Follow Me

Wednesday, December 25, 2019

Pertanyaan Tidak Langsung

Bismillah.



Pekan kemarin temanya tentang pertanyaan tidak langsung. Sehari setelah aku publish tulisan 'Kenapa Gak Tanya Langsung', seorang adik tingkat mengirim chat padaku,

"Kemaren Mbak A nanyain th bella lagi"

"Masih sering kontakan sama Bella?"

"Bella zzz zzzzzzz ya?"

"Kenapa"

"Gitu"

***

Pertanyaan tidak langsung, dua kali, beda kasus, beda penanya, tapi mungkin karena ini yang kedua, efeknya jadi lebih sensi.

Aku bertanya-tanya, mengapa orang yang 'tidak mengenalku' sampai bertanya seperti itu? Sekedar kuriositas kah?

Aku bertanya-tanya, jika jawaban pertanyaan 'kenapa' itu ia dapatkan, apa yang ia dapatkan? Ia jadi lebih mengerti? Jadi lebih kenal diriku?

Berbagai lintasan pikiran yang lalu lalang kutumpahkan di blog "sebelah". Baru kemudian aku bisa dengan tenang membalas pesan dari adik tingkat tersebut.

***

"Trus kamu jawab apa?"
"Pas ketemu kemarin? Atau via chat?"
"Kapan-kapan kayanya harus ketemu mba A deh hehe"


Tiga tanggapanku itu, cuma dua yang direspon. Yang kedua dan ketiga. Pertanyaanku tentang jawabannya tidak direspon. Dari situ aku tahu, aku harus belajar untuk berbaik sangka padanya. Ia mungkin menjawab sebisanya, dengan terbata, atau menjawab tidak tahu. Ia tidak mungkin menjawab asal-asalan, apalagi manambah-nambah atau mengurang-ngurangi. Buktinya, ia menyampaikan pertanyaan tidak langsung itu padaku. Seolah ia ingin memberitahuku, bahwa ia tadi kesulitan saat pertanyaan tentangku ditanyakan padanya.

***

Pekan kemarin, temanya pertanyaan tidak langsung. Dan aku ingin mencatatnya. Karena setiap kejadian, setiap pertanyaan, setiap hal yang mengenai kita, sebenarnya membawa banyak hikmah dan pelajaran. Tinggal pintar-pintar kita memaknainya, tinggal bagaimana kita jeli menganalisisnya.

Pekan kemarin.. aku belajar, bahwa manusia itu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan pada orang yang belum ia kenal. Atau justru seringkali pada orang yang belum ia kenal. Mungkin awalnya karena kita sering mendengar sebuah nama, kemudian kita jadi bertanya, yang mana orangnya? Ada fotonya? Kemudian saat sebuah fakta tentangnya hadir, secara otomatis, refleks, meski kita tidak benar-benar kenal, kita tetap saja penasaran dan ingin bertanya. Mengapa orang itu Z, kenapa ia memilih Y, dll dst. Dan kuriositas manusia itu, wajar. Dan kuriositas tersebut seharusnya tidak melukaimu, atau membuatmu ke-GR-an. Karena memang sekedar penasaran.

Pekan kemarin... aku belajar, bahwa bisa jadi pertanyaan tidak langsung itu menjadi pintu pembuka jalan silaturahim. Jika Allah mengizinkan untuk bertemu, mari bertukar tanya dan jawab secara langsung. Karena aku juga ingin bertanya, mengapa mba A ingin tahu tentang itu. Saat itu, jika Allah mengizinkan, mungkin aku bisa bercerita dengan tenang tentang Z, dan bagaimana hal tersebut mengubah hidupku.

Pekan ini... tema apa yang akan aku pelajari?

***

Terakhir, apa "tema" pekan-mu saat ini? Hal apa yang berulang kau temui, dan seolah mengetuk otak dan hatimu untuk belajar darinya?

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment

ditunggu komentarnya