaha, malah nyalahin pembaca. Buku agenda biruku itu pernah hampir hilang, tertinggal di salman dan qadarullah ditemukan dan disimpan ukhti cantik kadiv akhwat media Gamais 2012. Teh Irine, yang beberapa hari ga berani buka karena menganggap ga berhak buka-buka buku agenda orang lain. Dan suatu hari berani buka, dan menemuka kertas oranye bertuliskan STEI ITB dan namaku. Kaya film ga sih? Hehe. Kertas itulah yang membuat buku agenda biru kesayanganku ga jadi hilang.

Selesai hehe. Sampai jumpa lagi di lain waktu!

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya